Tag: Pilkada Jakarta 2024

  • Tarik Dukungan dari Anies Baswedan, PKS Usung Siapa dalam Pilkada Jakarta 2024?

    Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Mabruri mengatakan partainya tidak mengusung Anies Baswedan. Mereka mengusung Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman sebagai calon gubernur Jakarta dalam Pilkada 2024 mendatang.

    “Kandidat yang kami usung adalah Mohamad Sohibul Iman,” kata Ahmad, Minggu (23/5/2024).

    Ia menjelaskan, Sohibul adalah kader terbaik partainya yang memiliki kemampuan intelektual mumpuni serta berintegritas.

    Namun, sikap berbeda ditunjukkan DPW PKS Jakarta yang mengusulkan Anies Baswedan. Bahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga ikut mengusung Anies. Meski peluang Anies maju di Pilkada 2024 menurun akibat keputusan PKS tersebut, tapi ia masih bisa diusung oleh PKS, PDIP, dan NasDem.

    Profil Sohibul Iman

    Menurut laman pks.id, Sohibul Iman lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 5 Oktober 1965. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik, Universitas Waseda, Jepang (1992). Sohibul kemudian melanjutkan magisternya di Universitas Takushoku (1994). Lalu, pada tahun 2024, ia mendapatkan gelar doktor dari Japan Advanced Institute of Science and Technology.

    Pada 1992, Sohibul memulai karirnya sebagai penyiar radio di Jepang, NHK. Kemudian, ia bekerja sebagai peneliti di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional dan menjadi seorang konsultan di Amroos Law Consultant.

    Dilanjutkan pada tahun 1998, ia bergabung dengan Partai Keadilan sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH. Tahun 2005-2010, Sohibul dipercaya menjabat sebagai Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi. Selanjutnya, pada 2009, ia berhasil masuk ke gedung parlemen sebagai anggota DPR RI.

    Selain berpolitik, Sohibul juga mengajar sebagai dosen di beberapa universitas. Ia juga merupakan mantan rektor Universitas Paramadina. Tak hanya itu, Sohibul Iman juga aktif dalam organisasi, seperti Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia, serta Yayasan Pendidikan Nurul Fikri.

    Siapa yang Bakal Dampingi Sohibul Iman?

    Setelah diajukan oleh PKS sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024, Sohibul Iman belum menentukan siapa pendampingnya.

    Ahmad Mabruri mengatakan keputusan calon pendamping Sohibul baru diumumkan saat deklarasi resmi partai yang disebut akan dilakukan bersama partai politik lain. Namun ia tidak menyebutkan kapan deklarasi tersebut akan dilaksanakan dan meminta public untuk menunggu karena menyesuaikan waktu yang tepat.

    Sohibul Iman sendiri ditetapkan sebagai bakal calon gubernur setelah PKS mengadakan rapat internal.

    Mabruri mengatakan pada Pemilu 2024, PKS mendapatkan suara terbanyak di Jakarta sehingga memutuskan akan mendukung kader terbaiknya sebagai calon gubernur dalam Pilkada 2024.

    Anies Baswedan Disebut Turun Level, Bagaimana Respons JK?

    Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla atau JK merespons sebutan “turun level” untuk Anies Baswedan yang berniat mencalonkan diri sebagai gubernur usai kalah di Pilpres. Anies merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, menyatakan ingin ikut dalam Pilgub Jakarta 2024 setelah kalah dari Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

    JK mewajarkan Anies yang ingin maju sebagai calon petahana meski pernah mencalonkan diri sebagai presiden. Ia mengatakan keputusan tersebut adalah pilihan Anies.

    “Ya, masing-masing orang punya pilihan, pilihan masing-masing ya,” ujar JK di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (22/5/2024).

    Dia juga menuturkan tidak ada masalah jika Anies kembali maju sebagai cagub Jakarta. Meski begitu, politikus senior Partai Golkar itu mengatakan dirinya belum mengetahui informasi lain terkait pencalonan Anies di Pilgub 2024. Termasuk, tentang isu Anies akan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep, yang tak lain adalah putra Presiden Joko Widodo.

    Diketahui, Jusuf Kalla merupakan pendukung Anies pada Pilpres 2024. Dukungan tersebut membuat JK dan Golkar berbeda pilihan, sebab partainya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Baca Juga: Peluang Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Berapa Besar Potensinya?

    Saat itu, Anies maju sebagai Capres bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    JK juga ikut dalam kampanye Anies di Monumen Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, pada 28 Januari 2024. Ia menyebut kedekatannya dengan Anies bak guru dan murid. Menurut JK, Anies merupakan muridnya dalam dunia politik.

    Kedekatan mereka terjalin sewaktu aktif dalam pengelolaan Universitas Paramadina, Jakarta. Di mana Anies Baswedan menjadi rektor Universitas Paramadina 2007-2015. Sedangkan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina.

  • Peluang Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Berapa Besar Potensinya?

    Belakangan ini warganet digemparkan dengan wacana duet antara mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang akan maju di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Berapa besar peluang Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024?

    Pasalnya, keduanya juga sempat memberi jawaban akan sinyal tersebut. Kaesang pun mengutarakan bahwa dirinya siap jika dipasangkan dengan siapapun termasuk Anies Baswedan saat Pilkada nanti.

    “Jadi ya saya enggak masalah juga kalau nanti pun akan di pasangkan oleh Pak Anies,” kata Kaesang di Kantor DPP PSI, pada Rabu (12/6).

    Kaesang juga menyampaikan bahwa melihat hasil survei, nama Anies Baswedan saat ini berada diposisi tertinggi, sehingga menurutnya tak masalah jika Kaesang dipasangkan dengan Anies.

    “Ya engga masalah, saya kira itu juga baik. Dan kita lihat juga kan Pak Anies juga kalau kita lihat surveinya sekarang yang paling tinggi”, lanjut Kaesang.

    Di samping itu, sinyal duet juga dijawab santai oleh Anies. Menurutnya, dalam Pilkada 2024 mendatang setiap warga negara Indonesia punya hak yang sama dicalonkan.

    Anies juga menambahkan, dibutuhkan dukungan koalisi partai politik agar bisa maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

    “Dari situ kemudian nanti akan dicarikan, dicari kombinasi pasangan sebagai bagian dari proses politiknya. Jadi pada saya bisa katakan secara prinsip negeri ini menganut prinsip itu, semua punya kesetaraan kesempatan,” kata Anies di kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB pada Kamis (13/6).

    Sejauh ini, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta pun telah mendeklarasikan dukungannya kepada Anies untuk maju di Pilkada Jakarta 2024. Sementara itu, partai lainnya seperti PDIP, Nasdem, dan PKS juga berniat mengusung Anies belum mengumumkan dukungannya ke publik.

    Lalu, mungkinkah Anies-Kaesang bisa bersanding di Pilkada 2024? Seberapa besar peluangnya?

    Berdasarkan perhitungan dari analis politik Arifki Chaniago, adanya wacana Anies dipasangkan dengan Kaesang sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta 2024 memiliki peluang yang cukup besar. Menurutnya, Anies-Kaesang merupakan duet yang menarik karena bisa menjadi jembatan politik untuk bertemu dengan koalisi Prabowo-Gibran.

    Tambahnya, namun jika PDIP juga terlibat dalam dukungan kepada Anies, maka jika terjadi demikian ada kemungkinan PDIP akan menarik diri dari dukungannya kepada Anies.

    Tak hanya dengan Anies, Kaesang juga diisukan berpeluang bersanding dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di Pemilihan Gubernur Jakarta (Pilgub) Jakarta 2024.

    Kaesang-RK juga mendapat dukungan kuat dari sejumlah partai politik koalisi Indonesia Maju yang juga sebagai pendukung Prabowo-Gibran. Namun menurut Arifki, walaupun peluang Kaesang berduet dengan RK lebih besar, tetapi belum tentu dalam hitungan politik.

    Selain Arifki, pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti pun turut menilai. Berbeda dengan Arifki, Ray Rangkuti menyampaikan bahwa peluang Anies berpasangan dengan Kaesang di Pilgub Jakarta 2024 sangatlah kecil.

    Menurut Ray, jika Anies dipasangkan dengan Kaesang maka ada potensi kalah. Hal ini ia sampaikan dengan pandangan, jika Anies menginginkan dukungan dari pemilih yang berada di kelas menengah dan terdidik di Jakarta sedangkan mereka umumnya tidak suka dengan dinasti politik yang saat ini melekat di keluarga Joko Widodo (Jokowi).

    Ray juga menilai, jika RK maju dalam Pilgub Jakarta 2024, hal tersebut ada kemungkinan sulir terjadi. sebab menurutnya, RK masih belum ingin meninggalkan Jawa Barat.

    “RK kayaknya berat hati ke DKJ. Tingkat menangnya tidak sebesar kalau ia di Jabar. Kemungkinan Jabar tetap pilihannya. Kalau RK-Kaesang di DKJ, bisa keok kalau Anies maju,” kata Ray.

    Menurut Ray juga, peluang Kaesang maupun RK untuk menang di Pilgub Jakarta 2024 relatif kecil dengan sejumlah alasan. Walaupun emikian, peta koalisi Pilkada 2024 masih sangat dinamis. Jadi, semua kemungkinan akan bisa terjadi sebelum batas akhir pendaftaran kandidat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    “Pertama, warga Jakarta umumnya tidak suka dinasti politik. Kedua, bukan basis Jokowi. Ketiga, Golkar (sebagai parpol Ridwan Kamil) hanya pemenang ke lima (di Jakarta). Keempat, RK populer tapi belum tentu disukai oleh warga Jakarta,” tambah Ray.