Tag: Ramadhan

  • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 di Jakarta: Waktu Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Sebulan Penuh

    Apa Itu Waktu Imsak? Makna dan Dasarnya

    Menurut buku Pengantar Ilmu Falak karya Watni Marpaung, imsak dimulai 10 menit sebelum waktu subuh dan berakhir tepat saat azan subuh berkumandang. Penetapan selisih 10 menit ini merujang pada kebiasaan Rasulullah SAW yang membaca 50 ayat Al-Qur’an di rentang waktu tersebut. Penting dipahami bahwa imsak bukanlah tanda berhenti makan sahur, melainkan batas kehati-hatian agar umat Muslim mempercepat sahur mendekati waktu subuh.

    Baca Juga: Doa Sahur: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya dalam Ramadan


    Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 DKI Jakarta Resmi dari Kemenag

    Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal imsakiyah Ramadhan 1446 H/2025 M untuk wilayah DKI Jakarta. Pada hari pertama puasa (1 Ramadhan), waktu imsak jatuh pukul 04.33 WIB, diikuti azan subuh pukul 04.43 WIB. Sementara waktu buka puasa (maghrib) dimulai pukul 18.15 WIB. Berikut detail jadwal lengkapnya:

    Tabel Jadwal Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Ramadhan 2025 di Jakarta

    Berikut tabel lengkap Jadwal Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Ramadhan 2025 di DKI Jakarta sesuai data resmi Kemenag:


    Tabel Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H/2025 M (DKI Jakarta)

    Tanggal RamadhanImsak (WIB)Subuh (WIB)Maghrib/Buka Puasa (WIB)
    1 Ramadhan04.3304.4318.15
    2 Ramadhan04.3304.4318.14
    3 Ramadhan04.3304.4318.14
    4 Ramadhan04.3304.4318.14
    5 Ramadhan04.3304.4318.13
    6 Ramadhan04.3304.4318.13
    7 Ramadhan04.3304.4318.12
    8 Ramadhan04.3304.4318.12
    9 Ramadhan04.3304.4318.12
    10 Ramadhan04.3304.4318.11
    11 Ramadhan04.3304.4318.11
    12 Ramadhan04.3304.4318.10
    13 Ramadhan04.3304.4318.10
    14 Ramadhan04.3304.4318.09
    15 Ramadhan04.3304.4318.09
    16 Ramadhan04.3304.4318.08
    17 Ramadhan04.3204.4218.08
    18 Ramadhan04.3204.4218.07
    19 Ramadhan04.3204.4218.07
    20 Ramadhan04.3204.4218.07
    21 Ramadhan04.3204.4218.07
    22 Ramadhan04.3204.4218.06
    23 Ramadhan04.3204.4218.05
    24 Ramadhan04.3204.4218.05
    25 Ramadhan04.3204.4218.04
    26 Ramadhan04.3104.4118.04
    27 Ramadhan04.3104.4118.03
    28 Ramadhan04.3104.4118.03
    29 Ramadhan04.3104.4118.02
    30 Ramadhan04.3104.4118.02

    Keterangan:

    • Jadwal ini berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
    • Waktu imsak 10 menit sebelum subuh sesuai kajian ilmu falak.
    • Perbedaan waktu buka puasa (maghrib) terjadi karena perubahan posisi matahari harian.

    Untuk keakuratan, pastikan selalu menyesuaikan dengan azan setempat atau gunakan aplikasi pengingat waktu sholat terpercaya. 🕌

    (Catatan: Jadwal lengkap tersedia di situs resmi Bimas Islam Kemenag RI atau lihat tabel di atas.)

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Pentingnya Jadwal Imsakiyah untuk Persiapan Ibadah

    Jadwal imsakiyah Ramadhan 2025 ini dapat menjadi panduan umat Muslim di Jakarta untuk:

    1. Menentukan waktu sahur yang tepat.
    2. Memperkirakan durasi ibadah (tilawah, salat malam, dll.) sebelum subuh.
    3. Mengatur aktivitas harian selama bulan puasa.

    Cek Jadwal Imsakiyah Seluruh Indonesia

    Untuk mengetahui jadwal imsak dan sholat di kota lain, kunjungi Acuan Today atau klik DI SINI untuk akses jadwal lengkap seluruh Indonesia.


    Tips:

    • Pastikan sahur selesai sebelum waktu imsak berakhir.
    • Gunakan aplikasi pengingat waktu sholat untuk akurasi lebih tinggi.
    • Unduh Jadwal Imsakiyah 2025 disini.

    Dengan jadwal ini, persiapkan ibadah Ramadhan 2025 secara optimal! 🌙

  • Doa Sahur: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya dalam Ramadan

    Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dinanti umat Muslim. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan sebelum berpuasa adalah Doa Sahur. Sahur tidak hanya sekadar makan sebelum fajar, tetapi juga momen spiritual untuk memohon kekuatan dan keberkahan dari Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara detail tentang bacaan doa sahur, waktu terbaik, keutamaannya, serta tips menjalankan sahur sesuai tuntunan Islam.


    Apa Itu Doa Sahur?

    Doa Sahur adalah permohonan yang dibaca saat menyantap sahur, sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum memulai puasa. Meskipun tidak ada doa khusus yang tercantum dalam Al-Qur’an atau Hadits, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa dengan hati ikhlas dan mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW. Doa ini bertujuan untuk memohon kelancaran ibadah puasa, kesehatan, serta perlindungan dari rasa lapar dan dahaga.


    Bacaan Doa Sahur yang Dianjurkan

    Berikut adalah bacaan doa yang sering diamalkan saat sahur:
    Arab:
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
    Latin:
    Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ.
    Artinya:
    Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

    Selain niat puasa, dianjurkan juga membaca doa umum seperti:
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
    Artinya:
    “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”


    Waktu Terbaik untuk Sahur dan Berdoa

    Sahur dilakukan di sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 03.00 hingga sebelum subuh (waktu imsak). Rasulullah SAW bersabda:
    “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari-Muslim).
    Berdoa di waktu ini diyakini mustajab karena sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Imran: 17 tentang keutamaan orang yang beristighfar di akhir malam.

    Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah


    5 Keutamaan Doa Sahur dalam Ramadan

    1. Mendapatkan Keberkahan: Sahur menguatkan fisik dan spiritual, sekaligus membuka pintu rezeki.
    2. Doa Dikabulkan: Waktu sahur adalah saat mustajab untuk berdoa (QS. Adz-Dzariyat: 18).
    3. Meneladani Nabi: Nabi Muhammad SAW selalu mengakhirkan sahur dan menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkannya.
    4. Meningkatkan Iman: Berdoa di waktu sahur memperkuat hubungan dengan Allah.
    5. Menjaga Kesehatan: Sahur membantu tubuh tetap bugar selama puasa.

    Tips Menjalankan Sahur Sesuai Sunnah

    • Makan Secukupnya: Hindari berlebihan agar tidak mengantuk saat ibadah.
    • Perbanyak Air Putih dan Serat: Cegah dehidrasi dan lapar di siang hari.
    • Ajak Keluarga: Jadikan sahur sebagai momen kebersamaan.
    • Sholat Tahajud atau Qiyamul Lail: Manfaatkan waktu sahur untuk ibadah tambahan.
    • Tutup dengan Doa: Mohon kekuatan dan kesabaran selama puasa.

    Kesalahan Umum Saat Sahur

    1. Melewatkan Sahur karena malas bangun.
    2. Terburu-buru sehingga lupa berdoa.
    3. Mengkonsumsi Makanan Tidak Sehat seperti gorengan atau kafein berlebihan.

    Penutup: Raih Keberkahan Ramadan dengan Doa Sahur

    Doa Sahur adalah ritual penting yang mengawali puasa dengan penuh makna. Dengan memahami bacaan, waktu, dan keutamaannya, ibadah Ramadan pun menjadi lebih bermakna. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar lebih banyak orang terbantu dalam menjalankan sahur sesuai sunnah!

  • Tata Cara Sholat Tarawih: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah

    Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Memahami tata cara sholat Tarawih dengan tepat menjadi kunci agar ibadah ini bernilai maksimal. Artikel ini akan membahas secara detail niat sholat Tarawih, jumlah rakaat Tarawih, doa sholat Tarawih, hingga waktu sholat Tarawih yang sesuai sunnah. Simak panduan lengkapnya berikut!


    Apa Itu Sholat Tarawih?

    Sholat Tarawih dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan, setelah sholat Isya dan sebelum sholat Witir. Kata “Tarawih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “istirahat”, merujuk pada jeda singkat setelah setiap 4 rakaat. Keutamaannya meliputi pengampunan dosa dan pahala berlipat, menjadikannya ibadah yang dinanti umat Islam.

    Baca Juga: Doa Sholat Witir: Panduan Lengkap Beserta Bacaan, Tata Cara, Keutamaan, dan Tips Agar Khusyuk


    Jumlah Rakaat Sholat Tarawih (Sholat Tarawih Berapa Rakaat?)

    Pertanyaan “Tarawih berapa rakaat?” sering muncul karena adanya perbedaan praktik. Berikut penjelasannya:

    • 8 Rakaat + 3 Witir: Merujuk kebiasaan Rasulullah SAW (total 11 rakaat).
    • 20 Rakaat + 3 Witir: Dianut mazhab Hanafi, Syafi’i, & Hanbali (total 23 rakaat).
    • 36 Rakaat + 3 Witir: Dianjurkan mazhab Maliki.

    Di Indonesia, jumlah rakaat Tarawih yang umum adalah 11 atau 23 rakaat. Pilih sesuai tradisi atau kemampuan!


    Niat Sholat Tarawih (Lengkap untuk Imam, Makmum, & Sendiri)

    Niat sholat Tarawih wajib diucapkan dalam hati sebelum takbir. Berikut contohnya:

    • Niat Tarawih Sendiri:
      “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’atayni lillahi ta’ala”
      Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih 2 rakaat karena Allah.”
    • Niat Sebagai Imam/Makmum:
      Ganti kata “rak’atayni” dengan “imaman” (imam) atau “ma’muman” (makmum).

    Jangan lupa baca niat sholat Witir setelahnya:
    “Ushalli sunnatal Witri thalatha rak’atin lillahi ta’ala”.


    Tata Cara Sholat Tarawih Langkah demi Langkah

    Berikut tata cara sholat Tarawih yang benar:

    1. Persiapan: Berwudu dan pastikan tempat bersih.
    2. Niat: Ucapkan sesuai posisi (imam, makmum, atau sendiri).
    3. Takbiratul Ihram: Angkat tangan sambil mengucap “Allahu Akbar”.
    4. Bacaan Surah: Baca Al-Fatihah + surah pendek (contoh: Al-Ikhlas).
    5. Gerakan Sholat: Lakukan ruku, sujud, dan duduk sesuai tuntunan.
    6. Salam: Akhiri 2 rakaat dengan salam.
    7. Ulangi hingga mencapai jumlah rakaat yang dipilih (8/20/36).
    8. Sholat Witir: Tutup dengan 3 rakaat Witir (2+1 atau langsung 3 rakaat).

    Catatan: Untuk tata cara sholat Tarawih di rumah, ikuti langkah di atas tanpa beda, hanya tidak berjamaah.


    Doa Sholat Tarawih dan Witir

    Setelah Tarawih, dianjurkan membaca doa sholat Tarawih berikut:
    “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
    Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun. Mohon ampunkanlah aku.”


    Waktu Sholat Tarawih 2025

    Sholat Tarawih jam berapa? Dilaksanakan setelah sholat Isya hari ini hingga sebelum Subuh. Untuk kapan sholat Tarawih 2025, pelaksanaannya dimulai malam pertama Ramadan (tergantung rukyatul hilal). Organisasi seperti NU dan Muhammadiyah biasanya mengumumkan jadwal resmi (Tarawih NU 2025 atau Tarawih Muhammadiyah).

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Hukum Sholat Tarawih

    Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Meski tidak wajib, Rasulullah SAW menjanjikan pahala besar bagi yang mengerjakannya.


    FAQ Seputar Sholat Tarawih

    1. Apakah Tarawih wajib?
      Tidak, tapi memiliki keutamaan tinggi.
    2. Bolehkah sholat Tarawih di rumah?
      Boleh, baik sendiri atau berjamaah dengan keluarga.
    3. Berapa lama waktu sholat Tarawih?
      Sekitar 30-60 menit, tergantung kecepatan imam.
    4. Apa beda Tarawih dan Tahajud?
      Tarawih khusus Ramadan, Tahajud bisa dilaksanakan kapan saja.

    Penutup

    Dengan memahami tata cara sholat Tarawih, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga doa, ibadah Ramadan Anda semakin berkualitas. Jangan lewatkan keutamaan sholat ini, baik di masjid maupun di rumah. Selamat menunaikan ibadah Tarawih 2025!

  • Niat Mandi Puasa Ramadhan: Tata Cara, Doa, dan Waktu yang Tepat Sesuai Syariat

    Ramadhan adalah bulan suci yang ditunggu umat Muslim. Selain menahan lapar dan dahaga, persiapan spiritual dan fisik seperti mandi puasa Ramadhan (ghusl) menjadi hal krusial. Artikel ini akan mengulas detail niat mandi puasa Ramadhan, tata cara, doa, serta keutamaan sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.


    Apa Itu Mandi Puasa Ramadhan?

    Mandi puasa Ramadhan atau ghusl adalah ritual bersuci dengan mengalirkan air ke seluruh tubuh. Meski tidak wajib bagi semua orang, mandi ini dianjurkan bagi yang mengalami hadats besar (seperti junub, haid, atau nifas) sebelum memulai puasa. Niat mandi puasa Ramadhan menjadi kunci sahnya ibadah ini.


    Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Menurut Islam

    Ulama sepakat bahwa mandi puasa Ramadhan hanya wajib bagi orang yang berhadats besar. Namun, bagi yang tidak dalam kondisi tersebut, mandi sunnah tetap dianjurkan untuk kebersihan dan kesegaran. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm menyebutkan:

    “Mandi sebelum fajar di bulan Ramadhan adalah sunnah untuk menghilangkan bau tidak sedap selama berpuasa.”


    Tata Cara Mandi Puasa Ramadhan yang Benar

    Berikut panduan lengkap tata cara mandi puasa Ramadhan sesuai syariat:

    1. Membaca Niat:
      نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
      “Nawaitul ghusla lifraf’il hadatsil akbari lillahi ta’ala.”
      Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.”
    2. Membasuh Seluruh Tubuh:
    • Mulai dari kepala, rambut, hingga ujung kaki.
    • Pastikan air mengalir ke sela-sela tubuh.
    1. Doa Setelah Mandi:
      أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
      “Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluhū.”

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Waktu Terbaik untuk Mandi Puasa Ramadhan

    • Sebelum Sahur atau Subuh: Agar tubuh tetap segar selama berpuasa.
    • Setelah Berhubungan Suami-Istri: Wajib mandi sebelum imsak.
    • Bagi Wanita Haid/Nifas: Mandi setelah darah berhenti dan sebelum masuk waktu Subuh.

    Tips: Hindari menunda mandi hingga mendekati imsak agar tidak terburu-buru.

    Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib: Panduan Lengkap Sesuai Syariat Islam


    Kesalahan Umum dalam Melaksanakan Mandi Puasa

    1. Tidak melafalkan niat mandi puasa Ramadhan dengan jelas.
    2. Tidak membasuh seluruh tubuh, termasuk bagian tersembunyi.
    3. Menganggap mandi wajib hanya untuk orang junub, padahalmandi juga dianjurkan untuk kebersihan.

    Keutamaan Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

    • Meningkatkan Kualitas Ibadah: Tubuh bersih memudahkan konsentrasi saat salat dan tilawah.
    • Meneladani Sunnah Nabi: Rasulullah SAW kerap menjaga kebersihan diri sebelum ibadah.
    • Mencegah Bau Tidak Sedap: Mandi mengurangi risiko bau badan selama berpuasa.

    FAQ Seputar Niat Mandi Puasa Ramadhan

    1. Apakah mandi wajib sebelum puasa Ramadhan?
      Hanya wajib bagi yang berhadats besar. Untuk lainnya, sunnah.
    2. Bagaimana jika lupa membaca niat?
      Ulangi mandi dan bacakan niat dengan sungguh-sungguh.
    3. Bolehkah mandi setelah imsak?
      Boleh, asal tidak sengaja menunda hingga lewat waktu sahur.

    Memahami niat mandi puasa Ramadhan dan tata caranya adalah langkah awal menyambut bulan penuh berkah. Kombinasikan dengan niat ikhlas, memperbanyak amal saleh, dan menjaga kesehatan agar puasa Ramadhan tahun ini lebih bermakna.

    Bagikan artikel ini ke kerabat agar lebih banyak umat Muslim paham tata cara niat mandi puasa Ramadhan yang benar!

  • Ramadan 2025: Tanggal Hijriah, Jadwal Puasa, dan Berapa Hari Lagi

    Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang Ramadan 2025, termasuk Ramadan 2025 berapa Hijriah, jadwal puasa Ramadan 2025, mulai puasa 2025, hingga berapa hari lagi puasa 2025 dari hari ini. Kami juga akan menyertakan informasi terkait perbedaan penentuan awal puasa menurut Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah melalui sidang isbat. Mari kita simak!

    Apa Itu Ramadan?

    Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam tahun Hijriah 2025, kalender lunar yang digunakan umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam melaksanakan ibadah puasa wajib selama sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, dan perilaku negatif dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Ramadan juga menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, introspeksi diri, dan berbagi kebaikan melalui sedekah.

    Ramadan 2025 Berapa Hijriah?

    Karena kalender Hijriah berbasis bulan (lunar), tanggalnya bergeser setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Gregorian. Ramadan 2025 diperkirakan akan jatuh pada bulan Ramadan 1446 Hijriah. Awal Ramadan ditentukan oleh penampakan hilal (bulan sabit) atau perhitungan astronomis, sehingga tanggal pastinya dapat bervariasi.

    Berdasarkan proyeksi astronomis:

    • Awal Ramadan 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Februari 2025 atau 1 Maret 2025 dalam kalender Gregorian, tergantung pada hasil rukyat (pengamatan hilal) dan sidang isbat pemerintah Indonesia.

    Namun, untuk kepastian, kita harus menunggu pengumuman resmi dari otoritas seperti Kementerian Agama RI, Muhammadiyah, atau NU.

    Jadwal Puasa Ramadan 2025

    Berikut adalah perkiraan jadwal puasa Ramadan 2025 berdasarkan proyeksi kalender:

    • Mulai Puasa 2025: 28 Februari atau 1 Maret 2025 (menunggu konfirmasi resmi).
    • Akhir Puasa: 29 atau 30 Maret 2025, tergantung lama Ramadan (29 atau 30 hari).
    • Hari Raya Idul Fitri 1446 H: 30 atau 31 Maret 2025.

    Perbedaan Penentuan Awal Puasa

    Di Indonesia, penentuan awal puasa 2025 sering kali berbeda antara:

    1. Muhammadiyah: Menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis). Puasa Muhammadiyah 2025 kemungkinan dimulai pada 28 Februari 2025 jika sesuai prediksi hisab.
    2. Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah: Menggunakan kombinasi rukyat (pengamatan hilal) dan sidang isbat. Puasa tanggal berapa NU biasanya diumumkan setelah sidang, bisa sama atau selisih satu hari dengan Muhammadiyah.

    Sidang isbat biasanya diadakan mendekati tanggal 29 Sya’ban 1446 H (sekitar 27 atau 28 Februari 2025) untuk menetapkan puasa tanggal berapa 2025.

    Tahun Hijriah 2025

    Kalender 2025 berapa Hijriah mencakup dua tahun Hijriah:

    • Awal 2025: Masih dalam tahun 1446 Hijriah.
    • Akhir 2025: Bertransisi ke 1447 Hijriah, yang diperkirakan dimulai pada 19 atau 20 Januari 2026.

    Untuk Ramadan, fokusnya adalah pada 1446 H, yang mencakup bulan kesembilan, yaitu Ramadan.

    Berapa Hari Lagi Puasa 2025?

    Untuk menghitung puasa berapa hari lagi atau Ramadan berapa hari lagi, kita harus tahu tanggal saat ini. Misalnya, jika artikel ini dibaca pada 1 November 2024:

    • Jika puasa dimulai 28 Februari 2025, maka:
      • November 2024: 30 hari tersisa (1-30 Nov).
      • Desember 2024: 31 hari.
      • Januari 2025: 31 hari.
      • Februari 2025: 28 hari (hingga tanggal 28).
      • Total = 30 + 31 + 31 + 28 = 120 hari.

    Jadi, berapa hari lagi puasa 2025 dari 1 November 2024 adalah sekitar 120 hari jika dimulai 28 Februari 2025. Jika mulai 1 Maret 2025, tambah 1 hari menjadi 121 hari. Pastikan menghitung ulang sesuai tanggal Anda membaca artikel ini!

    Baca Juga: Doa Zakat Fitrah: Panduan Lengkap Beserta Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya

    Puasa Hari Apa 2025?

    Berdasarkan proyeksi:

    • 28 Februari 2025: Hari Jumat.
    • 1 Maret 2025: Hari Sabtu.

    Hari pasti akan bergantung pada penetapan resmi awal puasa.

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab

    Tips Menyambut Ramadan 2025

    1. Persiapan Fisik: Biasakan makan sehat sebelum puasa.
    2. Persiapan Spiritual: Perbanyak doa dan membaca Al-Qur’an.
    3. Berbagi: Rencanakan sedekah untuk membantu sesama.
    4. Atur Jadwal: Sesuaikan aktivitas harian dengan ibadah puasa.

    Mengapa Ramadan Penting?

    Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan kedekatan dengan Allah. Sekitar 1,8 miliar Muslim di dunia merayakan bulan ini, menjadikannya momen global yang penuh makna.

    Ramadan 2025 atau Ramadan 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Februari atau 1 Maret 2025, dengan jadwal puasa ditentukan oleh sidang isbat, Muhammadiyah, atau NU. Dari 1 November 2024, puasa tanggal berapa 2025 masih sekitar 120-121 hari lagi. Pantau terus informasi resmi untuk kepastian tanggal. Mari sambut awal puasa 2025 dengan persiapan terbaik! Bagikan artikel ini jika bermanfaat, dan beri tahu kami pendapat Anda di kolom komentar.

    Catatan: Tanggal dapat berubah berdasarkan pengamatan hilal. Selalu ikuti pengumuman resmi dari otoritas terkait.

  • Tulisan Marhaban Ya Ramadhan 2025: Inspirasi Poster, Ucapan, dan Gambar Menyambut Bulan Suci

    Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi menyambutnya adalah dengan menggunakan tulisan Marhaban Ya Ramadhan dalam dekorasi, poster, atau ucapan. Tulisan ini tidak hanya menjadi simbol kegembiraan, tetapi juga sarana memperkuat semangat ibadah. Di tahun 2025, tren desain poster dan gambar bertema Ramadan semakin kreatif. Artikel ini akan membahas arti “Marhaban Ya Ramadhan”, contoh poster menyambut bulan Ramadhan, inspirasi gambar Ramadhan 2025, serta tips membuat desain yang menarik dan sesuai kaidah SEO.


    Apa Arti Tulisan Marhaban Ya Ramadhan?

    Marhaban Ya Ramadhan berasal dari bahasa Arab yang berarti “Selamat Datang, Wahai Ramadhan”. Kalimat ini mencerminkan kegembiraan dan rasa syukur atas kedatangan bulan suci. Penggunaannya dalam tulisan, poster, atau gambar bertujuan untuk menyebarkan semangat kebersamaan dan ketaqwaan.

    Dalam budaya Indonesia, tulisan Marhaban Ya Ramadhan sering dihias dengan kaligrafi Arab, ornamen islami, atau ilustrasi bulan sabit. Tak hanya sebagai hiasan, tulisan ini juga menjadi pengingat untuk mempersiapkan diri secara spiritual menyambut puasa.

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Inspirasi Contoh Poster Menyambut Bulan Ramadhan 2025

    Poster menjadi media efektif untuk menyebarkan semangat Ramadhan. Berikut beberapa ide desain poster Marhaban Ya Ramadhan 2025 yang bisa menjadi referensi:

    1. Poster Simple dengan Kaligrafi Dominan
    Poster marhaban ya ramadhan Simple dengan Kaligrafi
    • Gunakan warna pastel seperti hijau mint atau emas untuk latar belakang.
    • Tambahkan tulisan Marhaban Ya Ramadhan dalam kaligrafi Arab yang elegan.
    • Sisipkan ilustrasi sederhana seperti masjid, bulan sabit, atau lampu hias.
    1. Poster Tema Pawai Ramadhan
    Poster Tema Pawai Ramadhan
    • Gambarkan keramaian pawai dengan anak-anak membawa obor atau spanduk.
    • Kombinasikan dengan ucapan Ramadhan 2025 seperti “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”.
    1. Poster Lucu dengan Karakter Kartun
    Marhaban ya ramadhan Poster Lucu dengan Karakter Kartun
    • Desain cocok untuk media sosial atau komunitas anak-anak.
    • Contoh: Karikan keluarga Muslim dengan balon bertuliskan “Marhaban Ya Ramadhan 2025”.
    1. Poster Minimalis dengan Gradiasi Warna
    gambar tema Ramadhan
    • Pilih gradasi warna ungu ke emas untuk kesan mewah.
    • Tambahkan gambar tema Ramadhan seperti kurma atau Al-Qur’an.

    Trend Gambar Marhaban Ya Ramadhan 2025

    Trend Gambar Marhaban Ya Ramadhan 2025

    Tahun 2025 diprediksi akan didominasi oleh desain futuristik namun tetap religius. Beberapa tren gambar Ramadhan 2025 yang bisa diadopsi:

    • 3D Islamic Art: Kaligrafi Marhaban Ya Ramadhan dengan efek 3D dan bayangan dinamis.
    • Illustrasi Digital: Gambar masjid bergaya flat design dengan palet warna cerah.
    • Kolase Budaya Lokal: Gabungkan motif batik atau tenun dengan tulisan Arab.
    • Animasi GIF: Gambar bergerak untuk media sosial, seperti lampu hias berkedip bertuliskan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”.

    Kumpulan Ucapan Ramadhan 2025 untuk Poster

    Selain desain visual, kata-kata menyentuh juga penting. Berikut kata kata Ramadhan yang bisa dipadukan dengan poster:

    • “Marhaban Ya Ramadhan 2025, Bulan Penuh Ampunan dan Berkah.”
    • “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Hati Bersinar Layaknya Bulan di Malam Ramadhan.”
    • “Sambut Ramadhan dengan Senyum, Ikhlas, dan Jiwa yang Suci.”
    • Marhaban Ya Ramadhan! Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga penuh berkah dan ampunan.
    • Bulan Ramadhan 2025 telah tiba, saatnya membersihkan hati, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.
    • Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Ramadhan tahun ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua.
    • “Marhaban Ya Ramadhan 2025! Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan.”
    • “Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Mari kita sambut bulan ini dengan hati yang bersih dan penuh harapan.”
    • “Ramadhan Kareem! Semoga setiap langkah kita di bulan ini menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.”

    Contoh Desain Poster Pawai Ramadhan 2025

    Contoh Desain Poster Pawai Ramadhan 2025
    Contoh gambar pawai Ramadhan

    Poster pawai Ramadhan biasanya lebih colorful. Ide desainnya:

    • Latar belakang jalanan malam dengan lampu hias.
    • Siluet masyarakat membawa obor dan spanduk Marhaban Ya Ramadhan 2025.
    • Tambahkan tanggal pelaksanaan pawai dan nama komunitas.

    Mengapa Poster Ramadhan Penting?

    Poster tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga media:

    1. Pengingat waktu puasa dan kajian keagamaan.
    2. Sarana edukasi tentang makna Ramadhan.
    3. Mempererat tali silaturahmi melalui ucapan yang dibagikan.

    FAQ Seputar Tulisan Marhaban Ya Ramadhan

    Q: Di mana bisa download template poster Ramadhan gratis?
    A: Coba situs Canva, Freepik, atau Pinterest dengan keyword “poster Ramadhan simple”.

    Q: Apa beda Marhaban Ya Ramadhan dan Ramadan Kareem?
    A: Keduanya berarti menyambut Ramadhan, namun “Marhaban” lebih umum di Indonesia, sedangkan “Ramadan Kareem” populer di Timur Tengah.

    disini kami sediakan Link Download Gambar Marhaban Ya Ramadhan 2025


    Menyambut bulan suci Ramadhan 2025 dengan penuh kebahagiaan adalah bagian dari tradisi umat Islam. Tulisan Marhaban Ya Ramadhan bukan sekadar ucapan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas datangnya bulan penuh berkah. Melalui poster menyambut bulan Ramadhan, gambar Ramadhan, hingga pawai Ramadhan, suasana meriah dapat dirasakan oleh semua kalangan.

    Baca Juga: Libur Awal Puasa Ramadhan 2025: Jadwal Libur Sekolah & Cuti Bersama Lebaran (PDF Resmi)

    Jangan lupa untuk membagikan poster Ramadhan simple atau gambar Marhaban Ya Ramadhan 2025 di media sosial agar semakin banyak orang ikut merasakan kebahagiaan menyambut Ramadhan. Semoga ibadah kita di bulan suci ini diterima dan diberkahi oleh Allah SWT. Marhaban Ya Ramadhan 2025!

  • Doa Sholat Witir: Panduan Lengkap Beserta Bacaan, Tata Cara, Keutamaan, dan Tips Agar Khusyuk

    Sholat witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah ini kerap menjadi penutup rangkaian sholat malam, termasuk sholat tarawih di bulan Ramadhan. Di antara keistimewaannya adalah doa sholat witir yang dibaca setelah salam, sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang niat sholat witir, tata cara sholat witir, bacaan doa witir, hingga keutamaannya. Simak juga tips praktis untuk mengoptimalkan kekhusyukan ibadah ini!


    Apa Itu Sholat Witir?

    Sholat witir adalah sholat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil (1, 3, 5, dll.). Rasulullah SAW bersabda:
    “Witir adalah hak atas setiap Muslim. Barangsiapa ingin mengerjakan witir 5 rakaat, lakukanlah. Barangsiapa ingin 3 rakaat, lakukanlah. Dan barangsiapa ingin 1 rakaat, lakukanlah.” (HR. Abu Dawud).

    Sholat ini disebut witir (ganjil) karena mengikuti sifat Allah SWT yang Al-Witr (Maha Ganjil). Dalam hadis lain, Nabi SAW menegaskan:
    “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil. Maka lakukanlah sholat witir, wahai ahli Al-Qur’an!” (HR. Ahmad).

    Sholat witir bisa dilakukan setelah sholat Isya hingga terbit fajar. Namun, mayoritas ulama menganjurkan untuk mengakhirinya di sepertiga malam terakhir, bertepatan dengan waktu mustajabnya doa.


    Niat Sholat Witir: Lafal dan Maknanya

    Sebelum memulai sholat, membaca niat sholat witir hukumnya wajib. Berikut lafal niat berdasarkan jumlah rakaat:

    1. Niat Sholat Witir 1 Rakaat
      “Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’ala.”
      Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
    2. Niat Sholat Witir 3 Rakaat
    • Cara 1 (2+1 rakaat):
      Niat untuk 2 rakaat: “Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’ala.”
      Setelah salam, niat 1 rakaat: “Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’ala.”
    • Cara 2 (3 rakaat sekaligus):
      “Usholli sunnatal witri tsalatsa roka’atin lillahi ta’ala.”
    1. Niat Sholat Witir 5, 7, atau 9 Rakaat
      “Usholli sunnatal witri [angka] roka’atin lillahi ta’ala.”

    Perbedaan madzhab (Syafi’i, Hanafi, dll.) mungkin memengaruhi cara membaca niat. Namun, intinya adalah menghadirkan keikhlasan dalam hati.


    Tata Cara Sholat Witir: Langkah Demi Langkah

    Berikut panduan lengkap tata cara sholat witir sesuai sunnah:

    1. Takbiratul Ihram
      Membaca niat dalam hati sambil mengangkat tangan.
    2. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek
    • Rakaat Pertama: Al-Fatihah + Surah Al-A’la (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى).
    • Rakaat Kedua: Al-Fatihah + Surah Al-Kafirun (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ).
    • Rakaat Ketiga: Al-Fatihah + Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (disunahkan untuk 3 rakaat).
    1. Qunut pada Rakaat Terakhir
      Dalam madzhab Syafi’i, membaca doa qunut di rakaat terakhir sebelum rukuk sangat dianjurkan. Contoh doa qunut:
      “Allahummahdini fiiman hadait…” selengkapnya disini.
    2. Salam
      Mengakhiri sholat dengan salam ke kanan dan kiri.
    3. Membaca Doa Sholat Witir
      Setelah salam, disunahkan membaca doa setelah sholat witir dan dilanjutkan dengan doa pribadi.

    Baca Juga: Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan


    Bacaan Doa Sholat Witir: Arab, Latin, dan Artinya

    Bacaan Doa Sholat Witir: Arab, Latin, dan Artinya
    Bacaan Doa Sholat Witir

    Doa utama yang diajarkan Rasulullah SAW setelah sholat witir adalah:

    Arab:
    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ. رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ.

    Latin:
    Subhanal Malikil Quddus (3x), Rabbil mala’ikati warruh (3x).

    Artinya:
    “Maha Suci Raja Yang Maha Kudus (3x), Tuhan para malaikat dan ruh (3x).”

    Doa ini dibaca dengan mengangkat suara pada pengulangan ketiga (HR. An-Nasa’i). Setelahnya, dianjurkan membaca doa tambahan seperti:
    “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam…”
    (“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam…”).


    Keutamaan Sholat Witir dan Doanya

    1. Penghapus Dosa
      Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa sholat malam dan witir, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud).
    2. Waktu Mustajab untuk Berdoa
      Doa setelah sholat witir di sepertiga malam adalah waktu yang paling dekat dengan pengabulan Allah SWT.
    3. Penjaga dari Gangguan
      Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Nabi SAW menyebut bahwa sholat witir dan doanya melindungi dari gangguan hingga subuh.
    4. Mendekatkan Diri kepada Allah
      Sholat witir adalah bentuk ketaatan yang memperkuat hubungan spiritual.

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Sholat Witir di Bulan Ramadhan: Amalan Istimewa

    Di bulan Ramadhan, sholat witir sering digabungkan dengan tarawih. Beberapa praktik yang umum:

    • 11 Rakaat (8 tarawih + 3 witir) dengan 2 rakaat-2 rakaat.
    • 23 Rakaat (20 tarawih + 3 witir) di beberapa komunitas.
    • Doa bersama setelah witir sebagai penutup ibadah malam.

    Tips Agar Sholat Witir Lebih Khusyuk

    1. Persiapkan Mental dan Fisik
      Hindari makan berat sebelum sholat dan lakukan dzikir ringan untuk menenangkan hati.
    2. Pahami Makna Bacaan
      Pelajari arti doa sholat witir agar bisa menghayati setiap kalimat.
    3. Gunakan Alas Sholat Khusus
      Sediakan sajadah di tempat tenang untuk meminimalisir gangguan.
    4. Rutinkan Meski Sedikit
      Lebih baik 1 rakaat secara konsisten daripada 3 rakaat sesekali.

    FAQ Seputar Sholat Witir

    Q: Bolehkah sholat witir setelah tarawih di awal malam?
    A: Boleh, terutama bagi yang khawatir tidak bangun di akhir malam.

    Q: Apa hukum mengqadha sholat witir?
    A: Sunnah. Jika terlewat, boleh dilaksanakan siang hari dengan jumlah rakaat genap.

    Q: Bolehkah membaca doa witir dalam bahasa Indonesia?
    A: Boleh selama memahami maknanya, tetapi lafal Arab lebih utama.

    Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud 4 Rokaat Berikut Doanya Wajib Tahu


    Penutup: Jadikan Sholat Witir sebagai Kebiasaan

    Doa sholat witir bukan sekadar ritual, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami tata cara sholat witir, niat, dan keutamaannya, kita bisa menghidupkan sunnah Nabi SAW secara konsisten. Mulailah dengan 1 rakaat, lalu tingkatkan secara bertahap. Semoga artikel ini menjadi panduan bermakna untuk meraih keberkahan sholat witir!

  • Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab

    Niat puasa Ramadhan adalah rukun wajib yang menentukan keabsahan ibadah puasa. Tanpa niat yang benar sesuai tuntunan syariat, puasa Ramadhan tidak sah. Artikel ini mengulas tata cara, bacaan, waktu terbaik, hingga perbedaan mazhab seputar niat puasa Ramadhan. Simak panduan lengkapnya untuk memastikan ibadah Anda diterima Allah SWT!


    Hukum Niat Puasa Ramadhan dalam Islam

    Dalam Islam, niat puasa Ramadhan bersifat fardhu ain (kewajiban individu). Rasulullah SAW bersabda:
    “Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud).
    Niat menjadi penentu status ibadah, membedakan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah atau ibadah lainnya.


    Perbedaan Tata Cara Niat Puasa Wajib vs. Sunnah

    Puasa Wajib (Ramadhan, Qadha, Nazar):

    • Waktu niat: malam hari sebelum terbit fajar (berdasarkan mazhab Syafi’i).
    • Harus spesifik: menyebutkan jenis puasa (misal: “niat puasa Ramadhan”).

    Puasa Sunnah:

    • Boleh niat sampai siang hari (sebelum waktu Dzuhur), asalkan belum makan/minum sejak subuh.
    • Contoh: Puasa Senin-Kamis atau Syawal.

    Waktu Terbaik Membaca Niat Puasa Ramadhan

    Menurut Mazhab Syafi’i, niat harus diulang setiap malam selama Ramadhan. Waktu idealnya:

    • Setelah shalat Tarawih
    • Saat makan sahur (sebelum imsak)

    Sedangkan Mazhab Maliki memperbolehkan niat sekali sebulan di malam pertama Ramadhan. Pendapat ini cocok untuk antisipasi lupa atau ketiduran.

    Baca Juga: Kapan Puasa dan Idul Fitri? Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025


    Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian & Sebulan Penuh

    1. Niat Harian (Mazhab Syafi’i):
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Sebulan Penuh (Mazhab Maliki):
    نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”


    Perbedaan Mazhab Syafi’i vs. Maliki dalam Niat Puasa

    AspekMazhab Syafi’iMazhab Maliki
    Frekuensi NiatSetiap malamSekali di awal Ramadhan
    AlasanSetiap hari ibadah independenRamadhan sebagai satu kesatuan
    FleksibilitasLebih ketatMemudahkan jika lupa

    Rekomendasi Ulama:

    • Gabungkan kedua pendapat: Niat sebulan di malam pertama (ikut Maliki) + perbarui tiap malam (ikut Syafi’i) untuk kehati-hatian.

    5 Tips Memperkuat Niat Puasa Ramadhan

    1. Tuliskan niat di buku atau pengingat digital.
    2. Baca niat usai Tarawih atau sebelum tidur.
    3. Sertakan doa saat sahur untuk menguatkan tekad.
    4. Ajarkan keluarga cara niat yang benar.
    5. Ikuti kajian fiqih Ramadhan untuk memperdalam pemahaman.

    FAQ Seputar Niat Puasa Ramadhan

    Q: Apa hukumnya lupa niat puasa Ramadhan?
    A: Menurut Maliki, tetap sah jika sudah niat sebulan. Menurut Syafi’i, wajib qadha hari yang terlupa.

    Q: Bisakah niat puasa dalam bahasa Indonesia?
    A: Boleh asalkan memahami maknanya. Namun, bacaan Arab lebih utama.

    Q: Bagaimana jika terlambat niat sampai siang hari?
    A: Untuk puasa wajib, tidak sah dan harus qadha.


    Niat puasa Ramadhan bukan sekadar bacaan, tapi komitmen hati untuk taat pada Allah SWT. Dengan memahami tata cara dan perbedaan mazhab, kita bisa menjalankan ibadah secara kaffah (sempurna). Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki kualitas niat dan ibadah!

  • Tidak Ada Libur Sekolah Selama Ramadhan? Begini Penjelasan dan Kebijakan Terbarunya

    Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada istilah “libur sekolah” selama bulan Ramadhan. Sebaliknya, konsep “pembelajaran di bulan Ramadhan” menjadi pendekatan yang digunakan untuk menyusun jadwal sekolah selama periode ini. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

    “Hindari penggunaan kata libur. Tidak ada pernyataan libur Ramadhan, yang ada adalah pembelajaran di bulan Ramadhan. Fokus utama adalah pembelajaran, bukan libur Ramadhan,” jelas Abdul Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

    Pembelajaran Ramadhan: Hasil Diskusi Lintas Kementerian

    Abdul Mu’ti menambahkan bahwa mekanisme pembelajaran selama Ramadhan sedang dirumuskan melalui diskusi lintas kementerian. Proses ini melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

    “Kami sudah membahasnya secara lintas kementerian dan telah mencapai kesepakatan bersama,” ungkap Mu’ti. Ia juga menyebutkan bahwa detail pelaksanaan akan diumumkan melalui Surat Edaran (SE) resmi dalam waktu dekat.

    “Tinggal menunggu penerbitan SE. Semua akan dijelaskan secara rinci begitu SE diterbitkan,” tambahnya.

    Pilihan Kebijakan untuk Sekolah Selama Ramadhan

    Sebelumnya, Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i, mengungkapkan bahwa ada wacana untuk meliburkan sekolah selama Ramadhan 2025. Usulan ini merujuk pada kebijakan era Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang sempat menerapkan libur penuh selama Ramadhan.

    Namun, pemerintah saat ini mempertimbangkan tiga opsi utama terkait jadwal sekolah selama Ramadhan:

    1. Libur penuh selama Ramadhan, dengan fokus pada kegiatan keagamaan.
    2. Libur sebagian, seperti libur di awal Ramadhan dan kembali masuk menjelang Idul Fitri.
    3. Sekolah tetap masuk seperti biasa, dengan penyesuaian kurikulum yang relevan.

    Abdul Mu’ti memastikan bahwa keputusan final akan dituangkan dalam Surat Edaran resmi setelah pembahasan selesai.

    Pentingnya Menunggu Keputusan Resmi

    Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi terkait kebijakan ini. Pemerintah berkomitmen untuk merancang pengaturan waktu belajar selama Ramadhan agar tetap sejalan dengan semangat religius sekaligus menjaga kualitas pendidikan.

    Dengan demikian, istilah “libur sekolah” digantikan dengan konsep pembelajaran yang relevan selama bulan suci Ramadhan, menciptakan keseimbangan antara aktivitas spiritual dan pendidikan.