Tag: Istilah

  • 30+ Bahasa Gaul yang Viral pada Tahun 2024: Makna dan Contohnya

    Perkembangan bahasa gaul di kalangan anak muda Indonesia semakin pesat. Bahasa gaul adalah sebuah fenomena linguistik yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya di masyarakat. 

    Tahun ini, berbagai istilah dan frasa baru muncul dan menjadi viral, terutama di media sosial. Artikel ini akan membahas beberapa bahasa gaul yang populer di tahun 2024 beserta contohnya, serta bagaimana fenomena ini mempengaruhi komunikasi sehari-hari.

    Mengapa Bahasa Gaul Begitu Populer?

    Bahasa gaul menjadi populer karena beberapa alasan:

    1. Ekspresi Identitas: Bahasa gaul sering digunakan oleh anak muda untuk mengekspresikan identitas mereka. Dengan menggunakan istilah-istilah baru, mereka merasa lebih terkoneksi dengan kelompok sebaya.
    2. Pengaruh Media Sosial: Platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter memainkan peran besar dalam menyebarkan bahasa gaul. Video pendek dan meme menjadi alat utama dalam mempopulerkan istilah-istilah baru.
    3. Kreativitas: Anak muda senang bereksperimen dengan bahasa. Mereka menggabungkan kata-kata, mengubah makna, dan menciptakan istilah baru yang unik dan lucu.
    4. Kebutuhan untuk Berkomunikasi Lebih Cepat: Bahasa gaul sering kali merupakan bentuk singkatan atau akronim yang memudahkan dan mempercepat komunikasi.

    Bahasa Gaul Viral 2024

    Bahasa gaul terbaru

    Berikut adalah beberapa istilah gaul populer yang sering digunakan, lengkap dengan penjelasannya.

    1. FOMO (Fear of Missing Out)

    Pengertian:
    FOMO adalah singkatan dari “Fear of Missing Out,” yang menggambarkan rasa takut atau cemas akan ketinggalan tren, acara, atau informasi terbaru yang dianggap penting oleh banyak orang.

    Contoh Penggunaan:
    Seseorang yang sering merasa tidak nyaman jika tidak bisa hadir di acara-acara sosial, seperti konser atau pesta, atau tidak mengikuti tren terbaru di media sosial.

    Dampak Psikologis:
    FOMO dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, meningkatkan kecemasan, dan menciptakan tekanan sosial untuk selalu ‘terhubung’ dengan dunia luar.

    Baca Juga: Apa Itu FOMO: Penyebab dan Dampak pada Kesehatan Mental

    2. Backingan

    Pengertian:
    Backingan merujuk pada bantuan atau dukungan yang diberikan kepada seseorang, terutama saat mereka berada dalam situasi sulit atau kontroversial.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam dunia selebriti, backingan sering diberikan oleh penggemar yang setia untuk mendukung idola mereka ketika menghadapi kritik publik.

    Signifikansi:
    Backingan dapat berfungsi sebagai penguat moral dan kepercayaan diri seseorang, menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah.

    3. Sasimo (Sana Sini Mau)

    Pengertian:
    Sasimo adalah singkatan dari “Sana Sini Mau,” yang menggambarkan seseorang yang supel dan mudah bergaul, sering kali memiliki banyak teman dari berbagai kalangan.

    Contoh Penggunaan:
    Orang yang dikenal sebagai sasimo cenderung memiliki jaringan pertemanan yang luas dan sering diundang ke berbagai acara sosial.

    Keuntungan Sosial:
    Sasimo bisa mendapatkan banyak kesempatan baru dan memperluas jaringan sosial mereka, namun bisa juga menimbulkan persepsi negatif jika dianggap terlalu berusaha untuk disukai.

    4. Salty

    Pengertian:
    Salty adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kesal atau jengkel terhadap suatu situasi atau orang lain.

    Contoh Penggunaan:
    Seorang gamer yang mengalami kekalahan dalam permainan mungkin merasa salty terhadap lawannya.

    Asal Usul:
    Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘asin’, dan digunakan untuk menggambarkan rasa yang tidak menyenangkan.

    5. Red Flag dan Green Flag

    Red Flag:
    Red flag adalah istilah yang menunjukkan tanda peringatan atau indikasi bahwa sebuah hubungan atau situasi memiliki potensi bahaya atau masalah serius.

    Green Flag:
    Sebaliknya, green flag adalah tanda positif yang menunjukkan bahwa sebuah hubungan atau situasi dianggap sehat dan mendukung.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam konteks hubungan asmara, red flag bisa berupa perilaku manipulatif, sedangkan green flag bisa berupa komunikasi yang jujur dan saling mendukung.

    Baca Juga: Apa Arti Red Flag, Ini Tanda-Tandanya!

    6. Pick Me Girl/Boy

    Pengertian:
    Istilah ini menggambarkan seseorang yang berusaha keras untuk menonjol atau mendapatkan perhatian dengan cara tertentu agar dipilih atau dianggap istimewa oleh orang lain.

    Contoh Penggunaan:
    Pick me girl/boy sering menunjukkan perilaku yang mengesankan bahwa mereka berbeda atau lebih baik daripada orang lain untuk menarik perhatian.

    Dampak Sosial:
    Meskipun perilaku ini bisa efektif dalam mendapatkan perhatian, seringkali juga menimbulkan kritik karena dianggap manipulatif.

    7. Yellow Flag

    Pengertian:
    Yellow flag adalah tanda awal yang perlu diwaspadai dalam menjalin hubungan dengan seseorang, meskipun tidak seberbahaya red flag, tetap membutuhkan perhatian.

    Contoh Penggunaan:
    Seseorang yang menunjukkan perilaku tidak konsisten atau tidak tegas dalam hubungan mungkin menunjukkan yellow flag.

    Pentingnya Kesadaran:
    Memahami yellow flag dapat membantu mencegah masalah yang lebih besar di masa depan dalam suatu hubungan.

    8. Sokin (So Akrab)

    Pengertian:
    Sokin adalah singkatan dari “so akrab,” yang menggambarkan kedekatan yang terjalin dengan cepat antara dua orang, seringkali baru dikenal.

    Contoh Penggunaan:
    Sokin sering terjadi di lingkungan pergaulan baru, di mana orang cepat merasa dekat meskipun belum saling mengenal lama.

    Manfaat dan Risiko:
    Meskipun dapat membantu dalam membangun jaringan sosial dengan cepat, sokin juga bisa membuat seseorang terlihat tidak tulus.

    9. OOT (Out of Topic)

    Pengertian:
    OOT adalah singkatan dari “Out of Topic,” yang menunjukkan pembicaraan yang keluar dari topik utama yang sedang dibahas.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam diskusi formal, sering kali peserta dianggap OOT jika menyimpang dari agenda yang telah ditetapkan.

    Pentingnya Fokus:
    Menjaga pembicaraan agar tetap fokus pada topik utama penting untuk menjaga efisiensi dan efektivitas diskusi.

    10. Flexing

    Pengertian:
    Flexing mengacu pada tindakan memamerkan sesuatu, sering kali untuk mendapatkan pengakuan atau perhatian dari orang lain.

    Contoh Penggunaan:
    Orang yang memamerkan barang-barang mewah di media sosial sering disebut sedang melakukan flexing.

    Pengaruh Sosial:
    Fenomena ini dapat menciptakan tekanan sosial untuk tampil lebih ‘sukses’ atau ‘kaya’ daripada yang sebenarnya, sering kali mendorong konsumerisme berlebihan.

    11. Cringe

    Pengertian:
    Cringe menggambarkan perasaan tidak nyaman atau jijik terhadap sesuatu yang dianggap memalukan atau canggung.

    Contoh Penggunaan:
    Video atau perilaku yang dianggap tidak pantas atau terlalu berlebihan bisa menimbulkan reaksi cringe.

    Asal Usul:
    Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti meringis, menggambarkan reaksi fisik terhadap rasa malu.

    12. HTS (Hubungan Tanpa Status)

    Pengertian:
    HTS adalah singkatan dari “Hubungan Tanpa Status,” yang menggambarkan hubungan antara dua orang yang tidak memiliki status resmi, seperti pacaran.

    Contoh Penggunaan:
    Dua orang yang sering menghabiskan waktu bersama tetapi tidak menyatakan hubungan mereka secara resmi dianggap menjalani HTS.

    Dinamika HTS:
    HTS seringkali rumit dan dapat menimbulkan kebingungan atau rasa tidak aman jika tidak ada kesepakatan yang jelas antara kedua belah pihak.

    13. IDK (I Don’t Know)

    Pengertian:
    IDK adalah singkatan dari “I Don’t Know,” digunakan untuk menunjukkan ketidakpahaman atau ketidaktahuan seseorang tentang suatu hal.

    Contoh Penggunaan:
    Ketika ditanya tentang rencana ke depan dan tidak memiliki jawaban pasti, seseorang mungkin berkata, “IDK.”

    Relevansi Dalam Percakapan:
    Menggunakan IDK dapat memberikan kesan jujur dalam komunikasi, tetapi juga bisa menunjukkan kurangnya persiapan.

    14. Kane

    Pengertian:
    Kane adalah singkatan dari “enak,” digunakan untuk menyatakan kesukaan atau kenikmatan terhadap sesuatu.

    Contoh Penggunaan:
    Seseorang yang menikmati hidangan lezat mungkin berkomentar, “Makanan ini kane banget!”

    Fungsi Ekspresif:
    Istilah ini menunjukkan penilaian positif terhadap suatu pengalaman, sering digunakan dalam konteks informal.

    15. Sabi

    Pengertian:
    Sabi adalah singkatan dari “bisa,” yang menunjukkan kemampuan atau keahlian seseorang untuk melakukan sesuatu.

    Contoh Penggunaan:
    Ketika ditanya apakah bisa menyelesaikan tugas tertentu, seseorang mungkin menjawab, “Sabi lah!”

    Konotasi Positif:
    Sabi sering digunakan untuk mengekspresikan kepercayaan diri dan kemampuan yang dimiliki seseorang.

    16. ASAP (As Soon As Possible)

    Pengertian:
    ASAP adalah singkatan dari “As Soon As Possible,” digunakan untuk menunjukkan urgensi atau kebutuhan untuk melakukan sesuatu secepat mungkin.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam lingkungan kerja, seorang manajer mungkin meminta laporan untuk diselesaikan ASAP.

    Pentingnya Kecepatan:
    Istilah ini menekankan pentingnya respons cepat dalam berbagai konteks, terutama dalam situasi yang mendesak.

    17. Sokab (So Akrab)

    Pengertian:
    Sokab adalah singkatan dari “so akrab,” menggambarkan kedekatan yang terjalin secara cepat dan spontan, mirip dengan istilah sokin.

    Contoh Penggunaan:
    Dua orang yang baru bertemu di sebuah acara dan langsung merasa sangat dekat disebut sokab.

    Aspek Sosial:
    Sokab menunjukkan keterbukaan dan kemampuan beradaptasi dalam situasi sosial baru, meskipun bisa dianggap berlebihan oleh sebagian orang.

    18. POV (Point Of View)

    Pengertian:
    POV adalah singkatan dari “Point Of View,” yang merujuk pada sudut pandang atau cara pandang seseorang terhadap suatu situasi atau peristiwa.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam dunia konten, video atau tulisan sering diberi label POV untuk menunjukkan bahwa isinya dilihat dari perspektif tertentu.

    Nilai Perspektif:
    Memahami berbagai POV dapat memperkaya pemahaman dan toleransi terhadap pandangan yang berbeda.

    19. A6 (Asik)

    Pengertian:
    A6 adalah singkatan dari “Asik,” yang digunakan untuk menggambarkan kesenangan atau kepuasan terhadap suatu pengalaman atau situasi.

    Contoh Penggunaan:
    Ketika menikmati waktu berkumpul dengan teman, seseorang mungkin berkomentar, “Acara ini a6 banget!”

    Ekspresi Positif:
    Istilah ini menunjukkan apresiasi dan kebahagiaan dalam konteks sosial atau pengalaman pribadi.

    20. Nolep (No Life)

    Pengertian:
    Nolep adalah singkatan dari “No Life,” yang menggambarkan keadaan hidup yang dianggap monoton atau kurang bermakna, biasanya karena terlalu fokus pada satu aspek, seperti bermain game.

    Contoh Penggunaan:
    Seseorang yang menghabiskan seluruh waktu di depan komputer tanpa aktivitas sosial lainnya mungkin disebut nolep.

    Implikasi Sosial:
    Istilah ini sering digunakan secara bercanda namun juga mengingatkan tentang pentingnya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

    21. PANSOS (Panjat Sosial)

    Pengertian:
    PANSOS adalah singkatan dari “panjat sosial,” menggambarkan usaha berlebihan untuk meningkatkan status sosial atau popularitas di media sosial.

    Contoh Penggunaan:
    Memamerkan kehidupan glamor di Instagram untuk mendapatkan lebih banyak pengikut adalah salah satu contoh pansos.

    Konsekuensi Sosial:
    PANSOS dapat memberikan dampak negatif, seperti menimbulkan persepsi palsu tentang kehidupan seseorang dan meningkatkan tekanan sosial.

    22. Clingy

    Pengertian:
    Clingy adalah istilah yang menggambarkan seseorang yang terlalu membutuhkan perhatian atau ketergantungan pada orang lain, terutama dalam hubungan personal.

    Contoh Penggunaan:
    Pasangan yang selalu ingin bersama dan merasa cemas saat berpisah sebentar mungkin dianggap clingy.

    Keseimbangan Hubungan:
    Menjadi clingy bisa menjadi tantangan dalam hubungan, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebebasan.

    23. Virtual

    Pengertian:
    Virtual merujuk pada hubungan yang terjalin secara online melalui media sosial atau platform digital lainnya.

    Contoh Penggunaan:
    Persahabatan yang terbentuk di dunia maya, seperti melalui game online atau media sosial, disebut sebagai hubungan virtual.

    Era Digital:
    Virtual menjadi semakin umum dalam era digital saat ini, menawarkan kemudahan komunikasi, meskipun seringkali menghadapi tantangan dalam hal keaslian dan kepercayaan.

    24. Damage

    Pengertian:
    Damage adalah istilah yang menggambarkan rasa kagum atau terpesona terhadap seseorang atau sesuatu yang dianggap sangat menarik.

    Contoh Penggunaan:
    Melihat penampilan seorang selebriti di karpet merah bisa membuat seseorang berkata, “Wah, damage banget!”

    Dampak Sosial:
    Istilah ini mencerminkan apresiasi dan pengaruh kuat yang bisa dimiliki seseorang atau sesuatu terhadap orang lain.

    25. YTTA (Yang Tau Tau Aja)

    Pengertian:
    YTTA adalah singkatan dari “Yang Tau Tau Aja,” yang merujuk pada informasi atau pengetahuan yang hanya diketahui oleh kelompok tertentu.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam lingkup pertemanan, YTTA sering digunakan untuk membahas topik yang hanya dipahami oleh anggota kelompok yang sama.

    Eksklusivitas:
    YTTA menciptakan rasa kebersamaan dan keunikan di antara orang-orang yang memiliki pemahaman atau pengalaman yang sama.

    26. Taylor

    Pengertian:
    Taylor merujuk pada penggemar Taylor Swift yang sering berinteraksi dan berdiskusi di media sosial, menunjukkan dukungan dan kesetiaan mereka terhadap penyanyi tersebut.

    Contoh Penggunaan:
    Para Taylor biasanya membahas rilis lagu baru atau berbagi pengalaman konser di platform media sosial.

    Budaya Penggemar:
    Taylor mencerminkan fenomena fandom, di mana penggemar terlibat aktif dalam komunitas online dan berbagi minat yang sama.

    27. Skena

    Pengertian:
    Skena adalah istilah yang menggambarkan grup atau komunitas dengan minat atau kesukaan yang sama, seringkali dalam konteks musik, seni, atau subkultur lainnya.

    Contoh Penggunaan:
    Skena musik indie di kota besar sering kali menciptakan ruang bagi musisi lokal untuk berkumpul dan berbagi karya.

    Kontribusi Budaya:
    Skena berperan penting dalam memperkaya keragaman budaya dan memberikan platform bagi ekspresi kreatif.

    28. Katrok

    Pengertian:
    Katrok menggambarkan seseorang atau perilaku yang dianggap ketinggalan zaman atau norak, sering kali dalam konteks fashion atau teknologi.

    Contoh Penggunaan:
    Seseorang yang masih menggunakan teknologi usang mungkin disebut katrok oleh teman-temannya.

    Konotasi Negatif:
    Istilah ini sering digunakan untuk mengkritik kurangnya penyesuaian terhadap perkembangan zaman, meskipun bisa dianggap merendahkan.

    29. Second Choice

    Pengertian:
    Second choice adalah istilah yang merujuk pada pilihan kedua dalam sebuah hubungan atau situasi, sering kali dianggap kurang diinginkan.

    Contoh Penggunaan:
    Dalam hubungan asmara, seseorang yang merasa dipilih hanya karena pilihan pertama tidak tersedia mungkin merasa seperti second choice.

    Pentingnya Keputusan:
    Istilah ini mengingatkan tentang pentingnya membuat pilihan berdasarkan keinginan dan nilai pribadi, bukan hanya sebagai alternatif.

    30. Tipis-tipis

    Pengertian:
    Tipis-tipis adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan melakukan sesuatu secara perlahan atau sedikit demi sedikit, sering kali dalam konteks bersenang-senang.

    Contoh Penggunaan:
    Menghabiskan waktu santai dengan minum kopi di sore hari sambil berbincang-bincang dengan teman disebut tipis-tipis.

    Gaya Hidup Santai:
    Tipis-tipis mencerminkan pendekatan santai dan tidak berlebihan dalam menikmati hidup sehari-hari.

    Baca Juga: Pragos, Istilah Viral di Tiktok

    Dengan penjelasan ini, kita dapat lebih memahami dan menggunakan istilah-istilah gaul ini dalam konteks yang tepat. Selain itu, istilah-istilah ini juga mencerminkan dinamika sosial yang berkembang di kalangan anak muda saat ini.

    Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Komunikasi

    Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Komunikasi

    Bahasa gaul memiliki dampak yang signifikan terhadap cara komunikasi di kalangan anak muda. Beberapa dampak positif dari penggunaan bahasa gaul adalah:

    • Menciptakan Kedekatan: Bahasa gaul sering kali menciptakan kedekatan antar pengguna yang merasa memiliki kode atau cara komunikasi yang sama.
    • Inovasi Bahasa: Bahasa gaul mendorong inovasi linguistik dan memperkaya kosa kata dalam bahasa Indonesia.
    • Kekompakan Komunitas: Penggunaan istilah gaul sering kali menjadi tanda keanggotaan dalam sebuah komunitas atau kelompok sosial.

    Namun, ada juga beberapa dampak negatif yang harus diperhatikan, seperti:

    • Kehilangan Makna Asli: Penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan makna asli dari kata-kata dalam bahasa Indonesia.
    • Kesenjangan Antar Generasi: Bahasa gaul kadang menciptakan kesenjangan antara generasi muda dan generasi yang lebih tua, yang mungkin tidak memahami istilah-istilah baru ini.

    Bagaimana Memanfaatkan Bahasa Gaul dengan Bijak?

    Untuk memanfaatkan bahasa gaul dengan bijak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

    1. Pahami Konteks: Gunakan bahasa gaul sesuai dengan konteks dan lawan bicara. Jangan sampai penggunaannya menimbulkan kebingungan atau salah paham.
    2. Jaga Sopan Santun: Meskipun bahasa gaul sering kali bersifat santai, tetap jaga sopan santun dalam berkomunikasi.
    3. Belajar dan Beradaptasi: Selalu belajar istilah-istilah baru dan beradaptasi dengan perubahan bahasa yang terjadi.
    4. Gunakan untuk Kreativitas: Manfaatkan bahasa gaul sebagai sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan inovasi dalam berbahasa.

    Bahasa gaul adalah cerminan dari dinamika sosial dan budaya di Indonesia. Tahun 2024, banyak istilah baru yang muncul dan menjadi tren di kalangan anak muda. Dalam penggunaannya, penting untuk memahami konteks dan dampak dari bahasa gaul tersebut agar bisa dimanfaatkan secara bijak. Dengan demikian, bahasa gaul tidak hanya menjadi sarana komunikasi yang menyenangkan, tetapi juga memperkaya khasanah bahasa Indonesia.

  • Pragos, Istilah Viral di Tiktok

    Saat ini banyak sekali hal-hal yang viral di TikTok, salah satunya adalah istilah kata. Salah satu yang kini tengah viral di TikTok adalah ‘Pragos’. Apa yang dimaksud dengan Pragos? Apa arti Pragos? Untuk mengetahui makna pragos, bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

    Ternyata istilah pragos memiliki kaitannya dengan seri animasi berjudul Little Krishna. Animasi tersebut memiliki kisah berdasarkan dengan mitologi Hindu. Di mana mengisahkan tentang kehidupan Dewa Krishna atau Narayana.

    Lalu apa kaitannya dengan pragos yang viral di TikTok? Untuk yang penasaran apa arti pragos yang viral di TikTok, bisa menyimak ulasan dari acuantoday dibawah ini, ya.

    Apa Arti Pragos yang Viral di TikTok?

    Jika mencari tentang ‘pragos’ di mesin pencari di TikTok, maka akan menemukan banyak konten video yang menunjukkan cuplikan animasi Little Krishna. Apa kaitannya dengan serial tersebut?

    Ternyata, pragos adalah salah satu karakter yang pernah muncul pada episode ke-5 serial Little Krishna. Pragos muncul di episode 5 yang berjudul ‘Fire and Fury’ atau yang artinya ‘Api dan Kemarahan’.

    Pragos sendiri sebenarnya hanya nama samaran. Nama asli dari tokoh itu yakni Pralambasura. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok seseorang raksasa paling kuat di antara bangsanya. Seluruh tokoh jahat banyak yang ingin berencana melenyapkan si Krishna, tidak terkecuali si Pralambasura.

    Pralambasura akhirnya menjelma menjadi sosok anak kecil yang gembul berkulit hitam, dengan alis dan rambut berwarna merah. Ketika bermain tarik tambang dengan teman-temannya, Krishna memanggil jelmaan si Pralambasura untuk menggantikannya yang ingin mengganggu anak-anak perempuan.

    Ketika Krishna menanyakan siapa namanya, Pralambasura hampir keceplosan menyebut identitas aslinya. Namun, ia pun langsung mengatakan namanya adalah pragos. Di akhir episode, pragos akan bertarung melawan kakak Krishna, Balarama.

    Pragos pun akhirnya beralih ke wujud aslinya yakni Pralambasura. Meski ukuran tubuhnya jauh lebih besar, kakak Krishna berhasil melumpuhkan Pralambasura atau pragos hanya dengan sekali pukulan saja.

    Apa Arti Kata Pragos?

    Apa Arti Kata Pragos?
    Pragos Meme

    Belum diketahui pasti terkait asal-usul pragos di tren TikTok. Hanya saja, melihat dari banyak konten yang ada dengan menampilkan karakter sosok pragos dari serial Little Krishna, kemungkinan maksud dari arti kata pragos yakni jelmaan dari Pralamabasura yang menjadi sosok bocah laki-laki gembul dengan rambut merah.

    Akan tetapi, ada akun TikTok yang membuat define tersendiri tentang apa arti kata pragos. Ada yang menyebut jika pragos merupakan akronim dari kata ‘Pria Gosong’. Sedangkan, lainnya mengartikan kata pragos dengan sebutan ‘Pria Tukang Ghosting’, ‘Pria Bos’, sampai ‘Raja Setan’.

    Tak hanya itu, ada pula akun lain yang mengaitkan istilah viral TikTok itu dengan penampilan. Contohnya adalah ada warga TikTok yang mengunggah konten video dengan keterangan bertuliskan, ‘Si cantik milik si tampan. Kita mah yang pragos diem aja ygy.’

    Maksud dari kalimat tersebut kemungkinan besar dari kata ‘mirip pragos’ yakni penampilan orang tersebut kurang menawan atau menarik alias kurang tampan/cantik. Hal ini lantaran banyak yang menilai jika karakter pragos dalam serial Little Krishna kurang menarik dan menawan.

    Dengan adanya tren pragos tersebut, tak sedikit warga TikTok yang sengaja memasang foto profil akun TikTok mereka dengan foto pragos si jelmaan Pralambasura.

    Bahasa Gaul TikTok Lainnya

    Selain istilah pragos, banyak bahasa gaul TikTok lainnya yang viral dan tren di kalangan kaum muda milenial. Apa saja istilah yang menjadi bahasa gaul TikTok lainnya? Berikut di bawah ini adalah daftarnya:

    • POV, adalah singkatan point of view.
    • VT, adalah singkatan “video TikTok”.
    • IB, adalah singkatan “Inspired by” atau ‘terinspirasi dari’.
    • JJ, adalah singkatan “Jedag Jedug”.
    • DC, adalah singkatan dance, dance challenge, dance cover, dance compilation, atau dance credit.
    • TBL, adalah singkatan “Takut Banget Loh”.
    • YGY, adalah singkatan “Ya Guys Ya” atau “Ya Gaes Ya”.
    • YTTA, adalah singkatan “Yang Tau Tau Aja”.
    • Cheugy, mempunyai arti yang merujuk pada sesuatu yang kuno atau norak.
    • Pargoy, adalah singkatan “partai goyang” yang populer di kalangan anak muda, khususnya di Sumatera Barat.
    • Spill mempunyai arti yakni ‘memberitahu’ atau ‘mengungkapkan sesuatu’.
    • Kiyowo mempunyai arti imut seperti di dalam bahasa Korea.

    Demikian penjelasan mengenai apa arti pragos yang viral di TikTok, beserta bahasa gaul TikTok lainnya. Semoga informasi di atas dapat membantu.

  • Apa Itu FOMO: Penyebab dan Dampak pada Kesehatan Mental

    Pernahkah kamu takut tertinggal dari orang lain, mau orang terdekat ataupun orang jauh? Jika pernah, perasaan itu dikenal dengan sebutan FOMO atau fear of missing out. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan FOMO lebih lengkapnya?

    Istilah ini kerap ditemui di media sosial. FOMO merupakan kondisi di mana seseorang melakukan tindakan yang kompulsif untuk menyusul ketertinggalan dari orang lain. Rasa takut untuk tertinggal dari orang lain terus menerus bisa berdampak negatif untuk kesehatan mental.

    FOMO memang kerap terjadi saat ini, terutama di kalangan Gen Z dan millenials. Hal ini tentunya tidak terlalu baik dan tidak terlalu buruk. Ada beberapa hal yang menyebabkan FOMO ini berdampak negatif pada diri seseorang. Apa penyebab orang FOMO dan dampak FOMO pada kesehatan mental?

    Untuk mengetahui apa itu FOMO, penyebab dan dampaknya bisa menyimak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Apa Itu FOMO?

    FOMO atau fear of missing out adalah persepsi atau perasaan takut ketinggalan dari orang lain, yang terlihat lebih baik, lebih bahagia, atau mempunyai kehidupan yang lebih dari diri sendiri. Rasa takut tertinggal ini banyak dirasakan oleh pengguna media sosial.

    Pasalnya, media sosial menjadi tempat yang mudah untuk melihat lalu mengikuti kehidupan orang lain. Saat ini, semua orang mudah dan lebih sering membagikan aktivitas hingga kehidupan pribadinya di media sosial.

    Beberapa orang memang tak mengalami masalah tertentu dengan unggahan orang lain. Akan tetapi, ada orang yang mempunyai kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri, bahkan sampai menimbulkan rasa tak percaya diri dan cemas akan hal tersebut.

    Kondisi ini kerap dialami oleh anak-anak muda zaman now, terutama yang aktif berselancar di medi asocial. Anak-anak saat ini sebagian besar kerap merasa khawatir jika ketinggalan trend yang tengah berlangsung. Sebab, mereka merasa takut dan khawatir dicap tidak gaul dan ketinggalan zaman.

    Sehingga, saat ini banyak sekali orang-orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling uptodate, soal informasi. Dan tentunya akan menunjukkan kesenangan di media sosial pribadi. Banyak orang-orang saat ini yang FOMO karena untuk mengejar pengakuan dan ekstensi dari orang lain.

    Apa Penyebab FOMO Itu Bisa Terjadi?

    Apa Itu FOMO: Penyebab dan Dampak pada Kesehatan Mental

    Dari penjelasan di atas tentunya kita bertanya-tanya, apa penyebab FOMO itu bisa terjadi? Perasaan khawatir dan takut tertinggal ini biasanya dialami oleh orang-orang yang aktif bermain media sosial. Perasaan tersebut kerap muncul saat melihat postingan teman atau orang lain, yang tengah bersenang-senang yang tak dilakukan olehnya.

    Dari penelitian yang dilakukan pada 2019 oleh Psychological Research and Intervention, penyebab FOMO adalah rendahnya tingkat kepercayaan diri dari orang lain. Kondisi tersebut bisa ditemui di partisipan yang memiliki usia 18 tahun sampai 25 tahun.

    Hal ini terjadi lantaran adanya tuntutan untuk mempunyai relasi sosial yang baik dengan orang lain. Media sosial akhirnya menjadi jembatan untuk membangun relasi tersebut, dan menjadi alat untuk memahami diri sendiri.

    Berdasarkan penelitian World Journal of Clinical Cases, penggunaan media sosial yang secara berlebihan dan perasaan takut tertinggal itu muncul lantaran menghindari penolakan secara sosial. Sehingga orang yang mempunyai kecenderungan untuk terus membuka media sosialnya. Bahkan, bisa mengorbankan waktu tidur, makan, dan hal lainnya.

    Dampak FOMO terhadap Kesehatan Mental

    FOMO yang tinggi bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Apa saja dampak FOMO terhadap kesehatan mental, berikut adalah diantaranya dilansir dari WebMD:

    • Mempunyai suasana hati yang buruk, perasaan cemas, dan neuroticism yang adalah kumpulan emosi negatif yang berlangsung secara terus-menerus.
    • Merasa tak puas dengan kehidupan yang dimiliki dan tak merasa aman dengan relasi sosial yang lebih dekat.
    • Mempunyai rasa tak puas dengan kebutuhan psikologis diri sendiri, misalnya perasaan untuk dekat dengan orang lain.
    • Kecenderungan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol meningkat, hal ini sebagai mekanisme pertahanan diri atau koping.
    • Kecenderungan untuk membutuhkan persetujuan orang lain secara terus-menerus.
    • Seseorang yang berada di level FOMO tertinggi, yang takut dan khawatir tertinggal akan cenderung tak dapat menikmati hidup. Pasalnya, orang tersebut akan terus menerus membandingkan hidupnya dengan orang lain.

    Demikian penjelasan mengenai apa itu FOMO, penyebab, dan dampaknya. Diharapkan dengan penjelasan di atas bisa melakukan pencegahan yang dibutuhkan, jika diri atau orang terdekat mulai mengalami FOMO.

  • Apa Itu Baby Blues, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Usai Melahirkan

    Tahukah anda apa itu baby blues? Baby blues syndrome biasa terjadi kepada ibu-ibu usai melewati proses melahirkan. Sebagian besar ibu-ibu mengalami hal ini karena dihadapkan pada fase baru di dalam hidup mereka.

    Baby blues syndrome dikenal juga dengan sebutan baby blues atau depresi yang dialami setelah melahirkan. Baby blues merupakan kondisi emosional yang umumnya terjadi di sebagian besar ibu yang baru melahirkan.

    Hal ini ditandai dengan berbagai hal, mulai dari perasaan cemas, sedih, dan mudah tersinggung di beberapa hari atau minggu usai melahirkan. Walaupun baby blues adalah kondisi yang umum terjadi, penting sekali untuk tahu gejala dan penyebab dari baby blues syndrome ini.

    Tak hanya harus diketahui oleh para ibu-ibu yang melahirkan, para suami atau orang tua yang berada di dekat ibu yang baru melahirkan perlu pahami tentang baby blues ini. Hal ini agar suami, orang tua, atau orang terdekat dapat meminimalisir baby blues terjadi kepada ibu yang baru saja melahirkan.

    Baca Juga: Khawatir Anak Stunting? Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

    Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu baby blues, gejala dan penyebabnya, bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

    Pengertian Apa Itu Baby Blues

    Apa itu baby blues syndrome? Baby blues adalah kondisi di mana psikologis sementara yang dialami oleh mayoritas ibu sesudah melahirkan. Gejala baby blues ini biasanya mulai muncul di beberapa hari atau minggu sesudah melahirkan. Dan biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu.

    Dilansir dari Healthline, ada sekitar 80 persen ibu yang baru melahirkan di periode nifas pernah mengalami yang namanya baby blues. Walaupun begitu, ada juga ibu-ibu yang tak merasakan hal tersebut.

    Kondisi umum seorang ibu mengalami baby blues ini biasanya berlangsung singkat, yakni sekitar 2 hingga 3 hari postpartum atau usai masa nifas. Namun, ada pula yang merasakan baby blues lebih dari 10 hari.

    Jika kondisi baby blues semakin lama dan menunjukkan gejala yang parah, bisa saja si ibu tengah mengalami depresi pasca melahirkan. Penyebab baby blues sejauh ini belum diketahui secara pasti, namun kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

    Yang utama adalah faktor dari perubahan hormonal yang belum kembali stabil sehingga perlu penyesuaian. Ketika hamil, hormone progesteron dan estrogen mengalami peningkatan produksi yang bisa menyebabkan gejala baby blues usai melahirkan.

    Akan tetapi, sesudah melahirkan hormone tersebut langsung menurun sehingga bisa mempengaruhi perubahan mood. Untuk mengetahui apa saja gejala dan penyebab baby blues, bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

    Gejala Baby Blues

    baby blues

    Berikut di bawah ini adalah gejala baby blues yang harus diketahui:

    • Perasaan mudah menjadi sensitif dan merasa sedih walau hanya karena hal kecil.
    • Perubahan suasana hati yang membuat si ibu gampang tersinggung.
    • Merasa cemas berlebihan dengan kondisi bayi.
    • Merasa gelisah hingga sulit berkonsentrasi.
    • Selera nafsu makan yang menurun.
    • Merasa tak mempunyai ikatan dengan bayi.
    • Merasa terbebani dalam mengurus si bayi.
    • Mengalami insomnia hingga menyebabkan kurang waktu tidur.

    Penyebab Baby Blues

    Penyebab Baby Blues

    Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa penyebab baby blues belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa factor yang bisa mempengaruhi hal tersebut. Berikut adalah faktornya:

    • Adanya perubahan hormon secara drastis selama hamil dan sesudah melahirkan.
    • Perubahan fisik setelah melahirkan dan tubuh yang kelelahan.
    • Perubahan gaya hidup
    • Usia ibu yang masih terlalu muda.
    • Adanya komplikasi usai melahirkan.
    • Adanya riwayat depresi.
    • Kurang mendapatkan dukungan sosial dari suami atau keluarga.

    Jika orang terdekat atau ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues, harus cepat untuk diatasi dan tak boleh diabaikan.

    Baca Juga: Retinol untuk Ibu Menyusui, Apakah Aman untuk Bayi?

    Cara Mengatasi Baby Blues

    Cara Mengatasi Baby Blues

    Berikut adalah cara untuk mengatasi baby blues:

    1. Mencari Dukungan: Jangan ragu untuk berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat tentang perasaan Anda. Dukungan emosional sangat penting untuk membantu Anda merasa didengar dan dimengerti. Selain itu, bergabung dengan komunitas atau kelompok pendukung ibu baru dapat memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama ibu yang menghadapi tantangan serupa.
    2. Merawat Diri: Prioritaskan istirahat yang cukup dengan mencoba tidur saat bayi tidur. Kurang tidur dapat memperburuk gejala baby blues. Makan makanan yang seimbang dan bergizi sangat penting; hindari konsumsi kafein dan gula berlebih. Selain itu, olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood Anda.
    3. Mengelola Stres: Menggunakan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu mengurangi kecemasan. Mengatur prioritas juga penting; fokuslah pada tugas yang penting dan tidak ragu untuk meminta bantuan dalam mengurus rumah tangga atau bayi jika diperlukan.
    4. Berkonsultasi dengan Profesional: Jika perasaan baby blues tidak membaik setelah dua minggu atau menjadi lebih buruk, penting untuk berbicara dengan dokter atau bidan. Mereka dapat memberikan saran medis atau merujuk Anda ke ahli kesehatan mental. Konseling atau terapi dengan psikolog atau psikiater juga dapat membantu mengatasi perasaan cemas atau depresi.
    5. Menjaga Hubungan dengan Pasangan: Komunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda dengan pasangan. Diskusi terbuka ini akan membantu Anda berdua menemukan cara untuk saling mendukung. Selain itu, luangkan waktu untuk berdua meskipun hanya beberapa menit setiap hari untuk menjaga kedekatan dan kebersamaan.
    6. Menyusun Jadwal Harian: Membuat rutinitas harian dapat memberikan struktur dan rasa kontrol dalam kehidupan sehari-hari. Sisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati, seperti membaca, mandi air hangat, atau hobi lainnya, untuk memberikan waktu bagi diri sendiri.
    7. Membatasi Harapan dan Tekanan: Penting untuk memiliki harapan yang realistis tentang peran sebagai ibu baru. Menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna dan fokus pada kemajuan, bukan kesempurnaan, dapat membantu mengurangi tekanan. Jika merasa tertekan oleh kehidupan orang lain di media sosial, batasi waktu yang dihabiskan di media sosial untuk menjaga keseimbangan mental.

    Demikian penjelasan mengenai apa itu baby blues, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini dapat membantu.

  • Apa Arti Red Flag, Ini Tanda-Tandanya!

    Kata red flag kini tengah ramai diperbincangkan warganet, baik di TikTok, Twitter, dan Instagram. Red flag menjadi kata trend yang ramai digunakan anak muda dan kerap dikaitkan dengan hubungan asmara. Sebenarnya apa arti red flag dalam hubungan?

    Selain mengetahui apa arti red flag dalam hubungan, ketahui pula tanda red flag dalam hubungan dari pria ataupun wanita. Untuk yang belum mengetahui apa arti red flag dalam hubungan dan bahasa gaul, bisa menyimak penjelasannya di sini.

    Untuk seluruh konteks, kata red flag menandakan alasan seseorang untuk berhenti. Di dalam sebuah hubungan, red flag atau bendera merah merujuk kepada tanda bahaya di dalam hubugan yang dapat terlihat nyata ataupun tak jelas.

    Bagi yang kini tengah menjalin hubungan dengan seseorang, perlu mengetahui apa arti red flag dalam hubungan dan seperti apa tanda-tanda red flag. Agar bisa waspada jika pasangan mulai menunjukkan tanda-tanda red flag.

    Atau mungkin bisa jadi diri sendiri yang mulai menunjukkan tanda-tanda red flag. Setelah mengetahui arti dan tanda-tandanya, bisa dengan segera untuk mengambil tindakan agar tak lagi bertemu dengan orang yang red flag atau merubah diri menjadi lebih baik.

    Arti Red Flag dalam Bahasa Gaul

    Arti Red Flag

    Red Flag adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti bendera merah. Dilansir dari situs Collins Dictionary, arti kata red flag adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tanda atau kondisi berbahaya, sehingga harus dihentikan.

    Istilah ini bisa digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang membahayakan dan mencurigakan. Red Flag bisa berupa indikator atau tanda-tanda yang menunjukkan jika sesuatu tak seperti yang diharapkan. Istilah ini kerap digunakan di berbagai konteks, mulai dalam hubungan, bisnis, politik, hingga pekerjaan.

    Kata red flag juga kerap digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang tak seharusnya di dalam bidang politik atau bisnis. Contohnya, red flag bisa mengacu kepada kebijakan yang tak etis atau tak sesuai dengan standar yang diterima.

    Dan saat ini di media sosial, anak muda menggunakan kata red flag sebagai bahasa gaul. Kata ini banyak digunakan anak muda yang merujuk dalam konteks hubungan asmara ataupun pertemanan.

    Apa Arti Red Flag dalam Hubungan Percintaan

    Apa Arti Red Flag dalam Hubungan Percintaan

    Arti kata red flag dapat digunakan di dalam berbagai konteks. Akan tetapi, banyak orang saat ini menggunakan kata tersebut untuk konteks hubungan asmara. Yang berarti, ada tanda bahaya atau menujukkan kondisi tak sehat di dalam hubungan.

    Dan jika sudah terdeteksi adanya red flag, maka hubungan itu sebaiknya diakhiri. Hubungan yang disebut red flag di saat ditemukan adanya tanda-tanda yang menunjukkan hal berbahaya. Contohnya yakni pasangan yang tidak jujur, terlalu posesif, kecurigaan, dan lainnya.

    Seseorang dapat mengenali tanda-tenda red flag melalui perilaku atau sikap pasangan. Baik itu pria menilai wanitanya red flag, ataupun sebaliknya. Banyak orang yang menggunakan kata red flag untuk menunjukkan jika ada sesuatu yang tak beres di dalam hubungan asmara tersebut.

    Contohnya, jika ada seseorang yang kerap mengabaikan pasangannya, hal ini dapat menjadi red flag sebab orang tersebut menunjukkan jika hubungannya sedang tidak baik-baik saja.

    Red flag bisa mengacu ke sikap atau tingkah laku pasangan yang tak sesuai dengan apa yang diharapkan di dalam hubungan. Contohnya adalah pasangan yang kerap berbicara kasar, berperilaku kasar, berselingkuh, atau hal buruk lainnya.

    Jika sudah mengalami beberapa perilaku buruk dari pasangan, maka dapat dipastikan itu adalah red flag. Dan menunjukkan jika hubungan asmara sedang tak baik-baik saja. Dan perilaku atau sikap buruk pasangan yang masuk ke dalam red flag tidak bisa diwajarkan atau dimaklumi.

    Tanda-tanda Red Flag dalam Hubungan

    Tanda-tanda Red Flag dalam Hubungan

    Berikut adalah tanda-tanda red flag dalam hubungan yang harus diketahui dan waspadai:

    1. Overprotektif

    Jika pasangan selalu membatasi kebebasan dan mengontrol kegiatan kita secara berlebihan, itu dapat menjadi red flag. Sikap tersebut menunjukkan jika hubungan tersebut tak sehat.

    2. Emotional Abuse

    Jika pasangan kerap menyalahkan, mengejek, atau menyebalkan secara emosional secara terus-terusan, hal tersebut bisa masuk ke dalam red flag.

    3. Penyiksaan Fisik

    Jika pasangan sudah berani melakukan kekerasan fisik sudah dipastikan itu sebagai sinyal red flag dalam hubungan.

    4. Tak Mau Membicarakan Masalah

    Orang yang kerap menghindari pembicaraan masalah di dalam hubungan, bisa menjadi salah satu tanda red flag.

    5. Tak Bisa Menerima Perbedaan atau Toleransi

    Itulah penjelasan mengenai apa arti red flag dalam hubungan beserta tanda-tanda red flag dalam hubungan. Semoga penjelasan di atas membantu, ya.