Tag: Twitter

  • Viral Elaelo Bakal Gantikan X beserta 7 Kejanggalannya, Benarkah Buatan Pemerintah?

    Sejak hari Senin 17 Juni 2024, Elaelo viral dan jadi pembicaraan warganet. Kehadiran wep mirip X (sebelumnya Twitter) itu mengejutkan para pengguna jagat maya.

    Sebagian ramai mengulik kejanggalan-kejanggalannya dan ikut meviralkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sementara yang lain meyakini Ela Elo sebagai prank karena ketidakjelasan platform ‘yang masih kosong’ ini.

    7 Kejanggalan Elaelo

    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang jadi topik perbincangan warganet tentang Elaelo.

    1. Diklaim sebagai media sosial lokal pengganti X. Klaim ini pun didukung oleh beberapa akun yang mengajak warganet untuk pindah diskusi ke elaelo.id. “Blokir aja X, negara ini sudah siap kok,” bunyi penggalan ajakannya. Sebelumnya, seruan blokir X telah muncul setelah adanya perubahan kebijakan di aplikasi yang sudah diakuisisi Elon Musk ini, bahwa X kini mengizinkan unggahan konten dewasa asalkan akunnya ditandai.
    2. Logo burung Garuda. Keberadaan logo burung garuda sempat mengundang tanda tanya, apakah platform ini buatan pemerintah atau Kemkominfo. Namun data yang tercantum bersama domain id-nya merupakan nama sponsoring registrar organization PT Aksara Data Digital, sedangkan nama penyewanya tidak diungkap. Kemudian muncul pertanyaan, jika swasta adalah pihak dibalik Ela Elo, kenapa menggunakan logo lambang negara?
    3. Situs tidak bisa diakses, belakangan tercantum keterangan di-suspend. Lalu kembali bisa diakses namun tertera tulisan ‘under construction’, dan lagi-lagi terdapat lambang Burung Garuda di lamannya. Perubahan terkini, hingga artikel ini ditulis yaitu tampilan halaman depan Ela Elo berupa hitungan mundur 24 jam dengan tulisan ‘Ela Elo Is Coming, Big Features Will Be Ready’.
    4. Beberapa orang mengklaim sudah sempat mengaksesnya dan mencoba mendaftar namun tidak berhasil.
    5. Selain itu, tidak ada pilihan pada syarat mendaftar, selain harus accept (menerima) cookies yang digunakan oleh platform. Ini memicu kecurigaan terhadap ancaman data pribadi para pengguna nantinya.
    6. Belum tercantum data maupun keterangan mengenai aplikasi Ela Elo (About Us) yang dilampirkan. Juga tentang Term of Use, Privacy Policy, maupun FAQ. Pada setiap halaman hanya tertera ‘Ela Elo is here…’
    7. Terdapat beberapa tab yang diberi nama ‘lambe’, ‘sedulur’, dan ‘ngikuti sedulur’.

    Menkominfo Bantah Elaelo.id Buatan Pemerintah

    Menkominfo Budi Arie Setiadi, akhirnya ikut angkat bicara soal hal ini. Ketua Umum Projo itu menyatakan pemerintah belum memiliki media sosial pengganti X.

    Aplikasi elaelo.id yang diklaim sebagai pengganti X di Indonesia itu sempat viral dan menjadi bahasan menarik bagi warganet. Elaelo muncul usai pemerintah mengumumkan sikap penolakan terhadap kebijakan terbaru dari X yang mengizinkan penggunanya mengunggah konten dewasa dan pornografi.

    Klaim yang terdapat di aplikasi Ela Elo, secara eksplisit menyatakan bahwa servernya dibuat oleh Kemkominfo. Program situs ini pun terlihat belum maksimal.

    Kejadian gagal diakses dan tidak bisa login masih ditemukan ketika membuka platform ini. Terlihat, aplikasi tersebut menyertakan lambang negara dan disertai musik Mars Pancasila.

    Sebelumnya, Menkominfo mengumumkan akan memblokir media sosial X di Indonesia jika masih memperbolehkan konten pornografi. Budi juga mengklaim telah mengirim surat kepada platform yang sebelumnya bernama Twitter itu.

    “Soal pornografi X, saya sudah menyurati (soal) pornografi X, bahwa kalau X tetap memperbolehkan pornografi di Indonesia akan kami tutup, kami blok,” jelas Budi Arie di kompleks parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, (10/5/2024).

    Sejauh ini, X belum memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah Indonesia menutup aplikasi itu. Masyarakat Indonesia sendiri adalah pengguna medsos yang besar dan 24,85 juta pengguna X berasal dari RI, menurut perusahaan pengumpul data Statista.

    Hati-hati Pembobolan Data

    Ramainya Ela Elo membuat banyak orang fear of missing out (FOMO) ingin mencobanya. Pakar pun mengeluarkan peringatan mengenai pembobolan data.

    Baca Juga: Apa Itu Bluesky? yang Kini Jadi Incaran Warganet setelah X Terancam Diblokir

    FOMO mengundang orang-orang mendatangi situs yang disebut-sebut sebagai pengganti X itu.

    Ahli keamanan siber Vaksin.com, Alfons Tanujaya, pun menyoroti fenomena FOMO ingin mengakses Elaelo. Padahal, dibalik tindakan ini terdapat risiko keamanan yang mengintai.

    Alfons mengatakan sebelum menggunakan sebuah aplikasi sebaiknya lihat dulu siapa pihak dibaliknya. Jika institusi, alamat dan domisilinya tidak jelas, baru mendengarnya, user based rendah, sebaiknya pikirkan kembali sebelum menggunakan aplikasi tersebut.

    Contoh lainnya diluar sikap FOMO ke aplikasi Elaelo adalah mencoba link baru yang belum terjamin keamanannya adalah sembarangan menggunakan DNS atau VPN. Menurunya, layanan DNS atau VPN juga memiliki risiko keamanan.

  • Apa Itu Bluesky? yang Kini Jadi Incaran Warganet setelah X Terancam Diblokir

    Bluesky tengah menjadi trending usai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengancam akan memblokir X (sebelumnya Twitter) karena mengizinkan pengguna posting konten pornografi.

    Seperti diketahui, media sosial X telah menambahkan klausul dalam peraturannya, yang secara resmi memperbolehkan pengguna untuk mengunggah konten pornografi di platform meski dengan beberapa peringatan.

    Kini, X memperbolehkan penggunanya mengunggah konten not safe for work (NSFW) yang diproduksi secara konsensual asalkan konten tersebut disertai dengan label yang jelas. Konten video dan gambar yang dibuat oleh AI juga termasuk dalam aturan terbaru ini.

    Namun hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Republik Indonesia, Pasal 27 ayat (1): “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyiarkan, mempertunjukkan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan untuk diketahui umum.”

    Berdasarkan aturan itu, maka X tidak dapat memberlakukan kebijakannya di wilayah RI. Jika tidak mengikuti UU yang berlaku di Indonesia, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memblokirnya.

    “Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia, termasuk X, wajib tunduk pada seluruh peraturan perundangan yang berlaku,” tegas Menkominfo Budi Arie Setiadi.

    Mengetahui hal ini, warganet rupanya sudah mulai ancang-ancang jika X benar-benar akan diblokir Kominfo. Mereka tampaknya bakal berpindah ke platform lain, yaitu Bluesky.

    Apa Itu Media Sosial Bluesky?

    Media sosial kini menjadi bagian yang melekat pada kehidupan sehari-hari, platform ini pun menjadi penghubung bagi miliaran orang untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan terlibat dalam komunitas daring.

    Mulai dari Facebook hingga Twitter, selama dekade terakhir ini telah mendominasi lanskap digital. Namun, di antara dominasi ini, muncul inovasi baru yang mungkin saja akan mengubah cara interaksi di dunia maya.

    Salah satunya yaitu Bluesky, sebuah media sosial yang dengan visi berbeda. Lalu, apa itu Bluesky dan apa saja fitur-fitur yang dimilikinya?

    Baca Juga: 4 Cara Melacak HP Yang Hilang Dalam Keadaan Mati

    Media sosial satu ini digagas oleh Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter. Desember 2019 lalu, Dorsey mengumumkan membentuk tim independen untuk mengembangkan standar protokol terbuka bagi media sosial, yang kemudian dikenal sebagai Bluesky.

    Tujuannya yaitu membentuk ekosistem media sosial yang terdesentralisasi dan lebih terbuka, seperti cara kerja email atau web itu sendiri. Sehingga pengguna bisa berinteraksi secara kompatibel di berbagai platform dengan protokol yang sama, dan memungkinan lebih banyak fleksibilitas dan kebebasan dibandingkan dengan sistem terpusat saat ini.

    Apa Saja Fitur-Fitur Bluesky?

    Berikut ini beberapa fitur kunci yang dimiliki oleh Bluesky:

    1. Desentralisasi

    Salah satu fitur utama media sosial ini adalah arsitektur desentralisasinya. Tidak bergantung pada entitas tunggal atau satu server, media sosial ini menggunakan jaringan terdistribusi sehingga data dan kontrol bisa tersebar di berbagai node. Hal tersebut dapat membantu mengurangi sensor, monopoli, hingga penyalahgunaan data pengguna.

    2. Interoperabilitas

    Karena dirancang supaya kompatibel dengan platform media sosial lainnya menggunakan protokol terbuka, pengguna pun bisa berinteraksi dan berbagi konten di platform lain yang mendukung protokol tersebut. Sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan terbuka.

    3. Privasi dan Keamanan

    Pada era dimana privasi menjadi hal utama, Bluesky berkomitmen untuk menjaga dan melindungi data penggunanya. Menggunakan struktur desentralisasi, maka data pribadi tidak disimpan dalam satu tempat yang bisa diakses pihak ketiga.

    Selain itu, platform ini juga menerapkan enkripsi end-to-end sebagai komunikasi antar pengguna untuk memastikan informasi pribadi dan pesan tetap aman.

    Baca Juga: Cara Melihat Story IG Atau Instagram Tanpa Di Ketahui Pemiliknya

    4. Kontrol Pengguna

    Media sosial ini juga memberikan lebih banyak kontrol pada pengguna atas data mereka. Pengguna bisa memilih algoritma yang diinginkan untuk mengatur aliran informasi di feed mereka, sehingga memungkinkan pengalaman yang disesuaikan serta mengurangi risiko informasi manipulatif atau yang salah.

    Menggunakan teknologi blockchain, platform ini berupaya membangun ekosistem yang lebih transparan dan terbuka. Pengguna bisa mengontrol data pribadinya, mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar yang kini menguasai ruang digital.

    Itulah sekilas tentang Bluesky yang kini sedang ramai jadi perbincangan warganet. Kamu tertarik jadi salah satu penggunanya?