Tag: Puasa

  • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 di Jakarta: Waktu Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Sebulan Penuh

    Apa Itu Waktu Imsak? Makna dan Dasarnya

    Menurut buku Pengantar Ilmu Falak karya Watni Marpaung, imsak dimulai 10 menit sebelum waktu subuh dan berakhir tepat saat azan subuh berkumandang. Penetapan selisih 10 menit ini merujang pada kebiasaan Rasulullah SAW yang membaca 50 ayat Al-Qur’an di rentang waktu tersebut. Penting dipahami bahwa imsak bukanlah tanda berhenti makan sahur, melainkan batas kehati-hatian agar umat Muslim mempercepat sahur mendekati waktu subuh.

    Baca Juga: Doa Sahur: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya dalam Ramadan


    Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 DKI Jakarta Resmi dari Kemenag

    Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal imsakiyah Ramadhan 1446 H/2025 M untuk wilayah DKI Jakarta. Pada hari pertama puasa (1 Ramadhan), waktu imsak jatuh pukul 04.33 WIB, diikuti azan subuh pukul 04.43 WIB. Sementara waktu buka puasa (maghrib) dimulai pukul 18.15 WIB. Berikut detail jadwal lengkapnya:

    Tabel Jadwal Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Ramadhan 2025 di Jakarta

    Berikut tabel lengkap Jadwal Imsak, Subuh, dan Buka Puasa Ramadhan 2025 di DKI Jakarta sesuai data resmi Kemenag:


    Tabel Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H/2025 M (DKI Jakarta)

    Tanggal RamadhanImsak (WIB)Subuh (WIB)Maghrib/Buka Puasa (WIB)
    1 Ramadhan04.3304.4318.15
    2 Ramadhan04.3304.4318.14
    3 Ramadhan04.3304.4318.14
    4 Ramadhan04.3304.4318.14
    5 Ramadhan04.3304.4318.13
    6 Ramadhan04.3304.4318.13
    7 Ramadhan04.3304.4318.12
    8 Ramadhan04.3304.4318.12
    9 Ramadhan04.3304.4318.12
    10 Ramadhan04.3304.4318.11
    11 Ramadhan04.3304.4318.11
    12 Ramadhan04.3304.4318.10
    13 Ramadhan04.3304.4318.10
    14 Ramadhan04.3304.4318.09
    15 Ramadhan04.3304.4318.09
    16 Ramadhan04.3304.4318.08
    17 Ramadhan04.3204.4218.08
    18 Ramadhan04.3204.4218.07
    19 Ramadhan04.3204.4218.07
    20 Ramadhan04.3204.4218.07
    21 Ramadhan04.3204.4218.07
    22 Ramadhan04.3204.4218.06
    23 Ramadhan04.3204.4218.05
    24 Ramadhan04.3204.4218.05
    25 Ramadhan04.3204.4218.04
    26 Ramadhan04.3104.4118.04
    27 Ramadhan04.3104.4118.03
    28 Ramadhan04.3104.4118.03
    29 Ramadhan04.3104.4118.02
    30 Ramadhan04.3104.4118.02

    Keterangan:

    • Jadwal ini berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
    • Waktu imsak 10 menit sebelum subuh sesuai kajian ilmu falak.
    • Perbedaan waktu buka puasa (maghrib) terjadi karena perubahan posisi matahari harian.

    Untuk keakuratan, pastikan selalu menyesuaikan dengan azan setempat atau gunakan aplikasi pengingat waktu sholat terpercaya. 🕌

    (Catatan: Jadwal lengkap tersedia di situs resmi Bimas Islam Kemenag RI atau lihat tabel di atas.)

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab


    Pentingnya Jadwal Imsakiyah untuk Persiapan Ibadah

    Jadwal imsakiyah Ramadhan 2025 ini dapat menjadi panduan umat Muslim di Jakarta untuk:

    1. Menentukan waktu sahur yang tepat.
    2. Memperkirakan durasi ibadah (tilawah, salat malam, dll.) sebelum subuh.
    3. Mengatur aktivitas harian selama bulan puasa.

    Cek Jadwal Imsakiyah Seluruh Indonesia

    Untuk mengetahui jadwal imsak dan sholat di kota lain, kunjungi Acuan Today atau klik DI SINI untuk akses jadwal lengkap seluruh Indonesia.


    Tips:

    • Pastikan sahur selesai sebelum waktu imsak berakhir.
    • Gunakan aplikasi pengingat waktu sholat untuk akurasi lebih tinggi.
    • Unduh Jadwal Imsakiyah 2025 disini.

    Dengan jadwal ini, persiapkan ibadah Ramadhan 2025 secara optimal! 🌙

  • Doa Sahur: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya dalam Ramadan

    Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dinanti umat Muslim. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan sebelum berpuasa adalah Doa Sahur. Sahur tidak hanya sekadar makan sebelum fajar, tetapi juga momen spiritual untuk memohon kekuatan dan keberkahan dari Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara detail tentang bacaan doa sahur, waktu terbaik, keutamaannya, serta tips menjalankan sahur sesuai tuntunan Islam.


    Apa Itu Doa Sahur?

    Doa Sahur adalah permohonan yang dibaca saat menyantap sahur, sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum memulai puasa. Meskipun tidak ada doa khusus yang tercantum dalam Al-Qur’an atau Hadits, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa dengan hati ikhlas dan mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW. Doa ini bertujuan untuk memohon kelancaran ibadah puasa, kesehatan, serta perlindungan dari rasa lapar dan dahaga.


    Bacaan Doa Sahur yang Dianjurkan

    Berikut adalah bacaan doa yang sering diamalkan saat sahur:
    Arab:
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
    Latin:
    Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ.
    Artinya:
    Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

    Selain niat puasa, dianjurkan juga membaca doa umum seperti:
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
    Artinya:
    “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”


    Waktu Terbaik untuk Sahur dan Berdoa

    Sahur dilakukan di sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 03.00 hingga sebelum subuh (waktu imsak). Rasulullah SAW bersabda:
    “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari-Muslim).
    Berdoa di waktu ini diyakini mustajab karena sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Imran: 17 tentang keutamaan orang yang beristighfar di akhir malam.

    Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah


    5 Keutamaan Doa Sahur dalam Ramadan

    1. Mendapatkan Keberkahan: Sahur menguatkan fisik dan spiritual, sekaligus membuka pintu rezeki.
    2. Doa Dikabulkan: Waktu sahur adalah saat mustajab untuk berdoa (QS. Adz-Dzariyat: 18).
    3. Meneladani Nabi: Nabi Muhammad SAW selalu mengakhirkan sahur dan menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkannya.
    4. Meningkatkan Iman: Berdoa di waktu sahur memperkuat hubungan dengan Allah.
    5. Menjaga Kesehatan: Sahur membantu tubuh tetap bugar selama puasa.

    Tips Menjalankan Sahur Sesuai Sunnah

    • Makan Secukupnya: Hindari berlebihan agar tidak mengantuk saat ibadah.
    • Perbanyak Air Putih dan Serat: Cegah dehidrasi dan lapar di siang hari.
    • Ajak Keluarga: Jadikan sahur sebagai momen kebersamaan.
    • Sholat Tahajud atau Qiyamul Lail: Manfaatkan waktu sahur untuk ibadah tambahan.
    • Tutup dengan Doa: Mohon kekuatan dan kesabaran selama puasa.

    Kesalahan Umum Saat Sahur

    1. Melewatkan Sahur karena malas bangun.
    2. Terburu-buru sehingga lupa berdoa.
    3. Mengkonsumsi Makanan Tidak Sehat seperti gorengan atau kafein berlebihan.

    Penutup: Raih Keberkahan Ramadan dengan Doa Sahur

    Doa Sahur adalah ritual penting yang mengawali puasa dengan penuh makna. Dengan memahami bacaan, waktu, dan keutamaannya, ibadah Ramadan pun menjadi lebih bermakna. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar lebih banyak orang terbantu dalam menjalankan sahur sesuai sunnah!

  • Ramadan 2025: Tanggal Hijriah, Jadwal Puasa, dan Berapa Hari Lagi

    Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang Ramadan 2025, termasuk Ramadan 2025 berapa Hijriah, jadwal puasa Ramadan 2025, mulai puasa 2025, hingga berapa hari lagi puasa 2025 dari hari ini. Kami juga akan menyertakan informasi terkait perbedaan penentuan awal puasa menurut Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah melalui sidang isbat. Mari kita simak!

    Apa Itu Ramadan?

    Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam tahun Hijriah 2025, kalender lunar yang digunakan umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam melaksanakan ibadah puasa wajib selama sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, dan perilaku negatif dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Ramadan juga menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, introspeksi diri, dan berbagi kebaikan melalui sedekah.

    Ramadan 2025 Berapa Hijriah?

    Karena kalender Hijriah berbasis bulan (lunar), tanggalnya bergeser setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Gregorian. Ramadan 2025 diperkirakan akan jatuh pada bulan Ramadan 1446 Hijriah. Awal Ramadan ditentukan oleh penampakan hilal (bulan sabit) atau perhitungan astronomis, sehingga tanggal pastinya dapat bervariasi.

    Berdasarkan proyeksi astronomis:

    • Awal Ramadan 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Februari 2025 atau 1 Maret 2025 dalam kalender Gregorian, tergantung pada hasil rukyat (pengamatan hilal) dan sidang isbat pemerintah Indonesia.

    Namun, untuk kepastian, kita harus menunggu pengumuman resmi dari otoritas seperti Kementerian Agama RI, Muhammadiyah, atau NU.

    Jadwal Puasa Ramadan 2025

    Berikut adalah perkiraan jadwal puasa Ramadan 2025 berdasarkan proyeksi kalender:

    • Mulai Puasa 2025: 28 Februari atau 1 Maret 2025 (menunggu konfirmasi resmi).
    • Akhir Puasa: 29 atau 30 Maret 2025, tergantung lama Ramadan (29 atau 30 hari).
    • Hari Raya Idul Fitri 1446 H: 30 atau 31 Maret 2025.

    Perbedaan Penentuan Awal Puasa

    Di Indonesia, penentuan awal puasa 2025 sering kali berbeda antara:

    1. Muhammadiyah: Menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis). Puasa Muhammadiyah 2025 kemungkinan dimulai pada 28 Februari 2025 jika sesuai prediksi hisab.
    2. Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah: Menggunakan kombinasi rukyat (pengamatan hilal) dan sidang isbat. Puasa tanggal berapa NU biasanya diumumkan setelah sidang, bisa sama atau selisih satu hari dengan Muhammadiyah.

    Sidang isbat biasanya diadakan mendekati tanggal 29 Sya’ban 1446 H (sekitar 27 atau 28 Februari 2025) untuk menetapkan puasa tanggal berapa 2025.

    Tahun Hijriah 2025

    Kalender 2025 berapa Hijriah mencakup dua tahun Hijriah:

    • Awal 2025: Masih dalam tahun 1446 Hijriah.
    • Akhir 2025: Bertransisi ke 1447 Hijriah, yang diperkirakan dimulai pada 19 atau 20 Januari 2026.

    Untuk Ramadan, fokusnya adalah pada 1446 H, yang mencakup bulan kesembilan, yaitu Ramadan.

    Berapa Hari Lagi Puasa 2025?

    Untuk menghitung puasa berapa hari lagi atau Ramadan berapa hari lagi, kita harus tahu tanggal saat ini. Misalnya, jika artikel ini dibaca pada 1 November 2024:

    • Jika puasa dimulai 28 Februari 2025, maka:
      • November 2024: 30 hari tersisa (1-30 Nov).
      • Desember 2024: 31 hari.
      • Januari 2025: 31 hari.
      • Februari 2025: 28 hari (hingga tanggal 28).
      • Total = 30 + 31 + 31 + 28 = 120 hari.

    Jadi, berapa hari lagi puasa 2025 dari 1 November 2024 adalah sekitar 120 hari jika dimulai 28 Februari 2025. Jika mulai 1 Maret 2025, tambah 1 hari menjadi 121 hari. Pastikan menghitung ulang sesuai tanggal Anda membaca artikel ini!

    Baca Juga: Doa Zakat Fitrah: Panduan Lengkap Beserta Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya

    Puasa Hari Apa 2025?

    Berdasarkan proyeksi:

    • 28 Februari 2025: Hari Jumat.
    • 1 Maret 2025: Hari Sabtu.

    Hari pasti akan bergantung pada penetapan resmi awal puasa.

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab

    Tips Menyambut Ramadan 2025

    1. Persiapan Fisik: Biasakan makan sehat sebelum puasa.
    2. Persiapan Spiritual: Perbanyak doa dan membaca Al-Qur’an.
    3. Berbagi: Rencanakan sedekah untuk membantu sesama.
    4. Atur Jadwal: Sesuaikan aktivitas harian dengan ibadah puasa.

    Mengapa Ramadan Penting?

    Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan kedekatan dengan Allah. Sekitar 1,8 miliar Muslim di dunia merayakan bulan ini, menjadikannya momen global yang penuh makna.

    Ramadan 2025 atau Ramadan 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Februari atau 1 Maret 2025, dengan jadwal puasa ditentukan oleh sidang isbat, Muhammadiyah, atau NU. Dari 1 November 2024, puasa tanggal berapa 2025 masih sekitar 120-121 hari lagi. Pantau terus informasi resmi untuk kepastian tanggal. Mari sambut awal puasa 2025 dengan persiapan terbaik! Bagikan artikel ini jika bermanfaat, dan beri tahu kami pendapat Anda di kolom komentar.

    Catatan: Tanggal dapat berubah berdasarkan pengamatan hilal. Selalu ikuti pengumuman resmi dari otoritas terkait.

  • Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 1446 H Februari 2025: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Lengkap

    Bulan Februari 2025 menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan bulan Syaban 1446 H, bulan yang penuh keutamaan bagi umat Muslim. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa Ayyamul Bidh, selain dari keistimewaan malam Nisfu Syaban. Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

    Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

    Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Istilah “Ayyamul Bidh” berarti “hari-hari putih,” merujuk pada kondisi bulan purnama yang terang benderang di malam-malam tersebut.

    Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa ini. Dalam hadits riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i disebutkan:

    “Puasa Ayyamul Bidh itu seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Abu Daud & An-Nasa’i)

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 1446 H (Februari 2025)

    Berdasarkan kalender Hijriah, puasa Ayyamul Bidh bulan Syaban 1446 H akan dilaksanakan pada:

    • Rabu, 12 Februari 2025 (13 Syaban 1446 H)
    • Kamis, 13 Februari 2025 (14 Syaban 1446 H)
    • Jumat, 14 Februari 2025 (15 Syaban 1446 H)

    Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

    Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
    1. Pahala Setara Puasa Sepanjang Tahun
      Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka puasa tersebut setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR. Ibnu Majah & At-Tirmidzi)
    2. Masuk Surga Melalui Pintu Ar-Rayyan
      Terdapat pintu khusus di surga bernama Ar-Rayyan yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang rajin berpuasa. (HR. Bukhari & Muslim)

    Niat Puasa Ayyamul Bidh

    Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

    نويتُ صومَ أيَّامِ الْبيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Nawaitu shauma ayyaamil bidh sunnatan lillaahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat puasa Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta’ala.”

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab

    Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

    1. Membaca niat sebelum atau saat fajar.
    2. Sahur dianjurkan mendekati waktu imsak.
    3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.
    4. Memperbanyak amal saleh seperti dzikir dan membaca Al-Qur’an.
    5. Menyegerakan berbuka saat waktu Maghrib tiba.

    Baca Juga: Kapan Puasa dan Idul Fitri? Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1446 H

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ayyamul Bidh di Jakarta

    • Rabu, 12 Februari 2025: Imsak 04:27 WIB | Maghrib 18:06 WIB
    • Kamis, 13 Februari 2025: Imsak 04:27 WIB | Maghrib 18:06 WIB
    • Jumat, 14 Februari 2025: Imsak 04:27 WIB | Maghrib 18:07 WIB

    (Untuk wilayah lain, silakan cek jadwal imsakiyah setempat.)

    Demikian informasi lengkap mengenai jadwal puasa Ayyamul Bidh Syaban 1446 H yang jatuh pada Februari 2025. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk melaksanakan amalan sunnah ini dan meraih pahala yang berlimpah. Ayo ajak keluarga dan sahabat untuk berpuasa bersama!

  • Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Bacaan, dan Perbedaan Mazhab

    Niat puasa Ramadhan adalah rukun wajib yang menentukan keabsahan ibadah puasa. Tanpa niat yang benar sesuai tuntunan syariat, puasa Ramadhan tidak sah. Artikel ini mengulas tata cara, bacaan, waktu terbaik, hingga perbedaan mazhab seputar niat puasa Ramadhan. Simak panduan lengkapnya untuk memastikan ibadah Anda diterima Allah SWT!


    Hukum Niat Puasa Ramadhan dalam Islam

    Dalam Islam, niat puasa Ramadhan bersifat fardhu ain (kewajiban individu). Rasulullah SAW bersabda:
    “Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud).
    Niat menjadi penentu status ibadah, membedakan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah atau ibadah lainnya.


    Perbedaan Tata Cara Niat Puasa Wajib vs. Sunnah

    Puasa Wajib (Ramadhan, Qadha, Nazar):

    • Waktu niat: malam hari sebelum terbit fajar (berdasarkan mazhab Syafi’i).
    • Harus spesifik: menyebutkan jenis puasa (misal: “niat puasa Ramadhan”).

    Puasa Sunnah:

    • Boleh niat sampai siang hari (sebelum waktu Dzuhur), asalkan belum makan/minum sejak subuh.
    • Contoh: Puasa Senin-Kamis atau Syawal.

    Waktu Terbaik Membaca Niat Puasa Ramadhan

    Menurut Mazhab Syafi’i, niat harus diulang setiap malam selama Ramadhan. Waktu idealnya:

    • Setelah shalat Tarawih
    • Saat makan sahur (sebelum imsak)

    Sedangkan Mazhab Maliki memperbolehkan niat sekali sebulan di malam pertama Ramadhan. Pendapat ini cocok untuk antisipasi lupa atau ketiduran.

    Baca Juga: Kapan Puasa dan Idul Fitri? Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025


    Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian & Sebulan Penuh

    1. Niat Harian (Mazhab Syafi’i):
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Sebulan Penuh (Mazhab Maliki):
    نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”


    Perbedaan Mazhab Syafi’i vs. Maliki dalam Niat Puasa

    AspekMazhab Syafi’iMazhab Maliki
    Frekuensi NiatSetiap malamSekali di awal Ramadhan
    AlasanSetiap hari ibadah independenRamadhan sebagai satu kesatuan
    FleksibilitasLebih ketatMemudahkan jika lupa

    Rekomendasi Ulama:

    • Gabungkan kedua pendapat: Niat sebulan di malam pertama (ikut Maliki) + perbarui tiap malam (ikut Syafi’i) untuk kehati-hatian.

    5 Tips Memperkuat Niat Puasa Ramadhan

    1. Tuliskan niat di buku atau pengingat digital.
    2. Baca niat usai Tarawih atau sebelum tidur.
    3. Sertakan doa saat sahur untuk menguatkan tekad.
    4. Ajarkan keluarga cara niat yang benar.
    5. Ikuti kajian fiqih Ramadhan untuk memperdalam pemahaman.

    FAQ Seputar Niat Puasa Ramadhan

    Q: Apa hukumnya lupa niat puasa Ramadhan?
    A: Menurut Maliki, tetap sah jika sudah niat sebulan. Menurut Syafi’i, wajib qadha hari yang terlupa.

    Q: Bisakah niat puasa dalam bahasa Indonesia?
    A: Boleh asalkan memahami maknanya. Namun, bacaan Arab lebih utama.

    Q: Bagaimana jika terlambat niat sampai siang hari?
    A: Untuk puasa wajib, tidak sah dan harus qadha.


    Niat puasa Ramadhan bukan sekadar bacaan, tapi komitmen hati untuk taat pada Allah SWT. Dengan memahami tata cara dan perbedaan mazhab, kita bisa menjalankan ibadah secara kaffah (sempurna). Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki kualitas niat dan ibadah!

  • Kapan Puasa dan Idul Fitri? Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025

    Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menetapkan awal puasa Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diluncurkan Muhammadiyah sejak 1 Muharram 1446 H.

    Menariknya, kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) juga menunjukkan potensi awal Ramadan pada tanggal yang sama, yakni 1 Maret 2025. Hal ini membuka peluang bahwa awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah berpotensi berlangsung secara serentak pada tahun ini. Kendati demikian, keputusan resmi pemerintah masih akan ditentukan melalui Sidang Isbat yang dilakukan oleh Kemenag RI.

    Bagaimana dengan Penetapan Idul Fitri 1446 H?

    Selain awal Ramadan, penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H juga menjadi perhatian. Berdasarkan KHGT, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025. Sementara itu, kalender Hijriah Kemenag menunjukkan bahwa 30 Maret masih merupakan hari ke-30 puasa Ramadan, sehingga ada kemungkinan Idul Fitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

    Jika perhitungan ini tetap, maka ada potensi perbedaan antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam penetapan Lebaran 2025. Namun, keseragaman dalam penentuan awal Ramadan tetap menjadi hal yang menarik karena jarang terjadi di Indonesia.

    Mengapa Muhammadiyah Memilih KHGT?

    Muhammadiyah telah menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk menggantikan metode wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Menurut laman resmi Muhammadiyah, konsep KHGT mengadopsi ‘Kriteria Turki 2016’, yaitu hasil dari Forum Muktamar Kalender Islam Global yang diadakan di Turki pada tahun 2016.

    Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar, menyatakan bahwa KHGT sangat penting untuk menyatukan kalender umat Islam di seluruh dunia. Kalender ini dirancang agar setiap tanggal dalam kalender Hijriah berlaku secara universal, sehingga mengakhiri perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah.

    “KHGT adalah upaya mutakhir umat Islam untuk menyatukan penanggalan mereka. Dengan kalender ini, tanggal baru Hijriah jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia,” ujar Syamsul dalam pernyataannya di laman Suara Muhammadiyah.

    Sebagai contoh, 1 Syawal 1548 H yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 17 Maret 2124 M, akan dirayakan serentak di Ohio (Amerika Serikat) dan Sydney (Australia). Namun, jika menggunakan kalender lokal, perbedaan tetap terjadi. Misalnya, menurut kalender Kemenag Indonesia, 1 Syawal jatuh pada 18 Maret 2124 M, yaitu sehari setelah KHGT.

    Parameter Penentuan KHGT

    Menurut Syamsul, KHGT mengadopsi standar internasional yang disepakati dalam Kongres Penyatuan Kalender Hijriah di Istanbul tahun 2016. Beberapa parameter utama dalam KHGT adalah:

    • Seluruh bumi sebagai satu matlak (zona waktu)
    • Ketinggian bulan minimal 5°
    • Elongasi bulan minimal 8° sebelum pukul 00:00 UTC

    Dengan standar ini, KHGT dianggap lebih universal dibandingkan dengan metode kalender berbasis lokal yang sering kali berbeda antar negara.

    KHGT dan Penyatuan Hari Ibadah Umat Islam

    Salah satu alasan utama Muhammadiyah menerapkan KHGT adalah untuk menyatukan hari-hari ibadah umat Islam, termasuk puasa Arafah. Menurut Syamsul, perbedaan kalender sering kali menyebabkan puasa Arafah tidak bertepatan dengan wukuf di Arafah. Dengan KHGT, persoalan ini dapat diatasi karena seluruh umat Islam akan merayakan hari-hari besar pada tanggal yang sama.

    Muhammadiyah telah mendukung penerapan KHGT sejak Muktamar Ke-47 di Makassar (2015) dan menegaskan kembali komitmen tersebut dalam Muktamar Ke-48 di Surakarta (2022). Dalam keputusan tersebut, Muhammadiyah menegaskan dukungannya terhadap sistem kalender Islam global yang lebih unifikatif untuk menyatukan hari-hari ibadah umat Islam di berbagai negara.

    Syamsul menjelaskan bahwa ada dua pendekatan dalam menyatukan kalender Islam, yaitu:

    1. Pendekatan lokal, yang hanya berlaku dalam satu negara atau kawasan tertentu.
    2. Pendekatan global, yang berlaku secara internasional dan dapat diadopsi oleh seluruh umat Islam di dunia.

    Pendekatan lokal mungkin lebih mudah diterapkan dalam negeri, tetapi kurang relevan untuk masyarakat Muslim yang tersebar di berbagai belahan dunia. Sementara itu, pendekatan global melalui KHGT lebih komprehensif dan inklusif, karena dapat digunakan oleh umat Islam di berbagai negara.

    “Penyatuan lokal mungkin memudahkan dalam negeri, tetapi tidak relevan bagi dunia internasional. Dengan KHGT, kita menyatukan internal Indonesia sekaligus membuka peluang untuk diikuti oleh umat Islam global,” jelas Syamsul.

    Sosialisasi dan Tantangan Implementasi KHGT

    Sebagai upaya menyosialisasikan KHGT, Muhammadiyah terus melakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kalender global ini. Implementasi KHGT bukan hanya soal penentuan awal bulan, tetapi juga bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam menyatukan tata waktu ibadah umat Islam dunia.

    “Muhammadiyah telah memutuskan penerapan kalender global ini. Langkah berikutnya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep dan urgensi KHGT,” tutup Syamsul.

    Bagi Muhammadiyah, penetapan awal Ramadan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bagian dari Islam Berkemajuan yang menekankan pentingnya keilmuan, kemaslahatan, dan persatuan umat Islam di seluruh dunia.

    Kesimpulan

    • Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, berdasarkan KHGT.
    • Kalender Hijriah Kemenag juga menunjukkan kemungkinan awal Ramadan pada 1 Maret 2025, sehingga ada peluang puasa serentak antara Muhammadiyah dan Pemerintah.
    • Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1446 H pada Ahad, 30 Maret 2025, sementara Kemenag berpotensi menetapkan 31 Maret 2025.
    • KHGT diadopsi dari Kriteria Turki 2016 dengan tujuan menyatukan kalender Islam global.
    • Muhammadiyah terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar umat Islam memahami pentingnya kalender global ini.

    Dengan implementasi KHGT, Muhammadiyah berharap bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah dapat diminimalisir dan umat Islam di seluruh dunia dapat merayakan hari-hari besar Islam secara serentak.

  • Puasa Ayyamul Bidh: Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Keutamaan

    Melaksanakan puasa tidak hanya terkait dengan bulan Ramadhan. Dalam Islam, terdapat amalan-amalan sunnah puasa yang bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan, seperti puasa Senin Kamis dan puasa Daud. Puasa secara rutin tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu membersihkan pikiran, sesuai dengan ajaran agama Islam.

    Puasa Sunnah Ayyamul Bidh:

    Salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa Ayyamul Bidh, dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriyah. Puasa ini memiliki keutamaan yang tak boleh dilewatkan oleh umat Islam. Menurut Universitas Islam Lampung An Nur, puasa Ayyamul Bidh berasal dari berbagai asal-usul, salah satunya terkait dengan kisah Nabi Adam as.

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2025:

    • 13 Rajab: Senin, 13 Januari 2025
    • 14 Rajab: Selasa, 14 Januari 2025
    • 15 Rajab: Rabu, 15 Januari 2025

    Niat Puasa Ayyamul Bidh:

    Sebelum memulai puasa Ayyamul Bidh, mulailah dengan mengucapkan niat:

    “نَوَيْتُ صَوْمَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى”

    Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh:

    Proses puasa Ayyamul Bidh mirip dengan puasa umumnya, melibatkan:

    • Mengucapkan niat sebelum fajar atau diniatkan dari malam hari.
    • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
    • Melakukan salat 5 waktu dan salat sunnah.
    • Membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
    • Berbuka segera saat waktu berbuka puasa tiba.

    Baca Juga: Keutamaan dan Panduan Ibadah di Bulan Rajab 2025

    Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh:

    Puasa Ayyamul Bidh membawa berbagai kebaikan, antara lain:

    1. Pahala Sepuluh Kali Lipat: Allah melipatgandakan pahala umat Islam dengan ganjaran sepuluh kali lipat, setara dengan puasa setahun penuh.

    2. Mencontoh Rasulullah SAW: Puasa ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW, yang selalu melaksanakannya pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.

    3. Memperbaiki Diri dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Puasa sebagai ibadah sulit untuk dimasuki oleh sifat riya, dan melalui puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dapat memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    4. Menjaga Kesehatan Tubuh: Puasa tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan fisik seperti menjaga tekanan darah, gula darah, dan menyehatkan organ tubuh lainnya.

    Dengan memahami jadwal, niat, tata cara, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan puasa ini dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan berbagai manfaatnya.

  • Keutamaan dan Panduan Ibadah di Bulan Rajab 2025

    Puasa Rajab adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan saat memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Islam atau dua bulan sebelum bulan Ramadhan. Berdasarkan pernyataan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag), Adib, bulan Rajab 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025.

    Adib menjelaskan bahwa tinggi hilal pada 29 Jumadal Akhir 1446 H (31 Desember 2024) telah memenuhi kriteria MABIMS, dengan tinggi hilal mencapai 4 hingga 5 derajat dan elongasi 7 hingga 8 derajat. Dengan demikian, 1 Rajab 1446 H bertepatan dengan 1 Januari 2025 M. Puasa sunnah di bulan Rajab dapat dimulai sejak hari Kamis, 2 Januari 2025.


    1. Keutamaan Bulan Rajab

    1. Salah Satu Bulan Haram
      Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, bersama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36) Pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa. Amal ibadah di bulan ini memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah SWT.
    2. Momentum Persiapan Ramadhan
      Rajab menjadi bulan penting untuk mempersiapkan diri menuju bulan suci Ramadhan. Banyak ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbaiki kualitas ibadah di bulan ini, seperti memperbanyak puasa, sholat sunnah, dan sedekah.
    3. Anjuran Berpuasa
      Anjuran puasa sunnah di bulan Rajab tertuang dalam beberapa hadis. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh At Tabrani dari Syaid bin Rasyid menyebutkan: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di Bulan Rajab laksana berpuasa setahun. Apabila berpuasa tujuh hari, maka ditutupkan darinya pintu neraka jahanam. Barang siapa berpuasa delapan hari, maka dibukakan delapan pintu surga dan Allah mengabulkan semua permohonannya.” Selain itu, berpuasa satu hari di bulan Rajab juga dianggap lebih utama dibandingkan berpuasa 30 hari di bulan lainnya, sebagaimana tertuang dalam karya Ihya Ulumiddin oleh Imam Ghazali.

    2. Jadwal dan Panduan Puasa Sunnah di Bulan Rajab 2025

    Puasa sunnah di bulan Rajab dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Berikut adalah jadwal puasa sunnah yang direkomendasikan di bulan Rajab 2025:

    a. Puasa Senin dan Kamis

    Puasa sunnah Senin dan Kamis adalah amalan yang dianjurkan di setiap pekan. Berikut jadwal puasa Senin dan Kamis di bulan Rajab 2025:

    • Senin: 6 Januari, 13 Januari, 20 Januari, 27 Januari
    • Kamis: 2 Januari, 9 Januari, 16 Januari, 23 Januari, 30 Januari

    b. Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Rajab 2025)

    Puasa ayyamul bidh dilakukan pada pertengahan bulan Hijriyah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Rajab. Untuk bulan Rajab 2025, jadwalnya adalah:

    • 13 Rajab: Senin, 13 Januari 2025
    • 14 Rajab: Selasa, 14 Januari 2025
    • 15 Rajab: Rabu, 15 Januari 2025

    c. Puasa Sunnah Lainnya

    Selain puasa yang telah disebutkan, Anda dapat berpuasa sunnah di hari-hari lain di bulan Rajab sesuai kemampuan. Niatnya adalah sebagai berikut:

    • Niat Puasa Sunnah: “Nawaitu shauma yaumi sunnatan lillahi ta’ala.”
      Artinya: “Aku niat berpuasa sunnah hari ini karena Allah Ta’ala.”

    3. Niat Puasa Qadha di Bulan Rajab 2025

    Bulan Rajab juga merupakan waktu yang tepat untuk mengqadha puasa Ramadhan yang tertunda. Berikut adalah niat puasa qadha Ramadhan:

    “Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha-i fardhi ramadhana lillahi ta’ala.”
    Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

    Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Sunnah

    Sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis. Namun, hal ini tergantung pada mazhab yang diikuti. Sebaiknya konsultasikan dengan ustadz setempat untuk memastikan keabsahannya.


    4. Doa dan Dzikir yang Dianjurkan di Bulan Rajab 2025

    Selain doa masuk bulan Rajab yang telah diajarkan Rasulullah SAW, berikut adalah dzikir dan doa yang dapat diamalkan:

    • Istighfar: “Astaghfirullah wa atuubu ilaih.”
      Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
    • Dzikir Bulan Rajab: “Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘adzim.”
      Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”
    • Doa untuk Memohon Kebaikan: “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina ‘adzabannar.”
      Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

    5. Tips Memanfaatkan Bulan Rajab untuk Persiapan Ramadhan

    1. Perbanyak Puasa Sunnah
      Puasa sunnah di bulan Rajab membantu melatih tubuh dan jiwa untuk menghadapi bulan Ramadhan. Mulailah dengan puasa Senin-Kamis atau ayyamul bidh.
    2. Tingkatkan Kualitas Ibadah Harian
      Gunakan bulan Rajab untuk memperbaiki sholat wajib, menambah sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan sholat malam.
    3. Sedekah dan Amal Sosial
      Rajab adalah bulan yang tepat untuk bersedekah dan membantu sesama sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadhan.
    4. Muhasabah Diri
      Lakukan introspeksi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Pastikan ibadah yang dilakukan di bulan Rajab menjadi awal yang baik menuju peningkatan di bulan-bulan berikutnya.

    Kesimpulan

    Bulan Rajab 2025 yang dimulai pada 1 Januari 2025 adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah. Dengan memahami keutamaan bulan ini, memperbanyak puasa sunnah, doa, dan amal kebaikan, kita dapat memanfaatkan bulan Rajab untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan.

    Semoga artikel ini bermanfaat untuk membantu Anda merencanakan ibadah di bulan Rajab 2025. Jangan lupa untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait awal bulan Rajab!

  • Jadwal Puasa Asyura 2024, Keutamaan dan Niat

    Puasa Asyura 2024 – Ada bulan-bulan tertentu dalam satu tahun yang lebih istimewa dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam itu adalah Muharram.

    Dinamakan dengan bulan Muharram, karena Allah mengharamkan peperangan dan konflik di bulan mulia ini.

    Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Fakhrir Razi Juz 16 halaman 53 menjelaskan bahwa setiap perbuatan maksiat di bulan Muharram akan mendapat siksa yang lebih dahsyat. Begitu pula sebaliknya, perilaku ibadah kepada Allah akan dilipatgandakan pahalanya.

    Beliau menyatakan: ” Maksud dari haram adalah sesungguhnya kemaksiatan di bulan-bulan itu memperoleh siksa yang lebih berat dan ketaatan di bulan-bulan tersebut akan mendapat pahala yang lebih banyak.”

    Baca Juga: 7 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Muslim, Apa Saja?

    Di bulan Muharram ini terdapat hari yang istimewa, yaitu hari Asyura yang selalu diperingati pada 10 Muharram. Di hari tersebut umat Islam disunnahkan untuk puasa Asyura 10 Muharram.

    Kapan Puasa Asyura 2024 Dilaksanakan?

    Puasa Asyura 2024 dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2024 dan merupakan salah satu puasa sunah yang memiliki banyak keistimewaan.

    Sebelum Islam datang, bulan Muharram disebut dengan Shafar Al Awwal. Sedangkan bulan Shafar, yang merupakan bulan kedua, disebut dengan Shafar Ats Tsani.

    Namun setelah datang syiar Islam, bulan ini dinamai Muharram. Dalam bahasa Arab, Muharram bermakna ‘waktu yang diharamkan’. Maksudnya, pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melakukan perbuatan dosa.

    Salah satu amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah menjalankan ibadah puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram 1446 H atau 17 Juli 2024.

    Namun sebelum menjalankan puasa Asyura, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa Tasu’a yang jatuh pada tanggal 9 Muharram atau 16 Juli 2024.

    Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

    Salah satu keutamaan puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2024 adalah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu. Hal ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan.

    Penjelasan tentang penghapusan dosa-dosa setahun lalu tersebut diungkapkan dalam hadits puasa Asyura berikut ini.

    Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

    Selain keistimewaan yang utama itu, banyak peristiwa penting yang terjadi di balik puasa Asyura. Dengan mengetahui sejarah tersebut, kita diharapkan lebih bersemangat menjalankan puasa Asyura 10 Muharram.

    Berikut adalah beberapa peristiwa sejarah penting yang terjadi pada hari Asyura menurut Badaruddin al-‘Aini dalam kitab Umdatul Qari’ Syarah Shahih Bukhari, juz 11, halaman 117, yang dirangkum Dream dari NU Online.

    Badaruddin menjelaskan sebuah pendapat bahwa di hari Asyura itu Allah memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada sepuluh nabi-Nya yaitu:

    • Kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun
    • Pendaratan kapal Nabi Nuh setelah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan
    • Keselamatan Nabi Yunus dengan keluar dari perut ikan
    • Ampunan Allah untuk Nabi Adam AS
    • Keselamatan Nabi Yusuf dengan keluar dari sumur pembuangan
    • Kelahiran Nabi Isa AS
    • Ampunan Allah untuk Nabi Dawud
    • Kelahiran Nabi Ibrahim AS
    • Nabi Ya’qub dapat kembali melihat
    • Ampunan Allah untuk Nabi Muhammad, baik kesalahan yang telah lampau maupun yang akan datang

    Selain di atas, para ulama juga menjelaskan beberapa keistimewaan para nabi di hari Asyura, yaitu kenaikan Nabi Idris menuju tempat di langit, kesembuhan Nabi Ayub dari penyakit, dan pengangkatan Nabi Sulaiman menjadi raja.

    Melihat betapa istimewa hari Asyura, maka sudah sepantasnya umat Islam menjalankan ibadah puasa Asyura 10 Muharram. Dan menjadikan momen tersebut untuk untuk meniru akhlak para nabi, akhlak yang mulia, lemah lembut, dan menjunjung tinggi kasih sayang, dan kerukunan.

    Niat Puasa Asyura

    Niat puasa Asyura 10 Muharram dianjurkan dibaca malam hari sebelum melaksanakan puasa. Tetapi, tidak batal puasa sunahnya jika niatnya dibaca usai matahari terbit.

    Kewajiban membaca niat puasa di malam hari hanya berlaku untuk Puasa Ramadhan. Selebihnya, apabila kita ingin berpuasa sunah lalu mengucapkan niatnya meski sudah tampak matahari, ibadah kita tetap sah.

    Berikut adalah niat puasa Muharram atau puasa Asyura yang dirangkum Dream dari berbagai sumber.

    Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta’aalaa.

    Artinya,

    “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

    Selain menjalankan puasa Asyura 10 Muharram, Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam juga ingin mengerjakan puasa di hari kesembilan Muharram yang disebut dengan puasa Tasu’a.

    Namun Rasulullah keburu meninggal sebelum sempat menjalankan puasa Tasu’a. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadits Muslim.

    Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan -insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas kemudian mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).

  • Puasa Dzulhijjah: Keutamaan, Niat dan Tata Cara Berpuasa

    Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan memiliki tempat istimewa dalam Islam. Bulan ini dikenal dengan berbagai amalan ibadah yang sangat dianjurkan, terutama bagi umat Muslim yang menunaikan ibadah haji.

    Selain haji, terdapat juga ibadah lain yang sangat dianjurkan selama bulan ini, yaitu Puasa Dzulhijjah.

    Keutamaan Bulan Dzulhijjah

    Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan. Di bulan ini terdapat Hari Raya Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban. Selain itu, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dianggap sebagai hari-hari terbaik dalam setahun untuk melakukan amal ibadah.

    Baca Juga: Keutamaan dan Amalan yang Disyariatkan pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Umat Muslim Wajib Tahu!

    Puasa Dzulhijjah

    Puasa Dzulhijjah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Puasa ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

    Pengertian Puasa Dzulhijjah

    Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dengan hari kesembilan disebut sebagai Puasa Arafah. Puasa ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

    Puasa Dzulhijjah telah dianjurkan sejak zaman Rasulullah SAW. Beliau dan para sahabatnya sering melaksanakan puasa ini sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah. 

    Terdapat banyak hadits yang menganjurkan puasa Dzulhijjah, di antaranya:

    Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari dimana amal sholeh lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari).

    Keutamaan Puasa Dzulhijjah

    Berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa. Puasa pada hari-hari ini dapat menyamai pahala puasa selama setahun penuh. 

    Amal ibadah yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Ini mencakup segala bentuk amal shalih seperti puasa, shalat, sedekah, dan lainnya. 

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka daripada hari Arafah.” (HR. Muslim).

    Jenis-Jenis Puasa Dzulhijjah

    Puasa Dzulhijjah (Tanggal 1-7 Dzulhijjah)

    Puasa sunnah yang dilakukan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar.

    Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)

    Puasa ini dilakukan pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah dan memiliki keutamaan tersendiri. 

    Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)

    Puasa Arafah adalah puasa yang paling utama di antara puasa-puasa di bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang menunaikan haji karena memiliki keutamaan yang luar biasa.

    Keutamaan Puasa Arafah diantaranya:

    1. Penghapusan Dosa Dua Tahun

    Salah satu keutamaan terbesar dari puasa Arafah adalah penghapusan dosa dua tahun: setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. 

    1. Pembebasan dari Siksa Neraka

    Puasa Arafah juga menjadi sebab dibebaskannya seorang Muslim dari siksa neraka.

    Hadits tentang Puasa Arafah:

    Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah, aku mengharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun setelahnya.” (HR. Muslim).

    Tata Cara dan Niat Puasa Dzulhijjah

    Tata Cara Puasa Dzulhijjah

    Tata Cara Puasa dari Tanggal 1-9 Dzulhijjah

    Pelaksanaan puasa Dzulhijjah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

    Niat Puasa Dzulhijjah (Tanggal 1-7 Dzulhijjah)

    Arab:

    نَوَيْتُ صَوْمَ فِي يَوْمِ هَذَا مِنْ شَهْرِ ذُوْلْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma fi yaumi hadza min syahri Dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala.

    Artinya:

    Saya niat puasa pada hari ini di bulan Dzulhijjah sunnah karena Allah Ta’ala.

    Niat Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)

    Arab:

    نَوَيْتُ صَوْمَ فِي يَوْمِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma fi yaumi tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala.

    Artinya:

    Saya niat puasa pada hari Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.

    Niat Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)

    Arab:

    نَوَيْتُ صَوْمَ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma fi yaumi Arafah sunnatan lillahi ta’ala.

    Artinya:

    Saya niat puasa pada hari Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.

    Jadwal Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

    Jadwal Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah
    Kalender Bulan Juni 2024

    Untuk memastikan pelaksanaan puasa sesuai dengan tanggal Hijriah, penting untuk mengkonversi tanggal Hijriah ke kalender Masehi menggunakan kalender yang diakui oleh kementrian Agama

    Tanggal Hijriah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, bulan Dzulhijjah dimulai pada hari Sabtu, 8 Juni 2024.

    Berikut jadwal untuk pelaksanaan puasa 1-9 Dzulhijjah jika mengacu pada kalender Hijriah tersebut yang dikonversi ke dalam kalender Masehi:

    • 1 Dzulhijjah 1445 H: Sabtu, 8 Juni 2024
    • 2 Dzulhijjah 1445 H: Minggu, 9 Juni 2024
    • 3 Dzulhijjah 1445 H: Senin, 10 Juni 2024
    • 4 Dzulhijjah 1445 H: Selasa, 11 Juni 2024
    • 5 Dzulhijjah 1445 H: Rabu, 12 Juni 2024
    • 6 Dzulhijjah 1445 H: Kamis, 13 Juni 2024
    • 7 Dzulhijjah 1445 H: Jumat, 14 Juni 2024
    • 8 Dzulhijjah 1445 H (Puasa Tarwiyah): Sabtu, 15 Juni 2024
    • 9 Dzulhijjah 1445 H (Puasa Arafah): Minggu, 16 Juni 2024

    Amalan Sunnah Lainnya di Bulan Dzulhijjah

    Selain puasa, terdapat banyak amalan sunnah lain yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah, seperti memperbanyak shalat sunnah, berdzikir, dan bersedekah.

    Melakukan shalat sunnah, memperbanyak dzikir, dan bersedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk menambah pahala di bulan yang penuh berkah ini.

    Baca Juga; 7 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Muslim, Apa Saja?

    Bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan persiapan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, termasuk menyiapkan hewan kurban bagi yang mampu. 

    Puasa Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan dan manfaat yang sangat besar bagi yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.

    Mari kita manfaatkan kesempatan di bulan Dzulhijjah ini untuk meningkatkan ibadah dan meraih ridha Allah SWT melalui puasa dan amalan-amalan lainnya.

    Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah di bulan Dzulhijjah dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin.