Tag: Shin Tae-yong

  • Marc Klok Klarifikasi Pernyataannya soal Shin Tae-yong: Tegaskan Ada Kesalahan

    Pemain andalan Timnas Indonesia, Marc Klok, mengakui adanya kekeliruan dalam ucapannya yang sempat menyebut pelatih Shin Tae-yong sebagai seorang diktator. Pernyataan tersebut menjadi sorotan usai wawancaranya dengan media asal Belanda, ESPN NL, tersebar luas.

    Dalam wawancara tersebut, Marc Klok berbicara tentang gaya kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan itu. Ia menyebut bahwa Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang tegas dan berdisiplin tinggi. Namun, dalam pernyataannya, Klok menggunakan istilah yang kemudian diterjemahkan sebagai “diktator,” yang memicu reaksi beragam dari publik.

    Menurut Klok, istilah tersebut sebenarnya tidak mencerminkan maksud sebenarnya. Ia mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan Shin Tae-yong yang tegas lebih ditujukan untuk membangun kedisiplinan dalam tim, bukan untuk menggambarkan sifat yang otoriter.

    Baca Juga: Pernyataan Marc Klok Soal Shin Tae-yong, Sebut Pelatih Korea Itu..

    Kontroversi ini kemudian menyebar dengan cepat, terutama di kalangan pendukung Timnas Indonesia. Gelandang Persib Bandung itu merasa perlu memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kesalahan terjemahan dari media Belanda menjadi salah satu pemicu utama kontroversi tersebut.

    Marc Klok juga menyampaikan rasa hormatnya kepada Shin Tae-yong sebagai pelatih yang telah banyak berkontribusi bagi perkembangan Timnas Indonesia. Menurutnya, pelatih asal Korea Selatan itu memiliki metode latihan yang keras, tetapi hal itu bertujuan untuk meningkatkan performa para pemain di lapangan.

    Pernyataan kontroversial ini sempat memicu perdebatan di media sosial, terutama di antara penggemar sepak bola Tanah Air. Namun, setelah klarifikasi dari Marc Klok, banyak pendukung yang mulai memahami situasi sebenarnya dan menyadari bahwa terjadi kesalahpahaman dalam proses penyampaian informasi.

    Shin Tae-yong dan Prestasi Bersama Timnas Indonesia
    Shin Tae-yong sendiri dikenal sebagai pelatih yang berhasil membawa Timnas Indonesia mencapai berbagai pencapaian penting. Gaya kepemimpinannya yang tegas sering dianggap sebagai faktor utama dalam membangun kedisiplinan dan kekompakan tim.

    Klarifikasi dari Marc Klok ini diharapkan dapat meredakan polemik yang sempat terjadi, sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi yang lebih hati-hati dalam wawancara internasional.

  • Pernyataan Marc Klok Soal Shin Tae-yong, Sebut Pelatih Korea Itu..

    Pernyataan gelandang Persib Bandung, Marc Klok, yang menyebut Shin Tae-yong sebagai sosok ‘diktator’ memicu kontroversi.

    Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Kim Jong-jin, memberikan tanggapan keras terhadap tudingan tersebut, yang disampaikan Marc Klok dalam sebuah wawancara.

    Baca Juga: Peluang Rizky Ridho Gabung Como 1907: Bek Timnas Indonesia di Radar Serie A

    Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, Kim Jong-jin menyebut klaim Klok sebagai tidak benar dan tidak berdasar.

    “Saat saya membaca berita ini dan mengetahui siapa yang mengatakannya, saya langsung menghubunginya,” ujar Kim Jong-jin, Rabu (22/1/2025).

    “Saya mengatakan kepadanya, ‘Cukup sudah Anda menyebarkan kebohongan ke media. Apa yang Anda katakan sama sekali tidak baik. Anda satu-satunya pemain yang membuat pernyataan tidak benar di media,’” tambah Kim dengan tegas.

    Kim juga menjelaskan bahwa Marc Klok beralasan adanya kesalahan penerjemahan dalam pernyataan tersebut.

    “Dia bilang seolah-olah Coach Shin adalah seperti ‘pintu yang tertutup’, tidak mau mendengarkan pemain. Padahal, saya tahu persis bahwa Coach Shin selalu membuka pintu bagi siapa saja. Dia kerap mengundang para pemain untuk berbicara dan menyampaikan keluhan. Dia adalah pendengar yang baik,” jelas Kim Jong-jin.

    Baca Juga: Marc Klok Klarifikasi Pernyataannya soal Shin Tae-yong: Tegaskan Ada Kesalahan

    Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa salah satu alasan pemutusan kerja sama dengan Shin Tae-yong adalah kendala komunikasi antara pelatih dan pemain.

    Namun, pernyataan terbaru Kim Jong-jin seolah membantah tudingan tersebut, mempertegas bahwa Shin Tae-yong memiliki hubungan baik dengan para pemain.

    Di tengah polemik ini, Shin Tae-yong dikabarkan tengah menikmati waktu libur di Indonesia dan dijadwalkan kembali ke Korea Selatan pada Minggu (26/1/2025) malam WIB.

  • Nasib Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Erick Thohir Akan Buka Suara Besok

    Akun Instagram resmi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, dipenuhi berbagai pertanyaan dari warganet menyusul kabar pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Isu ini mencuat setelah pelatih asal Korea Selatan itu gagal membawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2024.

    Dalam unggahan terbarunya pada Minggu (5/1/2025), Erick mengumumkan bergabungnya pemain keturunan Indonesia, Ole Romeny, dengan klub Oxford United. “Tahun baru, klub baru, dan semangat baru untuk memberikan yang terbaik. Selamat datang di Oxford United, Ole!” tulis Erick di akun Instagram-nya, @erickthohir. Postingan ini disambut hangat oleh Ole Romeny, yang turut berkomentar, “Thank you Erick ??.”

    Namun, fokus warganet justru tertuju pada kabar masa depan Shin Tae-yong. Kolom komentar dibanjiri pertanyaan dan kritik terkait keputusan PSSI. “Pak Erick, tolong beri kejelasan tentang status Coach STY,” tulis salah satu akun. Tak sedikit yang mengungkapkan kekhawatiran atas nasib Timnas Indonesia jika STY benar-benar diberhentikan. Hashtag seperti #STYStay dan #SaveSTY pun ramai digunakan.

    Netizen Desak Kejelasan Nasib Shin Tae-yong

    Ribuan komentar dari warganet menunjukkan dukungan kuat kepada Shin Tae-yong. Mereka menyuarakan keberatan atas rencana pemecatan pelatih yang dinilai telah membawa perubahan signifikan pada Timnas Indonesia. Beberapa netizen menilai keputusan ini terlalu dini, mengingat target utama PSSI adalah melangkah ke Piala Dunia 2026.

    “Kami tidak rela kalau STY dipecat hanya karena Piala AFF. Fokus kita adalah babak ketiga kualifikasi. Optimisme untuk ke Piala Dunia sedang naik, jangan sampai rusak,” ujar salah satu warganet.

    Konferensi Pers untuk Menjawab Spekulasi

    Menanggapi polemik ini, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengonfirmasi bahwa Erick Thohir akan menggelar konferensi pers pada Senin (6/1/2025) pukul 12.00 WIB di Menara Danareksa, Jakarta. Acara ini diharapkan menjawab spekulasi terkait masa depan Shin Tae-yong.

    Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menekankan pentingnya mendukung transformasi besar PSSI demi mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia 2026. “Kami membutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk membawa sepak bola Indonesia ke level lebih tinggi,” ujarnya.

    Baca Juga: Shin Tae-yong Terancam Diganti? PSSI Ungkap Rencana Besar!

    Transformasi Sepak Bola Indonesia Tetap Jadi Prioritas

    Terlepas dari kontroversi ini, PSSI menyatakan bahwa fokus utama mereka tetap pada target jangka panjang, termasuk keberhasilan di panggung internasional. Keputusan terkait Shin Tae-yong akan menjadi indikator penting bagi masa depan sepak bola nasional.

    Dengan banyaknya perhatian publik terhadap isu ini, hasil konferensi pers Erick Thohir diharapkan membawa kejelasan dan menjawab tuntutan warganet.

  • Shin Tae-yong Terancam Diganti? PSSI Ungkap Rencana Besar!

    Isu pergantian pelatih Shin Tae-yong sebagai nahkoda Timnas Indonesia kembali mencuat di tengah persiapan besar menuju Piala Dunia 2026. Rumor ini semakin gencar diberitakan setelah laporan dari media Italia, Tuttosport, mengindikasikan kemungkinan PSSI mendatangkan pelatih asal Eropa untuk memperbesar peluang Indonesia lolos ke turnamen sepak bola terbesar dunia.

    Komentar PSSI soal Pergantian Shin Tae-yong

    Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, memberikan tanggapan terkait rumor Shin Tae Yong di pecat PSSI. Meskipun tidak memberikan kepastian, ia menegaskan bahwa PSSI terbuka terhadap berbagai opsi demi mencapai target besar menuju Piala Dunia.

    “PSSI jelas punya target besar menuju ke Piala Dunia, perlu dukungan semua pihak untuk bertransformasi menuju ke yang lebih baik dari segala sisi,” kata Vivin dalam wawancaranya.

    Namun, Vivin juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait masa depan Shin Tae-yong. “Formasi pemain dan tim pelatih terbaik selalu jadi salah satu pokok bahasan setiap kami meeting, tapi belum ada keputusan apa pun yang diambil,” jelasnya.

    Rekam Jejak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

    Sejak ditunjuk pada Desember 2019, Shin Tae-yong telah mencatatkan sejumlah prestasi yang membanggakan, antara lain:

    • Runner-up Piala AFF 2020
    • Medali Perunggu SEA Games 2021
    • Babak 16 besar Piala Asia 2023
    • Semifinalis Piala Asia U23 2024
    • Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

    Prestasi ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan, meskipun belum mencapai target maksimal.

    Fokus PSSI: Transformasi Menuju Piala Dunia 2026

    Saat ini, fokus utama PSSI adalah memastikan Timnas Indonesia tetap berada di jalur menuju Piala Dunia 2026. Dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia berhasil mengalahkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, membawa mereka ke posisi ketiga klasemen Grup C dengan enam poin.

    Agar bisa melaju ke fase keempat kualifikasi, Timnas Indonesia harus minimal mengamankan posisi empat besar. Pertandingan melawan Australia, Bahrain, China, dan Jepang pada 2025 akan menjadi penentu langkah berikutnya.

    Mengapa Isu Penggantian Pelatih Muncul?

    Beberapa pihak menyebut bahwa pelatih asal Eropa dianggap lebih cocok untuk membawa Timnas Indonesia ke panggung dunia. Strategi Shin Tae-yong, yang menitikberatkan pada fisik dan kecepatan, dinilai kurang efektif jika dibandingkan dengan pendekatan yang lebih taktis dari pelatih Eropa, terutama dengan semakin banyaknya pemain Indonesia yang berkiprah di liga internasional.

    Namun demikian, hingga kini belum ada keputusan final. “Semua sangat dinamis dan terbuka terhadap perubahan yang lebih baik. Tidak ada yang permanen, semua bergerak menuju arah yang tepat sesuai misi,” tambah Vivin.

    Meski isu pergantian Shin Tae-yong terus mencuat, PSSI belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini. Fokus utama saat ini adalah mendukung langkah Ketua Umum Erick Thohir dalam menyiapkan Timnas Indonesia agar tetap kompetitif di kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan dukungan berbagai pihak dan transformasi menyeluruh, PSSI optimis dapat mendekatkan Indonesia ke panggung dunia.

  • Bukan Lolos Piala Dunia 2026, Ini Target Shin Tae-yong di Kontrak Terbaru Bersama Timnas Indonesia

    Beberapa waktu lalu, pecinta sepak bola Indonesia dikhawatirkan dengan perpanjangan kontrak Shin Tae-yong yang tidak kunjung ditandatangani. Kekhawatiran semakin menjadi lantaran Coach STY, sapaan akrab Shin Tae-yong diisukan menjadi kandidat kuat sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.

    Menepis berbagai rumor, baru-baru ini Shin Tae-yong menandatangani perpanjangan kontrak sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kontrak baru tersebut akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan, atau sampai tahun 2027. 

    Rangkaian prestasi gemilang yang dicapai Shin Tae-yong lah yang membuat PSSI yakin untuk memberikan perpanjangan kontrak kepadanya hingga tahun 2027. Dengan perpanjangan kontrak ini, tentunya ada target baru yang harus dicapai oleh Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia.

    Kiprah Shin Tae-yong Bersama Garuda Muda

    PSSI kembali mengontrak Shin Tae-yong lantaran mantan pesepak bola Korea Selatan itu berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada saat itu, Shin Tae-yong ditugaskan untuk membawa Timnas Indonesia senior lolos dari fase grup Piala Asia 2023. Sementara untuk Timnas U-23, ia ditugasi untuk mencapai babak perempat final di Piala Asia U-23.

    Dengan kerja keras dan strategi yang matang, Shin Tae-yong tidak hanya berhasil mencapai target tersebut, tetapi juga mampu melampauinya. Timnas Indonesia U-23 berhasil melaju hingga babak semifinal Piala Asia U-23. Ini merupakan sebuah pencapaian yang mengejutkan banyak pihak.

    Prestasi Shin Tae-yong tidak berhenti di situ. Timnas Indonesia U-23 juga hampir mendapatkan tiket untuk berlaga di Olimpiade Paris 2024, jika saja tidak terkalahkan oleh Guinea dalam laga play-off Juni lalu.

    Baru-baru ini, Shin Tae-yong kembali membuat gebrakan mengejutkan dengan membawa Timnas Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ini menambah daftar panjang prestasi yang diraih di bawah kepemimpinannya.

    Target PSSI untuk Shin Tae-yong

    Ada target baru yang harus dicapai oleh Shin Tae-yong dalam kontrak terbarunya. Berdasarkan penuturan Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, target utama Shin Tae-yong adalah membawa Timnas Indonesia menembus peringkat 100 besar dunia. 

    Hal tersebut disampaikan Arya setelah diskusi riset Football Institute di Barito Mansion, Jakarta pada 9 Juli 2024. Arya menjelaskan bahwa Shin Tae-yong hanya dibebani untuk membawa Timnas Indonesia masuk ke peringkat 100 besar dunia. 

    “Gini, kalau target kan kita untuk pelatih sendiri kan kita berharap mencapai (ranking) 100,” kata Arya pada Selasa, 9 Juli 2024.

    Sementara untuk lolos ke Piala Dunia 2026, Arya mengaku target tersebut tidak masuk ke dalam kontrak Shin Tae-yong. Meski begitu, hal itu tetap perlu diupayakan semaksimal mungkin.

    “Target itu (lolos ronde 3) tidak masuk dalam kontrak, tapi kalau kami ingin lewat ronde 3 atau lewat Piala Dunia ya ini ya kami sih berharap jangan sampai play-off,” pungkas Arya.

    Selain tidak adanya target untuk lolos putaran ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia, target Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 juga tidak disebutkan. Hal ini karena masa jabatan Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berakhir pada 2027.

    Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Ajang untuk Menaikkan Ranking FIFA

    Keikutsertaan Garuda Muda dalam putaran ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia membuka peluang untuk meningkatkan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Setiap kemenangan atau hasil imbang melawan tim-tim kuat akan memberikan tambahan poin yang signifikan dalam peringkat dunia. 

    Ini sejalan dengan salah satu tujuan jangka panjang PSSI, yaitu membawa Timnas Indonesia ke peringkat 100 besar dunia. Saat ini, berdasarkan pemeringkatan FIFA per 20 Juni 2024, skuad Garuda menduduki posisi ke-134.

    Pada putaran ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia tergabung dalam grup C. Tim Merah Putih akan berhadapan dengan Jepang, Arab Saudi, Australia, China, dan Bahrain.

    Putaran ketiga akan dimulai September mendatang. Meski memiliki kesempatan untuk menambah poin FIFA, jalan yang perlu dilewati tentu tidak mudah. Lawan Garuda Muda di grup C terbilang tangguh. Semua tim dikenal memiliki sejarah dan reputasi yang kuat dalam sepak bola internasional.

    Sebut saja Arab Saudi, Jepang, dan Australia, ketiga negara tersebut merupakan langganan Piala Dunia. Dengan kualitas lawan yang tinggi itulah, federasi tidak memasang target untuk lolos. Meski demikian, PSSI berharap setidaknya Timnas Indonesia bisa melanjutkan kiprahnya ke Ronde 4. 

    “Gini ya, kita harus tahu nih, yang namanya di grup kita ini tiga itu adalah langganan Piala Dunia. Sementara yang lolos round 3 itu dua, artinya ada satu langganan yang tidak bisa lolos,” tutur Arya.

    “Berharapnya ketika Ronde 4 memang (peringkat) 3-4 ya, peringkat 4 (di Ronde 3) lah. Kan begitu ya. Jadi ya, udah tau ini berat banget grup, tapi kita nothing to lose kan. Kita realistis tapi berjuang habis-habisan.” tambahnya.***

  • PSSI Bicarakan Elkan Baggott, Sinyal Positif Kembali Bela Timnas Indonesia?

    Jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga, nama Elkan Baggott kembali disebut-sebut. Penggawa Timnas Indonesia yang berasal dari klub Ipswich Town itu berpeluang dipanggil kembali untuk memperkuat tim Garuda.

    Berdasarkan hasil drawing, Indonesia masuk ke dalam grup C setelah lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tim Merah Putih akan berhadapan dengan Timnas Arab, Timnas Australia, Timnas Jepang, Timnas Bahrain, dan Timnas China.

    Elkan Baggott menjadi salah satu nama yang diharapkan bisa membela Timnas dalam sepuluh pertandingan home away mendatang. Adapun ronde ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia itu akan berlangsung mulai 5 September 2024 hingga 10 Juni 2025.  

    PSSI Terus Jaga Komunikasi

    Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Elkan Baggott. Hal ini sekaligus mengonfirmasi bahwa hubungan Elkan Baggott dengan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong baik-baik saja.

    “Anak-anak tim sama head of Timnas kami juga ada komunikasi,” tutur Yunus pada Minggu, 7 Juli 2024 kepada awak media.

    Lebih lanjut, Yunus juga berharap bahwa para pemain Timnas yang memiliki paspor Indonesia, termasuk Elkan Baggott dapat membela Tanah Air kapanpun dibutuhkan.

    “Siapapun pemain yang sudah berpaspor Indonesia, kami harap bisa memperkuat tim,” tambahnya.  

    Sempat Dikabarkan Tak Harmonis dengan Shin Tae-yong

    Sebelumnya, hubungan Elkan Baggot dengan Shin Tae-yong dikabarkan kurang harmonis. Nama Elkan tidak ada dalam daftar skuad untuk membela Merah Putih dalam lanjutan Piala Asia U-23 2024. 

    Elkan juga disebut-sebut tidak merespon panggilan Shin Tae-yong saat Garuda Muda berjuang di play-off Olimpiade Paris 2024 kala melawan Guinea. Saat itu, Elkan sudah selesai menjalani kompetensi bersama Bristol Rovers. Pemain kelahiran Bangkok, Thailand itu lebih memilih menikmati liburannya ke Maladewa.

    Kabar ketidakharmonisan Elkan Baggott dengan Shin Tae-yong semakin diperkuat dengan alpanya nama bek 196 cm tersebut dalam skuad Garuda kala melanjutkan ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Padahal, Elkan selalu dipanggil Shin Tae-yong untuk membela Merah Putih di kelompok usia maupun senior. Alpanya Elkan dalam beberapa laga terakhir terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

    Menanggapi persoalan Elkan Baggott di Timnas Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya angkat bicara. Menurutnya, jika ada pemain yang tidak ingin dipanggil, maka pihak PSSI akan mencari yang lain.

    “Saya tidak bicara satu dua pemain. Ketika sebelas pemain tim nasional juga misalnya tidak mau dipanggil ya tidak apa-apa, kami cari lagi. Makanya tadi saya sampaikan training center U-17, U-20 jalan. Masa (dari) 280 juta (rakyat) kita gak punya sih 150 (pemain),” ujar Erick pada Rabu, 5 Juni 2024 lalu. 

    “Kita jangan terjebak paradigma pemain bintang. Saya percaya sepak bola itu bisa berhasil kalau bermain tim. Ini bukan permainan 1-2,” lanjutnya.

    Erick Thohir juga menyebutkan jika karakter dan visi pemain tidak sama, masih banyak anak Indonesia yang berminat untuk bermain bersama Timnas. Ia percaya bahwa berhasilnya sebuah tim sepak bola bukan karena satu atau dua pemain, melainkan berkat solidnya tim tersebut.

    Elkan Baggot terakhir kali memperkuat Timnas Indonesia pada bulan Januari Februari 2024 dalam laga Piala Asia 2023. Artinya, empat bulan terakhir Elkan tidak bergabung dengan skuad Garuda dalam berbagai pertandingan.

    Nasib Elkan Baggott di Ipswich Town

    Saat ini, nama Elkan Baggot sudah masuk ke dalam daftar pemain Ipswich Town yang akan berebut tempat di Liga Inggris 2024-2025. Namun, belakangan terdengar isu yang menyebut bahwa pemain berusia 21 tahun itu akan dipinjamkan ke klub lain.

    Tujuan pelatih Ipswich Town melepas Elkan bisa jadi agar pemain Timnas itu bisa mendapatkan menit bermain yang lebih baik. Namun, keputusan Ipswich Town terkait nasib Elkan kedepannya masih belum dapat diketahui.

    Di tengah rumor loan tersebut, nyatanya Elkan Baggot tetap fokus berlatih bersama klubnya. Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Elkan yang memperlihatkan dirinya tengah berlatih bersama pemain Ipswich Town lain.

    Berdasarkan caption yang dituliskan, Elkan baru menjalani minggu pertama berlatih dengan Ipswich Town. Unggahan itu pun mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia yang merindukan Elkan bermain bersama Timnas Garuda.

    Bahkan, salah satu penggawa Timnas Indonesia, Ivar Jenner, turut meninggalkan komentar di postingan Elkan tersebut. Ivar meninggalkan komentar lambang hati yang turut disukai oleh Elkan.

    Tidak sedikit juga netizen Indonesia yang meninggalkan komentar di postingan tersebut.

    “Tak pernah ragu dengan Elkan, ia memilih Indonesia disaat Indonesia sedang terpuruk. Ingat, Elkan tak melalui proses naturalisasi, ia memilih Indonesia saat umurnya mencukupi,” tulis akun @/442indonesia.

    “Ayo El, berjuang kembali untuk Indonesia. Entah ada permasalahan apa di belakang yang tidak kita tau antara El dan Coach, semoga ada titik tengahnya saling berbaikan lagi,” timpal akun @/bahterachandra.***