Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Memahami tata cara sholat Tarawih dengan tepat menjadi kunci agar ibadah ini bernilai maksimal. Artikel ini akan membahas secara detail niat sholat Tarawih, jumlah rakaat Tarawih, doa sholat Tarawih, hingga waktu sholat Tarawih yang sesuai sunnah. Simak panduan lengkapnya berikut!
Apa Itu Sholat Tarawih?
Sholat Tarawih dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan, setelah sholat Isya dan sebelum sholat Witir. Kata “Tarawih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “istirahat”, merujuk pada jeda singkat setelah setiap 4 rakaat. Keutamaannya meliputi pengampunan dosa dan pahala berlipat, menjadikannya ibadah yang dinanti umat Islam.
Gerakan Sholat: Lakukan ruku, sujud, dan duduk sesuai tuntunan.
Salam: Akhiri 2 rakaat dengan salam.
Ulangi hingga mencapai jumlah rakaat yang dipilih (8/20/36).
Sholat Witir: Tutup dengan 3 rakaat Witir (2+1 atau langsung 3 rakaat).
Catatan: Untuk tata cara sholat Tarawih di rumah, ikuti langkah di atas tanpa beda, hanya tidak berjamaah.
Doa Sholat Tarawih dan Witir
Setelah Tarawih, dianjurkan membaca doa sholat Tarawih berikut: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun. Mohon ampunkanlah aku.”
Waktu Sholat Tarawih 2025
Sholat Tarawih jam berapa? Dilaksanakan setelah sholat Isya hari ini hingga sebelum Subuh. Untuk kapan sholat Tarawih 2025, pelaksanaannya dimulai malam pertama Ramadan (tergantung rukyatul hilal). Organisasi seperti NU dan Muhammadiyah biasanya mengumumkan jadwal resmi (Tarawih NU 2025 atau Tarawih Muhammadiyah).
Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Meski tidak wajib, Rasulullah SAW menjanjikan pahala besar bagi yang mengerjakannya.
FAQ Seputar Sholat Tarawih
Apakah Tarawih wajib? Tidak, tapi memiliki keutamaan tinggi.
Bolehkah sholat Tarawih di rumah? Boleh, baik sendiri atau berjamaah dengan keluarga.
Berapa lama waktu sholat Tarawih? Sekitar 30-60 menit, tergantung kecepatan imam.
Apa beda Tarawih dan Tahajud? Tarawih khusus Ramadan, Tahajud bisa dilaksanakan kapan saja.
Penutup
Dengan memahami tata cara sholat Tarawih, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga doa, ibadah Ramadan Anda semakin berkualitas. Jangan lewatkan keutamaan sholat ini, baik di masjid maupun di rumah. Selamat menunaikan ibadah Tarawih 2025!
Sholat Tahajud adalah ibadah sunnah yang istimewa karena dilaksanakan di sepertiga malam terakhir. Momentum ini menjadi waktu terbaik untuk bermunajat, terutama melalui doa setelah sholat Tahajud yang dijanjikan mustajab. Artikel ini akan mengulas secara detail keutamaan, tata cara, contoh doa, serta strategi agar permohonan Anda cepat terkabul.
Mengapa Doa Setelah Sholat Tahajud Sangat Istimewa?
Allah SWT menjanjikan pengabulan doa di waktu Tahajud melalui firman-Nya: “Pada malam hari, bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan: 26). Rasulullah SAW juga menegaskan: “Setiap malam, Allah turun ke langit dunia saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan.’” (HR. Bukhari). Doa setelah sholat Tahajud istimewa karena dilaksanakan di waktu yang sunyi, hati lebih khusyuk, dan jauh dari gangguan duniawi.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
2. Doa Mohon Ampunan & Perlindungan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ “Ya Allah, aku memohon ridha-Mu dan surga. Aku berlindung dari murka-Mu dan neraka.” (HR. Tirmidzi).
3. Doa Khusus Hajat
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا “Ya Allah, berikanlah aku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah).
5 Keutamaan Doa Setelah Tahajud yang Tak Boleh Dilewatkan
Dikabulkan dengan Cepat: Allah SWT menjamin doa di waktu ini (HR. Bukhari).
Doa setelah sholat Tahajud adalah investasi spiritual yang hasilnya nyata. Mulailah dengan 2 rakaat dan doa singkat. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan paling dicintai Allah adalah yang kontinu, meski sedikit.” (HR. Bukhari). Dengan konsistensi, Anda akan merasakan keajaiban doa di sepertiga malam: ketenangan, rezeki lancar, dan hati yang selalu dekat dengan Sang Pencipta.
Sholat witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah ini kerap menjadi penutup rangkaian sholat malam, termasuk sholat tarawih di bulan Ramadhan. Di antara keistimewaannya adalah doa sholat witir yang dibaca setelah salam, sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang niat sholat witir, tata cara sholat witir, bacaan doa witir, hingga keutamaannya. Simak juga tips praktis untuk mengoptimalkan kekhusyukan ibadah ini!
Apa Itu Sholat Witir?
Sholat witir adalah sholat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil (1, 3, 5, dll.). Rasulullah SAW bersabda: “Witir adalah hak atas setiap Muslim. Barangsiapa ingin mengerjakan witir 5 rakaat, lakukanlah. Barangsiapa ingin 3 rakaat, lakukanlah. Dan barangsiapa ingin 1 rakaat, lakukanlah.” (HR. Abu Dawud).
Sholat ini disebut witir (ganjil) karena mengikuti sifat Allah SWT yang Al-Witr (Maha Ganjil). Dalam hadis lain, Nabi SAW menegaskan: “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil. Maka lakukanlah sholat witir, wahai ahli Al-Qur’an!” (HR. Ahmad).
Sholat witir bisa dilakukan setelah sholat Isya hingga terbit fajar. Namun, mayoritas ulama menganjurkan untuk mengakhirinya di sepertiga malam terakhir, bertepatan dengan waktu mustajabnya doa.
Niat Sholat Witir: Lafal dan Maknanya
Sebelum memulai sholat, membaca niat sholat witir hukumnya wajib. Berikut lafal niat berdasarkan jumlah rakaat:
Niat Sholat Witir 1 Rakaat “Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’ala.” Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Cara 1 (2+1 rakaat): Niat untuk 2 rakaat: “Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’ala.” Setelah salam, niat 1 rakaat: “Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’ala.”
Rakaat Ketiga: Al-Fatihah + Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (disunahkan untuk 3 rakaat).
Qunut pada Rakaat Terakhir Dalam madzhab Syafi’i, membaca doa qunut di rakaat terakhir sebelum rukuk sangat dianjurkan. Contoh doa qunut: “Allahummahdini fiiman hadait…”selengkapnya disini.
Salam Mengakhiri sholat dengan salam ke kanan dan kiri.
Membaca Doa Sholat Witir Setelah salam, disunahkan membaca doa setelah sholat witir dan dilanjutkan dengan doa pribadi.
Artinya: “Maha Suci Raja Yang Maha Kudus (3x), Tuhan para malaikat dan ruh (3x).”
Doa ini dibaca dengan mengangkat suara pada pengulangan ketiga (HR. An-Nasa’i). Setelahnya, dianjurkan membaca doa tambahan seperti: “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam…” (“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam…”).
Keutamaan Sholat Witir dan Doanya
Penghapus Dosa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa sholat malam dan witir, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud).
Waktu Mustajab untuk Berdoa Doa setelah sholat witir di sepertiga malam adalah waktu yang paling dekat dengan pengabulan Allah SWT.
Penjaga dari Gangguan Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Nabi SAW menyebut bahwa sholat witir dan doanya melindungi dari gangguan hingga subuh.
Mendekatkan Diri kepada Allah Sholat witir adalah bentuk ketaatan yang memperkuat hubungan spiritual.
Doa sholat witir bukan sekadar ritual, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami tata cara sholat witir, niat, dan keutamaannya, kita bisa menghidupkan sunnah Nabi SAW secara konsisten. Mulailah dengan 1 rakaat, lalu tingkatkan secara bertahap. Semoga artikel ini menjadi panduan bermakna untuk meraih keberkahan sholat witir!
Sholat Taubat adalah salah satu sholat sunnah yang dilakukan oleh seseorang yang ingin memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Sholat ini merupakan bentuk kesungguhan seorang hamba untuk bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan maksiat. Berikut adalah panduan lengkap mengenai Niat Sholat Taubat, tata cara, dan manfaatnya.
Hukum Sholat Taubat
Hukum sholat Taubat adalah sunnah mu’akkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh siapa saja yang merasa telah melakukan dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
“Tidak ada seorang pun yang berbuat dosa, lalu ia segera berwudhu, kemudian melaksanakan sholat dan memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosa tersebut.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya)
Hadis ini menegaskan bahwa sholat Taubat adalah salah satu cara untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Selain itu, sholat ini mengajarkan pentingnya introspeksi diri dan tekad untuk meninggalkan keburukan.
Niat sholat Taubat adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai sholat ini. Niat cukup dilakukan dalam hati, sesuai dengan pengertian niat sebagai kesadaran atau tujuan dalam beribadah. Berikut adalah lafaz niat sholat Taubat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Artinya:“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Doa Taubat
Allahumma anta rabbi, laa ilaaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri ma shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam janji dan ketetapan-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang terlarang untuk sholat, seperti setelah sholat Subuh hingga matahari terbit dan setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam. Sebaiknya sholat ini dilakukan segera setelah timbul penyesalan atas dosa yang telah diperbuat.
Dengan panduan di atas, semoga kita dapat melaksanakan sholat Taubat dengan khusyuk dan penuh keikhlasan, sehingga memperoleh ampunan dari Allah SWT. Jangan lupa untuk selalu menjaga konsistensi dalam beribadah dan menjauhi perbuatan dosa.
Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, terutama di bulan Ramadhan. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bacaan doa setelah sholat Dhuha dalam bahasa Arab, Latin, serta artinya, agar Anda dapat mengamalkannya dengan baik.
Apa Itu Sholat Dhuha?
Sholat Dhuha adalah ibadah sunnah yang dilakukan di waktu pagi, mulai dari terbitnya matahari hingga menjelang waktu zuhur. Ibadah ini dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal hingga delapan rakaat. Keutamaan sholat Dhuha sangat besar, dan Nabi Muhammad SAW pernah berwasiat kepada Abu Hurairah mengenai pentingnya amalan ini.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Hurairah menyampaikan:
“Rasulullah SAW telah memberi wasiat padaku tentang tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)
Rasulullah juga menjelaskan bahwa melaksanakan sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas adalah cara untuk membuka pintu rezeki dari Allah SWT, yang akan memberikan berkah dan kesuksesan di dunia dan akhirat.
Bacaan Zikir dan Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah melaksanakan sholat Dhuha, disunahkan untuk duduk sejenak dan berzikir. Dalam melaksanakan zikir ini, ada beberapa bacaan yang bisa dipraktikkan, salah satunya adalah:
Latin: Astaghfirullahal ‘adzhiim. Al-ladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang senantiasa hidup dan mengurus segala sesuatu sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah as-salam (yang mempunyai kesejahteraan) dan dari-Mu pula kesejahteraan. Maha berbahagia Engkau, Wahai Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”
Latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.
Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah; dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah; jika sulit, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah, berkat waktu Dhuha-Mu, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Bacaan doa dan zikir setelah sholat Dhuha sangat penting untuk mengoptimalkan ibadah kita. Dengan mengamalkan doa sholat Dhuha ini, semoga kita dapat meraih keberkahan dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT. Selamat menjalankan ibadah, dan semoga bermanfaat bagi Anda di bulan Ramadhan ini!
Sholat maghrib adalah salah satu dari lima sholat wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam setiap hari. Dilaksanakan saat matahari terbenam, sholat ini memiliki keutamaan tersendiri dalam menutup aktivitas harian umat Muslim.
AcuanToday.com akan membahas niat dan tata cara sholat maghrib, baik ketika dilakukan sendiri maupun secara berjamaah, agar Anda bisa menjalankannya dengan benar dan khusyuk.
Pentingnya Sholat maghrib
Sholat maghrib adalah sholat tiga rakaat yang dilakukan ketika matahari telah terbenam. Berikut adalah beberapa keutamaan dari sholat maghrib:
Penutup Hari: Sholat maghrib menjadi penutup ibadah wajib di siang hari, menyempurnakan ibadah harian sebelum malam tiba.
Waktu yang Singkat: Waktu pelaksanaan sholat maghrib relatif singkat, mengajarkan umat Islam untuk selalu bersiap dan tidak menunda-nunda ibadah.
Menghapus Dosa Kecil: Seperti halnya sholat lainnya, sholat maghrib juga berfungsi untuk menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan sebelumnya.
Niat Sholat maghrib
Niat adalah salah satu rukun sholat yang harus dipenuhi agar ibadah sah di sisi Allah. Berikut adalah niat sholat maghrib dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
Berikut adalah tata cara lengkap sholat maghrib baik dilakukan sendiri maupun berjamaah:
Tata Cara Sholat maghrib Sendiri
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak menghadap kiblat.
Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada.
Membaca Doa Iftitah (Opsional)
Membaca doa iftitah dengan khusyuk sebagai pembuka sholat. “Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi kathira, wa subhanallahi bukratan wa asila…”
Membaca Al-Fatihah
Membaca surah Al-Fatihah dengan tartil.
Mengucapkan “Aamiin” setelah selesai membaca Al-Fatihah.
Membaca Surah Pendek
Membaca surah atau ayat Al-Qur’an yang dihafal, seperti Surah Al-Ikhlas atau Surah An-Nas.
Rukuk
Membungkuk dengan punggung lurus sejajar dengan kepala, sambil membaca “Subhaana rabbiyal adziimi” sebanyak tiga kali.
I’tidal
Bangkit dari rukuk sambil mengucapkan “Sami’Allahu liman hamidah” dan diikuti dengan “Rabbanaa lakal hamdu”.
Sujud
Bersujud dengan posisi dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki menyentuh lantai sambil membaca “Subhaana rabbiyal a’la” tiga kali.
Duduk di Antara Dua Sujud
Duduk sejenak di antara dua sujud sambil membaca “Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii”.
Sujud Kedua
Melakukan sujud kedua dengan membaca “Subhaana rabbiyal a’la” tiga kali.
Menoleh ke kanan sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah”.
Menoleh ke kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah”.
Tata Cara Sholat maghrib Berjamaah
Tata cara sholat maghrib berjamaah hampir sama dengan sholat sendiri, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Niat Berjamaah
Imam dan makmum mengucapkan niat sholat berjamaah sebelum takbiratul ihram.
Posisi Makmum
Makmum berdiri sejajar atau di belakang imam dengan posisi rapat.
Imam Membaca Surah Keras
Pada rakaat pertama dan kedua, imam membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek dengan suara yang terdengar jelas.
Mengikuti Gerakan Imam
Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahuluinya.
Tasyahud Akhir Bersama
Setelah sujud terakhir pada rakaat ketiga, imam dan makmum membaca Tasyahud akhir bersama-sama.
Salam Bersama
Imam mengucapkan salam terlebih dahulu diikuti oleh makmum.
Keutamaan Sholat maghrib Berjamaah
Melaksanakan sholat maghrib berjamaah memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan sholat sendiri. Berikut adalah beberapa manfaat dari sholat maghrib berjamaah:
Pahala Berlipat: Sholat berjamaah memiliki pahala 27 kali lipat lebih banyak dibandingkan sholat sendiri.
Menjalin Ukhuwah Islamiyah: Sholat berjamaah meningkatkan persaudaraan dan kebersamaan di antara sesama Muslim.
Menjaga Ketertiban: Dengan berjamaah, umat Islam belajar disiplin dan ketertiban dalam melaksanakan ibadah.
Kesalahan Umum dalam Sholat maghrib
Agar sholat maghrib kita sah dan diterima, penting untuk menghindari kesalahan umum yang sering terjadi, antara lain:
Lupa Niat: Pastikan selalu berniat sebelum memulai sholat.
Gerakan Tergesa-gesa: Lakukan setiap gerakan sholat dengan tenang dan tidak terburu-buru.
Lupa Tasyahud Akhir: Jangan lupa membaca Tasyahud akhir sebelum salam.
Penutup
Sholat maghrib merupakan ibadah wajib yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap Muslim. Dengan melaksanakannya secara tepat, baik sendiri maupun berjamaah, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selamat beribadah!
Niat dalam melaksanakan sholat adalah salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan, karena jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.
Dalam pelaksanaannya niat boleh dibaca melalui lisan atau melalui hati, akan tetapi perlu dipahami. Bahwa sebaiknya niat tidak hanya dibaca melalui lisan ataupun hati melainkan diikut sertakan mulai dari takbir hingga salam.
Sehingga tujuan sholat yang dilaksanakan sesuai dengan makna dari niat tersebut yakni karena Allah SWT, tidak keluar dari niat yang sudah dii’tiqodkan.
Pengertian Sholat Dhuha
Sholat dhuha adalah sholat sunah yang dianjurkan Rosulullah untuk dikerjakan yakni bisa dua rokat, empat rokaat, enam rokaat atau delapan rokaat dan seterusnya.
Akan tetapi pelaksanaannya dikerjakan dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali mengerjakan dua rokaat selanjutnya.
Meskipun sholat dhuha ini dianjurkan Rosdulullah untuk dilaksanakan akan tetapi tidak semua muslim diberi keluangan waktu untuk mengerjakannya.
Karena diwaltu tersebut sudah disibukkan dengan pekerjaan yang terkadang dalam tempat kerja tersebut tidak ada waktu untuk sholat dhuha.
Kapan Waktu Sholat Dhuha
Agar dapat menjadwalkan setiap harinya untuk melaksanakan sholat dhuha maka sangat penting mengetahui kapan waktu sholat dhuha.
Seiring dengan kesibukan yang kerapkali membuat terlena dan tidak sempat untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha.
Berikut adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan sholat dhuha :
Menuqil dari kitab Fathul Qorib terkait waktu sholat dhuha yakni mulai dari matahari setinggi satu tombak hingga masuknya waktu istiwak yakni ketika matahari pas diatas kepala atau sejajar dengan kepala.
Jika disandingkan dengan waktu yang ada diindonesia yakni berkisar pukul 06 : 30 Wib hingga 12.00 Wib.
Bagi yang ingin melaksanakan sholat dhuha namun berbenturan dengan waktu kerjanya, maka waktu upayakan sebelum berangkat kerja sholat terlebih dahulu.
قدِم النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ، فقدِمْتُ المدينةَ، فدخلتُ عليه، فقلتُ: أخبِرْني عن الصلاةِ، فقال: صلِّ صلاةَ الصُّبحِ، ثم أَقصِرْ عن الصَّلاةِ حين تطلُعُ الشمسُ حتى ترتفعَ؛ فإنَّها تطلُع حين تطلُع بين قرنَي شيطانٍ، وحينئذٍ يَسجُد لها الكفَّارُ، ثم صلِّ؛ فإنَّ الصلاةَ مشهودةٌ محضورةٌ، حتى يستقلَّ الظلُّ بالرُّمح
Artinya :
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau bersabda: kerjakanlah shalat shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim no. 832).
Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha
Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa batasan waktu sholat dhuha yakni waktu istiwak “posisi matahari berada tepat diatas kepala”
Dalam posisi tersebut bayangan suatu benda akan menyatu dengan benda itu sendiri, jika suha melewati sedikit saja benda tersebut maka masuklah waktu zuhur.
Berapa Rokaat Sholat Dhuha
Sholat dhuha pada umumnya yakni dikerjakan dua Rokaat, namun boleh juga ditambah menjadi empat Rokaat dan seterusnya hingga tak terbatas.
Akan tetapi pelaksanaannya dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali sholat dua rokaat salam dan seterusnya.
Terkait jumlah rokaat sholat dhuha ini Rosulullah SAW bersabda :
HR. Muslim no. 719
عن عائشةَ رَضِيَ اللهُ عنها، قالت: كان رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ الله
Artinya :
“Dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW biasa sholat dhuha empat rakaat. Dan beliau menambah berapa pun yang dikendaki Allah SWT.” (HR Muslim No. 719).
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha” (HR. Bukhari no. 1103, Muslim no. 336).
Fadhilah Melaksanakan Sholat Dhuha
Ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki fadhilah atau keutamaan yang sangat luarbiasa.
Begitu pula dengan sholat dhuha tentunya banyak fadhilah atau keutamaan yang perlu diketahui oleh umat muslim.
Sebelum membahas tentang niat sholat dhuha ada baiknya pahami terlebih dahulu beberapa keutamaan yang ada didalamnya.
Agar ketika melaksanakan ibadah sholat dhuha semakin semangat dan memiliki tujuan sesuai dengan niat sholat tersebut yakni karena Allah SWT.
Simak dibawah ini keutamaan atau fadhilah melaksanakan sholat dhuha :
Mengikuti Sunah Rosulullah SAW
Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum melaksanakan sholat dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW.
Tentunya ketika melaksanakannya maka otomatis mengikuti sunnah yang diajarkan oleh sang Nabi. Dan perlu juga dipahami bahwa ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah tentu memiliki fadhilah yang sangat banyak.
Terkait anjuran Rosulullah SAW untuk umatnya agar melaksanakan sholat dhuha disampaikan dalam sebuah hadis qudsi.
“Allah Ta’ala berfirman : Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 4342).
Allah Berikan Ampunan
Bgi seorang muslim yang taat dan rutin menjalankan ibadah sholat dhuha maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. bahkan digambarkan meskipun dosa yang milikinya seperti buih dilautan.
Meskipun sangat disadari bahwa manusia tempatnya salah dan dosa, berarti tidak pernah luput dari kedua hal tersebut.
Akan tetapi jika seorang hamba tersebut bertaubah dan rutin melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas mengharap pertolongan Allah semata. Maka sangat layak mendapatkan pengampunan seperti yang tersirat didalam sebuah hadis dibawah ini.
“ Barangsiapa menjaga sholat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”
Allah Cukupkan Kebutuhan Rezeki Dunia Dan Akhirat
Fadhilah bagi seorang muslim yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha selanjutnya adalah Allah SWT cukupkan kebutuhan rezeki dunia dan akhirat.
Tak bisa dipungkiri sebagai menusia yang hidup dialam dunia tentu sangat membutuhkan banyak keperluan, baik untuk urusan agama, dunia dan akhirat.
Hal ini tidak bisa didapatkan hanya sekedar bersantai ria, tentunya harus dibarengi dengan kerja keras dan jangan lupa selipkan doa dalah sholat dhuha.
Rosulullah SAW bersabda :
عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره “
Artinya :
“ Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala ‘ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu’.”
Termasuk Hamba Yang Taat
Melaksanakan sholat dhuha tidak semudah yang dibayangkan karena banyak godaan dan tantangan. Disisi lain waktu sholat dhuha ini bertepatan dengan waktu kerja sehingga tidak mudah bagi kebanyakan orang untuk secara rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha.
Maka dari itu menjadi hal yang wajar ketika ada seorang hamba yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha. Maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang taat.
Allah Siapkan Rumah Di Surga
Fadhilah selanjutnya bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat dhuha adalah Allah siapkan rumah disurga.
Hal ini pernah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam sebuah hadisnya :
Artinya :
“Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Allah Berikan Pahala Naik Haji Dan Umroh
Tidak semua ummat islam bisa mendapatkan pahala haji dan umroh, termasuk bagi seserang yang telah atau sedang haji sekalipun.
Karen semua itu tergantung daripada niat yang ada pada diri manusia itu sendiri dalam melaksanakan ibadah.
Bagi seorang muslim yang ingin mendapatkan pahala layaknya seperti haji dan umroh, maka rutin saja melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT.
Insya Allah akan mendapatkan pahala seperti orang yang haji dan umroh, karena Allah dan Rosulullah tidak pernah mengingkari janjinya.
Pengganti Sedekah Diri
Banyak ummat muslim sibuk akan sedekah, dinilai melalui sesuatu yang nampak seperti sedekah harta dan semisalnya.
Padahal ada beberapa sedekah yang sangat ringan namun jika dilaksanakan insya Allah akan berbuah sebagai sedekah.
Salah satunya adalah sedekah senyum dan melaksanakan sholat dhuha minimal dua rokaat namun denga ikhlas.
Rosulullah SAW bersabda :
يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي
Artinya :
Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat Duha dua rakaat. (HR Muslim).
Dijaga Kesehatannya Oleh Allah
Fadhilah sholat Dhuha lainnya adalah bahwa Allah SWT menjaga kesehatan bagi seorang muslim yang melaksanakannya. Salah satu alasannya yakni sholat Dhuha dilakukan pada waktu pagi setelah terbitnya matahari minimal dua rakaat atau lebih.
Dengan hal ini melaksanakan sholat Dhuha secara rutin dapat memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental.
Jauh Dari Sifat Lalai
Keutamaan dari sholat Dhuha selanjutnya adalah bahwa ibadah ini membantu menghindarkan seseorang dari sifat lalai atau lengah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sholat Dhuha melibatkan waktu yang biasanya dianggap sebagai saat istirahat atau waktu luang. Akan tetapi dengan melaksanakan sholat ini, seseorang terhindar dari kecenderungan untuk menjadi lalai atau terlena.
HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254
Rosulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Kalau kamu melaksanakan sholat Dhuha sebanyak dua raka’at maka kamu tidak ditulis dari golongan orang yang lalai, atau sebanyak empat raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang berbuat kebagusan, atau sebanyak enam raka’at maka kamu ditulis sebagai orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah, atau sebanyak delapan raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang memperoleh keberuntungan, atau sebanyak sepuluh raka’at maka tidak ditulis atasmu pada hari itu dosa, kalau kamu melaksanakannya sebanyak dua belas raka’at maka Allah membangun untukmu rumah di surga.” (HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254) |
Bacaan Niat Sholat Dhuha
Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 Rokaat
Terkait penjelasan sholat dhuha dan juga fadhilah yang akan didapatkan oleh seorang yang melaksanakan ibadah sholat dhuha telah disampaikan pada laman atas.
Kali ini penulis akan merangkum terkait niat sholat dhuha yang benar sesuai dengan yang telah diajarkan oleh para ulama.
Simak ulasan dibaawah ini beberapa bacaan niat sholat dhuha yang d apat diamalkan ketika hendak melaksanakannya.
“Saya niat sholat sunnah dhuha 4 rokaat karena Allah ta’ala,”
Tata Cara Sholat Dhuha
Layaknya seperti sholat sunnah lainnya sholat dhuha juga untuk pelaksanaannya memiliki 13 rukun sholat yang wajib dikerjakan.
Jika salah satu rukun sholat tersebut ditinggalkan dengan sengaja, maka sholat dhuha yang dikerjakan tidak sah.
Berikut tata cara melaksanakan sholat dhuha dapat disimak dibawah ini :
Niat
Yang pertama kali sebelum melaksanakan sholat dhuha yang wajib diterapkan adalah niat, yakni keinginan yang kuat untuk melaksanakan sholat hanya karena Allah SWT.
Takbir
Setelah niat kemudian disambut dengan membaca Takbirotul Ikhrom “الله أكبر” yang artinya Allah maha besar.
Ketika sudah mengucapkan takbir berarti ikrar tersebut mengi’tiqodkan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang lebih agung, lebih mulia, lebih besar, lebih kuasa selain Allah.
Berdiri Tegak Lurus
Kemudian berdiri tegak lurus layaknay seperti huruf Alif yang menyatakan bahwa tuhan itu satu.
Sunnah Membaca Doa Iftitah
Dalam posisi tegak yakni membaca doa iftitah, hal ini sunah namun sangat dianjurkan untuk dibaca, karena makna dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah.
Baca Surat Al-Fatihah
Kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah mulai dari ayat pertama hingga akhir, usahakan bacaannya jelas dan sesuai dengan kaidah tajwid.
Membaca Surat Pendek
Membaca surat pendek dalam sholat ini juga termasuk hal yang sunnah, jika melaksanakan sholat sendiri boleh membaca ayat yang panjang.
Akan tetapi jika menjadi imam maka harus melihat kondisi makmumnya sebaiknya ambil ayat yang pendek saja.
Ruku’
Setelah membaca surat pendek kemudian merubah gerakan dari berdiri menjadi ruku’, hal ini adalah rukun. Didalam posisi ruku’ sunnah membaca tasbih 3 kali yakni memuji Allah.
Tumakninah
Tumakninah ini masih dalam keadaan ruku’ maksudnya adalah posisi rukuk harus tenang baik kodisi luarnya maupun hatinya.
I’tidal
Kemudian merubah posisi dari ruku’ menjadi i’tidal yakni bangun dari rukuk, berdiri tegak lurus seperti pada permulaan sholat. Disunahkan membaca doa pada umumnya sholat.
Tumakninah
Dalam posisi I’tidal juga harus tumakninah yitu tenang tidak gelisah, tidak banyak bergerak terutama posisi hati harus manteng hanya kepada Allah.
Sujud
Setelah i’tidal maka posisi sholat berubah dalam keadaan sujud, hal ini adalah rukun yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam kondisi sujud disunnahkan membaca tasbih yakni memuji Allah SWT boleh satu kali sampai 3 kali.
Tumakninah
Posisi sujud juga wajib tumakninah terutama posisi hati harus tetap ingat kepada Allah SWT
Lungguh
Lungguh ini adalah duduk diantara dua sujud
Tumakninah
Posisi lungguh juga wajib tumakninah atau tenang tidak boleh banyak bergerak, jaga posisi hati untuk selalu zikir kepada Allah.
Sujud Yang Kedua
Setelah duduk diantara dua sujud kemudian posisi sholat berubah kembali menjadi sujud yang kedua. Bacaannya sama yakni tasbih memuji Allah SWT wajib tumakninah.
Duduk Tahiyat Akhir
Kemudian setelah sujud yang kedua dilanjutkan dengan duduk tahiyat akhir, posisi duduk adalah rukun jadi tidak boleh ditinggal.
Membaca Doa Tahiyat Akhir
Dalam posisi duduk tahiyat akhir maka wajib membaca doa didalamnya, yang sering disebut dengan doa tahiyat akhir
Membaca Sholawat Nabi
Setelah doa tahiyat akhir selesai dibaca, kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi.
Salam
Dan yang terakhir adalah salam, rukunnya adalah salam pertama sedangkan salam yang kedua adalah sunnah.
Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat dhuha berikut pengertian, fadhilah dan tata caranya. Semua sudah penulis sampaikan menjadi sebuah artikel yang ada di website acuantoday.com. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan juga semangat dalam melaksanakan ibadah sholat sunah dhuha.
Dalam kitab fathul mu’in dijelaskan shalat adalah beberapa ucapan / doa dan perbuatan yang diawali dari takbirotul ikhram hingga salam. Sedangkan menurut istilah shalat merupakan doa yang dipanjatkan pada waktu-waktu tertentu.
Adapun waktu waktu tertentu salah satunya adalah sholat wajib lima waktu zuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Meskipun sebenarnya bukan hanya sholat wajib lima waktu yakni sholat-sholat sunnah didalamnya juga ada doa dan perbuatan.
Bukan hanya ketika sholat setelah sholat juga sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT, terutama doa memohon ampun atas sholat yang sudah dikerjakan.
Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan
Seperti yang telah penulis sampaikan diatas bahwa sholat yang dikerjakan oleh umat islam bukan hanya sholat wajib lima waktu.
Akan tetapi banyak sholat sunnah lainnya yang juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan, dalam hal ini setelah sholat ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan.
Doa Setelah Sholat Hajat
Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki hajat atau keperluan tertentu yang ingin dicapai atau dimohonkan kepada Allah SWT.
Terkait pelaksanaannya dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat. Sholat Hajat terdiri dari dua rakaat dengan niat yang disertai dengan doa-doa pribadi yang diharapkan dikabulkan oleh Allah SWT.
Adapun bacaan doa sholat hajat adalah seperti dibawah ini :
Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin.
Artinya :
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa.
Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa Setelah Sholat Dhuha
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari dan sebelum waktu masuknya sholat Zuhur. Sholat dhiuha dilakukan dengan mengerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai setelah terbitnya matahari hingga sebelum masuk waktu sholat Dzuhur.
Banyak keterangan yang menjelaskan akan mendapatkan pahala yang besar dan memiliki banyak keutamaan. Meskipun tidak diwajibkan, sholat Dhuha dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Adapun bacaan doa sholat dhuha adalah seperti dibawah ini :
“Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”
Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur dengan istirahat sejenak.
Sholat ini dilakukan setelah sholat Isya’ dan sebelum waktu masuk sholat Subuh, sholat Tahajud dapat dilakukan dengan mengerjakan dua rakaat salam.
Kemudian ditambah dengan rakaat-rakaat tambahan sesuai dengan keinginan dan kemampuan individu.
Sholat Tahajud memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendapatkan pahala yang berlimpah.
Meskipun tidak diwajibkan, sholat Tahajud sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Muslim yang ingin mendapatkan keberkahan dan keistimewaan dalam ibadahnya.
Adapun bacaan doa setelah sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :
Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakalhamdu Anta qayyimussa maawaati wal ardli wa man fihinna. Walakalhamdu Anta rabbus samaa waati walardli wa man fiihinna.
Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu haqqun.
Allahuma laka aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta.
Artinya
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau.”
Doa Setelah Sholat Taubat
Sholat Taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk tobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja selama tidak berada dalam waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat.
Terkait rokaat sholat taubat yakni terdiri dari minimal dua rakaat satu salam, yang dilakukan dengan niat khusus untuk bertaubat kepada Allah SWT.
Selama sholat, seseorang dapat berdoa dengan memohon ampunan, mengakui kesalahan, dan berjanji untuk meninggalkan dosa-dosa tersebut.
Sholat Taubat merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memperoleh pengampunan-Nya.
Dengan sungguh-sungguh bertaubat dan melakukan sholat Taubat, seseorang diharapkan mendapatkan rasa lega, kedamaian, dan keberkahan dari Allah SWT.
Adapun bacaan doa setelah sholat taubat adalah seperti dibawah ini :
Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana abduka wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A ‘udzu bika min syarri maa shona’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fainnahuu alaa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya
“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
Sholat Subuh adalah salah satu dari lima waktu sholat wajib yang dikerjakan oleh umat Muslim setiap harinya. Jumlah rokaatnya ada dua dan ada sedkit perbedaan dengan sholat lainnya yakni ketika i’tidal pada rokaat kedua membaca doa qunut.
Pelaksanaan Sholat Subuh merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah mencapai usia baligh (dewasa) dan memiliki kesehatan yang memadai.
Adapun bacaan doa setelah sholat subuh adalah seperti dibawah ini :
Laailaha illalah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir
Artinya
“Tidak ada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Allah maha menghidupkan dan mematikan. Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu.”
Doa Setelah Sholat 5 Waktu
Kumpulan Doa setelah Sholat Fardhu
Sholat lima waktu adalah sholat wajib yang dikerjakan oleh umat islam dalam kesehariannya dengan waktu yang telah ditentukan oleh syariat.
Nama-nama dari sholat lima waktu tersebut adalah Dzuhur, ashor, maghrib, isya dan subuh. Cara mengerjakannya sama seperti halnya melaksanakan sholat pada umumnya yakni dimulai dengan membaca takbirotul ikhrom dan diakhiri sala.
Terkait jumlah rokaat sholat lima waktu adalah Dzuhur, Ashar dan Isya empat rokaat, kemudian Maghrib 3 rokaat dan Subuh 2 rokaat.
Adapun bacaan doa setelah sholat lima waktu adalah seperti dibawah ini :
Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta robbana wa ta’aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.
Artinya
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan, dari-Mu kesejahteraan itu, kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu, Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Doa Setelah Sholat Istikhoroh
Sholat Istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim untuk meminta petunjuk dari Allah SWT dalam mengambil keputusan penting. Istikharah berasal dari kata Arab yang berarti “meminta bimbingan” atau “meminta petunjuk”.
Terkait pelasanaan sholat Istikharah yakni ketika seseorang menghadapi situasi di mana ia harus membuat keputusan yang penting.
Seperti menentukan jalan hidup, pekerjaan, pernikahan, atau keputusan lain yang memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupannya.
Tujuan dari Sholat Istikharah adalah meminta kepada Allah agar diberikan petunjuk yang terbaik dan dikehendaki-Nya.
Proses pelaksanaan Sholat Istikharah melibatkan sholat dua rakaat, yang dapat dilakukan pada waktu yang tidak diharamkan untuk sholat sunnah.
Setelah selesai melakukan sholat, seorang Muslim mengucapkan doa istikharah yang merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan petunjuk yang terbaik.
Doa istikharah adalah doa pribadi yang bisa diucapkan dalam bahasa Arab atau bahasa ibu masing-masing.
Setelah melakukan Sholat Istikharah, seseorang diharapkan untuk memperhatikan tanda-tanda atau pertanda yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam mengambil keputusan, seseorang perlu memperhatikan hati nurani, niat yang baik, mendengarkan nasihat orang yang berpengalaman, serta mempertimbangkan faktor-faktor praktis dan kebijaksanaan.
Penting untuk diingat bahwa hasil dari Sholat Istikharah tidak muncul dalam bentuk mimpi atau penglihatan langsung.
Allah SWT memberikan petunjuk melalui berbagai cara, seperti memberikan ketenangan hati, membuka pintu kemudahan, atau menghilangkan hambatan dalam melangkah ke arah yang dikehendaki.
Sebagai seorang Muslim, penting untuk memercayai dan menerima keputusan yang diambil sebagai hasil dari Sholat Istikharah dengan tawakkal (pasrah) kepada kehendak Allah SWT.
Adapun bacaan doa setelah sholat Istikhoroh adalah seperti dibawah ini :
“Allohumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub.”
“Allahumma fa-in kunta talamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa maaasyi wa aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.”
“Allahumma in kunta talamu annahu syarrun lii fii diini wa maaasyi wa aqibati amrii (fii aajili amri wa aajilih) fash-rifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”
Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu.
Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha mengetahui hal yang gaib.”
“Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ….. lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.”
Penutup
Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa setelah sholat yang penulis rangkum dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat terutama bagi seorang hamba yang ingin mengamalkannya.
Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunah yang sangat dikuatkan atau dinamakan sunnah muakad untuk dilaksanakan.
Adapun waktunya adalah dimalam hari atau yang sering disebut dengan sepertiga malam, boleh diawal waktu boleh dipertengahan atau diakhir.
Pelaksanaan sholat tahajud sedikitnya adalah minimal dua rokaat boleh 4 rokaat, 6, rokaat 8 rakaat dan seterusnya.
Dikerjakan per dua rakaat salam kemudian berdiri kembali dan melaksanakan sholat tahajud kembali dua rokaat salam.
Sholat Tahajud Adalah
Istilah kata tahajud berasal dari kalimat tahajjada yang memiliki arti selalu terjaga pada malam hari atau berjaga diwaktu malam.
Menurut imam Syafi’i tahajud adalah sholat yang dikerjakan pada malam hari baik sebelum tidur maupun sesudahnya.
Ibada sholat tahajud meskipun tergolong sunnah akan tetapi ia dinamakan sunnah rootibun mu’akadah artinya sholat sunnah yang memiliki waktu berdasarkan aturannya.
Bahkan didalam Al-Qur’an sangat banyak perintah untuk melaksanakan ibadah-ibadah dimalam hari yang memiliki keutamaan sangat besar.
Akan tetapi meskipun demikian upayakan salam melaksanakan ibadah sholat tahajud harus dengan rasa ikhlas karena ALlah SWT.
Dalam Islam melaksanakan ibadah sholat tahajud merupakan bentuk rasa khurmat kepada Rosulullah yang seringkali terjaga dimalam hari untuk melaksanakan sholat sunnah.
Pada umumnya umat islam yang melaksanakan ibadah sholat tahajud setelahnya dilanjutkan melaksanakan sholat witir dengan rokaat yang ganjil sebagai penutup sholat.
Sering kali diperdengarkan waktu melaksanakn sholat tahajjud adalah dimalam hari akan tetapi belum tentu memahami terkait waktu yang tepat untuk tahajjud.
Dalam kisahnya Abu Dzar sempat menanyakan kapan waktu sholat tahajjud kepada Rosulullah SAW. Kemudian dijawab oleh Rosulullah SAW yakni lewat tengah malam dan sedikit dari mereka yang melaksanakannya.
Bacaan niat sholat tahajud tergantung dari berapa rokaat sholat yang akan dilaksanakan. Karena dalam pengerjaannya sholat tahajud ada dua rokaat, empat, delapan hingga dua belas rokaat.
Namun semua itu dikerjakan tidak sekaligus misal 4 rokaat, melainkan dua rokaat dua rokaat, sebagaimana telah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam hadisnya.
Dari Ibnu Umar Rosulullah SAW bersabda yang artinya :
Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat malam dua rokaat-dua rokaat dan sholat witir 1 rokaat. (HR. Bukhori Muslim)
Adapun bacaan niat sholat tahajud 4 rokaat sendiri dirumah adalah seperti dibawah ini :
Saya niat sholat witir satu rokaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala
Kapan Waktu Sholat Tahajud ?
Dalam pelaksanaan sholat tahajud Rosulullah SAW telah menjelaskan dalam sabdanya “Seutama-utama sholat sunnah adalah sholat sunah diwaktu malam” HR. Muslim.
Menuqil dari kitab Fiqih yang ditulis oleh Ahmad Hawassy ada tiga pembagian waktu utama sholat tahajud yakni :
1/3 Malam pertama yakni setelah sholat isya sampai jam 22.00
1/3 Malam kedua yakni mulai jam 22.00 – 01.00
1/3 Malam ketiga atau terakhir yakni mulai jam 01.00-menjelang waktu subuh
Cara Melaksanaan Sholat Tahajud
Tata Cara Sholat Tahajud
Untuk melaksanakan ibadah sholat tahajud sama saja dengan melaksanakan ibadah sholat sunnah lainnya. Yakni ada rukun tiga belas yang wajib diterapkan untuk kesempurnaan sholat yang dikerjakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat tahajud agar tidak malas dan lain sebagainya.
Niatkan Untuk bangun Malam
Ketika ingin melaksanakan ibadah sholat tahajud tentunya sebelum istirahat malam, pasang terlebih dahulu niatnya.
Untuk dizaman sekarang bisa memakai alaram untuk membangunkan diri agar tidak terlewat waktu sholat tahajud.
Atau sampaikan pesan kepada seseorang yang sekiranya berjaga malam atau tidak tidur untuk membangunkan pada waktu tahajud.
Waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam yakni diantara setelah shola isya sampai sebelum subuh.
Usahakan Setelah Bangung Kemudian Bergegas Wudhu
Setelah dibangunkan oleh Allah SWT dari tidurnya, maka sebaiknya paksakan tubuh untuk langsung berwudhu. Agar kondisi tubuh segar karena dibasuh dengan air yangsuci lagi mensucikan.
Terkait cara wudhu sholat tahajud sama saja dengan wudhu pada umumnya yakni diawali dengan niat dan diakhiri dengan tertib.
Kerjakan Sholat Tahajud Ditempat Yang Tenang Dan Suci
Ketika melaksanakan sholat tahajud upayakan ditempat yang hening tentunya harus suci terhindar dari najis yang dapat merusak sholat.
Waktu yang sangat tepat untuk mengadu kepada Allah SWT atas segala hal yang terjadi baik urusan dunia maupun urusan akhirat.
Tempat yang suci tidak harus mewah ataupun megah dan lain sebagainya, tidak juga harus dimasjid atau mushollat.
Bahkan sebaiknya kerjakan sholat tahajud dirumah sendiri agar barokah yang didapatkan dapat menyebar luas didalam rumah.
Membaca Niat Sholat Tahajud
Sholat tahajud memiliki 13 rukun sholat salah satunya adalah niat sehingga ketika melaksanakan sholat tahajud niat tersebut wajib diikutsertakan.
Adapun bacaan niat sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :
Aku niat shalat sunah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.
Bacaan niat sholat tahajud tersebut diatas boleh dibaca sebelum sholat dengan lisan boleh juga melalui hati.
Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam melaksanakan sholat tahajud usahakan niat karena Allah harus dipasang mulai dari takbir hingga salam.
Mengerjakan Sholat Dua Rokaat
Setelah niat sudah terpasang dengan rapih didalam hati maka utarakanlah dengan perbuatan yakni dengan melaksanakan sholat dua rokaat.
Adapun dua rokaat sholat tersebut meliputi :
Niat
Takbir
Membaca Fatihah
Ruku Tumakninah
I’tidal Tuma’ninah
Sujud Tumakninah
Lungguh Tumakninah
Lungguh Akhir
Membaca Tahiyat Akhir
Membaca Sholawat Nabi Muhammad
dan Salam.
Boleh Melaksanakan Sholat Tahajud Lebih Dari Dua Rokaat
Meskipun dalam bacaan niat sholat tahajud hanya dua Rokaat namun boleh melaksanakannya lebih dari dua rokaat. Misal 4 atau 8 rokaat namun dilaksanakan dengan dua rokaat salam dan seterusnya.
Sebaiknya setelah melaksanakan sholat tahajud ditambah dengan sholat witir yang jumlahnya ganjil boleh 1 atau 3 atau 7 rokaat.
Doa Sholat Tahajud
Sesuai dengan waktunya tahajud memiliki waktu yang sangat tepat untuk berdoa dan memohon kepada Allah terkait dunia maupun akhirat.
Maka sangat disayangkan jika melaksankaan tahajud namun tidak membaca doa setelahnya. Adapun bacaan doa tahajud secara umum yang dapat dibaca setelah melaksanakan sholat adalah sebagai berikut :
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.
Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya :
“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”
Keutamaan Melaksanakan Sholat Tahajud
Sholat tahajud memiliki berbagai macam keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang melaksanakannya.
Dikutip dari penjelasan Ustd Adi Hidayat “UAH” bahwa sholat tahajud memiliki keutamaan yang bisa mendatangkan kesuksesan dunia dan akhirat.
Keutamaan Pertama
Selanjutnya UAH mengatakan terkait keutamaan pertama bagi seseorang yang melaksanakan sholat tahajud adalah diangkat oleh Allah SWT karir dalam pekerjaannya.
Mkasud diangkatnya karir dalam pekerjaan disini, bukanlah jabatan yang tertinggi atau melainkan jabatan yang terbaik. Kemudian UAH melanjutkan ceramahnya gambarannya yakni mendapatkan kekayaan dunia berikut aset yang sangat melimpah namun tidak dijauhi Allah.
Keutamaan Kedua
Kemudian UAH melanjutkan kembali penjelasan terkait keutamana sholat tahajud yang kedua yakni akan Allah bimbing hidupnya ketika melakukan aktifitas.
Mulai dari bangun pagi hingga istirahat kembali terus Allah berikan bimbingan ruhani, jalan yang sulit tidak dirasa sulit karena ada Allah yang selalu hadir.
Jika menemukan keruwetan dalam hidup maka tidak lama hal itu terjadi karena Allah bimbing untuk mencari jalan keluarnya dan masih banyak lagi keutamaan dalam sholat tahajud.
Penutup
Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat tahajud yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman terkait sholat sunah tahajud.
Sholat adalah tiang agama bagi umat Islam sebagaimana sabda Rosulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
“Pangkal atau pokok semua urusan adalah Islam, dan yang menjadi tiang atau penopang tegaknya Islam ialah Shalat fardhu lima waktu, sedangkan puncaknya adalaha berjuang di jalan Allah,” (Hr.Bukhari dan Muslim)
Sedangkan didalam pelaksanaan sholat ada salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk dibaca yakni Do’a Iftitah.
Doa Iftitah Adalah
Doa Iftitah adalah doa yang dibaca setelah membaca takbirotul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Baik dalam kondisi sholat fardhu maupun sholat sunnah semuanya membaca doa iftitah kecuali sholat jenazah.
Meskipun doa iftitah bukanlah hal yang wajib akan tetapi sebaiknya dibaca ketika sholat karena hal ini merupakan anjuran Rosulullah SAW.
Sebagai ummat Rosulullah seharusnya senang mengamalkan ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan, hal ini menjadikan salah satu bukti cintanya kepada Rosulullah SAW.
Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Anas Ra dibawah ini :
عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من أحب سنتى فقد أحبنى ومن أحبنى كان معى فى الجنة.
Artinya :
“Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”
Ketika kita membaca doa iftitah tentunya mengikuti sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW, dan hal ini insya Allah menjadi bukti kecintaan seorang hamba dengan Allah dan Rosulnya.
Beberapa Bacaan Doa Iftitah Yang Dapat Dibaca Ketika Sholat
Doa Iftitah ketika Sholat
Agama Islam sangat menghargai perbedaan namun dalam hal ini tetap harus ada dalil yang menjadi dasar kuat untuk dipegang.
Rosulullah SAW bersabda :
اختلاف أمتي رحمة
Artinya :
“Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat.”
Salah satu yang banyak menjadi perbincangan terkait perbedaan adalah bacaan doa iftitah. Namun kendati demikian tidak menjadi hal yang masalah karena berdanya bacaan doa iftitah sudah ada dalil yang menjadi pegangan.
Untuk lebih jelasnya simak didalam artikel ini beberapa bacaan doa iftitah yang dapat dibaca ketika sholat.
Doa Iftitah Arab Latin Dan Artinya
Ketika umat islam membaca doa iftitah didalam sholat tentunya berbahasa arab, bukan bahasa indonesia atau bahasa sehari-hari lainnya.
Namun sangat disayangkan masih banyak umat muslim yang belum diberikan kemudahan untuk membaca teks bahasa arab.
Maka dari itu penulis disini akan merangkum bacaan doa iftitah baik teks arab, latin dan berikut artinya. Agar dapat dengan mudah dihafalkan dan mudah juga memahami arti dari doa tersebut.
Dan perlu dipahami bahwa doa iftitah yang akan ditulis bahasa arab, latin dan artinya ini merujuk dari bacaan Doa Iftitah Nu.
Adapun bacaan doa iftitah arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :
Allaahu akbar kabiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoras samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya :
“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”
Doa Iftitah Pendek
Doa iftitah diatas merupakan doa yang cukup panjang dibaca, biasanya yang membaca doa iftitah seperti yang diatas adalah Doa Iftitah NU.
Jika memang sulit untuk mengahafalkannya karena mungkin terlalu panjang maka penulis disini akan menuliskan versi yang pendek.
“Duhai Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan yang ada pada diriku sebagai halnya Dirimu sudah menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, sucikanlah kesalahan diriku sebagai halnya pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Wahai Allah, cucilah kesalahan diriku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)
Doa Iftitah NU
Untuk bacaan doa iftitah Nu sudah dituliskan pada laman atas yakni pada pembahasan doa iftitah arab, latin dan artinya. Sebagai dalil penguatnya terkait bacaan doa iftitah Nu adalah seperti hadis yang telah diriwayatkan oleh Muslim.
“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. (HR. Muslim 2/185 – 186)
Doa Iftitah Subuh
Pada dasarnya tidak ada perbedaan terkait bacaan doa iftitah antar sholat misal sholat isya dengan subuh. Semua doa iftitah boleh dibaca pada sholat apa saja yang pasti tidak dibaca ketika melaksanakan sholat jenazah.
Sekedar menambahkan bacaan doa iftitah yang pernah Rosulullah SAW membacanya ketika sholat adalah seperti dibawah ini.
Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)
Doa Iftitah Panjang
Selain dari beberapa bacaan doa iftitah yang telah penulis rangkum diatas, ada juga bacaan doa iftitah panjang dan pernah Rosulullah baca ketika sholat.
Sehingga do’a iftitah dibawah ini bisa juga diamalkan ketika melaksanakan sholat dan masyhur dikalangan umat Islam.
Adapun bacaan doa iftitah panjang dapat disimak dibawah ini :
“Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya.
Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya.
Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya.
Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada engkau lah aku bertawakal. Kepada engkau lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184)
Doa Iftitah Dibaca Setelah
Seperti yang telah diketahui oleh kebanyakan ummat muslim bahwa do’a iftitah dibaca setelah orang yang sholat membaca takbirotul ikhrom “الله أكبر”.
Mula-mula seorang hama yangv akan melaksanakan sholat berdiri tegak lurus dengan memasang niat bahwa ia akan melaksanakan sholat hanya karena Allag semata.
Kemudian jika sudah berdiri tegak lurus layaknya huruf alif yang memiliki makna bahwa Allah SWT hanya ada satu.
Maka orang yang sholat tersebut mengucapkan kalimat takbir “الله أكبر” dengan posisi tangan diangkat sejajar dengan bahu kanan dan kiri layaknya huruf lam-lam.
Setelah tangan diangkat kemudian upayakan posisi tangan bersedekap seperti huruf Ha yang jika digabungkan.
Antara gerakan berdiri, mengangkat tangan dan sedekap adalah berbentuk kalimat “الله“, kemudian barulah do’a iftitah dibaca dengan pelan sampai terdengar oleh telinga sendiri.
Keutamaan Membaca Doa Iftitah
Segala sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki keutamaan yang akan didapatkan bagi umat yang mengerjakannya.
Begitu pula dengan bacaan do’a iftitah banyak keutamaan yang bisa didapatkan bagi yang membaca ketika sedang sholat, baik sholat sunnah maupun fardhu.
Untuk lebih jelasnya simak beberapa keutamaan membaca do’a iftitah yang akan penulis rangkyum dalam artikel ini.
Terbebas Dari Siksa Api Neraka
Rosulullah SAW menyampaikan terkait orang yang ketika sholat membaca doa iftitah maka akan mendapatkan dua hal.
“Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) ikhlas karena Allah, akan dicatat baginya terbebas dari dua hal, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.”(HR. Tirmidzi no. 241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Terangkatnya Doa Yang Dipanjatkan
Dalam kisahnya ada seorang muslim laki-laki yang sedang sholat kemudian ia membaca do’a iftitah. Dalam hal ini Rosulullah SAW memperhatikan seseorang tersebut seraya bersabda.
Hadits riwayat Muslim No. 1385
Artinya :
Aku (Nabi Muhammad) melihat ada dua belas malaikat yang bersegera menuju kepadanya “yakni lelaki yang sedang sholat tersebut” mereka saling berlomba mengangkat doanya ditujukan kepada Allah SWT. (Hadits riwayat Muslim No. 1385)
Pintu Langit Terbuka
Keutamaan membaca doa iftitah selanjutnya adalah Allah bukakan pintu langit seluas-luasnya sehingga kemurahan rezeki akan mudah didapatkan.
Sekilas kisahnya ada seorang sahabat yang berdoa dengan membaca do’a iftitah sehingga Rosulullah SAW takjub dengan sahabat tersebut.
Sebab dengan doa yang ia panjatkan kemudian Allah SWT bukakan pintu-pintu langit untuk nya.
Doa iftitah tersebut yang dibaca oleh sahabat Nabi adalah seperti dibawah ini :
“Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di pagi dan petang hari”
Kisah diatas berdasarkan dalil yang jelas yakni diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rosulullah SAW bersabda.
Artinya :
Setelah shalat Rosulullah Saw kemudian bertanya kepada para sahabat lainnya. “Siapakah yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini? (Doa iftitah)” Ternyata Rosulullah SAW mendengar doa itu.“ “Kemudian salah seorang sahabat berkata” Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lalu Rasulullah SAW “Aku takjub dengan doa (yang kamu baca) itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya” (HR. Imam Muslim).
Dengan Allah Semakin Dekat
Salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca doa iftitah, bagaimana tidak. Didalam doa tersebut tersusun rapih kalimat kalimat yang memuji Allah SWT, memohon ampunan, dan berserahdiri kepada Allah.
Sehingga ketika membaca doa tersebut dan menghayati maknanya tentu akan ada rasa sangat dekat dengan Allah SWT.
Sebagaimana hadis yang diriwayatkann oleh bukhori, Rosulullah SAW bersabda :
Artinya :
Barang siapa yang mendekat kepada-Ku dengan cara berjalan maka Aku akan menyongsongnya dengan cara berlari kecil.” (HR Bukhari).
Dengan membaca doa iftitah sudah jelas bahwa seorang hamba tersebut berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga Allah akan berlari mendekatkan dirinya kepada hambanya.
Penutup
Demikianlah ulasan tentang doa iftitah yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat menambah pemahaman bagi seorang muslim tentang doa iftitah. Dengan harapan bisa mengamalkan doa tersebut minimal ketika sholat.