Tag: Kehamilan

  • Asam Folat: Nutrisi Penting bagi Ibu Hamil dan Program Hamil

    Asam Folat (Vitamin B9) adalah salah satu nutrisi esensial yang sangat penting bagi ibu hamil dan wanita yang menjalani program kehamilan (promil).

    Kecukupan asupan asam folat setiap harinya berperan vital dalam mencegah berbagai komplikasi kehamilan, termasuk cacat tabung saraf (Neural Tube Defect) pada janin. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan asam folat terpenuhi dengan baik.

    Pentingnya Asam Folat bagi Ibu Hamil dan Promil

    Para ahli kesehatan sangat menyarankan konsumsi suplemen yang mengandung asam folat selama masa kehamilan. Asupan yang cukup dari nutrisi ini dapat mengurangi risiko terjadinya cacat lahir yang serius. Namun, tahukah Anda bahwa asam folat juga memiliki peran penting bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan?

    Dosis Asam Folat untuk Program Hamil

    Menurut American Academy of Pediatrics, dosis asam folat yang direkomendasikan untuk wanita yang merencanakan kehamilan adalah sekitar 400 mcg per hari. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan asam folat selama kehamilan, yaitu 600 mcg per hari. Konsumsi asam folat idealnya dimulai 3 bulan sebelum konsepsi untuk memastikan kadar yang cukup dalam tubuh, guna mendukung perkembangan janin yang sehat.

    Manfaat Asam Folat untuk Kesuburan dan Kehamilan

    Asam folat tidak hanya berfungsi mencegah cacat lahir, tetapi juga dapat mendukung kesuburan. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia, yang menurut para ahli, berkaitan dengan masalah ketidaksuburan. Dengan memastikan asupan asam folat yang memadai, tubuh dapat menjalankan proses ovulasi dan pembuahan dengan lebih optimal.

    Baca Juga: Perkembangan Janin Pada Trimester 1 Kehamilan

    Manfaat Lain dari Asam Folat

    Selain perannya dalam kesuburan dan pencegahan cacat lahir, asam folat memiliki berbagai manfaat lain, antara lain:

    • Membantu produksi sel darah merah yang normal, sehingga mencegah anemia jenis tertentu.
    • Mendukung produksi, perbaikan, dan fungsi normal DNA, yang penting dalam regenerasi sel.
    • Berperan dalam perkembangan sel plasenta yang cepat serta mendukung perkembangan bayi yang sehat.

    Makanan yang Mengandung Asam Folat

    Selain dari suplemen, asam folat juga dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Berikut adalah beberapa sumber makanan yang kaya akan asam folat:

    • Roti yang difortifikasi
    • Oat dan beras merah
    • Kedelai dan kacang-kacangan
    • Sayuran hijau gelap, seperti bayam dan brokoli
    • Asparagus, bit, dan kembang kol
    • Wortel dan jagung
    • Buah-buahan, seperti jeruk, semangka, pisang, pepaya, nanas, dan stroberi
    • Hati sapi

    Meskipun asam folat terdapat dalam banyak bahan pangan, ahli kesehatan menyarankan untuk tetap mengonsumsi suplemen, karena sulitnya memenuhi kebutuhan asam folat harian hanya melalui makanan.

    Baca Juga: Retinol untuk Ibu Menyusui, Apakah Aman untuk Bayi?

    Kesimpulan

    Asam folat adalah nutrisi kunci yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi wanita yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Dengan memastikan asupan asam folat yang cukup, baik melalui suplemen maupun makanan, Anda dapat mendukung kesehatan dan perkembangan janin dengan lebih baik, serta meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan.

  • Apa Itu Baby Blues, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usai Melahirkan

    Tahukah anda apa itu baby blues? Baby blues syndrome biasa terjadi kepada ibu-ibu usai melewati proses melahirkan. Sebagian besar ibu-ibu mengalami hal ini karena dihadapkan pada fase baru di dalam hidup mereka.

    Baby blues syndrome dikenal juga dengan sebutan baby blues atau depresi yang dialami setelah melahirkan. Baby blues merupakan kondisi emosional yang umumnya terjadi di sebagian besar ibu yang baru melahirkan.

    Hal ini ditandai dengan berbagai hal, mulai dari perasaan cemas, sedih, dan mudah tersinggung di beberapa hari atau minggu usai melahirkan. Walaupun baby blues adalah kondisi yang umum terjadi, penting sekali untuk tahu gejala dan penyebab dari baby blues syndrome ini.

    Tak hanya harus diketahui oleh para ibu-ibu yang melahirkan, para suami atau orang tua yang berada di dekat ibu yang baru melahirkan perlu pahami tentang baby blues ini. Hal ini agar suami, orang tua, atau orang terdekat dapat meminimalisir baby blues terjadi kepada ibu yang baru saja melahirkan.

    Baca Juga: Khawatir Anak Stunting? Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

    Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu baby blues, gejala dan penyebabnya, bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

    Pengertian Apa Itu Baby Blues

    Apa itu baby blues syndrome? Baby blues adalah kondisi di mana psikologis sementara yang dialami oleh mayoritas ibu sesudah melahirkan. Gejala baby blues ini biasanya mulai muncul di beberapa hari atau minggu sesudah melahirkan. Dan biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu.

    Dilansir dari Healthline, ada sekitar 80 persen ibu yang baru melahirkan di periode nifas pernah mengalami yang namanya baby blues. Walaupun begitu, ada juga ibu-ibu yang tak merasakan hal tersebut.

    Kondisi umum seorang ibu mengalami baby blues ini biasanya berlangsung singkat, yakni sekitar 2 hingga 3 hari postpartum atau usai masa nifas. Namun, ada pula yang merasakan baby blues lebih dari 10 hari.

    Jika kondisi baby blues semakin lama dan menunjukkan gejala yang parah, bisa saja si ibu tengah mengalami depresi pasca melahirkan. Penyebab baby blues sejauh ini belum diketahui secara pasti, namun kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

    Yang utama adalah faktor dari perubahan hormonal yang belum kembali stabil sehingga perlu penyesuaian. Ketika hamil, hormone progesteron dan estrogen mengalami peningkatan produksi yang bisa menyebabkan gejala baby blues usai melahirkan.

    Akan tetapi, sesudah melahirkan hormone tersebut langsung menurun sehingga bisa mempengaruhi perubahan mood. Untuk mengetahui apa saja gejala dan penyebab baby blues, bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

    Gejala Baby Blues

    baby blues

    Berikut di bawah ini adalah gejala baby blues yang harus diketahui:

    • Perasaan mudah menjadi sensitif dan merasa sedih walau hanya karena hal kecil.
    • Perubahan suasana hati yang membuat si ibu gampang tersinggung.
    • Merasa cemas berlebihan dengan kondisi bayi.
    • Merasa gelisah hingga sulit berkonsentrasi.
    • Selera nafsu makan yang menurun.
    • Merasa tak mempunyai ikatan dengan bayi.
    • Merasa terbebani dalam mengurus si bayi.
    • Mengalami insomnia hingga menyebabkan kurang waktu tidur.

    Penyebab Baby Blues

    Penyebab Baby Blues

    Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa penyebab baby blues belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa factor yang bisa mempengaruhi hal tersebut. Berikut adalah faktornya:

    • Adanya perubahan hormon secara drastis selama hamil dan sesudah melahirkan.
    • Perubahan fisik setelah melahirkan dan tubuh yang kelelahan.
    • Perubahan gaya hidup
    • Usia ibu yang masih terlalu muda.
    • Adanya komplikasi usai melahirkan.
    • Adanya riwayat depresi.
    • Kurang mendapatkan dukungan sosial dari suami atau keluarga.

    Jika orang terdekat atau ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues, harus cepat untuk diatasi dan tak boleh diabaikan.

    Baca Juga: Retinol untuk Ibu Menyusui, Apakah Aman untuk Bayi?

    Cara Mengatasi Baby Blues

    Cara Mengatasi Baby Blues

    Berikut adalah cara untuk mengatasi baby blues:

    1. Mencari Dukungan: Jangan ragu untuk berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat tentang perasaan Anda. Dukungan emosional sangat penting untuk membantu Anda merasa didengar dan dimengerti. Selain itu, bergabung dengan komunitas atau kelompok pendukung ibu baru dapat memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama ibu yang menghadapi tantangan serupa.
    2. Merawat Diri: Prioritaskan istirahat yang cukup dengan mencoba tidur saat bayi tidur. Kurang tidur dapat memperburuk gejala baby blues. Makan makanan yang seimbang dan bergizi sangat penting; hindari konsumsi kafein dan gula berlebih. Selain itu, olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood Anda.
    3. Mengelola Stres: Menggunakan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu mengurangi kecemasan. Mengatur prioritas juga penting; fokuslah pada tugas yang penting dan tidak ragu untuk meminta bantuan dalam mengurus rumah tangga atau bayi jika diperlukan.
    4. Berkonsultasi dengan Profesional: Jika perasaan baby blues tidak membaik setelah dua minggu atau menjadi lebih buruk, penting untuk berbicara dengan dokter atau bidan. Mereka dapat memberikan saran medis atau merujuk Anda ke ahli kesehatan mental. Konseling atau terapi dengan psikolog atau psikiater juga dapat membantu mengatasi perasaan cemas atau depresi.
    5. Menjaga Hubungan dengan Pasangan: Komunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda dengan pasangan. Diskusi terbuka ini akan membantu Anda berdua menemukan cara untuk saling mendukung. Selain itu, luangkan waktu untuk berdua meskipun hanya beberapa menit setiap hari untuk menjaga kedekatan dan kebersamaan.
    6. Menyusun Jadwal Harian: Membuat rutinitas harian dapat memberikan struktur dan rasa kontrol dalam kehidupan sehari-hari. Sisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati, seperti membaca, mandi air hangat, atau hobi lainnya, untuk memberikan waktu bagi diri sendiri.
    7. Membatasi Harapan dan Tekanan: Penting untuk memiliki harapan yang realistis tentang peran sebagai ibu baru. Menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna dan fokus pada kemajuan, bukan kesempurnaan, dapat membantu mengurangi tekanan. Jika merasa tertekan oleh kehidupan orang lain di media sosial, batasi waktu yang dihabiskan di media sosial untuk menjaga keseimbangan mental.

    Demikian penjelasan mengenai apa itu baby blues, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini dapat membantu.

  • Perkembangan Janin Pada Trimester 1 Kehamilan

    Trimester pertama itu sendiri mencakup minggu 1 hingga minggu 12 kehamilan. Pada trimester ini, bunda akan mengalami berbagai gejala awal kehamilan. Seperti morning sickness, perubahan pada payudara, rasa lelah yang berlebih, perubahan emosi, dll.

    Semuanya merupakan kejadian yang wajar dan akan menghilang secara perlahan. Yang paling penting untuk dilakukan bunda pada trimester 1 kehamilan adalah menjaga asupan gizi ibu hamil / nutrisi ibu hamil. Ini karena trimester pertama merupakan masa yang paling penting dalam pertumbuhan awal janin.

    MINGGU PERTAMA TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Pada minggu ini ibu masih mengalami menstruasi. Meskipun pembuahan belum terjadi, minggu ini termasuk dalam trimester 1. Pada minggu ini, hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone ) mulai diproduksi untuk membantu terjadinya proses pembuahan. Proses pembuahan (proses bertemunya sel sperma dan sel telur) sendiri baru akan terjadi dalam 12 hingga 14 hari mendatang. Oleh karena itu, usia janin baru dihitung setelah 2 minggu masa kehamilan.  Untuk membantu proses pembuahan.

    Sangat dianjurkan bagi bunda untuk menghentikan segala kebiasaan yang tidak baik bagi kehamilan. Tiga hal utama yang harus dihindari adalah rokok, alkohol, dan obat-obat terlarang, karena semuanya dapat mempengaruhi perkembangan janin dan dapat menyebabkan cacat pada janin. Ibu hamil memerlukan asam folat sebesar 400mcg (0,4mg) perhari. Asam folat sangat penting untuk membantu mengurangi resiko gangguan perkembangan otak janin. Oleh karena itu, bunda dianjurkan untuk mengkonsumsi  suplemen asam folat. Asam folat bisa didapatkan dari makanan seperti telur, kacang-kacangan, hari dan sayuran hijau. Asam folat sangat penting untuk dikonsumsi, terutama sejak menstruasi terakhir hingga minggu kelima kehamilan.

    Baca Juga: Antibiotik Untuk Ibu Hamil, Mana Yang Aman dan Tidak

    MINGGU KEDUA TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Minggu ini merupakan waktu yang tepat untuk pembuahan, karena minggu ini adalah masa subur ibu. Terutama jika ibu memiliki siklus menstruasi yang teratur, yaitu setiap 28 hari. Ini karena ovulasi ( keluarnya sel telur dari indung telur ) terjadi ditengah menstruasi, sekitar hari ke 12 sampai 14. Pada minggu ini, periode menstruasi berakhir dan masuk ke masa proliferasi atau masa pertumbuhan rahim untuk melakukan persiapan kehamilan. Akan perjadi peningkatan hormon estrogen dan hormon FSH. Hormon FSH akan berperan dalam mengembangkan satau atau lebih folikel yang nantinya berubah menjadi sel telur yang matang. Sel ini akan bergerak dari indung telur menuju saluran tuba, ketika ia menunggu untuk dibuahi oleh sel sperma.

    Bila ibu melakukan hubungan seksual pada minggu ini, dari seluruh sel sperma yang dikeluarkan oleh pasangan ibu (sekitar 200-300 juta) saat ejakulasi, hanya sekitar 300 -500 sel yang dapat mencapai tempat sel telur berada (ampula tuba). Dan hanya ada satu sel sperma yang mampu membuahi sel telur. Agar pembuahan dapat terjadi dengan sempurna, sebaliknya ibu menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, berolah raga, serta beristirahat dengan waktu yang mencukupi.

    MINGGU KETIGA TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Masa awal kehamilan dimulai pada minggu ini. Setelah pasangan bunda mengalami ejakulasi, sel sperma yang dikeluarkannya akan mengalami masa penyesuaian selama 7 jam dalam vagina. Setelah itu, sperma yang keluar akan berlomba-lomba mencapai saluran tuba, yang memerlukan waktu sekitar 10 jam. Sel sperma yang berhasil sampai hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk membuahi sel telur. Pembuahan bisa berlangsung hingga 24 jam yang akan menghasilkan zigot.

    Dalam hitungan hari , sel telur ibu yang telah dibuahi akan membelah  menjadi 2 sel, kemudian 4 sel, dan seterusnya. Pada hari ketiga, sel akan membelah menjadi 16. Dari saluran telur, sel yang terus membelah ( morula ) ini akan bergerak menuju rahim.

    Perubahan ini sendiri akan menghasilkan gabungan kromosom Y, maka bayi yang dikandung akan berjenis kelamin laki-laki. Jika sperma membawa kromosom X, maka bayi tersebut akan berjenis kelamin perempuan.
    Pada minggu 2 trimester kehamilan ini mungkin bunda akan mengalami beberapa tanda awal kehamilan. Perubahan hormonal akan membuat ibu merasa sering lelah, payudara terasa sakit dan tegang, sering bad mood, dan mual/ morning sickness. Bunda memerlukan asupan nutrisi yang cukup, diantaranya;

    • Protein, yang diperlukan untuk pertumbuhan jaringan baru.
    • Kalsium sekitar 1200 mg perhari, untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium bisa didapat dari produk susu.
    • Zat besi, kurang lebih 30 mg perhari, Untuk meningkatkan volume embrio. Zat besi bisa didapat dari sayuran hijau, daging mentah, dan telur.

    MINGGU KEEMPAT TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Pada minggu ini embrio akan mulai mengalami pembentukan organ embrio. Embrio sendiri terdiri atas 3 lapisan.

    1. Lapisan endoderm, lapisan terdalam. Organ yang terbentuk: hati, paru, usus, dan saluran pencernaan.
    2. Lapisan mesoderm, yaitu lapisan tengah. Organ yang terbentuk; ginjal, jantung, otot alat kelamin, dan tulang.
    3. Lapisan ektoderm, yaitu lapisan terluar. Organ yang terbentuk; rambut, kulit, mata, dan sistem saraf.

    Selain itu, embrio akan membentuk tali pusat, dan plasenta. Plasenta berfungsi untuk mengeluarkan hormon kehamilan, Seperti progesteron dan estrogen yang membantu mempertahankan kehamilan. Selain itu, plasenta juga mengirim oksigen dan nutrisi bagi janin.

    Disisi lain ketuban akan memproduksi cairan ketuban yang berfungsi melindungi embrio. Janin yang mengapung di dalam ketuban akan terlindung dari benturan yang ibu alami. Cairan ketuban juga membantu menjaga suhu tubuh janin.

    MINGGU KELIMA TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Pada minggu ini, embrio berumur 3 minggu. Minggu ini pun janin rentan terhadap gangguan kecacatan janin. Bentuk embrio pun sudah mulai terlihat jelas. Embrio berbentuk seperti tabung dan alur syaraf yang berbentuk memanjang dari atas ke bawah. Pembentukan otak dan jantung primitif dimulai pada minggu ini.

    Pada minggu ini bunda tidak lagi mengalami menstruasi. Kadar hCG (human chorionic gondotrophin ) akan meningkat. Kadar inilah yang akan dideteksi oleh alat tes kehamilan yang ibu gunakan. Penuhi nutrisi kehamilan yang bunda butuhkan selama masa kehamilan.

    MINGGU KEENAM TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Pada minggu ini embrio berbentuk seperti kecebong. Lempeng telinga, lempeng mata, lengkung faring dan rigi lengan mulai terbentuk. Selain itu, otak, jantung, pembuluh darah, sistem saraf, lidah, ketuban, dan plasenta juga sedang terbentuk. Sel-sel darah mulai terbentuk, dan muncul pembuluh-pembuluh darah kecil. Akhirnya terhubunglah embrio dengan plasenta atau ari-ari.

    Bunda sudah mulai bisa melakukan kunjungan ke dokter kandungan atau bidan untuk memeriksakan kondisi kehamilan. Biasanya bunda akan dianjurkan untuk memeriksa kehamilan pada setiap waktu berikut ini.

    • Setiap 4 minggu sekali hingga kehamilan mencapai usia 7 bulan.
    • Setiap 2 minggu sekali pada usia kehamilan 7 bulan keatas.
    • Setiap 1 kali seminggu untuk usia kehamilan memasuki usia 9 bulan.

    MINGGU 7 TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Perkembangan Janin Pada Minggu ke 7 Trimester 1 Kehamilan
    Minggu ke 7 Trimester 1 Kehamilan

    Mata dan telinga janin mulai berkembang pesat pada minggu ini. Tali pusat pun telah terbentuk. Lubang hidung sudah terbentuk dan bentuk hidung mulai menonjol. Rongga jantung mulai dialiri darah. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai terbentuk.

    • Umur Janin : 5 minggu
    • Ukuran embrio: 0,36 mm – 1 mm
    • Berat embrio : + 1 gram

    MINGGU 8 TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Otak embrio mengalami perkembangan pesat pada minggu ini. Bagian wajah mulai terlihat jelas, mulutnya mulai terbuka. Kaki dan tangannya juga sudah mulai terlihat bentuknya. Begitu pula dengan bagian kepala, dada, dan perut yang sudah mulai terbentuk. Punggung embrio sudah bertambah panjang dan memiliki rangka embrio yang masih terdiri atas tulang rawan.

    • Umur Janin : 6 minggu
    • Ukuran embrio: 14 mm – 20 mm
    • Berat embrio : + 3 gram

    MINGGU 9 TRIMESTER 1 KEHAMILAN

    Embrio sudah mulai berbentuk seperti bayi muda dan sudah mulai bergerak. Bagian-bagian mata seperti retina dan iris sudah mulai ada walaupun matanya belum dapat membuka, karena kelopaknya belum terbentuk sempurna. Lekukan jemari janin sudah terlihat dan lengan atas sudah terbentuk. Perkembangan lebih pesat dibandingkan dengan paha dan betis. Alat kelamin embrio mulai tumbuh pada minggu ini.

    Bunda mungkin akan mulai sering berkemih. Jangan lupa untuk menjaga asupan cairan agar terhindar dari resiko terkena dehidrasi. Bunda mungkin belum terlihat hamil, karena perut belum terlalu membesar, namun lingkar pinggul sudah mulai terasa lebih lebar.

    • Umur Janin : 7 minggu
    • Ukuran embrio: 22 mm – 30 mm
    • Berat embrio : + 4 gram

    MINGGU 10 TRIMESTER PERTAMA KEHAMILAN

    Ekor embrio sudah menghilang, wajahnya sudah menyerupai manusia, telinga, dan kelopak mata sudah mulai terbentuk. Ibu sudah mulai dapat merasakan tendangan yang merupakan gerakan jari dan kaki. Sel-sel otak membelah dengan cepat, membentuk 250.000 sel saraf baru pada setiap detiknya.

    Pada minggu ini, ibu mungkin belum membutuhkan baju hamil, namun ukuran payudara mungkin sudah mulai membesar hingga bra yang bunda gunakan mulai tidak terasa nyaman. Oleh karena itu, gunakan bra dengan ukuran lebih besar.

    • Umur Janin : 8 minggu
    • Ukuran embrio: 31 mm – 42 mm
    • Berat embrio : + 5 gram

    MINGGU 11 TRIMESTER PERTAMA KEHAMILAN

    Calon bayi sudah mulai bisa disebut janin karena masa pembentukan organya telah berakhir. Sejak minggu ini, masa pemanjangan, pembesaran, dan penyempurnaan ini dimulai. Ukuran kira-kira sebesar telapak tangan ibu. Gerakan janin ibu sudah bisa dilihat melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Gejala morning sickness. Hal ini dikarenakan produksi hormon sudah diambil alih oleh plasenta. Jadi, nafsu makan yang sebelumnya hilang akan kembali, sehingga ibu dapat lebih nyaman dalam mengkonsumsi nutrisi yang diperlukan. Normalnya, ibu mengalami kenaikan berat badan 0,5 kg per minggu setelah tidak lagi mengalami mual atau muntah.

    • Umur Janin : 9 minggu
    • Ukuran embrio: 44 mm – 60 mm
    • Berat embrio : + 8 gram

    MINGGU 12 TRIMESTER PERTAMA KEHAMILAN

    Pada minggu ini adalah minggu terakhir trimester 1 kehamilan. Perut ibu mulai terlihat membesar dan ukuran baju mulai bertambah. Maka, kenakanlah pakaian yang longgar agar ibu merasa nyaman.

    Untuk menjaga stamina, ibu bisa melakukan olah raga pada saat hamil ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit di pagi hari. Selain itu bisa juga melakukan latihan kegel yang berguna untuk menguatkan otot panggul. Caranya, kontraksikan otot-otot disekitar vagina seperti saat ibu menahan hasrat untuk berkemih. Tahan selama 8-10 detik dan lakukan kurang lebih 25 kali sehari.

    • Umur Janin : 10 minggu
    • Ukuran embrio: 60 mm
    • Berat embrio : + 8- 14 gram
  • Antibiotik Untuk Ibu Hamil, Mana Yang Aman dan Tidak

    Antibiotik adalah jenis obat-obat yang khusus digunakan untuk mengobati infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik untuk ibu hamil umumnya tidak dianjurkan selama kehamilan dan menyusui, harap diperhatikan sebelum mengkonsumsi obat antibiotik dan juga diperhatikan mengenai keamanan bagi janin itu sendiri.

    Meskipun obat ini memang bermanfaat, akan tetapi harus dikonsumsi hanya bila memang sangat diperlukan, karena bisa menghadirkan efek samping yang berbahaya.

    Bahkan antibiotik bisa menyebabkan resiko bayi cacat lahir, dan wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan minum antibiotik selama kehamilan.

    Konsultasi dokter terlebih dahulu untuk memastikan aman tidaknya antibiotik dikonsumsi selama masa kehamilan ibu.

    BAGAIMANA CARA MEMILIH ANTIBIOTIK UNTUK IBU HAMIL?

    BAGAIMANA CARA MEMILIH ANTIBIOTIK?

    Sebelum bunda mengkonsumsi antibiotik pada masa kehamilan, ada baiknya ibu mengetahui berbagai jenis dan kategori Antibiotik Ibu Hamil.

    Obat dan antibiotik terdapat berbagai kategori, dan pemberiannya tergantung dari apakah aman jika dikonsumsi selama kehamilan.

    Antibiotik kategori A : Antibiotik ini adalah jenis yang paling aman, karena tidak membahayakan janin pada trimester pertama atau pada saat mau melahirkan. Contohnya Mycostatin.

    Antibiotik kategori B : Adalah antibiotik yang mayoritas dianggap aman selama kehamilan, karena tidak ada bukti cacat lahir atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Hal ini termasuk penisilin, cefixime, amoksisilin, ibuproven, ampisilin, dan banyak lagi.

    Antibiotik kategori C : Ada data yang cukup mengenai efek samping dari antibiotik jenis ini selama kehamilan, sehingga harus dihindari selama kehamilan. Hal ini termasuk Bactrim, monistat, cipro, diflucan, dll.

    Antibiotik kategori D : antibiotik jenis ini harus dihindari apapun alasannya selama kehamilan dan pengobatan kehamilan, karena diketahui menyebabkan cacat lahir atau menyebabkan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Antibiotik kategori ini termasuk oxytetracycline, naproxen, dll.

    ANTIBIOTIK YANG DIANJURKAN UNTUK IBU HAMIL

    Sebaiknya penggunaan antibiotik pada ibu hamil hanya dilakukan jika sangat diperlukan dan atas rekomendasi dokter yang merawat. Penggunaan antibiotik selama kehamilan harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat memengaruhi perkembangan janin. Berikut adalah beberapa antibiotik yang umumnya dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan jika diperlukan:

    1. Amoksisilin
    2. Penicillin
    3. Eritromisin
    4. Kefalosporin generasi pertama (misalnya, cefazolin)
    5. Azitromisin (dengan pertimbangan dokter)
    6. Clindamycin (dengan pertimbangan dokter)
    7. Nitrofurantoin (untuk infeksi saluran kemih tertentu)

    Namun, penggunaan antibiotik selama kehamilan dapat bervariasi tergantung pada dosis, durasi penggunaan, dan tahap kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan antibiotik selama kehamilan untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

    ANTIBIOTIK YANG TIDAK AMAN UNTUK IBU HAMIL

    Berikut ini obat-obat antibiotik yang tidak dianjurkan dikonsumsi ibu hamil selama proses kehamilan dan menyusui.

    1. Golongan Aminoglikosida (biasanya dalam turunan garam sulfate-nya)seperti amikacin sulfate, tobramycin sulfate, dibekacin sulfate, gentamycin sulfate, kanamycin sulfate, dan netilmicin sulfate.
    2. Golongan Sefalosporin, seperti : cefuroxime acetyl, cefotiam diHCl, cefotaxime Na, cefoperazone Na, ceftriaxone Na, cefazolin Na, cefaclor dan turunan garam monohydrate-nya, cephadrine, dan ceftizoxime Na.
    3. Golongan Chloramfenicol, seperti : chloramfenicol, dan thiamfenicol.
    4. Golongan Makrolid, seperti : clarithomycin, roxirhromycin, erythromycin, spiramycin, dan azithromycin.
    5. Golongan Penicillin, seperti : amoxicillin, turunan tridydrate dan turunan garam Na-nya.
    6. Golongan Kuinolon, seperti : ciprofloxacin dan turunan garam HCl-nya, ofloxacin, sparfloxacin dan norfloxacin.
    7. Golongan Tetracyclin, seperti : doxycycline, tetracyclin dan turunan HCl-nya (tidak boleh untuk wanita hamil), dan oxytetracylin (tidak boleh untuk wanita hamil).

    Jadi kalau nanti perlu meminum obat analgesik dan apalagi antibiotik, anda perlu tanyakan pada dokter dan apoteker di apotik tempat menebus obat, apa isi obat yang diberi. Agar ibu-ibu hamil lebih waspada, karena mungkin saja diberi obat patennya, bukan generiknya.

    Setelah mempertimbangkan faktor-faktor ini, selanjutnya ibu hamil hanya mengambil antibiotik yang diresepkan. Jika ada masalah kesehatan selama kehamilan, yang penting adalah memberitahukan kepada dokter jika bunda sedang hamil, sehingga dokter bisa meresepkan obat yang paling aman dengan dosis yang tepat khusus untuk Anda. Yang paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mengambil apapun jenis antibiotik selama kehamilan, meskipun dikatakan termasuk dalam kategori antibiotik yang aman.

    Disclaimer :  Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi saja, dan tidak bisa digunakan sebagai ganti dari saran dan nasihat ahli medis atau dokter yang bersertifikat.