Tag: Weton

  • Kalender Jawa Januari 2025: Weton, Neptu, dan Informasi Lengkap

    Kalender Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa untuk berbagai keperluan, seperti menentukan hari baik, memprediksi karakter seseorang melalui Weton Jawa, hingga menyelaraskan tradisi dan budaya lokal. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap Kalender Jawa Januari 2025, termasuk informasi Weton Jawa, nilai Neptu, dan penanggalan Hijriyah yang relevan.

    Apa Itu Kalender Jawa?

    Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang menggunakan gabungan siklus hari dan siklus pasaran. Dalam satu minggu, terdapat dua siklus:

    1. Siklus Hari: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.
    2. Siklus Pasaran: Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

    Kombinasi keduanya menghasilkan Weton Jawa, yang memiliki nilai penting dalam budaya Jawa. Weton sering digunakan untuk menentukan hari baik, seperti pernikahan, pindah rumah, dan acara adat lainnya.

    Penanggalan Kalender Jawa Januari 2025

    Kalender Jawa pada Januari 2025 terdiri dari berbagai informasi menarik, termasuk tanggal Hijriyah, nama bulan Jawa, dan nilai Neptu Weton. Berikut adalah rincian pentingnya:

    1. Bulan dan Nama Pasaran Jawa
      Kalender Jawa terdiri dari 12 bulan dengan nama-nama yang dipengaruhi oleh bahasa Arab namun diucapkan dalam bahasa Jawa, seperti:
      • Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkaidah, dan Besar. Bulan Januari 2025 jatuh pada bulan Rejeb, yang setara dengan bulan Rajab dalam kalender Hijriyah.
    2. Pergantian Hari dalam Kalender Jawa
      Berbeda dengan kalender Masehi, pergantian hari dalam Kalender Jawa dimulai setelah matahari terbenam, yakni saat waktu Magrib tiba. Hal ini membuat penanggalan Jawa memiliki keunikan tersendiri.

    Weton Jawa 16 Januari 2025: Kamis Pon

    Tanggal 16 Januari 2025 dalam Kalender Jawa memiliki rincian berikut:

    • Hari: Kamis
    • Pasaran: Pon
    • Tanggal Hijriyah: 16 Rajab 1446
    • Tanggal Jawa: 16 Rejeb 1958
    • Weton: Kamis Pon
    • Neptu: 15 (nilai Kamis 8 + nilai Pon 7)
    • Wuku: Wayang

    Weton Kamis Pon memiliki Neptu 15, yang sering dianggap memiliki karakteristik tertentu dalam tradisi Jawa. Selain itu, tanggal ini jatuh dalam siklus Wuku Wayang, yang dimulai pada 12 Januari dan berakhir pada 18 Januari 2025.

    Baca Juga: Cara Mengetahui Karakteristik Seseorang Dengan Hitungan Weton Jawa

    Nilai Neptu Weton Jawa

    Neptu adalah jumlah nilai gabungan dari hari dan pasaran. Berikut adalah daftar lengkap Neptu untuk setiap kombinasi hari dan pasaran:

    • Senin Kliwon = 12
    • Selasa Wage = 7
    • Kamis Pon = 15
    • Sabtu Pahing = 18
    • (Lihat tabel lengkap pada artikel ini untuk semua kombinasi.)

    Dengan memahami Neptu, masyarakat Jawa dapat menentukan hari-hari penting seperti pernikahan, perjalanan, atau ritual tradisional lainnya.

    Baca Juga: Menghitung Weton Jawa dan Tafsir dengan akurat

    Kalender Jawa Januari 2025 Lengkap

    Berikut adalah Kalender Jawa Januari 2025 yang lebih lengkap, mencakup tanggal Masehi, tanggal Hijriyah, tanggal Jawa, Weton Jawa, dan nilai Neptu.

    1. 1 Januari 2025: 1 Rejeb 1958 (Rabu Pon, Neptu 14)
    2. 2 Januari 2025: 2 Rejeb 1958 (Kamis Wage, Neptu 12)
    3. 3 Januari 2025: 3 Rejeb 1958 (Jumat Kliwon, Neptu 14)
    4. 4 Januari 2025: 4 Rejeb 1958 (Sabtu Legi, Neptu 14)
    5. 5 Januari 2025: 5 Rejeb 1958 (Minggu Pahing, Neptu 14)
    6. 6 Januari 2025: 6 Rejeb 1958 (Senin Pon, Neptu 11)
    7. 7 Januari 2025: 7 Rejeb 1958 (Selasa Wage, Neptu 7)
    8. 8 Januari 2025: 8 Rejeb 1958 (Rabu Kliwon, Neptu 15)
    9. 9 Januari 2025: 9 Rejeb 1958 (Kamis Legi, Neptu 13)
    10. 10 Januari 2025: 10 Rejeb 1958 (Jumat Pahing, Neptu 15)
    11. 11 Januari 2025: 11 Rejeb 1958 (Sabtu Pon, Neptu 16)
    12. 12 Januari 2025: 12 Rejeb 1958 (Minggu Wage, Neptu 9)
    13. 13 Januari 2025: 13 Rejeb 1958 (Senin Kliwon, Neptu 12)
    14. 14 Januari 2025: 14 Rejeb 1958 (Selasa Legi, Neptu 8)
    15. 15 Januari 2025: 15 Rejeb 1958 (Rabu Pahing, Neptu 16)
    16. 16 Januari 2025: 16 Rejeb 1958 (Kamis Pon, Neptu 15)
    17. 17 Januari 2025: 17 Rejeb 1958 (Jumat Wage, Neptu 10)
    18. 18 Januari 2025: 18 Rejeb 1958 (Sabtu Kliwon, Neptu 17)
    19. 19 Januari 2025: 19 Rejeb 1958 (Minggu Legi, Neptu 10)
    20. 20 Januari 2025: 20 Rejeb 1958 (Senin Pahing, Neptu 13)
    21. 21 Januari 2025: 21 Rejeb 1958 (Selasa Pon, Neptu 10)
    22. 22 Januari 2025: 22 Rejeb 1958 (Rabu Wage, Neptu 11)
    23. 23 Januari 2025: 23 Rejeb 1958 (Kamis Kliwon, Neptu 16)
    24. 24 Januari 2025: 24 Rejeb 1958 (Jumat Legi, Neptu 11)
    25. 25 Januari 2025: 25 Rejeb 1958 (Sabtu Pahing, Neptu 18)
    26. 26 Januari 2025: 26 Rejeb 1958 (Minggu Pon, Neptu 12)
    27. 27 Januari 2025: 27 Rejeb 1958 (Senin Wage, Neptu 8)
    28. 28 Januari 2025: 28 Rejeb 1958 (Selasa Kliwon, Neptu 11)
    29. 29 Januari 2025: 29 Rejeb 1958 (Rabu Legi, Neptu 12)
    30. 30 Januari 2025: 30 Rejeb 1958 (Kamis Pahing, Neptu 17)
    31. 31 Januari 2025: 1 Ruwah 1958 (Jumat Pon, Neptu 13)

    Penjelasan:

    • Tanggal Hijriyah untuk bulan Januari 2025 adalah dari 1 Rajab 1446 hingga 1 Syakban 1446.
    • Weton Jawa di setiap tanggal terdiri dari kombinasi hari Masehi dan hari pasaran Jawa.
    • Neptu adalah nilai kombinasi hari dan pasaran, yang memiliki makna khusus dalam budaya Jawa.

    Catatan: Informasi ini dilengkapi dengan tanggal Hijriyah untuk membantu memahami hubungan antara Kalender Jawa dan sistem penanggalan Islam.

    Baca Juga: Mengenal Rasi Bintang dalam Astronomi Jawa


    Mengapa Kalender Jawa Penting?

    Kalender Jawa tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendalam. Kombinasi hari dan pasaran atau Weton memberikan makna filosofis yang diyakini dapat menentukan karakter dan keberuntungan seseorang. Hingga kini, Kalender Jawa digunakan untuk:

    1. Menentukan hari baik: Pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha.
    2. Mengenali karakter seseorang: Berdasarkan nilai Neptu dan Weton kelahiran.
    3. Melestarikan tradisi dan budaya Jawa: Sebagai warisan tak ternilai yang terus dipelajari dan diaplikasikan.

    Kalender Jawa Januari 2025 menawarkan informasi lengkap mengenai Weton, Neptu, dan hubungan dengan penanggalan Hijriyah. Tanggal 16 Januari 2025 adalah hari Kamis Pon dengan Neptu 15, yang menjadi bagian dari tradisi Jawa yang kaya akan makna. Dengan memahami Kalender Jawa, kita tidak hanya menghormati tradisi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya Nusantara.

    Temukan lebih banyak informasi tentang Weton dan Kalender Jawa lainnya hanya di sini!


    Jika Anda membutuhkan revisi tambahan atau pengayaan konten, beri tahu saya!

  • Menghitung Weton Jawa dan Tafsir dengan akurat

    Penanggalan Jawa adalah sistem kalender unik yang dikembangkan oleh leluhur masyarakat Jawa, memiliki siklus yang kompleks dengan makna mendalam dalam setiap siklus hari, bulan, hingga tahun. Dalam tradisi ini, hari-hari dalam sepekan dikenal sebagai “pasaran,” yang terbagi ke dalam lima hari khusus, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi antara pasaran ini dan hari dalam pekan biasa (Senin hingga Minggu) menghasilkan siklus 35 hari yang disebut sebagai “weton.”

    Artikel ini akan mengulas siklus kalender Jawa dan relevansi weton Jawa dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pasaran hingga perhitungan weton untuk kecocokan jodoh.


    Siklus Hari Pasaran dalam Penanggalan Jawa

    Dalam kalender Jawa, lima hari pasaran yang disebutkan tadi memiliki makna dan karakteristik tersendiri. Siklus lima hari ini sering digunakan dalam berbagai upacara adat, hari baik, hingga perhitungan karakter seseorang.

    • Legi: Hari yang identik dengan kelembutan dan kebahagiaan.
    • Pahing: Mengandung energi yang kuat dan sering diasosiasikan dengan kekuatan.
    • Pon: Hari yang cenderung netral, tapi memiliki aspek spiritual.
    • Wage: Hari yang tenang, ideal untuk refleksi.
    • Kliwon: Hari yang berenergi spiritual tinggi, banyak dipilih untuk kegiatan adat atau ritual.

    Kombinasi pasaran dan hari biasa ini menghasilkan siklus 35 hari, yang banyak digunakan untuk menentukan hari-hari penting, seperti kelahiran dan pernikahan.

    Siklus Bulan dalam Penanggalan Jawa

    Penanggalan Jawa juga mengenal siklus bulan, yang terdiri dari 12 bulan dalam setahun, meskipun perhitungannya sedikit berbeda dari kalender Masehi:

    1. Suro
    2. Sapar
    3. Mulud
    4. Bakda Mulud
    5. Jumadil Awal
    6. Jumadil Akhir
    7. Rejeb
    8. Ruwah
    9. Pasa
    10. Syawal
    11. Dulkaidah
    12. Besar

    Masing-masing bulan memiliki karakteristik tertentu yang erat kaitannya dengan kegiatan ritual dan kepercayaan tradisional Jawa.

    Siklus Tahun dalam Penanggalan Jawa

    Selain siklus bulan, kalender Jawa juga mengenal siklus tahunan yang disebut “windu.” Siklus ini memiliki siklus 8 tahun, yang masing-masing tahunnya memiliki nama:

    1. Alip
    2. Ehe
    3. Jimawal
    4. Je
    5. Dal
    6. Be
    7. Wawu
    8. Jimakir

    Setiap nama tahun dalam siklus ini diyakini membawa energi tertentu dan sering digunakan untuk meramalkan berbagai peristiwa besar.

    Wuku dan Neptu

    Dalam perhitungan kalender Jawa, terdapat konsep wuku dan neptu yang penting. Wuku merupakan siklus 30 minggu, sementara neptu adalah nilai angka yang diberikan pada masing-masing hari dan pasaran. Nilai neptu ini nantinya akan menjadi dasar dalam perhitungan weton, yang digunakan untuk memahami karakter atau menentukan kecocokan jodoh.

    Hubungan Weton dengan Primbon Jawa

    Dalam budaya Jawa, Primbon adalah kitab atau pedoman yang memuat berbagai panduan hidup, salah satunya adalah perhitungan weton. Weton tidak hanya mencerminkan tanggal kelahiran seseorang tetapi juga digunakan sebagai acuan dalam melihat kecocokan antara dua individu, terutama dalam hal perjodohan. Primbon Jawa ini menjadi referensi utama dalam berbagai perhitungan penting dalam hidup orang Jawa.

    Baca Juga: Mengenal Rasi Bintang dalam Astronomi Jawa

    Tabel Neptu Jawa dan Cara Menghitung Weton

    Berikut adalah tabel neptu hari dan pasaran yang biasa digunakan dalam menghitung weton:

    HariNeptuPasaranNeptu
    Minggu5Legi5
    Senin4Pahing9
    Selasa3Pon7
    Rabu7Wage4
    Kamis8Kliwon8
    Jumat6
    Sabtu9

    Untuk menghitung weton seseorang, kita menjumlahkan neptu dari hari dan pasaran kelahirannya. Misalnya, seseorang yang lahir pada hari Selasa Pon memiliki weton sebesar (3 + 7 = 10).

    Arti dari Hasil Perhitungan Neptu Weton Jodoh

    Dalam Primbon Jawa, hasil perhitungan neptu weton untuk perjodohan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yang memiliki arti tersendiri:

    1. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36): Artinya, hubungan tersebut memiliki banyak tantangan dan hambatan yang berat.
    2. Ratu (2, 11, 20, 29): Kategori ini menggambarkan pasangan yang harmonis dan memiliki banyak keberuntungan.
    3. Jodoh (3, 12, 21, 30): Pasangan ini dinilai serasi dan cenderung langgeng.
    4. Topo (4, 13, 22, 31): Hubungan ini mungkin menghadapi berbagai ujian hidup.
    5. Tinari (5, 14, 23, 32): Menunjukkan kebahagiaan dan rezeki yang melimpah.
    6. Padu (6, 15, 24, 33): Hubungan yang mungkin sering diwarnai dengan perselisihan kecil.
    7. Sujanan (7, 16, 25, 34): Cenderung ada pihak ketiga dalam hubungan ini.
    8. Pesthi (8, 17, 26, 35): Pasangan ini cenderung harmonis, tenteram, dan langgeng.

    Pembagian Neptu yang Masih Memiliki Perhitungan

    Selain weton, dalam Primbon juga dikenal istilah neptu khusus yang diterapkan dalam berbagai keperluan lain, seperti mencari waktu baik untuk memulai usaha atau bercocok tanam. Pembagian neptu ini sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan.

    Apa Fungsi dari Kitab Primbon Jawa?

    Kitab Primbon Jawa adalah panduan yang menjadi pedoman masyarakat Jawa dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan. Dalam Primbon, terdapat perhitungan untuk perjodohan, kesehatan, peruntungan, hingga ramalan masa depan. Kitab ini dipercaya sebagai sumber kearifan lokal yang kaya dan masih dilestarikan hingga saat ini.

    Bagaimana Cara Menghitung Weton Jawa?

    Untuk menghitung weton, kita dapat menggunakan langkah sederhana sebagai berikut:

    1. Tentukan hari dan pasaran kelahiran.
    2. Cari nilai neptu untuk hari dan pasaran tersebut.
    3. Jumlahkan kedua nilai tersebut untuk mendapatkan neptu weton.

    Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada Jumat Kliwon, maka neptunya adalah (6 + 8 = 14).


    Baca Juga: Cara Mengetahui Karakteristik Seseorang Dengan Hitungan Weton Jawa

    Demikianlah uraian tentang siklus kalender Jawa beserta cara perhitungan weton dan penggunaannya dalam kehidupan masyarakat Jawa. Meski berusia ratusan tahun, tradisi ini tetap relevan dan banyak dijadikan panduan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai tradisional.