Adzan Subuh memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan adzan di waktu shalat lainnya. Selain sebagai penanda masuknya waktu shalat Subuh, adzan ini mengandung lafadz tambahan yang memiliki makna spiritual mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang Adzan Subuh, mulai dari bacaan dalam bahasa Arab, Latin, terjemahannya, hingga keutamaan dan hikmah di baliknya.
Bacaan Adzan Subuh Lengkap (Arab, Latin, dan Terjemahan)
1. Bacaan Adzan Subuh dalam Bahasa Arab:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر أشهد أن لا إله إلا الله أشهد أن لا إله إلا الله أشهد أن محمداً رسول الله أشهد أن محمداً رسول الله حي على الصلاة حي على الصلاة حي على الفلاح حي على الفلاح الصلاة خير من النوم الصلاة خير من النوم الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله
2. Bacaan Adzan Subuh dalam Latin:
Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Asyhadu an laa ilaaha illallaah Asyhadu an laa ilaaha illallaah Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah Hayya ‘alash-shalaah Hayya ‘alash-shalaah Hayya ‘alal-falaah Hayya ‘alal-falaah Ash-shalaatu khairum minan-nawm Ash-shalaatu khairum minan-nawm Allahu Akbar, Allahu Akbar Laa ilaaha illallaah
3. Terjemahan Bacaan Adzan Subuh:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah Mari mendirikan shalat Mari mendirikan shalat Mari menuju kemenangan Mari menuju kemenangan Shalat lebih baik daripada tidur Shalat lebih baik daripada tidur Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Tiada Tuhan selain Allah
Adzan Subuh memiliki keistimewaan yang membedakannya dari adzan waktu lainnya, yaitu adanya lafadz “Ash-shalaatu khairum minan-nawm” yang berarti “Shalat lebih baik daripada tidur”. Penambahan ini mengandung makna mendalam, mengingat waktu Subuh adalah saat kebanyakan orang masih terlelap.
Dalil tentang Keistimewaan Ini:
Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i, disebutkan bahwa lafadz ini pertama kali diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Bilal bin Rabah sebagai muadzin:
“Wahai Bilal, ucapkanlah ‘ash-shalaatu khairum minan-nawm’ dalam adzan Subuh.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Hikmah dan Manfaat Adzan Subuh
Membangunkan Kesadaran Spiritual: Mengingatkan umat Muslim bahwa ibadah lebih utama daripada tidur.
Mengatur Pola Hidup Sehat: Membiasakan bangun pagi memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental.
Panggilan Menuju Kemenangan: Lafadz “Hayya ‘alal-falaah” mengingatkan bahwa kemenangan sejati ada dalam ketaatan kepada Allah.
Mendekatkan Diri kepada Allah: Suasana pagi yang tenang menjadi momen terbaik untuk merenung dan berdoa.
“Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad kedudukan yang mulia dan keutamaan, serta tempatkanlah dia pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”
Adzan Subuh bukan sekadar seruan untuk menunaikan shalat, tetapi juga panggilan spiritual yang membangunkan hati dan jiwa untuk mengingat Allah di awal hari. Lafadz “Ash-shalaatu khairum minan-nawm” menjadi pengingat bahwa shalat lebih utama daripada melanjutkan tidur. Semoga dengan memahami makna dan keutamaannya, kita semakin bersemangat untuk merespons panggilan mulia ini dengan penuh keikhlasan.
Alternatif bacaan pengganti doa qunut untuk sholat Subuh, terutama bagi umat Islam yang belum menghafal doa tersebut. Doa qunut Subuh biasanya dibaca sebelum atau setelah rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir sholat Subuh. Namun, pandangan ulama fiqih mengenai hukum membaca doa qunut Subuh beragam.
Dalam buku “Fiqh Shalat Terlengkap” karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, disebutkan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak mensunnahkan membaca doa qunut Subuh. Sebaliknya, Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa membaca doa qunut Subuh disunnahkan.
Imam an-Nawawi dalam kitab “al-Adzkar” juga menyatakan bahwa menurut Mazhab Syafi’i, qunut Subuh adalah sunnah muakkad. Meninggalkan qunut tidak membatalkan sholat, namun disarankan melakukan sujud sahwi sebagai penggantinya.
Oleh karena itu, bagi penganut Mazhab Syafi’i dan Maliki, membaca doa qunut saat sholat Subuh menjadi kewajiban. Bagi yang belum hafal, ada bacaan pengganti yang bisa dijadikan amalan.
Dalam Kitab Fathul Mu’in juz 1, Syekh Zainuddin Al Malibari menjelaskan bahwa doa qunut bisa diganti dengan membaca salah satu ayat Al-Qur’an yang mengandung doa, dengan niat sebagai doa qunut. Bagi yang tidak hafal doa qunut, boleh membaca ayat terakhir dalam Surat Al-Baqarah sebagai penggantinya, tentunya dengan niat menggantikan doa qunut.
Selain itu, doa qunut dapat diganti dengan doa-doa lain meskipun tidak bersumber dari Rasulullah SAW. Misalnya, doa qunut bisa diganti dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 201 atau doa sapu jagat:
_Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qina ‘adzaabannaar._
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka” (QS. Al-Baqarah: 201).
Bacaan pengganti doa qunut ini lebih ringkas dan mudah dihafalkan dibandingkan doa qunut yang lebih panjang. Demikian penjelasan mengenai pengganti doa qunut saat sholat Subuh, semoga bermanfaat!
Doa Qunut adalah doa yang dipanjatkan oleh umat islam ketika melaksanakan sholat subuh, yakni pada saat i’tidal rokaat ke dua.
Menurut mazhab Imam Syafi’i membaca Doa Qunut hukumnya adalah sunnah ab’ad ya’ni sunnah yang dikuatkan dan ketika tertinggal, maka diganti dengan sujut syahwi.
Sebagian umat muslim ada juga yang ketika sholat subuh ia tidak membaca doa qunut, dahulu hal semacam ini menjadi sebab terjadinya pemicu perdebatan.
Namun semakin berkembangnya zaman kali ini dan semakin banyaknya penyampaian para mubaligh diberbagai media sosial. Sehingga semakin banyak umat muslim akan pemahaman terkait hukum membaca doa Qunut.
Kisah Awal Mulanya Doa Qunut
Doa Qunut dibaca oleh Rasulullah SAW ini memiliki kisah yang sangat memilukan, pada masa itu ada seseorang dari negeri sebrang yang bertemu Rasulullah SAW.
Kemudian mengabarkan bahwa dinegerinya banyak warga yang memeluk islam, sehingga antusias untuk mendalami Al-Qur’an sangat memuncak.
Kedatangan seseorang tersebut meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengirimkan 70 sahabat yang hafidz Qur’an kenegeri tersebut.
Dengan senang hati Rasulullah SAW mengabulkannya, dikumpulkanlah 70 sahabat yang hafal Qur’an dan diutus untuk mengajarkannya dinegeri yang akan dituju.
Para penghafal Qur’an dengan senang hati mendapat perintah dari Rasulullah SAW dan kemudian berangkatlah mereka.
Tidak lama kemudian selang beberapa hari mereka berangkat Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa 70 penghafal Qur’an dibantai.
Kemudian Rasulullah berdoa meminta kepada Allah keadilan dari kejadian tersebut. Sehingga sang Rosul mendapat kabar dari Allah untuk mendoakan 70 penghafal Qur’an yang syahid.
Adapun doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah yang sekarang disebut dengan Doa Qunut.
Bacaan Doa Qunut Arab, Latin Dan Artinya
Meskipun doa qunut tergolong sunnah untuk dibaca ketika melaksanakan sholat subuh, akan tetapi sangat baik diamalkan. Karena hal ini termasuk salah satu tanda kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Selain itu juga disisi lain doa qunut dibaca oleh Rasulullah pada saat ada tragedi pembantaian 70 tahfiz qur’an.
Padahal zaman saat ini hususnya dinegara indonesia sangat jarang sekali terjadi hal yang demikian, akan tetapi kalau disandingkan dengan kondisi diri yang selalu ada peperangan antara kebaikan dan keburukan.
Maka doa qunut sangat tepat sebagai sarana untuk memberantas kemungkaran yang ada didalam hati setiap manusia.
Insya Allah dengan melazimkan doa qunut maka seorang hamba tersebut akan dilindungi oleh Allah SWT dan dijauhkan dari sifat yang mungkar.
Adapun bacaan doa qunut bahasa arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :
Doa Qunut Lengkap
Bacaan doa qunut lengkap ini adalah penganut madzhab imam Sayafi’i, biasanya dibaca oleh ummat muslim aswaja.
Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait, fa lakal hamdu a’laa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu ‘ alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya :
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.
Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa- apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkanlah kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memberi hukuman dan bukan terkena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan.
Aku memohon ampunan dari Engkau dan aku bertobat kepada Engkau.( Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya”.
Doa Qunut Subuh Pendek
Selain bacaan doa qunut lengkap ada juga bacaan doa qunut subuh pendek yang juga bisa diamalkan oleh umat muslim.
Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.
Artinya :
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan.
Peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkanlah kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang memberi hukuman dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau”.
Doa Qunut Nazilah
Qunut nazilah adalah doa yang dibaca oleh umat muslim ketika mendapatkan musibah atau bencana yang pada saat itu melanda kampung atau daerah setempat.
Beberapa bencana sebagai contoh boleh membaca doa qunut nazilah adalah seperti bencana alam, tanah longsor, tsunami, banyaknya wabah penyakit dan lain semisalnya.
Terkait pernyataan tentang qunut nazilah Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Ahmad.
Artintya :
Qunut nazilah dilakukan ketika terjadi musibah, seperti bencana alam, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Diriwayatkan dalam Bukhari dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA mengatakan bahwa “Rasulullah SAW kalau hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka beliau doa qunut setelah ruku’.” (HR. Bukhari dan Ahmad)
Adapun bacaannya qunut nazilah adalah seperti dibawah ini :
Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.
Wastaghfiruka wa atuubu ilaik. Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’a wal balaa’a wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa’ida wal mihana maadhahara minhaa wa maabaathana min balaadinaa haadhaaa khaassatan wa min buldaanil muslimiina aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi wa shallam.
Artinya
Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.
Ya Allah Tuhan kami. Hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemunkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya.
Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Doa Qunut Subuh Sendiri
Ketika melaksanakan sholat subuh sendiri atau sholat lainnya yang dianjurkan untuk membaca doa qunut. Maka cara membacanya sedikit berbesa dari bacaan doa qunut yang mengikuti imam atau sholat berjama’ah sebagai imam.
Adapun doa qunut subuh sendiri dapat dilihat dibawah ini :
Allahummahdinii fîi man hadait, waafinii fîi man‘afait, wa tawallanii fîi man tawallait, wa baariklii fîii maa ‘ thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innii ka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait. Fa lakal hamdu a’laa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu ‘ alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Pentingnya Membaca Doa Qunut Ketika Sholat
Membaca doa qunut adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca umatnya ketika sholat.
Tentunya ketika Nabi SAW telah menganjurkan ada beberapa alasan penting yang perlu kita pahami agar semakin kuat keyakinan pada saat membacanya.
Berikut dibawah ini beberapa alasan terkait pentingnya membaca doa qunut ketika sholat.
Memohon Petunjuk Dan Rahmat Allah
Doa Qunut adalah momen di mana seorang Muslim memohon petunjuk dan rahmat Allah SWT. Dalam doa ini, umat Muslim mengakui kelemahan dan tidak ada sandaran lain yang memberikan petunjuk selain kasih dan sayang dari Allah SWT. Hal ini adalah cara untuk mengakui ketergantungan kita pada Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya.
Memohon Ampunan Dan Taubat
Dalam Doa Qunut, umat Muslim juga memohon ampunan dan taubat kepada Allah SWT. Atas segala dosa dan kesalahan yang kerap kali dilakukan baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Selain daripada itu dalam doa qunut tersurat juga permohonan agar Allah memberi hidayah kita. Untuk menjalani hidup dengan benar, menghindari dosa, dan melakukan perbuatan baik.
Perlindungan Dari Musibah Dan Bencana
Salah satu hal yang sangat penting dari Doa Qunut adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam musibah, bencana, dan kesulitan. Dalam hal ini kita memohon kepada-Nya agar diberikan perlindungan.
Dari segala bentuk malapetaka, baik yang bersifat pribadi maupun yang bersifat kolektif. Doa ini menunjukkan kepercayaan kita bahwa hanya Allah yang dapat melindungi kita dari segala ancaman.
Menjalin Hubungan Dengan Allah SWT
Doa Qunut juga merupakan salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Dalam doa ini, umat Muslim mengungkapkan hajat dan keinginannya sebagai manusia baik untuk dunia maupun akahirat. Bagaimana tidak diwaktu subuh sebagian manusia masih terlelap tidur sedangkan sebagian lainnya menjalin hubungan dengan Allah SWT melalui doa qunut.
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membaca Doa Qunut
Pada umumnya doa qunut dibaca pada saat melaksanakan ibadah sholat subuh, akan tetapi banyak riwayat yang mengatakan terkait membaca doa qunut diluar sholat subuh.
Untuk lebih jelasnya penulis akan merangkumnya didalam artikel vantage.id secara lengkap agar dapat dengan mudah dipahami.
Ketika Sholat Subuh
Waktu yang tepat untuk membaca doa qunut adalah ketika melaksanakan sholat subuh tepatnya yakni pada waktu i’itidal dan setelah membaca doa i’tidal.
Pada saat sholat dan menjadi imam maka cara membacanya dengan suara yang keras sehingga makmum mendengar doa tersebut.
Akan tetapi ketika sholat sendirian, maka dibaca dengan nada yang tidak keras maksimal terdengar oleh telinga sendiri.
Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad yakni :
Artinya :
Dari Anas bin Malik, berkata: “Rasulullah Saw terus membaca qunut dalam shalat Fajar (Subuh) sampai meninggalkan dunia.” (HR. Ahmad: III/162)
Pada saat terjadi bencana alam yang cukup besar, belum lama sehingga membuat suatu kampung atau daerah tersebut ketakutan. Maka disunnahkan untuk membaca doa qunut “Nazilah” ketika sholat.
Untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT terkait bencana besar yang terjadi pada tempat atau kampung tersebut.
Katika Sholat Jum’at
Sebagian riwayat membaca doa qunut yakni ketika sholat jum’at, terlebih pada hari itu umat muslim sedang merasakan kondisi yang tertekan.
Seperti halnya tahun kemarin masih sangat hangat di telinga yakni virus covid 19 yang menyebabkan banyak umat manusia terancam kematian.
Maka pada saat virus covid 19 kemarin menyerang manusia sangat banyak ditemui seseorang yang sholat diluar subuh membaca doa qunut.
Al-Umm Kitab Karangan Imam Syafi’i
اَلْقُنُوتُ في الْجُمُعَةِ. قَالَ: الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى: حَكَى عَدَدَ صَلَاةِ النِّبِيِّصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ، فَمَا عَلِمْتُ أَحَدًا مِنْهُمْ حَكَى أَنَّهُ قَنَتَ فِيهَا، إلَّا أَنْ تَكُونَ دَخَلَتْ في جُمْلَةِ قُنُوتِهِ في الصَّلَوَاتِ كُلِّهِنَّ حين قَنَتَ على قَتَلَةِ أَهْلِ بِئْرِ مَعُونَةَ. وَلَا قُنُوتَ في شَيْءٍ مِنَ الصَّلَوَاتِ إِلَّا الصُّبْحَ، إلَّا أَنْ تَنْزِلَ نَازِلَةٌ، فَيَقْنُتُ في الصَّلَوَاتِ كُلِّهِنَّ إنْ شَاءَ الْإِمَامُ
Artinya :
“Qunut dalam shalat Jumat. Imam As-Syafi’i RA berkata, ‘Sejumlah ulama menghikayatkan bilangan (jumlah) shalat Jumat yang dilakukan oleh Nabi SAW, lalu aku tidak mengetahui satu pun dari mereka yang menghikayatkan bahwa Nabi SAW melakukan qunut di dalam shalat Jumat. Hanya saja (qunut dalam) shalat Jumat tersebut masuk dalam sejumlah qunut yang dilakukan oleh Nabi SAW dalam seluruh shalat maktubah saat beliau mengamalkan qunut atas pembunuhan para utusan beliau di Bi’r Ma’unah. Dan tidak ada anjuran qunut dalam shalat apapun kecuali shalat Subuh, kecuali bila terjadi tragedi (bagi kaum muslimin atau sebagiannya), maka orang boleh qunut dalam seluruh shalat (maktubah) bila imam menghendaki.” (As-Syafi’i, Al-Umm)
Ketika Sholat Witir
Waktu yang tepat selanjutnya untuk membaca doa Qunut adalah pada saat melaksanakan sholat witir dibulan suci Ramadhan.
Hal ini juga tidak seterusnya, melainkan ada waktu-waktu tertentu untuk membaca doa qunut ketika sholat witir.
Terkait doa qunut yang dibaca ketika sholat witir ada sebauh hadis yang menjadi dalil untuk acuan dalam melaksanakan doa qunut tersebut.
Rasulullah SAW bersabda :
أن عمر بن الخطاب جمع الناس على أبي بن كعب فكان يصلي لهم عشرين ليلة ولا يقنت الا في النصف الباقى من رمضان. رواه أبو داود
Artinya :
“Sesungguhnya Umar bin Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat agar shalat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka’b, maka beliau shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan beliau tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 Ramadhan hingga seterusnya).” (HR. Abu Dawud).
Penutup
Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa qunut yang dapat penulis rangkum dalam sebuah artikel ini. Besar harapan penulis artikel ini dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.
Sholat adalah perintah Allah SWT untuk hambanya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau merampungkan isra’ mi’raj.
Perintah ini menjadi kewajiban umat islam dalam sehari semalam yakni ada lima waktu yang harus dikerjakan salah satunya adalah sholat subuh.
Terkait sholat subuh waktunya adalah setelah masuknya fajar shodiq hingga terbitnya matahari jumlah rakaatnya hanya dua rakaat saja.
Jika dibandingkan dengan jumlah rakaat sholat wajib lainnya, sholat subuh hanya memiliki sedikit rakaat.
Sekilas Tentang Sholat Subuh
Meskipun jumlah rakaat sholat subuh hanya dua rakaat, akan tetapi banyak umat muslim yan mengakui bahwa melaksanakan sholat subuh tersebut adalah hal yang penuh perjuangan.
Tidak semua ummat islam diberikan kekuatan oleh Alllah SWT untuk melaksanakan sholat subuh secara terus menerus diwaktu yang tepat.
Karena pada jam saat itu merupakan waktu yang sangat sulit untuk bangun dari buaian mimpi indah atau tidur.
Maka dari itu butuh perjuangan yang sangat kuat untuk menuju tempat wudhu dan bergegas melaksanakan sholat subuh.
Bahkan dalam lafadz azan panggilan Allah SWT untuk hambanya sholat subuh, ditambahkan oleh Bilal Bin Rabah dengan kalimat “Asholatu Khoirum Minan Naum”.
Kalimat tersebut memiliki arti “Sholat itu lebih baik daripada tidur” bayangkan dizaman Rosulullah saja sahabat Nabi Bilal.
Membangunkan sahabat lainnya untuk melaksanakan sholat subuh dengan kalimat demikian, berarti dimasa itupun sama banyak godaan untuk melaksanakan sholat subuh.
Terlebih dizaman akhir ini tidak semua ummat muslim dapat istiqomah melaksanakan sholat subuh tepat waktu.
Dalil Tentang Sholat Subuh
Simak terlebih dahu beberapa dalil shohih tentang sholat subuh sebelum memahami lebih lanjut terkait niat sholat subuh. Dalil ini penulis menuqilnya dari Al-Qur’an dan juga Al-Hadis sebagai acuan betapa pentingnya melaksanakan sholat subuh.
Dalil Al-Qur’an
Kewajiban tentang melaksanakan sholat subuh Allah SWT sampaikan juga didalam Al-Qur’an. Hal ini sebagai perintah yang sangat tegas agar ummat islam tidak meninggalkannya.
Aqimiṣ-ṣalāta lidulūkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur’ānal-fajr(i), inna qur’ānal-fajri kāna masyhūdā(n).
Artinya :
Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh!436) Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S Al-Isra’ : 78)
“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Fadilah Melaksanakan Sholat Subuh
Ganjaran yang Allah berikan kepada umat islam yan melaksanakan sholat subuh sangat besar. Tentunya dalam perjalanan melaksanakan perintah sholat subuh juga banyak rintangan yang menjadikan ujian ummat islam.
Tidak semua umat islam sukses menghadapi ujian sholat subuh maka dari itu sangat dibutuhkan perjuangan yang sangat kuat.
Sehingga wajar saja ketika Allah SWT akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi hambanya yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu.
Dibukakan Pintu rezeki Yang Berkah
Pernahkan mendengar pepatah nenek moyang “Kalau bangun siang rejekinya dipatok ayam”. Jika ditelaah hal ini sangat berkesinambungan dengan waktu pelaksanaan sholat subuh.
Tentunya seseorang yang sedari subuh sudah bangun dengan melaksanakan aktivitas yang diawali dengan sholat subuh. Maka ia akan lebih star dahulu jika dibandingkan dengan orang yang bangunnya siang.
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)
Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang melakasanakan sholat subuh yakni agar berada dalam jaminan Allah SWT.
Tentunya ketika Rosulullah SAW yang berdoa, maka doatersebut tidak lah diabaikan oleh Allah SWT melainkan dikabulkan.
Layaknya sebagai umat Rosulullah SAW yang taat maka harus yakin dan percaya akan yang disampaikan oleh beliau. Sehingga dengan hal ini akan menambah semangat untuk melaksanakan kewajiban salah satunya adalah sholat subuh.
Sebagai Salah Satu Jalan Menuju Surga
Ketika seorang hamba melaksanakan perintah Allah SWT dengan tulus ikhlas, maka ia akan mendapatkan semua yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Seperti halnya ketika seseorang melaksanakan sholat subuh dengan tulus ikhlas insya Allah akan dibukakan pintu surga untuk dirinya.
Surga yang Allah berikan bisa saja berupa kenikmatan dunia yang diridhoi dan kenikmatan akhirat ketika sudah berpulang kehadirat Allah SWT.
Salah satu contoh Allah berikan surga semasih didunia bagi seseorang yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu. Yakni dibukakan jalan urusan duniawi semakin mudah, jika ada masalah hati terasa tenang dan tidak khawatir.
Sehingga pada saat menyelesaikan masalah Allah SWT akan membimbingnya dan diselesaikan oleh-Nya.
Allah Jauhkan Dari Siksa Neraka
Antara surga dan neraka dalam sebuah kehidupan selalu berdekatan, gambaran neraka adalah kesengsaraan sedangkan gambaran surga adalah gambaran kesenangan.
Ketika seorang hamba melaksanakan ibadah sholat subuh secara tepat waktu maka ia akan dijanjikan dijauhkan dari neraka.
Jika masih didunia maka Allah jauhkan dari segala macam kesulitan yang menjadi penghalang dalam menjalankan ibadah kepada Allah.
Meskipun didunia ia mendapatkan banyak ujian yang ketika orang lain melihatnya nampak kasihan, namun bagi orang yang ditolong Allah ia akan tetap merasakan kenikmatan.
Terlebih jika ia mendapatkan kebahagiaan misal berlimpahan harta maka ia tidak segan untuk membagikan kepada yang berhak. Sehingga dengan hal tersebut Allah semakin jauhkan dari bala atau penyakit yang disebut dengan neraka.
Terkait ganjaran dijauhkan dari neraka yang Allah berikan kepada seorang hamba akan didapatkan ketika diakhirat.
Malaikat Menjadi Saksi
Bagi seoarang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat pada waktunya maka ia oleh Allah akan disaksikan malaikat.
Siapa yang tidak senang jika perbuatan baiknya disaksikan oleh malaikat terlebih perbuatan itu adalah sholat.
Tentunya para malaikat akan menjadi saksi diakhirat bahwa seseorang tersebut telah melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu.
Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menyatakan hal demikian.
“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Allah Berikan Pahala Layaknya Haji Dan Umroh
Siapa gerangan umat muslim yang tidak menginginkan pahala seperti haji dan umroh. Bahkan orang yang umroh sekalipun belum tentu Allah berikan pahala tersebut, karena tergantung dari niat yang dituju.
Akan tetapi bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu tentunya hanya karena Allah SWT maka dijanjikan mendapatkan pahala haji dan umrah.
Bagaimana mendapatkannya, caranya adalah ketika selesai melaksanakan sholat subuh maka jangan dulu bergegas pergi meninggalkan tempat sholat.
Melainkan membaca zikir dan sholatwat serta amalan-amalan lainnya hingga terbit matahari dan melaksanakan sholat sunnah.
Bukan Golongan Orang Munafik
Didunia ini ada tiga kelompok seluruh manusia keseluruhan jika dijadikan sebagai kelompok kecil maka akan terkumpul seperti ini :
Pertama kelompok beriman akan dimasukkan surga
Kedua kelompok orang yang munafik tempatnya adalah dineraka
Ketiga kelompok orang kafir tempatnya juga didalam neraka
Jika ingin selamat dari kelompok yang kedua salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat subuh tepat waktunya.
Hal ini disampaikan juga oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya :
HR. Bukhari no. 657
Artinya :
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.
Lebih Baik Dari Pada Dunia Dan Seisinya
Fadhilah selanjutnya terkait seorang muslim yang melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu akan mendapatkan kemuliaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Hal ini bisa saja terjadi karena jika sholat subuhnya tepat waktu maka ia memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah sholat dua rakaat yakni aqobliyah subuh.
Jangan diremehkan dua rakaatnya akan tetapi lihat keutamannya yang sangat besar, karena tidak semua orang bisa melaksanakan sholat sunah tersebut.
Rosulullah SAW bersabda terkait sholat qobliah subuh baik anjurannya dan juga keutamaan yang ada pada sholat tersebut.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).
HR. Muslim no. 725
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).
Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya
Dalam pelaksanaan sholat subuh niat adalah sebagai rukun paling utama, karena niat tersebut dapat meliputi semua rukun yang ada didalam sholat tersebut.
Niat tersebut boleh dibaca melalui lisan atau juga boleh dibaca dalam hati, namun yang perlu ditekankan adalah niat harus diikut sertakan dalam pelaksanaan sholat.
Adapun untuk tatacara sholat disini akan dijelaskan secara rinci mulai dari membaca niat kemudian takbir dan sampai salam, semua ini terkumpul dalam 13 rukun sholat.
Berniat Sholat Subuh
Hal yang paling uatama ketika akan melaksanakan sholat adalah dilihat dari niatnya, ketika niat yang utarakan salah maka bisa saja sholat tersebut tidak sah.
Sedangkan niat adalah gerakan dalam hati ingin melaksanakan sesuatu yang direalisasikan dengan perbuatan.
Pada dasarnya ketika seseorang melaksanakan wudhu hal ini sudah termasuk bagian dari sholat meskipun ia belum melaksanakan rukun 13.
Mengapa demikian karena ia melaksanakan wudhu dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.
Membaca Takbir
Dalam hal ini semua umat islam yang akan melaksanakan sholat tentu diawali dengan membaca takbir. Disisi lain takbir adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar, agung, mulia, kuasa dan lainnya kecuali Allah.
Jika sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah maka tidak ada lagi pekerjaan dunia, hiasan dunia seperti kendaraan, rumah dan lainnya semuanya lebur yang ada hanyalah Allah.
Bacaan takbir tersebut tidak boleh dibaca sir atau pelan melainkan harus dibaca dengan keras minimal terdengan oleh telinganya sendiri.
Berdiri Tegak Lurus
Setelah membaca takbir maka selanjutnya adalah berdiri tegak lurus seperti huruf alif. Disisi lain ini menggambarkan bahwa Allah ada satu tidak dua dan sebagainya, sehingga ketika dalam perjalanan sholat ada tersirat selain Allah maka disebut lalai dalam sholatnya.
Membaca Doa Iftitah
Membaca doa iftitah adalah sunnah namun sebaiknya dibaca karena sebagian dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah SWT.
“ Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.
Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan oroang muslimin.”
“ Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”
Membaca Surat Al-Fatihah
Membaca surat Al-fatihah dalam sholat termasuk rukun jadi tidak boleh ditinggalkan, jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.
Secara syariat ketika membaca surat Al-fatihah dalam sholat harus benar makhroj dan panjang pendeknya sesuai tajwid.
Maka dalam memilih imam pertama yang dilihat adalah bacaannya, yang kedua hafalannya agar mumpuni secara syariat islam.
Membaca Sebagiat Ayat Al-Qur’an
Setelah membaca surat Al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca sebagian surat dalam Al-Qur’an. Sebaiknya jika menjadi imam harus pandai melihat situasi pada makmumnya.
Jika makmumnya campur dalam artian tidak seumuran ada yang sudah tua ada yang muda dan ada juga yang masih sibuk dengan pekerjaan.
Maka bacalah sebagian ayat Al-Qur’an yang pendek saja seperti surat Al-ikhlas, Al-falaq dan lain sebagainya.
Rukuk Dengan Tuma’ninah
Selanjutnya setelah membaca sebagian ayat Al-Qur’an maka dilanjutkan dengan posisi badan Rukuk dengan tumakninah yakni tenang.
I’tidal Dengan Tumakninah
Setelah rukuk maka selanjutnya adalah I’tidal dengan tumakninah yakni tenang tidak banyak bergerak dan fikiran serta hati hanya tertaut kepada Allah SWT.
Membaca Doa Qunut
Doa Qunut ini dibaca pada rakaat yang kedua pada posisi I’tidal
Sujud Dengan Tumakninah
Setelah ruku maka dilanjutkan dengan sujud posisi harus tenang tidak banyak bergerak, terutama posisi hati tidak pergi keluar dari area sujud.
Duduk Diantara Dua Sujud
Setelah sujud maka bangun kembali dengan duduk diantara dua sujud, hal ini juga sama dalam hati dan fikirannya hanya ada Allah semata.
Sujud Kembali
Sujud ini dilakukan setelah duduk diantara dua sujud, atau yang sering disebut dengan sujud yang kedu. Praktiknya sama dengan sujud yang pertama.
Duduk Tasyahud Akhir Dan Doa
Setelah melakukan sujud yang kedua kemudian bangun dan langsung duduk tasyahud akhir. Dalam praktiknya ada doa tasyahud akhir yang harus dibaca karena termasuk rukun.
Membaca Sholawat Nabi
Setelah membaca doa tasyahud akhir kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi dan sholawaat ibrohim.
Salam
Yang terakhir adalah salam yakni sebagai tanda bahwa sholat subuh yang dikerjakan sudah selesai
Bacaan Niat Sholat Subuh
Setelah mengetahui beragam pengertian dan juga praktik tata cara sholat subuh maka yang sangat penting adalah membaca Niat sholat subuh.
Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa niat adalah salah satu rukun yang paling utama maka wajib diikutsertakan dalam sholat.
Berikut dibawah ini beberapa bacaan niat sholat subuh sesuai keadaan.