Category: News

AcuanToday.com merupakan platform media kolaboratif yang menyajikan berita terkini, terbaru, terlengkap, terupdate hari ini Indonesia dan luar negeri.

  • Link Video Syur Bulan Sutena 1 Menit 14 Detik Viral Dicari Netizen di X

    Nama TikToker asal Bali, Bulan Sutena, tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah video syur yang diduga menampilkan dirinya beredar luas. Video berdurasi 1 menit 14 detik tersebut viral di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

    Dalam video viral tersebut, terlihat seorang perempuan yang diklaim mirip dengan Bulan Sutena. Hal ini membuat namanya langsung trending di berbagai platform digital dan memicu beragam reaksi dari netizen. Video syur yang diduga menampilkan Bulan Sutena ini beredar menjelang rilis filmnya berjudul Made in Bali.

    Tak tinggal diam, Bulan Sutena pun angkat bicara menanggapi kasus ini. Melalui unggahan di akun TikTok-nya, ia mengaku kebingungan karena banyak orang masih percaya bahwa dirinya adalah sosok dalam video tersebut.

    “Hallo how are you, kabar aku bingung. Kenapa? Karena di komen masih pada percaya kalau video yang lagi viral itu adalah aku,” ujar Bulan Sutena dalam videonya.

    Ia menegaskan bahwa video tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan teknologi AI atau Artificial Intelligence. Bulan menyatakan bahwa wajar jika banyak orang tertipu karena belum terlalu familiar dengan wajah aslinya.

    Baca Juga: Bulan Sutena Buka Suara Soal Video Viral Mirip Dirinya

    “Coba diperhatikan baik-baik! Itu lho AI. Ya mungkin, wajar saja buat temen-temen yang masih mengira itu aku karena masih asing sama wajah aku,” lanjutnya.

    Bulan Sutena juga menyayangkan adanya pihak yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten manipulatif dan menyesatkan.

    “Takut banget sama orang-orang yang menggunakan teknologi zaman sekarang. Kejam banget mereka itu,” ungkapnya.

    Baca Juga: Ekslusif! Video Audrey Davis Putri Menjadi Incaran Lewat TeraBox Maupun X Twitter

    Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, terutama untuk hal-hal yang positif.

    “Yuk kita gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

  • Video Viral 1 Menit 14 Detik Mirip Bulan Sutena {Cek Disini}

    Sebuah video berdurasi 1 menit 14 detik yang diduga menampilkan sosok mirip Bulan Sutena sedang viral di media sosial. Netizen ramai-ramai mencari link asli video Bulan Sutena tersebut sambil membandingkan kemiripan wajah wanita dalam rekaman dengan TikToker asal Bali itu. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Bulan Sutena, video ini telah memicu spekulasi dan debat di kalangan pengguna internet. Apakah benar itu dirinya? Atau hanya sekadar kemiripan belaka? Simak fakta selengkapnya di artikel ini!

    Video Viral: Benarkah Itu Bulan Sutena?

    Video berdurasi 1 menit 14 detik ini pertama kali muncul tanpa konteks yang jelas. Namun, kemiripan wajah wanita dalam video dengan Bulan Sutena membuat banyak netizen penasaran. Meski begitu, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang mengonfirmasi identitas wanita tersebut.

    Bulan Sutena, yang memiliki lebih dari 9,6 juta pengikut di TikTok, dikenal sebagai sosok multitalenta. Ia tidak hanya pandai bermain gitar, tetapi juga memiliki suara merdu yang membuatnya semakin populer. Namun, terkait video ini, ia belum memberikan pernyataan resmi.

    Baca Juga: Bulan Sutena Buka Suara Soal Video Viral Mirip Dirinya


    Siapa Bulan Sutena? Sosok yang Bikin Netizen Penasaran

    Bulan Sutena, atau Wayan Bulan Yurrina Sutena, adalah TikToker asal Gianyar, Bali. Ia mulai dikenal luas setelah merilis single berjudul “Ghosting” pada 2021. Selain itu, ia juga merambah dunia akting dengan membintangi film horor “Rambut Kafan” pada 2024.

    Sebelum video ini viral, Bulan sempat menarik perhatian publik dengan video jogetnya di kamar mandi tiga tahun lalu. Video tersebut menunjukkan sisi energik dan ceria yang menjadi ciri khasnya.

    link Video viral Bulan Sutena
    Link Video Viral 1 Menit 14 Bulan Sutena

    Jejak Karier dan Popularitas Bulan Sutena

    Karier Bulan Sutena terus menanjak sejak pertama kali muncul di media sosial. Ia tidak hanya mengandalkan kecantikan, tetapi juga bakatnya yang luar biasa. Hal ini membuatnya memiliki banyak penggemar setia yang selalu menantikan karya-karyanya.

    Namun, popularitasnya juga sering kali dibarengi dengan berbagai isu dan kontroversi. Seperti video 1 menit 14 detik ini, yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.

    Baca Juga: Link Video Syur Bulan Sutena 1 Menit 14 Detik Viral Dicari Netizen di X


    Jangan Langsung Percaya!

    Meskipun video ini terus viral, penting untuk tidak langsung percaya tanpa bukti yang jelas. Publik diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Bulan Sutena terkait isu ini.

  • Bulan Sutena Buka Suara Soal Video Viral Mirip Dirinya

    Bulan Sutena, seorang konten kreator dan selebgram, ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah video berdurasi 1 menit 14 detik tersebar luas. Video tersebut menampilkan seorang wanita yang diduga berasal dari Bali sedang melakukan hohohihi!, dan wajahnya diklaim memiliki kemiripan dengan Bulan Sutena.

    Video viral dan beredar di berbagai platform media sosial ini memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen. Meski tidak terlibat secara langsung, Bulan Sutena akhirnya memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Melalui kolom komentar di akun media sosialnya, ia menjawab pertanyaan netizen yang menanyakan keterkaitannya dengan video tersebut.

    Baca Juga: Netizen Temukan Link Video Viral 12 Menit Lydia onic

    “Itu AI, please,” tulis Bulan Sutena dalam salah satu komentarnya, menyangkal keterlibatannya dan menyebut bahwa video tersebut kemungkinan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tanggapan ini menjadi upayanya untuk meredam kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video tersebut.

  • THR dan Gaji 13 PNS 2025: Benarkah Dihapus? Berikut Fakta Terbarunya

    Gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14 bagi aparatur sipil negara (ASN) tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu ini muncul setelah kabar bahwa pemerintah akan menghapuskan gaji ke-13 dan ke-14 pada tahun 2025. Lantas, benarkah gaji 13 ASN dihapus? Simak penjelasan selengkapnya.

    Isu Penghapusan Gaji 13 dan 14 ASN Beredar di Media Sosial

    Dalam beberapa hari terakhir, beredar informasi di media sosial X (dulu Twitter) mengenai kebijakan efisiensi anggaran oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam foto yang beredar, BRIN disebutkan akan menghapus belanja pegawai ke-13 dan ke-14 untuk mencapai target efisiensi anggaran sebesar Rp 2,07 triliun.

    “Meskipun untuk mencapai efisiensi sesuai target Rp 2,07 T, BRIN harus menghapuskan seluruh anggaran riset dan inovasi di 12 Organisasi Riset, menangguhkan seluruh pembiayaan SBSN, menangguhkan sebagian pembiayaan PLN, serta menghapuskan belanja pegawai ke-13 dan ke-14 bagi seluruh ASN BRIN,” tulis keterangan dalam gambar yang dibagikan oleh akun X @tukin_dosenASN.

    Baca Juga: Isu THR Gaji 13 PNS dan Gaji 13-14 ASN Dihapus: Penjelasan Resmi Pemerintah

    Pemerintah Tegaskan Gaji 13 dan THR ASN Tetap Cair

    Pemerintah Tegaskan Gaji 13 dan THR ASN Tetap Cair

    Menanggapi isu tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa gaji ke-13 dan THR ASN tetap akan dicairkan. Sri Mulyani menyatakan bahwa pencairan tersebut sudah dianggarkan dalam belanja negara tahun 2025.

    “Insya Allah (cair), sudah dianggarkan,” kata Sri Mulyani saat ditemui di Mal Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 6 Februari 2025.

    Jadwal Pencairan THR dan Gaji 13 ASN 2025

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2024, jadwal pencairan THR dan gaji ke-13 untuk ASN diperkirakan sebagai berikut:

    • THR akan diberikan sekitar 10 hari kerja sebelum Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada sekitar tanggal 20 Maret 2025.
    • Gaji ke-13 akan dicairkan pada Juni atau Juli 2025, bersamaan dengan awal tahun ajaran baru untuk membantu ASN dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

    ASN yang Berhak Menerima Gaji 13 dan THR

    Tidak semua ASN berhak mendapatkan gaji ke-13 dan THR. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024, kategori ASN yang berhak menerima pembayaran ini antara lain:

    • Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Calon PNS
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
    • Anggota TNI
    • Anggota Polri
    • Pejabat Negara

    Namun, ada beberapa kategori ASN yang tidak berhak menerima gaji ke-13 dan THR, yakni:

    • PNS yang sedang cuti di luar tanggungan negara
    • PNS yang sedang bertugas di luar instansi pemerintah dengan gaji dibayarkan oleh instansi tempat penugasan

    Berapa Besaran THR dan Gaji ke-13 ASN?

    THR dan gaji ke-13 ASN diberikan sebesar gaji pokok ditambah tunjangan yang melekat, seperti:

    • Tunjangan keluarga
    • Tunjangan jabatan
    • Tunjangan kinerja

    Berikut estimasi besaran THR dan gaji ke-13 ASN berdasarkan golongan:

    Pimpinan dan Anggota Lembaga Non-Struktural

    • Ketua/Kepala: Rp26.299.000
    • Wakil Ketua/Wakil Kepala: Rp24.721.200
    • Sekretaris: Rp23.420.250
    • Anggota: Rp23.420.250

    Pegawai Non-ASN pada Lembaga Non-Struktural

    • Eselon I: Rp20.738.550
    • Eselon II: Rp16.262.400
    • Eselon III: Rp11.535.300
    • Eselon IV: Rp8.844.150

    Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Masa Kerja

    SD/SMP/Sederajat

    • Masa kerja ≤ 10 tahun: Rp3.571.050
    • Masa kerja 10–20 tahun: Rp3.866.100
    • Masa kerja > 20 tahun: Rp4.210.500

    SMA/Diploma I

    • Masa kerja ≤ 10 tahun: Rp4.089.750
    • Masa kerja 10–20 tahun: Rp4.456.200
    • Masa kerja > 20 tahun: Rp4.884.600

    Diploma II/Diploma III

    • Masa kerja ≤ 10 tahun: Rp4.573.800
    • Masa kerja 10–20 tahun: Rp4.971.750
    • Masa kerja > 20 tahun: Rp5.436.900

    Strata I/Diploma IV

    • Masa kerja ≤ 10 tahun: Rp5.492.550
    • Masa kerja 10–20 tahun: Rp5.967.150
    • Masa kerja > 20 tahun: Rp6.521.550

    Strata II/Strata III

    • Masa kerja ≤ 10 tahun: Rp6.470.100
    • Masa kerja 10–20 tahun: Rp6.964.650
    • Masa kerja > 20 tahun: Rp7.542.150

    Kesimpulan

    Isu mengenai gaji 13 ASN dihapus dan gaji 13 dan 14 ASN dihapus sempat membuat resah banyak pihak. Namun, pemerintah telah memastikan bahwa THR dan gaji ke-13 PNS tetap akan cair pada 2025. Pembayaran ini sudah masuk dalam perencanaan anggaran dan akan diberikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Dengan adanya kepastian ini, ASN tidak perlu khawatir terkait tunjangan yang selama ini menjadi hak mereka. Namun, tetap disarankan untuk memantau informasi resmi dari pemerintah agar tidak termakan hoaks terkait kebijakan keuangan ASN.

  • Isu THR Gaji 13 PNS dan Gaji 13-14 ASN Dihapus: Penjelasan Resmi Pemerintah

    Isu mengenai penghapusan THR gaji 13 PNS dan gaji 13-14 ASN tahun 2025 viral di media sosial, memicu kekhawatiran di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan klarifikasi resmi terkait rencana pencairan tunjangan tersebut.


    Efisiensi Anggaran 2025 dan Dampaknya pada THR Gaji 13 PNS

    Kebijakan efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 menjadi akar isu “gaji 13 ASN dihapus”. Salah satu dokumen internal BRIN yang beredar di platform X (Twitter) mengungkap rencana penghematan Rp2,07 triliun dengan menangguhkan pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 ASN di lingkungan BRIN.

    Meski belum ada keputusan final, slide tersebut memicu spekulasi bahwa kebijakan serupa akan diterapkan secara nasional. Airlangga menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan kesejahteraan ASN, namun menyesuaikan dengan kondisi fiskal negara.


    Respons Pemerintah Soal Penghapusan Gaji 13 dan 14 ASN

    Dalam konferensi pers di Jakarta (5/2/2025), Airlangga menyatakan bahwa persiapan pencairan THR gaji 13 PNS telah rampung dan akan segera diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

    “Persiapan sudah ada, to be announced. Untuk detail teknis, silakan merujuk ke Kementerian Keuangan,” tegas Airlangga.

    Sri Mulyani sebelumnya mengisyaratkan perlunya penyesuaian belanja negara pasca-pandemi, termasuk efisiensi tunjangan pegawai. Namun, keputusan akhir tentang apakah gaji 13 dan 14 ASN dihapus masih menunggu pengumuman resmi.


    Viralnya Isu Gaji 13 ASN Dihapus di Media Sosial

    Akun @tukin_dosenASN di X membagikan dokumen BRIN yang menyebut penghapusan gaji 13-14 ASN, menuai ribuan retweet dan komentar pedas dari kalangan PNS. Netizen membandingkan kebijakan ini dengan pemotongan THR saat pandemi COVID-19, meski saat itu alasan krisis kesehatan global menjadi dasar.

    Pakar kebijakan publik, Dr. Ahmad Nur Hidayat, mengingatkan:

    **”Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan hak dasar pegawai. Jika *THR gaji 13 PNS* dipotong, pemerintah perlu menyiapkan skema kompensasi untuk menjaga motivasi ASN.”**


    FAQ: Pertanyaan Seputar THR Gaji 13 PNS dan Gaji 13-14 ASN

    1. Apakah benar gaji 13 dan 14 ASN dihapus tahun 2025?
      Belum ada keputusan resmi. Rencana efisiensi BRIN masih bersifat internal dan tidak berlaku nasional.
    2. Bagaimana status pencairan THR gaji 13 PNS tahun ini?
      Menko Airlangga memastikan proses pencairan sedang dipersiapkan dan akan diumumkan oleh Menkeu Sri Mulyani.
    3. Kapan kepastian soal gaji ke-13 ASN diumumkan?
      Pemerintah menjanjikan pengumuman dalam waktu dekat, diduga setelah RAPBN 2025 disetujui DPR.

    Baca Juga: Perbandingan PNS dan PPPK dalam Konteks Aparatur Sipil Negara (ASN)


    Analisis Dampak Jika Gaji 13-14 ASN Dihapus

    Penghapusan gaji 13 dan 14 ASN berpotensi mengurangi daya beli 4,3 juta PNS di Indonesia. Menurut data BPS, THR dan gaji ke-13 menyumbang 15-20% pendapatan tahunan ASN. Jika kebijakan ini diterapkan, pemerintah perlu mengantisipasi penurunan konsumsi di sektor ritel dan jasa.


    Kesimpulan

    Isu THR gaji 13 PNS dan gaji 13-14 ASN dihapus masih dalam tahap wacana kebijakan. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari Kemenkeu. Pantau terus perkembangan terbaru melalui kanal komunikasi resmi pemerintah untuk menghindari informasi simpang siur.

  • Cara Daftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025: Sudah DiBuka!

    Bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 menjadi solusi tepat untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah. Pendaftaran KIP Kuliah 2025 telah dibuka sejak 4 Februari 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2025. Artikel ini akan membahas secara komprehensif syarat, langkah pendaftaran, manfaat, serta informasi penting seputar program KIP Kuliah 2025.


    Apa Itu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah?

    Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga. Dengan KIP Kuliah, mahasiswa tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah tetapi juga mendapatkan bantuan biaya hidup selama menempuh studi.

    Baca Juga: Apa Itu SNBP? Simak Masalah PDSS yang Bikin Siswa Gagal Daftar Kuliah Jalur Prestasi


    Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2025

    Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftar KIP Kuliah 2025:

    1. Lulusan SMA/SMK Sederajat: Calon peserta harus lulus pada tahun 2023, 2024, atau 2025.
    2. Lulus Seleksi Perguruan Tinggi: Peserta harus lolos seleksi masuk perguruan tinggi dan memilih program studi yang terakreditasi.
    3. Berasal dari Keluarga Kurang Mampu: Calon peserta harus berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin, dengan kriteria:
    • Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Menengah.
    • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
    • Termasuk dalam kelompok masyarakat miskin pada desil 3 Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE).
    1. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM): Peserta harus memiliki SKTM yang diterbitkan oleh pihak berwenang.
    2. Mahasiswa dari Panti Asuhan atau Panti Sosial: Peserta yang tinggal di panti asuhan atau panti sosial juga berhak mendaftar.

    Langkah-Langkah Pendaftaran KIP Kuliah 2025

    Berikut adalah panduan lengkap untuk mendaftar KIP Kuliah 2025:

    1. Akses Laman SIM KIP Kuliah:
    1. Buat Akun Baru:
    • Klik opsi “Login Siswa” dan pilih “Daftar Sekarang” bagi yang belum memiliki akun.
    • Masukkan data pribadi seperti NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), NIK (Nomor Induk Kependudukan), dan alamat email.
    • Klik “Selanjutnya” untuk melanjutkan proses.
    1. Validasi Data:
    • Setelah data diverifikasi melalui Dapodik Kemdikdasmen, nomor pendaftaran dan kode akses akan dikirimkan ke email yang telah didaftarkan.
    1. Login dan Lengkapi Berkas:
    • Masuk ke akun menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses yang diterima.
    • Lengkapi berkas pendaftaran seperti SKTM, rapor, dan dokumen pendukung lainnya.
    • Pilih jenis seleksi yang diikuti (SNBP, SNBT, atau jalur mandiri).
    1. Tunggu Hasil Seleksi:
    • Setelah pendaftaran selesai, peserta akan menerima formulir yang digunakan jika diterima di perguruan tinggi.

    Baca Juga: Panduan Registrasi Akun SNPMB 2025 untuk SNBP dan SNBT


    Manfaat KIP Kuliah 2025

    Program KIP Kuliah 2025 menawarkan berbagai manfaat bagi penerimanya, antara lain:

    1. Bebas Biaya Pendaftaran Seleksi: Peserta tidak perlu membayar biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi.
    2. Gratis Biaya Kuliah: Biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) akan dibayarkan langsung ke rekening perguruan tinggi.
    3. Bantuan Biaya Hidup: Penerima KIP Kuliah akan mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 800.000 hingga Rp 1.400.000 per bulan, disesuaikan dengan indeks harga lokal wilayah perguruan tinggi.
    4. Jangka Waktu Bantuan:
    • Program Sarjana (S1) dan D4: Maksimal 8 semester.
    • Program D3: Maksimal 6 semester.
    • Program D2: Maksimal 4 semester.
    • Program D1: Maksimal 2 semester.
    • Program Profesi (Dokter, Dokter Gigi, Ners, Apoteker, Bidan, Guru): Maksimal 2-4 semester, tergantung program.

    Tips Sukses Mendaftar KIP Kuliah 2025

    1. Persiapkan Dokumen dengan Baik: Pastikan semua dokumen seperti SKTM, rapor, dan KIP sudah lengkap dan valid.
    2. Perhatikan Jadwal Pendaftaran: Jangan sampai melewatkan batas waktu pendaftaran yang berakhir pada 31 Oktober 2025.
    3. Pilih Program Studi yang Tepat: Pastikan program studi yang dipilih terakreditasi dan sesuai dengan minat serta kemampuan.
    4. Cek Email Secara Berkala: Pastikan untuk memantau email secara rutin untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pendaftaran.

    Mengapa KIP Kuliah 2025 Penting?

    Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak hanya membantu mengurangi beban finansial keluarga kurang mampu, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi. Dengan dukungan pemerintah ini, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang dapat mengakses pendidikan berkualitas dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

    Baca Juga: Panduan Lengkap KIP Kuliah 2025: Syarat, Prosedur, dan Besaran Bantuan


    Segera Daftar KIP Kuliah 2025!

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa biaya. Segera daftarkan diri Anda melalui laman resmi SIM KIP Kuliah dan raih masa depan cerah di perguruan tinggi impian Anda. Dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025, mimpi kuliah tanpa biaya bukan lagi sekadar angan-angan!

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo: Tegas Berantas Korupsi, Siap Singkirkan Pejabat Ndablek

    Jakarta – Isu reshuffle kabinet Prabowo semakin santer terdengar setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikapnya terhadap pejabat yang tidak bekerja serius. Dalam peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025), Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu menindak menteri atau pejabat yang tidak bekerja sesuai kepentingan rakyat.

    Sikap Tegas Prabowo: Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi

    Prabowo menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk berani mengoreksi diri serta memastikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di masa depan.

    “Sekarang kita harus berani, saya ajak semua rekan-rekan saya dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih, kita harus berani mengoreksi diri, membangun pemerintahan yang bersih, bebas dari penyelewengan dan korupsi,” tegasnya, Kamis (6/2/2025).

    Lebih lanjut, Prabowo memastikan bahwa ia tidak akan mentoleransi perilaku korupsi dalam pemerintahannya. Ia menyadari bahwa ada pihak-pihak yang berusaha melakukan perlawanan, tetapi hal tersebut tidak akan menghalangi komitmennya dalam membersihkan kabinet dari pejabat yang tidak bekerja untuk kepentingan rakyat.

    “Kami tahu ada perlawanan-perlawanan, tetapi kami yakin apa yang kami perjuangkan adalah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu bertindak,” ujarnya.

    Siap Menindak Pejabat Ndablek dan Tidak Patuh

    Sebagai pemimpin yang tegas, Prabowo memperingatkan para pejabat yang tidak sejalan dengan visi pemerintahannya. Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, ia sudah memberikan peringatan kepada seluruh jajaran kabinet. Namun, bagi yang tetap membangkang dan tidak mengikuti garis besar pemerintahan, Prabowo tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas.

    “100 hari pertama saya sudah beri peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak mau ikut dengan tuntutan rakyat, siapa yang tidak patuh, saya akan tindak,” katanya.

    Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi mengenai potensi reshuffle kabinet Prabowo dalam waktu dekat. Banyak pihak menilai bahwa presiden ingin memastikan hanya pejabat yang benar-benar bekerja untuk rakyat yang akan dipertahankan dalam pemerintahan.

    Potensi Reshuffle Kabinet Prabowo, Siapa yang Terancam Diganti?

    Meskipun Prabowo tidak secara eksplisit menyebutkan adanya reshuffle, sikap tegasnya terhadap pejabat yang tidak bekerja optimal semakin menguatkan dugaan bahwa perombakan kabinet bisa segera terjadi. Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle setelah 100 hari kerja, Prabowo tidak memberikan jawaban yang lugas, tetapi menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan pemerintahan berjalan sesuai harapan rakyat.

    “Jadi begini, rakyat menuntut pemerintahan yang bersih dan benar, yang bekerja dengan baik. Saya ingin menegakkan itu,” kata Prabowo.

    Ia juga menekankan bahwa kepentingan rakyat adalah prioritas utama dalam pemerintahannya. Oleh karena itu, siapa pun yang tidak serius bekerja demi kepentingan rakyat akan segera disingkirkan.

    “Kepentingan hanya untuk bangsa dan rakyat, tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan,” ujar Prabowo dengan nada tegas.

    Menariknya, Prabowo sempat melontarkan pernyataan penuh makna ketika ditanya lebih lanjut soal reshuffle kabinet, “Mau lebih jelas lagi? Ha-ha-ha…”.

    Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle

    Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah adanya rencana reshuffle kabinet Prabowo dalam waktu dekat. Saat ditemui setelah menghadiri acara HUT Partai Gerindra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025), ia menegaskan bahwa hingga saat ini, seluruh jajaran kabinet masih menjalankan tugasnya dengan baik.

    “Reshuffle apa? Nggak ada reshuffle,” kata Prasetyo.

    Menanggapi pernyataan Prabowo di acara Harlah NU, Prasetyo menyatakan bahwa evaluasi dalam pemerintahan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak selalu berujung pada reshuffle.

    “Biasalah, dievaluasi terus itu,” tambahnya.

    Kesimpulan: Reshuffle Kabinet Prabowo Masih Spekulasi, Tetapi Kemungkinan Tetap Ada

    Meskipun pihak Istana menegaskan bahwa belum ada rencana reshuffle kabinet, pernyataan Prabowo yang tegas mengenai pentingnya pemerintahan yang bersih dan efektif memberikan sinyal kuat bahwa evaluasi besar-besaran bisa terjadi dalam waktu dekat. Para pejabat yang tidak bekerja optimal atau tidak sejalan dengan visi pemerintahan tampaknya harus bersiap menghadapi kemungkinan diganti.

    Isu reshuffle kabinet Prabowo akan terus menjadi perhatian publik, terutama setelah pernyataan keras presiden mengenai pentingnya pemerintahan yang bersih dan pro-rakyat. Masyarakat pun menunggu langkah konkret Prabowo dalam menindak pejabat yang dinilai tidak bekerja maksimal.

    Seiring dengan meningkatnya tekanan publik untuk pemerintahan yang lebih bersih dan transparan, apakah reshuffle kabinet Prabowo benar-benar akan terjadi? Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari sang presiden dalam menjaga stabilitas pemerintahannya.

  • Penerimaan Polri 2025: Cara Daftar, Syarat, dan Formasi yang Dibuka

    Pendaftaran Resmi di Penerimaan.polri.go.id 2025

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi membuka pendaftaran Polri 2025 mulai 5 Februari hingga 6 Maret 2025. Proses seleksi ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan, termasuk lulusan SMA atau sederajat, yang ingin bergabung dalam institusi kepolisian.

    Pendaftaran penerimaan Polri 2025 dilakukan secara online melalui situs resmi di penerimaan.polri.go.id. Calon pendaftar harus memahami alur pendaftaran, persyaratan, dan kategori formasi yang dibuka sebelum melakukan registrasi.

    Baca Juga: Penerimaan Polri SIPSS 2025: Jadwal, Persyaratan, dan Cara Daftar

    Formasi Penerimaan Polri 2025

    Polri membuka pendaftaran untuk tiga jalur utama, yaitu Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama. Setiap jalur memiliki kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh para pendaftar.

    1. Akademi Kepolisian (Akpol)

    Jalur ini diperuntukkan bagi calon perwira yang akan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian. Setelah lulus, peserta akan mendapatkan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).

    2. Bintara Polri

    Bintara Polri memiliki beberapa kategori spesialisasi, antara lain:

    • Bintara Tugas Umum (PTU)
    • Bintara Brimob
    • Bintara Polairud
    • Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan spesialisasi:
      • Hukum
      • Tenaga Kesehatan
      • Gizi
      • Akuntansi
      • Tata Boga

    3. Tamtama Polri

    Formasi Tamtama Polri terbagi menjadi dua kategori:

    • Tamtama Brimob
    • Tamtama Polairud

    Dengan berbagai pilihan formasi ini, Polri berharap dapat menjaring generasi muda berbakat yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara.

    Syarat Pendaftaran Polri 2025

    Berdasarkan Pasal 21 (1) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut adalah persyaratan umum bagi calon pendaftar:

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    • Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
    • Minimal lulusan SMA/sederajat
    • Usia minimal 18 tahun pada saat dilantik menjadi anggota Polri
    • Sehat jasmani dan rohani
    • Tidak pernah dipidana, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
    • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela

    Untuk syarat khusus dan kriteria lebih lanjut, calon peserta dapat mengunjungi situs resmi penerimaan.polri.go.id.

    Cara Mendaftar Rekrutmen Polri 2025

    Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi penerimaan.polri.go.id dengan langkah-langkah berikut:

    1. Buka situs resmi penerimaan Polri di penerimaan.polri.go.id 2025.
    2. Pilih jenis seleksi yang diinginkan: Akpol, Bintara, atau Tamtama.
    3. Isi formulir registrasi dengan data pribadi yang valid sesuai KTP dan KK.
    4. Unggah dokumen persyaratan, seperti SKCK, ijazah, dan surat keterangan sehat.
    5. Setelah registrasi selesai, pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi, username, dan password.
    6. Gunakan akun tersebut untuk login ke dashboard pendaftar dan unggah dokumen tambahan yang diperlukan.
    7. Lakukan verifikasi berkas di Polres terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    Penting!

    Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara gratis. Polri mengimbau masyarakat tidak percaya pada oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

    Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025: Peluang Emas bagi PNS, TNI, dan Polri

    Jadwal Pendaftaran dan Seleksi Polri 2025

    • Pendaftaran Online: 5 Februari – 6 Maret 2025
    • Verifikasi Berkas: Sesuai jadwal masing-masing daerah
    • Tes Seleksi: Dilaksanakan setelah verifikasi berkas

    Untuk detail tahapan seleksi dan jadwal lebih lanjut, silakan pantau situs resmi penerimaan.polri.go.id.

    Persiapan Menghadapi Seleksi Polri 2025

    Agar berhasil lolos dalam pendaftaran Polri 2025, calon peserta harus melakukan persiapan matang. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan meliputi:

    1. Persiapan Fisik – Tes kesamaptaan jasmani mencakup lari, push-up, pull-up, dan shuttle run.
    2. Persiapan Akademik – Tes akademik mencakup pengetahuan umum, matematika dasar, dan bahasa Indonesia.
    3. Psikotes dan Tes Kesehatan – Pastikan kondisi mental dan kesehatan dalam keadaan prima.
    4. Administrasi Berkas – Pastikan dokumen lengkap dan tidak ada kesalahan pengisian data.

    Kesempatan Emas untuk Bergabung dengan Polri

    Bergabung dengan Polri adalah impian banyak anak muda Indonesia yang ingin mengabdikan diri kepada negara. Rekrutmen Polri 2025 memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari institusi kepolisian yang profesional dan terpercaya.

    Jangan lewatkan kesempatan ini! Segera daftarkan diri Anda sebelum batas waktu pendaftaran berakhir pada 6 Maret 2025. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi situs resmi penerimaan.polri.go.id.

  • Cara Daftar DTKS Secara Online untuk Jadi Peserta Penerima Bansos 2025

    Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pada 2025, mendaftar ke DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) adalah langkah wajib. DTKS merupakan basis data resmi yang digunakan pemerintah untuk menyalurkan bansos secara tepat sasaran. Artikel ini akan membahas cara daftar DTKS online dengan mudah, syarat yang diperlukan, serta tips agar lolos verifikasi. Simak panduan lengkapnya!


    Apa Itu DTKS dan Mengapa Penting untuk Bansos 2025?

    DTKS adalah sistem data yang memuat informasi keluarga prasejahtera dan rentan di Indonesia. Dengan mendaftar ke DTKS, Anda berpeluang menjadi penerima bansos 2025 seperti BLT, PKH, sembako murah, atau program lainnya. Data ini diperbarui secara berkala, sehingga pendaftaran online tahun 2025 perlu dilakukan secepat mungkin untuk memastikan kelayakan.


    Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan untuk Daftar DTKS

    Sebelum mengikuti tahapan daftar DTKS online 2025, pastikan Anda memenuhi syarat dan menyiapkan dokumen berikut:

    1. Kartu Keluarga (KK) dan KTP kepala keluarga.
    2. Surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW (jika diperlukan).
    3. Data penghasilan bulanan (slip gaji atau surat pernyataan).
    4. Dokumen pendukung lain seperti bukti kepemilikan aset atau kondisi rumah.

    Catatan: Pastikan data yang diunggah valid untuk menghindari penolakan saat verifikasi.


    Langkah-Langkah Daftar DTKS Online 2025

    Daftar DTKS Online 2025

    Berikut cara mendaftar DTKS secara mandiri via situs resmi:

    1. Akses Portal DTKS

    Kunjungi website resmi DTKS Kemensos di https://dtks.kemensos.go.id/. Pastikan Anda menggunakan perangkat dengan koneksi stabil.

    2. Buat Akun atau Login

    • Jika belum punya akun, klik “Daftar” dan isi data seperti nama, NIK, alamat email, dan nomor HP.
    • Untuk pengguna lama, langsung login menggunakan NIK dan kata sandi.

    3. Isi Formulir Pendaftaran DTKS

    Lengkapi formulir dengan data sesuai dokumen asli, meliputi:

    • Data kepala keluarga dan anggota.
    • Kondisi ekonomi (penghasilan, pengeluaran, aset).
    • Status kepemilikan rumah dan fasilitas kesehatan.

    4. Unggah Dokumen Persyaratan

    Scan dokumen (KK, KTP, SKTM) dalam format PDF/JPG dengan ukuran maksimal 2MB. Pastikan file terbaca jelas.

    5. Submit dan Tunggu Verifikasi

    Setelah mengirim formulir, status pendaftaran bisa dicek di menu “Riwayat Pengajuan”. Proses verifikasi memakan waktu 7-14 hari kerja.


    Cara Cek Status DTKS Bansos 2025

    Cara Cek Status DTKS Bansos 2025

    Setelah mendaftar, pantau status penerimaan Anda melalui:

    1. Website DTKS: Login ke akun dan buka menu “Status DTKS”.
    2. Aplikasi Cek Bansos di HP (tersedia di Play Store/App Store).
    3. Hubungi dinas sosial setempat dengan menyertakan NIK.

    Jika status “Terverifikasi”, Anda berpotensi masuk daftar penerima bansos 2025.

    Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos Terdaftar atau Tidak!


    Tips Agar Lolos Verifikasi DTKS

    • Pastikan data yang diinput sesuai dengan dokumen fisik.
    • Hindari duplikasi pendaftaran (1 NIK hanya untuk 1 akun).
    • Perbarui data jika terjadi perubahan kondisi ekonomi.
    • Jika ditolak, ajukan banding via dinas sosial daerah dengan melampirkan bukti tambahan.

    Pentingnya Update Data DTKS untuk Bansos 2025

    Data DTKS 2025 akan diverifikasi ulang setiap 6 bulan. Jika keluarga penerima bansos mengalami peningkatan ekonomi, wajib lapor ke sistem agar bansos dialihkan ke pihak lebih membutuhkan.

    Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos 2025: PKH, BPNT, dan PIP


    FAQ Seputar Pendaftaran DTKS

    Q: Apakah DTKS sama dengan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera)?
    A: Tidak. DTKS adalah basis data, sedangkan KKS adalah kartu fisik untuk penyaluran bansos.

    Q: Bisakah daftar DTKS via aplikasi?
    A: Saat ini, pendaftaran hanya melalui website resmi. Hindari aplikasi pihak ketiga yang tidak terverifikasi!

    Q: Bagaimana jika NIK tidak terdaftar di DTKS?
    A: Segera ajukan pendaftaran ulang atau hubungi dinas sosial setempat untuk bantuan.


    Penutup

    Daftar DTKS online 2025 adalah kunci utama untuk mendapatkan bansos dari pemerintah. Pastikan Anda mengikuti prosedur resmi, lengkapi syarat, dan pantau status secara berkala. Jangan sampai tertipu oleh oknum yang menjanjikan penerimaan cepat dengan biaya tertentu. Semoga panduan ini membantu Anda menjadi penerima bansos tahun depan!

  • SMAN 1 Mempawah, Banyak Siswa Gagal Mendaftar SNBP 2025, Akibat Kelalaian Pihak Sekolah

    Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Mempawah, Kalimantan Barat, tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 akibat kelalaian pihak sekolah dalam mendaftarkan data mereka ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebelum tenggat 31 Januari 2025. Akibatnya, para siswa menggelar aksi protes di lingkungan sekolah pada Senin (3/2), yang kemudian viral di media sosial.

    Dalam video yang beredar di TikTok, seorang guru tampak memberikan penjelasan kepada siswa yang berunjuk rasa. Ia menyebutkan bahwa keterlambatan penginputan data PDSS disebabkan oleh banjir. Sementara itu, guru lain terlihat meminta maaf kepada siswa atas kelalaian tersebut.

    Karena kesalahan ini, para siswa yang berencana melanjutkan pendidikan melalui jalur SNBP terancam kehilangan kesempatan mereka. Menanggapi permasalahan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat segera bertindak dengan memanggil Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, serta Tim PDSS SMAN 1 Mempawah pada Senin malam (3/2).

    Baca Juga: Apa Itu SNBP? Simak Masalah PDSS yang Bikin Siswa Gagal Daftar Kuliah Jalur Prestasi

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita, telah melayangkan surat teguran tertulis kepada pihak sekolah terkait. Dalam pernyataannya, Disdikbud Kalbar menilai bahwa pihak sekolah gagal melaksanakan kewajibannya untuk menginput data siswa sebagai syarat utama pendaftaran SNBP.

    “Kelalaian ini berdampak serius karena siswa-siswa berpotensi kehilangan kesempatan mengikuti SNBP tahun ini,” tulis Disdikbud Kalbar melalui akun Instagram resminya pada Selasa (4/2).

    Sebagai langkah penyelesaian, Kadisdikbud Kalbar menginstruksikan pihak sekolah untuk berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Namun, mengingat sistem SNPMB telah ditutup sesuai jadwal pada 31 Januari 2025, kemungkinan untuk memperbaiki kesalahan ini masih menjadi tanda tanya.

    Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa beberapa sekolah mengalami kendala teknis akibat cuaca buruk dan bencana alam yang merusak perangkat mereka. Untuk sekolah yang sudah melaporkan kendala tersebut, Kemendikdasmen memberikan kesempatan tambahan untuk menginput data siswa ke PDSS.

    “Kami memahami ada kendala yang tak terhindarkan, dan bagi sekolah yang telah melaporkan permasalahan mereka, kami memberikan kesempatan untuk menyelesaikan penginputan data melalui sistem yang telah dikembangkan,” ujar Abdul Mu’ti.

    Sementara itu, Panitia SNPMB 2025 juga memberikan peluang bagi 373 sekolah yang belum menyelesaikan finalisasi PDSS. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah ini dapat menyelesaikan finalisasi dengan mengirimkan dokumen pernyataan dan surat kuasa kepada panitia.

    Baca Juga: Panduan Registrasi Akun SNPMB 2025 untuk SNBP dan SNBT

    “Hingga 4 Februari 2025 pukul 15.00 WIB, sebanyak 228 sekolah dari total 373 yang terdaftar telah difasilitasi dalam proses finalisasi PDSS,” ungkap Eduart.

    Kasus yang menimpa siswa SMAN 1 Mempawah menjadi pembelajaran penting bagi seluruh sekolah agar lebih cermat dalam mengikuti prosedur administratif, terutama dalam proses pendaftaran SNBP, agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan akibat kelalaian administratif.