Tag: Al-Qur’an

  • Ayat Kursi: Bacaan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya

    Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah (QS. 2:255). Dinamakan demikian karena memuat kata “Kursiyyuhu” (كُرْسِيُّهُ), yang merujuk pada kekuasaan Allah SWT yang meliputi langit dan bumi.

    Bacaan Ayat Kursi (Arab, Latin, dan Terjemahan)

    Teks Arab:

    اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسَعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    Latin:
    Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min ‘ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

    Arti Ayat Kursi:
    “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”

    Baca Juga: Surat Yasin Lengkap (MP3): Keutamaan, Manfaat, dan Cara Membacanya


    Mengapa Dinamakan Ayat Kursi?

    Nama “Ayat Kursi” merujuk pada kata “Kursiyyuhu” (كُرْسِيُّهُ) dalam ayat ini, yang berarti “Kursi-Nya” (singgasana Allah). Menurut tafsir Ibnu Katsir, Kursi Allah melambangkan kekuasaan dan keagungan-Nya yang mencakup langit dan bumi. Rasulullah SAW bersabda:
    “Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan tidaklah Allah merasa berat menjaga keduanya.” (HR. Tirmidzi).
    Pemilihan nama ini menegaskan kebesaran Allah SWT sebagai penguasa alam semesta.


    Keutamaan Membaca Ayat Kursi

    Keutamaan Membaca Ayat Kursi
    5 Keutamaan Membaca Ayat Kursi Setelah Sholat

    1. Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an

    Rasulullah SAW menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling agung. Dalam hadits sahih, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Ubay bin Ka’ab:
    “Ayat mana yang paling agung dalam Al-Qur’an?” Ubay menjawab: “Ayat Kursi.” Nabi SAW bersabda: “Selamat atas ilmu yang kau miliki.” (HR. Muslim).

    2. Mengandung Nama Allah SWT yang Maha Agung (Ism al-A’ẓam)

    Ayat Kursi mengandung nama Allah Al-Hayyu Al-Qayyum (Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus), yang merupakan salah satu nama teragung Allah. Membacanya dipercaya memperkuat doa dan mendatangkan keberkahan.

    3. Perlindungan dari Gangguan Setan

    Membaca Ayat Kursi sebelum tidur dapat menjauhkan dari gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda:
    “Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, Allah akan menjaganya hingga pagi, dan setan tidak akan mendekatinya.” (HR. Bukhari).

    4. Perlindungan Setelah Shalat Fardhu

    Membaca Ayat Kursi usai shalat fardhu adalah sunnah yang melindungi dari kejahatan hingga shalat berikutnya. Imam Ahmad meriwayatkan:
    “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.”

    5. Mendekatkan Diri ke Surga

    Keistiqamahan membaca Ayat Kursi menjadi jalan meraih surga. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
    “Barangsiapa membacanya setelah shalat, maka surga menjadi haknya.” (HR. An-Nasa’i).


    Waktu Terbaik Mengamalkan Ayat Kursi

    Untuk mengoptimalkan keutamaannya, berikut waktu sunnah membaca Ayat Kursi:

    1. Setelah Shalat Fardhu: Perlindungan dan pahala berlipat.
    2. Sebelum Tidur: Menjauhkan dari gangguan jin dan setan.
    3. Pagi dan Petang: Sebagai dzikir harian (HR. Hakim).
    4. Saat Merasa Ketakutan: Menenangkan hati dan memohon perlindungan Allah.

    FAQ (Pertanyaan Umum Tentang Ayat Kursi)

    • Apa arti “Kursi” dalam Ayat Kursi?
      Kursi melambangkan kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi.
    • Berapa kali sehari dianjurkan baca Ayat Kursi?
      Minimal 3 kali: setelah shalat Subuh, Maghrib, dan sebelum tidur.

    Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 1-30 Lengkap dengan Artinya


    Ayat Kursi adalah ayat penuh keagungan yang menjadi benteng spiritual bagi muslim. Dengan memahami bacaan, arti, keutamaan, dan waktu terbaik mengamalkannya, kita bisa meraih perlindungan Allah SWT serta mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan Ayat Kursi sebagai amalan harian untuk hidup penuh barokah!

  • Surat Al-Waqiah: pdf, Makna, dan Keutamaannya

    Surat Al Waqiah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur’an, termasuk kategori Makkiyah dengan 96 ayat. Nama “Al-Waqiah” berarti “Hari Kiamat,” mencerminkan isi surah yang menjelaskan tentang kehidupan akhirat, pembagian manusia ke dalam tiga golongan, dan keutamaan orang beriman. Surah ini diyakini memiliki banyak manfaat bagi pembacanya, baik dalam kehidupan spiritual maupun material.


    Makna Surat Al-Waqiah

    Surat ini menguraikan beberapa tema utama:

    1. Kiamat dan Pembagian Golongan:
      • Manusia dikelompokkan menjadi tiga golongan: golongan kanan, golongan kiri, dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Golongan kanan mendapatkan nikmat surga, sedangkan golongan kiri menghadapi siksaan neraka.
    2. Keajaiban Penciptaan:
      • Ayat-ayatnya mengingatkan manusia untuk merenungkan ciptaan Allah, seperti air, api, dan tumbuhan. Ini menegaskan kebesaran Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.
    3. Kesejahteraan Bagi Orang Beriman:
      • Diberikan gambaran tentang kenikmatan di surga, seperti buah-buahan berlimpah, minuman yang menyegarkan, dan tempat tinggal penuh keindahan.
    4. Peringatan Bagi Pendosa:
      • Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah akan menerima balasan setimpal. Hal ini menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu bertakwa.

    Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 1-30 Lengkap dengan Artinya


    Keutamaan Surat Al Waqiah

    Membaca Surat Al-Waqiah secara rutin memiliki beberapa keutamaan yang diakui dalam hadis-hadis dan tradisi Islam:

    1. Mendatangkan Rezeki:
      • Dikenal sebagai “Surah Kekayaan,” diyakini pembacanya tidak akan mengalami kemiskinan. Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.”【6】【9】.
    2. Peningkatan Keimanan:
      • Surat ini mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah dan memperkuat keimanan kepada kehidupan setelah mati.
    3. Menghindarkan Kemudaratan:
      • Membaca surah ini dapat menjadi pelindung dari berbagai bentuk bahaya duniawi maupun spiritual.
    4. Ketenangan Jiwa:
      • Ayat-ayatnya memberikan kedamaian hati dan motivasi untuk selalu berserah diri kepada Allah.

    Baca Juga: Surat Yasin Lengkap (MP3): Keutamaan, Manfaat, dan Cara Membacanya

    Tata Cara dan Waktu Terbaik Membaca

    Agar manfaatnya optimal, terdapat beberapa anjuran waktu dan cara membaca Surat Al Waqiah:

    1. Malam Hari:
      • Disarankan dibaca sebelum tidur sebagai bagian dari wirid malam.
    2. Setelah Salat Dhuha atau Tahajud:
      • Membaca setelah salat sunnah juga dianjurkan, terutama untuk memohon kemudahan rezeki.
    3. Khusus di Ayat ke-89:
      • Ayat ini memiliki keutamaan khusus untuk memohon kelapangan rezeki, dengan pengulangan tertentu dalam beberapa tradisi dzikir【6】【7】.

    Baca Juga: Surat Yusuf Ayat 4: Latin dan Tafsirnya Lengkap

    Hikmah Spiritual dari Surat Al-Waqiah

    Surat Al Waqiah tidak hanya berfungsi sebagai bacaan untuk mendatangkan rezeki, tetapi juga sebagai pengingat bahwa segala nikmat dunia berasal dari Allah. Pembacanya diajak untuk selalu bersyukur dan menjaga ketakwaan. Surah ini juga memberikan penghiburan bagi mereka yang beriman, bahwa Allah menyediakan tempat yang indah di akhirat sebagai ganjaran atas amal baik mereka.


    Surat Al Waqiah

    Penutup

    Membaca Surat Al-Waqiah adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Selain memberikan manfaat spiritual, surat ini juga dipercaya membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pembacanya dianjurkan untuk memahami arti dan maknanya, sehingga kandungan ayat dapat meresap ke dalam hati.

    Bagi yang ingin memulai kebiasaan ini, pembacaan bisa dimulai dengan memahami terjemahannya, menghafal ayat-ayat tertentu, dan melibatkan surat ini dalam rutinitas ibadah sehari-hari.

  • Jazakumullah Khairan Katsiran: Doa dan Artinya dalam Islam

    Jazakumullah khairan merupakan ungkapan doa singkat dalam bahasa Arab yang akrab di telinga umat Muslim. Ucapan jazakumullah khairan katsiran merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada seseorang yang telah berbuat baik kepada kita.

    Apa yang dimaksud dengan jazakumullah khairan katsiran dan apa jawabannya? Untuk lebih memahaminya, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Arti Jazakumullah Khairan Katsiran

    Arti dari jazakumullah khairan katsiran adalah harapan agar Allah membalas dengan kebaikan yang melimpah. Ucapan ini digunakan dalam konteks terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Mirip dengan kata “terima kasih” dalam bahasa Arab, yaitu “syukron”.

    Tulisan Jazakumullah Khairan Katsiran Arab dan latinnya:

     جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا

    Jazakumullah khairan katsiran

    Jazakallah adalah kata Arab yang digunakan oleh umat Islam untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih melalui doa.

    Ucapan jazakumullah khairan katsiran adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Oleh karena itu, lebih baik bagi seorang Muslim untuk menggunakan ucapan ini, karena dengan memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan berkah dan kebaikan, daripada hanya mengucapkan terima kasih biasa.

    Keutamaan dari Ucapan Jazakumullah Khairan Katsiran

    Ucapan jazakumullah khairan katsiran juga memiliki keutamaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk memberikan doa kepada orang yang berbuat baik kepada kita.

    Dalam sebuah hadis, diceritakan oleh Usamah bin Zaid r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang berbuat baik padanya, dan dia berkata: ‘Jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia telah melakukan yang terbaik dalam pujian.” (HR. Tirmidzi: 2035).

    Rasulullah juga pernah berkata, “Jika seseorang mencari perlindungan dengan nama Allah, berilah dia perlindungan. Jika ada yang meminta dalam nama Allah, berikanlah. Jika ada yang mengundangmu, terimalah. Dan jika ada orang yang berbuat baik kepadamu, balaslah dia. Namun jika kamu tidak mampu melakukannya, berdoalah untuknya sampai kamu merasa telah memberinya kompensasi.” (HR. Abu Dawud:1672).

    Baca Juga : Doa Hujan Allahumma Shoyyiban Nafian Lengkap Arab dan Arti

    Cara Menjawab Jazakumullah Khairan Katsiran

    Untuk menjawab ucapan jazakumullah khairan katsiran, jika Anda seorang perempuan, Anda dapat menggunakan ungkapan “wa iyyaki” (dan kebaikan juga untukmu). Sedangkan jika Anda seorang laki-laki, Anda dapat menggunakan ungkapan “wa iyyaka” (dan kebaikan juga untukmu).

    Ungkapan “wa iyyaaka” berarti “dan kebaikan juga untukmu” jika ditujukan kepada laki-laki, sedangkan “wa iyyaki” berarti “dan kebaikan juga untukmu” jika ditujukan kepada perempuan. Untuk jawaban dalam bentuk jamak, ungkapannya adalah “wa iyyaakum” yang berarti “dan kebaikan juga untuk kalian” yang ditujukan kepada banyak orang.

    Jazakallah khairan adalah sebuah doa, oleh karena itu, jawaban yang dapat digunakan adalah “amin” atau “Aamin ya Rab” yang berarti “ya Allah, kabulkanlah”.

    Lebih formal lagi, Anda dapat menjawab jazakallah khairan dengan ungkapan “wa Antum fa Jazakumullahu khairan” yang berarti “dan kamu juga, semoga Allah membalas dengan kebaikan”.

    Sebagai alternatif, ungkapan yang dapat digunakan dalam menjawab jazakallah khairan adalah “wa jazakallahu khairan” atau “wa jazakillahu khairan” yang berarti “dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan juga”. Jawablah dengan penuh doa, sebagaimana kita didoakan.

    Perbedaan antara Jazakallahu Khairan dan Jazakillahu Khairan

    Jazakallah khairan diucapkan kepada laki-laki (tunggal), sedangkan jazakillah khairan diucapkan kepada perempuan (tunggal).

    Jazaa: Semoga menambah/memberi/membalas

    ka: kamu (tunggal)

    Allah

    Khairan: kebaikan

    Katsiran: banyak

    Jadi, jazakallah artinya “semoga Allah akan menambah/memberi/membalasmu”. Kata Jazakallah atau Jazakumullah digunakan sebagai ungkapan terima kasih dan doa kepada seseorang atas kebaikannya.

    Apa perbedaan antara jazakallah dan jazakumullah? Jazakumullah diucapkan kepada laki-laki (bentuk jamak) dan perempuan (bentuk jamak). Jazakumullah artinya “semoga Allah membalas kebaikan kalian”.

    Baca Juga : Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Arti, Tulisan Arab yang Benar

    Contoh Penggunaan Lafal Jazakumullah

    Untuk menggunakan lafal Jazakumullah dengan baik dalam kalimat, perhatikan bagaimana umat Muslim menggunakannya secara alami dalam percakapan sehari-hari.

    Berikut adalah beberapa contoh penggunaan Jazakallah:

    1. Aamiin ya Rab, mohon doanya ya supaya bisa cepat sembuh. Jazakillah khair! (diucapkan untuk perempuan)

    2. Syukron jazakallah khairan: Terima kasih, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (diucapkan untuk seorang laki-laki)

    3. Jazakumullah khairan n katsiran karena sudah mendukung kami!

    Ucapan Kebaikan Sehari-hari dalam Bahasa Arab

    Jazakumullah khairan katsiran merupakan salah satu ucapan kebaikan sehari-hari dalam bahasa Arab. Selain itu, terdapat banyak ucapan kebaikan lain yang dapat digunakan.

    Dikutip dari laman PPPPTK Bahasa Kemdikbud yang ditulis oleh Dedi Supriyanto, berikut adalah beberapa contoh ucapan kebaikan sehari-hari dalam bahasa Arab:

    1. Bittaufiq wa annajah artinya “semoga kamu mendapat taufik dan kesuksesan”.

    2. Barakallahu fiik artinya “semoga Allah memberi keberkahan padamu”.

    3. Atamanna laka attaufik wa almazid min annajah fii hayatik al-mihniyyah wa asyakshiyah artinya “aku berharap kamu mendapat kesuksesan dalam karir dan kehidupanmu yang penuh tantangan dan kebahagiaan”.

    4. Barakallahu fii umrik wa usratik wa hayatik wa amalik wa shihatik artinya “semoga Allah memberkahi umurmu, keluargamu, kehidupanmu, pekerjaanmu, dan kesehatanmu”.

    5. Taqabbalallhu minkum sholihu al-a’mal artinya “semoga Allah menerima amal kebaikanmu”.

    6. Zadakallahu nuuron wa ihsaanan wa sitran wa barakatan wa ridhan artinya “semoga Allah menambahkan cahaya, kebaikan, perlindungan, keberkahan, dan keridhoan”.

    7. Ma’a an-najah artinya “semoga sukses”.

    Dengan demikian, jazakumullah khairan katsiran artinya adalah semoga Allah memberikan banyak kebaikan untukmu. Sekarang, Anda sudah tahu kapan harus mengucapkan jazakallahu khairan, bukan?

  • Surat Yusuf Ayat 4: Latin dan Tafsirnya Lengkap

    QS. YUSUF AYAT 4

    اِذۡ قَالَ يُوۡسُفُ لِاَبِيۡهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡ رَاَيۡتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبًا وَّالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ رَاَيۡتُهُمۡ لِىۡ سٰجِدِيۡنَ‏

    Iz qoola Yuusufu li abiihi yaaa abati innii ra aytu ahada ‘ashara kawkabanw wash shamsa walqamara ra aytuhum lii saajidiin

    Artinya:(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (Surat Yusuf Ayat 4).

    Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 1-30 Lengkap dengan Artinya

    Tafsir Surat Yusuf Ayat 4

    Setelah menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengandung kisah-kisah umat terdahulu yang belum diketahui dengan jelas oleh Nabi Muhammad dan umatnya, ayat ini menggambarkan salah satu kisah tersebut, yaitu kisah Nabi Yusuf. Kisah Nabi Yusuf dimulai dengan menceritakan mimpinya. Yusuf, putra Nabi Yakub, mengatakan kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Aku bermimpi melihat sebelas bintang, yang merupakan saudara-saudaraku, matahari, yang merupakan ayahku, dan bulan, yang merupakan ibuku; aku melihat semuanya tunduk dan hormat kepadaku.”

    Pada suatu waktu, Nabi Yusuf memberitahu ayahnya, Nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim, bahwa ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya tunduk dan hormat kepadanya. Tentu saja, dalam konteks ini, tunduk dan hormat tidak berarti menyembah, melainkan sebagai kiasan dari tindakan tunduk dan patuh. Dalam Al-Qur’an juga terdapat contoh lain di mana tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada Allah.

    Setelah mendengar cerita ini, Nabi Yakub menyadari bahwa mimpi anaknya bukan sekadar mimpi biasa, melainkan wahyu dari Allah seperti yang sering dialami oleh para nabi. Dia yakin bahwa anaknya akan menghadapi urusan penting dan akan menjadi seorang pemimpin di mana orang-orang akan tunduk kepadanya, termasuk saudara-saudaranya dan orang tua mereka. Nabi Yakub khawatir jika saudara-saudaranya mengetahui hal ini, mereka akan merasa iri dan dengki terhadap Yusuf, bahkan mungkin berusaha untuk membahayakannya. Terbayang dalam pikiran Nabi Yakub betapa sulitnya masa depan anaknya jika saudara-saudaranya mengetahui mimpi tersebut, mereka akan berusaha menghalanginya dengan segala cara.

    Baca Juga : Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya

    Penjelasan tentang Surat Yusuf

    Surat Yusuf terdiri dari 111 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyyah, yang diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Surat ini dinamai “Yusuf” karena fokus utama isinya adalah riwayat Nabi Yusuf. Riwayat ini merupakan salah satu dari cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat, padahal sebelumnya beliau tidak mengetahuinya. Menurut riwayat dalam kitab Ad Dalail karya Al Baihaqi, ada sekelompok orang Yahudi yang masuk Islam setelah mereka mendengar cerita tentang Nabi Yusuf ini, karena cerita tersebut sesuai dengan cerita-cerita yang mereka kenal. Dari cerita Nabi Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil banyak pelajaran dan cerita ini menjadi penghibur baginya dalam menjalankan tugasnya.

  • Kun Fayakun Artinya Lengkap dengan Tulisan Arab

    Kun Fayakun (bahasa Arab: كُنْ فَيَكُونُ) adalah sebuah ungkapan dan kalimat yang disebutkan di beberapa ayat Alquran. Namun secara spesifik dijabarkan pada surat Yasin ke 36, ayat 82.

    Arti Kun Fayakun Pada Surat Yasin

    “Kun fayakun” adalah sebuah frase dalam bahasa Arab yang berasal dari Al-Quran. Frase ini ditemukan dalam Surah Yasin, Surah ke-36, ayat 82, di mana Allah berfirman:

    “إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Sesungguhnya jika Allah menghendaki sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    Jadi, “Kun fayakun” secara harfiah berarti “Jadilah, maka terjadilah”. Ungkapan ini mencerminkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa untuk menciptakan sesuatu hanya dengan kehendak-Nya. Ketika Allah menginginkan sesuatu terjadi, Dia hanya mengatakan “Jadilah” dan itu terjadi tanpa kesulitan.

    Sebagai doa, “Kun fayakun” menjadi ungkapan dari keyakinan dan harapan seseorang kepada Allah untuk memenuhi keinginan atau memperbaiki keadaan. Dalam konteks doa, “Kun fayakun” menggambarkan kepercayaan akan kekuasaan absolut Allah untuk mengubah dan menciptakan apa pun yang Dia kehendaki. Orang-orang menggunakan ungkapan ini dalam doa mereka sebagai penegasan keyakinan bahwa Allah memiliki kuasa untuk memenuhi permohonan mereka dan mengubah segala sesuatu.

    Baca Juga : Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya

    Kun Fayakun Pada Ayat Alquran

    Berikut ini adalah surat-surat lain dalam Al-Quran yang mengandung ayat-ayat yang berbicara tentang kekuasaan Allah dalam menciptakan dengan firman-Nya:

    1. Surah Al-Baqarah (Surah ke-2), Ayat 117:

    “بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Dan apabila Dia berkehendak untuk sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    2. Surah Ali Imran (Surah ke-3), Ayat 47:

    “قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّـهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ”

    Artinya: “Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mendapatkan seorang anak, padahal tidak ada manusia yang menyentuhku?’ Allah berfirman, ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Dia telah menentukan sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.’”

    3. Surah Al ‘Imran (Surah ke-3), Ayat 59:

    “إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّـهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ”

    Artinya: “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah itu seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    4. Surah Maryam (Surah ke-19), Ayat 35:

    “مَا كَانَ لِلَّـهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ”

    Artinya: “Allah tidaklah mempunyai anak, Mahasuci Allah. Apabila Dia berkehendak untuk sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”

    5. Surah Al-An’am (Surah ke-6), Ayat 73:

    “وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ”

    Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya. Dan (ingatlah) pada hari Dia berfirman, ‘Jadilah!’ maka jadilah. Lalu firman-Nya: ‘Kun fayakun’. Dan kepunyaan-Nya-lah kerajaan pada hari ditiupnya sangkakala. Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata; dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengenal.”

    Baca Juga: Pengertian dan Makna “Masyaallah Tabarakallah” dalam Kehidupan Sehari-hari

    Inilah beberapa surat dalam Al-Quran yang mengandung ayat-ayat yang menekankan kekuasaan Allah dalam menciptakan dengan firman-Nya.

  • Surat Al Mulk Ayat 1-30 Lengkap dengan Artinya

    Surat Al Mulk adalah surah ke-67 dalam Al-Quran. Surah ini terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surah Makkiyah, yang artinya diturunkan di Mekah sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Surat Al Mulk mengandung berbagai pesan dan pelajaran, termasuk tentang kekuasaan dan keagungan Allah, ciptaan-Nya, dan akhirat.

    Salah satu tujuan utama Surat Al Mulk adalah untuk mengajak manusia untuk merenungkan tentang ciptaan Allah di alam semesta ini dan mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Surat Al Mulk juga mengingatkan tentang pentingnya bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya.

    Surat Al Mulk sering dibaca oleh banyak umat Muslim karena terdapat hadits dari Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa surah Al Mulk memberikan perlindungan bagi pembacanya di alam kubur. Karena itu, banyak orang Islam membiasakan membaca Surat Al Mulk setiap hari sebagai bentuk ibadah dan perlindungan.

    Baca Juga: Surat Yasin Lengkap (MP3): Keutamaan, Manfaat, dan Cara Membacanya

    Berikut Surat Al Mulk Latin, Arab, beserta artinya:

    Surat Al Mulk (QS.67)

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillahirrahmanirrahim

    تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
    Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr(un).
    Artinya: Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,


    ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
    Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā(n), wa huwal-‘azīzul-gafūr(u).
    Artinya: yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.


    الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
    Allażī khalaqa sab‘a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji‘il-baṣara hal tarā min fuṭūr(in).
    Artinya: (Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?


    ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
    Ṡummarji‘il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi’aw wa huwa ḥasīr(un).
    Artinya: Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya).


    وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ
    Wa laqad zayyannas-samā’ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja‘alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīni wa a‘tadnā lahum ‘ażābas-sa‘īr(i).
    Artinya: Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).


    وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
    Wa lil-lażīna kafarū birabbihim ‘ażābu jahannam(a), wa bi’sal-maṣīr(u).
    Artinya: Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.


    اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ
    Iżā ulqū fīhā sami‘ū lahā syahīqaw wa hiya tafūr(u).
    Artinya: Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara.


    تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ
    Takādu tamayyazu minal-gaiẓ(i), kullamā ulqiya fīhā faujun sa’alahum khazanatuhā alam ya’tikum nażīr(un).
    Artinya: (Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, “Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?”


    قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ
    Qālū balā qad jā’anā nażīr(un), fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai'(in), in antum illā fī ḍalālin kabīr(in).
    Artinya: Mereka menjawab, “Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.’” (Para malaikat berkata,) “Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar.”


    وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
    Wa qālū lau kunnā nasma‘u au na‘qilu mā kunnā fī aṣḥābis-sa‘īr(i).
    Artinya: Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”


    فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
    Fa‘tarafū biżambihim, fasuḥqal li’aṣḥābis-sa‘īr(i).
    Artinya: Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala) itu.


    اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
    Innal-lażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).
    Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.


    وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
    Wa asirrū qaulakum awijharū bih(ī), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
    Artinya: Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.


    اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ ࣖ
    Alā ya‘lamu man khalaq(a), wa huwal-laṭīful-khabīr(u).
    Artinya: Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Mahahalus lagi Maha Mengetahui?


    هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
    Huwal-lażī ja‘ala lakumul-arḍa żalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū mir rizqih(ī), wa ilaihin-nusyūr(u).
    Artinya: Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.


    ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ
    A’amintum man fis-samā’i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa’iżā hiya tamūr(u).
    Artinya: Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?


    اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ
    Am amintum man fis-samā’i ay yursila ‘alaikum ḥāṣibā(n), fa sata‘lamūna kaifa nażīr(i).
    Artinya: Atau, sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.


    وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
    Wa laqad każżabal-lażīna min qablihim fakaifa kāna nakīr(i).
    Artinya: Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!


    اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
    Awalam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn(a), mā yumsikuhunna illar-raḥmān(u), innahū bikulli syai’im baṣīr(un).
    Artinya: Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.


    اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ
    Am man hāżal-lażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dūnir-raḥmān(i), inil-kāfirūna illā fī gurūr(in).
    Artinya: Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.


    اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
    Am man hāżal-lażī yarzuqukum in amsaka rizqah(ū), bal lajjū fī ‘utuwwiw wa nufūr(in).
    Artinya: Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).


    اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
    Afamay yamsyī mukibban ‘alā wajhihī ahdā ammay yamsyī sawiyyan ‘alā ṣirāṭim mustaqīm(in).
    Artinya: Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?


    قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
    Qul huwal-lażī ansya’akum wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abṣāra wal-af’idah(ta), qalīlam mā tasykurūn(a).
    Artinya: Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.”


    قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
    Qul huwal-lażī żara’akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarūn(a).
    Artinya: Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”


    وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
    Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).
    Artinya: Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?”


    قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
    Qul innamal-‘ilmu ‘indallāh(i), wa innamā ana nażīrum mubīn(un).
    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”


    فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
    Falammā ra’auhu zulfatan sī’at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda‘ūn(a).
    Artinya: Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”


    قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
    Qul ara’aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma‘iya au raḥimanā, famay yujīrul-kāfirīna min ‘ażābin alīm(in).
    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”


    قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
    Qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa ‘alaihi tawakkalnā, fasata‘lamūna man huwa fī ḍalālim mubīn(in).
    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Zat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”


    قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ ࣖ
    Qul ara’aitum in aṣbaḥa mā’ukum gauran famay ya’tīkum bimā’im ma‘īn(in).
    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”

  • Bacaan Ayat Seribu Dinar Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

    Al-Qur’an mempunyai ayat-ayat yang mengandung doa, salah satunya yakni ayat 1000 dinar. Simak, bacaan ayat seribu dinar Arab, latin dan artinya. Dan keutamaan membaca ayat seribu dinar.

    Ayat 1000 dinar dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang tak disangka-sangka, jika diamalkan secara khusus. Aya ini disebut dengan amalan kekayaan untuk mendapatkan rezeki di dalam Islam.

    Ayat seribu dinar terdapat di surat At-Talaq ayat 2 dan 3. Para ulama menerangkan jika ayat 1000 dinar ini kerap dikaitkan dengan doa pembuka pintu rezeki. Yang tentunya hal ini dibarengi juga dengan ketetapan rezeki yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

    Oleh karena itu, ayat seribu dinar ini perlu untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantaran mempunyai manfaat dan kebaikan yang besar untuk kehidupan para mukmin. Umat muslim bisa mengamalkan ayat seribu dinar ini di sela aktivitas sehari-hari.

    Berikut di bawah ini adalah bacaan ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya:

    Bacaan Arab, Latin, dan Arti Ayat Seribu Dinar

    Di bawah ini adalah bacaan ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya dalam surat At-Talay ayat 2 dan 3:

    Bacaan Arab:

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Bacaan latin:

    wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā

    Artinya:

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    Kisah Awal Disebut Ayat 1000 Dinar

    Ayat Seribu Dinar

    Di dalam buku karya Zakiyah Ahmad berjudul Shalat Dhuha Untuk Wanita: Disertai Doa-doa Pemanggil Rezeki, dijelaskan kisah mula ayat At-Talaq ayat 2 dan 3 disebut sebagai ayat seribu dinar. Kisah ini bermula ada seorang pedagang yang bermimpi didatangi oleh Nabi Khidir AS.

    Di dalam mimpi tersebut, Nabi Khidir AS menyuruh si pedagang untuk mengeluarkan sedekah sebesar seribu dinar emas untuk fakir miskin. Setelah menunaikan sedekah tersebut, Nabi Khidir AS kembali mendatangi si pedagang melalui mimpi.

    Beliau mengajarkan ayat-ayat suci ke si pedagang untuk diamalkan setiap hari. Hal ini bertujuan agar si pedagang selamat dari malapetaka. Pedagang itupun mengamalkannya sekian lama dan terbukti. Suatu ketika, si pedagang berlayar ke tanah seberang dengan membawa hartanya.

    Di tengah laut kapal yang ditumpangi si pedagang hancur karena diterjang badai, hanya dialah yang selamat. Si pedagang tersebut terdampar di daratan sebrang dengan seluruh harta yang dibawanya, Bahkan, ada kisah yang mengisahkan, bahwa di kemudian hari si pedagang menjadi raja di tempat ia terdampar.

    Dari kisah tersebutlah muncul nama ‘ayat seribu dinar’ yang dikenal sampai sekarang. Ayat tersebut diyakini mempunyai keampuhan. Maka bagi mukmin yang mengamalka ayat ini akan dikeluarkan dari kesulitan, diberikan rezeki dari arah yang tidak terduga, juga dicukupkan seluruh kebutuhannya.

    Keutamaan Membaca Ayat 1000 Dinar

    Keutamaan Membaca Ayat 1000 Dinar

    Dalam buku karya Taufiq FR dijelaskan mengenai keutamaan dari ayat seribu dinar. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga”, yakni menunjukkan sebuah pemberitahuan yang diperuntukkan untuk seluruh umat muslim di dunia dalam mencari rezeki.

    Pasalnya, kesalahan di diri kita yakni terlalu sibuk dalam mencari rezeki. Namun, tak tahu di mana letak rezeki tersebut berada. Dan akhirnya membuat kita menjadi merasa lelah, letih, emosi, dan hasil tak sesuai dengan keinginan.

    Di dalam surat At-Talaq ayat 2-3 memiliki makna yakni, ‘barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Dia akan memberi rezeki dari arah yang tidak pernah terbesit dalam hatinya.’

    Di dalam surat tersebut dijamin secara pasti jika seseorang mampu untuk berada di jalan Allah SWT, dan menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan kebaikan, maka akan memperoleh rezeki yang sesuai dengan keinginan.

    Bacaan doa ayat seribu dinar ini mempunyai keutamaan kebaikan dan manfaat untuk orang yang membacanya. Berikut adalah keutamaannya:

    • Memperoleh pahala yang besar. Umat muslim yang membaca dan mengamalkan doa ini akan memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT. Sebab ayat ini merupakan salah satu kalimat yang mulia di dalam Al-Qur’an.
    • Doa ini bisa membantu umat muslim untuk mendapatkan pengampunan dosa. Ayat ini bisa membersihkan diri dari dosa dan mendapatkan keberkahan Allah SWT.
    • Membaca doa ini bisa mendapatkan ketenangan hati dan merasakan kehadiran Allah SWT.
    • Allah SWT menjanjikan akan memberikan rezeli berlimpah untuk hamba-Nya yang mengamalkan doa ini dengan penuh keyakinan.
    • Ayat ini juga bisa memberikan perlindungan diri dari gangguan jin dan kejahatan.

    Ayat Seribu Dinar Dibaca Kapan?

    Banyak yang belum mengetahui kapan ayat 1000 dinar dibaca dan cara mempraktikkannya. Terdapat beberapa waktu yang dapat dipilih untuk mengamalkan doa ini. Waktu mustajab untuk mengamalkannya adalah setiap hari usai salat subuh atau maghrib.

    Dan bisa juga membacanya setelah shalat Isya atau sebelum tidur agar diri merasa tenang. Sebelum melakukan kegiatan seperti berangkat kerja juga bisa membaca doa ini. Dan berharap Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam bekerja.

    Di sepertiga malam adalah waktu yang sangat mustajab untuk mengamalkan doa ini. Baca doa ini setelah selesai shalat tahajud atau shalat hajad. Jika kesulitan untuk mengamalkan setiap hari, kamu bisa mencoba mengamalkannya rutin selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu hingga Jumat. Sebelumnya melafalkannya, dianjurkan untuk diawali dengan membaca surat Al-Qadr enam kali.

    Berapa kali membaca ayat 1000 dinar? Ada yang menyarankan membacanya sebanyak 1000 kali. Namun, jika keberatan bisa membacanya sebanyak 33 kali dalam sehari atau minimal satu kali dalam sehari pun sudah cukup. Yang terpenting yakni kesungguhan hati kita dalam melafalkannya.

    Itulah bacaan doa ayat seribu dinar Arab, latin, dan artinya lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat, ya.

  • Surat Yasin Lengkap (MP3): Keutamaan, Manfaat, dan Cara Membacanya

    Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang sangat dikenal dan sering dibaca oleh umat Islam di seluruh dunia. Terletak di urutan surat ke-36, surat ini terdiri dari 83 ayat dan memiliki kedudukan istimewa dalam praktik keagamaan sehari-hari. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai keutamaan, manfaat, serta beberapa cara praktis dalam membaca Surat Yasin, dan tanya jawabnya.

    Keutamaan Surat Yasin

    Surat Yasin dikenal sebagai ‘jantung’ Al-Quran, dan ini bukan tanpa alasan. Beberapa hadis Rasulullah SAW menggarisbawahi keutamaan dari membaca surat ini. Berikut beberapa keutamaan utama yang perlu diketahui:

    1. Mempermudah Urusan: Membaca Surat Yasin diyakini dapat mempermudah berbagai urusan hidup. Ada keyakinan bahwa ketika seseorang membaca Surat Yasin dengan niat tulus, Allah SWT akan mempermudah segala urusannya.
    1. Pahala Berlipat Ganda: Setiap ayat yang dibaca dari Surat Yasin memberikan pahala yang besar. Ini dijelaskan dalam beberapa hadis yang menyatakan bahwa membaca Surat Yasin sama dengan membaca Al-Quran sepuluh kali.
    1. Mendapatkan Perlindungan: Membaca Surat Yasin di malam hari dapat memberikan perlindungan dari segala bahaya. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa surat ini bisa menjadi pelindung dari berbagai marabahaya dan gangguan.
    1. Pengampunan Dosa: Surat Yasin juga dikenal sebagai salah satu surat yang dapat menghapus dosa-dosa kecil bagi siapa saja yang membacanya dengan hati yang ikhlas dan niat yang baik.

    Manfaat Membaca Surat Yasin

    Selain keutamaannya yang begitu luar biasa, membaca Surat Yasin juga memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan baik dari segi spiritual maupun kesehatan mental.

    1. Mendekatkan Diri kepada Allah

    Membaca Surat Yasin dapat menjadi bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan iman dan ketakwaan. Dengan membaca Surat Yasin secara rutin, kita dapat merasakan kedekatan yang lebih intens dengan Sang Pencipta.

    1. Menenangkan Hati

    Surat Yasin memiliki efek menenangkan bagi siapa saja yang membacanya dengan penuh penghayatan. Ayat-ayatnya yang penuh makna mampu memberikan ketenangan jiwa dan mengurangi beban pikiran. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sering merasa cemas atau stres.

    1. Memohon Kesembuhan

    Banyak orang yang membaca Surat Yasin sebagai doa untuk kesembuhan. Keyakinan ini berdasarkan pada hadis-hadis yang menyatakan bahwa ayat-ayat Al-Quran dapat menjadi obat bagi berbagai penyakit. Dengan niat yang ikhlas, membaca Surat Yasin dapat menjadi bagian dari doa penyembuhan.

    1. Memperoleh Petunjuk

    Surat Yasin berisi banyak pelajaran hidup dan petunjuk yang dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ayat-ayatnya mengandung pesan moral dan etika yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern.

    1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

    Dengan rutin membaca Surat Yasin, kita akan semakin memahami kebesaran Allah SWT dan semakin taat dalam menjalankan perintah-Nya. Ini akan membantu meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan.

    Kandungan Surat Yasin

    Untuk lebih memahami keutamaan dan manfaat Surat Yasin, penting untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam surat ini. Surat Yasin berisi berbagai topik yang sangat penting, antara lain:

    1. Keimanan kepada Allah SWT: Surat Yasin menekankan pentingnya keimanan kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah.
    1. Kisah Para Nabi: Surat ini juga mengandung kisah-kisah nabi terdahulu yang memberikan pelajaran berharga bagi umat manusia.
    1. Hari Kiamat: Surat Yasin memberikan gambaran mengenai Hari Kiamat dan kehidupan setelah mati, yang bertujuan untuk mengingatkan umat manusia akan pentingnya beriman dan beramal saleh.
    1. Tanda-Tanda Kekuasaan Allah: Berbagai tanda kekuasaan Allah yang terdapat di alam semesta juga dijelaskan dalam surat ini, mengajak kita untuk selalu bersyukur dan menyadari kebesaran-Nya.

    Cara Membaca Surat Yasin dengan Efektif

    Agar manfaat dan keutamaan Surat Yasin dapat dirasakan secara maksimal, berikut beberapa tips dalam membaca surat ini:

    1. Niat yang Ikhlas: Pastikan membaca Surat Yasin dengan niat yang tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Niat yang baik dan benar akan membuka pintu-pintu keberkahan dari bacaan kita.
    1. Kondisi yang Tenang: Pilih waktu dan tempat yang tenang untuk membaca Surat Yasin. Ini akan membantu kita lebih fokus dan khusyuk dalam membaca.
    1. Memahami Makna: Usahakan untuk memahami makna dari setiap ayat yang dibaca. Membaca terjemahan dan tafsir dari Surat Yasin dapat membantu dalam menghayati dan meresapi pesan-pesan yang terkandung dalam surat ini.
    1. Konsistensi: Membaca Surat Yasin secara rutin, misalnya setiap hari Jumat, dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Konsistensi dalam membaca akan membantu memperkuat kebiasaan baik ini.
    1. Menggunakan Tajwid yang Benar: Penting untuk membaca Surat Yasin dengan tajwid yang benar agar bacaan kita sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Surat Yasin Lengkap

    Berikut surat Yasin Lengkap Ayat 1-83 Arab Latin Terjemahan dan Audio murotal MP3:

    Kesimpulan

    Surat Yasin bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga sumber pahala dan ketenangan jiwa bagi yang membacanya dengan penuh penghayatan. Dengan memahami keutamaan dan manfaatnya, kita dapat lebih menghargai dan rutin membaca Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari. Surat ini mengandung berbagai pesan penting yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

    Dengan membaca Surat Yasin, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mendapatkan perlindungan, ketenangan hati, dan berbagai manfaat lainnya. Maka dari itu, mari kita biasakan membaca Surat Yasin dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

    FAQ

    Apa itu Surat Yasin?

    Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat. Surat ini dikenal sebagai “jantung Al-Qur’an” dan sering dibaca oleh umat Muslim untuk berbagai keperluan spiritual dan keagamaan.

    Apa keutamaan membaca Surat Yasin?

    Membaca Surat Yasin memiliki banyak keutamaan, termasuk mendapatkan pahala yang besar, memudahkan segala urusan, mendapatkan keberkahan, dan diampuni dosa-dosa. Beberapa hadis menyebutkan bahwa membaca Surat Yasin dapat memberikan ketenangan dan perlindungan.

    Kapan waktu yang baik untuk membaca Surat Yasin?

    Waktu yang baik untuk membaca Surat Yasin adalah kapan saja, namun seringkali dibaca pada malam Jumat, setelah shalat fardhu, atau saat ada orang yang sedang sakit atau dalam kondisi kritis.

    Bagaimana cara membaca Surat Yasin untuk orang yang sudah meninggal?

    Surat Yasin sering dibaca untuk orang yang sudah meninggal sebagai bentuk doa dan harapan agar ruh mereka mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah. Membacanya dapat dilakukan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu majelis tahlilan.

    Apakah ada doa khusus setelah membaca Surat Yasin?

    Tidak ada doa yang secara khusus diwajibkan setelah membaca Surat Yasin, namun banyak orang yang mengamalkan doa-doa yang berisi permohonan ampunan, keberkahan, dan rahmat Allah setelah selesai membacanya.

    Bagaimana cara menghafal Surat Yasin dengan mudah?

    Untuk menghafal Surat Yasin dengan mudah, disarankan untuk mengulanginya secara rutin setiap hari, membaca sambil memahami artinya, menggunakan aplikasi atau rekaman audio untuk mendengarkannya, dan berdoa memohon kemudahan dari Allah dalam menghafalnya.

    Apa yang dimaksud dengan yasinan?

    Yasinan adalah tradisi membaca Surat Yasin bersama-sama dalam suatu majelis. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memperingati hari tertentu, seperti malam Jumat, acara tahlilan, atau mendoakan seseorang yang sudah meninggal.