Tag: Doa

  • Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Arti, Tulisan Arab yang Benar

    Assalamualaikum (السلام عليكم) adalah salam dalam bahasa Arab yang digunakan oleh umat Islam untuk menyapa dan memberikan salam kepada sesama Muslim. Secara harfiah, salam ini dapat diterjemahkan sebagai “Semoga kedamaian menyertaimu” atau “Kedamaian sejahtera tercurah padamu”.

    Arti dari salam “Assalamualaikum” mencerminkan keinginan dan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi orang yang disalaminya. Ini adalah ungkapan kebaikan, persaudaraan, dan keakraban dalam Islam. Ketika seseorang mengucapkan “Assalamualaikum,” mereka berharap agar semua bentuk keburukan, konflik, dan kesulitan dihindari oleh orang yang mereka sapa.

    Hukum mengucapkan salam “Assalamualaikum” dalam Islam adalah sunnah. Sunnah adalah tindakan atau perkataan yang dianjurkan dan dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai contoh yang baik bagi umat Islam. Ucapan salam ini adalah salah satu sunnah yang diajarkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dan dianjurkan agar umat Islam mengamalkannya.

    Mengucapkan “Assalamualaikum” memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Beberapa keutamaannya antara lain:

    1. Mendapat Pahala: Mengucapkan salam “Assalamualaikum” kepada orang lain dianggap sebagai amal saleh yang akan mendatangkan pahala dari Allah SWT.
    2. Membangun Persaudaraan: Salam ini memperkuat hubungan dan persaudaraan antara Muslim. Ia menciptakan rasa kebersamaan, penghargaan, dan saling menghormati di antara sesama umat Islam.
    3. Mendapatkan Keberkahan: Mengucapkan salam ini dianggap sebagai permohonan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dengan saling menyapa dengan salam ini, umat Muslim diharapkan akan diberkahi dalam segala aspek kehidupan mereka.

    Mengucapkan salam “Assalamualaikum” bisa dilakukan dalam berbagai situasi, termasuk saat bertemu langsung dengan seseorang, saat memasuki tempat umum atau tempat ibadah, saat memulai atau mengakhiri percakapan melalui pesan teks atau telepon, dan dalam situasi-situasi sosial lainnya.

    Dalam Islam, ada juga salam balasan yang umumnya digunakan sebagai tanggapan terhadap salam “Assalamualaikum”. Salam balasan ini adalah “Waalaikumsalam” (وعليكم السلام), yang berarti “Dan semoga kedamaian juga tercurah padamu”. Hal ini menunjukkan saling menghormati dan saling membalas salam antara dua orang atau lebih.

    Arti Assalamualaikum

    Anjuran mengucapkan salam tertuang dalam Surat An-Nur ayat 27. Sebagaimana Allah berfirman:

    ـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَدۡخُلُوۡا بُيُوۡتًا غَيۡرَ بُيُوۡتِكُمۡ حَتّٰى تَسۡتَاۡنِسُوۡا وَتُسَلِّمُوۡا عَلٰٓى اَهۡلِهَا ‌ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ

    Artinya:

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

    Salam tersebut diucapkan dengan kalimat Assalamu’alaikum. Frasa lengkapnya adalah ʾas-salāmu ʿalaykum wa-raḥmatu -llāhi wa-barakātuhū (ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ). Salam ini juga termasuk dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.

    Tak hanya umat Islam, salam tersebut digunakan oleh kultur Kristen di Timur Tengah yang memiliki arti kedamaian dan kesejahteraan, bagi mereka yang mengucapkan dan menerima salam tersebut. Salam ini sendiri sama dengan salam shalom Aleichem dalam bahasa Ibrani.

    Baca Juga : Kun Fayakun Artinya Lengkap dengan Tulisan Arab

    Penulisan Assalamualaikum

    Terdapat tiga jenis salam yang bisa diucapkan oleh seorang Muslim sebagai ungkapan sapa dan doa. Ketiganya dibahas Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar. Berikut penulisan Assalamualaikum dalam bahasa Arab dan Latin yang benar:

    Salam Pertama

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ 

    Penulisan latin: Assalamu’alaikum

    Artinya: Semoga Keselamatan terlimpah untukmu.

    Salam Kedua

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Penulisan latin: Assalamu’alaikum Warahmatullah

    Artinya: Semoga Allah Melimpahkan Keselamatan dan Rahmat-Nya untukmu

    Salam Ketiga

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Penulisan latin: Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Artinya: Semoga Allah Melimpahkan keselamatan, Rahmat dan Keberkahan untukmu.

    Mengucapkan salam tidak hanya sebatas pada orang yang kenal saja, namun dianjurkan untuk diucapkan kepada orang yang tidak kita kenal juga. Hal tersebut termaktub dalam hadist dari Abdullah bin Amr, bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi Muhammas SAW:

    “Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari).

    Hukum Mengucapkan Salam

    Penting untuk diketahui bahwa hukum mengucapkan salam dalam Islam adalah sunah dan menjawabnya adalah wajib. Hasan Al-Basri berkata “Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban”.

    Dalam menjawab salam, sebaiknya lebih lengkap dari pemberi salam, sebagaimana terdapat dalam Al-Quran:

    وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

    Artinya:

    “Apabila kamu diberi penghormatan/salam dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS.An-Nisa’: 86)

    Adap Mengucapkan Assalamualaikum

    Terdapat tiga hadist yang digunakan sebagai adap mengucapkan salam dalam Islam, yaitu:

    1. Adab tentang siapa yang harusnya mengucapkan salam

    Dari Abu Huraurah radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, Muslim).

    2. Adab tentang bagaimana mengucapkan salam saat dalam satu kelompok/ rombongan

    Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Cukup jika berjamaah (berada dalam kelompok) jika lewat, maka salah seorang dari mereka mengucapkan salam. Cukup jika berjamaah (berada dalam kelompok) jika ada yang mengucapkan salam, maka salah seorang dari jamaah tersebut yang membalas salamnya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).

    3. Hadist Ketiga tentang adab salam terhadap Non-Muslim yang berbunyi:

    Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka persempitlah jalan mereka.” (HR. Muslim) (HR. Muslim).

    Hadist lain yang menyinggung masalah adab salam terhadap Non-Muslim adalah:

    “Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan ‘wa’alaikum’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa Anas bin Malik berkata,

    “Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengucapkan ‘as-saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan. Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari).

  • Doa Hujan Allahumma Shoyyiban Nafi’an Lengkap Arab dan Arti

    Berikut adalah tulisan arab, latin, beserta artinya doa ketika turun hujan Allahumma Shoyyiban Nafi’an.

    Dalam hadits Imam Bukhari dijelaskan, doa Allahumma Shoyyiban Nafi’an adalah doa Nabi Muhammad saw ketika turun hujan.

    Doa Allahumma Shoyyiban Nafi’an biasa dibaca oleh orang muslim sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt berupa air yang bersih.

    Selain bersih, Hujan yang turun ke bumi merupakan sebuah rahmat dari Allah Swt. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Asy-Syura ayat 28.

    “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji”.

    Kita dianjurkan untuk membaca doa ketika turun hujan karena salah satu waktu dimana doa dikabulkan.

    Sebagaimana hadits Nabi Muhammad yang Artinya, “Dua doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan”. (HR. Imam Hakim & Ath-Thabrani).

    Baca Juga : Doa Hujan Lebat dan Angin Kencang Arab, Latin, Artinya

    Berikut tulisan doa Allahumma Shoyyiban Nafi’an doa ketika turun hujan Arab, Latin, dan artinya:

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻴِّﺒًﺎ ﻧَﺎﻓِﻌًﺎ.

    Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya, “Ya Allah, (Jadikan hujan ini) hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari).

    Selain doa Allahumma shoyyiban nafi’an ada juga doa – doa lainnya ketika turun hujan.

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Allahumma shoyyiban haniyya wa sayyiban nafi’a.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat”.

    Demikian lafadz arab, latin dan arti doa Allahumma shoyyiban nafi’an dibaca ketika turun hujan.

  • Kun Fayakun Artinya Lengkap dengan Tulisan Arab

    Kun Fayakun (bahasa Arab: كُنْ فَيَكُونُ) adalah sebuah ungkapan dan kalimat yang disebutkan di beberapa ayat Alquran. Namun secara spesifik dijabarkan pada surat Yasin ke 36, ayat 82.

    Arti Kun Fayakun Pada Surat Yasin

    “Kun fayakun” adalah sebuah frase dalam bahasa Arab yang berasal dari Al-Quran. Frase ini ditemukan dalam Surah Yasin, Surah ke-36, ayat 82, di mana Allah berfirman:

    “إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Sesungguhnya jika Allah menghendaki sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    Jadi, “Kun fayakun” secara harfiah berarti “Jadilah, maka terjadilah”. Ungkapan ini mencerminkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa untuk menciptakan sesuatu hanya dengan kehendak-Nya. Ketika Allah menginginkan sesuatu terjadi, Dia hanya mengatakan “Jadilah” dan itu terjadi tanpa kesulitan.

    Sebagai doa, “Kun fayakun” menjadi ungkapan dari keyakinan dan harapan seseorang kepada Allah untuk memenuhi keinginan atau memperbaiki keadaan. Dalam konteks doa, “Kun fayakun” menggambarkan kepercayaan akan kekuasaan absolut Allah untuk mengubah dan menciptakan apa pun yang Dia kehendaki. Orang-orang menggunakan ungkapan ini dalam doa mereka sebagai penegasan keyakinan bahwa Allah memiliki kuasa untuk memenuhi permohonan mereka dan mengubah segala sesuatu.

    Baca Juga : Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya

    Kun Fayakun Pada Ayat Alquran

    Berikut ini adalah surat-surat lain dalam Al-Quran yang mengandung ayat-ayat yang berbicara tentang kekuasaan Allah dalam menciptakan dengan firman-Nya:

    1. Surah Al-Baqarah (Surah ke-2), Ayat 117:

    “بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Dan apabila Dia berkehendak untuk sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    2. Surah Ali Imran (Surah ke-3), Ayat 47:

    “قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّـهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mendapatkan seorang anak, padahal tidak ada manusia yang menyentuhku?’ Allah berfirman, ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Dia telah menentukan sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.’”

    3. Surah Al ‘Imran (Surah ke-3), Ayat 59:

    “إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّـهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ”

    Artinya: “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah itu seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    4. Surah Maryam (Surah ke-19), Ayat 35:

    “مَا كَانَ لِلَّـهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ”

    Artinya: “Allah tidaklah mempunyai anak, Mahasuci Allah. Apabila Dia berkehendak untuk sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    5. Surah Al-An’am (Surah ke-6), Ayat 73:

    “وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ”

    Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya. Dan (ingatlah) pada hari Dia berfirman, ‘Jadilah!’ maka jadilah. Lalu firman-Nya: ‘Kun fayakun’. Dan kepunyaan-Nya-lah kerajaan pada hari ditiupnya sangkakala. Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata; dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengenal.”

    Baca Juga: Pengertian dan Makna “Masyaallah Tabarakallah” dalam Kehidupan Sehari-hari

    Inilah beberapa surat dalam Al-Quran yang mengandung ayat-ayat yang menekankan kekuasaan Allah dalam menciptakan dengan firman-Nya.

  • Keindahan 99 Asmaul Husna dan Artinya Yang Menginspirasi

    Asmaul Husna adalah kumpulan 99 nama atau sifat yang agung dari Allah dalam ajaran Islam. Setiap nama ini bukan hanya sekadar sebutan, tetapi juga merepresentasikan keagungan, kekuasaan, dan kasih sayang Allah. Asmaul Husna adalah cerminan dari sifat-sifat Allah yang sempurna dan merupakan sumber inspirasi serta petunjuk bagi umat Muslim untuk lebih memahami dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Bukhari dan Muslim:

    إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

    “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menghafalnya (memahaminya), maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 2736, 7392; Muslim no. 6989)

    Allah SWT juga berfirman:
    اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

    Artinya:
    “Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dia memiliki nama-nama yang indah (al-Asma’ul Husna).” (QS. Thaha [20:8])

    Pentingnya Memahami dan Mengamalkan Asmaul Husna

    Mengenal dan memahami makna dari Asmaul Husna memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap nama atau sifat Allah dalam Asmaul Husna membawa pesan mendalam tentang keesaan dan kemuliaan Allah. Dengan memahami Asmaul Husna, umat Muslim dapat lebih mendalami keimanannya dan merasakan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Misalnya, mengetahui bahwa Allah adalah Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang) dapat menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik dan penuh kasih terhadap sesama.

    Mengamalkan Asmaul Husna dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Mengamalkan Asmaul Husna tidak hanya sebatas melafalkan nama-nama Allah, tetapi juga menginternalisasi sifat-sifat tersebut dalam perilaku kita sehari-hari. Beberapa cara praktis untuk mengamalkan Asmaul Husna adalah:

    1. Menghafal dan Memahami: Menghafal 99 nama Allah dan merenungkan maknanya dapat memperdalam iman dan mendekatkan diri kepada Allah.
    2. Menerapkannya dalam Doa dan Dzikir: Mengucapkan Asmaul Husna dalam doa atau dzikir dapat meningkatkan kedekatan spiritual dengan Allah.
    3. Mencerminkan dalam Tindakan: Contohnya, dengan meniru sifat Al-Ghafur (Maha Pengampun), kita bisa lebih pemaaf terhadap kesalahan orang lain, atau dengan meneladani Al-Adl (Maha Adil), kita bisa berusaha lebih adil dalam kehidupan sehari-hari.

    Baca Juga: Pengertian dan Makna “Masyaallah Tabarakallah” dalam Kehidupan Sehari-hari

    Manfaat Spiritual dari Asmaul Husna

    Mengamalkan Asmaul Husna memberikan banyak manfaat rohani dan spiritual, antara lain:

    • Ketenangan Batin: Merenungkan nama-nama Allah dapat memberikan ketenangan hati dan menjauhkan kita dari kecemasan.
    • Penghiburan dalam Kesulitan: Menyadari bahwa Allah adalah Al-Wahhab (Maha Pemberi Karunia) dan Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dapat menjadi penghibur di saat kita menghadapi tantangan hidup.
    • Penguatan Iman: Dengan mengingat sifat-sifat Allah, iman kita akan semakin kokoh dan rasa cinta kepada Allah akan semakin mendalam.

    Daftar 99 Asmaul Husna

    Daftar 99 Asmaul Husna arab latin
    Kaligrafi Asmaul Husna

    Berikut adalah 99 nama Asmaul Husna, yang terdiri dari versi Latin, Arab, dan artinya:

    1. Ar-Rahman: الرحمن – Maha Pengasih
    2. Ar-Rahim: الرحيم – Maha Penyayang
    3. Al-Malik: الملك – Maha Merajai
    4. Al-Quddus: القدوس – Maha Suci
    5. As-Salam: السلام – Maha Memberi Kesejahteraan
    6. Al-Mu’min: المؤمن – Maha Memberi Keamanan
    7. Al-Muhaymin: المهيمن – Maha Pengawas
    8. Al-‘Aziz: العزيز – Maha Perkasa
    9. Al-Jabbar: الجبار – Maha Memperbaiki
    10. Al-Mutakabbir: المتكبر – Maha Megah
    11. Al-Khaliq: الخالق – Maha Pencipta
    12. Al-Bari’: البارئ – Maha Melepaskan
    13. Al-Musawwir: المصور – Maha Membentuk Rupa
    14. Al-Ghaffar: الغفار – Maha Pengampun
    15. Al-Qahhar: القهار – Maha Memaksa
    16. Al-Wahhab: الوهاب – Maha Pemberi Karunia
    17. Ar-Razzaq: الرزاق – Maha Pemberi Rezeki
    18. Al-Fattah: الفتاح – Maha Pembuka
    19. Al-‘Alim: العليم – Maha Mengetahui
    20. Al-Qabid: القابض – Maha Menyempitkan
    21. Al-Basit: الباسط – Maha Melapangkan
    22. Al-Khafid: الخافض – Maha Merendahkan
    23. Ar-Rafi’: الرافع – Maha Meninggikan
    24. Al-Mu’izz: المعز – Maha Memuliakan
    25. Al-Mudzill: المذل – Maha Menghinakan
    26. As-Sami’: السميع – Maha Mendengar
    27. Al-Basir: البصير – Maha Melihat
    28. Al-Hakam: الحكم – Maha Menentukan
    29. Al-‘Adl: العدل – Maha Adil
    30. Al-Latif: اللطيف – Maha Lembut
    31. Al-Khabir: الخبير – Maha Mengenal
    32. Al-Halim: الحليم – Maha Penyantun
    33. Al-‘Azim: العظيم – Maha Agung
    34. Al-Ghafur: الغفور – Maha Pengampun
    35. Asy-Syakur: الشكور – Maha Pembalas Budi
    36. Al-‘Aliyy: العلي – Maha Tinggi
    37. Al-Kabir: الكبير – Maha Besar
    38. Al-Hafiz: الحفيظ – Maha Memelihara
    39. Al-Muqit: المقيت – Maha Pemberi Kecukupan
    40. Al-Hasib: الحسيب – Maha Membuat Perhitungan
    41. Al-Jalil: الجليل – Maha Mulia
    42. Al-Karim: الكريم – Maha Pemurah
    43. Ar-Raqib: الرقيب – Maha Mengawasi
    44. Al-Mujib: المجيب – Maha Mengabulkan
    45. Al-Wasi’: الواسع – Maha Luas
    46. Al-Hakim: الحكيم – Maha Bijaksana
    47. Al-Wadud: الودود – Maha Mengasihi
    48. Al-Majid: المجيد – Maha Mulia
    49. Al-Ba’ith: الباعث – Maha Membangkitkan
    50. Asy-Syahid: الشهيد – Maha Menyaksikan
    51. Al-Haqq: الحق – Maha Benar
    52. Al-Wakil: الوكيل – Maha Memelihara
    53. Al-Qawiyy: القوي – Maha Kuat
    54. Al-Matin: المتين – Maha Kokoh
    55. Al-Waliyy: الولي – Maha Melindungi
    56. Al-Hamid: الحميد – Maha Terpuji
    57. Al-Muhsi: المحصي – Maha Menghitung
    58. Al-Mubdi: المبدئ – Maha Memulai
    59. Al-Mu’id: المعيد – Maha Mengembalikan Kehidupan
    60. Al-Muhyi: المحيي – Maha Menghidupkan
    61. Al-Mumit: المميت – Maha Mematikan
    62. Al-Hayy: الحي – Maha Hidup
    63. Al-Qayyum: القيوم – Maha Berdiri Sendiri
    64. Al-Wajid: الواجد – Maha Menemukan
    65. Al-Majid: الماجد – Maha Mulia
    66. Al-Wahid: الواحد – Maha Tunggal
    67. Al-Ahad: الاحد – Maha Esa
    68. As-Samad: الصمد – Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
    69. Al-Qadir: القادر – Maha Berkuasa
    70. Al-Muqtadir: المقتدر – Maha Berkuasa
    71. Al-Muqaddim: المقدم – Maha Mendahulukan
    72. Al-Mu’akhkhir: المؤخر – Maha Menunda
    73. Al-Awwal: الأول – Maha Awal
    74. Al-Akhir: الآخر – Maha Akhir
    75. Az-Zahir: الظاهر – Maha Nyata
    76. Al-Batin: الباطن – Maha Ghaib
    77. Al-Wali: الوالي – Maha Memerintah
    78. Al-Muta’ali: المتعالي – Maha Tinggi
    79. Al-Barr: البر – Maha Penderma (Penuh Kebaikan)
    80. At-Tawwab: التواب – Maha Penerima Tobat
    81. Al-Muntaqim: المنتقم – Maha Pembalas Dendam
    82. Al-‘Afuww: العفو – Maha Pemaaf
    83. Ar-Ra’uf: الرؤوف – Maha Pengasih
    84. Malikul-Mulk: مالك الملك – Pemilik Kerajaan (Segala Kekuasaan)
    85. Dzul-Jalal Wal-Ikram: ذو الجلال والإكرام – Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
    86. Al-Muqsit: المقسط – Maha Pemberi Keadilan
    87. Al-Jami’: الجامع – Maha Mengumpulkan
    88. Al-Ghaniyy: الغني – Maha Kaya
    89. Al-Mughni: المغني – Maha Pemberi Kekayaan
    90. Al-Mani’: المانع – Maha Mencegah
    91. Ad-Darr: الضار – Maha Penyebab Kesusahan
    92. An-Nafi’: النافع – Maha Memberi Manfaat
    93. An-Nur: النور – Maha Penerang
    94. Al-Hadi: الهادي – Maha Pemberi Petunjuk
    95. Al-Badi: البديع – Maha Pencipta yang Maha Luar Biasa
    96. Al-Baqi: الباقي – Maha Kekal
    97. Al-Warith: الوارث – Maha Pewaris
    98. Ar-Rasyid: الرشيد – Maha Pandai
    99. As-Sabur: الصبور – Maha Sabar

    Mempelajari dan mengamalkan Asmaul Husna adalah bagian integral dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Nama-nama yang mulia ini tidak hanya memberikan wawasan tentang sifat-sifat Allah, tetapi juga menjadi panduan dalam membentuk karakter yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah. Mengamalkan Asmaul Husna bisa membawa ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidup kita di dunia dan akhirat.

    Baca Juga: Keutamaan dan Manfaat Sholawat Nabi: Pujian Mulia untuk Rasulullah SAW

    Catatan Penutup

    Artikel ini disusun berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipercaya, seperti Al-Qur’an, Hadis, dan literatur Islam lainnya. Semoga pengetahuan tentang Asmaul Husna ini memperkaya iman Anda dan memberi inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  • Pengertian dan Makna “Masyaallah Tabarakallah” dalam Kehidupan Sehari-hari

    “Masyaallah Tabarakallah” adalah frasa yang sering diucapkan oleh umat Muslim untuk mengekspresikan kekaguman dan memuji kebesaran Allah SWT. Kedua ungkapan ini sarat dengan makna spiritual yang mendalam, mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan pentingnya bersyukur atas segala nikmat-Nya.

    1. Makna “Masyaallah” dan “Tabarakallah”

    • Masyaallah: Berarti “Allah telah berkehendak”. Ungkapan ini mencerminkan pengakuan atas kehendak dan rencana Allah yang sempurna dalam setiap aspek kehidupan kita.
    • Tabarakallah: Berarti “Allah Maha Mulia”. Dengan mengucapkan frasa ini, kita memuji kemuliaan dan kebesaran Allah SWT.

    Kedua frasa ini seringkali digabungkan menjadi satu kalimat, khususnya saat seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang mengesankan, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah.

    Baca Juga: Beberapa Doa Setelah Sholat Yang Dapat Dipanjatkan

    2. Penulisan Arab “Masyaallah” dan “Tabarakallah”

    • Masyaallah: ما شاء الله
    • Tabarakallah: تبارك الله

    Frasa ini umum digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti ketika melihat sesuatu yang indah, mendengar kabar baik, atau saat menyaksikan pencapaian orang lain.

    3. Menjawab Ucapan “Masyaallah Tabarakallah”

    Jika Anda menerima ucapan “Masyaallah Tabarakallah”, balasan yang sesuai adalah mengucapkan Amin dan berterima kasih. Selain itu, Anda juga bisa mendoakan orang yang mengucapkan, karena “Tabarakallah” mengandung doa kebaikan.

    Contoh: “Masyaallah Tabarakallah. Kamu benar-benar berbakat!” “Amin. Terima kasih, semuanya berkat Allah SWT.”

    Baca Juga: Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

    4. Ungkapan Lain: “Masyaallah La Quwwata Illaa Billah”

    Selain “Masyaallah Tabarakallah”, ada juga frasa “Masyaallah La quwwata illa billah” yang sering digunakan untuk mengakui bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah dan hanya dengan kekuatan-Nya segala sesuatu bisa terjadi.

    • Makna: “Allah telah berkehendak, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.
    • Penulisan Arab: ما شاء الله لا قوة إلا بالله

    Ungkapan ini menekankan pentingnya berserah diri kepada Allah dan menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan, dan hanya dengan bantuan Allah kita bisa menghadapi berbagai tantangan hidup.

  • Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

    Doa selamat dalam menjalani kehidupan tentunya sangat banyak sekali ujian dan cobaan yang kerap kali ditemukan. Sesuai dengan seorang pujangga yang mengatakan bahwa “Tak semuanya jalan yang lurus itu mulus”.

    Dari syair tersebut diatas sudah jelas hidup didunia ini tidak ada kisahnya perjalanan yang dilalui akan selalu indah pasti ada ketidak indahan di sisi lainnya.

    Karena pada dasarnya Allah SWT menciptakan mahluknya berpasang pasangan ada baik ada juga buruk, ada laki-laki ada perempuan dan seterusnya.

    Baca Juga: Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

    Bahkan mengenai perjalanan hidup seseorang ketika ada kesulitan jika disyukuri dan dinikmati serta dijalani insya Allah. Dia sang pemberi hidup akan memberikan kemudahan untuk seseorang tersebut.

    Beberapa Bacaan Doa Selamat Yang Dapat Dijadikan Amalan

    Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin & Artinya
    Doa Keselamatan

    Meskipun dalam perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari masalah namun kebanyakan yang diinginkan pada umumnya adalah terlepas atau selamat dari masalah.

    Pada akhirnya banyak orang yang tidak mempu menghadapi masalah kemudian mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dan lain sebagainya.

    Padahal hal ini sangat tidak diridhoi Allah SWT, bukanlah jalan yang baik menurut agama melainkan jalan yang sesat karena ia sudah putus asa.

    Masalah yang belum terjadi tentunya masih misteri yang tidak diketahui oleh manusia, kecuali yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT.

    Agar terhindar dari masalah atau ketika mendapat masalah dimudahkan oleh Allah untuk menyelesaikannya. Maka sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah dengan membaca doa selamat.

    Berikut dibawah ini beberapa bacaan doa selamat yang dapat diamalkan.

    Doa Selamat Lengkap

    Jika kerap kali mendapatkan masalah agar masalahnya mudah dirampungkan maka ada baiknya memohon kepada Allah SWT dengan memanjatkan doa selamat.

    Berikut simak doa selamat lengkap dibawah ini :

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indah hisab.

    Artinya

    Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).

    Bacaan doa selamat lengkap diatas bisa diamalkan setelah sholat lima waktu atau setelah mendapatkan masalah agar dimudahkan cara penyelesaiannya.

    Doa Selamat Ulang Tahun

    Memiliki umur yang panjang adalah anugrah terlebih jika bertambahnya jumlah umur tersebut di syukuri insya Allah akan berkah.

    Salah satu cara mensyukuri nikmat bertambahnya jumlah umur adalah dengan berdoa kepada Allah SWT dan dibarengi dengan kegiatan yang bernilaikan ibadah.

    Disisi lain umur juga masih misteri hari ini masih bernafas belum tentu besok dan seterusnya.

    Maka salah satu kesempatan yang tepat untuk meminta keselamatan umur adalah pada saat ulang tahun, hal ini sering disebut dengan ucapan doa ulang tahun.

    Adapun bacaan doa selamat ulang tahun dapat dilihat dibawah ini :

    Doa Selamat Ulang Tahun Pertama

    مَبْرُوْكْ اَلْفَ مَبَرُوْكْ عَلَيْكَ مَبْرُوْك مَبْرُوْكْ اَلْفَ مَبَرُوْكْ يَوْمِيْلَادِكْ مَبْرُوْك

    Mabruk Alfa Mabruk, `alaika Mabruk, Mabruk Alfa Mabruk, yaumiladik Mabruk

    Artinya :

    Semoga engkau diberkahi dengan ribuan berkah, Semoga engkau diberkahi ribuan berkah dihari kelahiranmu

    Doa Selamat Ulang Tahun Kedua

    اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allaahumma thowwil ‘umuuronaa, wa shohhih ajsaadanaa, wa nawwir quluubanaa, wa sabbit iimaananaa wa ahsin a’maalanaa, wa wassi’ arzaqonaa, wa ilal khoiri qorribnaa wa ‘anisy-syarri ab’idnaa, waqdhi khawaa-ijanaa fiddiini waddunyaa wal aakhirati innaka ‘alaa kulli syai-in qodiirun.

    Artinya

    “Ya Allah panjangkan umur kami, sehatkan jasad kami, terangi hati kami, tetapkan iman kami, baikkan amalan kami, luaskan rezeki kami. Dekatkan kami pada kebaikan dan jauhkan kami dari keburukan, kabulkan semua kebutuhan kami dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau (Allah) Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Selamat Dan Artinya

    Semua orang ketika ditanya ingin selamat atau celaka, tentu akan menjawab ingin selamat. Tidak ada yang menginginkan celaka dalam kehidupan ini baik selagi didunia bahkan hingga akhirat.

    Sebenarnya alasannya sangat simpel sekali ketika ingin selamat baik maka ikuti saja peraturan yang sudah ada selain itu usahakan jangan bohong.

    Selain ikhtiar seperti diatas maka sebaiknya memohon pertolongan kepada Allah SWT agar hidup ini dijaga keselamatannya oleh Allah SWT.

    Simak berikut dibawah ini bacaan doa selamat dan artinya :

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir-rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Artinya :

    “ Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya, Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan.”

    Doa Selamat Latin

    Tidak ada kepastian dalam menjalani kehidupan bahwa hasil akhirnya akan baik ataukah buruk, akan selamat ataukah celaka.

    Yang mengetahui semuanya itu adalah sanga pencipta manusia itu sendiri yakni Allah SWT. Dia lah yang memiliki sifat “Ilmun” yang maha mengetahui dan tidak ada yang bisa ditutup tutupi atas penglihatan Allah SWT.

    Maka dari itu sangat pantas jika manusia wajib memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT untuk memberikan keselamatan bagi makhluknya.

    Adapun salah satu bacaan doa selamat latin dapat dilihat dibawah ini :

    Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata daarossalam, tabarokta robbana wa ta’aalayta, yaa dzal jalaali wal ikram.

    Artinya :

    ” Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan, dari-Mu kesejahteraan itu, kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu, Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Setiap umat manusia tentunya memiliki impian keselamatan baik dunia maupun akhirat, bukan hanya umat muslim melainkan agama-agam lainpun mengajarkan hal demikian.

    Sedangkan bagi seorang muslim ketika dirinya ingin selamat dunia dan akhirat jalannya adalah mengikuti apa yang Allah perintah dan menjauhi apa yang dilarangnya.

    Sebagaimana Rosulullah SAW telah menyampaikan dalam sebuah hadis :

    HR at-Tirmidzi, Ahmad

    عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الهِs قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ الهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ يَخْطُبُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا كِتَابَ الهِى وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي

    Artinya :

    Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata : “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada hari Arafah di dalam haji beliau, yang beliau di atas ontanya yang bernama Al-Qashwa, beliau sedang berkhutbah.

    Aku mendengar beliau bersabda : “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu sesuatu. Jika kamu memeganginya niscaya kamu tidak akan sesat: Kitabullah dan ‘itrah-ku (keturunanku/sanak keluargaku), ahli bait-ku. (HR at-Tirmidzi, Ahmad dalam Al-Musnad).

    Doa Selamat Perjalanan

    Salah satu aktifitas manusia adalah bepergian, baik jauh maupun dekat, menggunakan kendaraan maupun jalan kaki hal ini tidak dapat dihindarkan.

    Ketika akan melaksanakan tugas yang jauh atau akan bersilaturahmi jauh tantu menggunakan kendaraan.

    Perlu dipahami bahwa setiap perjalanan juga misteri tidak ada yang tahu akan keselamatan diri seseorang kecuali hanya Allah SWT.

    Maka dari itu sebagai seorang hamba tentunya sangat tepat jika akan melakukan perjalanan sebelumnya berdoa terlebih dahulu. Memohon agar Allah berikan keselamatan dalam perjalanan yang ia tempuh.

    Adapun salah satu doa selamat perjalanan dapat dilihat dibawah ini :

    HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya :

    “Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan tempat kembali, doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan yang menyedihkan dalam keluarga dan harta.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Doa Selamat Untuk Keluarga

    Keluarga adalah harta yang sangat berharga bahkan ketika salah satu anggota keluarga ada yang sakit maka semuanya ikut merasakannya.

    Dalam menjalin hubungan keluarga tentunya tidak ada yang menginginkan kehancuran didalamnya. Yang diinginkan adalah keharmonisan dan kerukunan sampai tak terhingga jangka waktunya.

    Meskipun tidak sedikit seseorang yang menjalin hubungan keluarga tidak harmonis melainkan berpecah belah dikarenakan sesuatu hal.

    Menjalin kerukunan dalam keluarga juga masih misteri meskipun keinginan banyak manusia hadirnya keluarga yang harmonis.

    Akan tetapi apa daya jika didalamnya ada pemicu perpecahan yang menjadikan perselisih paham sehingga terjadilah permusuhan dalam keluarga.

    Maka dari itu selayaknya seorang hamba selain menjalankan ikhtiar secara dzohiriah maka sebaiknya berdoa juga kepada Allah SWT memohon keselematan dalam kelurga.

    Adapun bacaan doa selamat untuk keluarga adalah sebagai berikut :

    اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

    Allahmumma inni as alukal’afwa wal ‘afiyah fid dunya wal akhirah. Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘afiyah fi diini wa dunyaya wa ahli wa maali.

    Artinya

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku.”

    Terkait doa selamat untuk keluarga didalam Al-Qur’an sudah sangat jelas bahwa Allah SWT memerintahkan hambanya untuk menjaga hubungan baik keluarganya. Sehingga tidak terjerumus kedalam lembah api neraka.

    Perintah Menjaga Keluarga Dari Neraka Surah At Tahrim Ayat 6

    يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ

    Yaaa ayyuhal laziina samanuu quuu anfusakum wa ahliikum naaranw waquudu han naasu wal hijaaratu ‘alaihaa malaaa’ikatun ghilaazun shidaadul laa ya’suunal laaha maa amarahum wa yaf’aluuna maa yu’maruun

    Artinya :

    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

    Keutamaan Membaca Doa Selamat

    Seperti yang telah disampaikan pada laman diatas bahwa doa selamat adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam agama Islam. Dan umumnya doa tersebut dibaca untuk memberikan ucapan selamat, keselamatan, dan perlindungan bagi seseorang. Baik untuk diri sendiri, orang lain atau kelompok.

    Berikut ini beberapa keutamaan membaca doa selamat dalam Islam :

    Allah Lindungi Dari Mara Bahaya

    Membaca doa selamat bisa menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk melindungi diri sendiri, orang lain atau kelompok. Dari berbagai macam bahaya, termasuk bahaya yang tentunya tidak diinginkan baik berupa lahir ataupun bathin.

    Keselamatan Dalam Perjalanan

    Keutamaan membaca doa selamat selanjutnya adalah Allah selamatkan dalam perjalanan. Karena pada umumnya sebelum seseorang memulai perjalanan untuk bekerja dan lain sebagainya.

    Maka ia memohon perlindungan Allah SWT agar dalam perjalanan aman dan selamat. Doa ini juga melibatkan permohonan agar dihindarkan dari kecelakaan, bencana alam, atau gangguan lainnya selama perjalanan.

    Mendapat Keberkahan Dalam Kehidupan

    Keutamaan berikutnya adalah ketika seseorang membaca doa selamat maka hal ini juga bisa menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT. Agar diberikan keberkahan dan dalam segala hal yang di lakukan, seperti bekerja, mencari nafkah dan lain sebagainya.

    Doa ini mengajarkan bahwa untuk selalu mengandalkan Allah SWT sebagai sumber keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan.

    Mendapatkan Rahmat Dan Ampunan

    Berikutnya hal yang menjadi keutamaan dalam membaca doa selamat adalah seseorang tersebut insya Allah akan diberikan rahmat dan ampunan. Karena ada beberapa bacaan doa selamat untuk memohon rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

    Doa selamat tersebut mengajarkan seorang hamba untuk mengakui kerendahan dirinya sebagai hamba Allah dan memohon pengampunan-Nya.

    Menjaga Kebersamaan Dan Ukhuwah

    Keutamaan lainnya terkait membaca doa selamat adalah bisa menjadi salah satu bentuk ungkapan kasih sayang dan kepedulian antara sesama Muslim.

    Bagaimana tidak doa selamat memberikan pengajaran kepada seseorang untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga kebersamaan serta persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tabiatnya manusia ketika didoakan keselamatan atau doa yang baik-baik tentu ia akan senang dan secara tidak langsung ia juga akan mendoakan kembali.

    Berbeda jika berdoa yang jelek, celaka dan lain sebagainya maka orang yang didoakan tentu tidak senang dan bisa jadi menjadi musuh.

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa selamat yang penulis rangkum dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi motivasi dalam memperbaiki hubungan baik antar sesama.

  • Pengganti Doa Qunut Subuh, Pendek dan Mudah diBaca

    Alternatif bacaan pengganti doa qunut untuk sholat Subuh, terutama bagi umat Islam yang belum menghafal doa tersebut. Doa qunut Subuh biasanya dibaca sebelum atau setelah rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir sholat Subuh. Namun, pandangan ulama fiqih mengenai hukum membaca doa qunut Subuh beragam.

    Dalam buku “Fiqh Shalat Terlengkap” karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, disebutkan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak mensunnahkan membaca doa qunut Subuh. Sebaliknya, Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa membaca doa qunut Subuh disunnahkan.

    Imam an-Nawawi dalam kitab “al-Adzkar” juga menyatakan bahwa menurut Mazhab Syafi’i, qunut Subuh adalah sunnah muakkad. Meninggalkan qunut tidak membatalkan sholat, namun disarankan melakukan sujud sahwi sebagai penggantinya.

    Oleh karena itu, bagi penganut Mazhab Syafi’i dan Maliki, membaca doa qunut saat sholat Subuh menjadi kewajiban. Bagi yang belum hafal, ada bacaan pengganti yang bisa dijadikan amalan.

    Baca Juga: Doa Qunut Subuh Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya

    Pengganti Doa Qunut

    Dalam Kitab Fathul Mu’in juz 1, Syekh Zainuddin Al Malibari menjelaskan bahwa doa qunut bisa diganti dengan membaca salah satu ayat Al-Qur’an yang mengandung doa, dengan niat sebagai doa qunut. Bagi yang tidak hafal doa qunut, boleh membaca ayat terakhir dalam Surat Al-Baqarah sebagai penggantinya, tentunya dengan niat menggantikan doa qunut.

    Selain itu, doa qunut dapat diganti dengan doa-doa lain meskipun tidak bersumber dari Rasulullah SAW. Misalnya, doa qunut bisa diganti dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 201 atau doa sapu jagat:

    _Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qina ‘adzaabannaar._

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka” (QS. Al-Baqarah: 201).

    Bacaan pengganti doa qunut ini lebih ringkas dan mudah dihafalkan dibandingkan doa qunut yang lebih panjang. Demikian penjelasan mengenai pengganti doa qunut saat sholat Subuh, semoga bermanfaat!

  • Doa Qunut Subuh Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Qunut adalah doa yang dipanjatkan oleh umat islam ketika melaksanakan sholat subuh, yakni pada saat i’tidal rokaat ke dua.

    Menurut mazhab Imam Syafi’i membaca Doa Qunut hukumnya adalah sunnah ab’ad ya’ni sunnah yang dikuatkan dan ketika tertinggal, maka diganti dengan sujut syahwi.

    Sebagian umat muslim ada juga yang ketika sholat subuh ia tidak membaca doa qunut, dahulu hal semacam ini menjadi sebab terjadinya pemicu perdebatan.

    Namun semakin berkembangnya zaman kali ini dan semakin banyaknya penyampaian para mubaligh diberbagai media sosial. Sehingga semakin banyak umat muslim akan pemahaman terkait hukum membaca doa Qunut.

    Kisah Awal Mulanya Doa Qunut

    Doa Qunut dibaca oleh Rasulullah SAW ini memiliki kisah yang sangat memilukan, pada masa itu ada seseorang dari negeri sebrang yang bertemu Rasulullah SAW.

    Kemudian mengabarkan bahwa dinegerinya banyak warga yang memeluk islam, sehingga antusias untuk mendalami Al-Qur’an sangat memuncak.

    Kedatangan seseorang tersebut meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengirimkan 70 sahabat yang hafidz Qur’an kenegeri tersebut.

    Dengan senang hati Rasulullah SAW mengabulkannya, dikumpulkanlah 70 sahabat yang hafal Qur’an dan diutus untuk mengajarkannya dinegeri yang akan dituju.

    Para penghafal Qur’an dengan senang hati mendapat perintah dari Rasulullah SAW dan kemudian berangkatlah mereka.

    Tidak lama kemudian selang beberapa hari mereka berangkat Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa 70 penghafal Qur’an dibantai.

    Kemudian Rasulullah berdoa meminta kepada Allah keadilan dari kejadian tersebut. Sehingga sang Rosul mendapat kabar dari Allah untuk mendoakan 70 penghafal Qur’an yang syahid.

    Adapun doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah yang sekarang disebut dengan Doa Qunut.

    Bacaan Doa Qunut Arab, Latin Dan Artinya

    Meskipun doa qunut tergolong sunnah untuk dibaca ketika melaksanakan sholat subuh, akan tetapi sangat baik diamalkan. Karena hal ini termasuk salah satu tanda kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Selain itu juga disisi lain doa qunut dibaca oleh Rasulullah pada saat ada tragedi pembantaian 70 tahfiz qur’an.

    Padahal zaman saat ini hususnya dinegara indonesia sangat jarang sekali terjadi hal yang demikian, akan tetapi kalau disandingkan dengan kondisi diri yang selalu ada peperangan antara kebaikan dan keburukan.

    Maka doa qunut sangat tepat sebagai sarana untuk memberantas kemungkaran yang ada didalam hati setiap manusia.

    Insya Allah dengan melazimkan doa qunut maka seorang hamba tersebut akan dilindungi oleh Allah SWT dan dijauhkan dari sifat yang mungkar.

    Adapun bacaan doa qunut bahasa arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :

    Doa Qunut Lengkap

    Bacaan doa qunut lengkap ini adalah penganut madzhab imam Sayafi’i, biasanya dibaca oleh ummat muslim aswaja.

    اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait, fa lakal hamdu a’laa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu ‘ alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya :

    “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

    Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa- apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkanlah kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memberi hukuman dan bukan terkena hukum.

    Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan.

    Aku memohon ampunan dari Engkau dan aku bertobat kepada Engkau.( Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya”.

    Doa Qunut Subuh Pendek

    Selain bacaan doa qunut lengkap ada juga bacaan doa qunut subuh pendek yang juga bisa diamalkan oleh umat muslim.

    Simak dibawah ini bacaan doanya :

    اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

    Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.

    Artinya :

    “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan.

    Peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkanlah kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan.

    Maka sesungguhnya Engkaulah yang memberi hukuman dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau”.

    Doa Qunut Nazilah

    Qunut nazilah adalah doa yang dibaca oleh umat muslim ketika mendapatkan musibah atau bencana yang pada saat itu melanda kampung atau daerah setempat.

    Beberapa bencana sebagai contoh boleh membaca doa qunut nazilah adalah seperti bencana alam, tanah longsor, tsunami, banyaknya wabah penyakit dan lain semisalnya.

    Terkait pernyataan tentang qunut nazilah Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Ahmad.

    Artintya :

    Qunut nazilah dilakukan ketika terjadi musibah, seperti bencana alam, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Diriwayatkan dalam Bukhari dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA mengatakan bahwa “Rasulullah SAW kalau hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka beliau doa qunut setelah ruku’.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

    Adapun bacaannya qunut nazilah adalah seperti dibawah ini :

    Arab

    اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Latin

    Allahummahdinaa fîi man hadait, waafinaa fîi man‘afait, wa tawallanaa fîi man tawallait, wa baariklaa fîii maa ‘ thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.

    Wastaghfiruka wa atuubu ilaik. Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’a wal balaa’a wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa’ida wal mihana maadhahara minhaa wa maabaathana min balaadinaa haadhaaa khaassatan wa min buldaanil muslimiina aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi wa shallam.

    Artinya

    Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku.

    Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.

    Ya Allah Tuhan kami. Hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemunkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya.

    Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

    Doa Qunut Subuh Sendiri

    Ketika melaksanakan sholat subuh sendiri atau sholat lainnya yang dianjurkan untuk membaca doa qunut. Maka cara membacanya sedikit berbesa dari bacaan doa qunut yang mengikuti imam atau sholat berjama’ah sebagai imam.

    Adapun doa qunut subuh sendiri dapat dilihat dibawah ini :

    اَللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

    فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Allahummahdinii fîi man hadait, waafinii fîi man‘afait, wa tawallanii fîi man tawallait, wa baariklii fîii maa ‘ thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innii ka taqdhii wa laa yuqdha ‘ alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘ aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait. Fa lakal hamdu a’laa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu ‘ alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

    Pentingnya Membaca Doa Qunut Ketika Sholat

    Baca Doa Qunut ketika Sholat

    Membaca doa qunut adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca umatnya ketika sholat.

    Tentunya ketika Nabi SAW telah menganjurkan ada beberapa alasan penting yang perlu kita pahami agar semakin kuat keyakinan pada saat membacanya.

    Berikut dibawah ini beberapa alasan terkait pentingnya membaca doa qunut ketika sholat.

    Memohon Petunjuk Dan Rahmat Allah

    Doa Qunut adalah momen di mana seorang Muslim memohon petunjuk dan rahmat Allah SWT. Dalam doa ini, umat Muslim mengakui kelemahan dan tidak ada sandaran lain yang memberikan petunjuk selain kasih dan sayang dari Allah SWT. Hal ini adalah cara untuk mengakui ketergantungan kita pada Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya.

    Memohon Ampunan Dan Taubat

    Dalam Doa Qunut, umat Muslim juga memohon ampunan dan taubat kepada Allah SWT. Atas segala dosa dan kesalahan yang kerap kali dilakukan baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Selain daripada itu dalam doa qunut tersurat juga permohonan agar Allah memberi hidayah kita. Untuk menjalani hidup dengan benar, menghindari dosa, dan melakukan perbuatan baik.

    Perlindungan Dari Musibah Dan Bencana

    Salah satu hal yang sangat penting dari Doa Qunut adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam musibah, bencana, dan kesulitan. Dalam hal ini kita memohon kepada-Nya agar diberikan perlindungan.

    Dari segala bentuk malapetaka, baik yang bersifat pribadi maupun yang bersifat kolektif. Doa ini menunjukkan kepercayaan kita bahwa hanya Allah yang dapat melindungi kita dari segala ancaman.

    Menjalin Hubungan Dengan Allah SWT

    Doa Qunut juga merupakan salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Dalam doa ini, umat Muslim mengungkapkan hajat dan keinginannya sebagai manusia baik untuk dunia maupun akahirat. Bagaimana tidak diwaktu subuh sebagian manusia masih terlelap tidur sedangkan sebagian lainnya menjalin hubungan dengan Allah SWT melalui doa qunut.

    Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membaca Doa Qunut

    Doa Qunut Subuh Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya

    Pada umumnya doa qunut dibaca pada saat melaksanakan ibadah sholat subuh, akan tetapi banyak riwayat yang mengatakan terkait membaca doa qunut diluar sholat subuh.

    Untuk lebih jelasnya penulis akan merangkumnya didalam artikel vantage.id secara lengkap agar dapat dengan mudah dipahami.

    Ketika Sholat Subuh

    Waktu yang tepat untuk membaca doa qunut adalah ketika melaksanakan sholat subuh tepatnya yakni pada waktu i’itidal dan setelah membaca doa i’tidal.

    Pada saat sholat dan menjadi imam maka cara membacanya dengan suara yang keras sehingga makmum mendengar doa tersebut.

    Akan tetapi ketika sholat sendirian, maka dibaca dengan nada yang tidak keras maksimal terdengar oleh telinga sendiri.

    Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad yakni :

    Artinya :

    Dari Anas bin Malik, berkata: “Rasulullah Saw terus membaca qunut dalam shalat Fajar (Subuh) sampai meninggalkan dunia.” (HR. Ahmad: III/162)

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Ketika Terjadi Bencana Besar

    Pada saat terjadi bencana alam yang cukup besar, belum lama sehingga membuat suatu kampung atau daerah tersebut ketakutan. Maka disunnahkan untuk membaca doa qunut “Nazilah” ketika sholat.

    Untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT terkait bencana besar yang terjadi pada tempat atau kampung tersebut.

    Katika Sholat Jum’at

    Sebagian riwayat membaca doa qunut yakni ketika sholat jum’at, terlebih pada hari itu umat muslim sedang merasakan kondisi yang tertekan.

    Seperti halnya tahun kemarin masih sangat hangat di telinga yakni virus covid 19 yang menyebabkan banyak umat manusia terancam kematian.

    Maka pada saat virus covid 19 kemarin menyerang manusia sangat banyak ditemui seseorang yang sholat diluar subuh membaca doa qunut.

    Al-Umm Kitab Karangan Imam Syafi’i

    اَلْقُنُوتُ في الْجُمُعَةِ. قَالَ: الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى: حَكَى عَدَدَ صَلَاةِ النِّبِيِّصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ، فَمَا عَلِمْتُ أَحَدًا مِنْهُمْ حَكَى أَنَّهُ قَنَتَ فِيهَا، إلَّا أَنْ تَكُونَ دَخَلَتْ في جُمْلَةِ قُنُوتِهِ في الصَّلَوَاتِ كُلِّهِنَّ حين قَنَتَ على قَتَلَةِ أَهْلِ بِئْرِ مَعُونَةَ. وَلَا قُنُوتَ في شَيْءٍ مِنَ الصَّلَوَاتِ إِلَّا الصُّبْحَ، إلَّا أَنْ تَنْزِلَ نَازِلَةٌ، فَيَقْنُتُ في الصَّلَوَاتِ كُلِّهِنَّ إنْ شَاءَ الْإِمَامُ

    Artinya :

    “Qunut dalam shalat Jumat. Imam As-Syafi’i RA berkata, ‘Sejumlah ulama menghikayatkan bilangan (jumlah) shalat Jumat yang dilakukan oleh Nabi SAW, lalu aku tidak mengetahui satu pun dari mereka yang menghikayatkan bahwa Nabi SAW melakukan qunut di dalam shalat Jumat. Hanya saja (qunut dalam) shalat Jumat tersebut masuk dalam sejumlah qunut yang dilakukan oleh Nabi SAW dalam seluruh shalat maktubah saat beliau mengamalkan qunut atas pembunuhan para utusan beliau di Bi’r Ma’unah. Dan tidak ada anjuran qunut dalam shalat apapun kecuali shalat Subuh, kecuali bila terjadi tragedi (bagi kaum muslimin atau sebagiannya), maka orang boleh qunut dalam seluruh shalat (maktubah) bila imam menghendaki.” (As-Syafi’i, Al-Umm)

    Ketika Sholat Witir

    Waktu yang tepat selanjutnya untuk membaca doa Qunut adalah pada saat melaksanakan sholat witir dibulan suci Ramadhan.

    Hal ini juga tidak seterusnya, melainkan ada waktu-waktu tertentu untuk membaca doa qunut ketika sholat witir.

    Terkait doa qunut yang dibaca ketika sholat witir ada sebauh hadis yang menjadi dalil untuk acuan dalam melaksanakan doa qunut tersebut.

    Rasulullah SAW bersabda :

    أن عمر بن الخطاب جمع الناس على أبي بن كعب فكان يصلي لهم عشرين ليلة ولا يقنت الا في النصف الباقى من رمضان. رواه أبو داود

    Artinya :

    “Sesungguhnya Umar bin Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat agar shalat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka’b, maka beliau shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan beliau tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 Ramadhan hingga seterusnya).” (HR. Abu Dawud).

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa qunut yang dapat penulis rangkum dalam sebuah artikel ini. Besar harapan penulis artikel ini dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih. 

  • Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

    Al-Qur’an mempunyai ayat-ayat yang mengandung doa, salah satunya yakni ayat 1000 dinar. Simak, bacaan ayat seribu dinar Arab, latin dan artinya. Dan keutamaan membaca ayat seribu dinar.

    Ayat 1000 dinar dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang tak disangka-sangka, jika diamalkan secara khusus. Aya ini disebut dengan amalan kekayaan untuk mendapatkan rezeki di dalam Islam.

    Ayat seribu dinar terdapat di surat At-Talaq ayat 2 dan 3. Para ulama menerangkan jika ayat 1000 dinar ini kerap dikaitkan dengan doa pembuka pintu rezeki. Yang tentunya hal ini dibarengi juga dengan ketetapan rezeki yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

    Oleh karena itu, ayat seribu dinar ini perlu untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantaran mempunyai manfaat dan kebaikan yang besar untuk kehidupan para mukmin. Umat muslim bisa mengamalkan ayat seribu dinar ini di sela aktivitas sehari-hari.

    Berikut di bawah ini adalah bacaan ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya:

    Bacaan Arab, Latin, dan Arti Ayat Seribu Dinar

    Di bawah ini adalah bacaan ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya dalam surat At-Talay ayat 2 dan 3:

    Bacaan Arab:

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Bacaan latin:

    wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā

    Artinya:

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    Kisah Awal Disebut Ayat 1000 Dinar

    Ayat Seribu Dinar

    Di dalam buku karya Zakiyah Ahmad berjudul Shalat Dhuha Untuk Wanita: Disertai Doa-doa Pemanggil Rezeki, dijelaskan kisah mula ayat At-Talaq ayat 2 dan 3 disebut sebagai ayat seribu dinar. Kisah ini bermula ada seorang pedagang yang bermimpi didatangi oleh Nabi Khidir AS.

    Di dalam mimpi tersebut, Nabi Khidir AS menyuruh si pedagang untuk mengeluarkan sedekah sebesar seribu dinar emas untuk fakir miskin. Setelah menunaikan sedekah tersebut, Nabi Khidir AS kembali mendatangi si pedagang melalui mimpi.

    Beliau mengajarkan ayat-ayat suci ke si pedagang untuk diamalkan setiap hari. Hal ini bertujuan agar si pedagang selamat dari malapetaka. Pedagang itupun mengamalkannya sekian lama dan terbukti. Suatu ketika, si pedagang berlayar ke tanah seberang dengan membawa hartanya.

    Di tengah laut kapal yang ditumpangi si pedagang hancur karena diterjang badai, hanya dialah yang selamat. Si pedagang tersebut terdampar di daratan sebrang dengan seluruh harta yang dibawanya, Bahkan, ada kisah yang mengisahkan, bahwa di kemudian hari si pedagang menjadi raja di tempat ia terdampar.

    Dari kisah tersebutlah muncul nama ‘ayat seribu dinar’ yang dikenal sampai sekarang. Ayat tersebut diyakini mempunyai keampuhan. Maka bagi mukmin yang mengamalka ayat ini akan dikeluarkan dari kesulitan, diberikan rezeki dari arah yang tidak terduga, juga dicukupkan seluruh kebutuhannya.

    Keutamaan Membaca Ayat 1000 Dinar

    Keutamaan Membaca Ayat 1000 Dinar

    Dalam buku karya Taufiq FR dijelaskan mengenai keutamaan dari ayat seribu dinar. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga”, yakni menunjukkan sebuah pemberitahuan yang diperuntukkan untuk seluruh umat muslim di dunia dalam mencari rezeki.

    Pasalnya, kesalahan di diri kita yakni terlalu sibuk dalam mencari rezeki. Namun, tak tahu di mana letak rezeki tersebut berada. Dan akhirnya membuat kita menjadi merasa lelah, letih, emosi, dan hasil tak sesuai dengan keinginan.

    Di dalam surat At-Talaq ayat 2-3 memiliki makna yakni, ‘barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Dia akan memberi rezeki dari arah yang tidak pernah terbesit dalam hatinya.’

    Di dalam surat tersebut dijamin secara pasti jika seseorang mampu untuk berada di jalan Allah SWT, dan menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan kebaikan, maka akan memperoleh rezeki yang sesuai dengan keinginan.

    Bacaan doa ayat seribu dinar ini mempunyai keutamaan kebaikan dan manfaat untuk orang yang membacanya. Berikut adalah keutamaannya:

    • Memperoleh pahala yang besar. Umat muslim yang membaca dan mengamalkan doa ini akan memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT. Sebab ayat ini merupakan salah satu kalimat yang mulia di dalam Al-Qur’an.
    • Doa ini bisa membantu umat muslim untuk mendapatkan pengampunan dosa. Ayat ini bisa membersihkan diri dari dosa dan mendapatkan keberkahan Allah SWT.
    • Membaca doa ini bisa mendapatkan ketenangan hati dan merasakan kehadiran Allah SWT.
    • Allah SWT menjanjikan akan memberikan rezeli berlimpah untuk hamba-Nya yang mengamalkan doa ini dengan penuh keyakinan.
    • Ayat ini juga bisa memberikan perlindungan diri dari gangguan jin dan kejahatan.

    Ayat Seribu Dinar Dibaca Kapan?

    Banyak yang belum mengetahui kapan ayat 1000 dinar dibaca dan cara mempraktikkannya. Terdapat beberapa waktu yang dapat dipilih untuk mengamalkan doa ini. Waktu mustajab untuk mengamalkannya adalah setiap hari usai salat subuh atau maghrib.

    Dan bisa juga membacanya setelah shalat Isya atau sebelum tidur agar diri merasa tenang. Sebelum melakukan kegiatan seperti berangkat kerja juga bisa membaca doa ini. Dan berharap Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam bekerja.

    Di sepertiga malam adalah waktu yang sangat mustajab untuk mengamalkan doa ini. Baca doa ini setelah selesai shalat tahajud atau shalat hajad. Jika kesulitan untuk mengamalkan setiap hari, kamu bisa mencoba mengamalkannya rutin selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu hingga Jumat. Sebelumnya melafalkannya, dianjurkan untuk diawali dengan membaca surat Al-Qadr enam kali.

    Berapa kali membaca ayat 1000 dinar? Ada yang menyarankan membacanya sebanyak 1000 kali. Namun, jika keberatan bisa membacanya sebanyak 33 kali dalam sehari atau minimal satu kali dalam sehari pun sudah cukup. Yang terpenting yakni kesungguhan hati kita dalam melafalkannya.

    Itulah bacaan doa ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat, ya.

  • Doa Sesudah Makan Islam : Arab, Latin, Arti dan Adabnya

    Makan merupakan kebutuhan pokok yang dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu dengan tujuan untuk menambah energi pada tubuh manusia.

    Makanan yang dianjurkan menurut kesehatan adalah dengan menyediakan 4 sehat 5 sempurna, sedangkan menurut agama makanan tersebut hala dan baik.

    Agar makanan yang dijadikan asupan tubuh berkah ketika dimakan, maka ada baiknya membaca doa sesudah makan dan sebelum makan.

    Hal ini sebagai bukti rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan sehingga menjadi sesuatu yang baik pula dalam tubuh.

    Salah satu ungkapan rasa syukur seorang hamba atas makanan yang menjadi asupan tubuh yakni mempu dalam melaksanakan ibadah.

    Bacaan Doa Sebelum Makan Dan Doa Sesudah Makan Sesuai Sunnah

    Untuk mengharapkan keberkahan pada makanan yang telah habis dalam hidangan maka sebaiknya membaca doa setelah makan.

    Selaian hal tersebut merupakan ungkapan rasa syukur, membaca doa setelah makan juga termasuk adab setelah makan.

    Pada dasarnya selain membaca doa setelah makan, dianjurkan juga untuk membaca doa sebelum makan.

    Bahkan doa tersebut ketika lupa atau tidak dibaca pada saat makan, dianjurkannya untuk mengganti bacaan doa. Hal tersebut menyatakan bahwa doa sesudah makan sangat penting untuk diamalkan.

    Simak bacaan doa sebelum makan seperti dibawah ini :

    Doa Sebelum Makan

    اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ

    Allahumma baarik lanaa fi maa razaqtana wa qina adzaban nar, bismillah.

    Artinya :

    “Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang telah Engkau karuniakan dan lindungilah kami dari siksa neraka. Bismillah (atas nama Allah SWT).”

    Doa Sesudah Makan

    Bukan hanya pada saat sebelum makan, umat muslim dianjurkan juga untuk membaca doa setelah makan. Tentunya hal ini juga merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat makan yang diperoleh.

    Karena sangat banyak umat manusia yang dicabut kenikmatan makannya, sehingga tidak ada rasa sedikitpun makanan yang masuk dalam mulut.

    Selain ungkapan rasa syukur doa sesudah makan juga termasuk dalam wujud kasih dan sayangnya Allah kepada hambanya. Sebab dalam doa tersebut terkandung makna untuk mendoakan keberkahan rezeki semua umat muslim.

    Berikut dibawah ini bacaan doanya :

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

    Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya :

    “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim.”

    Doa Pada Saat Lupa Membaca Doa Sebelum Makan

    Diatasa sekilas sudah disampaikan bahwa ketika seorang muslim sedang makan namun ia lupa membaca doa, maka ada doa lain yang dianjurkan untuk dibaca.

    Adapun bacaan doanya adalah seperti dibawah ini :

    بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

    Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi.

    Artinya :

    “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya.”

    Dengan membaca doa tersebut diatas insya Allah nikmat dan barokah makan akan selalu hadir menemani seseorang yang sedang makan tersebut.

    Doa Setelah Makan Dan Merasa Kenyang

    Sebaiknya pada saat makan isi perut harus dikondisikan dengan baik salah satunya adalah dengan mengahiri makan ketika sudah terasa sedikit kenyang. Ambillah sesuai porsi makan dan juga kesanggupan dalam menghabiskannya.

    Akan tetapi tidak diperbolehkan makan dengan yang berlebihan, sehingga perut terasa kenyang dan malas untuk beraktifitas.

    Maka dari itu sebaiknya ketika akan mengambil makanan harus dilihat dahulu porsinya agar tidak berlebihan. Karena makan yang berlebihan akan menyebabkan mubazir, sedangkan bahasa mubazir sudah jelas didalam Al-Qur’an adalah teman setan.

    Allah SWT berfirman :

    اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

    Innal-mubażżirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn(i), wa kānasy-syaiṭānu lirabbihī kafūrā(n).

    Artinya :

    Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al-Isra’ : 27)

    Namun jika mengalami hal demikian yakni makan kekenyangan yang menyebabkan boros atau mubazir, untuk menarik keberkahannya lagi dapat membaca doa seperti dibawah ini.

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مكفور وَلَا مُوَدَّعٍ

    Alhamdulillahi hamdan katsiran thoyyiban mubarakan fihi ghaira makfurin wa muwadda’in.

    Artinya :

    ” Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan berkah, yang senantiasa tidak diingkari nikmatnya dan tidak terputus.”

    Doa Sesudah Makan Dan Minum

    Doa Sesudah Makan Dan Artinya

    Etika Pada Saat Makan Dan Sesudah Makan

    Etika Pada Saat Makan Dan Sesudah Makan
    Makan bersama keluarga

    Membaca doa sebelum dan sesudah makan tentu sudah menjadi anjuran yang diajarkan oleh Rosulullah SAW untuk ummatnya.

    Penting diperhatikan selain membaca doa sesudah makan dan sebelum makan, maka ada beberapa etika atau adap yang harus diterapkan ketika sedang makan.

    Sehingga dapat menambah kenikmatan dan keberkahan dalam makanan yang diasupkan kedalam tubuh. Karena jika sedang makan namun tidak memakai adab yang benar tentunya akan mengurangi rasa nikmat dan barokahnya makanan.

    Berikut dibawah ini beberapa adab ketika makan yang perlu diamalkan :

    Membaca Doa Sebelum Dan Sesudah Makan

    Adab ketika makan yang pertama sudah sangat jelas yakni membaca doa sebelumd an sesudah makan. Dengan berdoa berarti seorang hamba tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas nikmat makan yang diberikan. Selain dari pada itu dengan membaca doa maka otomatis akan ingat kepada Allah SWT.

    Gunakan Tangan Kanan Ketika Sedang Makan

    Etika atau adab makan selanjutnya adalah ketika makan hendaknya menggunakan tangan kanan. Hal ini langsung dianjurkan oleh Rosulullah SAW kepada umatnya agar ketika makan menggunakan tangan kanan.

    Rosulullah SAW bersabda :

    : كُنْتُ غُلاَمًا فِي حِجْرِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَال لِي رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُل بِيَمِينِكَ، وَكُل مِمَّا يَلِيكَ

    Artinya :

    “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismilillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah cara makanku setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tidak Dianjurkan Makan Dengan berdiri

    Adabnya seorang muslim ketika makan tidak dianjurkan untuk berdiri, melainkan duduk, hal ini sama halnya dengan memuliakan makanan yang sedang atau akan dimakan.

    Karena jika makan dalam kondisi duduk, maka tidak rentan jatuh dan tumpah yang menyebabkan makanan menjadi berserakan.

    Selain sunnah untuk duduk ketika makan, hal ini juga ada kaitannya dengan kesehatan tubuh yakni makanan dan minuman tidak langsung masuk ke lambung.

    Rosulullah Saw bersabda :

    لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ

    Artinya :

    Janganlah seorang pun di antara kalian minum berdiri, siapa yang lupa, maka muntahkanlah (HR. Muslim no. 2026).

    Makanlah Secukupnya

    Makan secukupnya dan tidak berlebihan termasuk adab atau etika ketika sedang makan. Tidak dianjurkan untuk makan melebihi porsi makan seperti biasanya, karena hal tersebut dapat memicu pemborosan dan mubazir.

    Selain itu makanan yang terlalu banyak masuk kedalam perut akan menjadi sebab perut sakit, mual dan bahkan bisa muntah.

    Dan sebaliknya ketika makan terlalu sedikit akan menyebabkan timbulnya rasa lapar berkesinambungan. mak dari itu sebaiknya makanlah dengan yang sedang-sedang saja tidak banyak dan juga tidak sedikit tepatnya sesuai porsi.

    Makan Tidak Sambil Berbicara Atau Tergesa-Gesa

    Ketika sedang menikmati hidangan makanan sebaiknya dalam keadaan yang baik dansopan. Tidak banyak berbicara yang memicu suara-suara keras tertawa terbahak-bahak. Sehingga hal tersebut bisa mengganggu tetangga lain yang seadng makan.

    Apalagi ketika sedang makan bersama tentunya etika sopan santun wajib dijaga untuk kenyamanan dalam perkumpulan.

    Memakai Alas Makanan / Piring

    Sebaiknya ketika makan menggunakan alas seperti piring dan semisalnya, tidak dianjurkan makan langsung dalam bejana.

    Jagalah Kebersihan Makanan

    Menjaga kebersihan makanan juga termasuk etika atau adab seseorang ketika sedang makan. Seperti halnya mencuci tangan sebelum makan, memperhatikan tempat makan jika kotor dibersihkan dahulu.

    Sehingga makanan yang dihidangkan tidak terkontaminasi dengan kotoran atau najis yang membawa kuman penyakit.

    Makanan Harus Halal Dan Baik

    Adab yang sangat perlu diperhatikan juga ketika makan adalah makanan yang dihidangkan harus halal dan baik.

    Dengan adanya kehalalan makan tersebut akan menjadikan berkah sedangkan maknan yag baik akan meningkatkan gizi yang baik pula.

    Terkait makanan yang halal dan baik Allah SWT berfirman :

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

    Yā ayyuhan-nāsu kulū mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibā(n), wa lā tattabi‘ū khuṭuwātisy-syaiṭān(i), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).

    Artinya :

    Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. (Al-Baqoroh : 168)

    Pentingnya Berdoa Setelah Makan

    Membaca doa setelah makan tidak kalah pentingnya dengan membaca doa sebelum makan karena keduanya sangat dianjurkan dalam Islam.

    Terkait hal tersebut diatas simak penjelasan dibawah ini :

    Menjadi Pernyataan Rasa Syukur

    Salah satu yang menyebabkan pentingnya membaca doa setelah makan adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua nikmat rezeki yang dihidangkan.

    Sedangkan didalam islam makanan termasuk nikmat dari Allah untuk makhluknya. Sehingga ketika dibarengi dengan membaca doa maka semua ummat muslim secara tidak langsung mengakui bahwa nikmat datangnya dari Allah SWT.

    Membaca doa setelah makan juga termasuk sarana untuk mempertahankan kesadaran dalam mensyukuri nikmat yang mungkin sering dilalaikan.

    Sadar Semua Rezeki Milik Allah SWT

    Selanjutnya doa setelah makan dapat dengan mudah membantu seorang muslim untuk bisa sadar dan mensyukuri kenikmatan dalam hidupnya. Dengan mengamalkan doa sesudah makan, tentunya seseorang tersebut tidak tamak, rakus dan semisalnya.

    Sebagai hamba Allah harus bisa menghargai nikmat yang telah diberikan oleh-Nya yakni dengan tidak boros dengan makanan melainkan makan secukupnya dan lebih baiknya lagi dapat berbagi kepada sesama.

    Dijauhkan Dari Penyakit

    Hal yang menjadi penting dalam membaca doa setelah makan adalah dijauhkan dari penyakit, karena disisi lain makna doa tersebut adalah memohon perlindungan dari penyakit.

    Isi dari doa sesudah makan tersebut salah satunya adalah memohon kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan baik.

    Sarana Untuk Mengingat Allah

    Salah satu cara untuk mengingat Allah SWT adalah dengan memanjatkan doa, begitupulah pada saat membaca doa sesudah makan. Secara tidak langsung seorang tersebut ingat kepada Allah yang selama ini telah memberikan nikmat sehat dan makan terasa enak.

    Karena dalam ilmu tasawuf dalam kondisi apapun harus ingat kepada Allah, jika sedang melakukan sesuatu namun tidak mengingat Allah, maka penglihatanya batal.

    Termasuk Etika Dan Adab Makan

    Dalam isalam membaca doa setelah makan merupakan adab dan etika yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Hal ini juga dicontohkan oleh Rosulullah SAW agar umatnya ketika hendak makan atau sesudah makan membaca doa.

    Makanan Yang Halal Dan Haram Dalam Islam

    Makanan Yang Halal Dan Haram Dalam Islam
    Makanan Halal

    Sebagai umat islam pada dasarnya boleh makan apa saja, namun yang halal dan baik untuk dikonsumsi. Simak dibawah ini beberapa makanan yang halal dan baik sebagai berikut :

    Makanan Yang Halal Dan baik

    Makanan yang halal dan baik dalam agam islam bisa ditentukan dari bentuk dan juga dari proses pembuatannya. Seperti zat yang campur didalam makanan tersebut mengandung produk yang halal.

    Berikut dibawah ini contoh makanan yang halal dan baik :

    Daging Hewan Yang Halal

    Daging hewan yang halal yakni berasal dari hewan sembelihan dengan menerapkan aturan dan syariat islam. Salah satunya adalah penyembelihan hewan tersebut dengan orang islam dan menyebut nama Allah SWT serta alat yang digunakan untuk menyembelih tajam.

    Unggas

    Hewan unggas yang halal seperti ayam, itik, bebek, angsa, ayam kalkun dan semisalnya semua unggas tersebut disembelih dengan menyebut nama Allah SWT.

    Ikan Dan Bangkai Ikan

    Ikan dan semisalnya yang hidupnya hanya di air juga termasuk makanan yang halal untuk dikonsumsi bahkan bangkainya juga halal. Akan tetapi meskipun bangkainya halal harus diperhatikan baik atau tidaknya jika untuk dikonsumsi.

    Buah-buahan Dan Sayuran

    Semua buah-buahan dan sayuran adalah makanan yang halal kecuali buah yang mengandung racun atau sayuran yang dapat memabukkan.

    Biji-bijian

    Biji-bijian juga termasuk makanan yang halal selagi tidak membuat mabuk jika dikonsumsi.

    Susu Dari Hewan Yang Halal

    Susu merupakan makanan yang halal lagi baik jika mendapatkannya dari hewan yang halal. Berbeda jika merahnya dari hewan yang haram maka susus tersebut tidak halal dikonsumsi.

    Semua Hewan Yang Hidup Di Laut

    Perlu dipahami bahwa semua hewan yang hidupnya dilaut dan satu alam tidak dapat hidup dialam lain kecuali hanya laut adalah halal untuk dikonsumsi.

    Makanan Yang Haram

    Setelah mengetahui sebagaian besar makanan yang halal lagi baik untuk dikonsumsi, maka selanjutnya adalah mengupas beberapa makanan yang haram untuk dikonsumsi.

    Simak dibawah ini ragam makanan yang haram :

    Bangkai

    Semua bangkai adalah termasuk makanan yang haram tidak boleh dimakan, kecuali hanya dua yakni bangkai ikan dan belalang.

    Darah

    Darah juga termasuk bukan makanan yang halal, dibuat seperti apapun dan disajikan menjadi makanan apapun tetap ia haram.

    Daging Babi

    Hewan babi merupakan hewan yang haram untuk dimakan, karena ia tergolong hewan najis seluruh badan. Baik bulu daging kulit darah dan anak keturunannya.

    Daging Hewan Yang Disembelih Tidak Menyebut Nama Allah

    Hewan yang tidak najis namun pemotongannya tidak menyebut nama Allah juga termasuk haram untuk dikonsumsi.

    Daging Anjing

    Anjing adalah hewan najis keseluruhan baik bulu, kulit daging, tulang ataupun air liurnya, tentunya daging hewan ini haram untuk dikonsumsi.

    Hewan Yang Bertaring

    Selain beberapa makanan yang haram dikonsumsi seperti diatas, ada makanan lain yang juga haram dimakan yakni hewan yang bertaring. Seperti kucing, harimau, singan dan semisalnya.

    Terkait beberapa hal yang dihukumi haram jika dimakan, Allah SWT telah memberikan dalil yang jelas didalam Q.S. Al-Baqoroh : 173.

    اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Innamā ḥarrama ‘alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uhilla bihī ligairillāh(i), fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā ‘ādin falā iṡma ‘alaih(i), innallāha gafūrur raḥīm(un).

    Artinya :

    Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqoroh : 173)