Tag: Kepribadian

  • Grafologi: Mengungkap Kepribadian Lewat Tulisan Tangan

    Tulisan tangan bisa menjadi gambaran mengenai bagaimana kepribadian seseorang tersebut. Hal ini jelas berkaitan dengan ilmu grafologi. Ilmu grafologi sendiri merupakan sebuah konsentrasi ilmu tentang tulisan tangan.

    Ilmu Grafologi dan Tulisan Tangan

    Menjadi sebuah cara lain mengungkap kepribadian, ilmu grafologi merupakan bagian dari penelitian panjang. Bahkan ini menjadi bahan materi membaca karakter seseorang berdasarkan gaya tulisannya. Grafologi sendiri terbagi 2 bagian. Yaitu grafologi yang bernaung pada psikologi (yang lebih khusus) dan grafologi yang ada pada bidang linguistik.

    Ilmu yang merupakan cabang dari psikologi tersebut  dapat memberikan gambaran mengenai karakter seseorang dengan cukup akurat hanya melalui tulisan tangan saja. Selain itu, banyak juga yang menjadikan ilmu satu ini untuk acuan sebagai mengecek keadaan mental.

    Baca Juga: Mengenal MBTI: Tes Kepribadian Populer untuk Rekrutmen dan Pengembangan Karier

    Tulisan Tangan dan Riset John Beck

    John Beck, yang merupakan founder dari British Institute of Graphologist, mengatakan bahwa ilmu grafologi ini berusaha menginterpretasikan simbol yang muncul dalam tulisan tangan untuk menggambarkan kondisi psikologis seseorang yang menulisnya itu.

    Beliau mengatakan: Ada perbedaan dari setiap gaya tulisan tangan yang menjadi pembeda atau keunikan tersendiri pada pola kepribadian seseorang. Terang praktisi yang berpengalaman selama lebih dari 40 tahun ini. Meski dinyatakan demikian, ternyata gaya tulisan tangan ini hanya dapat dinilai dari alfabet latin dan serta tulisan Romawi.

    Penentu Karakter Seseorang Melalui Tulisan Tangan

    Penentu Karakter Seseorang Melalui Tulisan Tangan

    John Beck menyatakan ada lima hal yang bisa dijadikan indikator sebagai penentu karakter seseorang dari tulisan tangannya, ini dia lima hal tersebut:

    Font

    Ukuran Menentukan Seberapa Banyak Pengakuan yang Anda Inginkan

    Ukuran huruf berkaitan dengan pengakuan atau apresiasi yang didambakan oleh seseorang. Orang yang cenderung menulis dengan huruf besar-besar memiliki kecenderungan senang diperhatikan dan capaian status sosial.

    Bahkan saat orang-orang ini melakukan sesuatu, mereka memerlukan apresiasi yang besar untuk membuatnya lebih percaya diri dan senang. Biasanya orang-orang dengan tipe seperti ini lebih cocok bekerja di luar ruangan, yang jelas dalam pekerjaannya tersebut memerlukan banyak interaksi di depan orang banyak. Contohnya publik figur, artis, aktor, penyanyi, dan guru, serta masih banyak lainnya.

    Sedangkan tipe orang yang memiliki tulisan tangan dengan huruf-huruf kecil biasanya lebih suka diam dan mengamati. Mereka, sebagian besar, tidak terlalu senang diperhatikan. Bahkan mungkin akan merasa risih dan terganggu apabila kedapatan diperhatikan terlalu lama apalagi jadi pusat perhatian banyak orang.

    Beberapa pekerjaan yang cocok dengan orang seperti ini adalah pekerjaan yang di dalamnya tidak memerlukan banyak berinteraksi atau bersosialisasi dengan sangat banyak orang. Misalnya adalah penulis yang identitasnya sengaja disamarkan, pelukis, pegawai, freelancer, dan lain-lain.

    Spasi

    John Beck juga menyebutkan bahwa jarak antar huruf dapat menggambarkan pandangan si penulis tentang dunia serta kecenderungan sikap yang mereka ambil dalam kegiatan sehari-harinya.

    Huruf yang saling atau terlalu berdekatan menandakan bahwa orang yang menulis itu memiliki wawasan luas dan rata-rata berotak cerdas serta rapi. Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa orang-orang dengan tipe tulisan seperti ini cenderung memiliki sifat perfeksionis.

    Di lain pihak, orang yang menggunakan spasi dengan jarak agak jauh menandakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang cenderung lebih berhati-hati, logis, namun suka dengan tantangan baru.

    Baca Juga: ISTP Kepribadian, Cek Sekarang Yuk!

    Tanda Tangan Berbeda dari Tulisan Asli

    Huruf Tertentu Ciri Khas Tulisan Belum Jadi Penentu Kepribadian

    Tanda tangan sangat penting terutama untuk menandai atau mengecap secara resmi sebuah dokumen dan sebagainya. Namun tahukah Anda bahwa tanda tangan ini ternyata dapat menggambarkan karakter?

    Tanda tangan sendiri sebenarnya bisa menunjukkan bagaimana kita ingin dipandang oleh orang lain, baik sebagian kecil orang maupun khalayak ramai. John Beck menjelaskan hal ini pulalah yang menyebabkan tanda tangan kerap berbeda dengan gaya tulisan yang asli. Khususnya untuk para pria.

    Kombinasi tanda tangan lebih unik yang berbeda dengan gaya tulisan biasa bisa menunjukkan karakter di dalam dan di luar yang berbeda pula pada satu orang yang sama. Contohnya tulisan tangannya kecil dengan tanda tangan besar. Ini menunjukkan pribadi tenang dan logis namun dengan kepribadian yang condong ke arah ekstrovert. Ekstrovert sendiri cenderung dimiliki oleh orang-orang ceria yang bisa membawa efek positif pada diri sendiri serta orang lain.

    Kemiringan Tulisan

    Gaya tulisan yang miring ke kiri menunjukkan karakter seseorang bertipe introvert yang sifatnya lebih terpengaruh oleh sifat ibunya. Sementara itu, tulisan yang cenderung lebih miring ke kanan menandakan seseorang yang mempunyai tipe ekstrovert dengan pengaruh ayah yang lebih besar dan dominan.

    Di lain pihak, gaya tulisan yang tegak lurus memiliki makna bahwa seseorang tersebut memiliki orang tua dengan kepribadian yang sangat kontras dan sama sekali berbeda satu dengan yang lainnya.

    Huruf

    Huruf Tertentu Ciri Khas Tulisan Belum Jadi Penentu Kepribadian

    Pada metode yang lebih lama, huruf tertentu dapat memberi  penekanan tentang adanya kecenderungan tertentu pada seseorang tersebut, sama seperti bahasan artikel yang ada. Meski demikian, John Beck mengatakan kalau hal ini tidak sepenuhnya benar meski tidak bisa terabaikan juga. Jadi masih belum bisa tepat berapa persen benar atau salahnya.

    Karena John Beck memiliki opini bahwa setiap huruf memiliki penekanannya masing-masing. Hingga bisa saja berbeda dengan alfabet yang umumnya kita temukan dan sudah pelajari sejak TK. Itulah beberapa hal mengenai tulisan tangan yang dapat menggambarkan karakter seseorang. Tertarik untuk belajar grafologi?

  • Menangani Teman Yang Menurutmu Datang Saat “Ada Maunya” Saja

    Sebal ya, bila harus menghadapi teman jenis seperti ini. Tidak ada kabar, tidak pernah mengobrol lagi, tahu-tahu datang meminta pertolongan. Sok akrab, lagi! Namun, di balik sikapnya yang menyebalkan, bisa saja dia pun tidak ingin terus-menerus seperti itu.

    Berikut tips singkat bagimu agar tidak merasa dimanfaatkan lagi, juga beberapa pemikiran positif yang mencoba menguak mengapa bisa sampai ada teman ‘seperti itu’. Bagaimana cara menghadapi teman yang datang saat butuh?

    Bila Dia Memang Datang Meminta Pertolongan Padahal Lama Tidak Berkomunikasi

    Bisa saja:
    Dia sebenarnya sudah lama memendam masalah ini sendirian. Dia sudah mencoba menghadapi masalahnya sendiri, tetapi tidak kunjung selesai. Sehingga saat dia merasa tidak sanggup lagi, barulah dia datang padamu. Bisa saja dia menghilang karena sedang sibuk mengurusi masalahnya tersebut.

    Solusi untukmu:
    Sesungguhnya kamu bisa temani dia sejak awal. Seringlah berkomunikasi, bertukar kabar. Ini sekaligus agar kamu bisa mengecek benar atau tidaknya masalah itu terjadi. Selama kamu bisa membantu, tolonglah sebelum dia meminta. Kalau kamu tidak bisa menolong, paling tidak, kamu sudah menjadi pendengarnya selama ini. Dengan kamu mengatakan sejak awal bahwa kamu tidak bisa membantu, ini akan membuat dia lebih mengerti. Salinglah kenal. Kenal kisah dan masalah masing-masing. Bukankah dengan kamu berharap dia tidak datang saat butuh pertolongan saja, berarti kamu ingin berteman dengannya dengan baik? Maka lakukanlah.

    Baca Juga: Gaslighting: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

    Bila Dia Meminta Pertolongan Hanya Padamu Lagi dan Lagi

    Bisa saja:
    Menurut dia, hanya kamulah yang bisa diandalkan. Dia pernah meminta tolong padamu dan kamu menolongnya, membuat dia merasa bisa meminta tolong padamu lagi. Mungkin dia hanya memiliki satu teman yang sepertimu. Mungkin, hanya kamu yang tahu semua rahasia dan masalahnya, jadi dia percaya karena kamu tidak pernah membeberkan rahasianya pada siapa pun.

    Solusi untukmu:
    Buatlah sebuah perjanjian. Bila yang dipinjam adalah uang, tanyakan padanya kapan dia bisa mengembalikan. Biasakan seperti ini agar dia tidak manja padamu. Bila dia ingkar, coba teliti dulu alasan yang dia berikan masuk akal atau tidak. Bila dia mengingkari perjanjian hanya karena keegoisannya dan seenaknya saja dia mengecewakanmu, kamu pasti tahu bagaimana selanjutnya cara menghadapi teman seperti ini.

    Teman Benar-Benar Hanya Memanfaatkanmu

    Tidak cuma datang di saat meminta pertolongan, dia pun tidak peduli akan perasaan dan kondisimu. Yang semacam ini, sifat terbiasa bergantung pada orang lain sudah menjamur darah dagingnya. Terparah adalah bila dia selalu meminta pertolongan untuk masalah yang sama. Seakan tidak belajar dari masalah, seakan baginya aman-aman saja asal kamu yang baik hati selalu bersedia membantunya.

    Solusi untukmu:
    Bila kamu benar-benar lelah selalu dimanfaatkan, maka pergilah. Hindari dia dan berkata tegas padanya bahwa kamu tidak bisa lagi membantunya. Tetapi, bila kamu merasa masih bisa membantu memperbaiki sifatnya, maka nasihatilah. Tentu tidak akan mudah menasihati, apalagi kepada seseorang yang tidak minta dinasihati. Sabarlah. Coba ceritakan bagaimana sudut pandangmu sebagai teman yang merasa dimanfaatkan. Bila perlu, cari solusi bersama-sama agar dia tidak lagi membiasakan sikap buruknya itu.

    Baca Juga: FWB: Panduan, Risiko, dan Batasan Hubungan Friends with Benefits

    Bisa kamu katakan padanya bahwa kamu tidak ingin lebih banyak orang membencinya. Katakan padanya kamu juga tidak selalu bisa membantu dan kamu pun mempunyai masalah yang selama ini dia tidak pernah peduli apa itu. Ingatkan padanya, jangan terlalu menggantungkan diri pada orang lain. Karena bila suatu saat seorang itu tidak lagi ada, dirinya akan sangat kesusahan.

    Ingat, katakan semuanya demi menyentuh hati dan membuka pikirannya. Bukan menggurui, memarahi, apalagi sampai melakukan hal yang akan memperparah keadaan, seperti menyebar aibnya ke media sosial. Temani teman seperti ini. Bersabar. Yakinlah, dia pasti akan berubah dan menjadi teman terbaik untukmu.

    Selamat mendapat teman ‘baru’ yang baik, ya!

  • ISTP Kepribadian, Cek Sekarang Yuk!

    Apakah Anda mengetahui tentang kepribadian ISTP dalam tes MBTI? Tes ini merupakan tes kepribadian khusus dengan pendekatan spesifik. Katharine Cook Briggs beserta anaknya pada tahun 1942 yang mengembangkannya.

    MBTI adalah kepanjangan dari Meyers Briggs Type Indicator. Tes ini mengacu pada kepribadian seseorang yang sangat beragam. Tujuannya adalah agar orang-orang dapat lebih mengenali diri mereka sendiri dan dapat mengetahui hal yang cocok dengan kepribadiannya.

    Sebelumnya, Kita telah mengenal introvert dan extrovert untuk mendefinisikan kepribadian seseorang. Namun, unsur yang ada dalam penilaian MBTI lebih banyak lagi dan menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda. Unsur-unsur dimensi kepribadian tersebut adalah Introversion (I) vs Extraversion (E), Intuitive (N) vs Sensory (S), Thinking (T) vs Feeling (F), dan Judging (J) vs Perceiving (P). Meski terdapat 16 kepribadian yang terdapat pada tes ini, artikel ini akan berfokus pada ISTP Personality.

    ISTP: The Crafter – A Virtuoso Personality in the MBTI, known for their introversion, sensing, thinking, and perceptive traits.

    Terdapat beberapa tokoh ISTP, antara lain Michael Jordan, Frida Kahlo, James Dean, Tom Cruise, dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Manusia dengan kepribadian ini kemungkinan berjumlah 4-6 persen dari seluruh populasi dunia.

    Perbedaan ISTP-T Dan ISTP-A

    Huruf yang membentuk ISTP merupakan dimensi unsur kepribadian yang ada dalam diri seseorang. Huruf I mewakili Interoversion merupakan dimensi sumber energi. S mewakili Sensory merupakan dimensi cara seseorang memahami informasi dari luar. T mewakili Thinking merupakan dimensi cara seseorang dalam mengambil keputusan. P mewakili Perceiving merupakan dimensi yang menunjukkan pola hidup.

    Dari unsur-unsur kepribadian tersebut, kita dapat menyimpulkan bagaimana cara seseorang dalam menjalani kehidupannya. Seseorang yang memiliki hasil tes ISTP memiliki peluang menjadi ISTP-T ataupun ISTP-A.

    Huruf belakang yang terpisah dari tes ini yang selalu A atau T menunjukkan jenis kepribadian. Perbedaan ISTP-A dan ISTP-T cukup perbedaan besar satu sama lain. A yang berarti Asertif memiliki makna bahwa ISTP-A merupakan orang yang stabil secara emosional tapi tegas. T yang berarti Turbulensi memiliki makna bahwa orang tersebut perfeksionis, peduli terhadap penilaian orang lain, bahkan berpacu pada keberhasilan.

    Karakteristik dengan Kepribadian ISTP

    Karakteristik dengan Kepribadian ISTP
    ISTP

    Apabila Anda mengetes kepribadian melalui MBTI, sebenarnya hasilnya mungkin akan berbeda pada kemudian hari. Hal tersebut terjadi karena tes ini hanya mengambil sampel dari kepribadian yang saat ini. Seperti yang kita tahu bahwa manusia merupakan makhluk yang dinamis sehingga senantiasa berubah-ubah.

    Namun, Jika Anda merupakan orang dengan kepribadian ISTP saat ini, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa detail dalam hidup. Detail seperti karir, percintaan, kelemahan, bahkan kelebihan yang Anda miliki.

    1. KELEBIHAN ISTP

    ISTP merupakan kepribadian yang dikategorikan sebagai seorang Virtuoso. Kepribadian ini memiliki kelebihan dari sikapnya yang selalu optimis dan enerjik. Hal itu membuat kepribadian ISTP senantiasa menjadi pribadi yang baik dan ceria sehingga membuatnya jarang merasa stress dalam pekerjaan.

    Kepribadian ini juga cukup kreatif. Ia dengan mudah memunculkan ide-ide yang unik dan senang untuk merealisasikannya. Sikap tersebut juga diimbangi dengan sikapnya yang spontan menjadikan ia individu yang fleksibel dan serba bisa.

    2. KELEMAHAN ISTP

    Kelebihan dari ISTP justru memberikan dampak buruk pada dirinya sendiri dan orang lain. Dengan ide yang kreatif dan optimis membuat tipe kepribadian ini menjadi pribadi yang egois. Ia sering kali merasa jengkel dengan kritik yang orang lain lontarkan.

    Kepribadiannya yang mampu untuk menghasilkan hal baru seolah tidak seimbang dengan kebiasaannya yang mudah bosan. Idealismenya menjadi boomerang yang membuatnya merasa ide yang ia buat terlalu sulit untuk terealisasikan. Sikap tersebut membuat ISTP menjadi seseorang yang tidak dapat berkomitmen dalam satu hal.

    3. HUBUNGAN CINTA KEPRIBADIAN ISTP

    Meski orang dengan tipe kepribadian ISTP kurang dalam hal komitmennya bekerja, nyatanya ia bukanlah orang yang tidak bisa untuk setia.

    Kepribadian ISTP merupakan seseorang dengan pemikiran luas yang bebas dan tidak ingin adanya pengekangan. Ia ingin pasangannya membiarkan ia untuk menjadi dirinya sendiri sebab berpura-pura baginya adalah ketidaknyamanan. Itulah sebabnya orang dengan kepribadian ini sangat baik saat melakukan self healing.

    ISTP bukan orang yang betah berlama-lama dengan ketidaknyamanan. ISTP bisa pergi meninggalkan pasangannya semau mereka dan melupakannya begitu saja apabila ia tak suka.

    4. KEPRIBADIAN ISTP DALAM PERTEMANAN

    Berteman dengan kepribadian ini sebenarnya mudah untuk Anda mengerti, tetapi sulit untuk Anda lakukan. Bukan tanpa alasan, sebab kepribadian ISTP merupakan seseorang yang dinamis sehingga berteman dengannya membutuhkan ekstra pengertian.

    5. MENJADI ORANG TUA

    Sebagai orang tua, ISTP merupakan orang tua yang memberikan kebebasan kepada anaknya untuk memilih. Meskipun begitu, ia akan kebingungan apabila anak mereka bermalas-malasan dan tidak melakukan apapun. ISTP merupakan orang tua yang berharap anak mereka menggunakan waktu luang dengan bijak.

    6. PERJALANAN KARIR

    Orang dengan kepribadian ISTP merupakan seorang generalist. kepribadian ini menyukai untuk mempelajari hal yang baru ketimbang menekuni hal yang sama. Tipe kepribadian ini terlahir untuk memecahkan masalah melalui solusi praktis. Jurusan yang cocok dengan ISTP adalah teknik mesin, desain grafis, ataupun ilmuwan forensik.

    Baca Juga: Mengenal MBTI: Tes Kepribadian Populer untuk Rekrutmen dan Pengembangan Karier

    7. RITME BEKERJA KEPRIBADIAN ISTP

    Tipe kepribadian ini merupakan sosok yang sulit ditebak. Ia merupakan peribadi dinamis yang awalnya enerjik dan dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini tentu menjadi hal yang menarik bagi keluarga maupun lingkungan kerja. Namun, bagi orang yang baru mengenal ISTP dapat menjadi hal yang memusingkan.

    COBALAH UNTUK TETAP FOKUS

    Seorang ISTP yang memiliki pemikiran dinamis dalam hidupnya perlu untuk menemukan fokus. Ia mungkin akan menemukan sandungan dalam hal mempertahankan kewajibannya, tetapi cobalah untuk bertahan. Orang dengan tipe kepribadian ini perlu untuk memperbaiki diri melalui penguatan dalam kelemahannya.

    ISTP juga perlu untuk menentukan peta fokusnya. Ia harus mengetahui tujuannya sebelum mencari lebih jauh tentang bagaimana mencapai tujuan.

  • Mengenal MBTI: Tes Kepribadian Populer untuk Rekrutmen dan Pengembangan Karier

    Pernahkah Anda mendengar tentang tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)? Tes ini merupakan salah satu alat uji kepribadian yang paling populer dan sering digunakan di seluruh dunia.

    Jutaan orang menjalani tes MBTI setiap tahunnya untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan hingga pekerjaan. Banyak perusahaan menggunakan tes ini dalam proses perekrutan dan pelatihan karyawan. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya dalam salah satu tahap rekrutmen pekerjaan Anda.

    Lalu, apa sebenarnya tes MBTI itu dan mengapa banyak perusahaan menggunakannya? Mari kita simak penjelasan berikut ini!

    Apa Itu MBTI?

    MBTI adalah sebuah tes kepribadian yang pertama kali diperkenalkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, pada tahun 1942. Tes ini didasarkan pada teori psikologi yang dikembangkan oleh Carl Jung. Sepanjang hidup mereka, Briggs dan Myers berusaha untuk mengembangkan indikator kepribadian yang memungkinkan individu memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik dan menemukan pekerjaan yang sesuai.

    Banyak orang menganggap bahwa hanya ada dua jenis kepribadian utama, yaitu introvert dan ekstrovert. Namun, MBTI menunjukkan bahwa kepribadian manusia lebih kompleks daripada itu. Tes ini membagi kepribadian berdasarkan empat dikotomi utama: Introversion (I) vs. Extraversion (E), Intuition (N) vs. Sensing (S), Thinking (T) vs. Feeling (F), dan Judging (J) vs. Perceiving (P). Kombinasi dari delapan kategori ini menghasilkan 16 tipe kepribadian yang unik.

    Mengapa Perusahaan Menggunakan MBTI?

    MBTI Tes Kepribadian Populer untuk Rekrutmen dan Pengembangan Karier

    Banyak perusahaan dan lembaga menggunakan MBTI dalam proses rekrutmen untuk mengenali dan memutuskan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil tes ini memberikan wawasan tentang bagaimana seseorang mungkin berperilaku dalam lingkungan kerja dan bagaimana mereka berinteraksi dengan kolega. Selain itu, MBTI sering digunakan sebagai dasar dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan karyawan.

    Meski begitu, tidak semua pakar psikologi setuju dengan penggunaan MBTI. Beberapa mengkritik bahwa tes ini didasarkan pada teori yang tidak sepenuhnya terbukti dan hasilnya dapat bervariasi dan tidak konsisten. Namun, banyak perusahaan besar tetap menganggapnya sebagai alat yang efektif.

    Bagaimana MBTI Diterapkan?

    Secara individual, tes MBTI dapat membantu seseorang mengenali diri mereka sendiri dengan lebih baik. Dengan mengetahui preferensi kepribadian, seseorang dapat lebih memahami cara mereka bereaksi dalam berbagai situasi. Dalam dunia karier, banyak perusahaan besar menggunakan MBTI untuk rekrutmen, pembangunan tim, pelatihan kepemimpinan, dan manajemen potensi.

    Kategori Kepribadian dalam MBTI

    Berikut adalah penjelasan tentang empat dikotomi utama dalam tes MBTI:

    1. Introversion (I) vs. Extraversion (E)
    • Introversion (I): Seseorang dengan kecenderungan introversi lebih fokus pada pemikiran internal dan menikmati interaksi sosial yang lebih mendalam dan bermakna.
    • Extraversion (E): Seseorang dengan kecenderungan ekstroversi merasa energik dan semangat setelah berinteraksi dengan orang lain.
    1. Intuition (N) vs. Sensing (S)
    • Intuition (N): Lebih memperhatikan pola dan kesan serta lebih senang memikirkan kemungkinan di masa depan.
    • Sensing (S): Fokus pada fakta dan detail yang dialami secara langsung.
    1. Thinking (T) vs. Feeling (F)
    • Thinking (T): Mengambil keputusan secara objektif dan analitis.
    • Feeling (F): Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan nilai, emosi, dan perasaan.
    1. Judging (J) vs. Perceiving (P)
    • Judging (J): Menyukai kehidupan yang terstruktur dan terencana.
    • Perceiving (P): Lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan.

    16 Tipe Kepribadian MBTI

    16 Tipe Kepribadian MBTI
    16 Tipe Kepribadian MBTI

    Dari kombinasi empat dikotomi di atas, terbentuklah 16 tipe kepribadian. Berikut adalah penjelasan singkat masing-masing tipe:

    1. ISTJ (The Inspector): Pendiam, praktis, dan menghargai ketertiban serta tradisi.
    2. ISTP (The Crafter): Mandiri, menyukai waktu untuk berpikir sendiri, dan senang pengalaman baru.
    3. ISFJ (The Protector): Hangat, efisien, dan bertanggung jawab, memperhatikan detail kehidupan sehari-hari.
    4. ISFP (The Artist): Terbuka, memiliki minat besar terhadap kehidupan dan pengalaman baru.
    5. INFJ (The Advocate): Idealistik, peduli pada nilai-nilai kemanusiaan, dan gemar membantu orang lain.
    6. INFP (The Mediator): Idealistik, kreatif, dan didorong oleh nilai-nilai tinggi.
    7. INTJ (The Architect): Pemecah masalah berbakat, menyukai penalaran logis dan strategi.
    8. INTP (The Thinker): Analitis, sering menghabiskan waktu untuk memikirkan cara kerja.
    9. ESTP (The Entrepreneur): Energik, berorientasi pada tindakan, dan suka mengejar peluang.
    10. ESTJ (The Executive): Pemimpin yang tegas, mampu menawarkan solusi logis.
    11. ESFP (The Performer): Sosial, suka suasana yang hidup, dan senang menemukan hal-hal baru.
    12. ESFJ (The Caregiver): Ramah, setia, dan mendapat energi dari berinteraksi dengan orang lain.
    13. ENFJ (The Protagonist): Hangat, ramah, dan mampu menjalin persahabatan dengan berbagai tipe kepribadian.
    14. ENFP (The Campaigner): Menggemari ide-ide besar dan memiliki energi hidup yang membara.
    15. ENTJ (The Commander): Pemimpin yang tegas dan menyukai pencapaian.
    16. ENTP (The Debater): Kreatif, berani, dan gemar berdebat serta mendekonstruksi ide-ide.

    Test MBTI

    Tes MBTI untuk Rekrutmen Pegawai

    Tes MBTI untuk Rekrutmen Pegawai

    1. Anda merasa nyaman bekerja dalam tim.

    2. Anda lebih suka bekerja dengan panduan yang jelas daripada menjelajahi ide-ide baru sendiri.

    3. Anda lebih suka lingkungan kerja yang terstruktur daripada yang fleksibel.

    4. Anda sering merasa lebih produktif ketika bekerja sendiri daripada dalam kelompok.

    5. Ketika menghadapi masalah, Anda lebih cenderung mengandalkan logika daripada perasaan.

    6. Anda tetap tenang di bawah tekanan.

    7. Anda lebih suka memiliki kolega yang ramah dan suportif daripada yang kompetitif.

    8. Anda lebih suka mengerjakan satu tugas hingga selesai sebelum memulai tugas lain.

    9. Anda sering merencanakan jauh ke depan daripada bertindak spontan.

    10. Anda merasa lebih nyaman dengan fakta dan data daripada dengan teori dan ide.

    Kesimpulan

    MBTI adalah salah satu tes kepribadian yang paling sering digunakan dan dianggap penting oleh banyak perusahaan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karyawan. Meskipun terdapat kritik dari kalangan psikolog, tes ini tetap digunakan secara luas karena dianggap efektif dalam mengidentifikasi kepribadian dan preferensi individu. Dengan memahami hasil MBTI, individu dapat lebih mengenal diri mereka sendiri dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di lingkungan kerja.

    Selain MBTI, masih banyak jenis tes kepribadian lainnya yang dapat membantu dalam pengembangan diri dan karier. Sebagai contoh, tes Holland RIASEC juga dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kepribadian dan potensi seseorang. Memahami berbagai jenis tes ini dapat membantu Anda dalam perjalanan karier dan pengembangan pribadi.