Tag: Puncak Jaya Papua

  • Puncak Carstensz: Petualangan Ekstrem di Gunung Tertinggi Indonesia & 7 Summit Indonesia

    Apa Itu Puncak Carstensz?

    Puncak Carstensz atau Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) adalah gunung tertinggi di Indonesia dan salah satu dari 7 Summit Dunia. Terletak di Cartenz Papua, tepatnya di Pegunungan Sudirman, gunung ini terkenal dengan medan ekstremnya yang memadukan tebing vertikal, salju, dan cuaca tak terduga. Nama “Carstensz” diambil dari penjelajah Belanda, Jan Carstenszoon, yang pertama kali melaporkan puncak bersalju di Papua pada 1623.

    Sebagai bagian dari 7 Summit Indonesia, Gunung Carstensz menjadi target pendaki profesional global. Namun, aksesnya yang terpencil dan risiko tinggi seperti insiden pendaki Cartenz meninggal membuatnya hanya cocok untuk petualang berpengalaman.


    Sejarah Pendakian Puncak Carstensz

    Pendakian pertama Gunung Carstensz berhasil dilakukan tahun 1962 oleh Heinrich Harrer dan tim. Sejak itu, Carstensz Pyramid masuk dalam bucket list pendaki Seven Summits. Meski demikian, konflik di Papua sering membatasi ekspedisi.


    Tantangan Mendaki Gunung Carstensz

    Gunung Cartenz menawarkan tantangan unik:

    1. Medan Ekstrem: Tebing batu seperti Tyrolean Traverse membutuhkan skill panjat tebing.
    2. Cuaca Tak Stabil: Hujan, kabut, dan angin kencang kerap terjadi di Cartenz Papua.
    3. Ketinggian: Risiko altitude sickness dan kelelahan fisik.
    4. Lokasi Terpencil: Perjalanan melalui hutan Papua memakan waktu 5-7 hari.

    Faktor-faktor ini meningkatkan potensi insiden, termasuk kasus pendaki Cartenz meninggal akibat longsor atau jatuh.

    Baca Juga: 7 Tips Liburan Aman di Musim Hujan: Tetap Nyaman dan Menyenangkan!


    Persiapan Mendaki Carstensz Pyramid

    1. Kondisi Fisik & Mental

    Latihan kardiovaskular, panjat tebing, dan adaptasi ketinggian wajib. Mental kuat diperlukan untuk hadapi risiko seperti cuaca buruk atau jalur berbahaya.

    2. Peralatan Wajib

    • Tali, harness, crampon, dan ice axe.
    • Radio komunikasi untuk koordinasi tim dan darurat.
    • Pakaian tahan air dan helm pelindung.

    3. Izin & Logistik

    Biaya ekspedisi Gunung Carstensz mencapai Rp50-100 juta, termasuk izin, guide lokal, dan logistik. Pastikan koordinasi dengan suku adat Papua.


    Kisah Tragis: Pendaki Cartenz Meninggal

    Sejumlah insiden pendaki Cartenz meninggal menjadi peringatan akan risiko ekspedisi ini. Salah satunya terjadi pada 2016, ketika seorang pendaki internasional tewas terjatuh di tebing licin. Faktor cuaca ekstrem dan kesalahan teknis sering jadi penyebab.

    Baca Juga: Fiersa Besari Selamat dari Pendakian Carstensz Pyramid, Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Jaya Papua


    Panduan Pendakian Puncak Carstensz

    • Waktu Terbaik: April-Oktober (musim kemarau).
    • Rute: Dari Timika ke Sugapa/Bilogai via pesawat kecil atau trekking.
    • Guide: Gunakan jasa guide berpengalaman yang paham medan Cartenz Papua.

    Mengapa Puncak Carstensz Masuk 7 Summit Indonesia?

    Sebagai satu-satunya gunung di Indonesia yang masuk 7 Summit Dunia, Carstensz Pyramid menawarkan prestise tak tertandingi. Pendaki yang berhasil mencapainya kerap membagikan kisah inspiratif melalui radio ekspedisi atau platform daring.


    Kesimpulan

    Puncak Carstensz (Gunung Carstensz) adalah simbol petualangan ekstrem di Indonesia. Meski dihiasi risiko seperti pendaki Cartenz meninggal, pesonanya sebagai bagian dari 7 Summit Indonesia tetap memikat. Dengan persiapan matang, termasuk peralatan radio dan fisik prima, petualangan ke puncak tertinggi Indonesia ini akan menjadi cerita seumur hidup!

  • Fiersa Besari Selamat dari Pendakian Carstensz Pyramid, Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Jaya Papua

    Tim SAR Mimika mengonfirmasi insiden tragis di Puncak Jaya Papua (Carstensz Pyramid) yang merenggut nyawa dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, pada 1 Maret 2024. Kabar mengejutkan ini juga menyebutkan nama Fiersa Besari, musisi dan penulis ternama Indonesia, sebagai bagian dari rombongan pendakian yang selamat.

    Kronologi Kecelakaan Pendakian Puncak Jaya Papua
    Menurut Kepala Kantor SAR Mimika, I Wayan Suyatna, seluruh 13 anggota pendakian lainnya, termasuk Fiersa Besari, dinyatakan selamat meski proses evakuasi sempat tertunda akibat cuaca buruk. “Sementara (pendaki lain) dalam keadaan baik. Evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok,” jelas Wayan saat dihubungi Minggu (2/3/2024).

    Kedua korban, Lilie dan Elsa, merupakan klien dari operator Indonesian Expeditions dan berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) pada 28 Februari 2024. Sayangnya, mereka meninggal dalam perjalanan turun ke Base Camp Lembah Kuning.

    Fiersa Besari dan Rombongan Pendakian: Ada 3 WNA Terlibat
    Wayan menambahkan, rombongan pendakian ini juga melibatkan tiga warga negara asing (WNA). Meski informasi tentang Fiersa Besari belum dikonfirmasi langsung, data sementara menunjukkan musisi ini tergabung dalam ekspedisi. “Ya infonya begitu (Fiersa Besari ada dalam rombongan). Saya belum ketemu langsung,” ujarnya.

    Evakuasi Tertunda: Cuaca Buruk di Papua Jadi Kendala
    Proses evakuasi jenazah Lilie dan Elsa serta pemulangan pendaki lain terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem di sekitar Carstensz Pyramid. Saat ini, seluruh pendaki telah berada di Base Camp Lembah Kuning dan menunggu kondisi cuaca membaik. PT Tropis Cartenz Jaya, operator pendakian, menyatakan duka mendalam atas insiden ini melalui unggahan Instagram resmi.

    Indonesian Expeditions: Klaim Kesuksesan Pendakian Sebelum Insiden
    Sebelum kecelakaan, operator Indonesian Expeditions melaporkan keberhasilan Lilie dan Elsa mencapai puncak. Keduanya disebut sebagai “wanita hebat” yang menaklukkan salah satu gunung tersulit di dunia. Sayang, tragedi terjadi saat turun dari puncak, menambah daftar risiko pendakian di Papua.