Tag: Doa

  • Niat Sholat Dhuha 2, 4, 6 dan 12 Rakaat Berikut Tata Caranya

    Niat dalam melaksanakan sholat adalah salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan, karena jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.

    Dalam pelaksanaannya niat boleh dibaca melalui lisan atau melalui hati, akan tetapi perlu dipahami. Bahwa sebaiknya niat tidak hanya dibaca melalui lisan ataupun hati melainkan diikut sertakan mulai dari takbir hingga salam.

    Sehingga tujuan sholat yang dilaksanakan sesuai dengan makna dari niat tersebut yakni karena Allah SWT, tidak keluar dari niat yang sudah dii’tiqodkan.

    Pengertian Sholat Dhuha

    Sholat dhuha adalah sholat sunah yang dianjurkan Rosulullah untuk dikerjakan yakni bisa dua rokat, empat rokaat, enam rokaat atau delapan rokaat dan seterusnya.

    Akan tetapi pelaksanaannya dikerjakan dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali mengerjakan dua rokaat selanjutnya.

    Meskipun sholat dhuha ini dianjurkan Rosdulullah untuk dilaksanakan akan tetapi tidak semua muslim diberi keluangan waktu untuk mengerjakannya.

    Karena diwaltu tersebut sudah disibukkan dengan pekerjaan yang terkadang dalam tempat kerja tersebut tidak ada waktu untuk sholat dhuha.

    Kapan Waktu Sholat Dhuha

    Agar dapat menjadwalkan setiap harinya untuk melaksanakan sholat dhuha maka sangat penting mengetahui kapan waktu sholat dhuha.

    Seiring dengan kesibukan yang kerapkali membuat terlena dan tidak sempat untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha.

    Berikut adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan sholat dhuha :

    Menuqil dari kitab Fathul Qorib terkait waktu sholat dhuha yakni mulai dari matahari setinggi satu tombak hingga masuknya waktu istiwak yakni ketika matahari pas diatas kepala atau sejajar dengan kepala.

    Jika disandingkan dengan waktu yang ada diindonesia yakni berkisar pukul 06 : 30 Wib hingga 12.00 Wib.

    Bagi yang ingin melaksanakan sholat dhuha namun berbenturan dengan waktu kerjanya, maka waktu upayakan sebelum berangkat kerja sholat terlebih dahulu.

    Terkait wktu sholat dhuha Rosulullah SAW menyampaikan didalam hadisnya :

    HR. Muslim no. 832

    قدِم النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ، فقدِمْتُ المدينةَ، فدخلتُ عليه، فقلتُ: أخبِرْني عن الصلاةِ، فقال: صلِّ صلاةَ الصُّبحِ، ثم أَقصِرْ عن الصَّلاةِ حين تطلُعُ الشمسُ حتى ترتفعَ؛ فإنَّها تطلُع حين تطلُع بين قرنَي شيطانٍ، وحينئذٍ يَسجُد لها الكفَّارُ، ثم صلِّ؛ فإنَّ الصلاةَ مشهودةٌ محضورةٌ، حتى يستقلَّ الظلُّ بالرُّمح

    Artinya :

    “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau bersabda: kerjakanlah shalat shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim no. 832).

    Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa batasan waktu sholat dhuha yakni waktu istiwak “posisi matahari berada tepat diatas kepala”

    Dalam posisi tersebut bayangan suatu benda akan menyatu dengan benda itu sendiri, jika suha melewati sedikit saja benda tersebut maka masuklah waktu zuhur.

    Berapa Rokaat Sholat Dhuha

    Sholat dhuha pada umumnya yakni dikerjakan dua Rokaat, namun boleh juga ditambah menjadi empat Rokaat dan seterusnya hingga tak terbatas.

    Akan tetapi pelaksanaannya dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali sholat dua rokaat salam dan seterusnya.

    Terkait jumlah rokaat sholat dhuha ini Rosulullah SAW bersabda :

    HR. Muslim no. 719

    عن عائشةَ رَضِيَ اللهُ عنها، قالت: كان رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ الله

    Artinya :

    “Dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW biasa sholat dhuha empat rakaat. Dan beliau menambah berapa pun yang dikendaki Allah SWT.” (HR Muslim No. 719).

    HR. Bukhari no. 1103

    أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى

    Artinya :

    “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha” (HR. Bukhari no. 1103, Muslim no. 336).

    Fadhilah Melaksanakan Sholat Dhuha

    Ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki fadhilah atau keutamaan yang sangat luarbiasa.

    Begitu pula dengan sholat dhuha tentunya banyak fadhilah atau keutamaan yang perlu diketahui oleh umat muslim.

    Sebelum membahas tentang niat sholat dhuha ada baiknya pahami terlebih dahulu beberapa keutamaan yang ada didalamnya.

    Agar ketika melaksanakan ibadah sholat dhuha semakin semangat dan memiliki tujuan sesuai dengan niat sholat tersebut yakni karena Allah SWT.

    Simak dibawah ini keutamaan atau fadhilah melaksanakan sholat dhuha :

    Mengikuti Sunah Rosulullah SAW

    Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum melaksanakan sholat dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW.

    Tentunya ketika melaksanakannya maka otomatis mengikuti sunnah yang diajarkan oleh sang Nabi. Dan perlu juga dipahami bahwa ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah tentu memiliki fadhilah yang sangat banyak.

    Terkait anjuran Rosulullah SAW untuk umatnya agar melaksanakan sholat dhuha disampaikan dalam sebuah hadis qudsi.

    HR. Tirmidzi no. 475

    قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

    Artinya :

    “Allah Ta’ala berfirman : Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 4342).

    Allah Berikan Ampunan

    Bgi seorang muslim yang taat dan rutin menjalankan ibadah sholat dhuha maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. bahkan digambarkan meskipun dosa yang milikinya seperti buih dilautan.

    Meskipun sangat disadari bahwa manusia tempatnya salah dan dosa, berarti tidak pernah luput dari kedua hal tersebut.

    Akan tetapi jika seorang hamba tersebut bertaubah dan rutin melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas mengharap pertolongan Allah semata. Maka sangat layak mendapatkan pengampunan seperti yang tersirat didalam sebuah hadis dibawah ini.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ “

    Artinya :

    “ Barangsiapa menjaga sholat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”

    Allah Cukupkan Kebutuhan Rezeki Dunia Dan Akhirat

    Fadhilah bagi seorang muslim yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha selanjutnya adalah Allah SWT cukupkan kebutuhan rezeki dunia dan akhirat.

    Tak bisa dipungkiri sebagai menusia yang hidup dialam dunia tentu sangat membutuhkan banyak keperluan, baik untuk urusan agama, dunia dan akhirat.

    Hal ini tidak bisa didapatkan hanya sekedar bersantai ria, tentunya harus dibarengi dengan kerja keras dan jangan lupa selipkan doa dalah sholat dhuha.

    Rosulullah SAW bersabda :

    عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره “

    Artinya :

    “ Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala ‘ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu’.”

    Termasuk Hamba Yang Taat

    Melaksanakan sholat dhuha tidak semudah yang dibayangkan karena banyak godaan dan tantangan. Disisi lain waktu sholat dhuha ini bertepatan dengan waktu kerja sehingga tidak mudah bagi kebanyakan orang untuk secara rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha.

    Maka dari itu menjadi hal yang wajar ketika ada seorang hamba yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha. Maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang taat.

    Allah Siapkan Rumah Di Surga

    Fadhilah selanjutnya bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat dhuha adalah Allah siapkan rumah disurga.

    Hal ini pernah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam sebuah hadisnya :

    Artinya :

    “Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Allah Berikan Pahala Naik Haji Dan Umroh

    Tidak semua ummat islam bisa mendapatkan pahala haji dan umroh, termasuk bagi seserang yang telah atau sedang haji sekalipun.

    Karen semua itu tergantung daripada niat yang ada pada diri manusia itu sendiri dalam melaksanakan ibadah.

    Bagi seorang muslim yang ingin mendapatkan pahala layaknya seperti haji dan umroh, maka rutin saja melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT.

    Insya Allah akan mendapatkan pahala seperti orang yang haji dan umroh, karena Allah dan Rosulullah tidak pernah mengingkari janjinya.

    Pengganti Sedekah Diri

    Banyak ummat muslim sibuk akan sedekah, dinilai melalui sesuatu yang nampak seperti sedekah harta dan semisalnya.

    Padahal ada beberapa sedekah yang sangat ringan namun jika dilaksanakan insya Allah akan berbuah sebagai sedekah.

    Salah satunya adalah sedekah senyum dan melaksanakan sholat dhuha minimal dua rokaat namun denga ikhlas.

    Rosulullah SAW bersabda :

    يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

    Artinya :

    Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat Duha dua rakaat. (HR Muslim).

    Dijaga Kesehatannya Oleh Allah

    Fadhilah sholat Dhuha lainnya adalah bahwa Allah SWT menjaga kesehatan bagi seorang muslim yang melaksanakannya. Salah satu alasannya yakni sholat Dhuha dilakukan pada waktu pagi setelah terbitnya matahari minimal dua rakaat atau lebih.

    Dengan hal ini melaksanakan sholat Dhuha secara rutin dapat memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental.

    Jauh Dari Sifat Lalai

    Keutamaan dari sholat Dhuha selanjutnya adalah bahwa ibadah ini membantu menghindarkan seseorang dari sifat lalai atau lengah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Sholat Dhuha melibatkan waktu yang biasanya dianggap sebagai saat istirahat atau waktu luang. Akan tetapi dengan melaksanakan sholat ini, seseorang terhindar dari kecenderungan untuk menjadi lalai atau terlena.

    HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254

    Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    “Kalau kamu melaksanakan sholat Dhuha sebanyak dua raka’at maka kamu tidak ditulis dari golongan orang yang lalai, atau sebanyak empat raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang berbuat kebagusan, atau sebanyak enam raka’at maka kamu ditulis sebagai orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah, atau sebanyak delapan raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang memperoleh keberuntungan, atau sebanyak sepuluh raka’at maka tidak ditulis atasmu pada hari itu dosa, kalau kamu melaksanakannya sebanyak dua belas raka’at maka Allah membangun untukmu rumah di surga.” (HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254) |

    Bacaan Niat Sholat Dhuha

    Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 rokaat
    Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 Rokaat

    Terkait penjelasan sholat dhuha dan juga fadhilah yang akan didapatkan oleh seorang yang melaksanakan ibadah sholat dhuha telah disampaikan pada laman atas.

    Kali ini penulis akan merangkum terkait niat sholat dhuha yang benar sesuai dengan yang telah diajarkan oleh para ulama.

    Simak ulasan dibaawah ini beberapa bacaan niat sholat dhuha yang d apat diamalkan ketika hendak melaksanakannya.

    Niat Sholat Dhuha Berjamaah

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini Imaman / Makmuman lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat, Menjadi Imam / Menjadi Makmum karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha Sendiri

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat dikerjakan sendiri karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat 2 Kali Salam

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى أربع ركعات مرتين السلام ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa arba’a rakaatin marotaina salam lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha 4 rokaat dua salam karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha Latin

    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat dikerjakan sendiri karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha 6 Rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى ست ركعات ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa situ rakaatin lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha enam rakaat karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha 12 Rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى اثنتي عشرة ركعات ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa athnatay eashrat rakaatin lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha dua belas rakaat karena Allah ta’ala,”

    Niat Sholat Dhuha Sendiri 4 Rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى أربع ركعات ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa arba’a rakaatin lillahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat sunnah dhuha 4 rokaat karena Allah ta’ala,”

    Tata Cara Sholat Dhuha

    Layaknya seperti sholat sunnah lainnya sholat dhuha juga untuk pelaksanaannya memiliki 13 rukun sholat yang wajib dikerjakan.

    Jika salah satu rukun sholat tersebut ditinggalkan dengan sengaja, maka sholat dhuha yang dikerjakan tidak sah.

    Berikut tata cara melaksanakan sholat dhuha dapat disimak dibawah ini :

    Niat

    Yang pertama kali sebelum melaksanakan sholat dhuha yang wajib diterapkan adalah niat, yakni keinginan yang kuat untuk melaksanakan sholat hanya karena Allah SWT.

    Takbir

    Setelah niat kemudian disambut dengan membaca Takbirotul Ikhrom “الله أكبر” yang artinya Allah maha besar.

    Ketika sudah mengucapkan takbir berarti ikrar tersebut mengi’tiqodkan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang lebih agung, lebih mulia, lebih besar, lebih kuasa selain Allah.

    Berdiri Tegak Lurus

    Kemudian berdiri tegak lurus layaknay seperti huruf Alif yang menyatakan bahwa tuhan itu satu.

    Sunnah Membaca Doa Iftitah

    Dalam posisi tegak yakni membaca doa iftitah, hal ini sunah namun sangat dianjurkan untuk dibaca, karena makna dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah.

    Baca Surat Al-Fatihah

    Kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah mulai dari ayat pertama hingga akhir, usahakan bacaannya jelas dan sesuai dengan kaidah tajwid.

    Membaca Surat Pendek

    Membaca surat pendek dalam sholat ini juga termasuk hal yang sunnah, jika melaksanakan sholat sendiri boleh membaca ayat yang panjang.

    Akan tetapi jika menjadi imam maka harus melihat kondisi makmumnya sebaiknya ambil ayat yang pendek saja.

    Ruku’

    Setelah membaca surat pendek kemudian merubah gerakan dari berdiri menjadi ruku’, hal ini adalah rukun. Didalam posisi ruku’ sunnah membaca tasbih 3 kali yakni memuji Allah.

    Tumakninah

    Tumakninah ini masih dalam keadaan ruku’ maksudnya adalah posisi rukuk harus tenang baik kodisi luarnya maupun hatinya.

    I’tidal

    Kemudian merubah posisi dari ruku’ menjadi i’tidal yakni bangun dari rukuk, berdiri tegak lurus seperti pada permulaan sholat. Disunahkan membaca doa pada umumnya sholat.

    Tumakninah

    Dalam posisi I’tidal juga harus tumakninah yitu tenang tidak gelisah, tidak banyak bergerak terutama posisi hati harus manteng hanya kepada Allah.

    Sujud

    Setelah i’tidal maka posisi sholat berubah dalam keadaan sujud, hal ini adalah rukun yang tidak dapat ditinggalkan.

    Dalam kondisi sujud disunnahkan membaca tasbih yakni memuji Allah SWT boleh satu kali sampai 3 kali.

    Tumakninah

    Posisi sujud juga wajib tumakninah terutama posisi hati harus tetap ingat kepada Allah SWT

    Lungguh

    Lungguh ini adalah duduk diantara dua sujud

    Tumakninah

    Posisi lungguh juga wajib tumakninah atau tenang tidak boleh banyak bergerak, jaga posisi hati untuk selalu zikir kepada Allah.

    Sujud Yang Kedua

    Setelah duduk diantara dua sujud kemudian posisi sholat berubah kembali menjadi sujud yang kedua. Bacaannya sama yakni tasbih memuji Allah SWT wajib tumakninah.

    Duduk Tahiyat Akhir

    Kemudian setelah sujud yang kedua dilanjutkan dengan duduk tahiyat akhir, posisi duduk adalah rukun jadi tidak boleh ditinggal.

    Membaca Doa Tahiyat Akhir

    Dalam posisi duduk tahiyat akhir maka wajib membaca doa didalamnya, yang sering disebut dengan doa tahiyat akhir

    Membaca Sholawat Nabi

    Setelah doa tahiyat akhir selesai dibaca, kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi.

    Salam

    Dan yang terakhir adalah salam, rukunnya adalah salam pertama sedangkan salam yang kedua adalah sunnah.

    Baca Juga: Beberapa Doa Setelah Sholat Dhuha

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat dhuha berikut pengertian, fadhilah dan tata caranya. Semua sudah penulis sampaikan menjadi sebuah artikel yang ada di website acuantoday.com. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan juga semangat dalam melaksanakan ibadah sholat sunah dhuha.

  • Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan

    Dalam kitab fathul mu’in dijelaskan shalat adalah beberapa ucapan / doa dan perbuatan yang diawali dari takbirotul ikhram hingga salam. Sedangkan menurut istilah shalat merupakan doa yang dipanjatkan pada waktu-waktu tertentu.

    Adapun waktu waktu tertentu salah satunya adalah sholat wajib lima waktu zuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Meskipun sebenarnya bukan hanya sholat wajib lima waktu yakni sholat-sholat sunnah didalamnya juga ada doa dan perbuatan.

    Bukan hanya ketika sholat setelah sholat juga sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT, terutama doa memohon ampun atas sholat yang sudah dikerjakan.

    Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan

    Seperti yang telah penulis sampaikan diatas bahwa sholat yang dikerjakan oleh umat islam bukan hanya sholat wajib lima waktu.

    Akan tetapi banyak sholat sunnah lainnya yang juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan, dalam hal ini setelah sholat ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan.

    Doa Setelah Sholat Hajat

    Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki hajat atau keperluan tertentu yang ingin dicapai atau dimohonkan kepada Allah SWT.

    Terkait pelaksanaannya dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat. Sholat Hajat terdiri dari dua rakaat dengan niat yang disertai dengan doa-doa pribadi yang diharapkan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Adapun bacaan doa sholat hajat adalah seperti dibawah ini :

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

    Artinya :

    “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

    Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa.

    Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Doa Setelah Sholat Dhuha
    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari dan sebelum waktu masuknya sholat Zuhur. Sholat dhiuha dilakukan dengan mengerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai setelah terbitnya matahari hingga sebelum masuk waktu sholat Dzuhur.

    Banyak keterangan yang menjelaskan akan mendapatkan pahala yang besar dan memiliki banyak keutamaan. Meskipun tidak diwajibkan, sholat Dhuha dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Adapun bacaan doa sholat dhuha adalah seperti dibawah ini :

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    “Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

    Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud 4 Rokaat Berikut Doanya Wajib Tahu

    Doa Setelah Sholat Tahajud

    Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur dengan istirahat sejenak.

    Sholat ini dilakukan setelah sholat Isya’ dan sebelum waktu masuk sholat Subuh, sholat Tahajud dapat dilakukan dengan mengerjakan dua rakaat salam.

    Kemudian ditambah dengan rakaat-rakaat tambahan sesuai dengan keinginan dan kemampuan individu.

    Sholat Tahajud memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendapatkan pahala yang berlimpah.

    Meskipun tidak diwajibkan, sholat Tahajud sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Muslim yang ingin mendapatkan keberkahan dan keistimewaan dalam ibadahnya.

    Adapun bacaan doa setelah sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :

    Arab

    اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Latin

    Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakalhamdu Anta qayyimussa maawaati wal ardli wa man fihinna. Walakalhamdu Anta rabbus samaa waati walardli wa man fiihinna.

    Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu haqqun.

    Allahuma laka aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta.

    Artinya

    “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

    Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau.”

    Doa Setelah Sholat Taubat

    Sholat Taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk tobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

    Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja selama tidak berada dalam waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat.

    Terkait rokaat sholat taubat yakni terdiri dari minimal dua rakaat satu salam, yang dilakukan dengan niat khusus untuk bertaubat kepada Allah SWT.

    Selama sholat, seseorang dapat berdoa dengan memohon ampunan, mengakui kesalahan, dan berjanji untuk meninggalkan dosa-dosa tersebut.

    Sholat Taubat merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan memperoleh pengampunan-Nya.

    Dengan sungguh-sungguh bertaubat dan melakukan sholat Taubat, seseorang diharapkan mendapatkan rasa lega, kedamaian, dan keberkahan dari Allah SWT.

    Adapun bacaan doa setelah sholat taubat adalah seperti dibawah ini :

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّ يْ لَا إِلَه َ إِلَّا أَن ْتَ خَلَقْتَ نِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَو َعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِ كَ مِنْ شَرّ ِ مَا صَنَعْ تُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْ مَتِكَ عَلَي َّ. وَأَبُوْ ءُ بِذَنْبِي ْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنّ َهُ لَا يَغْ فِرُ الذُّنُ وْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana abduka wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A ‘udzu bika min syarri maa shona’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fainnahuu alaa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

    Artinya

    “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Doa Setelah Sholat Subuh

    Sholat Subuh adalah salah satu dari lima waktu sholat wajib yang dikerjakan oleh umat Muslim setiap harinya. Jumlah rokaatnya ada dua dan ada sedkit perbedaan dengan sholat lainnya yakni ketika i’tidal pada rokaat kedua membaca doa qunut.

    Pelaksanaan Sholat Subuh merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah mencapai usia baligh (dewasa) dan memiliki kesehatan yang memadai.

    Adapun bacaan doa setelah sholat subuh adalah seperti dibawah ini :

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَئْ ٍقَدِيْرٌ

    Laailaha illalah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir

    Artinya

    “Tidak ada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Allah maha menghidupkan dan mematikan. Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Setelah Sholat 5 Waktu

    Kumpulan Doa setelah Sholat Fardhu
    Kumpulan Doa setelah Sholat Fardhu

    Sholat lima waktu adalah sholat wajib yang dikerjakan oleh umat islam dalam kesehariannya dengan waktu yang telah ditentukan oleh syariat.

    Nama-nama dari sholat lima waktu tersebut adalah Dzuhur, ashor, maghrib, isya dan subuh. Cara mengerjakannya sama seperti halnya melaksanakan sholat pada umumnya yakni dimulai dengan membaca takbirotul ikhrom dan diakhiri sala.

    Terkait jumlah rokaat sholat lima waktu adalah Dzuhur, Ashar dan Isya empat rokaat, kemudian Maghrib 3 rokaat dan Subuh 2 rokaat.

    Adapun bacaan doa setelah sholat lima waktu adalah seperti dibawah ini :

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

    Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta robbana wa ta’aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.

    Artinya

    “Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan, dari-Mu kesejahteraan itu, kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu, Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

    Doa Setelah Sholat Istikhoroh

    Sholat Istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim untuk meminta petunjuk dari Allah SWT dalam mengambil keputusan penting. Istikharah berasal dari kata Arab yang berarti “meminta bimbingan” atau “meminta petunjuk”.

    Terkait pelasanaan sholat Istikharah yakni ketika seseorang menghadapi situasi di mana ia harus membuat keputusan yang penting.

    Seperti menentukan jalan hidup, pekerjaan, pernikahan, atau keputusan lain yang memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupannya.

    Tujuan dari Sholat Istikharah adalah meminta kepada Allah agar diberikan petunjuk yang terbaik dan dikehendaki-Nya.

    Proses pelaksanaan Sholat Istikharah melibatkan sholat dua rakaat, yang dapat dilakukan pada waktu yang tidak diharamkan untuk sholat sunnah.

    Setelah selesai melakukan sholat, seorang Muslim mengucapkan doa istikharah yang merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan petunjuk yang terbaik.

    Doa istikharah adalah doa pribadi yang bisa diucapkan dalam bahasa Arab atau bahasa ibu masing-masing.

    Setelah melakukan Sholat Istikharah, seseorang diharapkan untuk memperhatikan tanda-tanda atau pertanda yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam mengambil keputusan, seseorang perlu memperhatikan hati nurani, niat yang baik, mendengarkan nasihat orang yang berpengalaman, serta mempertimbangkan faktor-faktor praktis dan kebijaksanaan.

    Penting untuk diingat bahwa hasil dari Sholat Istikharah tidak muncul dalam bentuk mimpi atau penglihatan langsung.

    Allah SWT memberikan petunjuk melalui berbagai cara, seperti memberikan ketenangan hati, membuka pintu kemudahan, atau menghilangkan hambatan dalam melangkah ke arah yang dikehendaki.

    Sebagai seorang Muslim, penting untuk memercayai dan menerima keputusan yang diambil sebagai hasil dari Sholat Istikharah dengan tawakkal (pasrah) kepada kehendak Allah SWT.

    Adapun bacaan doa setelah sholat Istikhoroh adalah seperti dibawah ini :

    Arab

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

    Latin

    “Allohumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub.”

    “Allahumma fa-in kunta talamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa maaasyi wa aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.”

    “Allahumma in kunta talamu annahu syarrun lii fii diini wa maaasyi wa aqibati amrii (fii aajili amri wa aajilih) fash-rifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

    Artinya :

    “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu.

    Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha mengetahui hal yang gaib.”

    “Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ….. lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.”

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa setelah sholat yang penulis rangkum dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat terutama bagi seorang hamba yang ingin mengamalkannya.

  • Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Pria Wanita (Tata Cara)

    Mandi wajib merupakan salah satu cara untuk menghilangkan hadas besar, meskipun sebenarnya tayamum juga bisa. Akan tetapi harus ada syaratnya seperti tidak adanya air yang dapat digunakan untuk bersuci. Jika kondisi air melimpah ruah bersuci dengan tayamum tidak diperbolehkan.

    Dalam pelaksanaan mandi wajib ada beberapa rukun yang harus diketahui yaitu satu Niat kedua meratakan air keseluruh tubuh.

    Jangan sampai kedua rukun tersebut tidak dilakukan, karena jika terlewatkan maka mandi wajib yang dilaksanakan tidak sah.

    Dalil Mandi Wajib Dalam Al-Qur’an dan Hadits

    Didalam Al-Qur’an dan Hadis Allah SWT dan Rosulullah telah menyampaikan perintahnya untuk membersihkan hadas besar.

    Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab mandi wajib atau besar adalah Berhubungan badan suami istri, Keluar mani baik sengaja maupun tidak, Haidh, Nifas, Wiladah dan semisalnya.

    Untuk lebih jelasnya kita simak dalil tentang mandi wajib dibawah ini :

    Allah SWT Berfirman :

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a falam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).

    Artinya :

    Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

    Selain dalil yang ditegas dalam Al-Qur’an terkait mandi wajib Rosulullah SAW juga menegaskan perintah mandi wajib.

    Rosulullah SAW Bersabda

    Artinya :

    Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Ummu Sulaim–ia adalah istrinya Abu Thalhah–berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidaklah malu menyebutkan kebenaran. Apakah wanita tetap mandi junub jika mimpi basah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya, tetap mandi junub jika ia melihat air.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Dari kedua dalil tersebut sudah sangat jelas bahwa ketika tubuh ini memiliki hadas besar maka setelah nya melaksanakan mandi wajib.

    Baca Juga: Niat Wudhu dan Tata Cara Wudhu Lengkap Dengan Doanya

    Niat Mandi Wajib Yang Benar Sesuai Sunnah

    Niat Mandi Wajib
    Niat Mandi Wajib

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa mandi wajib memiliki dua rukun salah satunya adalah Niat.

    Sedangkan niat adalah keinginan melakukan sesuatu yang kemudian direalisasikan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan dniat tersebut.

    Sama halnya dengan melaksanakan mandi wajib maka harus disertakan niat saat melaksanakannya.

    Pada dasarnya untuk bacaan niat mandi wajib secara umum sangat simpel dan jika dibaca niat tersebut sudah mewakili.

    Adapun bacaan niat mandi wajib yang benar adalah :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaytul ghusla lirof’il hadastil akbari fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Haid

    Terkait darah haid Rosulullah SAW menyampaikannya dalam sebuah hadist :

    إِنَّ دَمَ اَلْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ, فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي مِنَ اَلصَّلَاةِ, فَإِذَا كَانَ اَلْآخَرُ فَتَوَضَّئِي, وَصَلِّي

    Artinya :

    ‘Sesungguhnya darah haidh adalah darah hitam yang memiliki bau yang khas. Jika memang darah itu yang keluar, hendaklah tidak mengerjakan shalat. Namun, jika darah yang lain, berwudhulah dan shalatlah.’” (HR. Abu Daud),

    Hidh hanya dirasakan oleh seorang wanita jika haidh datang maka seseorang tersebut tidak diperbolehkan untuk melaksanakan Sholat.

    Dalam kitab Safinatun Naja dijelaskan bahwa paling cepatnya masa haidh adalah satu hari datu malam. Untuk waktu yang sedang yaitu 7 hari dan waktu yang paling lama adalah 15 hari.

    Selebihnya jika setelah 15 hari darah pada vagina tersebut masih keluar maka bukanlah haidh melainkan darah istihadoh atau darah penyakit.

    Setelah haid tersebut selesai maka wajib untuk melaksanakan mandi tentunya harus dibarengi dengan niat.

    Adapun bacaan niat mandi wajib haidh adalah :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il khadatsil akbari minal khaidhi fardol lillahi ta’ala.

    Artinya :

    Sengaja aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala.

    Niat Mandi Wajib Pria Keluar Mani

    Untuk laki-laki yang beberapa hal menyebabkan mandi wajib yakni berhubungan badan suami istri, keluar mani baik dengan sengaja maupun tidak.

    Jika mengalami hal seperti diatas maka wajib melaksanakan mandi wajib, terkait bacaan niat mandi wajib pria dapat dilihat dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ من خروج السائل المني فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari minkhurujis saailil maniyyi fardon lillahi ta’ala…

    Artinya:

    “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari keluarnya mani, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Niat Mandi Wajib Wanita

    Pada dasarnya untuk bacaan niat mandi wajib bagi wanita bisa saja membaca niat seperti pada umumnya.

    Akan tetapi sebaiknya jika seorang wanita tersebut ingin mandi setelah haidh, nifas wiladah, berhubungan suami istri dan sejenisnya.

    Maka bacaan niat mandi wajib tersebut dikhususkan dengan keadaan pada sesuatu yang menyebabkan mandi wajib.

    Adapun bacaan niat mandi wajib wanita adalah seperti dibawah ini :

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

    Selain mengeluarkan Mani baik sengaja maupun tidak sengaja, berhubungan badan antara suami dengan Istri juga setelahnya wajib mandi.

    Karena sudah dihukumi junub dan harus disucikan agar dapat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT seperti sholat dan lainnya.

    Adapun bacaan Niat mandi wajib setelah berhubungan adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ الجماع فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari minal jima’i fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar karena kumpul dengan suami/istri fardhu karena Alloh SWT”

    Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Wanita

    Terkait bacaan mandi wajib bagi laki-laki maupun wanita setelah hubungan badan sebenarnya sama saja. Hanya saja pada saat pelaksanaan mandi wajib laki-laki dan wanita tidak sama.

    Seperti pada saat menyiram rambut bagi perempuan yang memiliki rambut panjang tidak perlu menyela-nyela rambutnya, Sedangkan untuk lelaki diharuskan meratakannya.

    Selain dari pada itu etika ketika mandi yakni menutupi aurat, untuk laki-laki cukup tertutup pusat hingga luitut, sedangkan untuk aurat perempuan tidak demikian.

    Adapun bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan wanita adalah seperti dibawah ini :

    Nawaitul ghusla lirof’il hadastil akbari minal jima’i fardhu lillahi ta’ala

    Artinya :

    “Sengaja aku mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar karena kumpul dengan suami/istri fardhu karena Alloh SWT”

    Bagi pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan badan baik keluar mani ataupun tidak. Bahkan didalam sebuah kitab dikatakan baru bertemu saja antara ujung kepala laki-laki dengan pintu yang dimiliki wabnita keduanya wajib melaksanakan mandi.

    Niat Mandi Wajib Memandikan Jenazah

    Sebab selanjutnya yang menjadikan wajibnya mandi adalah memandikan jenazah, baik jenazah laki-laki, perempuan, anak-anak ataupun dewasa.

    Semuanya wajib dimandikan sebebelum ia dikafankan yang nantinya akan dikubur diliang lahat untuk tempat istirahat terahir.

    Terkait kewajiban untyuk memandikan jenazah termaktub dalam hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.

    بينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ : ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي

    “Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah”

    Adapun bacaan niat mandi untuk memandikan jenazah adalah seperti dibawah ini :

    نويت الغسل لاستباحة الصلاة عليه \ نويت الغسل عن هذه الميت

    Artinya :

    “Saya niat memandikan mayyyit ini / saya niat memandikan untuk memperbolehkan menyolatinya”

    Jenazah Yang Tidak Wajib Dimandikan

    Akan tetapi ada beberapa jenazah yang tidak perlu dimandikan karena beberapa sebab yakni :

    Orang Yang Mati Syahid

    Menuqil dari penjelasan kitab Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq, bahwa Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faili menjelaskan. Seorang muslim yang meninggal karena syahid ditangan orang-orang kafir pada saat ia berperang dijalanAllah SWT. Maka tidak ada kewajiban untuk muslim lainnya yang masih hidup untuk memandikan jenazah tersebut.

    Hal ini berkaitan dengan hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh “Ahmad” terkait jenazah yang mati syahid.

    Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    “Jangan kalian memandikan mereka yakni orang yang mati syahid dalam jihad, karena setiap luka dan setiap darah akan mengeluarkan aroma minyak kasturi pada hari kiamat. (HR. Ahmad)

    Meskipun jenazah yang mati karena syahid tidak dimandikan, akan tetapi tetap harus dikafankan sebelum dimasukkan kedalam liang kubur.

    Calon Bayi Yang Keluar Sebelum Waktunya

    Untuk anak yang lahir karena keguguran dalam artian yang lahir sebelum waktunya, maka jenazahnya tidak wajib dimandikan layaknya jenazah manusia pada umumnya.

    Keterangan ini menuqil dari sebuah hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh “Tirmidzi”.

    Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    Bayi yang meninggal dunia ketika dilahirkan maka tidak disholatkan, tidak dapat mewarisi dan tidak dapat diwarisi hingga ia menangis “terdengar jeritan tanguisan bayi ketika selesai persalinan” (HR Tirmidzi)

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan niat mandi wajib yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman terkait mandi wajib.

  • Bacaan Niat Sholat Tahajud 4 Rokaat Berikut Doanya Wajib Tahu

    Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunah yang sangat dikuatkan atau dinamakan sunnah muakad untuk dilaksanakan.

    Adapun waktunya adalah dimalam hari atau yang sering disebut dengan sepertiga malam, boleh diawal waktu boleh dipertengahan atau diakhir.

    Pelaksanaan sholat tahajud sedikitnya adalah minimal dua rokaat boleh 4 rokaat, 6, rokaat 8 rakaat dan seterusnya.

    Dikerjakan per dua rakaat salam kemudian berdiri kembali dan melaksanakan sholat tahajud kembali dua rokaat salam.

    Sholat Tahajud Adalah

    Istilah kata tahajud berasal dari kalimat tahajjada yang memiliki arti selalu terjaga pada malam hari atau berjaga diwaktu malam.

    Menurut imam Syafi’i tahajud adalah sholat yang dikerjakan pada malam hari baik sebelum tidur maupun sesudahnya.

    Ibada sholat tahajud meskipun tergolong sunnah akan tetapi ia dinamakan sunnah rootibun mu’akadah artinya sholat sunnah yang memiliki waktu berdasarkan aturannya.

    Bahkan didalam Al-Qur’an sangat banyak perintah untuk melaksanakan ibadah-ibadah dimalam hari yang memiliki keutamaan sangat besar.

    Akan tetapi meskipun demikian upayakan salam melaksanakan ibadah sholat tahajud harus dengan rasa ikhlas karena ALlah SWT.

    Dalam Islam melaksanakan ibadah sholat tahajud merupakan bentuk rasa khurmat kepada Rosulullah yang seringkali terjaga dimalam hari untuk melaksanakan sholat sunnah.

    Pada umumnya umat islam yang melaksanakan ibadah sholat tahajud setelahnya dilanjutkan melaksanakan sholat witir dengan rokaat yang ganjil sebagai penutup sholat.

    Sering kali diperdengarkan waktu melaksanakn sholat tahajjud adalah dimalam hari akan tetapi belum tentu memahami terkait waktu yang tepat untuk tahajjud.

    Dalam kisahnya Abu Dzar sempat menanyakan kapan waktu sholat tahajjud kepada Rosulullah SAW. Kemudian dijawab oleh Rosulullah SAW yakni lewat tengah malam dan sedikit dari mereka yang melaksanakannya.

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Bacaan Niat Sholat Tahajud Sesuai Sunah

    Bacaan niat sholat tahajud tergantung dari berapa rokaat sholat yang akan dilaksanakan. Karena dalam pengerjaannya sholat tahajud ada dua rokaat, empat, delapan hingga dua belas rokaat.

    Namun semua itu dikerjakan tidak sekaligus misal 4 rokaat, melainkan dua rokaat dua rokaat, sebagaimana telah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam hadisnya.

    Dari Ibnu Umar Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat malam dua rokaat-dua rokaat dan sholat witir 1 rokaat. (HR. Bukhori Muslim)

    Adapun bacaan niat sholat tahajud 4 rokaat sendiri dirumah adalah seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatat tahajjudi arba’a rokaatin mustaqbilalqiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat tahajud 4 rokaat mengahadap kiblat karena Allah Ta’ala,,

    Untuk bacaan Niat sholat tahajud 2 roka’at sendiri dirumah seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatat tahajjudi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat tahajut dua rokaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala.

    Kemudian dialanjutkan dengan bacaan niat sholat witir 1 rokaat seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatan rok’atal witri mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat witir satu rokaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala

    Kapan Waktu Sholat Tahajud ?

    Dalam pelaksanaan sholat tahajud Rosulullah SAW telah menjelaskan dalam sabdanya “Seutama-utama sholat sunnah adalah sholat sunah diwaktu malam” HR. Muslim.

    Menuqil dari kitab Fiqih yang ditulis oleh Ahmad Hawassy ada tiga pembagian waktu utama sholat tahajud yakni :

    • 1/3 Malam pertama yakni setelah sholat isya sampai jam 22.00
    • 1/3 Malam kedua yakni mulai jam 22.00 – 01.00
    • 1/3 Malam ketiga atau terakhir yakni mulai jam 01.00-menjelang waktu subuh

    Cara Melaksanaan Sholat Tahajud

    Cara Melaksanaan Sholat Tahajud
    Tata Cara Sholat Tahajud

    Untuk melaksanakan ibadah sholat tahajud sama saja dengan melaksanakan ibadah sholat sunnah lainnya. Yakni ada rukun tiga belas yang wajib diterapkan untuk kesempurnaan sholat yang dikerjakan.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat tahajud agar tidak malas dan lain sebagainya.

    Niatkan Untuk bangun Malam

    Ketika ingin melaksanakan ibadah sholat tahajud tentunya sebelum istirahat malam, pasang terlebih dahulu niatnya.

    Untuk dizaman sekarang bisa memakai alaram untuk membangunkan diri agar tidak terlewat waktu sholat tahajud.

    Atau sampaikan pesan kepada seseorang yang sekiranya berjaga malam atau tidak tidur untuk membangunkan pada waktu tahajud.

    Waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam yakni diantara setelah shola isya sampai sebelum subuh.

    Usahakan Setelah Bangung Kemudian Bergegas Wudhu

    Setelah dibangunkan oleh Allah SWT dari tidurnya, maka sebaiknya paksakan tubuh untuk langsung berwudhu. Agar kondisi tubuh segar karena dibasuh dengan air yangsuci lagi mensucikan.

    Terkait cara wudhu sholat tahajud sama saja dengan wudhu pada umumnya yakni diawali dengan niat dan diakhiri dengan tertib.

    Kerjakan Sholat Tahajud Ditempat Yang Tenang Dan Suci

    Ketika melaksanakan sholat tahajud upayakan ditempat yang hening tentunya harus suci terhindar dari najis yang dapat merusak sholat.

    Waktu yang sangat tepat untuk mengadu kepada Allah SWT atas segala hal yang terjadi baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

    Tempat yang suci tidak harus mewah ataupun megah dan lain sebagainya, tidak juga harus dimasjid atau mushollat.

    Bahkan sebaiknya kerjakan sholat tahajud dirumah sendiri agar barokah yang didapatkan dapat menyebar luas didalam rumah.

    Membaca Niat Sholat Tahajud

    Sholat tahajud memiliki 13 rukun sholat salah satunya adalah niat sehingga ketika melaksanakan sholat tahajud niat tersebut wajib diikutsertakan.

    Adapun bacaan niat sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya :

    Aku niat shalat sunah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.

    Bacaan niat sholat tahajud tersebut diatas boleh dibaca sebelum sholat dengan lisan boleh juga melalui hati.

    Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam melaksanakan sholat tahajud usahakan niat karena Allah harus dipasang mulai dari takbir hingga salam.

    Mengerjakan Sholat Dua Rokaat

    Setelah niat sudah terpasang dengan rapih didalam hati maka utarakanlah dengan perbuatan yakni dengan melaksanakan sholat dua rokaat.

    Adapun dua rokaat sholat tersebut meliputi :

    • Niat
    • Takbir
    • Membaca Fatihah
    • Ruku Tumakninah
    • I’tidal Tuma’ninah
    • Sujud Tumakninah
    • Lungguh Tumakninah
    • Lungguh Akhir
    • Membaca Tahiyat Akhir
    • Membaca Sholawat Nabi Muhammad
    • dan Salam.

    Boleh Melaksanakan Sholat Tahajud Lebih Dari Dua Rokaat

    Meskipun dalam bacaan niat sholat tahajud hanya dua Rokaat namun boleh melaksanakannya lebih dari dua rokaat. Misal 4 atau 8 rokaat namun dilaksanakan dengan dua rokaat salam dan seterusnya.

    Sebaiknya setelah melaksanakan sholat tahajud ditambah dengan sholat witir yang jumlahnya ganjil boleh 1 atau 3 atau 7 rokaat.

    Doa Sholat Tahajud

    Doa Sholat Tahajud

    Sesuai dengan waktunya tahajud memiliki waktu yang sangat tepat untuk berdoa dan memohon kepada Allah terkait dunia maupun akhirat.

    Maka sangat disayangkan jika melaksankaan tahajud namun tidak membaca doa setelahnya. Adapun bacaan doa tahajud secara umum yang dapat dibaca setelah melaksanakan sholat adalah sebagai berikut :

    Arab

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya :

    “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

    Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Keutamaan Melaksanakan Sholat Tahajud

    Sholat tahajud memiliki berbagai macam keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang melaksanakannya.

    Dikutip dari penjelasan Ustd Adi Hidayat “UAH” bahwa sholat tahajud memiliki keutamaan yang bisa mendatangkan kesuksesan dunia dan akhirat.

    Keutamaan Pertama

    Selanjutnya UAH mengatakan terkait keutamaan pertama bagi seseorang yang melaksanakan sholat tahajud adalah diangkat oleh Allah SWT karir dalam pekerjaannya.

    Mkasud diangkatnya karir dalam pekerjaan disini, bukanlah jabatan yang tertinggi atau melainkan jabatan yang terbaik. Kemudian UAH melanjutkan ceramahnya gambarannya yakni mendapatkan kekayaan dunia berikut aset yang sangat melimpah namun tidak dijauhi Allah.

    Keutamaan Kedua

    Kemudian UAH melanjutkan kembali penjelasan terkait keutamana sholat tahajud yang kedua yakni akan Allah bimbing hidupnya ketika melakukan aktifitas.

    Mulai dari bangun pagi hingga istirahat kembali terus Allah berikan bimbingan ruhani, jalan yang sulit tidak dirasa sulit karena ada Allah yang selalu hadir.

    Jika menemukan keruwetan dalam hidup maka tidak lama hal itu terjadi karena Allah bimbing untuk mencari jalan keluarnya dan masih banyak lagi keutamaan dalam sholat tahajud.

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat tahajud yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman terkait sholat sunah tahajud. 

  • 6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya

    Sholat adalah tiang agama bagi umat Islam sebagaimana sabda Rosulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

    “Pangkal atau pokok semua urusan adalah Islam, dan yang menjadi tiang atau penopang tegaknya Islam ialah Shalat fardhu lima waktu, sedangkan puncaknya adalaha berjuang di jalan Allah,” (Hr.Bukhari dan Muslim)

    Sedangkan didalam pelaksanaan sholat ada salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk dibaca yakni Do’a Iftitah.

    Doa Iftitah Adalah

    Doa Iftitah adalah doa yang dibaca setelah membaca takbirotul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Baik dalam kondisi sholat fardhu maupun sholat sunnah semuanya membaca doa iftitah kecuali sholat jenazah.

    Meskipun doa iftitah bukanlah hal yang wajib akan tetapi sebaiknya dibaca ketika sholat karena hal ini merupakan anjuran Rosulullah SAW.

    Sebagai ummat Rosulullah seharusnya senang mengamalkan ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan, hal ini menjadikan salah satu bukti cintanya kepada Rosulullah SAW.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Anas Ra dibawah ini :

    عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من أحب سنتى فقد أحبنى ومن أحبنى كان معى فى الجنة.

    Artinya :

    “Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”

    Ketika kita membaca doa iftitah tentunya mengikuti sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW, dan hal ini insya Allah menjadi bukti kecintaan seorang hamba dengan Allah dan Rosulnya.

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Beberapa Bacaan Doa Iftitah Yang Dapat Dibaca Ketika Sholat

    6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya
    Doa Iftitah ketika Sholat

    Agama Islam sangat menghargai perbedaan namun dalam hal ini tetap harus ada dalil yang menjadi dasar kuat untuk dipegang.

    Rosulullah SAW bersabda :

    اختلاف أمتي رحمة

    Artinya :

    “Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat.”

    Salah satu yang banyak menjadi perbincangan terkait perbedaan adalah bacaan doa iftitah. Namun kendati demikian tidak menjadi hal yang masalah karena berdanya bacaan doa iftitah sudah ada dalil yang menjadi pegangan.

    Untuk lebih jelasnya simak didalam artikel ini beberapa bacaan doa iftitah yang dapat dibaca ketika sholat.

    Doa Iftitah Arab Latin Dan Artinya

    Ketika umat islam membaca doa iftitah didalam sholat tentunya berbahasa arab, bukan bahasa indonesia atau bahasa sehari-hari lainnya.

    Namun sangat disayangkan masih banyak umat muslim yang belum diberikan kemudahan untuk membaca teks bahasa arab.

    Maka dari itu penulis disini akan merangkum bacaan doa iftitah baik teks arab, latin dan berikut artinya. Agar dapat dengan mudah dihafalkan dan mudah juga memahami arti dari doa tersebut.

    Dan perlu dipahami bahwa doa iftitah yang akan ditulis bahasa arab, latin dan artinya ini merujuk dari bacaan Doa Iftitah Nu.

    Adapun bacaan doa iftitah arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :

    Arab

    اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Latin :

    Allaahu akbar kabiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoras samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya :

    “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

    Doa Iftitah Pendek

    Doa iftitah diatas merupakan doa yang cukup panjang dibaca, biasanya yang membaca doa iftitah seperti yang diatas adalah Doa Iftitah NU.

    Jika memang sulit untuk mengahafalkannya karena mungkin terlalu panjang maka penulis disini akan menuliskan versi yang pendek.

    HR. Muslim 2/99

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih.

    Artinya :

    “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.” (HR. Muslim 2/99)

    Doa Iftitah Muhammadiyah

    Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi islam yang terbesar diindonesia, dalam segi bacaan ibadah sunnah muhammadiyah sering berbeda dengan NU.

    Terutama pada bacaan doa Iftitah akan tetapi seperti yang telah disinggung diatas bahwa perbedaan yang ada memiliki dalil sebagai landasannya.

    Adapun bacaan doa iftitah Muhammadiyah adalah seperti dibawah ini :

    HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

    Artinya :

    “Duhai Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan yang ada pada diriku sebagai halnya Dirimu sudah menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, sucikanlah kesalahan diriku sebagai halnya pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Wahai Allah, cucilah kesalahan diriku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

    Doa Iftitah NU

    Untuk bacaan doa iftitah Nu sudah dituliskan pada laman atas yakni pada pembahasan doa iftitah arab, latin dan artinya. Sebagai dalil penguatnya terkait bacaan doa iftitah Nu adalah seperti hadis yang telah diriwayatkan oleh Muslim.

    HR. Muslim 2/185 – 186

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ،

    Artinya :

    “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. (HR. Muslim 2/185 – 186)

    Doa Iftitah Subuh

    Pada dasarnya tidak ada perbedaan terkait bacaan doa iftitah antar sholat misal sholat isya dengan subuh. Semua doa iftitah boleh dibaca pada sholat apa saja yang pasti tidak dibaca ketika melaksanakan sholat jenazah.

    Sekedar menambahkan bacaan doa iftitah yang pernah Rosulullah SAW membacanya ketika sholat adalah seperti dibawah ini.

    HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112

    إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :“

    Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

    Doa Iftitah Panjang

    Selain dari beberapa bacaan doa iftitah yang telah penulis rangkum diatas, ada juga bacaan doa iftitah panjang dan pernah Rosulullah baca ketika sholat.

    Sehingga do’a iftitah dibawah ini bisa juga diamalkan ketika melaksanakan sholat dan masyhur dikalangan umat Islam.

    Adapun bacaan doa iftitah panjang dapat disimak dibawah ini :

    HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99,Muslim 2/184

    اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :

    “Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya.

    Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada engkau lah aku bertawakal. Kepada engkau lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184)

    Doa Iftitah Dibaca Setelah

    Seperti yang telah diketahui oleh kebanyakan ummat muslim bahwa do’a iftitah dibaca setelah orang yang sholat membaca takbirotul ikhrom “الله أكبر”.

    Mula-mula seorang hama yangv akan melaksanakan sholat berdiri tegak lurus dengan memasang niat bahwa ia akan melaksanakan sholat hanya karena Allag semata.

    Kemudian jika sudah berdiri tegak lurus layaknya huruf alif yang memiliki makna bahwa Allah SWT hanya ada satu.

    Maka orang yang sholat tersebut mengucapkan kalimat takbir “الله أكبر” dengan posisi tangan diangkat sejajar dengan bahu kanan dan kiri layaknya huruf lam-lam.

    Setelah tangan diangkat kemudian upayakan posisi tangan bersedekap seperti huruf Ha yang jika digabungkan.

    Antara gerakan berdiri, mengangkat tangan dan sedekap adalah berbentuk kalimat “الله“, kemudian barulah do’a iftitah dibaca dengan pelan sampai terdengar oleh telinga sendiri.

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Segala sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki keutamaan yang akan didapatkan bagi umat yang mengerjakannya.

    Begitu pula dengan bacaan do’a iftitah banyak keutamaan yang bisa didapatkan bagi yang membaca ketika sedang sholat, baik sholat sunnah maupun fardhu.

    Untuk lebih jelasnya simak beberapa keutamaan membaca do’a iftitah yang akan penulis rangkyum dalam artikel ini.

    Terbebas Dari Siksa Api Neraka

    Rosulullah SAW menyampaikan terkait orang yang ketika sholat membaca doa iftitah maka akan mendapatkan dua hal.

    HR. Tirmidzi no. 241

    Sebagaimana sabda Rosulullah SAW

    مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

    “Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) ikhlas karena Allah, akan dicatat baginya terbebas dari dua hal, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.”(HR. Tirmidzi no. 241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

    Terangkatnya Doa Yang Dipanjatkan

    Dalam kisahnya ada seorang muslim laki-laki yang sedang sholat kemudian ia membaca do’a iftitah. Dalam hal ini Rosulullah SAW memperhatikan seseorang tersebut seraya bersabda.

    Hadits riwayat Muslim No. 1385

    Artinya :

    Aku (Nabi Muhammad) melihat ada dua belas malaikat yang bersegera menuju kepadanya “yakni lelaki yang sedang sholat tersebut” mereka saling berlomba mengangkat doanya ditujukan kepada Allah SWT. (Hadits riwayat Muslim No. 1385)

    Pintu Langit Terbuka

    Keutamaan membaca doa iftitah selanjutnya adalah Allah bukakan pintu langit seluas-luasnya sehingga kemurahan rezeki akan mudah didapatkan.

    Sekilas kisahnya ada seorang sahabat yang berdoa dengan membaca do’a iftitah sehingga Rosulullah SAW takjub dengan sahabat tersebut.

    Sebab dengan doa yang ia panjatkan kemudian Allah SWT bukakan pintu-pintu langit untuk nya.

    Doa iftitah tersebut yang dibaca oleh sahabat Nabi adalah seperti dibawah ini :

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

    Artinya :

    “Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di pagi dan petang hari”

    Kisah diatas berdasarkan dalil yang jelas yakni diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rosulullah SAW bersabda.

    Artinya :

    Setelah shalat Rosulullah Saw kemudian bertanya kepada para sahabat lainnya. “Siapakah yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini? (Doa iftitah)” Ternyata Rosulullah SAW mendengar doa itu.“ “Kemudian salah seorang sahabat berkata” Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lalu Rasulullah SAW “Aku takjub dengan doa (yang kamu baca) itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya” (HR. Imam Muslim).

    Dengan Allah Semakin Dekat

    Salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca doa iftitah, bagaimana tidak. Didalam doa tersebut tersusun rapih kalimat kalimat yang memuji Allah SWT, memohon ampunan, dan berserahdiri kepada Allah.

    Sehingga ketika membaca doa tersebut dan menghayati maknanya tentu akan ada rasa sangat dekat dengan Allah SWT.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkann oleh bukhori, Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    Barang siapa yang mendekat kepada-Ku dengan cara berjalan maka Aku akan menyongsongnya dengan cara berlari kecil.” (HR Bukhari).

    Dengan membaca doa iftitah sudah jelas bahwa seorang hamba tersebut berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga Allah akan berlari mendekatkan dirinya kepada hambanya.

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang doa iftitah yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat menambah pemahaman bagi seorang muslim tentang doa iftitah. Dengan harapan bisa mengamalkan doa tersebut minimal ketika sholat.

  • Doa Hujan Lebat dan Angin Kencang Arab, Latin, Artinya

    Hujan merupakan rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk makhluknya di bumi. Akan tetapi ada kalanya hujan menimbulkan bala atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

    Maka dari itu sangat duanjurkan untuk umat muslim ketika datangnya hujan membaca doa. Agar hujan yang turun menjadi berkah, bukan membawa bencana bagi umat manusia.

    Beberapa Bacaan Doa Ketika Hujan Turun

    Ada banyak ragam bacaan doa ketika hujan turun, semuanya memiliki keutamaan masing-masing yang dapat diamalkan oleh umat muslim ketika turun hujan.

    Akan tetapi pada umumnya ketika turun hujan doa yang masyhur dibaca oleh umat muslim adalah seperti dibawah ini.

    اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

    Allahumma Shoyyiban Naafia’an.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari)

    Doa tersebut sangat masyhur dikalangan masyarakat dan tentunya sudah tidak asing lagi, yakni memohon kepda Allah agar hujan yang turun bermanfaat.

    Selain doa diatas masih banyak bacaan doa turun hujan yang dapat diamalkan simak ulasan berikut dibawah ini.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin Kencang

    Ketika turun hujan yang lebat serta diikuti angin kecang tentunya membuat rasa takut muncul, sebab khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terlebih jika di daerah tersebut memang sering mengalami kebanjiran dan lain sebagainya.

    Jika terjadi hal demikian maka sebaiknya berdoa kepada Allah SWT memininta, hujan lebat yang turun tidak membawa bencana namun membawa rahmat.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin kencang yang dapat diamalkan :

    Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, waz-zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Dan Petir

    Ketika turun hujan yang sangat lebat sehingga mengundang banyaknya petir bermunculan. Abaiknya seorang hamba berdoa memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana yang tidak diinginkan.

    Adapun terkait bacaan doa hujan lebat dan petir dapat dilihat dibawah ini :

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    “Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.”

    Artinya :

    “Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

    Insya Allah dengan doa yang dipanjatkan tersebut diatas Allah hindarkan dari bahaya petir dan bencana hujan lebat.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin

    Ketika hujan lebat turun dengan disertai angin kencang maka sangat mengkhawatirkan penduduk atau warga sekitar akan bahayanya imbas dari hujan tersebut.

    Jika terjadi hal demikian maka upayakan untuk berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari mara bahaya dari hujan lebat dan angin kencang.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin yang dapat diamalkan :

    “Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

    Artinya :

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Arab

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat arab :

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Doa Ketika Hujan Sudah Reda

    Indahnya agama islam yang mengajarkan bahwa membaca doa bukan hanya ketika datangnya hujan, melainkan setelah hujan redapun dianjurkan untuk membaca doa.

    Karena tansa rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat yang telah dilimpahkan kepada dirinya yakni hujan turun dengan kasih sayang tuhan.

    Berikut dibawah ini bacaan doa ketika hujan sudah reda :

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

    Artinya :

    “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Istimewanya Membaca Doa Hujan Lebat

    Doa Hujan Lebat Dan Petir
    Hujan lebat disertai petir

    Membaca doa ketika hujan lebat memiliki makna permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar dilindungi dari bencana yang tidak diinginkan.

    Dalam artian seorang hamba menginginkan hujan yang turun pada saat itu tidak mengundang bencana banjir, tanah longsor dan semisalnya.

    Selain itu doa hujan lebat juga mengajarkan kepada umat muslim untuk mengakui bahwa yang kuasa atas segalanya adalah Allah SWT.

    Siamak ulasan dibawah ini tentang pentingnya membaca doa ketika hujan turun :

    Sadar Akan Kuasanya Allah SWT

    Sebagai seorang hamba tentunya ketika hujan lebat turun secara tidak langsung akan mengingat kuasa Allah SWT. Dia lah yang kuasa untuk mengendalikan turunnya hujan dan Dia pula yang kuasa untuk menjadikan hujan sebagai rahmat atau bencana.

    Sehingga sudah sepatutnya seorang hamba berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa rahmat bukan yang sebaliknya.

    Sebagai penguat akan kuasa Allah SWT yang mengatur turunnya hujan ke bumi ini simak dlam Al-Qur’an surat Al-A’raf : 57.

    Allah SWT berfirman :

    وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Wa huwal-lażī yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), ḥattā iżā aqallat saḥāban ṡiqālan suqnāhu libaladim mayyitin fa anzalnā bihil-mā’a fa akhrajnā bihī min kulliṡ-ṡamarāt(i), każālika nukhrijul-mautā la‘allakum tażakkarūn(a).

    Artinya :

    Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat. (Al-A’raf : 57)

    Bersyukur Atas Nikmat Hujan

    Pada dasarnya hujan yang diturunkan Allah SWT adalah rahmat yang menjadikan sebuah nikmat bagi hamba yang bersyukur.

    Sehingga rasa syukur atas nikmat tersebut sangat tepat jika diungkapkan dalam sebuah doa, untuk memuliakan nikmat yang diturunkan Allah SWT.

    Memohon Ampunan Dan Rahmat Allah SWT

    Pada saat hujan turun maka dianjurkan untuk membaca doa agar ditetapkan rahmat serta diampuni atas segala doa seorang hamba.

    Sehingga keberkahan yang Allah SWT turunkan selalu mengikuti setiap langkah seorang hamba yang kerap membaca doa trun hujan.

    Bahkan perlu dipahami juga salah satu waktu yang mustajab membaca doa adalah ketika hujan turun. Maka dari itu tepat sekali jika dimanfaatkan untuk berdoa meminta ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.

    Siamak firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun : 18.

    وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ

    Wa anzalnā minas-samā’i mā’am biqadarin fa askannāhu fil-arḍ(i), wa innā ‘alā żahābim bihī laqādirūn(a).

    Artinya :

    Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya. (Q.S. Al-Mukminun : 18)

    Memohon Dijauhkan Dari Bencana Alam

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan turun adalah bisa dijadikan sarana untuk berlindung dari bencana atau malapetaka.

    Karena sebagai manusia tidak ada yang tahu kapan datangnya bencana hebat dari Allah SWT yang sampaikan melalui mahluk tuhan bernama hujan.

    Memberikan Pelajaran Tentang Sbar Dan Tawakal

    Hujan yang lebat terkadang menjadikan seseorang panik, tidak nyaman tidak sabar dan lain sebagainya. Disebabkan mungkin terhalang oleh hujan ketika ia akan melakukan sesuatu.

    Tentunya hal ini dapat menyita waktu, yang seharusnya dapat datang atau hadir tepat waktu, namun gagal karena hujan.

    Nah disinilah kesempatan umat muslim membaca doa ketika hujan turun, sehingga dapat menumbuhkan rasa sabar dan tawakal akan kehendak Allah SWT.

    Terlebih ketika hujan yang turun membawa bencana, tentu rasa kesal dan lain sebagainya bercampur menjadi satu.

    Akan tetapi tidak bagi seorang hamba yang ditolong Allah memalu doa-Nya, insya Allah diberi kesabaran dan tawakal dalam menghadapinya.

    Mendapatkan Ampunan Dan Pahala

    Sebagai seorang hamba tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan yang kerap kali hadir dan menumbuhkan titik-titik hitam didalam dada.

    Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT. Sedangkan waktu yang tepat untuk berdoa memohon ampunan ialah ketika hujan turun.

    Selain Allah SWT mengampuni seorang hamba yang membaca doa ketika turn hujan. Allah juga memberikan pahala bagi hamba tersebut karena mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Semakin Dekat Dengan Allah

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan adalah semakin dekatnya dia kepada Allah SWT.

    Doa adalah perintah Allah sehingga Allah suka dan dekat dengan hambanya yang kerap kali membaca doa.

    Selain itu dengan membaca doa sebagai hamba akan terus merasa bahwa dirinya lemah, yang kuat atas segalanya hanyalah Allah.

    Sehingga seorang hamba tersebut akan mengandalkan Allah dalam tiap langkah dan selalu berzikir mengngat akan kuasa Allah.

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat
    Berdoa

    Sebagaimana doa yang dipanjatkan pada umumnya, yakni memiliki adab bagi seseorang yang memanjatkannya. Hal ini agar terlihat antara seorang hamba dengan tuhan yang maha mengabulkan doa.

    Berikut dibawah ini beberapa adab yang perlu diketahui oleh seorang hamba dalam membaca doa ketika hujan turun lebat :

    Harus Yakin Doa Tersebut Dikabulkan

    Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah SWT untuk terkabulnya hajat dan keinginan. Jadi jangan sampai didalam hati ketika berdoa ada rasa tidak percaya akan dikabulkan doa tersebut.

    Padahal janji Allah SWT akan mengabulkan semua doa para hambanya, akan tetapi ada kalanya doa tersebut lama dikabulkan ada juga yang cepat. Allah SWT maha segalanya dan kehendak Dia akan mengabulkan cepat atau tidaknya.

    Merendahkan Diri Sadar Sebagai Hamba Yang Lemah

    Ketika berdoa saat hujan turun lebat seorang hamba harus menyadari bahwa dirinya adalah lemah, sedangkan yang kuasa adalah Allah SWT. Sehingga dengan hal ini akan menjadi nilai adab yang tinggi bagi seorang hamba yang sedang berdoa.

    Insya Allah jika terjalin hal demikian doa seorang hamba tersebut mudah dikabulkan, karena ia sangat yakin lemah dan tak berdaya jika tanpa bantuan dari Allah SWT.

    Tidak Mencela Jika Doa Belum Dikabulkan

    Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah pasti akan dikabulkan, akan tetapi perlu dilihat juga beberapa syarat yang harus dipenuhi.

    Bisa jadi doa yang tidak kunjung dikabulkan ada kesalahan yang menjadi tertutupnya doa tersebut untuk sampai kepada Allah.