Tag: euro 2024

  • Sukses Rebut Tiket Final Euro 2024, Inggris Akhiri Kutukan ‘Tim Jago Kandang’

    Inggris akhirnya melaju ke partai final Euro 2024 dan mengakhiri kutukan tim jago kendang. Tim Harry Kane itu mengalahkan Belanda pada babak semifinal, Kamis (11/7) dini hari WIB. Inggris sempat tertinggal dari De Oranje sebelum menang 2-1 di Signal Iduna Park, Dortmund.

    Harry Kane dan kawan-kawan melakukannya setelah mengalahkan Belanda di babak semifinal, Kamis (11/7) dini hari WIB. Inggris yang tertinggal lebih dulu mampu comeback untuk menang 2-1 atas De Oranje di Signal Iduna Park, Dortmund.

    Hasil ini merupakan pencapaian tertinggi bagi Inggris di turnamen besar ketika berlaga di luar kendang. Di beberapa ajang, baik Euro atau Piala Dunia, Inggris mencatatkan prestasi terbaik dengan menempati urutan keempat di Piala Dunia 2018.

    Sebelum itu, Inggris hanya memberikan catatan terbaiknya ketika bermain sebagai tuan rumah.

    Untuk pertama kalinya, Inggris menjuarai Piala Dunia pada tahun 1966. The Three Lions yang tampil di depan publik sendiri mengalahkan Jerman dengan skor 4-2 lewat babak perpanjangan waktu.

    Di Euro 1996, Paul Gascoigne dan kawan-kawan juga berhasil melangkah jauh, langkah Inggris baru terhenti pada babak semifinal.

    Inggris kemudian melawan Jerman untuk memperebutkan tempat ketiga. Namun tuan rumah harus tunduk dari Jerman setelah kalah adu penalti karena 120 menit sebelumnya skor tetap imbang 1-1.

    Inggris juga membuat torehan apik lainnya di Euro 2020. Namun, saat itu Inggris bukan satu-satunya tuan rumah karena ada 10 negara lain yang ditunjuk.

    Inggris mampu melangkah jauh. Namun keinginan untuk mengangkat trofi juara harus kandas setelah kalah dari Italia melalui adu penalti dengan skor 2-3.

    Ollie Watkins jadi Pahlawan Inggris di Euro 2024

    Ollie Watkins menjadi pahlawan Inggris setelah negaranya dipastikan masuk ke final Euro 2024. Watkins menjebol gawang Belanda pada babak semifinal Euro 2024 di masa injury time babak kedua. Pertandingan Inggris vs Belanda itu ditutup dengan skor 2-1.

    Ia adalah satu dari tiga penyerang murni yang dibawa Inggris untuk tampil di Euro Cup 2024. Dua penyerang lainnya yaitu kapten tim Harry Kane dan Ivan Toney.

    Sebelum bermain di Aston Villa, penyerang berusia 28 tahun itu harus melewati jalan berliku. Pemilik nama lengkap Oliver George Arthur Watkins ini meniti karirnya dari bawah.

    Watkins mulai menekuni karirnya sebagai pemain sepak bola saat membela Exeter City. Kala itu Exeter bermain di kompetisi kasta keempat Inggris atau League Two.

    Ia juga sempat menjadi pemain pinjaman selama satu musim di klub kasta keenam sepak bola Inggris, Weston-super-Mare.

    Bermain di Exeter selama tiga musim, Watkins lalu bergabung dengan Brentford yang tampil di Championship. Selama tiga musim bermain di sana, Watkins mencatatkan 45 gol dari 132 pertandingan.

    Di musim 2019/2020 ia berhasil membukukan 26 gol di seluruh kompetisi. Sayangnya, Brentford gagal promosi setelah kalah di babak final playoff.

    Baca Juga: Italia Vs Albania: Diwarnai Rekor, Sang Juara Bertahan Buka Euro 2024 dengan Menang Comeback

    Ketajamannya dalam bermain bola ternyata membuat Aston Villa terpikat. The Villans merekrut Watkins senilai 28 juta poundsterling yang saat itu menjadi rekor transfer klub.

    Langkah Villa terbukti tidak salah. Pemain yang mengantarkan Inggris ke final Euro 2024 ini menjelma sebagai salah satu mesin gol terbaik di Liga Inggris.

    Jadwal Spanyol vs Inggris di Final Euro 2024

    Spanyol akan berhadapan dengan Inggris di final Euro 2024 setelah sama-sama menang di babak semifinal.

    Sebelumnya, Spanyol menjadi tim pertama yang merebut tiket final. La Furia Roja berhasil mengalahkan Prancis di babak semifinal dengan skor 2-1, Rabu (10/7) dini hari WIB.

    Hasil ini memaksa Inggris untuk melawan Spanyol di partai final Euro 2024. Pertandingan Spanyol vs Inggris akan digelar di Olympiastadion, Berlin, Senin (15/7) pukul 02.00 WIB.

    Spanyol sendiri berhasil masuk final dengan rapor yang sangat apik. Yamal dan kawan-kawan sukses menyapu bersih enam pertandingan sejak fase grup.

    Sedangkan Inggris tidak mencatatkan skor sempurna seperti Spanyol untuk meraih final Euro 2024. Performa Inggris naik dan turun meski akhirnya sampai di babak final.

    Partai final ini akan menjadi kesempatan emas bagi Inggris untuk meraih gelar pertama mereka di Piala Eropa.

    Jadwal Final Euro 2024 Spanyol vs Inggris

    Spanyol vs Inggris/Final Euro 2024/ Olympiastadion, Berlin/ Senin (15/7) pukul 02.00 WIB.

  • Manchester United Negosiasikan Transfer Bek Bayern Munich, Matthijs de Ligt

    The Athletic melaporkan bahwa Manchester United telah memulai perundingan untuk mendapatkan bek Bayern Munich yang luar biasa Matthijs de Ligt. Sedang ada pembicaraan formal antara kedua klub tentang kemungkinan pemain internasional Belanda tersebut akan pindah ke Old Trafford setelah Euro 2024.

    Diketahui bahwa de Ligt berada di daftar jual Bayern Munich. Raksasa Bundesliga Jerman ini bersedia melepas pemain pentingnya jika klub dapat membayar setidaknya €50 juta.

    Man United segera berkomunikasi resmi dengan manajemen Bayern setelah mengetahui tentang penjualan de Ligt. Diyakini bahwa dia akan cepat beradaptasi dengan Man United karena klub ini ditangani oleh Erik ten Hag, mantan pelatihnya di Ajax Amsterdam. Di bawah pimpinan ten Hag, de Ligt bahkan ditunjuk sebagai kapten Ajax, dan tim tersebut melakukan penampilan yang luar biasa.

    Sebuah sumber lain mengatakan bahwa Man United tidak memilih de Ligt sebagai pengganti Jarrad Branthwaite, pemain yang mereka incar sebelumnya. Pada jendela transfer saat ini, The Reds berencana untuk merekrut kedua pemain depan tersebut sekaligus.

  • Italia Vs Albania: Diwarnai Rekor, Sang Juara Bertahan Buka Euro 2024 dengan Menang Comeback

    Juara bertahan Euro, Italia berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Albania di Signal Iduna Park, Dortmund, Minggu (16/6/2024). Hasil tersebut sekaligus menambah rekor impresif Gli Azzurri dalam laga pembuka Euro yang selalu menang di tiga edisi terakhir.

    Albania sempat mengejutkan Italia dengan mencetak gol di detik ke-23 sekaligus menjadikannya gol tercepat dalam sejarah Euro. Nedim Bajrami berhasil mencatatkan namanya dalam rekor tersebut, ia melepaskan tendangan keras yang membuat Donnarumma tak berdaya. Gelandang Sassuolo itu merebut bola dari lemparan ke dalam Dimarco yang bermaksud mengoper ke bek Italia di kotak penalti.

    Tak perlu waktu lama, pada menit ke-11 skuad asuhan Luciano Spaletti menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan Pellegrini, sundulan Alessandro Bastoni berhasil menggetarkan gawang Thomas Strakosha.

    Italia berbalik unggul lima menit kemudian, tendangan setengah voli Barella dari luar kotak penalti membuat Gli Azzurri unggul 2-1 atas The Reds and Blacks.

    Skor 2-1 ini bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil tersebut menjadi awal yang manis bagi Italia yang menyandang status juara bertahan Euro dan berambisi untuk mempertahankannya di edisi kali ini.

    Baca juga: Copa America 2024 Segera Bergulir, Ini 5 Pemain Premier League di Skuad Kolombia

    Rekor apik Italia di laga pembuka Euro

    Kemenangan atas Albania memperpanjang rekor apik Italia saat melakoni laga pembuka ajang bergengsi antar negara di benua Eropa tersebut. Italia tidak terkalahkan dalam laga pembuka Euro sejak 2012 (empat pertandingan), tiga di antaranya selalu meraih kemenangan.

    Pada laga pembuka Euro 2012, Italia bermain imbang 1-1 melawan Spanyol. Empat tahun kemudian saat Euro 2016 di Prancis, Italia berhasil meraih kemenangan 2-0 atas golden generation Belgia.

    Selanjutnya di edisi 2021 (Euro 2020, tertunda karena pandemi Covid) Italia menang telak 3-0 melawan Turki di Stadion Olimpico, Roma, Italia.

    Terbaru, kemenangan comeback atas Albania menjadikan Italia sukses memperpanjang rekor tak terkalahkannya di laga pembuka Euro sejak 2012 (3 kali menang, 1 kali seri).

    Pada gelaran Euro kali ini, Italia menurunkan tim yang lebih segar dan cukup banyak perubahan dari edisi 2021 saat mereka mengangkat trofi di Wembley.

    Beberapa nama skuad yang sukses meraih gelar juara Euro tiga tahun lalu dan kembali dipanggil oleh Spaletti di antaranya yaitu Donnarumma, Bastoni, Di Lorenzo, Barella, Jorginho, Chiesa, dan Cristante.

    Selebihnya, banyak wajah-wajah baru di skuad Italia yang berlaga diberi kesempatan berlaga di major tournament seperti Davide Frattesi, Riccardo Calafiori, Gianluca Scamacca, hingga Mateo Retegui

    Selanjutnya, sang juara bertahan akan menghadapi tim yang sedang on fire, Spanyol, pada Jumat (20/6) dini hari nanti. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim apabila ingin segera memastikan lolos ke babak 16 besar. Laga Spanyol vs Italia nanti akan menarik ditunggu karena duel kedua tim yang cukup sering bertemu di setiap major tournament. Salah satu laga yang paling diingat yakni ketika Spanyol meraih juara Euro 2012 setelah mengandaskan Italia 4-0.

    Rekor gol tercepat sepanjang sejarah Euro

    Italia vs Albania

    Nedim Bajrami sukses mencatatkan namanya sebagai pencetak gol tercepat sepanjang sejarah Euro. Gol kilat yang disarangkannya ke gawang Donnarumma di detik ke-23 menjadi rekor tersendiri di ajang empat tahunan ini.

    Kesalahan Dimarco saat melakukan lemparan ke dalam berhasil dimanfaatkannya. Sayangnya gol tersebut tak mampu membawa Albania meraih kemenangan.

    Daftar Pencetak Gol Tercepat di Piala Eropa:

    1. Nedim Bajrami: 23 detik (Albania vs Italia 2024)

    2. Dmitri Kirichenko: 67 detik (Rusia vs Yunani 2004)

      3. Emil Forsberg: 82 detik (Swedia vs Polandia 2020)

      4. Yussuf Poulsen: 99 detik (Denmark vs Belgia 2020)

      5. Robert Lewandowski: 100 detik (Polandia vs Portugal 2016)

      Albania sendiri sudah melakoni laga keduanya di Euro 2024, melawan Kroasia pada Rabu (19/6) malam WIB. Kedua tim berbagi poin setelah laga berakhir dengan skor 2-2.

      Susunan Pemain Italia Vs Albania

      Italia: Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori, Federico Dimarco (Matteo Darmian 83′); Jorginho, Nicolo Barella (Michael Folorunsho 90+2); Davide Frattesi, Lorenzo Pellegrini (Bryan Cristante 77′), Federico Chiesa (Andrea Cambiaso 77′); Gianluca Scamacca (Mateo Retegui 83′)

      Albania: Thomas Strakosha; Elseid Hysaj, Berat Djimsiti, Arlind Ajeti, Mario Mitaj; Ylber Ramadani, Nedim Bajrami, Kristjan Asllani (Ernest Muci 87′); Taulant Seferi (Qazm Laci 68′), Jasir Asani (Arber Hoxha 68′), Armando Broja (Rey Manaj 77′)

    1. Euro 2024: Hajar Skotlandia, Jerman Perkasa di Puncak Klasemen Grup A

      Jerman berhasil menang meyakinkan 5-1 atas Skotlandia dalam laga pembuka Euro 2024 di Allianz Arena, Munich, Sabtu (15/6/2024) dini hari WIB. Hasil tersebut membawa Die Manncshaft kokoh di puncak klasemen Grup A Euro 2024.

      Pasukan asuhan Julian Nagelsmann langsung menyerang sejak peluit kick-off dibunyikan dan lini pertahanan Skotlandia dipaksa bekerja di awal pertandingan. Sembilan menit pertama Jerman sangat mendominasi penguasaan bola dengan persentase 74%, Skotlandia bermain cenderung bertahan.

      Jerman akhirnya bisa mencetak gol satu menit kemudian lewat gol yang dicetak Florian Wirtz memanfaatkan assist dari Joshua Kimmich. Wirtz melepaskan tendangan first-time ke arah tiang jauh, kiper Skotlandia Angus Gunn sempat menepis bola namun tidak cukup karena bola membentur tiang gawang lalu masuk ke dalam gawang. Tim tuan rumah unggul 1-0 di menit ke-10 pertandingan.

      Tidak menunggu lama, sembilan menit berselang giliran wonderkid Jerman lainnya berhasil mencatatkan namanya di papan skor, siapa lagi kalau bukan Jamal Musiala. Memanfaatkan operan dari Kai Havertz, tendangan kencang Musiala di kotak penalti gagal untuk diantisipasi barisan pertahanan Skotlandia, Jerman unggul 2-0.

      Ada fakta menarik, lho, setelah gol yang dicetak oleh Wirtz dan Musiala ini. Wirtz menjadi pemain termuda yang mencetak gol di pertandingan pembuka Euro. Kemudian, ini adalah pertama kalinya dua pemain berusia 21 tahun atau kurang mencetak gol untuk tim yang sama dalam satu pertandingan di Euro. Wah, catatan yang impresif, ya.

      Pada menit ke-44 Jerman mendapatkan hadiah penalti setelah Ilkay Gundogan dilanggar oleh Ryan Porteous. Akibat pelanggarannya, Porteous diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor penalti sukses menceploskan bola ke gawang Angus Gunn, Jerman unggul telak 3-0 di babak pertama.

      Babak kedua dimulai, praktis Jerman lebih menguasai jalannya laga setelah Skotlandia harus bermain dengan 10 orang pemain.

      Beberapa pergantian pemain dilakukan oleh Nagelsmann dengan memasukkan Pascal Gross, Thomas Muller, Niclas Fullkrug, Leroy Sane, hingga Emre Can.

      Die Manncshaft berhasil menambah keunggulannya lewat gol yang dicetak Fullkrug. Striker Borussia Dortmund itu membawa bola ke dalam kotak penalti, mengontrolnya dengan satu sentuhan dan kemudian melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang Skotlandia. Toni Kroos dan kawan-kawan unggul 4-0.

      Menarik nih, The Tartan Army sempat memperkecil kedudukan di menit ke-87 lewat gol bunuh diri Antonio Rudiger. Andy Robertson mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti Jerman dari sebuah tendangan bebas. Tidak ada pemain Jerman yang dapat menghalau bola dan bola berhasil disundul oleh Scott McKenna di tiang jauh, sundulannya melaju hingga mengenai kepala Rudiger, lalu bola berbelok cukup deras ke arah gawang Manuel Neuer yang tidak dapat diantisipasi kiper Bayern Munchen tersebut.

      Jerman memastikan kemenangannya lewat gol Emre Can di menit 90+3. Sepakannya dari luar kotak penalti berhasil membobol gawang Angus Gunn untuk yang ke-5 kalinya. Jerman menang 5-1 atas Skotlandia.

      Susunan pemain
      JERMAN (4-2-3-1): Neuer; Mittelstadt, Tah, Rudiger, Kimmich; Kroos (80′ Can), Andrich (46′ Gross); Gundogan, Wirtz (63′ Sane), Musiala (74′ Muller); Havertz (63′ Fullkrug)

      Pelatih: Julian Nagelsmann

      SKOTLANDIA (5-4-1): Gunn; Robertson, Tierney (77′ McKenna), Hendry, Porteus, Ralston; Christie (82′ Shankland), McGregor (67′ Gilmour), McTominay, McGinn (67′ McLean); Adams (46′ Hanley)

      Pelatih: Steve Clarke

      Jerman Kokoh di Klasemen Euro 2024 – Grup A

      Kemenangan telak atas Skotlandia membawa skuad asuhan Julian Nagelsmann bertengger di puncak klasemen Euro 2024 – Grup A dengan koleksi tiga poin.

      Di peringkat kedua ada Swiss yang membututi Jerman dengan poin yang sama setelah berhasil menang atas Hungaria 3-1. Gol Swiss dicetak oleh Kwadwo Duah, Michel Aebischer, dan Breel Embolo. Sementara gol satu-satunya Hungaria dicetak oleh Bernabas Varga.

      Klasemen Grup A Euro 2024

      TimMainMenangImbangKalahGolKebobolanSelisih golPoin
      Jerman11005143
      Swiss11003123
      Hungaria 100113-20
      Skotlandia100115-40

    2. Semarak Euro Cup 2024, Ini 4 Pelatih Jerman yang Pernah Rebut Trofi Juara

      Jerman merupakan salah satu negara penghasil pelatih sepak bola terhebat. Kejayaan mereka tak hanya pada level klub, tapi juga mampu tampil maksimal di level internasional. Tercatat, mereka sudah empat kali merebut trofi Euro Cup atau Piala Eropa. Menariknya, jumlah tersebut lebih banyak dari pelatih negara manapun.

      Di Euro Cup 2024, pelatih Jerman berpotensi merebut gelar juara. Setidaknya ada dua pelatih Jerman yang akan unjuk gigi, yaitu Nagelsmann dari Timnas Jerman dan Ralf Rangnick yang kini menahkodai Timnas Austria.

      Mereka berdua disebut-sebut akan menjadi pelatih kelima asal Jerman yang akan menaklukkan Piala Eropa. Nah, berikut ini 4 pelatih asal Jerman yang sudah menjuarai Piala Eropa.

      4 Pelatih Sukses di Piala Eropa asal Jerman

      1. Helmut Schoen (1972)

      Helmut Schoen adalah pelatih pertama yang mengantarkan Jerman Barat menjuarai Piala Eropa pada 1972. Saat itu hanya ada 4 tim yang mengikuti Euro, yaitu; Jerman Barat, Hungaria, Belgia, dan Uni Soviet.

      Jermat Barat berduel dengan tuan rumah, Belgia, pada semifinal. Dan Jerman berhasil menjadi juara berkat gol dari gerd Meuller.

      Lalu pada laga final, Jerman Barat bertemu dengan Uni Soviet yang sudah mengalahkan Hungaria 1-0. Mueller kembali tampil menakjubkan dengan mencatatkan dua gol.

      2. Jupp Derwall (1980)

      Jupp Derwall melatih Jerman Barat selama enam musim pada 1978-1984. Prestasinya bersama Der Panzer pun tak bisa diremehkan.

      Pada 1980, Derwall membawa Jerman Barat menjuarai Euro. Dua tahun kemudian, ia berhasil masuk final Piala Dunia 1982 namun gagal karena Italia yang menjadi juara.

      Jupp Derwall mulai membawa Jerman Barat selama enam musim pada 1978 – 1984. Lalu, prestasinya bersama Der Panzer juga tidak bisa dianggap remeh.

      3. Berti Vogts (1996)

      Pada 1996, Berti Vogts giliran memberikan gelar juara Piala Eropa bagi Jerman. Ini menjadi gelar juara Euro Cup pertama setelah Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu.

      Uniknya, Vogts adalah mantan anak asuh Helmut Schoen. Pelatih yang memenangkan Euro 1972 dan Piala Dunia 1974.

      4. Otto Rehhagel (2004)

      Jika ketiga pelatih sebelumnya juara bersama timnya, berbeda dengan Otto Rehhagel. Pelatih asal Jerman satu ini menjuarai Euro bersama tim lain.

      Ia menjadi satu-satunya pelatih asing yang pernah mencicipi piala Euro. Bahkan, pada Euro 2004, tidak ada seorangpun yang mengunggulkan Yunani. Apalagi, saat itu Grup A ditempati oleh kandidat negara-negara besar.

      Di tahun tersebut nggak ada seorang pun yang mengunggulkan Yunani. Apalagi saat itu Grup A mempunyai kandidat negara yang sangat besar.

      Penghormatan untuk Franz Beckenbauer pada Opening Ceremony Euro Cup 2024

      UEFA memberikan penghormatan untuk mantan pelatih Jerman, Franz Beckenbauer, pada pembukaan Euro Cup 2024. Opening ceremony ini berlangsung di Munich Football Arena, Jumat (14/6/2024) waktu jerman, menjelang duel Jerman vs Skotlandia.

      Franz Beckenbauer sendiri adalah mantan kapten yang membawa Jerman Barat meraih gelar juara Piala Dunia 1974. Lalu, 16 tahun kemudian Beckenbauer mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 sebagai pelatih.

      Beckenbauer yang tutup usia pada Januari 2024, juga memenangkan Euro 1972 sebagai pemain. dia juga meraih trofi Ballon d’Or pada 1972 dan 1976. Di level klub, Beckenbauer cukup lama membela Bayern Munchen yaitu selama 13 musim pada tahun 1964-1977.

      Baca Juga: Jadwal Lengkap Championship Series Liga 1 2024

      Istri Beckenbauer, Heidi, membawa Henri Delaunay (piala juara Euro Cup) ke dalam lapangan bersama mantan kapten Jerman saat menjuarai Piala Eropa, Bernard Dietz (1980) dan Juergen Klinsmann (1996), sebelum kickoff.

      Piala Eropa 2024 dibuka dengan laga Grup A antara tuan rumah Jerman vs Skotlandia di Munich Football Arena, Sabtu (15/6/2024) pukul 02.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan dua pertandingan yang juga dimainkan pada hari yang sama, yakni Hungaria vs Swiss (pukul 20.00 WIB) dan Spanyol vs Kroasia (pukul 23.00 WIB)

      Klasemen Sementara Grup A Piala Eropa 2024

      Jerman mengawali Euro Cup 2024 dengan perkasa, setelah menundukkan Skotlandia 5-1. Tuan rumah pun kokoh di puncak klasemen Grup A.

      Kemenangan ini pun membuat Jerman sulit untuk digeser pada Matchday 1. Jerman memimpin dengan perolehan tiga poin dan selisih empat gol.

      Pertandingan lain di Grup A yaitu antara Hungaria vs Swiss baru digelar Sabtu (15/6) malam WIB. Swiss sendiri cenderung lebih difavoritkan dibandingkan Hongaria dengan unggul head to head 5-1, namun mereka tidak pernah menang lebih dari selisih tiga gol.