Tag: Longsor

  • Detik-Detik Mengerikan Banjir Bandang Sukabumi, Sungai Cikaso Meluap

    Bencana banjir bandang Sukabumi kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (4/12). Banjir ini dipicu oleh meluapnya aliran Sungai Cikaso yang menyebabkan kerusakan signifikan di Kecamatan Sagaranten, termasuk rumah-rumah yang terendam dan kendaraan yang hanyut terbawa arus.

    Kendaraan dan Rumah Warga Terdampak

    Berdasarkan pantauan di lokasi, derasnya arus Sungai Cikaso mengakibatkan tiga kendaraan terombang-ambing hingga hanyut. Salah satu kejadian dramatis adalah mobil jenis Taft yang terseret arus saat mencoba melintasi genangan air. Dalam video yang beredar, mobil tersebut terguling dan terbawa arus hingga ke daratan yang ikut terendam banjir.

    Camat Sagaranten, Ridwan Agus Mulyana, mengonfirmasi bahwa banjir terjadi akibat luapan air dari Sungai Cikaso.

    “Banjir karena luapan Sungai Cikaso, kondisi kendaraan sedang parkir,” kata Ridwan.

    Selain itu, ia menambahkan bahwa pihaknya masih mengidentifikasi jumlah rumah warga yang terdampak karena tersebar di berbagai titik dan desa di Kecamatan Sagaranten.

    Baca Juga: Banjir Bandang Sukabumi: Satu Korban Jiwa dan Puluhan Titik Bencana

    Kampung Cieurih Jadi Lokasi Terparah

    Kampung Cieurih Jadi Lokasi Terparah

    Salah satu area terdampak terparah adalah Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pabuaran. Luapan Sungai Cikaso menyebabkan kawasan tersebut tergenang air, merendam permukiman dan memutus akses jalan raya.

    “Itu di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, perbatasan dengan Kecamatan Pabuaran, akibat luapan Sungai Cikaso,” ujar Ridwan.

    Upaya Identifikasi dan Penanganan

    Hingga saat ini, pemerintah setempat terus melakukan pendataan dan upaya penanganan terhadap warga yang terdampak. Banjir bandang yang disebabkan oleh luapan Sungai Cikaso ini menjadi pengingat pentingnya langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Sukabumi.

  • Banjir Bandang Sukabumi: Satu Korban Jiwa dan Puluhan Titik Bencana

    Sukabumi – Bencana banjir bandang Sukabumi, disertai longsor dan cuaca ekstrem, kembali menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengungkapkan adanya satu korban jiwa akibat longsor, serta puluhan lokasi yang terdampak berbagai bencana.

    “Satu jiwa meninggal dunia,” kata Deden Sumpena, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/12).

    Rangkaian Bencana di Sukabumi

    BPBD mencatat, dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi bencana di 37 titik yang tersebar di 22 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat:

    • 14 titik longsor
    • 8 lokasi banjir
    • 9 titik angin kencang
    • 6 lokasi pergerakan tanah

    “Sebanyak 113 kepala keluarga (KK) atau 257 jiwa terdampak, dan 46 KK atau 71 jiwa terpaksa mengungsi,” jelas Deden.

    Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana ini meliputi 56 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 1 rumah mengalami kerusakan berat.

    Wilayah yang Terdampak Banjir Bandang Sukabumi

    Berikut adalah wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir:

    1. Kecamatan Ciemas
    2. Kecamatan Palabuhanratu
    3. Kampung Cimanggu, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog
    4. Kecamatan Gegerbitung
    5. Kampung Puncakpari, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud
    6. Kampung Cikadu, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud
    7. Kecamatan Pabuaran

    Lokasi Longsor yang Menelan Korban Jiwa

    Bencana longsor yang turut terjadi di Kabupaten Sukabumi menyebar di berbagai titik, di antaranya:

    • Kampung Cisaat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan
    • Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok
    • Kampung Cikawung, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak
    • Kampung Cileutik, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten

    Kerugian dan Evakuasi Warga

    Evakuasi Warga Banjir Bandang Sukabumi

    Cuaca ekstrem dan pergerakan tanah juga memberikan dampak serius di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sukaraja, Cikembar, dan Bantargadung. Pendataan terus dilakukan untuk menilai tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak.

    Bencana banjir bandang Sukabumi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem sangatlah penting, terutama di daerah-daerah rawan bencana. BPBD terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warga dan mengurangi dampak yang lebih besar.

    Upaya Penanganan

    Tim BPBD Kabupaten Sukabumi telah menyalurkan bantuan darurat kepada para pengungsi dan berupaya membersihkan material longsor di sejumlah lokasi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.