Tag: Investasi

  • BPI Danantara: Superholding Baru Pengelola Aset Negara dengan Nilai Fantastis

    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai lembaga strategis untuk mengelola seluruh aset kekayaan negara. Dengan misi besar, badan ini dirancang menjadi superholding BUMN sekaligus sumber pendanaan untuk mempercepat pembangunan nasional.  

    Pimpinan BPI Danantara

    BPI Danantara akan dipimpin oleh Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, sebagai chairman, serta Muliaman D Hadad, mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai CEO. Lembaga ini berbeda dari Kementerian BUMN karena fokusnya adalah pada pengelolaan investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

    Fungsi dan Peran Strategis BPI Danantara

    BPI Danantara: Superholding Baru Pengelola Aset Negara dengan Nilai Fantastis
    Danantara Indonesia

    Sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, Danantara diharapkan menjadi katalisator utama pertumbuhan ekonomi. Langkah utamanya adalah konsolidasi aset negara untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan daya saing global. Dengan pendekatan ini, Danantara bertujuan:  

    • Mengoptimalkan aset-aset strategis BUMN.  
    • Mendukung program pembangunan nasional.  
    • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang efisien.  

    Mengelola Aset Triliunan Rupiah

    Pada tahap awal, Danantara akan mengambil alih pengelolaan aset dari Indonesia Investment Authority (INA) serta tujuh BUMN besar, yaitu:  

    1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).  
    2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).  
    3. PT PLN (Persero).  
    4. PT Pertamina (Persero).  
    5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).  
    6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).  
    7. PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.  

    Total nilai aset dari tujuh BUMN ini mencapai Rp8.900 triliun, sementara INA menambahkan ekuitas sebesar Rp116 triliun dengan asset under management (AUM) senilai Rp163 triliun. Dengan penggabungan ini, total aset kelolaan awal BPI Danantara diproyeksikan mencapai Rp9.085 triliun atau sekitar USD605 miliar.  

    Langkah Awal

    Dokumen resmi menunjukkan bahwa setelah BPI Danantara diresmikan, pengelolaan dana diperkirakan terus bertambah. Nilai AUM dari INA sendiri sudah mencapai USD10,8 miliar, yang akan terus berkembang seiring penggabungan aset tambahan ke dalam superholding ini.  

    BPI Danantara hadir sebagai simbol ambisi besar Indonesia untuk mengelola kekayaan negara secara profesional, efisien, dan berkelanjutan. Dengan visi yang jelas, badan ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan kemandirian finansial di tingkat global.

  • Arti Rekening Giro, Tabungan, dan Deposito di Bank

    Dalam dunia perbankan, terdapat berbagai produk yang dapat memenuhi kebutuhan finansial Anda. Sebelum memutuskan untuk membuka rekening, maka Anda harus memastikan kebutuhan simpanan keuangan Anda. Ada tiga jenis simpanan, yakni: giro, tabungan, dan deposito. 

    Berikut penjabaran mengenai Giro, Tabungan, dan Deposito:

    REKENING GIRO

    Rekening Giro atau Current Account adalah salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam Rupiah maupun mata uang asing yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja dengan menggunakan warkat Cek dan Bilyet Giro.

    Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, saran perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Pengertian dapat ditarik setiap saat adalah bahwa uang yang sudah disimpan di rekening giro dapt ditarik berkali-kali dalam sehari selama dana masih tercukupi, selain harus memenuhi syarat dari bank yang bersangkutan. Penarikan dapat berupa penarikan tunai atau non tunai.

    Untuk memperoleh penggunaan fasilitas giro perbankan, maka diperlukan pembukaan rekening giro oleh pihak nasabah. Dalam hal ini semua nasabah baik itu warga negara Indonesia dan warga

    negara asing ataupun Badan usaha dan Institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku.

    Dengan menjadi nasabah Giro, Anda memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan, seperti :

    1. Melakukan pembayaran denganmenggunakan Cek (Cheque).

    Cek adalah surat berharga atau alat transaksi pembayaran yang diterbitkan oleh bank sebagai

    pengganti uang tunai. Cek dikeluarkan oleh bank apabila Anda mempunyai rekening Giro.

    Cek merupakan surat perintah bayar tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak ang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut.

    Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral :

    • Terdapat perkataan “CEK”
    • Harus berisi perintah tak bersyarat unutk membayar sejumlah uang tertentu
    • Nama bank yang harus membayar (tertarik)
    • Penyambutan tanggal dan temapt cek dikeluarkan
    • Tanda tangan penarik.

    Syarat lainnya yang dapat ditetapkan oleh pihak bank, antara lain :

    • Tersedianya dana
    • Ada materai yang cukup
    • Jika ada coretan harus di ttg oelh pemberi cek
    • Jumlah uang tertulis di angka dan huruf harus sama
    • Memperlihatkan masa kadaluarsa cek (70 hari)
    • ttd dan stempel perusahaan harus sama dengan contoh (specimen0
    • Tidak diblokir pihak berwenang
    • Resi cek sudah kembali
    • Endorsment cek sempurna
    • Rekening belum ditutup

    Cek Atas Nama (Order Cheque)

    Adalah Cek yang mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran

    kepada nama yang tertera pada Cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada Cek tersebut.

    Cek Atas Unjuk (Bearer Cheque)

    Adalah Cek yang tidak mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran kepada siapa saja yang membawa Cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada Cek tersebut.

    Cek Silang (Cross Cheque)

    Adalah Cek Atas Nama dan/atau Cek Atas Unjuk yang diberi tanda garis menyilang pada ujung kiri atas warkat atau dapat juga diberi tanda garis menyilang sepanjang cek dari ujung kiri bawah ke ujung kanan atas. Cek silang tidak dapat diuangkan secara tunai, tetapi hanya dapat dimasukan ke dalam rekening penerima Cek.

    Cek mundur

    cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal sekarang. Contoh: tanggal hari ini 06 januari 2002 tapi tertulis tanggal 10 Januari 2002

    Cek kosong

    cek yang dananya tidak tersedia dan bank tidak memberikan fasilitas overdraft.

    2. Melakukan pembayaran dengan menggunakan Bilyet Giro.

    Bilyet Giro (BG) merupakan cara pembayaran yang berbeda dengan Cek, dimana penerima dana tidak dapat melakukan pencairan secara tunai, tetapi harus melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan. Bilyet Giro akan berfungsi sama dengan Cek Silang.

    BG merupakan surat perintah bayar dari nasabah kepad abank yang memelihara rekening giro nasabah untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank sama atau lain.

    Pada dasarnya syarat sahnya suatu BG sama dengan CEK. Dan biasanya BG berlaku 70 hari mulai tanggal penarikan.

    3. Alat lainnya.

    Surat perintah kepada bank yang dibuat secara tertulis pada kertas yang ditanda tangani oleh pemegang rekening atau kuasanya. (kliring)

    Baca Juga: Obligasi Ritel Indonesia dan Cara Kerjanya

    TABUNGAN (SAVING DEPOSIT)

    Arti Rekening Giro, Tabungan

    SIMPANAN TABUNGAN (SAVING DEPOSIT)

    Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Tabungan adalah : Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau BG atau alat lainnya yang dipersamakan.

    Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebetulnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.

    Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.

    Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan Anda. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.

    Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan Anda, apakah bank Anda membolehkan nasabah tabungan melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga Anda bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan Anda

    Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo rataÂrata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang Anda di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.

    Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.

    Buku tabungan digunakan sebagai media pencatatan transaksi Anda. Buku tabungan biasanya juga harus dibawa saat akan melakukan penarikan tunai di kasir. Ada juga bank yang mengganti buku tabungan dengan rekening koran yang dikirimkan ke alamat Anda setiap bulan. Dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.

    Baca Juga: Investasi untuk Pemula: Jenis, Contoh, dan Keuntungan yang Dijanjikan

    DEPOSITO (TIME DEPOSIT)

    Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Deposito adalah : simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakuakn pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

    Jenis-jenis Deposito

    1. Deposito berjangka – deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu, biasanya 1, 3, 6, 12 s/d 24 bulan. Deposito ini atas nama dan tidak dapat dipindah tangankan.

    2. Sertifikat Deposito – deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu, biasanya 2, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Deposito ini atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan adapat diperjual belikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.

    3. Deposito on call – deposito berjangka dengan waktu minimal 7 hari dan paling lama 30 hari. Diterbitkan atas nama dan biasanya jumlahnya besar, dengan demikian bunya yang diberikan juga sesuai dengan perjanjian pihak nasabah dan pihak bank.

    Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau Anda menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa Anda ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, Anda juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa Anda nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.

    Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Ini karena uang Anda akan “dikunci” selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa Anda tarik kapan saja. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito.

    Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar, besarnya pada tiap bank bervariasi, tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000.

    Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan, karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang Anda dapatkan.

    Perbedaan Deposito berjangka VS Sertifikat Deposito

    Bunga pada sertifikat deposito diperhitungkan dan dibayar di muka, sedangkan deposito dibayar saat jatuh tempo

    Sertifikat deposito bisa dipindahtangankan karena diterbitkan atas unjuk (penerbit) bukan atas nama seseorang. Jadi sertifikat deposito ini bisa diperjualbelikan kepada pihak lain. Dan siapa saja yang memegang sertifikat deposito tersebut berhak untuk mencairkannya saat jatuh tempo.

    Sertifikat deposito tidak bisa diperpanjang secara otomatis (auto rollover) seperti deposito berjangka. Jadi ketika sertifikat deposito jatuh tempo Anda harus segera mencairkannya atau mengkonfirmasikan kepada bank untuk memperpanjang jangka waktunya.

    Karena diterbitkan atas unjuk dan bukan atas nama, bank tidak menerima klaim jika Anda kehilangan sertifikat deposito tersebut.

  • Tentang Golden Visa yang Jadi “Jurus” Baru Jokowi untuk Gaet Investor

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan peluncuran Golden Visa pada, Kamis (25/7/2024), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan.

    Baru diluncurkan, Jokowi mengaku kaget karena sudah ada 300 warga asing yang mengajukan pendaftaran Golden Visa ke imigrasi RI. Dari jumlah tersebut, nilai investasi yang diperoleh sekitar Rp2 triliun.  Menurut Jokowi, jumlah tersebut sangat banyak.

    “Saya tadi tanyakan kepada Pak Dirjen Imigrasi yang daftar sudah 300. Saya kaget juga banyak sekali,” ungkap Jokowi di acara tersebut.

    Apa Itu Golden Visa?

    Menurut laman resmi imigrasi, Golden Visa adalah pemberian izin tinggal dalam jangka waktu 5-10 tahun bagi warga negara asing (WNA) yang memenuhi syarat.

    Visa jenis ini menargetkan WNA yang dapat mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, seperti penanam modal baik perorangan maupun korporasi.

    Pemilik jenis visa baru ini pun akan mendapatkan beberapa manfaat ekslusif. Sejumlah kelebihan yang akan didapatkan pemegang golden visa adalah jangka waktu tinggal lebih lama, kemudahan dan efisiensi keluar-masuk Indonesia karena tidak perlu mengurus ITAS di kantor imigrasi.

    Baca Juga: Syarat dan Cara Lapor SPT Tahunan Offline Maupun Online

    Melalui situs resmi Setkab Indonesia, visa ini diharapkan dapat menerima lebih banyak obligasi pemerintah, saham perusahaan, properti, investasi asing, maupun investment funds.

    Meski diasosiasikan sebagai visa investor, namun beberapa negara juga memberikan kesempatan pada individu non-investor dengan keahlian khusus untuk mendapatkan visa tersebut.

    Namun di sejumlah negara, Golden Visa telah memicu risiko fiskal dan makroekonomi, seperti boom and bust cycle (fluktuasi ekonomi yang cepat) serta gelombang property.

    Menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia, ada 9 tipe kelompok bidang yang memenuhi syarat Golden Visa dari RI, antara lain:

    • Individu atau perusahaan di bidang investasi
    • Pengusaha investor yang memiliki perusahaan di RI
    • Perusahaan asing yang menanam modal di RI
    • Petinggi perusahaan investasi
    • Warga asing keturunan Indonesia, diaspora, warga asing yang menjadikan Indonesia sebagai rumah kedua, dan talent global

    “Ingat (Golden Visa) hanya untuk good quality traveller sehingga harus benar-benar selektif. Bener-benar diseleksi. Benar-benar dilihat kontribusinya. Jangan sampai meloloskan orang-orang yang membahayakan keamanan negara,” ujar Jokowi.

    Sementara menurut Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Silmy Karim, sebanyak 10.000 WNA ditargetkan mendapatkan Golden Visa.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ada 10 negara yang jadi prioritas RI untuk program ini. negara-negara tersebut adalah Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab (UEA).

    Sepuluh negara tersebut masuk dalam daftar prioritas karena menjadi negara asal investasi asing yang membantu pembangunan serta pertumbuhan ekonomi RI.

    Silmy juga menuturkan, pemerintah terutama pihaknya akan mengevaluasi WNA yang sudah mendapat Golden Visa secara rutin. Evaluasi tersebut dilakukan setiap tiga bulan. Hal ini bertujuan agar Indonesia mendapatkan WNA yang berkualitas.

    Dia juga mengatakan investor yang telah masuk berasal dari bidang IT (Chat GPT), Industri Pesawat (Boeing), Olahraga (Shin Tae Yong), hingga industri hilirisasi smelter.

    Menurutnya, jumlah ini masih akan bertambah sehingga dapat memberi dampak yang bagus terhadap perekonomian dalam negeri.

    Baca Juga: Cara Cek NPWP Online dan Hidupkan NPWP yang Tidak Aktif

    Untuk mendapatkannya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

    1. Investor korporasi atau WNA perorangan yang akan mendirikan perusahaan di RI harus berinvestasi minimal US$2,5 juta atau Rp38 miliar.
    2. WNA perorangan yang tidak ingin mendirikan perusahaan di RI wajib menginvestasikan dana sejumlah US$350.000 atau Rp5,3 miliar yang bisa digunakan untuk membeli saham perusahaan publik, obligasi pemerintah, penempatan tabungan atau deposito.

    Shin Tae Yong jadi Penerima Golden Visa RI Pertama

    Pelatih sepak bola tim nasional Indonesia, Shin Tae Yong, jadi sorotan setelah menerima Golden Visa dari Presiden Jokowi pada, Kamis (25/7/2024), di Jakarta.

    Jokowi memberi visa tersebut kepada Shin Tae Yong dengan tujuan agar WNA lebih mudah untuk berinvestasi dan berkarya di Indonesia.

    Pelatih asal Korea Selatan itu juga tampak senang dan mengumbar senyum sepanjang berlangsungnya acara. Visa khusus tersebut diberikan setelah Shin Tae Yong menorehkan sederet rekor bersejarah bersama Tim Garuda.

  • Investasi untuk Pemula: Jenis, Contoh, dan Keuntungan yang Dijanjikan

    Di tengah fluktuasi ekonomi yang tidak menentu, memahami apa itu investasi dan mengenal berbagai pilihan instrumen, seperti saham, deposito, obigasi, dan emas, menjadi penting bagi pemula untuk masa depan finansial mereka.

    Berinvestasi bukan hanya soal memaksimalkan dividen atau capital gain, tetapi juga tentang membangun portofolio secara diversifikasi untuk meminimalkan risiko dan memastikan keamanan aset.

    Pelajaran tentang cara berinvestasi yang efektif merupakan sarana untuk mencapai stabilitas finansial dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai prinsip dasar dan mekanisme investasi adalah kunci awal yang harus dipahami oleh setiap investor.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis investasi, mulai dari investasi saham hingga investasi emas, dan mengungkap bagaimana keduanya menawarkan potensi keuntungan serta dividen yang beraneka ragam bagi investor.

    Pendekatan langkah demi langkah tentang cara memulai investasi untuk pemula, dilengkapi dengan tips yang akan membantu menghindari kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor baru, akan dibahas secara rinci disini.

    Disamping itu, kita akan membahas alasan mengapa memulai investasi sekarang ini sangat penting, serta menerangkan tentang peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memastikan keamanan portofolio investasi Anda.

    Diharapkan, dengan memahami artikel ini, pembaca dapat mempersiapkan diri untuk memulai investasi dengan lebih yakin dan terarah.

    Pengertian Investasi

    Investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh individu atau perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi di masa depan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan dengan usaha yang relatif kecil, dimana investor hanya perlu menanamkan modal dan menunggu pertumbuhan nilai investasi tersebut.

    Apa itu Investasi?

    Investasi dapat diartikan sebagai kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih aset selama periode tertentu dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai dari aset tersebut (keuntungan). Proses ini tidak hanya meliputi pembelian aset fisik seperti properti atau emas, tetapi juga aset keuangan seperti saham dan obligasi. Tujuan utama dari investasi adalah untuk memperoleh hasil yang maksimal dan membantu mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.

    Mengapa Investasi Penting?

    Investasi sangat penting karena berfungsi bukan hanya sekedar menabung. Melalui investasi, individu dapat memperoleh keuntungan dan mengalami peningkatan nilai aset yang diinvestasikan. Hal ini membantu dalam mempersiapkan keuangan untuk masa depan, mengatasi inflasi, dan juga memenuhi kebutuhan hidup yang terus bertambah dengan seiringnya waktu.

    Selain itu, investasi juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan di luar pendapatan bulanan, yang dapat sangat membantu dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

    Dengan memahami apa itu investasi dan mengapa hal itu penting, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai bagaimana dan di mana Anda harus menanamkan modal untuk hasil yang optimal. Dilain sisi hal ini dapat membantu dalam perencanaan keuangan jangka panjang dan memastikan bahwa kebutuhan di masa depan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

    Jenis-Jenis Investasi

    Jenis-Jenis Investasi
    Jenis-jenis Investasi

    Investasi merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan untuk masa depan. Berikut ini adalah beberapa jenis investasi yang populer untuk investor pemula:

    Investasi Emas

    Emas adalah salah satu jenis investasi yang cukup populer di kalangan pemula karena nilai yang terus meningkat dan tidak tergerus oleh inflasi. Investasi ini menawarkan kelebihan seperti likuiditas tinggi, yang memungkinkan investor dapat dengan cepat mencairkan investasinya pada saat dibutuhkan. Keuntungan lain dari investasi emas adalah potensinya untuk investasi jangka panjang, yang bisa mencakup periode hingga 10-20 tahun, ideal untuk tujuan seperti pendidikan anak atau dana haji.

    Investasi Saham

    Saham adalah pilihan investasi lain bagi investor pemula dengan potensi keuntungan yang signifikan. Meskipun memiliki resiko tinggi, investor pemula dapat memulai dengan modal kecil dan fokus pada saham dengan fundamental yang kuat. Penting untuk melakukan diversifikasi portofolio saham untuk dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisir risiko. Investasi saham membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam memantau dan mempelajari pergerakan saham serta memahami waktu yang tepat jika berinvestasi dalam jangka panjang .

    Investasi Properti

    Properti adalah jenis investasi yang menarik karena nilai yang cenderung meningkat seiring waktu. Lokasi menjadi faktor kunci dalam menentukan nilai properti tersebut. Investasi ini membutuhkan perencanaan dan pemahaman yang baik tentang harga pasar properti serta biaya-biaya yang terlibat. Memilih lokasi yang strategis dan mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya awal dan tambahan adalah langkah penting dalam berinvestasi properti. Selain itu, memilih pengembang yang tepercaya dan memahami perjanjian KPR adalah aspek penting untuk menghindari risiko kerugian.

    Setiap jenis investasi memiliki karakteristik dan risiko tersendiri. Pemahaman yang baik tentang masing-masing jenis dan strategi yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

    Cara Memulai Investasi untuk Pemula

    Mulai dengan Modal Kecil

    Investasi tidak selalu memerlukan modal besar. Bahkan dengan hanya Rp100.000,-, seseorang sudah dapat memulai investasi di saham perusahaan. Berbagai metode investasi dengan modal kecil, seperti reksa dana, emas, dan obligasi, memungkinkan individu untuk terlibat dalam pasar modal dengan risiko yang lebih kecil. Banyak platform online saat ini menyediakan produk berinvestasi dalam emas dengan modal mulai di bawah Rp10.000, untuk investor pemula yang memiliki keterbatasan dana.

    Tentukan Strategi Investasi

    Memilih strategi yang tepat sangat penting dalam investasi. Strategi seperti dollar cost averaging (DCA), yang melibatkan investasi berkala setiap bulan, sangat cocok untuk investor yang tidak memiliki waktu untuk memantau pasar saham secara real time. Alternatif lainnya adalah value investing, di mana investor memfokuskan pada saham yang undervalued dengan prospek jangka panjang. Setiap strategi harus disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan timeline waktu investasi.

    Baca Juga: Strategi Finansial untuk Memastikan Kondisi Keuangan Selalu Stabil

    Pantau dan Evaluasi Investasi

    Pemantauan dan evaluasi berkala merupakan kunci untuk mengoptimalkan investasi. Investor perlu mengevaluasi kinerja investasinya secara rutin, setidaknya setiap semester, untuk memastikan bahwa tujuan berinvestasi tercapai. Evaluasi ini meliputi penyesuaian strategi jika hasil investasi tidak sesuai dengan ekspektasi awal, seperti melakukan cutloss atau membeli lebih banyak saham pada harga yang lebih rendah jika diperkirakan akan naik. Selain itu, menggunakan indeks kinerja seperti Indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen bisa membantu dalam membandingkan kinerja portofolio dengan risiko yang diambil.

    Tips Investasi untuk Pemula

    Tips Investasi Jangan Menaruh Semua Telur Dalam Satu Keranjang

    Jangan Menaruh Semua Telur Dalam Satu Keranjang

    Diversifikasi investasi merupakan strategi penting yang sering diibaratkan dengan ungkapan “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Hal ini mengacu pada penyebaran investasi ke berbagai instrumen untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

    Diversifikasi tidak hanya melindungi investasi dari volatilitas pasar, tetapi juga memberikan peluang untuk memperoleh imbal hasil dari berbagai sumber. Misalnya, jika satu sektor mengalami penurunan, sektor lain mungkin bertahan atau bahkan berkembang, sehingga mengimbangi kerugian yang mungkin terjadi.

    Pelajari dan Pahami Risiko Investasi

    Mengenal dan memahami risiko investasi adalah langkah krusial dalam pengambilan keputusan berinvestasi. Ada dua jenis risiko utama yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pasar secara keseluruhan seperti perubahan kebijakan pemerintah atau krisis ekonomi, sedangkan risiko tidak sistematis berkaitan dengan faktor-faktor spesifik terkait investasi tertentu seperti kinerja perusahaan.

    Memahami hal tersebut dapat membantu investor dalam memilih produk investasi yang sesuai dengan profil risikonya. Investor dengan profil “high risk high return” mungkin lebih cocok untuk saham atau mata uang kripto, sementara yang berprofil risiko rendah mungkin lebih memilih obligasi atau deposito.

    Gunakan Jasa Konsultan Keuangan

    Menggunakan jasa konsultan keuangan dapat membantu dalam merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan keuangan dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Konsultan keuangan memberikan layanan seperti analisis kondisi keuangan, perencanaan keuangan jangka panjang, pengelolaan investasi, manajemen risiko, dan perencanaan pajak.

    Manfaat dari menggunakan jasa ini termasuk pengelolaan keuangan yang lebih baik, perencanaan yang tepat, mengurangi risiko, menghemat waktu, dan mendapatkan nasihat yang profesional. Selain itu, konsultan keuangan yang berpengalaman dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang bijaksana dan sesuai dengan tujuan keuangan pribadi Anda.

    Kesalahan Umum dalam Investasi

    Mengabaikan Risiko

    Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor, terutama pemula, adalah mengabaikan risiko yang terkait dengan berbagai jenis investasi. Investor sering tergiur oleh janji keuntungan tinggi tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul. Misalnya, banyak investor yang tergoda untuk menanamkan semua modal mereka pada satu instrumen investasi, yang jika mengalami kegagalan, akan mengalami risiko kerugian yang sangat besar.

    Mengikuti Tren Tanpa Pengetahuan

    Kesalahan lain yang umum terjadi adalah mengikuti tren investasi tanpa pengetahuan yang memadai. Fenomena ini sering diperparah oleh pengaruh media sosial dan rekomendasi dari influencer atau publik figur yang tidak selalu menyajikan analisis yang mendalam. Akibatnya, investor mungkin membeli saham atau aset lain berdasarkan popularitas semata, tanpa memahami dasar-dasar atau kondisi fundamental dari investasi tersebut. Hal ini sering kali berakhir dengan kerugian, terutama ketika investasi tersebut berada pada tren penurunan.

    Tidak Diversifikasikan Investasi

    Investor juga sering melakukan kesalahan dengan tidak melakukan diversifikasi portofolionya. Diversifikasi adalah strategi investasi yang dapat membantu mengurangi risiko kerugian dengan menyebarkan investasi ke berbagai aset atau instrumen. Tanpa diversifikasi, investor akan sangat berisiko kehilangan uangnya jika satu investasi tersebut mengalami penurunan nilai. Mengelola portofolio yang beragam dapat membantu menyeimbangkan risiko, keuntungan, dan memastikan stabilitas keuangan dalam jangka panjang.

    Alasan Memulai Investasi

    Keamanan Finansial di Masa Depan

    Mengamankan keuangan untuk masa depan adalah prioritas utama bagi banyak orang. Investasi jangka panjang, seperti saham, obligasi, dan reksa dana, memungkinkan investor untuk membangun keamanan finansial dengan mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi kenaikan nilai pada aset. Dengan memulai investasi sedini mungkin, Anda memiliki kontrol lebih besar atas keuangan Anda, membebaskan diri dari tekanan keuangan dan memungkinkan perencanaan yang lebih baik untuk masa depan, seperti pendidikan anak-anak atau pensiun.

    Keuntungan yang Menggiurkan

    Investasi memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang menggiurkan, terutama jika dilakukan dengan strategi yang tepat dan dimulai dari usia muda. Contohnya, berinvestasi di saham atau reksa dana dapat memberikan dividen atau kenaikan nilai saham yang signifikan, yang jauh melampaui apa yang bisa diperoleh melalui tabungan biasa. Keuntungan ini bisa sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang atau bahkan mencapai kemungkinan pensiun dini.

    Mengalahkan Inflasi

    Salah satu alasan penting untuk mulai berinvestasi adalah untuk mengalahkan inflasi. Uang yang disimpan sebagai tabungan biasa akan tergerus nilai belinya karena inflasi, sementara investasi seperti saham, obligasi, atau reksa dana pasar uang, cenderung menawarkan pengembalian yang lebih tinggi dan dapat mengatasi laju inflasi yang terus berjalan. Dengan berinvestasi, Anda tidak hanya menjaga, tetapi juga meningkatkan daya beli di masa depan.

    Melalui investasi, Anda dapat mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya menjaga nilai uang, tetapi juga meningkatkannya di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah. Mulai berinvestasi sedini mungkin memberikan keuntungan dari waktu dan potensi pertumbuhan, memastikan bahwa tujuan keuangan jangka panjang dapat dicapai dengan lebih efektif.

    Keuntungan Investasi yang Diharapkan

    Keuntungan Jangka Pendek dan Panjang

    Investasi dapat dikategorikan berdasarkan durasi waktu yang diinginkan oleh investor, yaitu investasi jangka pendek dan jangka panjang. Investasi jangka pendek biasanya berfokus pada periode waktu yang singkat, sekitar satu tahun, dengan potensi keuntungan yang lebih rendah namun risiko yang lebih minim. Sebaliknya, investasi jangka panjang melibatkan komitmen untuk mempertahankan aset selama beberapa tahun, biasanya lebih dari lima tahun, dengan harapan pertumbuhan nilai aset yang signifikan dengan seiring waktu dan potensi imbal hasil yang lebih besar.

    Peningkatan Nilai Aset

    Salah satu tujuan utama dari berinvestasi adalah peningkatan nilai aset. Contoh nyata adalah pembelian tanah yang diharapkan akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu. Jika tanah tersebut dijual beberapa tahun kemudian, investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai tanah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai aset memerlukan waktu dan kesabaran, serta pemahaman yang baik tentang jenis aset yang diinvestasikan.

    Pendapatan Pasif

    Investasi juga menawarkan kemungkinan untuk mendapatkan pendapatan pasif, yang merupakan penghasilan yang diperoleh dengan sedikit usaha aktif dari investor. Contoh dari pendapatan pasif meliputi dividen dari saham atau bunga dari obligasi. Investasi saham memungkinkan investor untuk mendapatkan dividen triwulan, yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Sementara itu, obligasi menawarkan penghasilan tetap berupa bunga yang dibayarkan setiap enam bulan hingga jatuh tempo. Selain itu, investasi dalam bisnis properti, seperti penyewaan real estate, juga dapat menghasilkan pendapatan pasif yang stabil.

    Investasi tidak hanya memberikan keuntungan finansial tetapi juga memberikan fleksibilitas dan keamanan ekonomi jangka panjang bagi investor.

    Kesimpulan

    Melalui artikel ini, kita telah mengeksplorasi berbagai sudut pandang investasi yang penting bagi pemula, mulai dari pemahaman dasar tentang investasi hingga jenis-jenis investasi yang dapat dijalankan dengan berbagai potensi risiko dan keuntungannya. Pemilihan jenis investasi yang sesuai, bersama dengan strategi yang tepat, berperan sangat vital dalam pencapaian tujuan keuangan yang berkelanjutan dan menguntungkan. Penting untuk mengingat bahwa memulai investasi dari usia muda dengan pendekatan yang disiplin dapat menghasilkan keamanan finansial dan kebebasan ekonomi di masa yang akan datang.

    Investasi juga merupakan langkah yang strategis untuk mengalahkan laju inflasi dan memastikan peningkatan nilai aset jangka panjang. Oleh karena itu, memahami risiko, diversifikasi portofolio, dan evaluasi berkala menjadi kunci dalam mengoptimalkan hasil investasi. Dengan menanamkan prinsip-prinsip ini, para investor pemula dapat membangun dasar yang kuat untuk masa depan finansial mereka, menjadikan investasi bukan hanya sebagai sarana mencapai kekayaan, tapi juga sebagai jalan menuju kemantapan dan kemandirian ekonomi.

    Baca Juga: Cara Menabung Dana Pensiun, Anda Sudah Tahu?

    FAQs

    Q: Apa saja pilihan investasi yang cocok untuk pemula?
    A: Berbagai jenis investasi cocok untuk pemula, antara lain:

    • Emas: Harga emas cenderung stabil dan sering meningkat, memberikan potensi keuntungan.
    • Reksadana: Investasi ini memungkinkan kamu berinvestasi dalam kumpulan aset.
    • Surat Berharga Negara (SBN): Investasi ini aman karena dijamin oleh pemerintah.
    • Deposito: Menawarkan keamanan lebih dibandingkan menyimpan uang di rekening biasa.
    • Dana Pensiun dan Dana Darurat: Membantu mengamankan keuangan masa depan dan keadaan darurat.
    • Menambah Sumber Penghasilan: Investasi bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

    Q: Apa saja contoh dari berbagai jenis investasi?
    A: Investasi bisa berbentuk saham, deposito, obligasi, asuransi, reksadana, tanah, emas, dan bahkan mata uang kripto. Tujuannya beragam, salah satunya adalah untuk mencapai kebebasan finansial.

    Q: Jenis investasi apa yang biasanya menguntungkan?
    A: Beberapa instrumen investasi yang populer dan menguntungkan di Indonesia antara lain:

    • Deposito: Mirip dengan tabungan namun dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
    • Emas: Investasi yang relatif aman dengan potensi apresiasi harga.
    • Properti: Biasanya mengalami kenaikan nilai jual.
    • Saham dan Reksa Dana: Menawarkan potensi keuntungan yang tinggi.
    • Peer to Peer Lending: Platform pinjam meminjam yang juga menawarkan keuntungan.

    Q: Langkah apa yang sebaiknya diikuti oleh pemula saat memulai belajar investasi?
    A: Pemula dalam investasi sebaiknya mengikuti langkah-langkah berikut:

    • Pahami Konsep dan Risiko: Memahami dasar-dasar investasi dan risiko yang terlibat.
    • Miliki Tujuan Keuangan yang Jelas: Menentukan tujuan keuangan membantu dalam merencanakan investasi.
    • Pilih Instrumen Investasi yang Sesuai: Memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
    • Buka Rekening Investasi: Untuk memulai investasi, kamu perlu membuka rekening khusus investasi.
    • Jalankan Investasi Secara Disiplin: Investasi perlu dijalankan dengan disiplin untuk mencapai tujuan keuangan.
  • Obligasi Ritel Indonesia dan Cara Kerjanya

    Obligasi menjadi produk investasi yang dapat diperjualbelikan yang peminatnya terus bertambah. Setiap jenis produk investasi tentu memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri, begitu pula obligasi ritel Indonesia yang memiliki daya tarik yang membuat banyak diminati para investor.

    Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh instansi, perusahaan atau pemerintah sebagai penerbit kepada investor pemegang obligasi. Berisi perjanjian untuk membayar kembali pokok utang serta kupon bunga pada jangka waktu yang ditentukan.

    Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menabung Dana Pensiun, Anda Sudah Tahu?

    Obligasi berbeda dengan investasi lain, investasi jenis ini hanya diterbitkan pihak pemilik kuasa. Obligasi kemudian dibagi dalam beberapa jenis berdasar penerbitnya. Ada obligasi korporat (corporate bond) yang diterbitkan perusahaan, obligasi pemerintah (government bond) dan obligasi ritel.

    Tentang Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

    Obligasi Ritel Indonesia merupakan jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah dan dijual kepada investor yang bisa perseorangan melalui agen yang ditunjuk langsung oleh pemerintah. Umumnya pemerintah akan menunjuk bank tertentu sebagai lembaga sekuritas untuk menjadi agen penjual ORI.

    Selain ORI, Indonesia telah mengeluarkan empat jenis obligasi pemerintah, yakni Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Negara Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SukRi) dan Saving Bond Ritel (SBR).

    Tertarik untuk berinvestasi obligasi? Ada baiknya mengetahui karakteristik obligasi berikut:

    • Memiliki Hak Klaim Aset dan Pendapatan

    Investor atau pemilik obligasi memiliki hak klaim terhadap aset dan pendapatan perusahaan. Maksudnya jika suatu ketika perusahaan penerbit obligasi mengalami kebangkrutan, pemegang obligasi memiliki hak untuk didahulukan ketika melakukan penjualan aset. Sedang klaim pendapatan artinya pemegang obligasi memiliki hak didahulukah dari dividen pemegang saham.

    • Memiliki Nilai Nominal (Par Value)

    Obligasi memiliki nilai nominal atau disebut par value (nilai pari) yang tercantum pada lembaran obligasi. Penerbit juga menyertakan kupon dengan suku bunga tertentu yang bisa dibayar setiap periode tiga bulan, empat bulan atau enam bulan sekali.

    • Memiliki Masa Jatuh Tempo

    Setiap obligasi pasti memiliki masa jatuh tempo minimal lima tahun. Ada pula masa jatuh tempo obligasi dalam waktu 10 tahun, 15 tahun bahkan 30 tahun.

    • Memiliki Indenture

    Indenture merupakan kontrak antara pihak penerbit obligasi dengan perwakilan pemegang obligasi yang disebut wali amanat. Kontrak biasanya berisi hak dan kewajiban penerbit dan pemegang obligasi, nilai nominal, kupon, masa jatuh tempo, dan ketentuan lain untuk melindungi pemegang obligasi.

    Cara Kerja Obligasi

    Berikutnya, Anda harus tahu cara kerja obligasi berikut:

    • Penerbitan Surat Utang

    Perusahaan atau pemerintah menerbitkan surat utang obligasi ketika membutuhkan pengumpulan uang untuk suntikan dana atau pembiayaan proyek. Penerbit harus memenuhi syarat untuk jaminan menerbitkan surat utang.

    • Pembayaran Kupon Sesuai Tingkat

    Pembayaran kupon sesuai tingkat bunga diberikan setiap jangka waktu yang ditentukan. Biasanya pembayaran setiap enam bulan namun ada pula yang tiga serta empat bulan.

    • Harga Awal dan Harga Pasar Aktual

    Obligasi memiliki dua harga yakni harga awal berupa nilai nominal saat ditawarkan pertama kali dan harga pasar aktual merupakan harga pasar. Harga pasar bisa berubah dipengaruhi beragam faktor, mula dari kualitas kredit penerbit, lamanya periode kedaluwarsa dan tingkat kupon.

    • Penjualan Obligasi

    Harga pasar aktual di atas dapat digunakan sebagai acuan penjualan obligasi. Surat utang ini dapat dipindah tangan dari  pemegang awal ke investor lain. Jadi investor obligasi tidak diharuskan memegang obligasi hingga waktu jatuh tempo.

    Dapatkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) di digibank by DBS

    Jika tertarik untuk mulai investasi dengan surat utang obligasi, dapatkan di lembaga keuangan Bank seperti BRI, BCA, Mandiri, BI dan lainnya. Obligasi pemerintah yang dijamin dana kembali 100% saat jatuh tempo juga diperjualkan di bank-bank Indonesia. Tentunya produk obligasi di perbankan menawarkan keuntungan menarik, sebagai berikut:

    • Kupon 4,95% p.a
    • Nominal pembelian mulai dari Rp 1 juta
    • Keuntungan bunga bisa dicairkan setiap bulan
    • Dapat diperjualbelikan
    • Memiliki potensi keuntungan saat dijual serta tergolong investasi berisiko rendah

    Selain keuntungan di atas, Anda juga mendapat kemudahan dalam setiap transaksi, seperti untuk melakukan pembelian surat utang obligasi hanya dari telepon pintar.