Tag: Ahok

  • Ahok Pastikan Penuhi Panggilan Kejagung sebagai Saksi Kasus Korupsi Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Komisaris Utama Pertamina, menyatakan akan memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis, 13 Maret 2025, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023. “Ya, akan hadir,” tegas Ahok, Rabu (12/3/2025). Pemeriksaan direncanakan berlangsung pukul 10.00 WIB di kantor Kejagung.

    Kasus ini telah menjerat sembilan tersangka, enam di antaranya merupakan pejabat tinggi di anak perusahaan (subholding) Pertamina. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka meliputi:

    1. Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga),
    2. Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping),
    3. Sani Dinar Saifuddin (Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional),
    4. Agus Purwono (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional),
    5. Maya Kusmaya (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga),
    6. Edward Corne (VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga).

    Selain itu, tiga broker swasta juga menjadi tersangka: Muhammad Kerry Adrianto Riza (pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa), Dimas Werhaspati (Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim), serta Gading Ramadhan Joedo (Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak).

    Kejagung memperkirakan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp193,7 triliun. Meski belum mengungkap alasan spesifik memanggil Ahok, diketahui mantan Gubernur DKI Jakarta ini pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina dari 2019 hingga 2024. Posisinya selama periode tersebut diduga terkait dengan lingkup waktu kasus yang sedang diselidiki.

    Baca Juga: Ahok Diperiksa Besok! Kejagung Bongkar Misteri Korupsi Pertamina yang Bikin DPR Panas

    Pemeriksaan Ahok dinilai menjadi langkah krusial untuk mengungkap praktik korupsi di sektor energi, terutama menyusul besarnya nilai kerugian yang diderita negara. Publik pun menanti transparansi proses hukum dari Kejagung untuk memastikan akuntabilitas para pihak yang terlibat.

  • Ahok Diperiksa Besok! Kejagung Bongkar Misteri Korupsi Pertamina yang Bikin DPR Panas

    Jakarta, 12 Maret 2025 – Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali mencuri perhatian publik. Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis, 13 Maret 2025, terkait dugaan korupsi di tubuh perusahaan pelat merah tersebut. Kasus ini semakin memanaskan perdebatan soal tata kelola Pertamina yang kerap dikritik.

    Latar Belakang Kasus dan Periode Ahok di Pertamina
    Ahok memimpin sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak akhir 2019 hingga mengundurkan diri pada Februari 2022. Selama menjabat, ia dikenal vokal mendorong reformasi internal, termasuk mengkritik praktik tidak efisien dan menyoroti masalah di anak perusahaan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang pernah terlibat kasus korupsi. Namun, penyelidikan Kejagung kali ini diduga merujuk pada periode sebelum kepemimpinan Ahok, yakni dugaan penyimpangan pada 2018.

    Temporalitas ini memicu tanda tanya publik. “Korupsi disebut terjadi sejak 2018, sementara Ahok baru masuk Pertamina akhir 2019. Apa kaitannya?” tanya seorang warganet di platform X, mencerminkan keraguan atas keterlibatannya.

    Baca Juga: Kasus Korupsi Bank BJB: Kronologi, Tersangka, dan Keterkaitan Ridwan Kamil

    Drama Politik di DPR dan Kritik
    Kasus ini juga memantik ketegangan di parlemen. Dalam rapat Komisi VI DPR dengan Pertamina (11/3), politisi Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, secara terbuka menyebut Ahok “bacot” (banyak bicara) saat membahas kinerjanya. Ucapan itu menuai kecaman dari pendukung Ahok yang menilai kritik tersebut lebih bersifat politis.

    Di sisi lain, PDI Perjuangan (PDIP) mengusulkan pembentukan panitia kerja (panja) khusus untuk mengusut kasus korupsi Pertamina dan memanggil Ahok sebagai saksi. Namun, usulan ini ditolak fraksi lain, termasuk Gerindra, yang dianggap sebagai upaya menutupi keterlibatan pihak tertentu. “Kini makin jelas siapa yang bermain kotor,” kicau seorang pengguna X, menyindir dinamika politik di balik kasus ini.

    Respons Ahok dan Tanda-Tanya Pemeriksaan Besok
    Hingga berita ini diturunkan, Ahok belum memberikan pernyataan resmi terkait pemeriksaan Kejagung. Namun, dalam wawancara dengan Narasi Newsroom akhir Februari lalu, ia membantah terlibat korupsi dan mengaku menolak tawaran kembali menjadi Direktur Utama Pertamina. “Saya ingin hidup tenang setelah puluhan tahun berkecimpung di politik dan BUMN,” ujarnya.

    Publik kini menanti: Apakah Ahok hanya dipanggil sebagai saksi atau tersangka? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan nasib mantan Gubernur DKI Jakarta yang karirnya tak lepas dari kontroversi dan gebrakan reformasi.