Tag: Tim Geypens

  • Kabar Baik! PSSI Segera Naturalisasi 3 Calon Pemain Timnas Indonesia U-19

    Kabar baik datang dari pemain keturunan Indonesia yang saat ini berkiprah di Belanda. Jelang Piala AFF U-19 2024, PSSI berencana melanjutkan proses naturalisasi untuk tiga pemain keturunan yang akan memperkuat Garuda Muda U-19. 

    Sebelumnya, PSSI telah menyelesaikan proses naturalisasi Jens Raven. Ia resmi disumpah menjadi WNI pada 27 Juni 2024. Saat ini, Jens Raven sudah bergabung dengan Pemusatan Latihan (TC) Timnas Indonesia U-19 sebagai persiapan untuk menghadapi Piala AFF U-19 2024.

    Tiga pemain keturunan yang rencananya akan segera menjalani proses naturalisasi adalah Mauresmo Hinoke, Tim Geypens, dan Dion Markx. Manajer Timnas U-19, Ahmed Zaki, menjelaskan bahwa ketiga pemain tersebut memiliki posisi yang berbeda-beda di lapangan.

    Dia juga berharap ketiga pemain ini dapat tampil bersama Timnas Indonesia U-19 pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Namun, Ahmed Zaki belum dapat memberikan kepastian mengenai hal tersebut karena proses naturalisasi memerlukan waktu yang cukup lama.

    Berkas-berkas dan persyaratan yang harus disiapkan menjadi faktor yang mempengaruhi durasi proses ini. “Nanti kita lihat proses kewarganegaraan Indonesia-nya seperti apa, karena (akan) memakan waktu, seperti berkas yang harus dilengkapi dan persyaratan lainnya,” ungkapnya saat ditemui wartawan pada Rabu, 10 Juni 2024.

    Berikut ini profil singkat tiga calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-19.

    Tim Geypens

    Tim Geypens lahir di Oldenzaal, Belanda, pada 1 Juni 2005.  Meskipun asal-usul tepat dari keluarganya masih belum banyak terungkap di media massa, bakatnya di dunia sepak bola tidak dapat disangkal. Baru-baru ini, Tim menyelesaikan kepindahannya dari FC Twente U-21 ke FC Emmen yang berlaga di Eerste Divisie 2024/2025, kasta kedua Liga Belanda.

    Pada musim lalu, Tim Geypens mencatatkan total 20 penampilan untuk FC Twente U-21 dan U-18 dengan jumlah menit bermain mencapai 1.643 menit. Ia juga berhasil mencetak satu gol dan mendapatkan satu kartu kuning. 

    Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah ketika ia masuk tim senior FC Twente di Eredivisie pada musim lalu dan menjadi pemain cadangan dalam pertandingan melawan AFC Ajax pada 27 Januari 2024.

    Mauresmo Hinoke

    Nama lengkap dari pemain muda berbakat ini adalah Hinoke Mauresmo Johannes Jacob Danny Silvinho, namun lebih akrab dikenal sebagai Mauresmo Hinoke. Ia lahir di Breda, Belanda. Darah Indonesianya didapatkan dari kedua orang tuanya yang berasal dari Maluku. 

    Saat ini, Mauresmo Hinoke tengah mengasah bakatnya di FC Dordrecht U-21. Musim lalu, pemain berusia 19 tahun ini mencatatkan penampilan impresif dengan mencetak tiga gol dari 18 pertandingan sebagai seorang winger. 

    Performanya yang cemerlang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di Timnas Indonesia U-20 selama perhelatan Toulon Cup 2024. Ia berhasil menyumbang satu gol dari lima laga. 

    Dion Markx

    Darah Indonesia mengalir kuat dalam diri Dion Markx, terutama karena ayahnya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Markx juga memiliki banyak kerabat yang tinggal di Jakarta. Pemain muda ini memiliki tinggi badan 188 cm.

    Saat ini, Dion Markx tercatat sebagai pemain NEC Nijmegen U-21. Pada musim lalu, ia mencatatkan 24 penampilan dengan total waktu bermain mencapai 1.871 menit. Selain itu, Dion Markx juga dua kali membela Timnas Indonesia U-20 di Toulon Cup 2024.

    Tanggapan Menpora Dito

    Menanggapi keinginan PSSI menambah pemain baru untuk memperkuat skuad U-19, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengungkapkan bahwa rencana untuk menaturalisasi ketiga pemain tersebut masih dalam tahap penelusuran terkait persyaratannya. 

    Baik Tim Geypens, Mauresmo Hinoke, dan Dion Markx, ketiganya sempat memperkuat Timnas Indonesia U-20 dalam Toulon Cup 2024 atau Maurice Revello Tournament yang diadakan di Prancis pada bulan Juni 2024.

    Dito menyebutkan bahwa dirinya telah menerima laporan dari Manajer Timnas Indonesia U-19 yang menemani para pemain saat mereka berlatih untuk persiapan mengikuti Toulon Cup 2024. Meski demikian, pihak Kemenpora belum menindaklanjuti permintaan PSSI.

    Menurut Dito, ada kemungkinan bagi ketiganya untuk mendapatkan paspor Indonesia tanpa harus melalui proses naturalisasi. Maka dari itu, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

    “Apakah (rencana tambahan tiga pemain diaspora) melalui naturalisasi atau ternyata di usianya mereka ini masih bisa memilih warga negara. Masih ditelusuri,” ujar Dito pada Kamis, 11 Juni 2024 kepada awak media di Jakarta.

    Kemungkinan ketiganya bisa menjadi WNI tanpa naturalisasi dapat terwujud jika mereka berstatus sebagai anak berkewarganegaraan ganda terbatas (ABG). 

    Merujuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, ABG adalah anak yang lahir dari perkawinan sah antara seorang ayah warga negara Indonesia dan ibu warga negara asing, atau sebaliknya. 

    Dengan status ini, mereka berhak mendapatkan paspor Republik Indonesia hingga usia maksimal 21 tahun. Ini merupakan usia di mana mereka harus memilih salah satu kewarganegaraan orang tuanya.***