Tag: finance

  • Ternyata Ada Lho Penyakit Suka Berhutang dan Kenali Tandanya

    Tau tidak apa yang paling menyebalkan di dunia ini selain tidak punya uang? Yaitu dihutangin. Dengan kata lain sebenarnya kita masih punya uang tapi karena orang yang berhutang enggan membayar jadinya kita jadi tidak punya uang. Apalagi biasanya ketika ada orang yang akan meminjam uang santunnya bukan main, baiknya luar biasa dan sopannya ngalahin anak santri tapi giliran hendak ditagih hutangnya kalau nggak tiba-tiba menghilang seperti siluman ya berubah galak seperti macan. Menurut beberapa penelitian ternyata ada lho penyakit suka berhutang.

    Jadi supaya Anda tidak terjerat tipu daya orang-orang yang suka berhutang dan akhirnya malah emosi sendiri, yuk kenali ciri-ciri orang yang memiliki penyakit kronis yang satu ini.

    Ciri-ciri Orang Suka Berhutang

    1. Orang Yang Selalu Saja Merasa Tidak Puas

    Salah satu ciri orang yang suka berhutang bisa dilihat dari keseharian hidupnya yaitu orang yang selalu merasa tidak puas dan tidak tahu apa itu artinya bersyukur. Demi menurutkan keinginannya padahal penghasilan tidak mencukupi mereka rela berhutang kesana dan kesini yang akhirnya kesulitan untuk membayar. Kalau sudah begitu biasanya mereka mulai belajar menebalkan muka karena walaupun seberapa keras mereka berusaha hutang-hutang itu tidak akan dapat dilunasi dengan mudah jadinya mereka lebih memiliki menggunakan metode menghilang atau tiba-tiba berubah jadi macan atau bisa juga berubah menjadi sosok yang minta dikasihani tergantung situasi yang mana yang paling cocok.

    1. Orang Yang Selalu Berangan-angan

    Tidak ada salahnya bermimpi selama bermimpi masih gratis tapi untuk meraih mimpi tersebut Anda harus bangun dulu dan kejar mimpi itu. Sayangnya ada jenis orang yang tetap ingin mengejar mimpi itu tapi tidak mau berusaha, hasilnya untuk mewujudkan mimpi dan angan-angan itu mereka memilih cara cepat yaitu dengan meminjam uang.

    1. Orang Yang Punya Hobi Membeli Barang-barang Yang Tidak Dibutuhkan

    Setiap orang tentunya harus memiliki prioritas seperti ungkapan Must to Have or Nice to Have. Orang yang punya hobi membeli barang-barang yang sebenarnya mereka tidak terlalu butuhkan sementara penghasilan tidak mencukupi biasanya selalu berakhir dengan meminjam uang sana sini demi memenuhi kebutuhan pokoknya.

    1. Orang Yang Tidak Memiliki Tabungan

    Jika Anda memiliki tabungan tentunya Anda tidak perlu berhutang. Walaupun sulit tentunya untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tabungan atau tidak tapi kebanyakan orang yang memiliki hutang dimana-mana pasti tidak memiliki tabungan karena dari pada ditabung mereka lebih memilih untuk menggunakan uang itu untuk memenuhi hasrat kehidupan mereka seperti yang disebutkan di poin nomer 1 sampai 3.

    Baca Juga: Finance, Ilmu yang Mempelajari Tentang Pengelolaan Uang

    1. Orang Yang Tidak Memiliki Rencana Anggaran Belanja

    Siapa bilang dalam rumah tangga tidak memerlukan rencana anggaran belanja. Menghitung pemasukan dan pengeluaran merupakan tugas wajib setiap orang. Walaupun seseorang belum berkeluarga tapi setidaknya mereka memiliki penghasilan dan pengeluaran yang harus selalu diperhitungkan. Nah, biasanya orang dengan penyakit kronis suka berhutang tidak terlalu perduli dengan urusan yang satu ini karena bagi mereka percuma saja menghitung karena biar berapa kalipun mereka menghitung pengeluaran mereka tetap akan jauh lebih besar dari penghasilan.

    Bahkan dalam Islam dosa orang berhutang tidak akan diampuni bahkan ketika orang tersebut mati syahid. Jadi dosa berhutang merupakan salah satu dosa yang tak akan diampuni jika hutang tersebut tidak dilunasi. Jika Anda menemukan orang dengan ciri-ciri seperti di atas dan ingin pinjam uang dengan Anda sebaiknya jangan dipinjamkan kecuali Anda mengiklaskan uang Anda tidak kembali lagi.

    Baca Juga: 7+ Informasi Penting Tentang Kata “Financial”

    Faktor Suka Berhutang

    Tidak ada penyakit yang secara khusus menyebabkan seseorang suka berhutang. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam berhutang, seperti:

    1. Kebutuhan finansial yang mendesak: Seseorang mungkin cenderung berhutang jika mereka menghadapi kebutuhan finansial yang mendesak, seperti membayar tagihan medis atau biaya darurat lainnya.
    2. Kurangnya pengelolaan keuangan: Seseorang yang tidak memiliki pengelolaan keuangan yang baik mungkin cenderung berhutang karena mereka tidak mampu mengelola uang mereka dengan baik.
    3. Gaya hidup yang mahal: Seseorang yang memiliki gaya hidup yang mahal, seperti membeli barang-barang mewah atau sering jalan-jalan, mungkin cenderung berhutang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
    4. Rendahnya tingkat pendapatan: Orang yang memiliki pendapatan rendah mungkin cenderung berhutang karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Jika seseorang merasa kesulitan mengelola utang mereka, penting untuk mencari bantuan dari sumber-sumber yang tepat, seperti konsultan keuangan atau organisasi nirlaba yang dapat memberikan nasihat dan dukungan.

  • Pengertian Akuntansi: Manfaat, Tujuan dan Fungsinya

    Anda pasti sudah sering mendengar istilah akuntansi, bukan? Meski sangat umum, jika ditanya mengenai pengertian akuntansi itu sendiri ternyata masih banyak orang yang bingung untuk menjawabnya. Umumnya akuntansi disangkut pautkan dengan perhitungan terkait masalah keuangan perusahaan.

    Namun bagi Anda yang masih bingung dengan pengertian, tujuan, dan juga fungsi dari akuntansi dalam sebuah perusahaan tidak perlu khawatir. Berikut ini akan disajikan lebih mendalam terkait definisi akuntansi, manfaat dan juga tujuannya untuk keuangan.

    Pengertian Akuntansi

    Kata ‘Akuntansi’ sendiri sebenarnya berasal dari kata ‘Accountancy’, ‘Accounting’ dan ‘Constituency’ yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Di mana akuntansi adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, menyajikan, mengolah dan mencatat data yang memiliki hubungan dengan laporan keuangan.

    Tujuannya agar lebih mudah dipahami dalam pengambilan keputusan. Akuntansi juga dapat diartikan sebagai sebuah informasi yang menjelaskan mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan kepada beberapa pihak yang membutuhkan laporan terkait hal tersebut.

    Di mana laporan tersebut akan menjadi salah satu sumber untuk mengambil keputusan tentang segala jenis kegiatan yang akan dilakukan. Dalam buku Ekonomi karya Agus Mahfudz dkk, mengartikan akuntansi sebagai sebuah proses untuk mengidentifikasi, mengukur serta melaporkan informasi terkait ekonomi.

    Hal Berdasarkan pengertian akuntansi di atas, jika disimpulkan secara sederhana, akuntansi merupakan kegiatan yang menyajikan informasi mengenai ekonomi kepada beberapa pihak yang memerlukannya atau yang berkepentingan. Oleh karena itu, dalam proses pencatatan keuangan harus benar-benar dilakukan secara sistematis.

    Manfaat Akuntansi

    Manfaat Akuntansi

    Akuntansi memiliki beberapa manfaat untuk dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya ialah sebagai penyedia informasi keuangan yang digunakan sebagai keputusan manajerial dalam sebuah perusahaan. Berikut penjelasan mengenai beberapa manfaat akuntansi untuk kehidupan sehari-hari.

    • Sebagai Penyedia Informasi Keuangan

    Manfaat akuntansi yang pertama untuk kegiatan sehari-sehari yaitu sebagai penyedia informasi keuangan. Nah, jika Anda menempati posisi managerial, pasti dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat, tepat dan tidak merugikan perusahaan itu sendiri. Apalagi, dalam pengambilan keputusan Anda harus mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya ialah masalah keuangan dari perusahaan.

    • Sebagai Informasi untuk Pihak Eksternal

    Manfaat selanjutnya yaitu sebagai informasi untuk pihak-pihak yang ingin bekerja sama. Laporan keuangan diperlukan oleh pihak eksternal seperti investor untuk menilai kinerja serta manajemen dari perusahaan tersebut. Dalam hal ini, pihak eksternal dapat melacak perkembangan serta aktivitas yang dilakukan sebuah perusahaan hanya dengan melalui laporan keuangannya.

    • Alat untuk Mengontrol dan Mengendalikan Keuangan

    Dalam pengembangan perusahaan, akuntansi memiliki manfaat sebagai pengontrol dan pengendali keuangan. Dalam hal ini, akuntansi cukup berperan untuk memberikan informasi mengenai pengolahan dana perusahaan baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

    • Sebagai Alat Evaluasi

    Manfaat akuntansi selanjutnya adalah sebagai alat untuk melakukan evaluasi seperti laporan keuangan bulanan. Seperti yang diketahui, evaluasi merupakan salah satu  yang dianggap penting dalam perusahaan. Sebab dengan melakukan evaluasi mengenai kinerja perusahaan pada periode sebelumnya, Anda bisa menyusun strategi untuk kedepannya.

    Baca Juga: 7+ Hal Penting Tentang Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui

    • Sebagai Dasar untuk Mengalokasikan Sumber Daya

    Sebuah sumber daya, jika diinvestasikan dengan tepat bisa menghasilkan laba untuk perkembangan usaha. Dengan banyaknya pilihan untuk menginvestasikan sumber daya yang dimiliki, Anda bisa menjadikan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan.

    • Membantu Keluarga Mencatat Masalah Ekonomi

    Masalah keuangan sangat diperhitungkan dalam kehidupan berumah tangga. Hal ini pasti sudah dirasakan oleh Anda yang sudah menikah. Sehingga dalam hal ini, akuntansi akan berperan aktif untuk membantu masalah keuangan tersebut.

    Saat membangun rumah tangga pasti banyak hal yang harus diperhitungkan. Salah satunya ialah masalah pengeluaran, yang mana harus memperhitungkan pemasukan dari pasangan maupun diri Anda sendiri.

    • Bukti Keuangan yang Dapat Dipertanggungjawabkan

    Ada kalanya Anda memiliki masalah dengan orang lain tentang keuangan, misalnya hutang yang tidak kunjung dibayar dan sebagainya. Oleh karena itu, dengan adanya akuntansi masalah keuangan bisa dipertanggungjawabkan.

    Fungsi Akuntansi

    Selama ini akuntansi diartikan sebagai bahasa perusahaan yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai berbagai macam data keuangan. Data-data tersebut biasanya digunakan beberapa pihak terkait untuk mengambil keputusan. Setiap perusahaan membutuhkan berbagai macam informasi mengenai perusahaannya.

    Namun jika secara umum hanya memerlukan dua macam informasi utama yaitu, nilai perusahaan dan informasi mengenai laba dan rugi dari perusahaan tersebut. Akuntansi membantu Anda untuk mengetahui jumlah modal dari suatu perusahaan serta perkembangannya di setiap periode.

    Fungsi lain dari akuntansi ialah sebagai dasar dalam perhitungan pajak dan menentukan kebajikan manajemen perusahaan. Terakhir, akuntansi juga dapat berfungsi sebagai laporan keuangan untuk menjelaskan kepada pihak ketiga tentang kondisi tertentu dalam perusahaan dengan tepat, sehingga Anda bisa melakukan peminjaman kredit usaha.

    Selain itu, akuntansi akan sangat berguna saat pelanggan Anda berhutang uang, maka hal ini akan muncul di neraca sebagai Piutang Usaha. Akuntan yang Anda miliki akan mencatat semua transaksi yang terjadi menggunakan perhitungan akuntansi.

    Tujuan Akuntansi dalam Bisnis

    Tujuan Akuntansi dalam Bisnis

    Pada dasarnya, akuntansi memiliki tujuan untuk melakukan pencatatan, pengumpulan data serta melaporkan informasi mengenai keuangan. Selain itu, tujuan dari akuntansi juga untuk menilai kinerja, posisi keuangan serta arus kas dalam menjalankan sebuah bisnis. Jika dijabarkan lebih rinci lagi tujuan akuntansi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, sebagai berikut.

    • Umum

    Secara umum, tujuan akuntansi untuk memberikan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan baik secara pasif atau aktif. Selain itu, akuntansi juga menyediakan informasi mengenai perubahan sumber ekonomi perusahaan, keuangan perusahaan dan informasi lainnya terkait masalah keuangan.

    • Khusus

    Sedangkan, secara khusus tujuan akuntansi ialah menyediakan informasi dalam bentuk laporan. Dimana dalam akuntansi memuat tentang posisi keuangan, perubahan posisi keuangan serta hasil usaha yang dituliskan secara wajar sesuai PABU atau GAAP.

    • Kualitatif

    Jika dilihat secara kualitatif, tujuan adanya akuntansi ialah untuk memberikan informasi yang relevan serta menyampaikan informasi yang kebenarannya sudah teruji dan valid. Namun, informasi yang disampaikan harus dimengerti oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

    Selain itu, laporan keuangan harus disampaikan kepada pihak-pihak terkait atau eksternal. Dalam melakukan pembukuan akuntansi pastikan untuk memberikan informasi transaksi real time. Jangan lupa untuk menyampaikannya sesuai dengan PABU dan disampaikan secara lengkap serta memenuhi standar.

    Demikian pengertian akuntansi beserta manfaat, tujuan dan juga fungsinya. Selain, menyimak informasi di atas, Anda tidak perlu lagi bingung lagi menjelaskan definisi dan juga tujuan dari akuntansi itu sendiri. Namun, perlu Anda perhatikan bahwa akuntansi terdiri dari beberapa jenis yang mana masing-masing memiliki tugas berbeda-beda.

    Seperti akuntansi keuangan yang khusus mempelajari transaksi keuangan. Selain itu, ada juga akuntansi biaya yang membahas tentang efisiensi biaya produksi maupun biaya-biaya lainnya. Masih banyak jenis akuntansi lain yang perlu Anda perhatikan dan pelajari lebih lanjut. Semoga informasi di atas bermanfaat!

  • Laporan Keuangan Adalah: Pengertian dan Jenis-jenisnya

    Terutama pada segi manajemen keuangan terkait kebutuhan pribadi pastinya tidak terlepas dari pola hidup. Tentunya kebutuhan untuk setiap orang akan berbeda-beda sesuai dengan lingkungan, pendapatan maupun kepentingan. Terutama bagi keluarga yang pastinya seringkali terdapat manajemen keuangan dari penghasilan yang lebih banyak namun tetap memiliki utang konsumtif.

    Pengertian Laporan Keuangan Adalah

    Laporan keuangan adalah Sebuah alat bantu yang memberikan detail terkait Setiap proses pemasukan serta pengeluaran untuk evaluasi kedepannya. Maka dari itu sangat dibutuhkan perusahaan atau organisasi agar keuangan tetap stabil. Yang terpenting yaitu pengeluaran tidak melebihi dari pemasukan karena akan memberikan risiko buruk seperti kebangkrutan.

    Bahkan dengan hal ini adanya laporan juga memberikan acuan untuk memberikan perkembangan yang baik. Maka dari itu menyusun strategi agar kinerja perusahaan semakin baik setiap melihat pembukuan. Di mana bisa mengetahui antara laba serta rugi dalam periode tertentu untuk keberlangsungan lebih baik karena pencatatan secara akurat dan mampu menanggulangi masalah.

    Jenis-jenis Laporan Keuangan Adalah

    Di mana isi dari laporan keuangan adalah sebuah dokumen dari transaksi pemasukan ataupun kas serta pengeluaran untuk kebutuhan dalam jangka waktu tertentu. Umumnya perusahaan atau organisasi akan membuat pembukuan ini dalam rentangan waktu setiap 3 bulan sampai 1 tahun. Maka dari itu ketentuannya disesuaikan pada jenis serta kebutuhan perusahaan.

    Tentunya dalam pemberian laporan keuangan ini harus tetap mengikuti kebijakan dari perusahaan karena setiap periode akuntansinya berbeda. Terutama dalam pencatatan tersebut Anda bisa melihat dengan jelas aktivitas perusahaan secara rinci. Dengan hal ini semua transaksi akan lebih akurat sehingga memiliki perhitungan tepat untuk perencanaan atau penentuan di periode berikutnya.

    Neraca

    Untuk jenis-jenis perhitungan administrasi ataupun akuntansi yang berbeda, laporan keuangan pertama terdapat Neraca. Dimana akan membahas dengan rinci terdapat indrapertensi setiap komponen baik dari aset kewajiban maupun ekuitas dari pemilik. Maka dari itu menjadi perhitungan akhir yang tepat setiap periode untuk penentuan dan pertimbangan kebutuhan kedepannya.

    Laba Rugi

    Laporan keuangan adalah gambaran untuk pendapatan serta pengeluaran dari perusahaan yang pastinya dapat memperlihatkan laba dan rugi. Maka dari itu laporan ini sangat penting untuk analisis terkait keuntungan yang didapat dari periode tertentu. Di mana mulai dari pendapatan, biaya, laba bersih serta margin keuntungan untuk mengelola pengeluaran dan menambah pemasukan.

    Arus Kas

    Selanjutnya laporan arus kas saya yang pastinya juga sangat penting karena menginterpretasi antara aliran kas yang masuk maupun keluar perusahaan. Di mana dengan hal ini terdapat perbedaan setiap jenis kasnya mulai dari operasi, pendanaan, investasi maupun likuiditas. Tentu akan lebih mudah dalam pemantauan untuk pemasukan dan pengeluaran dari terbesar hingga terkecil.

    Perubahan Modal

    Pastinya dalam perusahaan laporan keuangan adalah aspek yang panjang seperti adanya perubahan modal. Tentunya hal ini bukan hanya terkait adanya peningkatan saja melainkan saat terdapat penurunan dari aktiva bersih sebuah usaha dalam periode tertentu. Maka dari itu perhitungan akuntansinya harus sangat tepat untuk melihat penyebab dari perubahan tersebut. Di mana data akan memperlihatkan dari modal awal, prive atau pengambilan dan total laba atau rugi bersih.

    CALK

    Sedangkan untuk laporan yang wajib dibuat oleh perusahaan sebagai jenis entitas untuk laporan bisnis yaitu terdapat catatan atas laporan keuangan (CALK). Di mana isinya akan memiliki penjelasan secara lebih rinci untuk hal-hal dalam laporan bisnis. Dengan hal ini akan menjadi pemantauan lebih baik terhadap setiap aktiva bersih yang dimiliki setelah melihat rincian pengeluaran.

    Setiap perincinan harus dicatat dengan detail, benar dan terarah. Karena catatan ini nantinya akan digunakan untuk perencanaan selanjutnya. Bagaimana langkah perusahaan yang harus dilakukan baik di prioritas pertama, kedua, dan seterusnya. Sehingga CALK memang menjadi bagian sangat penting untuk sebuah lembaga.

    Anggaran atau Kas

    Sedangkan untuk jenis lainnya pada laporan keuangan adalah terkait anggaran ataupun kas yang memberikan rencana dari pemasukan. Dimana mulai dari pendapatan beban serta laba dan rugi yang diharapkan pada entitas di suatu periode. Maka dari itu digunakan untuk mengukur kinerja secara aktual dan terencana dengan baik untuk pemantauan lebih lanjut dalam setiap periode akuntansi.

    Tanpa adanya anggaran tentu saja setiap lembaga baik kecil maupun besar bisa mengalami masalah. Anggaran yang sehat berasal dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahan tersebut, baik melalui laba jasa maupun produk yang ditawarkan, tergantung pada bidangnya. Sementara itu meski bisa dikatakan sebagai kebutuhan produktif, tetapi anggaran berupa suatu pinjaman bisa dikatakan sebagai jenis yang tidak sesehat anggaran dari laba.

    Audit

    Tentunya terdapat juga laporan audit yang berfungsi untuk menunjukkan pendapat dari auditor independen terkait kebenaran dan kelengkapannya. Karena laporan keuangan adalah salah satu entitas yang wajib dipertimbangkan matang setiap keputusannya untuk meningkatkan kredibilitas. Serta kepercayaan terhadap laporan tersebut dalam setiap periodenya oleh para akuntan.

    Akuntan yang mengerjakan tidak hanya satu tetapi berupa tim, di dalam sebuah perusahaan. Bukan hanya mengaudit tetapi penting juga untuk mampu memaparkan bagaimana kondisinya di rapat dewan direksi. Karena nantinya hal inilah yang jadi tanggung jawab tim audit.

    Baca Juga: 7+ Hal Penting Tentang Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui

    Analisis Rasio

    Terakhir yaitu terdapat jenis laporan analisis rasio yang memberikan pertunjukan dalam perbandingan 2 atau lebih elemen. Jenis ini laporan keuangan adalah fungsi terbaik untuk mengukur likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, atau aktivitas suatu entitas. Maka dari itu terperinci dengan baik serta membantu dalam membandingkan. Maka dari itu laporan akan mudah dipertimbangkan.

    Kesimpulan

    Laporan keuangan adalah suatu informasi yang pastinya sangat penting dan detail untuk aktivitas keuangan dari suatu perusahaan. Tentunya dibutuhkan ilmu untuk pencatatan secara akurat sehingga menjadi bukti valid. Maka dari itu memang harus selalu dipantau setiap akhir pembukuan untuk pemutusan perencanaan di periode selanjutnya agar perusahaan semakin maju atau tetap stabil.

    Tentunya untuk jenis laporan akan sangat beragam sehingga disesuaikan kembali pada aktivitas di perusahaan tersebut. Begitupun dalam suatu organisasi pastinya banyak jenisnya akan disesuaikan kembali. Maka dari itu pengenalan lebih dalam terkait laporan keuangan harus dipelajari dengan baik, sehingga dibutuhkan pekerja yang memang mendalami seperti akuntan.

    Untuk penghitungan atau periode pencatatan dari laporan keuangan akan berbeda-beda karena setiap perusahaan memiliki ketentuan masing-masing. Umumnya yang paling cepat yaitu sekitar 3 bulan sekali sedangkan paling sering ditemui setiap akhir tahun. Hal ini tentunya akan bergantung pada kebutuhan perusahaan sehingga umumnya pencatatan akan berbeda.

    Bahkan laporan keuangan adalah suatu pencatatan yang benar-benar mempengaruhi kinerja perusahaan di periode mendatang. Maka dari itu harus memiliki perhitungan yang akurat sehingga dibutuhkan ilmu akuntansi dalam administrasi ini. Tentunya isi harus sesuai dengan keadaan perusahaan tanpa ditambah atau dikurangi demi kelancaran dan kestabilan dimasa depan.

  • Strategi Finansial untuk Memastikan Kondisi Keuangan Selalu Stabil

    Finansial adalah bidang yang berkaitan dengan ekonomi karena berfokus terhadap keuangan baik dalam pemasukan, pengeluaran maupun pengelolaan. Di mana menjadi perencanaan untuk dana dalam jumlah yang besar sehingga harus terstruktur dengan baik. Agar pengeluaran tidak melebihi dari pemasukan yang pastinya menyebabkan keuangan kurang stabil.

    Tentunya dengan hal ini setiap orang ingin memiliki pencapaian berupa financial balance sehingga tidak hanya sekedar memiliki harta saja. Tentunya ingin mencapai sesuatu yang diinginkan serta memiliki dana darurat untuk hal tak terduga. Seperti dengan adanya asuransi untuk kesehatan, dana pensiun dan masih banyak lagi. Tentunya dengan hal ini untuk menunjang produktivitas.

    Pengertian Finansial

    Finansial ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berupa suatu hal yang memang berurusan terkait keuangan. Maka dari itu pembahasannya lebih dalam sehingga bukan hanya tentang kondisi saja melainkan dalam lingkup besar. Finansial tentunya berkaitan terhadap individu maupun sebuah perusahaan dan organisasi untuk pengaturan aktiva yang dimiliki.

    Sedangkan jika dikaitkan pada perusahaan umumnya akan dikenal dengan perhitungan berupa administrasi yang di mana terdapat pekerja atau ahli khusus. Karena jelas untuk menghitung setiap aktiva maupun pengeluaran yang dimiliki dalam jumlah besar. Maka dari itu selalu dibutuhkan perolehan datanya di akhir pembukuan untuk pengelolaan setiap periode.

    Jenis-jenis Finansial

    Untuk pemenuhan kebutuhan hidup tentunya finansial ini menjadi pencapaian bagi individu Dalam mendapatkan penghasilan stabil disertai pengeluaran tidak berlebih. Maka dari itu harus menentukan pengelolaan yang pas. Di mana sekaligus memberikan jaminan untuk masa yang akan datang agar mudah dalam menikmati hidup sekalipun setelah tidak bekerja.

    Tentunya dalam pengelolaan keuangan ini akan berbeda-beda bagi setiap orang maupun perusahaan menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya. Maka dari itu lebih berpengaruh terhadap tanggung jawab atau beban yang harus diperhitungkan. Dengan hal ini bisa mencapai financial goals untuk dikelompokkan pada berbagai kategori aktivitas sesuai kebutuhan setiap orang.

    Finansial Pribadi

    Setiap orang memiliki kehidupan yang berhubungan dengan kondisi finansial, sehingga dalam mempelajari ilmu keuangan maka Anda bisa memulainya dari finansial pribadi terlebih dahulu. Adapun finansial pribadi mencakup pengelolaan untuk sebuah individu tersebut maupun langsung secara keluarga.

    Di mana untuk pelaksanaan strategi yang harus dilakukan harus menentukan dari tujuan terlebih dahulu. Tentunya juga pemenuhan terhadap kebutuhan sehari-hari serta di masa datang dalam program memiliki anak. Karena di setiap fase kehidupan, tentunya kondisi finansial akan berubah. Belum lagi jika ada perubahan ritme kerja, karir, PHK, merintis usaha baru, menambah keran penghasilan dan sebagainya.

    Keterlibatan Pola Hidup

    Tentunya pengelolaan ini benar-benar terlibat terhadap pola hidup sehingga harus disesuaikan dengan pemasukan. Karena aspeknya melibatkan dalam pembuatan anggaran serta pemenuhan kebutuhan. Terdapat pengelolaan investasi dan utang yang berisiko sehingga harus dikelola untuk mencapai tujuan setiap individu.

    Finansial Publik

    Sedangkan pada publik Anda tentunya akan lebih mengenal akan manajemen keuangan dari tingkat masyarakat yang banyak. Maka dari itu umum ditemukan pada pemerintahan ataupun sektor publik swasta lainnya. Hal ini dikelola untuk kebutuhan dalam membantu masyarakat seperti alokasi dana publik, pembayaran pajak serta pembiayaan produk-proyek infrastruktur.

    Pelayanan Kebutuhan Masyarakat

    Tentunya hal ini benar-benar ditujukan untuk memberikan layanan bagi masyarakat untuk efisiensi pola hidup lebih baik. Maka dari itu dapat membantu dalam pembangunan ekonomi yang lebih maju serta stabil. Dengan memberikan jaminan bagi masa yang akan datang untuk pemenuhan kebutuhan maupun hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.

    Kegiatan finansial yang behubungan dengan pelayanan kebutuhan masyarakat misalnya pemberdayaan ibu-ibu di daerah dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Supaya bisa memaksimalkan produktivitas anggota keluarga. Kemudian pemberian pelatihan dan seminar untuk pemudia usia remaja di daerah-daerah tertentu, supaya setelah lulus sekolah bisa langsung berkontribusi dalam kegiatan finansial di masyarakat.

    Finansial Bisnis

    Pastinya untuk beralih pada perusahaan ataupun bisnis pengelolaan dari finansial akan berkaitan dengan melibatkan keuangan jangka panjang. Maka dari itu dibutuhkan untuk pengambilan keputusan sehingga pendataan atau administrasi benar-benar terperinci. Karena harus terdapat pengelolaan terhadap arus kas serta perencanaan dari anggaran kedepannya.

    Peningkatan Keuntungan Perusahaan

    Dengan hal ini kebutuhan pengelolaan untuk bisnis tentunya bertujuan pemantauan terhadap peningkatan keuntungan perusahaan. Maka dari itu pertumbuhan atau kemajuan harus terlaksana pada setiap periode. Maka dari itu fungsi finansial sangat penting untuk profitabilitas dan pencapaian yang strategis serta mendapatkan pemecahan masalah dengan baik.

    Semakin baik kondisi perusahaannya maka semakin positif juga alur keuangannya. Ini menjadi salah satu bagian penting dari keberadaan lembaga di dalam masyarakat. Apabila Anda memiliki sebuah perusahaan yang kondisi ekonominya baik, maka tentu bisa merekrut warga sekitar untuk menjadi pekerja di bidang usaha tersebut dan memajukan masyarakat juga.

    Finansial Internasional

    Untuk cakupan yang lebih luas tentunya terdapat keuangan dengan sistem secara internasional. Karena melibatkan dengan hubungan antar negara sehingga biasanya cakupan terhadap perdagangan. Maka dari itu biasanya terdapat aliran antara modal lintas batas serta kebijakan ekonomi lainnya yang memiliki pengaruh tingkat global.

    Berkaitan dengan Entitas Luar

    Hal ini umumnya berkaitan dengan organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank dunia untuk peran aktif dalam pengelolaan. Hal ini tentu dapat memungkinkan setiap entitas maupun individu memiliki keputusan keuangan lebih cerdas dan teliti. Maka dari itu bisa mencapai tujuan keuangan yang diinginkan untuk rencana di masa depan.

    Baca Juga: 7+ Hal Penting Tentang Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui

    Kesimpulan

    Dengan hal ini jelas bahwa finansial harus memiliki strategi dan target yang ditujukan untuk keseimbangan dalam kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu Anda bisa melakukan pengelolaan dari persentase pengeluaran primer sampai tersier. Termasuk dalam perencanaan dimasa depan dengan tanggungan asuransi, aset maupun investasi agar memiliki pegangan.

    Dengan pengelolaan finansial tentunya Anda bisa melakukan pemantauan karena terdapat catatan terkait keseluruhan kebutuhan. Di mana dari pemasukan yang Anda miliki serta pengeluaran rutin sehingga bisa dialokasikan lebih baik. Bahkan membantu pengelolaan untuk mensucikan uang yang dimiliki pada kebutuhan tabungan, investasi serta aset yang berguna di masa depan.

    Tentunya dengan hal ini Anda memiliki perencanaan untuk pensiun dengan lebih baik sehingga memiliki masa tua yang terjamin. Terutama menjadi komponen penting sehingga meminimalisir masalah kebutuhan di masa mendatang. Maka dari itu dapat tetap memastikan memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saat memasuki masa pensiun.

    Dengan hal ini cakupan pengelolaan finansial tentunya jelas bahwa membantu dalam risiko terhadap masalah perekonomian. Terutama semakin majunya zaman akan memiliki kebutuhan yang berbeda dan semakin mahal. Hal yang dikhawatirkan adalah hal-hal tidak terduga seperti penyakit serius, pendidikan anak, hilangnya pekerjaan, kematian serta masalah keuangan lainnya.

  • Lembaga Keuangan: Pengertian, Jenis-jenis dan Kegiatannya

    Lembaga keuangan adalah sejenis perusahaan ataupun badan bisnis yang memiliki tugas dalam menyediakan produk. Di mana produk tersebut isinya secara bebas sesuai dengan kebutuhan pengguna yang biasanya bertugas dalam pengendalian serta fasilitas di bidang keuangan. Maka dari itu memberikan pemutaran terhadap arus di sistem perekonomian lebih lancar.

    Bahkan dengan adanya Lembaga keuangan juga bisa memberikan proses pengumpulan data dari masyarakat. Di mana terdapat beberapa tahapan proses seperti dalam mencakup kebutuhan dari dana dari mengumpulkan dana yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat. Terdapat juga jenis lembaga yang hanya bisa menerima salah satu sisi dari kedua pilihan tersebut.

    Pengertian Lembaga Keuangan

    Lembaga keuangan adalah lembaga yang menyediakan jasa untuk melihat atau memperhitungkan sistem perekonomian dari sebuah individu, organisasi atau perusahaan. Di mana dengan hal ini dapat mempermudah kegiatan transaksi keuangan. Bahkan mengelola dengan baik agar bisa memiliki stabilitas akan pemasukan maupun pengeluaran yang tidak merugikan pihak manapun.

    Di mana dengan hal ini adanya kelembagaan tersebut membantu sebagai perantara antara pasar uang serta pemilik modal. Karena memiliki tanggung jawab dalam penyaluran dana dari para investor yang menguntungkan untuk perusahaan. Karena dari suntikan suntikan dana tersebut memiliki kualifikasi kekuasaan dan berbeda-beda sehingga membantu menstabilkan keuangan.

    Contoh Lembaga Keuangan

    Setiap lembaga ini memiliki beberapa contoh yang bisa Anda kenali lebih dulu seperti jenis lembaga keuangan bank. Di mana menjadi perantara keuangan ataupun adanya wewenang untuk penerimaan serta penghimpunan setiap simpanan data. Begitupun dalam meminjamkan sampai menerbitkan nota bank sehingga dapat terstruktur dengan baik sesuai keputusan lembaga.

    Terdapat juga jenis lembaga keuangan non bank yang pastinya seringkali ditemui dalam masyarakat. Di mana dalam penghimpunan proses dananya melalui dari cara mengeluarkan surat-surat berharga. Maka dari itu dengan hal ini dari awal kedua belah pihak sudah diuntungkan. Karena sifatnya menahan dari aktiva yang Anda miliki saat meminjam uang dan dikembalikan jika lunas.

    Bank Umum

    Pertama yaitu jenis lembaga keuangan bank umum yang memberikan penyediaan terhadap pelayanan perbankan pada individu maupun perusahaan. Bentuknya ini berupa tabungan deposito kredit dan masih banyak lagi. Di mana dengan hal ini diatur oleh Bank Indonesia sehingga harus mematuhi beberapa regulasi untuk melindungi nasabah dan stabilitas dari sistem keuangan.

    Bank Sentral

    Berikutnya terdapat Bank Sentral yang memiliki tugas utama dalam menjaga stabilitas moneter ataupun sistem keuangan di negara Indonesia. Dimana akan selalu mengatur dan mengawasi sistem perbankan di indonesia. Termasuk pada bertanggung jawab mengeluarkan dan mengelola mata uang Rupiah termasuk pengawasan terhadap bank umum dan bank perkreditan rakyat.

    Bank Perkreditan Rakyat

    Berlanjut pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang menjadi sebuah lembaga dengan fokus untuk memberikan pinjaman ataupun kredit pada masyarakat. Dengan hal ini membantu siapapun ketika ingin membangun usaha mikro, kecil maupun menengah (UMKM). Dengan hal ini pastinya membantu siapapun yang tidak memiliki modal agar semakin memajukan usaha. 

    Pasar Modal (Bursa Efek)

    Sedangkan pada jenis lembaga keuangan non bank terdapat pasar modal atau Bursa Efek yang memiliki peran terhadap pelaksanaannya jual beli surat berharga. Dengan hal ini emiten dan investor akan bertemu sehingga mendiskusikan terhadap penanaman modal tersebut. Caranya yaitu dengan membeli saham ataupun obligasi melalui pihak-pihak sekuritas.

    Koperasi Simpan Pinjam

    Terdapat juga koperasi simpan pinjam yang perannya hampir serupa dengan bank karena memiliki fungsi untuk menghimpun dana dari setiap anggotanya. Dengan fungsi penghimpunan dana ini akan disalurkan kepada setiap anggota maupun non anggota. Maka dari itu memiliki besaran bunga yang biasanya lebih besar dibandingkan dengan bank namun paling umum bagi pengusaha.

    Pegadaian

    Dalam lembaga keuangan yang memberikan pelayanan untuk dana cepat Anda bisa mengandalkan Pegadaian. Karena umumnya terdapat beberapa hal yang diluar perkiraan sehingga membutuhkan layanan gadai sehingga bisa berinvestasi. Umumnya terhadap emas maupun emas fisik sehingga pelaku usaha bisa mengajukan permohonan, bahkan bisa untuk pemberangkatan haji dan umroh.

    Perusahaan Leasing

    Terakhir yaitu terdapat Leasing yang menjadi perusahaan atau layanan sewa guna aset-aset yang bergerak. Tentunya dengan hal ini berupa seperti kendaraan motor mesin ataupun peralatan dari usaha lainnya. Maka dari itu penyediaannya untuk jangka waktu tertentu saja sesuai dengan kesepakatan. Namun di sini juga bisa Anda gabungkan pada pembayaran dalam bentuk kredit.

    Perusahaan Asuransi

    Terdapat perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kesejahteraan masyarakat yang pastinya sangat dibutuhkan untuk hal-hal tidak terduga. Di mana menjamin terhadap kesejahteraan masyarakat terhadap kesehatan, pendidikan hingga properti. Jadi berjalan dengan menghimpun data melalui premi yang dibayar secara rutin untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

    Baca Juga: Finance, Ilmu yang Mempelajari Tentang Pengelolaan Uang

    Kesimpulan

    Dalam lembaga keuangan ini sebenarnya berupa badan penyalur likuiditas yaitu memberikan kemampuan untuk mendapatkan dana berupa uang tunai ketika diperlukan. Maka dari itu bisa mendapatkan dana tanpa menghilangkan kekhawatiran publik perihal ketersediaan uang di masyarakat yang terus berputar untuk kebutuhan pribadi, usaha dan sebagainya.

    Bahkan lembaga keuangan ini memiliki peran dalam memberikan pengalihan aset sehingga sangat bermanfaat untuk setiap proses yang dilalui. Karena dari cara peminjaman dana biasanya dilakukan dari tabungan kalangan masyarakat kepada pihak lainnya. Maka dari itu sistemnya yaitu diputar sehingga membuat peralihan aset ini selalu berputar dan dikelola dalam jangka waktu tertentu.

    Terutama organisasi atau perusahaan yang beroperasi pastinya akan membutuhkan kelembagaan dalam sektor uang. Karena manfaat serta fungsi yang diberikannya benar-benar menjaga kestabilan agar selalu berjalan bahkan maju. Maka dari itu secara umum dapat menjadi fasilitator untuk setiap aktivitas ekonomi sehari-hari dengan memberikan putaran uang yang jelas.

  • Finance, Ilmu yang Mempelajari Tentang Pengelolaan Uang

    Finance merupakan suatu ilmu yang tugasnya dalam pengelolaan uang hingga melibatkan banyak aspek. Mulai dari perencanaan, pengawasan, pengalokasian sumber daya dan ketentuan laba serta rugi.  Di mana pastinya memiliki tujuan tertentu sehingga sangat penting bagi kebutuhan perusahaan organisasi maupun individu agar mengetahui setiap konteks keuangan.

    Di mana dalam finance ini memang sudah mencakup akan berbagai aspek yang saling berhubungan namun tetap berbeda-beda setiap perusahaan. Maka dari itu hal ini harus benar-benar menyesuaikan pada kebutuhan maupun kebiasaan dalam mengelola. Di mana cakupannya berupa perencanaan, pengelolaan modal, keuangan pribadi, manajemen risiko sampai investasi.

    Pengertian Finance

    Finance adalah sejenis bidang studi yang memang tugasnya untuk pengelolaan uang, aset, investasi sumber daya dan seluruh aktiva (harta). Di mana hal ini berhubungan akan keterlibatan pengambilan keputusan sehingga harus dipikirkan secara matang. Maka dari itu kaitannya dalam pengelolaan dari dana, alokasi, risiko penggandaan serta modal yang akan dikeluarkan.

    Tentunya dengan hal ini tujuan sudah sangat jelas yaitu finance untuk membuat efisiensi tertinggi dalam penggunaan dana. Terutama rasa ingin tahu akan pencapaian tujuan yang diinginkan dari setiap individu perusahaan atau organisasi yang berkaitan dalam metode pengelolaannya. Maka dari itu dapat selalu mengkoordinasi agar senantiasa stabil tanpa kekurangan atau kelebihan.

    Istilah Penting Seputar Finance

    Setiap harinya, tidak ada orang yang lepas dari dunia keuangan, baik mikro maupun makro dan apapun pekerjaannya entah karyawan atau pengusaha. Finance atau keuangan memang sangat erat dengan kehidupan manusia di zaman ini, di mana semuanya terjadi dengan transaksi yang prosedural. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui beberapa informasi seputar finance dan jenis-jenisnya yang cukup kompleks.

    Finance ini bisa dibilang dalam profesi berupa jenis pekerjaan yang berkaitan pengelolaan keuangan untuk mengikuti setiap pengaturan perusahaan. Bahkan dalam kebutuhan perorangan saat pemasukan atau pengeluaran dari aktivitas sehari-hari. Dimana dengan hal ini tugasnya jelas untuk selalu mengawasi dana agar bisa memperbaiki jika terdapat sistem yang terkendala.

    Tentunya dengan hal ini menggunakan financing memiliki banyak sekali fungsi untuk membantu dalam mengembangkan setiap jenis alokasi harta. Maka dari itu dapat meminimalisir kerugian yang bisa membuat timbul hal-hal tidak diinginkan seperti utang menumpuk dan tidak balik modal. Maka dari itu fungsinya sangat penting bagi para lembaga keuangan seperti beberapa financing berikut.

    Equity Financing

    Pertama yaitu terdapat equity financing yang penggunaan dana ini melibatkan dari pemilik perusahaan atau lembaga sebagai pemilik modal. Maka dari itu dalam tugasnya yaitu membiayai operasional serta proyek yang akan dikerjakan. Untuk keuntungannya yaitu mendapat imbalan sebagai kepemilikan saham dari sebuah pembangunan ataupun perusahaan tersebut.

    Private Equity Financing

    Yang kedua yaitu terdapat private equity financing dengan melakukan tugas berupa memberikan pembiayaan dengan skala yang sangat besar. Di mana pembiayaan dalam modal swasta ini melibatkan investor yang akan menyediakan dana. Maka dari itu akan membeli saham dengan nilai mayoritas atau keseluruhan perusahaan yang sudah mapan.

    Trade Financing

    Selanjutnya terdapat trade financing dengan proses pembiayaan dari perdagangan menggunakan instrumen keuangan sehingga memfasilitasi secara internasional. Dengan hal ini bank maupun lembaga-lembaga keuangan akan memberikan jaminan pada pihak-pihak-pihak yang terlibat. Maka dari itu Anda tak perlu khawatir, contohnya berupa penggunaan letter of credit (L/C)

    Baca Juga: 7+ Hal Penting Tentang Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui

    Venture Capital Financing

    Beralih pada jenis venture capital financing yang umumnya digunakan para startup ataupun perusahaan yang sedang berkembang. Maka dari itu jenis Finance ini, pembiayaan modalnya harus melibatkan para investor yang akan menyediakan dana di jumlah besar. Karena pertukarannya bisa mendapatkan saham ataupun sampai kuasa terhadap kepemilikan dari perusahaan.

    Investment Financing

    Jenis selanjutnya  terdapat investment financing yang pastinya selalu menjadi tahapan menguntungkan namun harus tetap ditelaah dengan baik. Karena ketika Anda menggunakan jenis investasi dalam saham obligasi atau instrumen keuangan lain pastinya ingin mendapatkan pengembalian menguntungkan di masa depan. Maka dari itu umumnya ditaruh pada aset.

    Consumption Financing

    Lalu dalam menikmati setiap keuntungan ini pastinya Anda akan melihat perhitungan terhadap consumption financing. Maka dari itu dimanfaatkan lagi untuk barang-barang yang bersifat konsumtif sehingga pemenuhannya secara maksimal. Maka dari itu bentuk pembiayaan ini akan dilakukan dengan cicilan dari berbagai aset yang lebih mahal ataupun bernilai tinggi.

    Asset based Financing

    Berikutnya terdapat asset based financing yang menjadi jenis untuk memungkinkan Anda mendapatkan pinjaman dengan syarat berupa jaminan. Dimana Anda sebagai peminjam dana bisa menggunakan beberapa aset seperti tanah, bangunan, inventaris ataupun jenis kendaraan sekalipun. Maka dari itu benar-benar menarik pembiayaan yang sangat menguntungkan.

    Debt Financing

    Terakhir yaitu terdapat jenis debt financing yang menjadi jenis lebih melibatkan dalam pihak yang memberikan pinjaman. Pada jenis finance ini, perusahaan lembaga maupun individu melibatkan kontrak akan memiliki kewajiban pengembalian dana yang dipinjam. Sekaligus untuk mengembalikan bunga dair hasil pinjaman dalam jangka waktu tertentu sesuai ketetapan di awal.

    Bagaimana jika tidak dibayarkan tepat waktu? Umumnya akan ada sanksi berupa pemberian denda dengan prosentase tertentu. Kemudian apabila tidak kunjung dibayarkan ada beberapa poin yang bisa dikenakan, misalnya sanksi berupa pengambilalihan aset sesuai dengan perjanjian agunan atau permasalahan di BI checking.

    Kesimpulan

    Dalam Finance ini pastinya sangat awam bahwa dari sumber modalnya sangat penting bagi para pengusaha untuk memulai ataupun mengelola bisnis. Maka dari itu tujuannya dapat memberikan pengembangan yang terbaik dari modal agar bisa membeli peralatan, inventaris, atau bahan baku dengan cukup. Maka dari itu operasional bisnis berjalan dengan sangat lancar

    Bahkan dengan adanya financing ini memberikan kemudahan dalam mengatasi setiap tantangan yang harus dilalui dalam pengelolaan. Maka dari itu dapat membantu untuk berbagai permasalahan dalam jangka pendek sehingga memberikan keberlanjutan bisnis. Maka dari itu mengatasi kasus dari segi pembiayaan bisa mengurangi risiko kerugian dalam jumlah yang besar.

    Bahkan pokok utamanya sudah jelas bahwa Finance sangat berperan penting untuk mengatasi adanya keterbatasan dana. Maka dari itu kebutuhannya bukan hanya melainkan pada lembaga sampai individu. Hal inilah yang membuat Anda bisa mendapatkan pembiayaan untuk akses pada dana lebih besar dan tersedianya juga secara langsung sehingga menguntungkan.

    Manfaatnya sekaligus untuk mempertahankan stabilitas agar memberikan likuiditas kepada pengusaha untuk mengatasi di berbagai situasi darurat saat arus kas bisnis terhambat. Karena jika terjadi minus ini benar-benar sensitif sehingga pembiayaannya bisa membantu keberlanjutan operasional. Bahkan memudahkan dalam memberikan pemenuhan kewajiban seperti membayar staf.