Tag: Karakter

  • Grafologi: Mengungkap Kepribadian Lewat Tulisan Tangan

    Tulisan tangan bisa menjadi gambaran mengenai bagaimana kepribadian seseorang tersebut. Hal ini jelas berkaitan dengan ilmu grafologi. Ilmu grafologi sendiri merupakan sebuah konsentrasi ilmu tentang tulisan tangan.

    Ilmu Grafologi dan Tulisan Tangan

    Menjadi sebuah cara lain mengungkap kepribadian, ilmu grafologi merupakan bagian dari penelitian panjang. Bahkan ini menjadi bahan materi membaca karakter seseorang berdasarkan gaya tulisannya. Grafologi sendiri terbagi 2 bagian. Yaitu grafologi yang bernaung pada psikologi (yang lebih khusus) dan grafologi yang ada pada bidang linguistik.

    Ilmu yang merupakan cabang dari psikologi tersebut  dapat memberikan gambaran mengenai karakter seseorang dengan cukup akurat hanya melalui tulisan tangan saja. Selain itu, banyak juga yang menjadikan ilmu satu ini untuk acuan sebagai mengecek keadaan mental.

    Baca Juga: Mengenal MBTI: Tes Kepribadian Populer untuk Rekrutmen dan Pengembangan Karier

    Tulisan Tangan dan Riset John Beck

    John Beck, yang merupakan founder dari British Institute of Graphologist, mengatakan bahwa ilmu grafologi ini berusaha menginterpretasikan simbol yang muncul dalam tulisan tangan untuk menggambarkan kondisi psikologis seseorang yang menulisnya itu.

    Beliau mengatakan: Ada perbedaan dari setiap gaya tulisan tangan yang menjadi pembeda atau keunikan tersendiri pada pola kepribadian seseorang. Terang praktisi yang berpengalaman selama lebih dari 40 tahun ini. Meski dinyatakan demikian, ternyata gaya tulisan tangan ini hanya dapat dinilai dari alfabet latin dan serta tulisan Romawi.

    Penentu Karakter Seseorang Melalui Tulisan Tangan

    Penentu Karakter Seseorang Melalui Tulisan Tangan

    John Beck menyatakan ada lima hal yang bisa dijadikan indikator sebagai penentu karakter seseorang dari tulisan tangannya, ini dia lima hal tersebut:

    Font

    Ukuran Menentukan Seberapa Banyak Pengakuan yang Anda Inginkan

    Ukuran huruf berkaitan dengan pengakuan atau apresiasi yang didambakan oleh seseorang. Orang yang cenderung menulis dengan huruf besar-besar memiliki kecenderungan senang diperhatikan dan capaian status sosial.

    Bahkan saat orang-orang ini melakukan sesuatu, mereka memerlukan apresiasi yang besar untuk membuatnya lebih percaya diri dan senang. Biasanya orang-orang dengan tipe seperti ini lebih cocok bekerja di luar ruangan, yang jelas dalam pekerjaannya tersebut memerlukan banyak interaksi di depan orang banyak. Contohnya publik figur, artis, aktor, penyanyi, dan guru, serta masih banyak lainnya.

    Sedangkan tipe orang yang memiliki tulisan tangan dengan huruf-huruf kecil biasanya lebih suka diam dan mengamati. Mereka, sebagian besar, tidak terlalu senang diperhatikan. Bahkan mungkin akan merasa risih dan terganggu apabila kedapatan diperhatikan terlalu lama apalagi jadi pusat perhatian banyak orang.

    Beberapa pekerjaan yang cocok dengan orang seperti ini adalah pekerjaan yang di dalamnya tidak memerlukan banyak berinteraksi atau bersosialisasi dengan sangat banyak orang. Misalnya adalah penulis yang identitasnya sengaja disamarkan, pelukis, pegawai, freelancer, dan lain-lain.

    Spasi

    John Beck juga menyebutkan bahwa jarak antar huruf dapat menggambarkan pandangan si penulis tentang dunia serta kecenderungan sikap yang mereka ambil dalam kegiatan sehari-harinya.

    Huruf yang saling atau terlalu berdekatan menandakan bahwa orang yang menulis itu memiliki wawasan luas dan rata-rata berotak cerdas serta rapi. Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa orang-orang dengan tipe tulisan seperti ini cenderung memiliki sifat perfeksionis.

    Di lain pihak, orang yang menggunakan spasi dengan jarak agak jauh menandakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang cenderung lebih berhati-hati, logis, namun suka dengan tantangan baru.

    Baca Juga: ISTP Kepribadian, Cek Sekarang Yuk!

    Tanda Tangan Berbeda dari Tulisan Asli

    Huruf Tertentu Ciri Khas Tulisan Belum Jadi Penentu Kepribadian

    Tanda tangan sangat penting terutama untuk menandai atau mengecap secara resmi sebuah dokumen dan sebagainya. Namun tahukah Anda bahwa tanda tangan ini ternyata dapat menggambarkan karakter?

    Tanda tangan sendiri sebenarnya bisa menunjukkan bagaimana kita ingin dipandang oleh orang lain, baik sebagian kecil orang maupun khalayak ramai. John Beck menjelaskan hal ini pulalah yang menyebabkan tanda tangan kerap berbeda dengan gaya tulisan yang asli. Khususnya untuk para pria.

    Kombinasi tanda tangan lebih unik yang berbeda dengan gaya tulisan biasa bisa menunjukkan karakter di dalam dan di luar yang berbeda pula pada satu orang yang sama. Contohnya tulisan tangannya kecil dengan tanda tangan besar. Ini menunjukkan pribadi tenang dan logis namun dengan kepribadian yang condong ke arah ekstrovert. Ekstrovert sendiri cenderung dimiliki oleh orang-orang ceria yang bisa membawa efek positif pada diri sendiri serta orang lain.

    Kemiringan Tulisan

    Gaya tulisan yang miring ke kiri menunjukkan karakter seseorang bertipe introvert yang sifatnya lebih terpengaruh oleh sifat ibunya. Sementara itu, tulisan yang cenderung lebih miring ke kanan menandakan seseorang yang mempunyai tipe ekstrovert dengan pengaruh ayah yang lebih besar dan dominan.

    Di lain pihak, gaya tulisan yang tegak lurus memiliki makna bahwa seseorang tersebut memiliki orang tua dengan kepribadian yang sangat kontras dan sama sekali berbeda satu dengan yang lainnya.

    Huruf

    Huruf Tertentu Ciri Khas Tulisan Belum Jadi Penentu Kepribadian

    Pada metode yang lebih lama, huruf tertentu dapat memberi  penekanan tentang adanya kecenderungan tertentu pada seseorang tersebut, sama seperti bahasan artikel yang ada. Meski demikian, John Beck mengatakan kalau hal ini tidak sepenuhnya benar meski tidak bisa terabaikan juga. Jadi masih belum bisa tepat berapa persen benar atau salahnya.

    Karena John Beck memiliki opini bahwa setiap huruf memiliki penekanannya masing-masing. Hingga bisa saja berbeda dengan alfabet yang umumnya kita temukan dan sudah pelajari sejak TK. Itulah beberapa hal mengenai tulisan tangan yang dapat menggambarkan karakter seseorang. Tertarik untuk belajar grafologi?

  • Cara Mengetahui Karakteristik Seseorang Dengan Hitungan Weton Jawa

    Jika orang-orang di negara barat mengenal zodiak sebagai astronomi atau ilmu perbintangan, di Jawa juga memiliki ilmu perbintangannya. Sama seperti zodiak yang melihat karakteristik seseorang melalui tanggal lahirnya, astronomi Jawa juga juga demikian. Bedanya, dalam astronomi Jawa yang dihitung adalah hari lahir beserta hari pasarannya.

    Di Jawa, sama seperti di kebanyakan orang di belahan dunia lainnya, yaitu memiliki 7 hari dalam seminggu yang seperti kita ketahui ada hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Namun bedanya, di Jawa juga mengenal yang namanya hari pasaran. Hari pasaran memiliki 5 hari, yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

    Nah, lalu bagaimana mengetahui karakteristik seseorang dengan mengandalkan hari lahir dan hari pasarannya? Oke mari kita bahas pelan-pelan. Tapi sebelumnya, perlu diketahui jika masyarakat Jawa menentukan hari itu menggunakan peredaran bulan mengelilingi bumi atau istilahnya Tahun Syamsiah. Jadi, pergantian hari itu dihitung ketika matahari terbenam dan bulan mulai terbit. Atau waktunya yah kira-kira sehabis Ashar lah yah.

    Lanjut ke hitungan hari dan pasaran. Yang mana setiap hari dan pasaran itu memiliki nilainya masing-masing. Dan dari nilai itulah kita dapat menghitung diri kita dan mengetahui karakteristiknya. Berikut tabel nilai dari setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa:

    HariNilaiPasaranNilai
    Ahad5Kliwon8
    Senin4Legi5
    Selasa3Pahing9
    Rabu7Pon7
    Kamis8Wage4
    Jumat6
    Sabtu9
    Tabel Hari dan Pasaran Kalender Jawa

    Nah dari data di atas kita dapat menemukan nilai diri kita atau orang jawa bilang namanya Neptu. Neptu itu adalah jumlah nilai hari dengan nilai pasaran. Misalkan kamu lahir hari Ahad Kliwon, maka neptu kamu adalah Ahad + Kliwon = 5 + 8 = 13. Atau misalkan kamu lahir di hari Selasa Pahing, maka neptu kamu adalah Selasa + Pahing = 3 + 9 = 12.

    Lalu setelah kita mengetahui neptu kita, bagaimana selanjutnya?

    Ada beberapa metode untuk mengetahui karakteristik seseorang berdasarkan neptunya. Namun karena yang akan aku bahas di sini adalah metode kelipatan 5, maka aku akan menjelaskan dengan metode kelipatan 5 saja.

    Karena yang akan kita gunakan adalah metode kelipatan 5, maka cara perhitunganya adalah neptu dibagi 5 lalu ambil sisanya. Misalkan jika pakai contoh di atas ada Ahad Kliwon dan Selasa Pahing maka hitungannya adalah untuk Ahad Kliwon neptunya kan 13, nah 13 itu dibagi 5. Hasilnya kan tidak habis yah, masih sisa, yaitu sisa 3. Nah 3 itulah yang kita pegang untuk melihat karakteristik kita. Anggaplah 3 itu kita beri nama angka ketetapan.

    Jadi, ada ketetapan baku tentang karakteristik manusia dalam hitungan weton metode kelipatan 5 ini. Setelah kita memperoleh angka ketetapan kita, maka kita harus melihat ketetapan bakunya.

    Jika angka ketetapan kita adalah 1, maka

    Orang yang memiliki karakteristik ini disebut sebagai orang yang Sri. Orang yang memiliki karakteristik Sri itu memiliki kelebihan dalam hal pengasihan. Orang-orang dalam karakteristik ini mudah disukai dan dicintai banyak orang. Biasanya memiliki kelebihan seperti paras yang rupawan, tutur kata yang lembut atau hal-hal lain yang membuat orang-orang senang dengan dirinya.

    Dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki karakteristik Sri ini, mereka harus dapat memanfaatkan koneksi-koneksi yang tercipta karena rasa suka dan cinta orang di sekitarnya terhadap dirinya. Jika dia justru memanfaatkannya untuk mendzolimi orang lain, maka tunggulah kehancurannya.

    Jika angka ketetapan kita adalah 2, maka

    Orang yang memiliki karakteristik ini disebut sebagai orang yang Rezeki. Yah seperti namanya, orang yang memiliki karakteristik ini selalu diberikan Rezeki yang cukup entah berupa materi, kesehatan, rasa nyaman, dll. Orang-orang yang memiliki karakteristik ini biasanya selalu hoki. Bisa jadi dia pintar, bisa jadi tidak, bisa jadi rupawan, bisa jadi tidak, bisa jadi kaya, bisa jadi tidak tapi kok ndilalah orang dalam karakteristik ini selalu hoki, rejekinya ada aja.

    Dengan kelebihan yang dimiliki karakter Rezeki ini, sepatutnya mereka dapat memanfaatkanya untuk kebaikan-kebaikan bagi sesama. Namun sifat Rejeki ini memiliki kelemahan jika tidak digunakan sebagaimana mestinya kelebihan yang ada, maka akan sulit berkembang, dia mungkin tidak akan jatuh, tapi akan begitu-begitu saja hidupnya.

    Jika angka ketetapan kita adalah 3, maka

    Orang yang memiliki karakteristik ini disebut sebagai orang yang Gedong. Orang ini disebut juga memiliki Balungan Gajah kalau kata orang Jawa. Maksudnya adalah orang ini memang terlahir untuk menjadi orang besar. Entah dia akan menjadi orang yang kaya raya, menjadi seorang yang dihormati, menjadi tokoh masyarakat. Pokoknya orang ini emang orang besar lahh.

    Dengan ketetapan yang dimiliki oleh orang Gedong ini, mereka memiliki suatu ujian. Ujianya adalah jika mereka tidak mampu menjadi seorang pengayom yang baik, sombong, dan suka merendahkan. Maka orang Gedong ini akan berakhir dalam kehancuran.

    Jika angka ketetapan kita adalah 4, maka

    Orang yang memiliki karakteristik ini disebut sebagai orang Loro. Loro di sini artinya adalah sakit. Di mana orang yang memiliki ketetapan ini biasanya hidupnya penuh dengan kesakitan. Entah sakit raganya, maupun batinnya. Mereka-mereka orang Loro ini sering disakiti, sering dikhianati, ditipu, dll.

    Tapi, orang dengan karakter Loro ini sangat baik untuk para lelaku tirakat. Karena hidupnya yang selalu penuh dengan kesakitan, jika berhasil mengambil segala hikmahnya, maka orang ini akan menjadi orang yang bersahaja, orang yang bijak.

    Jika angka ketetapan kita adalah 5 (berlaku juga untuk angka ketetapan 0 atau neptunya habis dibagi 5), maka

    Orang yang memiliki karakter ini disebut sebagai orang Pati. Pati di sini berarti kematian. Maksudnya, orang yang memiliki ketetapan Pati mau bagaimanapun akan susah. Semuanya akan mati. Usaha gagal, percintaan berantakan, yah pokoknya ngelakuin apapun gagal dah.

    Nah orang dalan ketetapan ini memang hari diruwat. Diruwat itu adalah melakukan prosesi pembersihan diri yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dengan melakukan ritual-ritual tertentu.

    Itulah cara mengetahui karakteristik seseorang menggunakan weton dengan metode kelipatan 5. Apa yang aku sajikan di sini boleh dipandang dari berbagai sudut keilmuan. Mau dari sudut budaya, mau dipercayai full, mau dipandang sebagai hiburan atau apapun yah sah-sah saja. Asalkan hal itu akan selalu membawa hal-hal positif dalam hidup kita.