Tag: Mata

  • Apa itu Penyakit Glaukoma, Apa saja Faktor Resikonya dan Penyebabnya ?

    Penyakit Glaukoma merupakan salah satu jenis penyakit mata yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf optik sehingga fungsi mata perlahan-lahan akan menghilang atau tidak dapat melihat secara total. Jenis glaukoma yang paling sering dialami oleh beberapa orang yaitu :

    Glaukoma sudut terbuka

    Jenis Glaukoma ini ini umumnya akan berkembang secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama dan penderita tidak akan merasakan sakit hingga pada akhirnya fungsi penglihatan akan menghilang. jenis glaukoma ini jika tidak segera di obati akan mengakibatkan kebutaan secara permanen.

    Glaukoma sudut tertutup

    Jenis glaukoma ini sangat jarang terjadi biasanya gejala awal bisa seperti mata terasa perih, merasakan penglihatan menjadi kabur, dan ciri fisik lainnya yaitu pupil mata menjadi besar, sering merasakan mual. sifat dari penyakit glaukoma sudut tertutup ini mengakibatkan kebutaan secara permanen.

    Beberapa faktor penyebab yang mengakibatkan seseorang terserang penyakit glaukoma adalah :

    1. Adanya peningkatan tekanan di area mata.
    2. Riwayat keluarga yang pernah mengalami glaukoma.
    3. Memiliki penyakit darah tinggi.

    Khusus untuk tekanan di area mata yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi, nilainya yaitu lebih dari 21 mmHg atau 2.8 kPa. Namun, pada beberapa orang yang memiliki tekanan mata tinggi selama bertahun-tahun tidak mengalami penyakit glaukoma. tetapi sebaliknya, kerusakan saraf optik juga dapat terjadi pada orang yang memiliki tekanan normal, yang sering disebut juga dengan glaukoma tegangan normal.

    Mekanisme glaukoma sudut terbuka diyakini keluarnya aqueous humor (merupakan cairan yang terdapat pada ruang mata diantara lensa Mata dan Kornea) secara perlahan -lahan melalui trabecular meshwork (Trabecular meshwork yaitu saluran saringan yang mengelilingi tepi luar dari iris mata dalam sudut ruang anterior, dibentuk di mana sisipan iris ke dalam tubuh ciliary) sementara di glaukoma sudut tertutup iris memblokir meshwork trabecular. diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah anda benar-benar terkena glaukoma jenis ini.

    Jika dapat ditangani sejak awal maka penyakit glaukoma mungkin masih bisa dihentikan atau diperlambat perkembangannya, dengan beberapa jenis pengobatan antara lain :

    • Obat-obatan
    • Perawatan laser
    • Pembedahan

    Tujuan dari pengobatan penyakit glaukoma ini adalah untuk mengurangi tekanan pada mata.  sejauh ini pengobatan melalui metode laser adalah yang paling efektif pada jenis glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup. tetapi jika penderita tidak memungkinkan untuk menggunakan pengobatan laser karena kondisi fisik maka bisa dilakukan dengan metode operasi glaukoma.

    Menurut data yang dihimpun badan kesehatan dunia, menunjukan jika penyakit glaukoma merupakan penyebab kebutaan terbesar kedua setelah penyakit katarak. penyakit glaukoma sendiri sering di sebut juga sebagai penyakit pencuri karena bisa menyebabkan kebutaan yang terjadi secara perlahan-lahan pada penderitanya.

  • Sangat Mudah! Lakukan 5 Cara Ini untuk Mengatasi Mata Merah dan Berair

    Mata merah dan berair adalah masalah yang umum terjadi oleh siapapun. Hal ini tak lepas dari aktivitas sehari-hari yang berdampak pada kesehatan mata, seperti berkendara menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung mata, menatap layar laptop dan handphone tanpa henti, serta kurangnya waktu tidur.

    Akan tetapi, mata merah dan berair juga bisa menjadi sinyal dari tubuh karena sedang mengalami mata kering, pelebaran pembuluh darah mata, bengkak pada kelopak mata, dan adanya alergi. Apabila kamu sedang mengalami mata merah dan berair, kamu tak perlu khawatir. Mari simak caranya berikut ini.

    Cara Mengatasi Mata Merah dan Berair dengan Mudah

    Berikut ini cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi mata merah dan berair yang kamu alami.

    1. Kompres dengan air dingin 

    Pertolongan pertama yang dapat kamu lakukan apabila sedang mengalami mata merah dan berair adalah dengan mengompresnya dengan menggunakan air dingin. Hal ini dilakukan karena air dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga dapat mengurangi penumpukan cairan di sekitar mata. 

    Caranya juga sangatlah mudah, kamu hanya perlu menggunakan handuk lembut dan merendamnya di baskom berisi air dingin beberapa saat. Kemudian peras handuknya dan tempelkan ke area mata selama 5-10 menit hingga mata merah dan berair bisa mereda.

    2. Kompres dengan air hangat

    Selain menggunakan air dingin, kamu juga bisa memanfaatkan air hangat untuk mengompres mata yang merah dan berair. Caranya pun masih sama, kamu hanya perlu merendamnya di baskom berisi air hangat untuk beberapa saat. Kemudian peras dan tempelkan handuk di area mata selama 5-10 menit. 

    Mengompres mata dengan air hangat sangat bermanfaat untuk memberikan efek relaksasi pada otot mata sekaligus mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat mata merah dan berair.

    3. Gunakan obat tetes mata

    Opsi selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi mata merah dan berair adalah dengan menggunakan cairan obat tetes mata. Kandungan pada obat tetes mata diketahui dapat mengatasi mata yang merah dan berair akibat iritasi. 

    Kamu bisa mendapatkan obat tetes mata ini di apotek terdekat dan bisa menggunakannya tanpa harus menggunakan resep dokter. Cara penggunaannya juga sangat praktis, kamu hanya perlu meneteskan cairan obat tetes mata sebanyak 1-2 tetes, lalu mengedipkan mata untuk menyerap cairan obat tetes mata hingga terasa lebih segar dan nyaman.

    4. Tempelkan mentimun di mata

    Menempelkan mentimun di mata bisa menjadi cara alami yang bisa kamu pilih untuk mengatasi mata yang merah dan berair. Dengan menempelkan mentimun pada mata diketahui bermanfaat untuk memberikan rasa sejuk sekaligus mengatasi iritasi di area mata. 

    Caranya pun juga sangatlah mudah, kamu hanya perlu mengiris timun sedikit tipis. Lalu, pejamkan mata kamu dalam posisi berbaring, kemudian tempelkan irisan timun tersebut di area mata selama 15-20 menit. Selama itu pula, kamu bisa menikmati sensasi dari khasiat mentimun tersebut untuk mengatasi mata merah.

    5. Istirahatkan mata

    Mata yang merah dan berair juga bisa jadi pertanda mata kamu sedang mengalami kelelahan. Terutama bagi kamu yang setiap hari bekerja harus menatap layar komputer dan handphone, kamu bisa coba untuk mengistirahatkan mata dengan mengalihkan pandangan ke luar ruangan atau memejamkan mata sejenak.

    Namun, jika kamu mengalami mata merah dan berair karena kurang tidur, maka hentikanlah aktivitasmu dan beristirahatlah untuk tidur agar mata yang merah dan berair bisa teratasi, serta mata kamu bisa kembali segar untuk beraktivitas.

    Baca Juga: Sering Menatap Laptop dan Smartphone? Begini Tips Menjaga Kesehatan Mata

    Tips Menghindari Mata Merah dan Berair

    Selain harus mengetahui cara mengatasi mata merah dan berair, kamu juga perlu untuk menghindari segala perilaku yang menyebabkan mata menjadi merah dan berair terjadi diantaranya:

    1. Tidur dengan waktu yang cukup

    Pastikan kamu mendapatkan waktu tidur yang cukup supaya dapat terhindar dari mata lelah yang dapat membuat mata menjadi merah dan berair.

    2. Gunakan kacamata

    Gunakanlah kacamata yang bisa menjadi alat pelindung bagi mata kamu dari terpaan debu dan udara yang dapat mengurangi kelembaban mata. Selain itu, kamu bisa menggunakan kacamata anti radiasi untuk digunakan saat bekerja menggunakan komputer agar terhindar dari mata merah dan berair.

    3. Hindari menyentuh area mata

    Hal yang seringkali dilakukan oleh kebanyakan orang ketika mata gatal adalah dengan menyentuh langsung atau mengucek mata. Padahal hal ini sangatlah dilarang, sebab dapat membuat mata menjadi iritasi dan terancam terkontaminasi bakteri dari tangan yang tidak steril.

    Nah, itu dia cara mengatasi mata merah dan berair. Namun, sangat disarankan bagi kamu untuk terus berhati-hati dan menjaga kondisi mata agar terhindari dari iritasi yang menyebabkan mata menjadi merah dan berair.