Tag: Islam

  • Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan

    Dalam kitab fathul mu’in dijelaskan shalat adalah beberapa ucapan / doa dan perbuatan yang diawali dari takbirotul ikhram hingga salam. Sedangkan menurut istilah shalat merupakan doa yang dipanjatkan pada waktu-waktu tertentu.

    Adapun waktu waktu tertentu salah satunya adalah sholat wajib lima waktu zuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Meskipun sebenarnya bukan hanya sholat wajib lima waktu yakni sholat-sholat sunnah didalamnya juga ada doa dan perbuatan.

    Bukan hanya ketika sholat setelah sholat juga sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT, terutama doa memohon ampun atas sholat yang sudah dikerjakan.

    Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan

    Seperti yang telah penulis sampaikan diatas bahwa sholat yang dikerjakan oleh umat islam bukan hanya sholat wajib lima waktu.

    Akan tetapi banyak sholat sunnah lainnya yang juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan, dalam hal ini setelah sholat ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan.

    Doa Setelah Sholat Hajat

    Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki hajat atau keperluan tertentu yang ingin dicapai atau dimohonkan kepada Allah SWT.

    Terkait pelaksanaannya dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat. Sholat Hajat terdiri dari dua rakaat dengan niat yang disertai dengan doa-doa pribadi yang diharapkan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Adapun bacaan doa sholat hajat adalah seperti dibawah ini :

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

    Artinya :

    “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

    Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa.

    Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Doa Setelah Sholat Dhuha
    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari dan sebelum waktu masuknya sholat Zuhur. Sholat dhiuha dilakukan dengan mengerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai setelah terbitnya matahari hingga sebelum masuk waktu sholat Dzuhur.

    Banyak keterangan yang menjelaskan akan mendapatkan pahala yang besar dan memiliki banyak keutamaan. Meskipun tidak diwajibkan, sholat Dhuha dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Adapun bacaan doa sholat dhuha adalah seperti dibawah ini :

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    “Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

    Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud 4 Rokaat Berikut Doanya Wajib Tahu

    Doa Setelah Sholat Tahajud

    Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur dengan istirahat sejenak.

    Sholat ini dilakukan setelah sholat Isya’ dan sebelum waktu masuk sholat Subuh, sholat Tahajud dapat dilakukan dengan mengerjakan dua rakaat salam.

    Kemudian ditambah dengan rakaat-rakaat tambahan sesuai dengan keinginan dan kemampuan individu.

    Sholat Tahajud memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendapatkan pahala yang berlimpah.

    Meskipun tidak diwajibkan, sholat Tahajud sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Muslim yang ingin mendapatkan keberkahan dan keistimewaan dalam ibadahnya.

    Adapun bacaan doa setelah sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :

    Arab

    اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Latin

    Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakalhamdu Anta qayyimussa maawaati wal ardli wa man fihinna. Walakalhamdu Anta rabbus samaa waati walardli wa man fiihinna.

    Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu haqqun.

    Allahuma laka aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta.

    Artinya

    “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

    Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau.”

    Doa Setelah Sholat Taubat

    Sholat Taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk tobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

    Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja selama tidak berada dalam waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat.

    Terkait rokaat sholat taubat yakni terdiri dari minimal dua rakaat satu salam, yang dilakukan dengan niat khusus untuk bertaubat kepada Allah SWT.

    Selama sholat, seseorang dapat berdoa dengan memohon ampunan, mengakui kesalahan, dan berjanji untuk meninggalkan dosa-dosa tersebut.

    Sholat Taubat merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memperoleh pengampunan-Nya.

    Dengan sungguh-sungguh bertaubat dan melakukan sholat Taubat, seseorang diharapkan mendapatkan rasa lega, kedamaian, dan keberkahan dari Allah SWT.

    Adapun bacaan doa setelah sholat taubat adalah seperti dibawah ini :

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّ يْ لَا إِلَه َ إِلَّا أَن ْتَ خَلَقْتَ نِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَو َعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِ كَ مِنْ شَرّ ِ مَا صَنَعْ تُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْ مَتِكَ عَلَي َّ. وَأَبُوْ ءُ بِذَنْبِي ْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنّ َهُ لَا يَغْ فِرُ الذُّنُ وْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana abduka wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A ‘udzu bika min syarri maa shona’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fainnahuu alaa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

    Artinya

    “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Doa Setelah Sholat Subuh

    Sholat Subuh adalah salah satu dari lima waktu sholat wajib yang dikerjakan oleh umat Muslim setiap harinya. Jumlah rokaatnya ada dua dan ada sedkit perbedaan dengan sholat lainnya yakni ketika i’tidal pada rokaat kedua membaca doa qunut.

    Pelaksanaan Sholat Subuh merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah mencapai usia baligh (dewasa) dan memiliki kesehatan yang memadai.

    Adapun bacaan doa setelah sholat subuh adalah seperti dibawah ini :

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَئْ ٍقَدِيْرٌ

    Laailaha illalah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir

    Artinya

    “Tidak ada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Allah maha menghidupkan dan mematikan. Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Setelah Sholat 5 Waktu

    Kumpulan Doa setelah Sholat Fardhu
    Kumpulan Doa setelah Sholat Fardhu

    Sholat lima waktu adalah sholat wajib yang dikerjakan oleh umat islam dalam kesehariannya dengan waktu yang telah ditentukan oleh syariat.

    Nama-nama dari sholat lima waktu tersebut adalah Dzuhur, ashor, maghrib, isya dan subuh. Cara mengerjakannya sama seperti halnya melaksanakan sholat pada umumnya yakni dimulai dengan membaca takbirotul ikhrom dan diakhiri sala.

    Terkait jumlah rokaat sholat lima waktu adalah Dzuhur, Ashar dan Isya empat rokaat, kemudian Maghrib 3 rokaat dan Subuh 2 rokaat.

    Adapun bacaan doa setelah sholat lima waktu adalah seperti dibawah ini :

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

    Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta robbana wa ta’aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.

    Artinya

    “Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan, dari-Mu kesejahteraan itu, kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu, Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

    Doa Setelah Sholat Istikhoroh

    Sholat Istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim untuk meminta petunjuk dari Allah SWT dalam mengambil keputusan penting. Istikharah berasal dari kata Arab yang berarti “meminta bimbingan” atau “meminta petunjuk”.

    Terkait pelasanaan sholat Istikharah yakni ketika seseorang menghadapi situasi di mana ia harus membuat keputusan yang penting.

    Seperti menentukan jalan hidup, pekerjaan, pernikahan, atau keputusan lain yang memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupannya.

    Tujuan dari Sholat Istikharah adalah meminta kepada Allah agar diberikan petunjuk yang terbaik dan dikehendaki-Nya.

    Proses pelaksanaan Sholat Istikharah melibatkan sholat dua rakaat, yang dapat dilakukan pada waktu yang tidak diharamkan untuk sholat sunnah.

    Setelah selesai melakukan sholat, seorang Muslim mengucapkan doa istikharah yang merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan petunjuk yang terbaik.

    Doa istikharah adalah doa pribadi yang bisa diucapkan dalam bahasa Arab atau bahasa ibu masing-masing.

    Setelah melakukan Sholat Istikharah, seseorang diharapkan untuk memperhatikan tanda-tanda atau pertanda yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam mengambil keputusan, seseorang perlu memperhatikan hati nurani, niat yang baik, mendengarkan nasihat orang yang berpengalaman, serta mempertimbangkan faktor-faktor praktis dan kebijaksanaan.

    Penting untuk diingat bahwa hasil dari Sholat Istikharah tidak muncul dalam bentuk mimpi atau penglihatan langsung.

    Allah SWT memberikan petunjuk melalui berbagai cara, seperti memberikan ketenangan hati, membuka pintu kemudahan, atau menghilangkan hambatan dalam melangkah ke arah yang dikehendaki.

    Sebagai seorang Muslim, penting untuk memercayai dan menerima keputusan yang diambil sebagai hasil dari Sholat Istikharah dengan tawakkal (pasrah) kepada kehendak Allah SWT.

    Adapun bacaan doa setelah sholat Istikhoroh adalah seperti dibawah ini :

    Arab

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

    Latin

    “Allohumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub.”

    “Allahumma fa-in kunta talamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa maaasyi wa aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.”

    “Allahumma in kunta talamu annahu syarrun lii fii diini wa maaasyi wa aqibati amrii (fii aajili amri wa aajilih) fash-rifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

    Artinya :

    “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu.

    Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha mengetahui hal yang gaib.”

    “Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ….. lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.”

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa setelah sholat yang penulis rangkum dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat terutama bagi seorang hamba yang ingin mengamalkannya.

  • Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Pria Wanita (Tata Cara)

    Mandi wajib merupakan salah satu cara untuk menghilangkan hadas besar, meskipun sebenarnya tayamum juga bisa. Akan tetapi harus ada syaratnya seperti tidak adanya air yang dapat digunakan untuk bersuci. Jika kondisi air melimpah ruah bersuci dengan tayamum tidak diperbolehkan.

    Dalam pelaksanaan mandi wajib ada beberapa rukun yang harus diketahui yaitu satu Niat kedua meratakan air keseluruh tubuh.

    Jangan sampai kedua rukun tersebut tidak dilakukan, karena jika terlewatkan maka mandi wajib yang dilaksanakan tidak sah.

    Dalil Mandi Wajib Dalam Al-Qur’an dan Hadits

    Didalam Al-Qur’an dan Hadis Allah SWT dan Rosulullah telah menyampaikan perintahnya untuk membersihkan hadas besar.

    Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab mandi wajib atau besar adalah Berhubungan badan suami istri, Keluar mani baik sengaja maupun tidak, Haidh, Nifas, Wiladah dan semisalnya.

    Untuk lebih jelasnya kita simak dalil tentang mandi wajib dibawah ini :

    Allah SWT Berfirman :

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a falam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).

    Artinya :

    Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

    Selain dalil yang ditegas dalam Al-Qur’an terkait mandi wajib Rosulullah SAW juga menegaskan perintah mandi wajib.

    Rosulullah SAW Bersabda

    Artinya :

    Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Ummu Sulaim–ia adalah istrinya Abu Thalhah–berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidaklah malu menyebutkan kebenaran. Apakah wanita tetap mandi junub jika mimpi basah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya, tetap mandi junub jika ia melihat air.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Dari kedua dalil tersebut sudah sangat jelas bahwa ketika tubuh ini memiliki hadas besar maka setelah nya melaksanakan mandi wajib.

    Baca Juga: Niat Wudhu dan Tata Cara Wudhu Lengkap Dengan Doanya

    Niat Mandi Wajib Yang Benar Sesuai Sunnah

    Niat Mandi Wajib
    Niat Mandi Wajib

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa mandi wajib memiliki dua rukun salah satunya adalah Niat.

    Sedangkan niat adalah keinginan melakukan sesuatu yang kemudian direalisasikan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan dniat tersebut.

    Sama halnya dengan melaksanakan mandi wajib maka harus disertakan niat saat melaksanakannya.

    Pada dasarnya untuk bacaan niat mandi wajib secara umum sangat simpel dan jika dibaca niat tersebut sudah mewakili.

    Adapun bacaan niat mandi wajib yang benar adalah :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaytul ghusla lirof’il hadastil akbari fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Haid

    Terkait darah haid Rosulullah SAW menyampaikannya dalam sebuah hadist :

    إِنَّ دَمَ اَلْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ, فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي مِنَ اَلصَّلَاةِ, فَإِذَا كَانَ اَلْآخَرُ فَتَوَضَّئِي, وَصَلِّي

    Artinya :

    ‘Sesungguhnya darah haidh adalah darah hitam yang memiliki bau yang khas. Jika memang darah itu yang keluar, hendaklah tidak mengerjakan shalat. Namun, jika darah yang lain, berwudhulah dan shalatlah.’” (HR. Abu Daud),

    Hidh hanya dirasakan oleh seorang wanita jika haidh datang maka seseorang tersebut tidak diperbolehkan untuk melaksanakan Sholat.

    Dalam kitab Safinatun Naja dijelaskan bahwa paling cepatnya masa haidh adalah satu hari datu malam. Untuk waktu yang sedang yaitu 7 hari dan waktu yang paling lama adalah 15 hari.

    Selebihnya jika setelah 15 hari darah pada vagina tersebut masih keluar maka bukanlah haidh melainkan darah istihadoh atau darah penyakit.

    Setelah haid tersebut selesai maka wajib untuk melaksanakan mandi tentunya harus dibarengi dengan niat.

    Adapun bacaan niat mandi wajib haidh adalah :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il khadatsil akbari minal khaidhi fardol lillahi ta’ala.

    Artinya :

    Sengaja aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala.

    Niat Mandi Wajib Pria Keluar Mani

    Untuk laki-laki yang beberapa hal menyebabkan mandi wajib yakni berhubungan badan suami istri, keluar mani baik dengan sengaja maupun tidak.

    Jika mengalami hal seperti diatas maka wajib melaksanakan mandi wajib, terkait bacaan niat mandi wajib pria dapat dilihat dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ من خروج السائل المني فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari minkhurujis saailil maniyyi fardon lillahi ta’ala…

    Artinya:

    “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari keluarnya mani, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Niat Mandi Wajib Wanita

    Pada dasarnya untuk bacaan niat mandi wajib bagi wanita bisa saja membaca niat seperti pada umumnya.

    Akan tetapi sebaiknya jika seorang wanita tersebut ingin mandi setelah haidh, nifas wiladah, berhubungan suami istri dan sejenisnya.

    Maka bacaan niat mandi wajib tersebut dikhususkan dengan keadaan pada sesuatu yang menyebabkan mandi wajib.

    Adapun bacaan niat mandi wajib wanita adalah seperti dibawah ini :

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

    Selain mengeluarkan Mani baik sengaja maupun tidak sengaja, berhubungan badan antara suami dengan Istri juga setelahnya wajib mandi.

    Karena sudah dihukumi junub dan harus disucikan agar dapat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT seperti sholat dan lainnya.

    Adapun bacaan Niat mandi wajib setelah berhubungan adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ الجماع فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari minal jima’i fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar karena kumpul dengan suami/istri fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Wanita

    Terkait bacaan mandi wajib bagi laki-laki maupun wanita setelah hubungan badan sebenarnya sama saja. Hanya saja pada saat pelaksanaan mandi wajib laki-laki dan wanita tidak sama.

    Seperti pada saat menyiram rambut bagi perempuan yang memiliki rambut panjang tidak perlu menyela-nyela rambutnya, Sedangkan untuk lelaki diharuskan meratakannya.

    Selain dari pada itu etika ketika mandi yakni menutupi aurat, untuk laki-laki cukup tertutup pusat hingga luitut, sedangkan untuk aurat perempuan tidak demikian.

    Adapun bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan wanita adalah seperti dibawah ini :

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari minal jima’i fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar karena kumpul dengan suami/istri fardhu karena Alloh SWT”

    Bagi pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan badan baik keluar mani ataupun tidak. Bahkan didalam sebuah kitab dikatakan baru bertemu saja antara ujung kepala laki-laki dengan pintu yang dimiliki wabnita keduanya wajib melaksanakan mandi.

    Niat Mandi Wajib Memandikan Jenazah

    Sebab selanjutnya yang menjadikan wajibnya mandi adalah memandikan jenazah, baik jenazah laki-laki, perempuan, anak-anak ataupun dewasa.

    Semuanya wajib dimandikan sebebelum ia dikafankan yang nantinya akan dikubur diliang lahat untuk tempat istirahat terahir.

    Terkait kewajiban untyuk memandikan jenazah termaktub dalam hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.

    بينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ : ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي

    “Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah”

    Adapun bacaan niat mandi untuk memandikan jenazah adalah seperti dibawah ini :

    نويت الغسل لاستباحة الصلاة عليه \ نويت الغسل عن هذه الميت

    Artinya :

    “Saya niat memandikan mayyyit ini / saya niat memandikan untuk memperbolehkan menyolatinya”

    Jenazah Yang Tidak Wajib Dimandikan

    Akan tetapi ada beberapa jenazah yang tidak perlu dimandikan karena beberapa sebab yakni :

    Orang Yang Mati Syahid

    Menuqil dari penjelasan kitab Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq, bahwa Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faili menjelaskan. Seorang muslim yang meninggal karena syahid ditangan orang-orang kafir pada saat ia berperang dijalanAllah SWT. Maka tidak ada kewajiban untuk muslim lainnya yang masih hidup untuk memandikan jenazah tersebut.

    Hal ini berkaitan dengan hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh “Ahmad” terkait jenazah yang mati syahid.

    Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    “Jangan kalian memandikan mereka yakni orang yang mati syahid dalam jihad, karena setiap luka dan setiap darah akan mengeluarkan aroma minyak kasturi pada hari kiamat. (HR. Ahmad)

    Meskipun jenazah yang mati karena syahid tidak dimandikan, akan tetapi tetap harus dikafankan sebelum dimasukkan kedalam liang kubur.

    Calon Bayi Yang Keluar Sebelum Waktunya

    Untuk anak yang lahir karena keguguran dalam artian yang lahir sebelum waktunya, maka jenazahnya tidak wajib dimandikan layaknya jenazah manusia pada umumnya.

    Keterangan ini menuqil dari sebuah hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh “Tirmidzi”.

    Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    Bayi yang meninggal dunia ketika dilahirkan maka tidak disholatkan, tidak dapat mewarisi dan tidak dapat diwarisi hingga ia menangis “terdengar jeritan tanguisan bayi ketika selesai persalinan” (HR Tirmidzi)

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan niat mandi wajib yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman terkait mandi wajib.

  • 6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya

    Sholat adalah tiang agama bagi umat Islam sebagaimana sabda Rosulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

    “Pangkal atau pokok semua urusan adalah Islam, dan yang menjadi tiang atau penopang tegaknya Islam ialah Shalat fardhu lima waktu, sedangkan puncaknya adalaha berjuang di jalan Allah,” (Hr.Bukhari dan Muslim)

    Sedangkan didalam pelaksanaan sholat ada salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk dibaca yakni Do’a Iftitah.

    Doa Iftitah Adalah

    Doa Iftitah adalah doa yang dibaca setelah membaca takbirotul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Baik dalam kondisi sholat fardhu maupun sholat sunnah semuanya membaca doa iftitah kecuali sholat jenazah.

    Meskipun doa iftitah bukanlah hal yang wajib akan tetapi sebaiknya dibaca ketika sholat karena hal ini merupakan anjuran Rosulullah SAW.

    Sebagai ummat Rosulullah seharusnya senang mengamalkan ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan, hal ini menjadikan salah satu bukti cintanya kepada Rosulullah SAW.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Anas Ra dibawah ini :

    عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من أحب سنتى فقد أحبنى ومن أحبنى كان معى فى الجنة.

    Artinya :

    “Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”

    Ketika kita membaca doa iftitah tentunya mengikuti sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW, dan hal ini insya Allah menjadi bukti kecintaan seorang hamba dengan Allah dan Rosulnya.

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Beberapa Bacaan Doa Iftitah Yang Dapat Dibaca Ketika Sholat

    6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya
    Doa Iftitah ketika Sholat

    Agama Islam sangat menghargai perbedaan namun dalam hal ini tetap harus ada dalil yang menjadi dasar kuat untuk dipegang.

    Rosulullah SAW bersabda :

    اختلاف أمتي رحمة

    Artinya :

    “Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat.”

    Salah satu yang banyak menjadi perbincangan terkait perbedaan adalah bacaan doa iftitah. Namun kendati demikian tidak menjadi hal yang masalah karena berdanya bacaan doa iftitah sudah ada dalil yang menjadi pegangan.

    Untuk lebih jelasnya simak didalam artikel ini beberapa bacaan doa iftitah yang dapat dibaca ketika sholat.

    Doa Iftitah Arab Latin Dan Artinya

    Ketika umat islam membaca doa iftitah didalam sholat tentunya berbahasa arab, bukan bahasa indonesia atau bahasa sehari-hari lainnya.

    Namun sangat disayangkan masih banyak umat muslim yang belum diberikan kemudahan untuk membaca teks bahasa arab.

    Maka dari itu penulis disini akan merangkum bacaan doa iftitah baik teks arab, latin dan berikut artinya. Agar dapat dengan mudah dihafalkan dan mudah juga memahami arti dari doa tersebut.

    Dan perlu dipahami bahwa doa iftitah yang akan ditulis bahasa arab, latin dan artinya ini merujuk dari bacaan Doa Iftitah Nu.

    Adapun bacaan doa iftitah arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :

    Arab

    اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Latin :

    Allaahu akbar kabiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoras samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya :

    “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

    Doa Iftitah Pendek

    Doa iftitah diatas merupakan doa yang cukup panjang dibaca, biasanya yang membaca doa iftitah seperti yang diatas adalah Doa Iftitah NU.

    Jika memang sulit untuk mengahafalkannya karena mungkin terlalu panjang maka penulis disini akan menuliskan versi yang pendek.

    HR. Muslim 2/99

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih.

    Artinya :

    “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.” (HR. Muslim 2/99)

    Doa Iftitah Muhammadiyah

    Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi islam yang terbesar diindonesia, dalam segi bacaan ibadah sunnah muhammadiyah sering berbeda dengan NU.

    Terutama pada bacaan doa Iftitah akan tetapi seperti yang telah disinggung diatas bahwa perbedaan yang ada memiliki dalil sebagai landasannya.

    Adapun bacaan doa iftitah Muhammadiyah adalah seperti dibawah ini :

    HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

    Artinya :

    “Duhai Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan yang ada pada diriku sebagai halnya Dirimu sudah menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, sucikanlah kesalahan diriku sebagai halnya pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Wahai Allah, cucilah kesalahan diriku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

    Doa Iftitah NU

    Untuk bacaan doa iftitah Nu sudah dituliskan pada laman atas yakni pada pembahasan doa iftitah arab, latin dan artinya. Sebagai dalil penguatnya terkait bacaan doa iftitah Nu adalah seperti hadis yang telah diriwayatkan oleh Muslim.

    HR. Muslim 2/185 – 186

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ،

    Artinya :

    “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. (HR. Muslim 2/185 – 186)

    Doa Iftitah Subuh

    Pada dasarnya tidak ada perbedaan terkait bacaan doa iftitah antar sholat misal sholat isya dengan subuh. Semua doa iftitah boleh dibaca pada sholat apa saja yang pasti tidak dibaca ketika melaksanakan sholat jenazah.

    Sekedar menambahkan bacaan doa iftitah yang pernah Rosulullah SAW membacanya ketika sholat adalah seperti dibawah ini.

    HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112

    إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :“

    Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

    Doa Iftitah Panjang

    Selain dari beberapa bacaan doa iftitah yang telah penulis rangkum diatas, ada juga bacaan doa iftitah panjang dan pernah Rosulullah baca ketika sholat.

    Sehingga do’a iftitah dibawah ini bisa juga diamalkan ketika melaksanakan sholat dan masyhur dikalangan umat Islam.

    Adapun bacaan doa iftitah panjang dapat disimak dibawah ini :

    HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99,Muslim 2/184

    اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :

    “Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya.

    Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada engkau lah aku bertawakal. Kepada engkau lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184)

    Doa Iftitah Dibaca Setelah

    Seperti yang telah diketahui oleh kebanyakan ummat muslim bahwa do’a iftitah dibaca setelah orang yang sholat membaca takbirotul ikhrom “الله أكبر”.

    Mula-mula seorang hama yangv akan melaksanakan sholat berdiri tegak lurus dengan memasang niat bahwa ia akan melaksanakan sholat hanya karena Allag semata.

    Kemudian jika sudah berdiri tegak lurus layaknya huruf alif yang memiliki makna bahwa Allah SWT hanya ada satu.

    Maka orang yang sholat tersebut mengucapkan kalimat takbir “الله أكبر” dengan posisi tangan diangkat sejajar dengan bahu kanan dan kiri layaknya huruf lam-lam.

    Setelah tangan diangkat kemudian upayakan posisi tangan bersedekap seperti huruf Ha yang jika digabungkan.

    Antara gerakan berdiri, mengangkat tangan dan sedekap adalah berbentuk kalimat “الله“, kemudian barulah do’a iftitah dibaca dengan pelan sampai terdengar oleh telinga sendiri.

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Segala sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki keutamaan yang akan didapatkan bagi umat yang mengerjakannya.

    Begitu pula dengan bacaan do’a iftitah banyak keutamaan yang bisa didapatkan bagi yang membaca ketika sedang sholat, baik sholat sunnah maupun fardhu.

    Untuk lebih jelasnya simak beberapa keutamaan membaca do’a iftitah yang akan penulis rangkyum dalam artikel ini.

    Terbebas Dari Siksa Api Neraka

    Rosulullah SAW menyampaikan terkait orang yang ketika sholat membaca doa iftitah maka akan mendapatkan dua hal.

    HR. Tirmidzi no. 241

    Sebagaimana sabda Rosulullah SAW

    مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

    “Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) ikhlas karena Allah, akan dicatat baginya terbebas dari dua hal, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.”(HR. Tirmidzi no. 241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

    Terangkatnya Doa Yang Dipanjatkan

    Dalam kisahnya ada seorang muslim laki-laki yang sedang sholat kemudian ia membaca do’a iftitah. Dalam hal ini Rosulullah SAW memperhatikan seseorang tersebut seraya bersabda.

    Hadits riwayat Muslim No. 1385

    Artinya :

    Aku (Nabi Muhammad) melihat ada dua belas malaikat yang bersegera menuju kepadanya “yakni lelaki yang sedang sholat tersebut” mereka saling berlomba mengangkat doanya ditujukan kepada Allah SWT. (Hadits riwayat Muslim No. 1385)

    Pintu Langit Terbuka

    Keutamaan membaca doa iftitah selanjutnya adalah Allah bukakan pintu langit seluas-luasnya sehingga kemurahan rezeki akan mudah didapatkan.

    Sekilas kisahnya ada seorang sahabat yang berdoa dengan membaca do’a iftitah sehingga Rosulullah SAW takjub dengan sahabat tersebut.

    Sebab dengan doa yang ia panjatkan kemudian Allah SWT bukakan pintu-pintu langit untuk nya.

    Doa iftitah tersebut yang dibaca oleh sahabat Nabi adalah seperti dibawah ini :

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

    Artinya :

    “Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di pagi dan petang hari”

    Kisah diatas berdasarkan dalil yang jelas yakni diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rosulullah SAW bersabda.

    Artinya :

    Setelah shalat Rosulullah Saw kemudian bertanya kepada para sahabat lainnya. “Siapakah yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini? (Doa iftitah)” Ternyata Rosulullah SAW mendengar doa itu.“ “Kemudian salah seorang sahabat berkata” Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lalu Rasulullah SAW “Aku takjub dengan doa (yang kamu baca) itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya” (HR. Imam Muslim).

    Dengan Allah Semakin Dekat

    Salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca doa iftitah, bagaimana tidak. Didalam doa tersebut tersusun rapih kalimat kalimat yang memuji Allah SWT, memohon ampunan, dan berserahdiri kepada Allah.

    Sehingga ketika membaca doa tersebut dan menghayati maknanya tentu akan ada rasa sangat dekat dengan Allah SWT.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkann oleh bukhori, Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    Barang siapa yang mendekat kepada-Ku dengan cara berjalan maka Aku akan menyongsongnya dengan cara berlari kecil.” (HR Bukhari).

    Dengan membaca doa iftitah sudah jelas bahwa seorang hamba tersebut berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga Allah akan berlari mendekatkan dirinya kepada hambanya.

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang doa iftitah yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat menambah pemahaman bagi seorang muslim tentang doa iftitah. Dengan harapan bisa mengamalkan doa tersebut minimal ketika sholat.

  • Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Sholat adalah perintah Allah SWT untuk hambanya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau merampungkan isra’ mi’raj.

    Perintah ini menjadi kewajiban umat islam dalam sehari semalam yakni ada lima waktu yang harus dikerjakan salah satunya adalah sholat subuh.

    Terkait sholat subuh waktunya adalah setelah masuknya fajar shodiq hingga terbitnya matahari jumlah rakaatnya hanya dua rakaat saja.

    Jika dibandingkan dengan jumlah rakaat sholat wajib lainnya, sholat subuh hanya memiliki sedikit rakaat.

    Sekilas Tentang Sholat Subuh

    Meskipun jumlah rakaat sholat subuh hanya dua rakaat, akan tetapi banyak umat muslim yan mengakui bahwa melaksanakan sholat subuh tersebut adalah hal yang penuh perjuangan.

    Tidak semua ummat islam diberikan kekuatan oleh Alllah SWT untuk melaksanakan sholat subuh secara terus menerus diwaktu yang tepat.

    Karena pada jam saat itu merupakan waktu yang sangat sulit untuk bangun dari buaian mimpi indah atau tidur.

    Maka dari itu butuh perjuangan yang sangat kuat untuk menuju tempat wudhu dan bergegas melaksanakan sholat subuh.

    Bahkan dalam lafadz azan panggilan Allah SWT untuk hambanya sholat subuh, ditambahkan oleh Bilal Bin Rabah dengan kalimat “Asholatu Khoirum Minan Naum”.

    Kalimat tersebut memiliki arti “Sholat itu lebih baik daripada tidur” bayangkan dizaman Rosulullah saja sahabat Nabi Bilal.

    Membangunkan sahabat lainnya untuk melaksanakan sholat subuh dengan kalimat demikian, berarti dimasa itupun sama banyak godaan untuk melaksanakan sholat subuh.

    Terlebih dizaman akhir ini tidak semua ummat muslim dapat istiqomah melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

    Dalil Tentang Sholat Subuh

    Simak terlebih dahu beberapa dalil shohih tentang sholat subuh sebelum memahami lebih lanjut terkait niat sholat subuh. Dalil ini penulis menuqilnya dari Al-Qur’an dan juga Al-Hadis sebagai acuan betapa pentingnya melaksanakan sholat subuh.

    Dalil Al-Qur’an

    Kewajiban tentang melaksanakan sholat subuh Allah SWT sampaikan juga didalam Al-Qur’an. Hal ini sebagai perintah yang sangat tegas agar ummat islam tidak meninggalkannya.

    Q.S Al-Isra’ : 78

    اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

    Aqimiṣ-ṣalāta lidulūkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur’ānal-fajr(i), inna qur’ānal-fajri kāna masyhūdā(n).

    Artinya :

    Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh!436) Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S Al-Isra’ : 78)

    Q.S Ar-Rum : 17

    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

    Fa subḥānallāhi ḥīna tumsūna wa ḥīna tuṣbiḥūn(a).

    Artinya :

    Bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada pada waktu senja dan waktu pagi. (Q.S. Arrum : 17)

    Dalil Hadis Shohih

    Tidak hanya didalam Al-Qur’an terkait kewajiban melaksanakan ibadah sholat subuh melainkan dikuatkan oleh hadis Rosulullah SAW.

    Tentunya jika sudah demikian maka tidak ada alasan bagi ummat muslim untuk tidak melaksanakan sholat subuh dengan sengaja.

    HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635

    مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

    Artinya :

    “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

    HR. Muslim no. 634

    لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

    Artinya :

    “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

    HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

    Artinya :

    “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

    HR. Muslim no. 656

    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

    Artinya :

    “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

    Fadilah Melaksanakan Sholat Subuh

    Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Ganjaran yang Allah berikan kepada umat islam yan melaksanakan sholat subuh sangat besar. Tentunya dalam perjalanan melaksanakan perintah sholat subuh juga banyak rintangan yang menjadikan ujian ummat islam.

    Tidak semua umat islam sukses menghadapi ujian sholat subuh maka dari itu sangat dibutuhkan perjuangan yang sangat kuat.

    Sehingga wajar saja ketika Allah SWT akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi hambanya yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

    Dibukakan Pintu rezeki Yang Berkah

    Pernahkan mendengar pepatah nenek moyang “Kalau bangun siang rejekinya dipatok ayam”. Jika ditelaah hal ini sangat berkesinambungan dengan waktu pelaksanaan sholat subuh.

    Tentunya seseorang yang sedari subuh sudah bangun dengan melaksanakan aktivitas yang diawali dengan sholat subuh. Maka ia akan lebih star dahulu jika dibandingkan dengan orang yang bangunnya siang.

    HR. Muslim no. 163

    مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

    Artinya :

    “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

    Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang melakasanakan sholat subuh yakni agar berada dalam jaminan Allah SWT.

    Tentunya ketika Rosulullah SAW yang berdoa, maka doatersebut tidak lah diabaikan oleh Allah SWT melainkan dikabulkan.

    Layaknya sebagai umat Rosulullah SAW yang taat maka harus yakin dan percaya akan yang disampaikan oleh beliau. Sehingga dengan hal ini akan menambah semangat untuk melaksanakan kewajiban salah satunya adalah sholat subuh.

    Sebagai Salah Satu Jalan Menuju Surga

    Ketika seorang hamba melaksanakan perintah Allah SWT dengan tulus ikhlas, maka ia akan mendapatkan semua yang dijanjikan oleh Allah SWT.

    Seperti halnya ketika seseorang melaksanakan sholat subuh dengan tulus ikhlas insya Allah akan dibukakan pintu surga untuk dirinya.

    Surga yang Allah berikan bisa saja berupa kenikmatan dunia yang diridhoi dan kenikmatan akhirat ketika sudah berpulang kehadirat Allah SWT.

    Salah satu contoh Allah berikan surga semasih didunia bagi seseorang yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu. Yakni dibukakan jalan urusan duniawi semakin mudah, jika ada masalah hati terasa tenang dan tidak khawatir.

    Sehingga pada saat menyelesaikan masalah Allah SWT akan membimbingnya dan diselesaikan oleh-Nya.

    Allah Jauhkan Dari Siksa Neraka

    Antara surga dan neraka dalam sebuah kehidupan selalu berdekatan, gambaran neraka adalah kesengsaraan sedangkan gambaran surga adalah gambaran kesenangan.

    Ketika seorang hamba melaksanakan ibadah sholat subuh secara tepat waktu maka ia akan dijanjikan dijauhkan dari neraka.

    Jika masih didunia maka Allah jauhkan dari segala macam kesulitan yang menjadi penghalang dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

    Meskipun didunia ia mendapatkan banyak ujian yang ketika orang lain melihatnya nampak kasihan, namun bagi orang yang ditolong Allah ia akan tetap merasakan kenikmatan.

    Terlebih jika ia mendapatkan kebahagiaan misal berlimpahan harta maka ia tidak segan untuk membagikan kepada yang berhak. Sehingga dengan hal tersebut Allah semakin jauhkan dari bala atau penyakit yang disebut dengan neraka.

    Terkait ganjaran dijauhkan dari neraka yang Allah berikan kepada seorang hamba akan didapatkan ketika diakhirat.

    Malaikat Menjadi Saksi

    Bagi seoarang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat pada waktunya maka ia oleh Allah akan disaksikan malaikat.

    Siapa yang tidak senang jika perbuatan baiknya disaksikan oleh malaikat terlebih perbuatan itu adalah sholat.

    Tentunya para malaikat akan menjadi saksi diakhirat bahwa seseorang tersebut telah melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu.

    Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menyatakan hal demikian.

    HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632

    وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

    “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

    Allah Berikan Pahala Layaknya Haji Dan Umroh

    Siapa gerangan umat muslim yang tidak menginginkan pahala seperti haji dan umroh. Bahkan orang yang umroh sekalipun belum tentu Allah berikan pahala tersebut, karena tergantung dari niat yang dituju.

    Akan tetapi bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu tentunya hanya karena Allah SWT maka dijanjikan mendapatkan pahala haji dan umrah.

    Bagaimana mendapatkannya, caranya adalah ketika selesai melaksanakan sholat subuh maka jangan dulu bergegas pergi meninggalkan tempat sholat.

    Melainkan membaca zikir dan sholatwat serta amalan-amalan lainnya hingga terbit matahari dan melaksanakan sholat sunnah.

    Bukan Golongan Orang Munafik

    Didunia ini ada tiga kelompok seluruh manusia keseluruhan jika dijadikan sebagai kelompok kecil maka akan terkumpul seperti ini :

    • Pertama kelompok beriman akan dimasukkan surga
    • Kedua kelompok orang yang munafik tempatnya adalah dineraka
    • Ketiga kelompok orang kafir tempatnya juga didalam neraka

    Jika ingin selamat dari kelompok yang kedua salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat subuh tepat waktunya.

    Hal ini disampaikan juga oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya :

    HR. Bukhari no. 657

    Artinya :

    “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.

    Lebih Baik Dari Pada Dunia Dan Seisinya

    Fadhilah selanjutnya terkait seorang muslim yang melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu akan mendapatkan kemuliaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya.

    Hal ini bisa saja terjadi karena jika sholat subuhnya tepat waktu maka ia memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah sholat dua rakaat yakni aqobliyah subuh.

    Jangan diremehkan dua rakaatnya akan tetapi lihat keutamannya yang sangat besar, karena tidak semua orang bisa melaksanakan sholat sunah tersebut.

    Rosulullah SAW bersabda terkait sholat qobliah subuh baik anjurannya dan juga keutamaan yang ada pada sholat tersebut.

    HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

    Artinya :

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

    HR. Muslim no. 725

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    Artinya :

    “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

    HR. Muslim no. 725

    لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

    “Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

    Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

    Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

    Dalam pelaksanaan sholat subuh niat adalah sebagai rukun paling utama, karena niat tersebut dapat meliputi semua rukun yang ada didalam sholat tersebut.

    Niat tersebut boleh dibaca melalui lisan atau juga boleh dibaca dalam hati, namun yang perlu ditekankan adalah niat harus diikut sertakan dalam pelaksanaan sholat.

    Adapun untuk tatacara sholat disini akan dijelaskan secara rinci mulai dari membaca niat kemudian takbir dan sampai salam, semua ini terkumpul dalam 13 rukun sholat.

    Berniat Sholat Subuh

    Hal yang paling uatama ketika akan melaksanakan sholat adalah dilihat dari niatnya, ketika niat yang utarakan salah maka bisa saja sholat tersebut tidak sah.

    Sedangkan niat adalah gerakan dalam hati ingin melaksanakan sesuatu yang direalisasikan dengan perbuatan.

    Pada dasarnya ketika seseorang melaksanakan wudhu hal ini sudah termasuk bagian dari sholat meskipun ia belum melaksanakan rukun 13.

    Mengapa demikian karena ia melaksanakan wudhu dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.

    Membaca Takbir

    Dalam hal ini semua umat islam yang akan melaksanakan sholat tentu diawali dengan membaca takbir. Disisi lain takbir adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar, agung, mulia, kuasa dan lainnya kecuali Allah.

    Jika sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah maka tidak ada lagi pekerjaan dunia, hiasan dunia seperti kendaraan, rumah dan lainnya semuanya lebur yang ada hanyalah Allah.

    Bacaan takbir tersebut tidak boleh dibaca sir atau pelan melainkan harus dibaca dengan keras minimal terdengan oleh telinganya sendiri.

    Berdiri Tegak Lurus

    Setelah membaca takbir maka selanjutnya adalah berdiri tegak lurus seperti huruf alif. Disisi lain ini menggambarkan bahwa Allah ada satu tidak dua dan sebagainya, sehingga ketika dalam perjalanan sholat ada tersirat selain Allah maka disebut lalai dalam sholatnya.

    Membaca Doa Iftitah

    Membaca doa iftitah adalah sunnah namun sebaiknya dibaca karena sebagian dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah SWT.

    Berikut bacaan doa iftitah :

    Doa Iftitah Versi NU

    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallahi bukratawwa ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin.

    Artinya :

    “ Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.

    Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

    Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan oroang muslimin.”

    Doa Iftitah Versi Muhammadiyyah

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

    Allahumma baa’id bainii khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

    Artinya :

    “ Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

    Membaca Surat Al-Fatihah

    Membaca surat Al-fatihah dalam sholat termasuk rukun jadi tidak boleh ditinggalkan, jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.

    Secara syariat ketika membaca surat Al-fatihah dalam sholat harus benar makhroj dan panjang pendeknya sesuai tajwid.

    Maka dalam memilih imam pertama yang dilihat adalah bacaannya, yang kedua hafalannya agar mumpuni secara syariat islam.

    Membaca Sebagiat Ayat Al-Qur’an

    Setelah membaca surat Al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca sebagian surat dalam Al-Qur’an. Sebaiknya jika menjadi imam harus pandai melihat situasi pada makmumnya.

    Jika makmumnya campur dalam artian tidak seumuran ada yang sudah tua ada yang muda dan ada juga yang masih sibuk dengan pekerjaan.

    Maka bacalah sebagian ayat Al-Qur’an yang pendek saja seperti surat Al-ikhlas, Al-falaq dan lain sebagainya.

    Rukuk Dengan Tuma’ninah

    Selanjutnya setelah membaca sebagian ayat Al-Qur’an maka dilanjutkan dengan posisi badan Rukuk dengan tumakninah yakni tenang.

    I’tidal Dengan Tumakninah

    Setelah rukuk maka selanjutnya adalah I’tidal dengan tumakninah yakni tenang tidak banyak bergerak dan fikiran serta hati hanya tertaut kepada Allah SWT.

    Membaca Doa Qunut

    Doa Qunut ini dibaca pada rakaat yang kedua pada posisi I’tidal

    Sujud Dengan Tumakninah

    Setelah ruku maka dilanjutkan dengan sujud posisi harus tenang tidak banyak bergerak, terutama posisi hati tidak pergi keluar dari area sujud.

    Duduk Diantara Dua Sujud

    Setelah sujud maka bangun kembali dengan duduk diantara dua sujud, hal ini juga sama dalam hati dan fikirannya hanya ada Allah semata.

    Sujud Kembali

    Sujud ini dilakukan setelah duduk diantara dua sujud, atau yang sering disebut dengan sujud yang kedu. Praktiknya sama dengan sujud yang pertama.

    Duduk Tasyahud Akhir Dan Doa

    Setelah melakukan sujud yang kedua kemudian bangun dan langsung duduk tasyahud akhir. Dalam praktiknya ada doa tasyahud akhir yang harus dibaca karena termasuk rukun.

    Membaca Sholawat Nabi

    Setelah membaca doa tasyahud akhir kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi dan sholawaat ibrohim.

    Salam

    Yang terakhir adalah salam yakni sebagai tanda bahwa sholat subuh yang dikerjakan sudah selesai

    Bacaan Niat Sholat Subuh

    Setelah mengetahui beragam pengertian dan juga praktik tata cara sholat subuh maka yang sangat penting adalah membaca Niat sholat subuh.

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa niat adalah salah satu rukun yang paling utama maka wajib diikutsertakan dalam sholat.

    Berikut dibawah ini beberapa bacaan niat sholat subuh sesuai keadaan.

    Niat Sholat Subuh Sendiri

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ أَدَاءً لله تَعَالَى

    Ushalli fardhash Shubhi rok’ataini adaa-an lillahi ta’aala

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sendiri karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Imam

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ إِمَامًا لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Makmum

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini makmuman lillaahi ta’aalaa

    Artinya:

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Qodho

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ قضاء لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini qodoan lillaahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sebab mengqodho karena Allah ta’ala.”

    Penutup

    Demikianlah rangkuman terkait bacaan niat sholat subuh berikut tata cara serta pengertiannya yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel vantage.id.

    Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman tentang niat dan cara sholat yang benar sesuai syariat islam.

  • Niat Wudhu dan Tata Cara Wudhu Lengkap Dengan Doanya

    Wudhu secara bahwa menurut Al-Imam Ibnu Atsir Al-Jazary jika dikatakan wudhu’ maka memiliki arti air yang digunakan untuk berwudhu.

    Sedangkan jika dikatakan wudhu maka yang dimaksu adalah perbuatan dari seseorang yang melaksanakan wudhu tersebut.

    Kata wudhu diambil dari kalimat Al-Wadho’ah yang memiliki arti kesucian, karena jika orang hendak melaksanakan sholat harus suci terlebih dahulu dengan wudhu. “Penjelasan tersebut diatas diambil dari sebuah kitab fiqih ternama yakni kitab Fathul Barriy (1/306).

    Apa yang Dinamakan Wudhu

    Sebagai umat islam harus mengetahui tentang pengertian wudhu dari berbagai riwayat ulama, agar dapat menambah wawasan keilmuan tentang Niat Wudhu.

    Maka dari itu dalam artikel ini penulis akan merangkum beragam pengertian wudhu yang menuqil dari berbagai kitab kuning.

    Syahrul Mumti, 1/148

    Menuqil dari sebuah kitab kuning “Syahrul Mumti, 1/148” terkait pengertian wudhu adalah salah satu bentuk ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT. Dengan mensucikan anggota badan tertentu dengan cara yang telah ditentukan oleh syariat.

    Risalah Fi Al-Fiqh Al-Muyassar

    Terkait pengertian wudhu yang menuqil dari sebuah kitab berjudul Risalah “Fi Al-Fiqh Al-Muyassar”. Bahwa yang dinamakan wudhu menurut syaikh sholih ibnu ghonim adalah mensucikan sebagian anggota tubuh dengan air ysng suci dan mensucikan. Adapun anggota tubuhnya yaitu ada 4 wajah, tangan, kepala dan kaki dengan tata cara yang telah ditentukan.

    Beberapa anggota tubuh yang wajib dibasuh pada saat berwudhu disampaikan Allah SWT dalam sebuah firmannya.

    Q.S. Al-Maidah : 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a falam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).

    Artinya :

    Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (Q.S. Al-Maidah : 6)

    Beberapa Bacaan Niat Wudhu Sesuai Syariat Islam

    Beberapa Bacaan Niat Wudhu Sesuai Syariat Islam

    Dalam pelaksanaan wudhu ada rukun yang tidak boleh ditiggalkan yakni 6 rukun, salah satu dari 6 rukun tersebut adalah Niat sebagai pondasi awal dalam berwudhu.

    Sehingga seorang muslim yang akan melaksanakan wudhu harus mengetahui terlebih dahulu tentang niat wudhu agar tidak salah tujuan.

    Sebelum melanjutkan bacaan niat wudhu ada baiknya pahami dulu arti daripada niat, yakni sebuah keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

    Sehingga direalisasikan dengan perbuatan yang nyata, karena jika hanya sebuah keinginan tanpa dibarengi dengan perbuatan bukan lah niat melainkan cita-cita.

    HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits Tentang Niat

    ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

    Artinya :

    Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

    Berikut dibawah ini beberapa niat wudhu yang perlu dipahami oleh umat muslim sesuai dengan syariat islam.

    Niat Wudhu Arab, Latin Dan Artinya

    Seperti yang telah disampaikan bahwa niat wudhu adalah merealisasikan keinginan yang ada dalam hati dengan perbuatan yang nyata yakni gerakan wudhu.

    Maka selanjutnya penting juga mengetahui bacaan niat wudhu agar keinginan yang kuat tersebut diyakinkan oleh ucapan.

    Adapun niat wudhu arab, latin dan artinya adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    “Nawaytul wudhuu’a lirof’ll hadatsil ashghori fardhol lilaahi ta’aalaa”

    Artinya :

    “Aku niat berwudhu guna menghilangkan hadats kecil fardu hanya karena Allah ta’ala.”

    Niat Wudhu Dan Setelah Wudhu

    Selain membaca niat sebelum wudhu disunahkan juga membaca doa setelah wudhu, meskipun doa setelah wudhu tersebut sunah.

    Namun sebaiknya tetap dibaca atau diamalkan untuk menambah amalan-amalan yang sebelumnya kosong atau kurang sempurna.

    Berikut dibawah ini bacaan niat wudhu dan setelah wudhu :

    “Nawaytul wudhuu’a lirof’ll hadatsil ashghori fardhol lilaahi ta’aalaa”

    Doa Setelah Wudhu :

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

    Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

    Artinya :

    “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Niat Wudhu Tayamum

    Wudhu merupakan hal menjadikan sebab sucinya seseorang untuk melaksanakan sholat. Sebenarnya ada cara lain untuk bersuci yakni dengan tayamum seseorang tersebut bisa melaksanakan sholat.

    Akan tetapi bersuci dengan cara tayamum ada syarat yang harus dipenuhi salah satunya adalah tidak ditemukannya air untuk bersuci.

    Adapun bacaan niat wudhu tayamum adalah sebagai berikut :

    نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Nawaytut tayammuma listibaahatis sholaati lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan tayamum untuk bisa mengerjakan salat hanya karena Allah Taala.”

    Niat Wudhu Jenazah

    Dalam praktik memandikan jenazah dan jenazah tersebut sudah selesai dimandikan maka diakhirnya sunnah mewudhukan jenazah.

    Terkait mewudhukan jenazah sebaiknya diiringi juga dengan niat layaknya seperti pada saat seseorang akan berwudhu.

    Adapun baca’an niat wudhu jenazah adalah seperti dibawah ini :

    Jenazah Laki-Laki

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ سنة لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a li hadzal mayyiti sunatal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    “Aku niat mewudhukan jenazah / mayit laki-laki ini hanya karena Allah Ta’ala.”

    Jenazah Perempuan

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِةِ سنة لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a li hadzihil mayyitati sunatal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    “Aku niat mewudhukan jenazah / mayit perempuan ini hanya karena Allah Ta’ala.”

    Niat Wudhu Muhammadiyah

    Niat menurut Muhammadiyah tidak perlu diucapkan baik dalam hati maupun lisan, karena geraknya seseorang akan melaksanakan wudhu itu sudah termasuk niat.

    Akan tetapi ada hal yang dibaca oleh Muhammadiyah sebelum ia berwudhu yakni “Bismillah”, sebagaimana yang telah disampaikan didalam hadis.

    Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    Wudlu-lah kamu dengan membaca Bismillah!. Ibnu Hadjar menyatakan dalam kitab Takhrij Ahadits al-Adzkar, bahwa hadis ini hasan shahih, Imam Nawawi setelah membawakan hadis dari Anas seluruhnya, menyatakan bahwa hadits itu sanadnya baik.

    Meskipun golongan Muhammadiyyah niat wudhunya tidak dibaca secara lisan namun hal ini jangan menjadi perdebatan.

    Karena semua pendapat sudah memiliki dalil masing-masing sebagai pegangan yang dijadikan dalil.

    Niat Wudhu Istihadhah

    Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita namun diluar masa haidh atau bukan disebabkan karena melahirkan.

    Pada umumnya darah tersebut merupakan darah penyakit biasanya ia keluar setelah masa haidh selesai ada yang 6 hari hingga 8 hari bahkan paling lama 15 hari.

    Bagi seorang wanita yang mengalami Istihadhah maka ia tetap wajib melaksanakan ibadah sholat namun harus dibalut dengan rapat.

    Untuk menjaga agar darah Istihadhah tidak mengalis dengan deras keluar dan menetes ditempat sholat atau ditempat suci lainnya.

    Cara wudhunya yakni ketika sudah masuk waktu sholat, untuk rukun wudhu tetap sama yakni salah satunya niat.

    Adapun bacaan niat wudhu Istihadhah adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a listibaahatis sholaati lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan wudhu’ untuk bisa mengerjakan salat hanya karena Allah Taala.”

    Niat Wudhu Mandi Wajib

    Mandi wajib merupakan hal yang tidak lagi tabu dimata masyarakat, terlebih bagi pasangan suami istri. Dalam praktik mandi wajib ada beberapa hal yang menjadi sunnah jika dikerjakan salah satunya adalah berwudhu terlebih dahulu.

    Tentu saja ketika akan berwudhu sebelum melaksanakan mandi wajib ada niat yang wajib diikut sertakan didalam wudhu tersebut.

    Adapun bacaan niat wudhu mandi wajib adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ بسبب الاستحمام الكبير للهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a bisababil istihmamil kabir lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan wudhu’ karena untuk mandi besar hanya karena Allah Taala.”

    Keterangan : Ketika berwudhu sebelum mandi wajib usahakan tidak didalam kamar mandi, karena melaksanakan wudhu didalam kamar mandi makruh hukumnya.

    Niat Wudhu Dibaca Ketika ?

    Berbicara tentang niat wudhu banyak umat muslim yang belum mengetahui kapan membacanya. Sebelumnya perhatikan dahulu pengertian niat secara bahasa yakni diucapkan dalam hati dan dibarengi dengan pekerjaan (Safinatun najah).

    Melihat penjelasan dari kitab “Safinatun najjah” berarti membaca niat wudhu adalah ketika mengusap wajah, karena mengusap wajah merupakan permulaan pada rukun wudhu.

    Caranya yakni ketika mengusap wajah pertama kemudian didalam hati dibarengi dengan membaca niat wudhu hingga selesai.

    Ada juga sebagian yang berpendapat membaca niat melalui lisan yakni ketika membasuh kedua tangan berikut sela-sela jari tangan.

    Membasuh kedua tangan ini dilakukan sebelum berkumur yakni sunnah untuk menghilangkan najis atau hal yang dapat mengahalangi masuknya air ke kulit.

    Tata Cara Wudhu Yang Benar Menurut Syariat Islam

    Tata Cara Wudhu Yang Benar Menurut Syariat Islam

    Diatas penulis sudah merangkum terkait niat wudhu secara lengkap berikut pengertian wudhu yang diambil dari penjelasan beberapa kitab.

    Tentunya kurang puas kalau tidak lengsung praktik cara wudhu yang benar, maka dari itu penulis juga akan menyampaikan terkait tata cara wudhu yang benar menurut syariat islam.

    Namun sebelumnya pahami terlebih dahulu tentang rukun dan sunnahnya wudhu agar tidak tecampur adukkan antara rukun dan sunnah.

    Rukun Wudhu

    Rukun adalah sebuah rangkaian utama yang ada didalam pekerjaan, jika komponen tersebut terlewatkan maka ia tidak sempurna.

    Jika disambungkan dengan rukun wudhu yakni memiliki 6 rukun yang wajib dilakukan agar wudhunya sempurna secara syariat.

    Berikut dibawah ini 6 rukun wudhu :

    • Niat Wudhu
    • Membasuh muka mulai dari tumbuhnya rambut bagian atas hingga dagu, dan mulai dari tumbuhnya telinga kanan hingga telinga kiri
    • Membasuh kedua tangan mulai dari ujung jemari hingga siku
    • Mengusap sebagian rambut kepala
    • Membasuk kedua kaki mulai dari jemari kaki hingga mata kaki
    • Tertib yakni berurutan sesuai tuntunan

    Sunnah Wudhu

    Selain rukun wudhu perlu juga dipahami sunnah wudhu yakni sebagai berikut :

    • Membaca Bismillah
    • Membersihkan kedua telapak tangan
    • Menghilangkan hal-hal yang menjadikan tidak mengenanya air ke kulit seperti “cat, getah, minyak dan semisalnya”
    • Berkumur-kumur tiga kali
    • Menghirup air kedalam hidung (Istinsyaq) tiga kali
    • Membasuh kedua telinga tiga kali
    • Mengulang tiga kali basuhan pada rukun wudhu
    • Membaca doa setelah wudhu

    Tata Cara Wudhu Yang Benar

    Setelah mengetahui rukun dan sunnah wudhu berulah mempelajari praktik wudhu sehingga tidak salah dalam pelaksanaannya.

    Adapun tata cara wudhu yang benar adalah sebagai berikut :

    • Membaca Bismillah
    • Membersihkan kedua telapak tangan dengan menyela-nyela jari
    • Setalah itu berkumur – kumur tiga kali
    • Dilanjutkan dengan menghirup air kedalam hidung tiga kali
    • Selanjutnya yakni membasuh muka tiga kali dan dibarengi dengan membaca Niat Wudhu dalam hati pada basuhan yang pertama
    • Setelah itu membasuh kedua tangan mulai dari ujung jemari hingga siku tiga kali dan dimulai tangan kanan
    • Jika sudah maka dilanjutkan dengan mengusap sebagian rambut kepala, lanjut ke punuk dan dilanjutkan dengan mengusap kedua telinga diulang tiga kali
    • Kemudian dilanjutkan membasuh kedua kaki mulai dari jemari kaki hingga mata kaki diulang sampai tiga kali.
    • Terakhir membaca doa setelah berwudhu.

    Hal Yang Membatalkan Wudhu

    Setelah seorang muslim berwudhu tentunya sangat ingin sekali menjaga wudhu tersebut agar tidak batal.

    Terlebih bagi muslim yang memiliki niat untuk menjaga wudhu dalam kesehariannya agar mudah ketika ingin mengerjakan sholat.

    Sebagaimana sabda Rosulullah SAW tentang sholat yang tidak diterima bagi orang yang berhadas hingga ia berwudhu.

    HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225

    لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

    Artinya :

    “Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima, ketika masih berhadats sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225).

    Agar mudah menjaga dalam keadaan berwudhu maka sebaiknya pahami juga beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu seperti dibawah ini.

    • Keluarnya sesuatu dari kubul atau dubur
    • Menyentuh kemaluan
    • Bersentuhan antara kulit lelaki dan wanita yang bukan mahram tanpa alas
    • Naiknya syahwat disebabkan melihat aurat
    • Dan lain sebagainya

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait niat wudhu yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang hukum islam terutama tentang wudhu. Wallahu A’lam…

  • 3 Khutbah Jumat Singkat Untuk Pelajar Terbaru 2024

    Khutbah Jumat adalah ceramah singkat yang disampaikan oleh seorang khotib kepada jamaahnya pada hari Jumat, yakni sebelum pelaksanaan salat Jumat.

    Khutbah Jumat merupakan salah satu rangkaian dari rukun sholat jumat yang tidak boleh ditinggalkan, jika tertinggal maka tidak sah sholat jumatnya.

    Dalam penyampaian seorang khotib semasa khutbah tidak perlu memberikan informasi diluar dari hal yang dapat meningkatkan keimanan kepada Allah.

    Apalagi disaat ini sudah marak tercium aroma politik, sehingga khutbah dibawa keranah politik, hal ini tidak patut dijadikan contoh.

    Pengertian Khutbah jumat

    Diatas sudah sedikit disinggung terkait pengertian khutbah jumat namun penulis akan menambahkan sedikit. Khutbah jumat yakni rangkaian dakwah singkat yang isinya mengajak umat muslim untuk ta’at kepada Allah SWT.

    Selain itu juga isi dari khutbah tersebut yakni terkait peringatan dan juga kabar gembira yang disampaikan oleh khotib kepada para jama’ah.

    Akan tetapi peringatan dan kabar gembira tersebut muaranya dari Al-Qur’an dan Al-Hadis tidak keluar dari ranah yang demikian.

    Sebisa mungkin penyampaian khutbah tidak berlama-lama karena pada dasarnya lebih baik waktu sholatnya yang dipanjangkan dari pda saat khutbah.

    Namun untuk di jaman saat ini banyak seorang khotib yang membaca khutbah sangat panjang sekali padahal ketika sholat sangat cepat.

    Apa Sebenarnya Tujuan Khutbah

    Adanya khutbah dihari jumat tentunya memiliki tujuan yang perlu dipahami oleh umat muslim yang akan melaksanakan sholat jumat.

    Adapun beberapa tujuan dari Khutbah Jumat antara lain, memberikan pengetahuan agama yang didasarkan dalam Al-Qur’an dan hadis kepada jamaah.

    Hal ini bisa meliputi penjelasan tentang ajaran Islam, hukum-hukum agama, dan prinsip-prinsip kehidupan berdasarkan Islam.

    Tujuan Selanjutnya adalah sebagai pengingat atau kabar bagi jamaah mengenai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai umat Muslim.

    Melalui kata-kata yang disampaikan dalam khutbah, imam dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada jamaah untuk meningkatkan iman dan amal ibadah mereka.

    Syarat Dan Rukun Khutbah Apa Saja

    Syarat Dan Rukun Khutbah Apa Saja

    Khutbah merupakan salah satu dari rangkaian sholat jumat yang memiliki syarat dan rukun didalamnya dan harus disempurnakan.

    Bagi seorang khotib dan juga para jama’ahnya wajib mengetahui rukun dan syarat jumat agar dapat menutupi kesempurnaan dalam melaksanakan sholat jum,’at.

    Berikut dibawah ini beberapa syarat dan rukun khutbah jumat yang wajib diketahui :

    Syarat Khutbah jumat

    Beberapa syarat khutbah jumat dapat dilihat dibawah ini.

    • Seorang Khotib Wajib Laki-Laki yang sudah baligh
    • Sang khotib wajib suci dari najis dan hadas, baik besar maupun kecil
    • Berdiri jika memang khotib mampu
    • Wajib menutupi aurat
    • Ketika menyampaikan rukun khutbah wajib menggunakan bahasa arab
    • Sang khotib dapat membedakan rukun dan sunnahnya khutbah yang diperankannya

    Rukun Khutbah jumat

    Selain syarat khutbah ada juga rukun khutbah yang wajib diketahui oleh para jama’ah dan khususnya oleh seorang khotib.

    Karena Rukun khutbah inilah penentu sah atau tidaknya sholat jumat yang dilaksanakan pada hari tersebut,

    Berikut dibawah ini beberapa Rukun Khutbah yang wajib disimak :

    Memuji-muji Allah SWT dengan diawali membaca kalimat Al-hamdulillah

    َلْحَمْدُ للهِ.اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا شُعُوْبًا وَّقَبَائِلَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَوْئِلُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ جَاءَ بِهِ الرَّسَائِلُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِوَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.

    Boleh juga disambung dengan muqodimah bahasa indonesia sesuai dengan makna yang sesuai dengan isi khutbah. Akan tetapi jika muqodimah khutbah tidak disampaikan bahasa indonesia juga tidak masalah dan sudah mewakili.

    Dilanjutkan dengan membaca sholat Nabi

    Setelah membaca muqodimah dengan bahasa arab ataupun bahasa indonesia, maka dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi. Boleh yang panjang boleh juga sholawat tersebut pendek yang penting tidak keluar dari makna sholawat.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ

    Sang Khotib Wajib Menyampaikan Wasiat Taqwa

    Rukun khutbahselanjutnya yakni seorang khotib wjib menyampaian wasiat taqwa kepada jama’ahnya. Wasiat ini wajib menggunakan bahasa arab sedangkan seorang makmum tidak wajib paham artinya.

    فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

    Membaca Ayat Al-Qur’an Sebisa Mungkin Isinya Sesuai dengan materi khutbah

    Termasuk yang menjadi rukun dalam khutbah yakni membaca sebagian ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh seorang khotib.

    Bacaan ayat tersebut tidak boleh hanya dibaca artinya saja, melainkan berbentuk bahasa arab. Akan tetapi jika ayat tersebut sudah dibaca dengan bahasa arab kemudian diartikan dengan bahasa indonesia tidak masalah.

    Berdoa Kepada Allah Yakni Memohon Ampunan KepadaNya

    Selanjutnya hal yang menjadi rukun khutbah yakni seorang khotib wajib membaca doa tentang permohonan ampun kepada Allah SWT. Mendoakan permohonan ampun untuk kaum muslimin dan muslimat diseluruh dunian baik yang masih hidaup maupun ayng sudah mati.

    Doa tersebuit dapat dilihat dibawah ini :

    اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

    Beberapa Contoh Khutbah jumat Singkat yang dapat dijadikan bahan untuk dibaca seorang khotib ketika diatsa mimbar.

    Khutbah jumat Singkat Terbaru

    Khutbah jumat Singkat Terbaru

    Setelah mengetahui beberapa rukun dan syarat khutbah tentunya kurang sempurna kalau tidak sekaligus dituliskan contoh khutbahnya.

    Maka dari itu penulis dalam artikel ini merangkum beberapa contoh khutbah jumat singkat yang umum dan mudah dipahami. Simak berikut dibawah ini beragam khutbah jumat singkat tersebut.

    Khutbah jumat Singkat Tentang Akhlak

    الحمدُ لِلهِ العَلِيِّ العَظِيْم العَزِيْزِ الحَكِيْمِ الَّذِيْ فَطَرَنَا بِاقْتِدَارِهِ، وَطَوَّرَنَا بِاخْتِيَارِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

    Tradisi umat islam indonesia jika sudah datang diul fitri tentu berbondong-bondong merayakan kemenangannya.

    Padahal jika ditanya benarkah sudah menang dalam menempuh perjalanan agama Islam, tentu tidak semua muslim bisa menjawabnya.

    Adakalah seseorang yang dikatakan menang adalah yang bisa mengalahkan lawannya, seperti sesuatu yang menjadi penhalang, penindas semua intu menjadi belenggu dalam kehidupan.

    Sedangkan musuh yang paling utama ummat manusia adalah hawa nafsu yang ada pada diri manusia itu sendiri. Tidak terlihat namun dapat dirasakan, bahkan sangat muda hawa nafsu tersebut menjerumuskan diri ini ke lembah kenistaan.

    Salah satu jalan untuk menundukkan nafsu adalah berpuasa, belum lama kemarin sudah dilaksanakan puasa Ramadhan yang menjadi salah satu metode latihan untuk menundukkan hawa nafsu.

    Namun sangat disayangkan banyak ummat islam yang melaksanakan ibadah puasa ia hanya merasakan haus, lapar dan dahaga, tidak mendapatkan lainnya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rosulullah SAW yang diabadikan dalam sebuah hadis.

    HR. Ibnu Majah no.1690

    Rasulullah mengingatkan :

    رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ صَوْمِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ وَالنَّصَبُ

    Artinya :

    “Banyak orang yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan hasil dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Terkadang juga orang yang qiyamul lail tidak memperoleh hasil dari usahanya kecuali hanya begadang dan rasa letih.”

    Jika demikian, benarkah kita sedang mengalami kemenangan? Kalaupun iya, kemenangan dari apa dan untuk siapa?

    Hadirin shalat jumat Rahimakumullah

    Indahnya umat islam di negara Indonesia ini meskipun puasa yang dilakukannya hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja. Akan tetapi ketika datangnya idul fitri ia jadikan momen tersebut untuk meminta maaf antara satu dengan lainnya.

    Sehingga dengan momen tersebut dapat dijadikan sebuah motivasi untuk sebanyak-banyaknya meminta maaf kepada orang yang menurutnya pernah disakiti. Belum tentu diluar idul fitri ada keberanian untuk saling memaafkan.

    Setelah usai menyambut datangnya idul fitri maka seorang muslim diuji kembali dengan hawa dan nafsunya yang kerap menjadi musuh terbesar dalam diri.

    Bulan Syawal menjadi tolak ukur bagi umat islam untuk memeriksa kembali segenap ibadah, tingkah laku, dan sikap batin kita.

    Apakah mengalami peningkatan mutu, atau bahkan biasa-biasa saja, yang lebih menyedihkan lagi justru mengalami penurunan.

    Al-Baqoroh : 148

    Padahal Allah SWT didalam Al-Qur’an telah berfirman :

    Lalu bagaimana tingkat kepekaan kita kepada sesama, terutama sekali bagi mereka yang membutuhkan. Sudahkan membantunya dengan penuh ikhlas.

    Atau sudah seberapa jauhkah sifat riya’, sombong, ujub, dengki, suka berbohong, dan bertindak yang tidak penting berkurang dari diri kita. Dan masih banyak introfeksi diri lainnya yang menjadi bahan pertimbangan dalam bermalas-malasan untu berbenah diri.

    Demikianlah,khutbah singkat yang khotib sampaikan mengenai Mempelajari Fitrah Kemanusiaan semoga dapat bermanfaat untuk menambah semangat dalam berbuat kebaikan.

    Sehingga dohir dan batin terlatih untuk terus menjauhi segala sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT dan Rosulnya Amiin ya robbal alamiin.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Khutbah jumat Singkat Nu

    Bismillahirrahmanirrahim,

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:
    أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَقُوْمُوْا بِمَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ حَقِّهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan sahabat-sahabatnya yang setia.

    Sidang Jamaah jumat Yang Dirahmati Allah

    Hari ini kita berkumpul di masjid ini untuk mendengarkan khutbah Jumat yang berjudul hablu minallah wa hablu minannas. Pada kesempatan ini, saya ingin mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga hubungan kita dengan Allah, sesama manusia, dan dengan diri kita sendiri.

    Allah SWT berfirman :

    Q.S. An-Nisa : 36

    ۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

    Wa‘budullāha wa lā tusyrikū bihī syai’aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīl(i), wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu man kāna mukhtālan fakhūrā(n).

    Artinya :

    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.

    Pertama, mari kita perkuat hubungan kita dengan Allah. Allah adalah pencipta kita dan sumber segala kehidupan. Kita harus senantiasa mengingat-Nya dalam segala aktivitas kita sehari-hari.

    Jadikanlah ibadah sebagai inti dari kehidupan kita, melalui shalat yang khusyuk, membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, dan memperbanyak dzikir serta doa kepada-Nya.

    Kedua, mari kita jaga hubungan kita dengan sesama manusia dalam hal ini kita simak salam sebuah hadis.

    Rasulullah saw bersabda,

    HR. Bukhori Dan Muslim

    “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

    Marilah kita tingkatkan ukhuwah islamiyah, rasa persaudaraan sesama umat Muslim, jauhilah prasangka buruk. Berbuat baiklah kepada semua orang tanpa memandang suku, ras, atau status sosial. Bersikaplah adil dan berlaku lembut terhadap semua makhluk Allah.

    Ketiga, mari kita perhatikan diri pribadi masing-masing, dengan banyaknya kesibukan yang dijalaninya sehingga kita sering kali lupa untuk merenungkan diri kita sendiri.

    Mari kita sama-sama refleksikan perbuatan dan tingkah laku kita, untuk memperbaiki diri kita dan meningkatkan akhlak yang baik.

    Jaga diri kita dari perbuatan maksiat dan godaan dunia yang sesaat. Bekerjalah dengan ikhlas dan jujur dalam segala hal yang kita lakukan.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Khutbah jumat Singkat Tentang Kematian

    Bismillahirrahmanirrahim,

    اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ. أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta. Shalawat dan juga salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga, dan sahabat-sahabatnya yang setia.

    Tentang Kematian

    Saudaraku Hamba Allah

    Hari ini, kita akan berbicara tentang topik yang tidak bisa kita hindari, yaitu kematian. Kematian adalah bagian yang pasti dari kehidupan ini. Setiap jiwa akan merasakannya, dan tidak ada yang bisa melarikan diri darinya.

    Kematian mengingatkan kita akan kehancuran dan ketidak kekalan makhluk yang bernyawa didunia ini. Kita sering kali terjebak dalam urusan duniawi yang sementara, lupa akan tujuan sejati kehidupan kita.

    Kematian adalah peringatan yang nyata bahwa hidup ini hanya sementara, dan kita akan kembali kepada Allah. Kematian juga mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri kita menuju akhirat.

    Allah menciptakan kita untuk menguji iman dan amal perbuatan kita di dunia ini. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

    Kematian merupakan perpisahan dengan dunia dan semua harta yang kita kumpulkan di dalamnya. Yang akan mengiringi kita hanyalah amal ibadah yang telah kita lakukan dan amal shalih yang telah kita tinggalkan.

    Oleh karena itu, mari kita perbanyak amal kebaikan, bersedekah kepada yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada sesama.

    Q.S. An-Nisa : 78

    اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

    Aina mā takūnū yudrikkumul-mautu wa lau kuntum fī burūjim musyayyadah(tin), wa in tuṣibhum ḥasanatuy yaqūlū hāżihī min ‘indillāh(i), wa in tuṣibhum sayyi’atuy yaqūlū hāżihī min ‘indik(a), qul kullum min ‘indillāh(i), famā lihā’ulā’il-qaumi lā yakādūna yafqahūna ḥadīṡā(n).

    Artinya :

    Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, “Ini dari engkau (Nabi Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?

    Janganlah kita menunda-nunda untuk bertaubat dan memperbaiki diri, karena kematian tidak mengenal waktu, usia, atau status. Ia akan datang tiba-tiba, tanpa memberikan kesempatan kedua.

    Kita tidak tahu kapan dan di mana kita akan menghadapinya, Oleh karena itu, jadikanlah setiap hari kita sebagai hari yang lebih baik dari sebelumnya.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Penutup

    Demikianlah beberapa artikel tentang khutbah jumat singkat meskipun sebenarnya contoh materi kutbah singkat masih banyak. Seperti Khutbah jumat Singkat Terbaru 2024 dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat terlebih bagi seorang khotib yang akan menyampaikan khutbahnya. Wallahu A’lam…

  • Doa Hujan Lebat dan Angin Kencang Arab, Latin, Artinya

    Hujan merupakan rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk makhluknya di bumi. Akan tetapi ada kalanya hujan menimbulkan bala atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

    Maka dari itu sangat duanjurkan untuk umat muslim ketika datangnya hujan membaca doa. Agar hujan yang turun menjadi berkah, bukan membawa bencana bagi umat manusia.

    Beberapa Bacaan Doa Ketika Hujan Turun

    Ada banyak ragam bacaan doa ketika hujan turun, semuanya memiliki keutamaan masing-masing yang dapat diamalkan oleh umat muslim ketika turun hujan.

    Akan tetapi pada umumnya ketika turun hujan doa yang masyhur dibaca oleh umat muslim adalah seperti dibawah ini.

    اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

    Allahumma Shoyyiban Naafia’an.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari)

    Doa tersebut sangat masyhur dikalangan masyarakat dan tentunya sudah tidak asing lagi, yakni memohon kepda Allah agar hujan yang turun bermanfaat.

    Selain doa diatas masih banyak bacaan doa turun hujan yang dapat diamalkan simak ulasan berikut dibawah ini.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin Kencang

    Ketika turun hujan yang lebat serta diikuti angin kecang tentunya membuat rasa takut muncul, sebab khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terlebih jika di daerah tersebut memang sering mengalami kebanjiran dan lain sebagainya.

    Jika terjadi hal demikian maka sebaiknya berdoa kepada Allah SWT memininta, hujan lebat yang turun tidak membawa bencana namun membawa rahmat.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin kencang yang dapat diamalkan :

    Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, waz-zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Dan Petir

    Ketika turun hujan yang sangat lebat sehingga mengundang banyaknya petir bermunculan. Abaiknya seorang hamba berdoa memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana yang tidak diinginkan.

    Adapun terkait bacaan doa hujan lebat dan petir dapat dilihat dibawah ini :

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    “Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.”

    Artinya :

    “Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

    Insya Allah dengan doa yang dipanjatkan tersebut diatas Allah hindarkan dari bahaya petir dan bencana hujan lebat.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin

    Ketika hujan lebat turun dengan disertai angin kencang maka sangat mengkhawatirkan penduduk atau warga sekitar akan bahayanya imbas dari hujan tersebut.

    Jika terjadi hal demikian maka upayakan untuk berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari mara bahaya dari hujan lebat dan angin kencang.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin yang dapat diamalkan :

    “Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

    Artinya :

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Arab

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat arab :

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Doa Ketika Hujan Sudah Reda

    Indahnya agama islam yang mengajarkan bahwa membaca doa bukan hanya ketika datangnya hujan, melainkan setelah hujan redapun dianjurkan untuk membaca doa.

    Karena tansa rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat yang telah dilimpahkan kepada dirinya yakni hujan turun dengan kasih sayang tuhan.

    Berikut dibawah ini bacaan doa ketika hujan sudah reda :

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

    Artinya :

    “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Istimewanya Membaca Doa Hujan Lebat

    Doa Hujan Lebat Dan Petir
    Hujan lebat disertai petir

    Membaca doa ketika hujan lebat memiliki makna permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar dilindungi dari bencana yang tidak diinginkan.

    Dalam artian seorang hamba menginginkan hujan yang turun pada saat itu tidak mengundang bencana banjir, tanah longsor dan semisalnya.

    Selain itu doa hujan lebat juga mengajarkan kepada umat muslim untuk mengakui bahwa yang kuasa atas segalanya adalah Allah SWT.

    Siamak ulasan dibawah ini tentang pentingnya membaca doa ketika hujan turun :

    Sadar Akan Kuasanya Allah SWT

    Sebagai seorang hamba tentunya ketika hujan lebat turun secara tidak langsung akan mengingat kuasa Allah SWT. Dia lah yang kuasa untuk mengendalikan turunnya hujan dan Dia pula yang kuasa untuk menjadikan hujan sebagai rahmat atau bencana.

    Sehingga sudah sepatutnya seorang hamba berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa rahmat bukan yang sebaliknya.

    Sebagai penguat akan kuasa Allah SWT yang mengatur turunnya hujan ke bumi ini simak dlam Al-Qur’an surat Al-A’raf : 57.

    Allah SWT berfirman :

    وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Wa huwal-lażī yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), ḥattā iżā aqallat saḥāban ṡiqālan suqnāhu libaladim mayyitin fa anzalnā bihil-mā’a fa akhrajnā bihī min kulliṡ-ṡamarāt(i), każālika nukhrijul-mautā la‘allakum tażakkarūn(a).

    Artinya :

    Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat. (Al-A’raf : 57)

    Bersyukur Atas Nikmat Hujan

    Pada dasarnya hujan yang diturunkan Allah SWT adalah rahmat yang menjadikan sebuah nikmat bagi hamba yang bersyukur.

    Sehingga rasa syukur atas nikmat tersebut sangat tepat jika diungkapkan dalam sebuah doa, untuk memuliakan nikmat yang diturunkan Allah SWT.

    Memohon Ampunan Dan Rahmat Allah SWT

    Pada saat hujan turun maka dianjurkan untuk membaca doa agar ditetapkan rahmat serta diampuni atas segala doa seorang hamba.

    Sehingga keberkahan yang Allah SWT turunkan selalu mengikuti setiap langkah seorang hamba yang kerap membaca doa trun hujan.

    Bahkan perlu dipahami juga salah satu waktu yang mustajab membaca doa adalah ketika hujan turun. Maka dari itu tepat sekali jika dimanfaatkan untuk berdoa meminta ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.

    Siamak firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun : 18.

    وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ

    Wa anzalnā minas-samā’i mā’am biqadarin fa askannāhu fil-arḍ(i), wa innā ‘alā żahābim bihī laqādirūn(a).

    Artinya :

    Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya. (Q.S. Al-Mukminun : 18)

    Memohon Dijauhkan Dari Bencana Alam

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan turun adalah bisa dijadikan sarana untuk berlindung dari bencana atau malapetaka.

    Karena sebagai manusia tidak ada yang tahu kapan datangnya bencana hebat dari Allah SWT yang sampaikan melalui mahluk tuhan bernama hujan.

    Memberikan Pelajaran Tentang Sbar Dan Tawakal

    Hujan yang lebat terkadang menjadikan seseorang panik, tidak nyaman tidak sabar dan lain sebagainya. Disebabkan mungkin terhalang oleh hujan ketika ia akan melakukan sesuatu.

    Tentunya hal ini dapat menyita waktu, yang seharusnya dapat datang atau hadir tepat waktu, namun gagal karena hujan.

    Nah disinilah kesempatan umat muslim membaca doa ketika hujan turun, sehingga dapat menumbuhkan rasa sabar dan tawakal akan kehendak Allah SWT.

    Terlebih ketika hujan yang turun membawa bencana, tentu rasa kesal dan lain sebagainya bercampur menjadi satu.

    Akan tetapi tidak bagi seorang hamba yang ditolong Allah memalu doa-Nya, insya Allah diberi kesabaran dan tawakal dalam menghadapinya.

    Mendapatkan Ampunan Dan Pahala

    Sebagai seorang hamba tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan yang kerap kali hadir dan menumbuhkan titik-titik hitam didalam dada.

    Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT. Sedangkan waktu yang tepat untuk berdoa memohon ampunan ialah ketika hujan turun.

    Selain Allah SWT mengampuni seorang hamba yang membaca doa ketika turn hujan. Allah juga memberikan pahala bagi hamba tersebut karena mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Semakin Dekat Dengan Allah

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan adalah semakin dekatnya dia kepada Allah SWT.

    Doa adalah perintah Allah sehingga Allah suka dan dekat dengan hambanya yang kerap kali membaca doa.

    Selain itu dengan membaca doa sebagai hamba akan terus merasa bahwa dirinya lemah, yang kuat atas segalanya hanyalah Allah.

    Sehingga seorang hamba tersebut akan mengandalkan Allah dalam tiap langkah dan selalu berzikir mengngat akan kuasa Allah.

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat
    Berdoa

    Sebagaimana doa yang dipanjatkan pada umumnya, yakni memiliki adab bagi seseorang yang memanjatkannya. Hal ini agar terlihat antara seorang hamba dengan tuhan yang maha mengabulkan doa.

    Berikut dibawah ini beberapa adab yang perlu diketahui oleh seorang hamba dalam membaca doa ketika hujan turun lebat :

    Harus Yakin Doa Tersebut Dikabulkan

    Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah SWT untuk terkabulnya hajat dan keinginan. Jadi jangan sampai didalam hati ketika berdoa ada rasa tidak percaya akan dikabulkan doa tersebut.

    Padahal janji Allah SWT akan mengabulkan semua doa para hambanya, akan tetapi ada kalanya doa tersebut lama dikabulkan ada juga yang cepat. Allah SWT maha segalanya dan kehendak Dia akan mengabulkan cepat atau tidaknya.

    Merendahkan Diri Sadar Sebagai Hamba Yang Lemah

    Ketika berdoa saat hujan turun lebat seorang hamba harus menyadari bahwa dirinya adalah lemah, sedangkan yang kuasa adalah Allah SWT. Sehingga dengan hal ini akan menjadi nilai adab yang tinggi bagi seorang hamba yang sedang berdoa.

    Insya Allah jika terjalin hal demikian doa seorang hamba tersebut mudah dikabulkan, karena ia sangat yakin lemah dan tak berdaya jika tanpa bantuan dari Allah SWT.

    Tidak Mencela Jika Doa Belum Dikabulkan

    Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah pasti akan dikabulkan, akan tetapi perlu dilihat juga beberapa syarat yang harus dipenuhi.

    Bisa jadi doa yang tidak kunjung dikabulkan ada kesalahan yang menjadi tertutupnya doa tersebut untuk sampai kepada Allah.