Author: Audi

  • Bacaan Niat Sholat Tahajud 4 Rokaat Berikut Doanya Wajib Tahu

    Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunah yang sangat dikuatkan atau dinamakan sunnah muakad untuk dilaksanakan.

    Adapun waktunya adalah dimalam hari atau yang sering disebut dengan sepertiga malam, boleh diawal waktu boleh dipertengahan atau diakhir.

    Pelaksanaan sholat tahajud sedikitnya adalah minimal dua rokaat boleh 4 rokaat, 6, rokaat 8 rakaat dan seterusnya.

    Dikerjakan per dua rakaat salam kemudian berdiri kembali dan melaksanakan sholat tahajud kembali dua rokaat salam.

    Sholat Tahajud Adalah

    Istilah kata tahajud berasal dari kalimat tahajjada yang memiliki arti selalu terjaga pada malam hari atau berjaga diwaktu malam.

    Menurut imam Syafi’i tahajud adalah sholat yang dikerjakan pada malam hari baik sebelum tidur maupun sesudahnya.

    Ibada sholat tahajud meskipun tergolong sunnah akan tetapi ia dinamakan sunnah rootibun mu’akadah artinya sholat sunnah yang memiliki waktu berdasarkan aturannya.

    Bahkan didalam Al-Qur’an sangat banyak perintah untuk melaksanakan ibadah-ibadah dimalam hari yang memiliki keutamaan sangat besar.

    Akan tetapi meskipun demikian upayakan salam melaksanakan ibadah sholat tahajud harus dengan rasa ikhlas karena ALlah SWT.

    Dalam Islam melaksanakan ibadah sholat tahajud merupakan bentuk rasa khurmat kepada Rosulullah yang seringkali terjaga dimalam hari untuk melaksanakan sholat sunnah.

    Pada umumnya umat islam yang melaksanakan ibadah sholat tahajud setelahnya dilanjutkan melaksanakan sholat witir dengan rokaat yang ganjil sebagai penutup sholat.

    Sering kali diperdengarkan waktu melaksanakn sholat tahajjud adalah dimalam hari akan tetapi belum tentu memahami terkait waktu yang tepat untuk tahajjud.

    Dalam kisahnya Abu Dzar sempat menanyakan kapan waktu sholat tahajjud kepada Rosulullah SAW. Kemudian dijawab oleh Rosulullah SAW yakni lewat tengah malam dan sedikit dari mereka yang melaksanakannya.

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Bacaan Niat Sholat Tahajud Sesuai Sunah

    Bacaan niat sholat tahajud tergantung dari berapa rokaat sholat yang akan dilaksanakan. Karena dalam pengerjaannya sholat tahajud ada dua rokaat, empat, delapan hingga dua belas rokaat.

    Namun semua itu dikerjakan tidak sekaligus misal 4 rokaat, melainkan dua rokaat dua rokaat, sebagaimana telah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam hadisnya.

    Dari Ibnu Umar Rosulullah SAW bersabda yang artinya :

    Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat malam dua rokaat-dua rokaat dan sholat witir 1 rokaat. (HR. Bukhori Muslim)

    Adapun bacaan niat sholat tahajud 4 rokaat sendiri dirumah adalah seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatat tahajjudi arba’a rokaatin mustaqbilalqiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat tahajud 4 rokaat mengahadap kiblat karena Allah Ta’ala,,

    Untuk bacaan Niat sholat tahajud 2 roka’at sendiri dirumah seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatat tahajjudi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat tahajut dua rokaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala.

    Kemudian dialanjutkan dengan bacaan niat sholat witir 1 rokaat seperti dibawah ini :

    Usholli sunnatan rok’atal witri mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya :

    Saya niat sholat witir satu rokaat menghadap qiblat karena Allah ta’ala

    Kapan Waktu Sholat Tahajud ?

    Dalam pelaksanaan sholat tahajud Rosulullah SAW telah menjelaskan dalam sabdanya “Seutama-utama sholat sunnah adalah sholat sunah diwaktu malam” HR. Muslim.

    Menuqil dari kitab Fiqih yang ditulis oleh Ahmad Hawassy ada tiga pembagian waktu utama sholat tahajud yakni :

    • 1/3 Malam pertama yakni setelah sholat isya sampai jam 22.00
    • 1/3 Malam kedua yakni mulai jam 22.00 – 01.00
    • 1/3 Malam ketiga atau terakhir yakni mulai jam 01.00-menjelang waktu subuh

    Cara Melaksanaan Sholat Tahajud

    Cara Melaksanaan Sholat Tahajud
    Tata Cara Sholat Tahajud

    Untuk melaksanakan ibadah sholat tahajud sama saja dengan melaksanakan ibadah sholat sunnah lainnya. Yakni ada rukun tiga belas yang wajib diterapkan untuk kesempurnaan sholat yang dikerjakan.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat tahajud agar tidak malas dan lain sebagainya.

    Niatkan Untuk bangun Malam

    Ketika ingin melaksanakan ibadah sholat tahajud tentunya sebelum istirahat malam, pasang terlebih dahulu niatnya.

    Untuk dizaman sekarang bisa memakai alaram untuk membangunkan diri agar tidak terlewat waktu sholat tahajud.

    Atau sampaikan pesan kepada seseorang yang sekiranya berjaga malam atau tidak tidur untuk membangunkan pada waktu tahajud.

    Waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam yakni diantara setelah shola isya sampai sebelum subuh.

    Usahakan Setelah Bangung Kemudian Bergegas Wudhu

    Setelah dibangunkan oleh Allah SWT dari tidurnya, maka sebaiknya paksakan tubuh untuk langsung berwudhu. Agar kondisi tubuh segar karena dibasuh dengan air yangsuci lagi mensucikan.

    Terkait cara wudhu sholat tahajud sama saja dengan wudhu pada umumnya yakni diawali dengan niat dan diakhiri dengan tertib.

    Kerjakan Sholat Tahajud Ditempat Yang Tenang Dan Suci

    Ketika melaksanakan sholat tahajud upayakan ditempat yang hening tentunya harus suci terhindar dari najis yang dapat merusak sholat.

    Waktu yang sangat tepat untuk mengadu kepada Allah SWT atas segala hal yang terjadi baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

    Tempat yang suci tidak harus mewah ataupun megah dan lain sebagainya, tidak juga harus dimasjid atau mushollat.

    Bahkan sebaiknya kerjakan sholat tahajud dirumah sendiri agar barokah yang didapatkan dapat menyebar luas didalam rumah.

    Membaca Niat Sholat Tahajud

    Sholat tahajud memiliki 13 rukun sholat salah satunya adalah niat sehingga ketika melaksanakan sholat tahajud niat tersebut wajib diikutsertakan.

    Adapun bacaan niat sholat tahajud adalah seperti dibawah ini :

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya :

    Aku niat shalat sunah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.

    Bacaan niat sholat tahajud tersebut diatas boleh dibaca sebelum sholat dengan lisan boleh juga melalui hati.

    Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam melaksanakan sholat tahajud usahakan niat karena Allah harus dipasang mulai dari takbir hingga salam.

    Mengerjakan Sholat Dua Rokaat

    Setelah niat sudah terpasang dengan rapih didalam hati maka utarakanlah dengan perbuatan yakni dengan melaksanakan sholat dua rokaat.

    Adapun dua rokaat sholat tersebut meliputi :

    • Niat
    • Takbir
    • Membaca Fatihah
    • Ruku Tumakninah
    • I’tidal Tuma’ninah
    • Sujud Tumakninah
    • Lungguh Tumakninah
    • Lungguh Akhir
    • Membaca Tahiyat Akhir
    • Membaca Sholawat Nabi Muhammad
    • dan Salam.

    Boleh Melaksanakan Sholat Tahajud Lebih Dari Dua Rokaat

    Meskipun dalam bacaan niat sholat tahajud hanya dua Rokaat namun boleh melaksanakannya lebih dari dua rokaat. Misal 4 atau 8 rokaat namun dilaksanakan dengan dua rokaat salam dan seterusnya.

    Sebaiknya setelah melaksanakan sholat tahajud ditambah dengan sholat witir yang jumlahnya ganjil boleh 1 atau 3 atau 7 rokaat.

    Doa Sholat Tahajud

    Doa Sholat Tahajud

    Sesuai dengan waktunya tahajud memiliki waktu yang sangat tepat untuk berdoa dan memohon kepada Allah terkait dunia maupun akhirat.

    Maka sangat disayangkan jika melaksankaan tahajud namun tidak membaca doa setelahnya. Adapun bacaan doa tahajud secara umum yang dapat dibaca setelah melaksanakan sholat adalah sebagai berikut :

    Arab

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya :

    “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

    Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Keutamaan Melaksanakan Sholat Tahajud

    Sholat tahajud memiliki berbagai macam keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang melaksanakannya.

    Dikutip dari penjelasan Ustd Adi Hidayat “UAH” bahwa sholat tahajud memiliki keutamaan yang bisa mendatangkan kesuksesan dunia dan akhirat.

    Keutamaan Pertama

    Selanjutnya UAH mengatakan terkait keutamaan pertama bagi seseorang yang melaksanakan sholat tahajud adalah diangkat oleh Allah SWT karir dalam pekerjaannya.

    Mkasud diangkatnya karir dalam pekerjaan disini, bukanlah jabatan yang tertinggi atau melainkan jabatan yang terbaik. Kemudian UAH melanjutkan ceramahnya gambarannya yakni mendapatkan kekayaan dunia berikut aset yang sangat melimpah namun tidak dijauhi Allah.

    Keutamaan Kedua

    Kemudian UAH melanjutkan kembali penjelasan terkait keutamana sholat tahajud yang kedua yakni akan Allah bimbing hidupnya ketika melakukan aktifitas.

    Mulai dari bangun pagi hingga istirahat kembali terus Allah berikan bimbingan ruhani, jalan yang sulit tidak dirasa sulit karena ada Allah yang selalu hadir.

    Jika menemukan keruwetan dalam hidup maka tidak lama hal itu terjadi karena Allah bimbing untuk mencari jalan keluarnya dan masih banyak lagi keutamaan dalam sholat tahajud.

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat tahajud yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman terkait sholat sunah tahajud. 

  • 6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya

    Sholat adalah tiang agama bagi umat Islam sebagaimana sabda Rosulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

    “Pangkal atau pokok semua urusan adalah Islam, dan yang menjadi tiang atau penopang tegaknya Islam ialah Shalat fardhu lima waktu, sedangkan puncaknya adalaha berjuang di jalan Allah,” (Hr.Bukhari dan Muslim)

    Sedangkan didalam pelaksanaan sholat ada salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk dibaca yakni Do’a Iftitah.

    Doa Iftitah Adalah

    Doa Iftitah adalah doa yang dibaca setelah membaca takbirotul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Baik dalam kondisi sholat fardhu maupun sholat sunnah semuanya membaca doa iftitah kecuali sholat jenazah.

    Meskipun doa iftitah bukanlah hal yang wajib akan tetapi sebaiknya dibaca ketika sholat karena hal ini merupakan anjuran Rosulullah SAW.

    Sebagai ummat Rosulullah seharusnya senang mengamalkan ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan, hal ini menjadikan salah satu bukti cintanya kepada Rosulullah SAW.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Anas Ra dibawah ini :

    عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من أحب سنتى فقد أحبنى ومن أحبنى كان معى فى الجنة.

    Artinya :

    “Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”

    Ketika kita membaca doa iftitah tentunya mengikuti sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW, dan hal ini insya Allah menjadi bukti kecintaan seorang hamba dengan Allah dan Rosulnya.

    Baca Juga: Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Beberapa Bacaan Doa Iftitah Yang Dapat Dibaca Ketika Sholat

    6 Doa Iftitah Pendek & Panjang lengkap Arab, Latin dan Artinya
    Doa Iftitah ketika Sholat

    Agama Islam sangat menghargai perbedaan namun dalam hal ini tetap harus ada dalil yang menjadi dasar kuat untuk dipegang.

    Rosulullah SAW bersabda :

    اختلاف أمتي رحمة

    Artinya :

    “Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat.”

    Salah satu yang banyak menjadi perbincangan terkait perbedaan adalah bacaan doa iftitah. Namun kendati demikian tidak menjadi hal yang masalah karena berdanya bacaan doa iftitah sudah ada dalil yang menjadi pegangan.

    Untuk lebih jelasnya simak didalam artikel ini beberapa bacaan doa iftitah yang dapat dibaca ketika sholat.

    Doa Iftitah Arab Latin Dan Artinya

    Ketika umat islam membaca doa iftitah didalam sholat tentunya berbahasa arab, bukan bahasa indonesia atau bahasa sehari-hari lainnya.

    Namun sangat disayangkan masih banyak umat muslim yang belum diberikan kemudahan untuk membaca teks bahasa arab.

    Maka dari itu penulis disini akan merangkum bacaan doa iftitah baik teks arab, latin dan berikut artinya. Agar dapat dengan mudah dihafalkan dan mudah juga memahami arti dari doa tersebut.

    Dan perlu dipahami bahwa doa iftitah yang akan ditulis bahasa arab, latin dan artinya ini merujuk dari bacaan Doa Iftitah Nu.

    Adapun bacaan doa iftitah arab, latin dan artinya dapat dilihat dibawah ini :

    Arab

    اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Latin :

    Allaahu akbar kabiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoras samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya :

    “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

    Doa Iftitah Pendek

    Doa iftitah diatas merupakan doa yang cukup panjang dibaca, biasanya yang membaca doa iftitah seperti yang diatas adalah Doa Iftitah NU.

    Jika memang sulit untuk mengahafalkannya karena mungkin terlalu panjang maka penulis disini akan menuliskan versi yang pendek.

    HR. Muslim 2/99

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih.

    Artinya :

    “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.” (HR. Muslim 2/99)

    Doa Iftitah Muhammadiyah

    Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi islam yang terbesar diindonesia, dalam segi bacaan ibadah sunnah muhammadiyah sering berbeda dengan NU.

    Terutama pada bacaan doa Iftitah akan tetapi seperti yang telah disinggung diatas bahwa perbedaan yang ada memiliki dalil sebagai landasannya.

    Adapun bacaan doa iftitah Muhammadiyah adalah seperti dibawah ini :

    HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

    Artinya :

    “Duhai Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan yang ada pada diriku sebagai halnya Dirimu sudah menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, sucikanlah kesalahan diriku sebagai halnya pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Wahai Allah, cucilah kesalahan diriku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

    Doa Iftitah NU

    Untuk bacaan doa iftitah Nu sudah dituliskan pada laman atas yakni pada pembahasan doa iftitah arab, latin dan artinya. Sebagai dalil penguatnya terkait bacaan doa iftitah Nu adalah seperti hadis yang telah diriwayatkan oleh Muslim.

    HR. Muslim 2/185 – 186

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ،

    Artinya :

    “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. (HR. Muslim 2/185 – 186)

    Doa Iftitah Subuh

    Pada dasarnya tidak ada perbedaan terkait bacaan doa iftitah antar sholat misal sholat isya dengan subuh. Semua doa iftitah boleh dibaca pada sholat apa saja yang pasti tidak dibaca ketika melaksanakan sholat jenazah.

    Sekedar menambahkan bacaan doa iftitah yang pernah Rosulullah SAW membacanya ketika sholat adalah seperti dibawah ini.

    HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112

    إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :“

    Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

    Doa Iftitah Panjang

    Selain dari beberapa bacaan doa iftitah yang telah penulis rangkum diatas, ada juga bacaan doa iftitah panjang dan pernah Rosulullah baca ketika sholat.

    Sehingga do’a iftitah dibawah ini bisa juga diamalkan ketika melaksanakan sholat dan masyhur dikalangan umat Islam.

    Adapun bacaan doa iftitah panjang dapat disimak dibawah ini :

    HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99,Muslim 2/184

    اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Artinya :

    “Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya.

    Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya.

    Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada engkau lah aku bertawakal. Kepada engkau lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184)

    Doa Iftitah Dibaca Setelah

    Seperti yang telah diketahui oleh kebanyakan ummat muslim bahwa do’a iftitah dibaca setelah orang yang sholat membaca takbirotul ikhrom “الله أكبر”.

    Mula-mula seorang hama yangv akan melaksanakan sholat berdiri tegak lurus dengan memasang niat bahwa ia akan melaksanakan sholat hanya karena Allag semata.

    Kemudian jika sudah berdiri tegak lurus layaknya huruf alif yang memiliki makna bahwa Allah SWT hanya ada satu.

    Maka orang yang sholat tersebut mengucapkan kalimat takbir “الله أكبر” dengan posisi tangan diangkat sejajar dengan bahu kanan dan kiri layaknya huruf lam-lam.

    Setelah tangan diangkat kemudian upayakan posisi tangan bersedekap seperti huruf Ha yang jika digabungkan.

    Antara gerakan berdiri, mengangkat tangan dan sedekap adalah berbentuk kalimat “الله“, kemudian barulah do’a iftitah dibaca dengan pelan sampai terdengar oleh telinga sendiri.

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Segala sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki keutamaan yang akan didapatkan bagi umat yang mengerjakannya.

    Begitu pula dengan bacaan do’a iftitah banyak keutamaan yang bisa didapatkan bagi yang membaca ketika sedang sholat, baik sholat sunnah maupun fardhu.

    Untuk lebih jelasnya simak beberapa keutamaan membaca do’a iftitah yang akan penulis rangkyum dalam artikel ini.

    Terbebas Dari Siksa Api Neraka

    Rosulullah SAW menyampaikan terkait orang yang ketika sholat membaca doa iftitah maka akan mendapatkan dua hal.

    HR. Tirmidzi no. 241

    Sebagaimana sabda Rosulullah SAW

    مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

    “Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) ikhlas karena Allah, akan dicatat baginya terbebas dari dua hal, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.”(HR. Tirmidzi no. 241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

    Terangkatnya Doa Yang Dipanjatkan

    Dalam kisahnya ada seorang muslim laki-laki yang sedang sholat kemudian ia membaca do’a iftitah. Dalam hal ini Rosulullah SAW memperhatikan seseorang tersebut seraya bersabda.

    Hadits riwayat Muslim No. 1385

    Artinya :

    Aku (Nabi Muhammad) melihat ada dua belas malaikat yang bersegera menuju kepadanya “yakni lelaki yang sedang sholat tersebut” mereka saling berlomba mengangkat doanya ditujukan kepada Allah SWT. (Hadits riwayat Muslim No. 1385)

    Pintu Langit Terbuka

    Keutamaan membaca doa iftitah selanjutnya adalah Allah bukakan pintu langit seluas-luasnya sehingga kemurahan rezeki akan mudah didapatkan.

    Sekilas kisahnya ada seorang sahabat yang berdoa dengan membaca do’a iftitah sehingga Rosulullah SAW takjub dengan sahabat tersebut.

    Sebab dengan doa yang ia panjatkan kemudian Allah SWT bukakan pintu-pintu langit untuk nya.

    Doa iftitah tersebut yang dibaca oleh sahabat Nabi adalah seperti dibawah ini :

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

    Artinya :

    “Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di pagi dan petang hari”

    Kisah diatas berdasarkan dalil yang jelas yakni diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rosulullah SAW bersabda.

    Artinya :

    Setelah shalat Rosulullah Saw kemudian bertanya kepada para sahabat lainnya. “Siapakah yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini? (Doa iftitah)” Ternyata Rosulullah SAW mendengar doa itu.“ “Kemudian salah seorang sahabat berkata” Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lalu Rasulullah SAW “Aku takjub dengan doa (yang kamu baca) itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya” (HR. Imam Muslim).

    Dengan Allah Semakin Dekat

    Salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca doa iftitah, bagaimana tidak. Didalam doa tersebut tersusun rapih kalimat kalimat yang memuji Allah SWT, memohon ampunan, dan berserahdiri kepada Allah.

    Sehingga ketika membaca doa tersebut dan menghayati maknanya tentu akan ada rasa sangat dekat dengan Allah SWT.

    Sebagaimana hadis yang diriwayatkann oleh bukhori, Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    Barang siapa yang mendekat kepada-Ku dengan cara berjalan maka Aku akan menyongsongnya dengan cara berlari kecil.” (HR Bukhari).

    Dengan membaca doa iftitah sudah jelas bahwa seorang hamba tersebut berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga Allah akan berlari mendekatkan dirinya kepada hambanya.

    Penutup

    Demikianlah ulasan tentang doa iftitah yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga dapat menambah pemahaman bagi seorang muslim tentang doa iftitah. Dengan harapan bisa mengamalkan doa tersebut minimal ketika sholat.

  • Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Sholat adalah perintah Allah SWT untuk hambanya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika Beliau merampungkan isra’ mi’raj.

    Perintah ini menjadi kewajiban umat islam dalam sehari semalam yakni ada lima waktu yang harus dikerjakan salah satunya adalah sholat subuh.

    Terkait sholat subuh waktunya adalah setelah masuknya fajar shodiq hingga terbitnya matahari jumlah rakaatnya hanya dua rakaat saja.

    Jika dibandingkan dengan jumlah rakaat sholat wajib lainnya, sholat subuh hanya memiliki sedikit rakaat.

    Sekilas Tentang Sholat Subuh

    Meskipun jumlah rakaat sholat subuh hanya dua rakaat, akan tetapi banyak umat muslim yan mengakui bahwa melaksanakan sholat subuh tersebut adalah hal yang penuh perjuangan.

    Tidak semua ummat islam diberikan kekuatan oleh Alllah SWT untuk melaksanakan sholat subuh secara terus menerus diwaktu yang tepat.

    Karena pada jam saat itu merupakan waktu yang sangat sulit untuk bangun dari buaian mimpi indah atau tidur.

    Maka dari itu butuh perjuangan yang sangat kuat untuk menuju tempat wudhu dan bergegas melaksanakan sholat subuh.

    Bahkan dalam lafadz azan panggilan Allah SWT untuk hambanya sholat subuh, ditambahkan oleh Bilal Bin Rabah dengan kalimat “Asholatu Khoirum Minan Naum”.

    Kalimat tersebut memiliki arti “Sholat itu lebih baik daripada tidur” bayangkan dizaman Rosulullah saja sahabat Nabi Bilal.

    Membangunkan sahabat lainnya untuk melaksanakan sholat subuh dengan kalimat demikian, berarti dimasa itupun sama banyak godaan untuk melaksanakan sholat subuh.

    Terlebih dizaman akhir ini tidak semua ummat muslim dapat istiqomah melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

    Dalil Tentang Sholat Subuh

    Simak terlebih dahu beberapa dalil shohih tentang sholat subuh sebelum memahami lebih lanjut terkait niat sholat subuh. Dalil ini penulis menuqilnya dari Al-Qur’an dan juga Al-Hadis sebagai acuan betapa pentingnya melaksanakan sholat subuh.

    Dalil Al-Qur’an

    Kewajiban tentang melaksanakan sholat subuh Allah SWT sampaikan juga didalam Al-Qur’an. Hal ini sebagai perintah yang sangat tegas agar ummat islam tidak meninggalkannya.

    Q.S Al-Isra’ : 78

    اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

    Aqimiṣ-ṣalāta lidulūkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur’ānal-fajr(i), inna qur’ānal-fajri kāna masyhūdā(n).

    Artinya :

    Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh!436) Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S Al-Isra’ : 78)

    Q.S Ar-Rum : 17

    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

    Fa subḥānallāhi ḥīna tumsūna wa ḥīna tuṣbiḥūn(a).

    Artinya :

    Bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada pada waktu senja dan waktu pagi. (Q.S. Arrum : 17)

    Dalil Hadis Shohih

    Tidak hanya didalam Al-Qur’an terkait kewajiban melaksanakan ibadah sholat subuh melainkan dikuatkan oleh hadis Rosulullah SAW.

    Tentunya jika sudah demikian maka tidak ada alasan bagi ummat muslim untuk tidak melaksanakan sholat subuh dengan sengaja.

    HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635

    مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

    Artinya :

    “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

    HR. Muslim no. 634

    لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

    Artinya :

    “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

    HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

    Artinya :

    “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

    HR. Muslim no. 656

    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

    Artinya :

    “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

    Fadilah Melaksanakan Sholat Subuh

    Niat Sholat Subuh Sendiri dan Berjamaah Berikut Tata Caranya

    Ganjaran yang Allah berikan kepada umat islam yan melaksanakan sholat subuh sangat besar. Tentunya dalam perjalanan melaksanakan perintah sholat subuh juga banyak rintangan yang menjadikan ujian ummat islam.

    Tidak semua umat islam sukses menghadapi ujian sholat subuh maka dari itu sangat dibutuhkan perjuangan yang sangat kuat.

    Sehingga wajar saja ketika Allah SWT akan memberikan ganjaran yang sangat besar bagi hambanya yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

    Dibukakan Pintu rezeki Yang Berkah

    Pernahkan mendengar pepatah nenek moyang “Kalau bangun siang rejekinya dipatok ayam”. Jika ditelaah hal ini sangat berkesinambungan dengan waktu pelaksanaan sholat subuh.

    Tentunya seseorang yang sedari subuh sudah bangun dengan melaksanakan aktivitas yang diawali dengan sholat subuh. Maka ia akan lebih star dahulu jika dibandingkan dengan orang yang bangunnya siang.

    HR. Muslim no. 163

    مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

    Artinya :

    “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

    Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang melakasanakan sholat subuh yakni agar berada dalam jaminan Allah SWT.

    Tentunya ketika Rosulullah SAW yang berdoa, maka doatersebut tidak lah diabaikan oleh Allah SWT melainkan dikabulkan.

    Layaknya sebagai umat Rosulullah SAW yang taat maka harus yakin dan percaya akan yang disampaikan oleh beliau. Sehingga dengan hal ini akan menambah semangat untuk melaksanakan kewajiban salah satunya adalah sholat subuh.

    Sebagai Salah Satu Jalan Menuju Surga

    Ketika seorang hamba melaksanakan perintah Allah SWT dengan tulus ikhlas, maka ia akan mendapatkan semua yang dijanjikan oleh Allah SWT.

    Seperti halnya ketika seseorang melaksanakan sholat subuh dengan tulus ikhlas insya Allah akan dibukakan pintu surga untuk dirinya.

    Surga yang Allah berikan bisa saja berupa kenikmatan dunia yang diridhoi dan kenikmatan akhirat ketika sudah berpulang kehadirat Allah SWT.

    Salah satu contoh Allah berikan surga semasih didunia bagi seseorang yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu. Yakni dibukakan jalan urusan duniawi semakin mudah, jika ada masalah hati terasa tenang dan tidak khawatir.

    Sehingga pada saat menyelesaikan masalah Allah SWT akan membimbingnya dan diselesaikan oleh-Nya.

    Allah Jauhkan Dari Siksa Neraka

    Antara surga dan neraka dalam sebuah kehidupan selalu berdekatan, gambaran neraka adalah kesengsaraan sedangkan gambaran surga adalah gambaran kesenangan.

    Ketika seorang hamba melaksanakan ibadah sholat subuh secara tepat waktu maka ia akan dijanjikan dijauhkan dari neraka.

    Jika masih didunia maka Allah jauhkan dari segala macam kesulitan yang menjadi penghalang dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

    Meskipun didunia ia mendapatkan banyak ujian yang ketika orang lain melihatnya nampak kasihan, namun bagi orang yang ditolong Allah ia akan tetap merasakan kenikmatan.

    Terlebih jika ia mendapatkan kebahagiaan misal berlimpahan harta maka ia tidak segan untuk membagikan kepada yang berhak. Sehingga dengan hal tersebut Allah semakin jauhkan dari bala atau penyakit yang disebut dengan neraka.

    Terkait ganjaran dijauhkan dari neraka yang Allah berikan kepada seorang hamba akan didapatkan ketika diakhirat.

    Malaikat Menjadi Saksi

    Bagi seoarang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat pada waktunya maka ia oleh Allah akan disaksikan malaikat.

    Siapa yang tidak senang jika perbuatan baiknya disaksikan oleh malaikat terlebih perbuatan itu adalah sholat.

    Tentunya para malaikat akan menjadi saksi diakhirat bahwa seseorang tersebut telah melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu.

    Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menyatakan hal demikian.

    HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632

    وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

    “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

    Allah Berikan Pahala Layaknya Haji Dan Umroh

    Siapa gerangan umat muslim yang tidak menginginkan pahala seperti haji dan umroh. Bahkan orang yang umroh sekalipun belum tentu Allah berikan pahala tersebut, karena tergantung dari niat yang dituju.

    Akan tetapi bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat subuh tepat waktu tentunya hanya karena Allah SWT maka dijanjikan mendapatkan pahala haji dan umrah.

    Bagaimana mendapatkannya, caranya adalah ketika selesai melaksanakan sholat subuh maka jangan dulu bergegas pergi meninggalkan tempat sholat.

    Melainkan membaca zikir dan sholatwat serta amalan-amalan lainnya hingga terbit matahari dan melaksanakan sholat sunnah.

    Bukan Golongan Orang Munafik

    Didunia ini ada tiga kelompok seluruh manusia keseluruhan jika dijadikan sebagai kelompok kecil maka akan terkumpul seperti ini :

    • Pertama kelompok beriman akan dimasukkan surga
    • Kedua kelompok orang yang munafik tempatnya adalah dineraka
    • Ketiga kelompok orang kafir tempatnya juga didalam neraka

    Jika ingin selamat dari kelompok yang kedua salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat subuh tepat waktunya.

    Hal ini disampaikan juga oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya :

    HR. Bukhari no. 657

    Artinya :

    “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.

    Lebih Baik Dari Pada Dunia Dan Seisinya

    Fadhilah selanjutnya terkait seorang muslim yang melaksanakan ibadah sholat subuh tepat waktu akan mendapatkan kemuliaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya.

    Hal ini bisa saja terjadi karena jika sholat subuhnya tepat waktu maka ia memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah sholat dua rakaat yakni aqobliyah subuh.

    Jangan diremehkan dua rakaatnya akan tetapi lihat keutamannya yang sangat besar, karena tidak semua orang bisa melaksanakan sholat sunah tersebut.

    Rosulullah SAW bersabda terkait sholat qobliah subuh baik anjurannya dan juga keutamaan yang ada pada sholat tersebut.

    HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

    Artinya :

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

    HR. Muslim no. 725

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    Artinya :

    “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

    HR. Muslim no. 725

    لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

    “Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

    Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

    Niat Sholat Subuh Dan Tata Caranya

    Dalam pelaksanaan sholat subuh niat adalah sebagai rukun paling utama, karena niat tersebut dapat meliputi semua rukun yang ada didalam sholat tersebut.

    Niat tersebut boleh dibaca melalui lisan atau juga boleh dibaca dalam hati, namun yang perlu ditekankan adalah niat harus diikut sertakan dalam pelaksanaan sholat.

    Adapun untuk tatacara sholat disini akan dijelaskan secara rinci mulai dari membaca niat kemudian takbir dan sampai salam, semua ini terkumpul dalam 13 rukun sholat.

    Berniat Sholat Subuh

    Hal yang paling uatama ketika akan melaksanakan sholat adalah dilihat dari niatnya, ketika niat yang utarakan salah maka bisa saja sholat tersebut tidak sah.

    Sedangkan niat adalah gerakan dalam hati ingin melaksanakan sesuatu yang direalisasikan dengan perbuatan.

    Pada dasarnya ketika seseorang melaksanakan wudhu hal ini sudah termasuk bagian dari sholat meskipun ia belum melaksanakan rukun 13.

    Mengapa demikian karena ia melaksanakan wudhu dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.

    Membaca Takbir

    Dalam hal ini semua umat islam yang akan melaksanakan sholat tentu diawali dengan membaca takbir. Disisi lain takbir adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar, agung, mulia, kuasa dan lainnya kecuali Allah.

    Jika sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah maka tidak ada lagi pekerjaan dunia, hiasan dunia seperti kendaraan, rumah dan lainnya semuanya lebur yang ada hanyalah Allah.

    Bacaan takbir tersebut tidak boleh dibaca sir atau pelan melainkan harus dibaca dengan keras minimal terdengan oleh telinganya sendiri.

    Berdiri Tegak Lurus

    Setelah membaca takbir maka selanjutnya adalah berdiri tegak lurus seperti huruf alif. Disisi lain ini menggambarkan bahwa Allah ada satu tidak dua dan sebagainya, sehingga ketika dalam perjalanan sholat ada tersirat selain Allah maka disebut lalai dalam sholatnya.

    Membaca Doa Iftitah

    Membaca doa iftitah adalah sunnah namun sebaiknya dibaca karena sebagian dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah SWT.

    Berikut bacaan doa iftitah :

    Doa Iftitah Versi NU

    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallahi bukratawwa ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin.

    Artinya :

    “ Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.

    Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

    Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan oroang muslimin.”

    Doa Iftitah Versi Muhammadiyyah

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

    Allahumma baa’id bainii khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

    Artinya :

    “ Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

    Membaca Surat Al-Fatihah

    Membaca surat Al-fatihah dalam sholat termasuk rukun jadi tidak boleh ditinggalkan, jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.

    Secara syariat ketika membaca surat Al-fatihah dalam sholat harus benar makhroj dan panjang pendeknya sesuai tajwid.

    Maka dalam memilih imam pertama yang dilihat adalah bacaannya, yang kedua hafalannya agar mumpuni secara syariat islam.

    Membaca Sebagiat Ayat Al-Qur’an

    Setelah membaca surat Al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca sebagian surat dalam Al-Qur’an. Sebaiknya jika menjadi imam harus pandai melihat situasi pada makmumnya.

    Jika makmumnya campur dalam artian tidak seumuran ada yang sudah tua ada yang muda dan ada juga yang masih sibuk dengan pekerjaan.

    Maka bacalah sebagian ayat Al-Qur’an yang pendek saja seperti surat Al-ikhlas, Al-falaq dan lain sebagainya.

    Rukuk Dengan Tuma’ninah

    Selanjutnya setelah membaca sebagian ayat Al-Qur’an maka dilanjutkan dengan posisi badan Rukuk dengan tumakninah yakni tenang.

    I’tidal Dengan Tumakninah

    Setelah rukuk maka selanjutnya adalah I’tidal dengan tumakninah yakni tenang tidak banyak bergerak dan fikiran serta hati hanya tertaut kepada Allah SWT.

    Membaca Doa Qunut

    Doa Qunut ini dibaca pada rakaat yang kedua pada posisi I’tidal

    Sujud Dengan Tumakninah

    Setelah ruku maka dilanjutkan dengan sujud posisi harus tenang tidak banyak bergerak, terutama posisi hati tidak pergi keluar dari area sujud.

    Duduk Diantara Dua Sujud

    Setelah sujud maka bangun kembali dengan duduk diantara dua sujud, hal ini juga sama dalam hati dan fikirannya hanya ada Allah semata.

    Sujud Kembali

    Sujud ini dilakukan setelah duduk diantara dua sujud, atau yang sering disebut dengan sujud yang kedu. Praktiknya sama dengan sujud yang pertama.

    Duduk Tasyahud Akhir Dan Doa

    Setelah melakukan sujud yang kedua kemudian bangun dan langsung duduk tasyahud akhir. Dalam praktiknya ada doa tasyahud akhir yang harus dibaca karena termasuk rukun.

    Membaca Sholawat Nabi

    Setelah membaca doa tasyahud akhir kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi dan sholawaat ibrohim.

    Salam

    Yang terakhir adalah salam yakni sebagai tanda bahwa sholat subuh yang dikerjakan sudah selesai

    Bacaan Niat Sholat Subuh

    Setelah mengetahui beragam pengertian dan juga praktik tata cara sholat subuh maka yang sangat penting adalah membaca Niat sholat subuh.

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa niat adalah salah satu rukun yang paling utama maka wajib diikutsertakan dalam sholat.

    Berikut dibawah ini beberapa bacaan niat sholat subuh sesuai keadaan.

    Niat Sholat Subuh Sendiri

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ أَدَاءً لله تَعَالَى

    Ushalli fardhash Shubhi rok’ataini adaa-an lillahi ta’aala

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sendiri karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Imam

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ إِمَامًا لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Berjamaah Sebagai Makmum

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini makmuman lillaahi ta’aalaa

    Artinya:

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

    Niat Sholat Subuh Qodho

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ قضاء لله تَعَالَى.

    Ushallii fardash-Shubhi rok’ataini qodoan lillaahi ta’aalaa

    Artinya :

    “Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat sebab mengqodho karena Allah ta’ala.”

    Penutup

    Demikianlah rangkuman terkait bacaan niat sholat subuh berikut tata cara serta pengertiannya yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel vantage.id.

    Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pemahaman tentang niat dan cara sholat yang benar sesuai syariat islam.

  • Niat Wudhu dan Tata Cara Wudhu Lengkap Dengan Doanya

    Wudhu secara bahwa menurut Al-Imam Ibnu Atsir Al-Jazary jika dikatakan wudhu’ maka memiliki arti air yang digunakan untuk berwudhu.

    Sedangkan jika dikatakan wudhu maka yang dimaksu adalah perbuatan dari seseorang yang melaksanakan wudhu tersebut.

    Kata wudhu diambil dari kalimat Al-Wadho’ah yang memiliki arti kesucian, karena jika orang hendak melaksanakan sholat harus suci terlebih dahulu dengan wudhu. “Penjelasan tersebut diatas diambil dari sebuah kitab fiqih ternama yakni kitab Fathul Barriy (1/306).

    Apa yang Dinamakan Wudhu

    Sebagai umat islam harus mengetahui tentang pengertian wudhu dari berbagai riwayat ulama, agar dapat menambah wawasan keilmuan tentang Niat Wudhu.

    Maka dari itu dalam artikel ini penulis akan merangkum beragam pengertian wudhu yang menuqil dari berbagai kitab kuning.

    Syahrul Mumti, 1/148

    Menuqil dari sebuah kitab kuning “Syahrul Mumti, 1/148” terkait pengertian wudhu adalah salah satu bentuk ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT. Dengan mensucikan anggota badan tertentu dengan cara yang telah ditentukan oleh syariat.

    Risalah Fi Al-Fiqh Al-Muyassar

    Terkait pengertian wudhu yang menuqil dari sebuah kitab berjudul Risalah “Fi Al-Fiqh Al-Muyassar”. Bahwa yang dinamakan wudhu menurut syaikh sholih ibnu ghonim adalah mensucikan sebagian anggota tubuh dengan air ysng suci dan mensucikan. Adapun anggota tubuhnya yaitu ada 4 wajah, tangan, kepala dan kaki dengan tata cara yang telah ditentukan.

    Beberapa anggota tubuh yang wajib dibasuh pada saat berwudhu disampaikan Allah SWT dalam sebuah firmannya.

    Q.S. Al-Maidah : 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a falam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).

    Artinya :

    Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (Q.S. Al-Maidah : 6)

    Beberapa Bacaan Niat Wudhu Sesuai Syariat Islam

    Beberapa Bacaan Niat Wudhu Sesuai Syariat Islam

    Dalam pelaksanaan wudhu ada rukun yang tidak boleh ditiggalkan yakni 6 rukun, salah satu dari 6 rukun tersebut adalah Niat sebagai pondasi awal dalam berwudhu.

    Sehingga seorang muslim yang akan melaksanakan wudhu harus mengetahui terlebih dahulu tentang niat wudhu agar tidak salah tujuan.

    Sebelum melanjutkan bacaan niat wudhu ada baiknya pahami dulu arti daripada niat, yakni sebuah keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

    Sehingga direalisasikan dengan perbuatan yang nyata, karena jika hanya sebuah keinginan tanpa dibarengi dengan perbuatan bukan lah niat melainkan cita-cita.

    HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits Tentang Niat

    ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

    Artinya :

    Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

    Berikut dibawah ini beberapa niat wudhu yang perlu dipahami oleh umat muslim sesuai dengan syariat islam.

    Niat Wudhu Arab, Latin Dan Artinya

    Seperti yang telah disampaikan bahwa niat wudhu adalah merealisasikan keinginan yang ada dalam hati dengan perbuatan yang nyata yakni gerakan wudhu.

    Maka selanjutnya penting juga mengetahui bacaan niat wudhu agar keinginan yang kuat tersebut diyakinkan oleh ucapan.

    Adapun niat wudhu arab, latin dan artinya adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    “Nawaytul wudhuu’a lirof’ll hadatsil ashghori fardhol lilaahi ta’aalaa”

    Artinya :

    “Aku niat berwudhu guna menghilangkan hadats kecil fardu hanya karena Allah ta’ala.”

    Niat Wudhu Dan Setelah Wudhu

    Selain membaca niat sebelum wudhu disunahkan juga membaca doa setelah wudhu, meskipun doa setelah wudhu tersebut sunah.

    Namun sebaiknya tetap dibaca atau diamalkan untuk menambah amalan-amalan yang sebelumnya kosong atau kurang sempurna.

    Berikut dibawah ini bacaan niat wudhu dan setelah wudhu :

    “Nawaytul wudhuu’a lirof’ll hadatsil ashghori fardhol lilaahi ta’aalaa”

    Doa Setelah Wudhu :

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

    Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

    Artinya :

    “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Niat Wudhu Tayamum

    Wudhu merupakan hal menjadikan sebab sucinya seseorang untuk melaksanakan sholat. Sebenarnya ada cara lain untuk bersuci yakni dengan tayamum seseorang tersebut bisa melaksanakan sholat.

    Akan tetapi bersuci dengan cara tayamum ada syarat yang harus dipenuhi salah satunya adalah tidak ditemukannya air untuk bersuci.

    Adapun bacaan niat wudhu tayamum adalah sebagai berikut :

    نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Nawaytut tayammuma listibaahatis sholaati lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan tayamum untuk bisa mengerjakan salat hanya karena Allah Taala.”

    Niat Wudhu Jenazah

    Dalam praktik memandikan jenazah dan jenazah tersebut sudah selesai dimandikan maka diakhirnya sunnah mewudhukan jenazah.

    Terkait mewudhukan jenazah sebaiknya diiringi juga dengan niat layaknya seperti pada saat seseorang akan berwudhu.

    Adapun baca’an niat wudhu jenazah adalah seperti dibawah ini :

    Jenazah Laki-Laki

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ سنة لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a li hadzal mayyiti sunatal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    “Aku niat mewudhukan jenazah / mayit laki-laki ini hanya karena Allah Ta’ala.”

    Jenazah Perempuan

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِةِ سنة لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a li hadzihil mayyitati sunatal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    “Aku niat mewudhukan jenazah / mayit perempuan ini hanya karena Allah Ta’ala.”

    Niat Wudhu Muhammadiyah

    Niat menurut Muhammadiyah tidak perlu diucapkan baik dalam hati maupun lisan, karena geraknya seseorang akan melaksanakan wudhu itu sudah termasuk niat.

    Akan tetapi ada hal yang dibaca oleh Muhammadiyah sebelum ia berwudhu yakni “Bismillah”, sebagaimana yang telah disampaikan didalam hadis.

    Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya :

    Wudlu-lah kamu dengan membaca Bismillah!. Ibnu Hadjar menyatakan dalam kitab Takhrij Ahadits al-Adzkar, bahwa hadis ini hasan shahih, Imam Nawawi setelah membawakan hadis dari Anas seluruhnya, menyatakan bahwa hadits itu sanadnya baik.

    Meskipun golongan Muhammadiyyah niat wudhunya tidak dibaca secara lisan namun hal ini jangan menjadi perdebatan.

    Karena semua pendapat sudah memiliki dalil masing-masing sebagai pegangan yang dijadikan dalil.

    Niat Wudhu Istihadhah

    Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita namun diluar masa haidh atau bukan disebabkan karena melahirkan.

    Pada umumnya darah tersebut merupakan darah penyakit biasanya ia keluar setelah masa haidh selesai ada yang 6 hari hingga 8 hari bahkan paling lama 15 hari.

    Bagi seorang wanita yang mengalami Istihadhah maka ia tetap wajib melaksanakan ibadah sholat namun harus dibalut dengan rapat.

    Untuk menjaga agar darah Istihadhah tidak mengalis dengan deras keluar dan menetes ditempat sholat atau ditempat suci lainnya.

    Cara wudhunya yakni ketika sudah masuk waktu sholat, untuk rukun wudhu tetap sama yakni salah satunya niat.

    Adapun bacaan niat wudhu Istihadhah adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a listibaahatis sholaati lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan wudhu’ untuk bisa mengerjakan salat hanya karena Allah Taala.”

    Niat Wudhu Mandi Wajib

    Mandi wajib merupakan hal yang tidak lagi tabu dimata masyarakat, terlebih bagi pasangan suami istri. Dalam praktik mandi wajib ada beberapa hal yang menjadi sunnah jika dikerjakan salah satunya adalah berwudhu terlebih dahulu.

    Tentu saja ketika akan berwudhu sebelum melaksanakan mandi wajib ada niat yang wajib diikut sertakan didalam wudhu tersebut.

    Adapun bacaan niat wudhu mandi wajib adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ بسبب الاستحمام الكبير للهِ تَعَالَى

    Nawaytul wudhu’a bisababil istihmamil kabir lillaahi ta’aala.

    Artinya:

    “Saya niat melakukan wudhu’ karena untuk mandi besar hanya karena Allah Taala.”

    Keterangan : Ketika berwudhu sebelum mandi wajib usahakan tidak didalam kamar mandi, karena melaksanakan wudhu didalam kamar mandi makruh hukumnya.

    Niat Wudhu Dibaca Ketika ?

    Berbicara tentang niat wudhu banyak umat muslim yang belum mengetahui kapan membacanya. Sebelumnya perhatikan dahulu pengertian niat secara bahasa yakni diucapkan dalam hati dan dibarengi dengan pekerjaan (Safinatun najah).

    Melihat penjelasan dari kitab “Safinatun najjah” berarti membaca niat wudhu adalah ketika mengusap wajah, karena mengusap wajah merupakan permulaan pada rukun wudhu.

    Caranya yakni ketika mengusap wajah pertama kemudian didalam hati dibarengi dengan membaca niat wudhu hingga selesai.

    Ada juga sebagian yang berpendapat membaca niat melalui lisan yakni ketika membasuh kedua tangan berikut sela-sela jari tangan.

    Membasuh kedua tangan ini dilakukan sebelum berkumur yakni sunnah untuk menghilangkan najis atau hal yang dapat mengahalangi masuknya air ke kulit.

    Tata Cara Wudhu Yang Benar Menurut Syariat Islam

    Tata Cara Wudhu Yang Benar Menurut Syariat Islam

    Diatas penulis sudah merangkum terkait niat wudhu secara lengkap berikut pengertian wudhu yang diambil dari penjelasan beberapa kitab.

    Tentunya kurang puas kalau tidak lengsung praktik cara wudhu yang benar, maka dari itu penulis juga akan menyampaikan terkait tata cara wudhu yang benar menurut syariat islam.

    Namun sebelumnya pahami terlebih dahulu tentang rukun dan sunnahnya wudhu agar tidak tecampur adukkan antara rukun dan sunnah.

    Rukun Wudhu

    Rukun adalah sebuah rangkaian utama yang ada didalam pekerjaan, jika komponen tersebut terlewatkan maka ia tidak sempurna.

    Jika disambungkan dengan rukun wudhu yakni memiliki 6 rukun yang wajib dilakukan agar wudhunya sempurna secara syariat.

    Berikut dibawah ini 6 rukun wudhu :

    • Niat Wudhu
    • Membasuh muka mulai dari tumbuhnya rambut bagian atas hingga dagu, dan mulai dari tumbuhnya telinga kanan hingga telinga kiri
    • Membasuh kedua tangan mulai dari ujung jemari hingga siku
    • Mengusap sebagian rambut kepala
    • Membasuk kedua kaki mulai dari jemari kaki hingga mata kaki
    • Tertib yakni berurutan sesuai tuntunan

    Sunnah Wudhu

    Selain rukun wudhu perlu juga dipahami sunnah wudhu yakni sebagai berikut :

    • Membaca Bismillah
    • Membersihkan kedua telapak tangan
    • Menghilangkan hal-hal yang menjadikan tidak mengenanya air ke kulit seperti “cat, getah, minyak dan semisalnya”
    • Berkumur-kumur tiga kali
    • Menghirup air kedalam hidung (Istinsyaq) tiga kali
    • Membasuh kedua telinga tiga kali
    • Mengulang tiga kali basuhan pada rukun wudhu
    • Membaca doa setelah wudhu

    Tata Cara Wudhu Yang Benar

    Setelah mengetahui rukun dan sunnah wudhu berulah mempelajari praktik wudhu sehingga tidak salah dalam pelaksanaannya.

    Adapun tata cara wudhu yang benar adalah sebagai berikut :

    • Membaca Bismillah
    • Membersihkan kedua telapak tangan dengan menyela-nyela jari
    • Setalah itu berkumur – kumur tiga kali
    • Dilanjutkan dengan menghirup air kedalam hidung tiga kali
    • Selanjutnya yakni membasuh muka tiga kali dan dibarengi dengan membaca Niat Wudhu dalam hati pada basuhan yang pertama
    • Setelah itu membasuh kedua tangan mulai dari ujung jemari hingga siku tiga kali dan dimulai tangan kanan
    • Jika sudah maka dilanjutkan dengan mengusap sebagian rambut kepala, lanjut ke punuk dan dilanjutkan dengan mengusap kedua telinga diulang tiga kali
    • Kemudian dilanjutkan membasuh kedua kaki mulai dari jemari kaki hingga mata kaki diulang sampai tiga kali.
    • Terakhir membaca doa setelah berwudhu.

    Hal Yang Membatalkan Wudhu

    Setelah seorang muslim berwudhu tentunya sangat ingin sekali menjaga wudhu tersebut agar tidak batal.

    Terlebih bagi muslim yang memiliki niat untuk menjaga wudhu dalam kesehariannya agar mudah ketika ingin mengerjakan sholat.

    Sebagaimana sabda Rosulullah SAW tentang sholat yang tidak diterima bagi orang yang berhadas hingga ia berwudhu.

    HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225

    لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

    Artinya :

    “Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima, ketika masih berhadats sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225).

    Agar mudah menjaga dalam keadaan berwudhu maka sebaiknya pahami juga beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu seperti dibawah ini.

    • Keluarnya sesuatu dari kubul atau dubur
    • Menyentuh kemaluan
    • Bersentuhan antara kulit lelaki dan wanita yang bukan mahram tanpa alas
    • Naiknya syahwat disebabkan melihat aurat
    • Dan lain sebagainya

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait niat wudhu yang penulis rangkum dalam sebuah artikel. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang hukum islam terutama tentang wudhu. Wallahu A’lam…

  • 3 Khutbah Jumat Singkat Untuk Pelajar Terbaru 2024

    Khutbah Jumat adalah ceramah singkat yang disampaikan oleh seorang khotib kepada jamaahnya pada hari Jumat, yakni sebelum pelaksanaan salat Jumat.

    Khutbah Jumat merupakan salah satu rangkaian dari rukun sholat jumat yang tidak boleh ditinggalkan, jika tertinggal maka tidak sah sholat jumatnya.

    Dalam penyampaian seorang khotib semasa khutbah tidak perlu memberikan informasi diluar dari hal yang dapat meningkatkan keimanan kepada Allah.

    Apalagi disaat ini sudah marak tercium aroma politik, sehingga khutbah dibawa keranah politik, hal ini tidak patut dijadikan contoh.

    Pengertian Khutbah jumat

    Diatas sudah sedikit disinggung terkait pengertian khutbah jumat namun penulis akan menambahkan sedikit. Khutbah jumat yakni rangkaian dakwah singkat yang isinya mengajak umat muslim untuk ta’at kepada Allah SWT.

    Selain itu juga isi dari khutbah tersebut yakni terkait peringatan dan juga kabar gembira yang disampaikan oleh khotib kepada para jama’ah.

    Akan tetapi peringatan dan kabar gembira tersebut muaranya dari Al-Qur’an dan Al-Hadis tidak keluar dari ranah yang demikian.

    Sebisa mungkin penyampaian khutbah tidak berlama-lama karena pada dasarnya lebih baik waktu sholatnya yang dipanjangkan dari pda saat khutbah.

    Namun untuk di jaman saat ini banyak seorang khotib yang membaca khutbah sangat panjang sekali padahal ketika sholat sangat cepat.

    Apa Sebenarnya Tujuan Khutbah

    Adanya khutbah dihari jumat tentunya memiliki tujuan yang perlu dipahami oleh umat muslim yang akan melaksanakan sholat jumat.

    Adapun beberapa tujuan dari Khutbah Jumat antara lain, memberikan pengetahuan agama yang didasarkan dalam Al-Qur’an dan hadis kepada jamaah.

    Hal ini bisa meliputi penjelasan tentang ajaran Islam, hukum-hukum agama, dan prinsip-prinsip kehidupan berdasarkan Islam.

    Tujuan Selanjutnya adalah sebagai pengingat atau kabar bagi jamaah mengenai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai umat Muslim.

    Melalui kata-kata yang disampaikan dalam khutbah, imam dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada jamaah untuk meningkatkan iman dan amal ibadah mereka.

    Syarat Dan Rukun Khutbah Apa Saja

    Syarat Dan Rukun Khutbah Apa Saja

    Khutbah merupakan salah satu dari rangkaian sholat jumat yang memiliki syarat dan rukun didalamnya dan harus disempurnakan.

    Bagi seorang khotib dan juga para jama’ahnya wajib mengetahui rukun dan syarat jumat agar dapat menutupi kesempurnaan dalam melaksanakan sholat jum,’at.

    Berikut dibawah ini beberapa syarat dan rukun khutbah jumat yang wajib diketahui :

    Syarat Khutbah jumat

    Beberapa syarat khutbah jumat dapat dilihat dibawah ini.

    • Seorang Khotib Wajib Laki-Laki yang sudah baligh
    • Sang khotib wajib suci dari najis dan hadas, baik besar maupun kecil
    • Berdiri jika memang khotib mampu
    • Wajib menutupi aurat
    • Ketika menyampaikan rukun khutbah wajib menggunakan bahasa arab
    • Sang khotib dapat membedakan rukun dan sunnahnya khutbah yang diperankannya

    Rukun Khutbah jumat

    Selain syarat khutbah ada juga rukun khutbah yang wajib diketahui oleh para jama’ah dan khususnya oleh seorang khotib.

    Karena Rukun khutbah inilah penentu sah atau tidaknya sholat jumat yang dilaksanakan pada hari tersebut,

    Berikut dibawah ini beberapa Rukun Khutbah yang wajib disimak :

    Memuji-muji Allah SWT dengan diawali membaca kalimat Al-hamdulillah

    َلْحَمْدُ للهِ.اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا شُعُوْبًا وَّقَبَائِلَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَوْئِلُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ جَاءَ بِهِ الرَّسَائِلُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِوَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.

    Boleh juga disambung dengan muqodimah bahasa indonesia sesuai dengan makna yang sesuai dengan isi khutbah. Akan tetapi jika muqodimah khutbah tidak disampaikan bahasa indonesia juga tidak masalah dan sudah mewakili.

    Dilanjutkan dengan membaca sholat Nabi

    Setelah membaca muqodimah dengan bahasa arab ataupun bahasa indonesia, maka dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi. Boleh yang panjang boleh juga sholawat tersebut pendek yang penting tidak keluar dari makna sholawat.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ

    Sang Khotib Wajib Menyampaikan Wasiat Taqwa

    Rukun khutbahselanjutnya yakni seorang khotib wjib menyampaian wasiat taqwa kepada jama’ahnya. Wasiat ini wajib menggunakan bahasa arab sedangkan seorang makmum tidak wajib paham artinya.

    فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

    Membaca Ayat Al-Qur’an Sebisa Mungkin Isinya Sesuai dengan materi khutbah

    Termasuk yang menjadi rukun dalam khutbah yakni membaca sebagian ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh seorang khotib.

    Bacaan ayat tersebut tidak boleh hanya dibaca artinya saja, melainkan berbentuk bahasa arab. Akan tetapi jika ayat tersebut sudah dibaca dengan bahasa arab kemudian diartikan dengan bahasa indonesia tidak masalah.

    Berdoa Kepada Allah Yakni Memohon Ampunan KepadaNya

    Selanjutnya hal yang menjadi rukun khutbah yakni seorang khotib wajib membaca doa tentang permohonan ampun kepada Allah SWT. Mendoakan permohonan ampun untuk kaum muslimin dan muslimat diseluruh dunian baik yang masih hidaup maupun ayng sudah mati.

    Doa tersebuit dapat dilihat dibawah ini :

    اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

    Beberapa Contoh Khutbah jumat Singkat yang dapat dijadikan bahan untuk dibaca seorang khotib ketika diatsa mimbar.

    Khutbah jumat Singkat Terbaru

    Khutbah jumat Singkat Terbaru

    Setelah mengetahui beberapa rukun dan syarat khutbah tentunya kurang sempurna kalau tidak sekaligus dituliskan contoh khutbahnya.

    Maka dari itu penulis dalam artikel ini merangkum beberapa contoh khutbah jumat singkat yang umum dan mudah dipahami. Simak berikut dibawah ini beragam khutbah jumat singkat tersebut.

    Khutbah jumat Singkat Tentang Akhlak

    الحمدُ لِلهِ العَلِيِّ العَظِيْم العَزِيْزِ الحَكِيْمِ الَّذِيْ فَطَرَنَا بِاقْتِدَارِهِ، وَطَوَّرَنَا بِاخْتِيَارِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

    Tradisi umat islam indonesia jika sudah datang diul fitri tentu berbondong-bondong merayakan kemenangannya.

    Padahal jika ditanya benarkah sudah menang dalam menempuh perjalanan agama Islam, tentu tidak semua muslim bisa menjawabnya.

    Adakalah seseorang yang dikatakan menang adalah yang bisa mengalahkan lawannya, seperti sesuatu yang menjadi penhalang, penindas semua intu menjadi belenggu dalam kehidupan.

    Sedangkan musuh yang paling utama ummat manusia adalah hawa nafsu yang ada pada diri manusia itu sendiri. Tidak terlihat namun dapat dirasakan, bahkan sangat muda hawa nafsu tersebut menjerumuskan diri ini ke lembah kenistaan.

    Salah satu jalan untuk menundukkan nafsu adalah berpuasa, belum lama kemarin sudah dilaksanakan puasa Ramadhan yang menjadi salah satu metode latihan untuk menundukkan hawa nafsu.

    Namun sangat disayangkan banyak ummat islam yang melaksanakan ibadah puasa ia hanya merasakan haus, lapar dan dahaga, tidak mendapatkan lainnya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rosulullah SAW yang diabadikan dalam sebuah hadis.

    HR. Ibnu Majah no.1690

    Rasulullah mengingatkan :

    رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ صَوْمِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ وَالنَّصَبُ

    Artinya :

    “Banyak orang yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan hasil dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Terkadang juga orang yang qiyamul lail tidak memperoleh hasil dari usahanya kecuali hanya begadang dan rasa letih.”

    Jika demikian, benarkah kita sedang mengalami kemenangan? Kalaupun iya, kemenangan dari apa dan untuk siapa?

    Hadirin shalat jumat Rahimakumullah

    Indahnya umat islam di negara Indonesia ini meskipun puasa yang dilakukannya hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja. Akan tetapi ketika datangnya idul fitri ia jadikan momen tersebut untuk meminta maaf antara satu dengan lainnya.

    Sehingga dengan momen tersebut dapat dijadikan sebuah motivasi untuk sebanyak-banyaknya meminta maaf kepada orang yang menurutnya pernah disakiti. Belum tentu diluar idul fitri ada keberanian untuk saling memaafkan.

    Setelah usai menyambut datangnya idul fitri maka seorang muslim diuji kembali dengan hawa dan nafsunya yang kerap menjadi musuh terbesar dalam diri.

    Bulan Syawal menjadi tolak ukur bagi umat islam untuk memeriksa kembali segenap ibadah, tingkah laku, dan sikap batin kita.

    Apakah mengalami peningkatan mutu, atau bahkan biasa-biasa saja, yang lebih menyedihkan lagi justru mengalami penurunan.

    Al-Baqoroh : 148

    Padahal Allah SWT didalam Al-Qur’an telah berfirman :

    Lalu bagaimana tingkat kepekaan kita kepada sesama, terutama sekali bagi mereka yang membutuhkan. Sudahkan membantunya dengan penuh ikhlas.

    Atau sudah seberapa jauhkah sifat riya’, sombong, ujub, dengki, suka berbohong, dan bertindak yang tidak penting berkurang dari diri kita. Dan masih banyak introfeksi diri lainnya yang menjadi bahan pertimbangan dalam bermalas-malasan untu berbenah diri.

    Demikianlah,khutbah singkat yang khotib sampaikan mengenai Mempelajari Fitrah Kemanusiaan semoga dapat bermanfaat untuk menambah semangat dalam berbuat kebaikan.

    Sehingga dohir dan batin terlatih untuk terus menjauhi segala sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT dan Rosulnya Amiin ya robbal alamiin.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Khutbah jumat Singkat Nu

    Bismillahirrahmanirrahim,

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:
    أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَقُوْمُوْا بِمَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ حَقِّهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan sahabat-sahabatnya yang setia.

    Sidang Jamaah jumat Yang Dirahmati Allah

    Hari ini kita berkumpul di masjid ini untuk mendengarkan khutbah Jumat yang berjudul hablu minallah wa hablu minannas. Pada kesempatan ini, saya ingin mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga hubungan kita dengan Allah, sesama manusia, dan dengan diri kita sendiri.

    Allah SWT berfirman :

    Q.S. An-Nisa : 36

    ۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

    Wa‘budullāha wa lā tusyrikū bihī syai’aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīl(i), wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu man kāna mukhtālan fakhūrā(n).

    Artinya :

    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.

    Pertama, mari kita perkuat hubungan kita dengan Allah. Allah adalah pencipta kita dan sumber segala kehidupan. Kita harus senantiasa mengingat-Nya dalam segala aktivitas kita sehari-hari.

    Jadikanlah ibadah sebagai inti dari kehidupan kita, melalui shalat yang khusyuk, membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, dan memperbanyak dzikir serta doa kepada-Nya.

    Kedua, mari kita jaga hubungan kita dengan sesama manusia dalam hal ini kita simak salam sebuah hadis.

    Rasulullah saw bersabda,

    HR. Bukhori Dan Muslim

    “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

    Marilah kita tingkatkan ukhuwah islamiyah, rasa persaudaraan sesama umat Muslim, jauhilah prasangka buruk. Berbuat baiklah kepada semua orang tanpa memandang suku, ras, atau status sosial. Bersikaplah adil dan berlaku lembut terhadap semua makhluk Allah.

    Ketiga, mari kita perhatikan diri pribadi masing-masing, dengan banyaknya kesibukan yang dijalaninya sehingga kita sering kali lupa untuk merenungkan diri kita sendiri.

    Mari kita sama-sama refleksikan perbuatan dan tingkah laku kita, untuk memperbaiki diri kita dan meningkatkan akhlak yang baik.

    Jaga diri kita dari perbuatan maksiat dan godaan dunia yang sesaat. Bekerjalah dengan ikhlas dan jujur dalam segala hal yang kita lakukan.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Khutbah jumat Singkat Tentang Kematian

    Bismillahirrahmanirrahim,

    اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ. أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta. Shalawat dan juga salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga, dan sahabat-sahabatnya yang setia.

    Tentang Kematian

    Saudaraku Hamba Allah

    Hari ini, kita akan berbicara tentang topik yang tidak bisa kita hindari, yaitu kematian. Kematian adalah bagian yang pasti dari kehidupan ini. Setiap jiwa akan merasakannya, dan tidak ada yang bisa melarikan diri darinya.

    Kematian mengingatkan kita akan kehancuran dan ketidak kekalan makhluk yang bernyawa didunia ini. Kita sering kali terjebak dalam urusan duniawi yang sementara, lupa akan tujuan sejati kehidupan kita.

    Kematian adalah peringatan yang nyata bahwa hidup ini hanya sementara, dan kita akan kembali kepada Allah. Kematian juga mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri kita menuju akhirat.

    Allah menciptakan kita untuk menguji iman dan amal perbuatan kita di dunia ini. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

    Kematian merupakan perpisahan dengan dunia dan semua harta yang kita kumpulkan di dalamnya. Yang akan mengiringi kita hanyalah amal ibadah yang telah kita lakukan dan amal shalih yang telah kita tinggalkan.

    Oleh karena itu, mari kita perbanyak amal kebaikan, bersedekah kepada yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada sesama.

    Q.S. An-Nisa : 78

    اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

    Aina mā takūnū yudrikkumul-mautu wa lau kuntum fī burūjim musyayyadah(tin), wa in tuṣibhum ḥasanatuy yaqūlū hāżihī min ‘indillāh(i), wa in tuṣibhum sayyi’atuy yaqūlū hāżihī min ‘indik(a), qul kullum min ‘indillāh(i), famā lihā’ulā’il-qaumi lā yakādūna yafqahūna ḥadīṡā(n).

    Artinya :

    Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, “Ini dari engkau (Nabi Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?

    Janganlah kita menunda-nunda untuk bertaubat dan memperbaiki diri, karena kematian tidak mengenal waktu, usia, atau status. Ia akan datang tiba-tiba, tanpa memberikan kesempatan kedua.

    Kita tidak tahu kapan dan di mana kita akan menghadapinya, Oleh karena itu, jadikanlah setiap hari kita sebagai hari yang lebih baik dari sebelumnya.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Penutup

    Demikianlah beberapa artikel tentang khutbah jumat singkat meskipun sebenarnya contoh materi kutbah singkat masih banyak. Seperti Khutbah jumat Singkat Terbaru 2024 dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat terlebih bagi seorang khotib yang akan menyampaikan khutbahnya. Wallahu A’lam…

  • Doa Hujan Lebat dan Angin Kencang Arab, Latin, Artinya

    Hujan merupakan rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk makhluknya di bumi. Akan tetapi ada kalanya hujan menimbulkan bala atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

    Maka dari itu sangat duanjurkan untuk umat muslim ketika datangnya hujan membaca doa. Agar hujan yang turun menjadi berkah, bukan membawa bencana bagi umat manusia.

    Beberapa Bacaan Doa Ketika Hujan Turun

    Ada banyak ragam bacaan doa ketika hujan turun, semuanya memiliki keutamaan masing-masing yang dapat diamalkan oleh umat muslim ketika turun hujan.

    Akan tetapi pada umumnya ketika turun hujan doa yang masyhur dibaca oleh umat muslim adalah seperti dibawah ini.

    اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

    Allahumma Shoyyiban Naafia’an.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari)

    Doa tersebut sangat masyhur dikalangan masyarakat dan tentunya sudah tidak asing lagi, yakni memohon kepda Allah agar hujan yang turun bermanfaat.

    Selain doa diatas masih banyak bacaan doa turun hujan yang dapat diamalkan simak ulasan berikut dibawah ini.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin Kencang

    Ketika turun hujan yang lebat serta diikuti angin kecang tentunya membuat rasa takut muncul, sebab khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terlebih jika di daerah tersebut memang sering mengalami kebanjiran dan lain sebagainya.

    Jika terjadi hal demikian maka sebaiknya berdoa kepada Allah SWT memininta, hujan lebat yang turun tidak membawa bencana namun membawa rahmat.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin kencang yang dapat diamalkan :

    Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, waz-zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya :

    “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Dan Petir

    Ketika turun hujan yang sangat lebat sehingga mengundang banyaknya petir bermunculan. Abaiknya seorang hamba berdoa memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana yang tidak diinginkan.

    Adapun terkait bacaan doa hujan lebat dan petir dapat dilihat dibawah ini :

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    “Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.”

    Artinya :

    “Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

    Insya Allah dengan doa yang dipanjatkan tersebut diatas Allah hindarkan dari bahaya petir dan bencana hujan lebat.

    Doa Hujan Lebat Dan Angin

    Ketika hujan lebat turun dengan disertai angin kencang maka sangat mengkhawatirkan penduduk atau warga sekitar akan bahayanya imbas dari hujan tersebut.

    Jika terjadi hal demikian maka upayakan untuk berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari mara bahaya dari hujan lebat dan angin kencang.

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat dan angin yang dapat diamalkan :

    “Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

    Artinya :

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR al-Bukhari)

    Doa Hujan Lebat Arab

    Berikut dibawah ini bacaan doa hujan lebat arab :

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Doa Ketika Hujan Sudah Reda

    Indahnya agama islam yang mengajarkan bahwa membaca doa bukan hanya ketika datangnya hujan, melainkan setelah hujan redapun dianjurkan untuk membaca doa.

    Karena tansa rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat yang telah dilimpahkan kepada dirinya yakni hujan turun dengan kasih sayang tuhan.

    Berikut dibawah ini bacaan doa ketika hujan sudah reda :

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

    Artinya :

    “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Istimewanya Membaca Doa Hujan Lebat

    Doa Hujan Lebat Dan Petir
    Hujan lebat disertai petir

    Membaca doa ketika hujan lebat memiliki makna permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar dilindungi dari bencana yang tidak diinginkan.

    Dalam artian seorang hamba menginginkan hujan yang turun pada saat itu tidak mengundang bencana banjir, tanah longsor dan semisalnya.

    Selain itu doa hujan lebat juga mengajarkan kepada umat muslim untuk mengakui bahwa yang kuasa atas segalanya adalah Allah SWT.

    Siamak ulasan dibawah ini tentang pentingnya membaca doa ketika hujan turun :

    Sadar Akan Kuasanya Allah SWT

    Sebagai seorang hamba tentunya ketika hujan lebat turun secara tidak langsung akan mengingat kuasa Allah SWT. Dia lah yang kuasa untuk mengendalikan turunnya hujan dan Dia pula yang kuasa untuk menjadikan hujan sebagai rahmat atau bencana.

    Sehingga sudah sepatutnya seorang hamba berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa rahmat bukan yang sebaliknya.

    Sebagai penguat akan kuasa Allah SWT yang mengatur turunnya hujan ke bumi ini simak dlam Al-Qur’an surat Al-A’raf : 57.

    Allah SWT berfirman :

    وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Wa huwal-lażī yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), ḥattā iżā aqallat saḥāban ṡiqālan suqnāhu libaladim mayyitin fa anzalnā bihil-mā’a fa akhrajnā bihī min kulliṡ-ṡamarāt(i), każālika nukhrijul-mautā la‘allakum tażakkarūn(a).

    Artinya :

    Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat. (Al-A’raf : 57)

    Bersyukur Atas Nikmat Hujan

    Pada dasarnya hujan yang diturunkan Allah SWT adalah rahmat yang menjadikan sebuah nikmat bagi hamba yang bersyukur.

    Sehingga rasa syukur atas nikmat tersebut sangat tepat jika diungkapkan dalam sebuah doa, untuk memuliakan nikmat yang diturunkan Allah SWT.

    Memohon Ampunan Dan Rahmat Allah SWT

    Pada saat hujan turun maka dianjurkan untuk membaca doa agar ditetapkan rahmat serta diampuni atas segala doa seorang hamba.

    Sehingga keberkahan yang Allah SWT turunkan selalu mengikuti setiap langkah seorang hamba yang kerap membaca doa trun hujan.

    Bahkan perlu dipahami juga salah satu waktu yang mustajab membaca doa adalah ketika hujan turun. Maka dari itu tepat sekali jika dimanfaatkan untuk berdoa meminta ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.

    Siamak firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun : 18.

    وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ

    Wa anzalnā minas-samā’i mā’am biqadarin fa askannāhu fil-arḍ(i), wa innā ‘alā żahābim bihī laqādirūn(a).

    Artinya :

    Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya. (Q.S. Al-Mukminun : 18)

    Memohon Dijauhkan Dari Bencana Alam

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan turun adalah bisa dijadikan sarana untuk berlindung dari bencana atau malapetaka.

    Karena sebagai manusia tidak ada yang tahu kapan datangnya bencana hebat dari Allah SWT yang sampaikan melalui mahluk tuhan bernama hujan.

    Memberikan Pelajaran Tentang Sbar Dan Tawakal

    Hujan yang lebat terkadang menjadikan seseorang panik, tidak nyaman tidak sabar dan lain sebagainya. Disebabkan mungkin terhalang oleh hujan ketika ia akan melakukan sesuatu.

    Tentunya hal ini dapat menyita waktu, yang seharusnya dapat datang atau hadir tepat waktu, namun gagal karena hujan.

    Nah disinilah kesempatan umat muslim membaca doa ketika hujan turun, sehingga dapat menumbuhkan rasa sabar dan tawakal akan kehendak Allah SWT.

    Terlebih ketika hujan yang turun membawa bencana, tentu rasa kesal dan lain sebagainya bercampur menjadi satu.

    Akan tetapi tidak bagi seorang hamba yang ditolong Allah memalu doa-Nya, insya Allah diberi kesabaran dan tawakal dalam menghadapinya.

    Mendapatkan Ampunan Dan Pahala

    Sebagai seorang hamba tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan yang kerap kali hadir dan menumbuhkan titik-titik hitam didalam dada.

    Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT. Sedangkan waktu yang tepat untuk berdoa memohon ampunan ialah ketika hujan turun.

    Selain Allah SWT mengampuni seorang hamba yang membaca doa ketika turn hujan. Allah juga memberikan pahala bagi hamba tersebut karena mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Semakin Dekat Dengan Allah

    Keistimewaan selanjutnya bagi seorang hamba yang membaca doa ketika hujan adalah semakin dekatnya dia kepada Allah SWT.

    Doa adalah perintah Allah sehingga Allah suka dan dekat dengan hambanya yang kerap kali membaca doa.

    Selain itu dengan membaca doa sebagai hamba akan terus merasa bahwa dirinya lemah, yang kuat atas segalanya hanyalah Allah.

    Sehingga seorang hamba tersebut akan mengandalkan Allah dalam tiap langkah dan selalu berzikir mengngat akan kuasa Allah.

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat

    Adab Dan Tata Cara Ketika Berdoa Turun Hujan Lebat
    Berdoa

    Sebagaimana doa yang dipanjatkan pada umumnya, yakni memiliki adab bagi seseorang yang memanjatkannya. Hal ini agar terlihat antara seorang hamba dengan tuhan yang maha mengabulkan doa.

    Berikut dibawah ini beberapa adab yang perlu diketahui oleh seorang hamba dalam membaca doa ketika hujan turun lebat :

    Harus Yakin Doa Tersebut Dikabulkan

    Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah SWT untuk terkabulnya hajat dan keinginan. Jadi jangan sampai didalam hati ketika berdoa ada rasa tidak percaya akan dikabulkan doa tersebut.

    Padahal janji Allah SWT akan mengabulkan semua doa para hambanya, akan tetapi ada kalanya doa tersebut lama dikabulkan ada juga yang cepat. Allah SWT maha segalanya dan kehendak Dia akan mengabulkan cepat atau tidaknya.

    Merendahkan Diri Sadar Sebagai Hamba Yang Lemah

    Ketika berdoa saat hujan turun lebat seorang hamba harus menyadari bahwa dirinya adalah lemah, sedangkan yang kuasa adalah Allah SWT. Sehingga dengan hal ini akan menjadi nilai adab yang tinggi bagi seorang hamba yang sedang berdoa.

    Insya Allah jika terjalin hal demikian doa seorang hamba tersebut mudah dikabulkan, karena ia sangat yakin lemah dan tak berdaya jika tanpa bantuan dari Allah SWT.

    Tidak Mencela Jika Doa Belum Dikabulkan

    Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah pasti akan dikabulkan, akan tetapi perlu dilihat juga beberapa syarat yang harus dipenuhi.

    Bisa jadi doa yang tidak kunjung dikabulkan ada kesalahan yang menjadi tertutupnya doa tersebut untuk sampai kepada Allah.

  • Pengertian Akuntansi: Manfaat, Tujuan dan Fungsinya

    Anda pasti sudah sering mendengar istilah akuntansi, bukan? Meski sangat umum, jika ditanya mengenai pengertian akuntansi itu sendiri ternyata masih banyak orang yang bingung untuk menjawabnya. Umumnya akuntansi disangkut pautkan dengan perhitungan terkait masalah keuangan perusahaan.

    Namun bagi Anda yang masih bingung dengan pengertian, tujuan, dan juga fungsi dari akuntansi dalam sebuah perusahaan tidak perlu khawatir. Berikut ini akan disajikan lebih mendalam terkait definisi akuntansi, manfaat dan juga tujuannya untuk keuangan.

    Pengertian Akuntansi

    Kata ‘Akuntansi’ sendiri sebenarnya berasal dari kata ‘Accountancy’, ‘Accounting’ dan ‘Constituency’ yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Di mana akuntansi adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, menyajikan, mengolah dan mencatat data yang memiliki hubungan dengan laporan keuangan.

    Tujuannya agar lebih mudah dipahami dalam pengambilan keputusan. Akuntansi juga dapat diartikan sebagai sebuah informasi yang menjelaskan mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan kepada beberapa pihak yang membutuhkan laporan terkait hal tersebut.

    Di mana laporan tersebut akan menjadi salah satu sumber untuk mengambil keputusan tentang segala jenis kegiatan yang akan dilakukan. Dalam buku Ekonomi karya Agus Mahfudz dkk, mengartikan akuntansi sebagai sebuah proses untuk mengidentifikasi, mengukur serta melaporkan informasi terkait ekonomi.

    Hal Berdasarkan pengertian akuntansi di atas, jika disimpulkan secara sederhana, akuntansi merupakan kegiatan yang menyajikan informasi mengenai ekonomi kepada beberapa pihak yang memerlukannya atau yang berkepentingan. Oleh karena itu, dalam proses pencatatan keuangan harus benar-benar dilakukan secara sistematis.

    Manfaat Akuntansi

    Manfaat Akuntansi

    Akuntansi memiliki beberapa manfaat untuk dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya ialah sebagai penyedia informasi keuangan yang digunakan sebagai keputusan manajerial dalam sebuah perusahaan. Berikut penjelasan mengenai beberapa manfaat akuntansi untuk kehidupan sehari-hari.

    • Sebagai Penyedia Informasi Keuangan

    Manfaat akuntansi yang pertama untuk kegiatan sehari-sehari yaitu sebagai penyedia informasi keuangan. Nah, jika Anda menempati posisi managerial, pasti dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat, tepat dan tidak merugikan perusahaan itu sendiri. Apalagi, dalam pengambilan keputusan Anda harus mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya ialah masalah keuangan dari perusahaan.

    • Sebagai Informasi untuk Pihak Eksternal

    Manfaat selanjutnya yaitu sebagai informasi untuk pihak-pihak yang ingin bekerja sama. Laporan keuangan diperlukan oleh pihak eksternal seperti investor untuk menilai kinerja serta manajemen dari perusahaan tersebut. Dalam hal ini, pihak eksternal dapat melacak perkembangan serta aktivitas yang dilakukan sebuah perusahaan hanya dengan melalui laporan keuangannya.

    • Alat untuk Mengontrol dan Mengendalikan Keuangan

    Dalam pengembangan perusahaan, akuntansi memiliki manfaat sebagai pengontrol dan pengendali keuangan. Dalam hal ini, akuntansi cukup berperan untuk memberikan informasi mengenai pengolahan dana perusahaan baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

    • Sebagai Alat Evaluasi

    Manfaat akuntansi selanjutnya adalah sebagai alat untuk melakukan evaluasi seperti laporan keuangan bulanan. Seperti yang diketahui, evaluasi merupakan salah satu  yang dianggap penting dalam perusahaan. Sebab dengan melakukan evaluasi mengenai kinerja perusahaan pada periode sebelumnya, Anda bisa menyusun strategi untuk kedepannya.

    Baca Juga: 7+ Hal Penting Tentang Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui

    • Sebagai Dasar untuk Mengalokasikan Sumber Daya

    Sebuah sumber daya, jika diinvestasikan dengan tepat bisa menghasilkan laba untuk perkembangan usaha. Dengan banyaknya pilihan untuk menginvestasikan sumber daya yang dimiliki, Anda bisa menjadikan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan.

    • Membantu Keluarga Mencatat Masalah Ekonomi

    Masalah keuangan sangat diperhitungkan dalam kehidupan berumah tangga. Hal ini pasti sudah dirasakan oleh Anda yang sudah menikah. Sehingga dalam hal ini, akuntansi akan berperan aktif untuk membantu masalah keuangan tersebut.

    Saat membangun rumah tangga pasti banyak hal yang harus diperhitungkan. Salah satunya ialah masalah pengeluaran, yang mana harus memperhitungkan pemasukan dari pasangan maupun diri Anda sendiri.

    • Bukti Keuangan yang Dapat Dipertanggungjawabkan

    Ada kalanya Anda memiliki masalah dengan orang lain tentang keuangan, misalnya hutang yang tidak kunjung dibayar dan sebagainya. Oleh karena itu, dengan adanya akuntansi masalah keuangan bisa dipertanggungjawabkan.

    Fungsi Akuntansi

    Selama ini akuntansi diartikan sebagai bahasa perusahaan yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai berbagai macam data keuangan. Data-data tersebut biasanya digunakan beberapa pihak terkait untuk mengambil keputusan. Setiap perusahaan membutuhkan berbagai macam informasi mengenai perusahaannya.

    Namun jika secara umum hanya memerlukan dua macam informasi utama yaitu, nilai perusahaan dan informasi mengenai laba dan rugi dari perusahaan tersebut. Akuntansi membantu Anda untuk mengetahui jumlah modal dari suatu perusahaan serta perkembangannya di setiap periode.

    Fungsi lain dari akuntansi ialah sebagai dasar dalam perhitungan pajak dan menentukan kebajikan manajemen perusahaan. Terakhir, akuntansi juga dapat berfungsi sebagai laporan keuangan untuk menjelaskan kepada pihak ketiga tentang kondisi tertentu dalam perusahaan dengan tepat, sehingga Anda bisa melakukan peminjaman kredit usaha.

    Selain itu, akuntansi akan sangat berguna saat pelanggan Anda berhutang uang, maka hal ini akan muncul di neraca sebagai Piutang Usaha. Akuntan yang Anda miliki akan mencatat semua transaksi yang terjadi menggunakan perhitungan akuntansi.

    Tujuan Akuntansi dalam Bisnis

    Tujuan Akuntansi dalam Bisnis

    Pada dasarnya, akuntansi memiliki tujuan untuk melakukan pencatatan, pengumpulan data serta melaporkan informasi mengenai keuangan. Selain itu, tujuan dari akuntansi juga untuk menilai kinerja, posisi keuangan serta arus kas dalam menjalankan sebuah bisnis. Jika dijabarkan lebih rinci lagi tujuan akuntansi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, sebagai berikut.

    • Umum

    Secara umum, tujuan akuntansi untuk memberikan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan baik secara pasif atau aktif. Selain itu, akuntansi juga menyediakan informasi mengenai perubahan sumber ekonomi perusahaan, keuangan perusahaan dan informasi lainnya terkait masalah keuangan.

    • Khusus

    Sedangkan, secara khusus tujuan akuntansi ialah menyediakan informasi dalam bentuk laporan. Dimana dalam akuntansi memuat tentang posisi keuangan, perubahan posisi keuangan serta hasil usaha yang dituliskan secara wajar sesuai PABU atau GAAP.

    • Kualitatif

    Jika dilihat secara kualitatif, tujuan adanya akuntansi ialah untuk memberikan informasi yang relevan serta menyampaikan informasi yang kebenarannya sudah teruji dan valid. Namun, informasi yang disampaikan harus dimengerti oleh beberapa pihak yang berkepentingan.

    Selain itu, laporan keuangan harus disampaikan kepada pihak-pihak terkait atau eksternal. Dalam melakukan pembukuan akuntansi pastikan untuk memberikan informasi transaksi real time. Jangan lupa untuk menyampaikannya sesuai dengan PABU dan disampaikan secara lengkap serta memenuhi standar.

    Demikian pengertian akuntansi beserta manfaat, tujuan dan juga fungsinya. Selain, menyimak informasi di atas, Anda tidak perlu lagi bingung lagi menjelaskan definisi dan juga tujuan dari akuntansi itu sendiri. Namun, perlu Anda perhatikan bahwa akuntansi terdiri dari beberapa jenis yang mana masing-masing memiliki tugas berbeda-beda.

    Seperti akuntansi keuangan yang khusus mempelajari transaksi keuangan. Selain itu, ada juga akuntansi biaya yang membahas tentang efisiensi biaya produksi maupun biaya-biaya lainnya. Masih banyak jenis akuntansi lain yang perlu Anda perhatikan dan pelajari lebih lanjut. Semoga informasi di atas bermanfaat!

  • Syarat dan Cara Lapor SPT Tahunan Offline Maupun Online

    Semua memiliki aturan, termasuk dalam urusan perpajakan misalnya syarat lapor SPT tahunan. Ada beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum melaporkan pajak tahunan. Di mana syarat-syarat tersebut harus dipenuhi oleh seluruh warga negara. Syarat-syarat tersebut berlaku untuk Anda yang memiliki penghasilan di atas PTKP.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir akan mengalami kesusahan saat melakukan proses pembayaran serta lapor pajak tahunan. Sebab, Anda bisa melakukannya secara online maupun offline. Hanya saja, Anda harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan proses pelaporan spt tahunan.

    Baca Juga: PPH Pasal 21: Pengertian, Dasar Hukum, dan Contoh Perhitungan

    Cara Lapor SPT Tahunan

    Cara Lapor SPT Tahunan Online
    Lapor SPT Tahunan Online diDJP

    Dalam melakukan pelaporan SPT tahunan, Direktorat Jenderal Pajak menyediakan dua cara lapor spt tahunan untuk Anda yaitu, e-form dan e-filing. Apa perbedaan dari kedua cara tersebut? E-Form sendiri merupakan formulir elektronik yang bisa diisi secara offline dan disampaikan melalui e-form.

    Sedangkan e-filing yaitu lapor SPT tahunan yang seluruh prosesnya dilakukan secara online. Dari kedua cara tersebut DJP menyarankan untuk kepada masyarakat untuk melakukan laporan SPT tahunan menggunakan e-filing. Sebab, cara tersebut lebih mudah dilakukan.

    Apalagi, pada masa pandemi seperti ini mengharuskan masyarakat untuk selalu menjaga jarak sehingga untuk membayar dan melaporkan pajak pun tidak wajib datang ke kantor perpajakan. Namun, sebelum melakukan pelaporan SPT secara online, Anda harus mempersiapkan beberapa dokumen terlebih dahulu.

    • Laporan keuangan (khusus WP OP)
    • Perhitungan Peredaran Bruto & Pembayaran (khusus WP UMKM)
    • Bukti potong formulir 1721 A1 atau A2 (khusus WP karyawan)

    Nah, setelah menyiapkan berkas-berkas tersebut, Anda bisa langsung memulai melakukan lapor SPT tahunan secara online. Berikut cara laporan SPT tahunan yang bisa Anda ikuti menggunakan sistem e-filing online:

    1. Buka website resmi DPJ online yaitu https://dpjonline.pajak.go.id.
    2. Masukkan beberapa informasi yang diminta seperti NPWP, password, kode keamanan berupa captcha.
    3. Setelah semua terisi, Anda bisa menekan tombol ‘Login’.
    4. Selanjutnya silakan pilih layanan ‘e-filing’.
    5. Dilanjutkan dengan menekan menu ‘Buat SPT’.
    6. Sebelum masuk ke pembagian SPT tahunan, Anda wajib menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan.
    7. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, silakan klik ‘Pembagian SPT tahunan pribadi’.
    8. Setelah masuk ke laman yang dituju, Anda harus mengisi formulir secara lengkap seperti tahun pajak dan status SPT normal. Namun, kalau status SPT Anda pembetulan, silakan untuk mengisinya juga.
    9. Setelah mengisi formulir, Anda diminta untuk mengisi data SPT yang terdiri dari empat pembagian yaitu:

    -Pajak penghasilan.
    -Pajak yang dikenakan PPH dan dikecualikan dari objek pajak.
    -Daftar harta dan kewajiban.
    -Klik kolom ‘Setuju’ pada bagian pernyataan.

    1. Setelah data SPT benar, Anda bisa menekan tombol ‘Berikutnya’.
    2. Selanjutnya, Anda akan menerima ringkasan SPT dan kode verifikasi.
    3. Kode verifikasi akan dikirim ke email atau nomor ponsel, Anda wajib menekan tulisan ‘Di Sini’ untuk mengambil kode verifikasi tersebut.
    4. Setelah mendapatkan kode verifikasi, Anda bisa memasukkannya di kolom yang tersedia.
    5. Selanjutnya tinggal klik ‘Kirim SPT’. Maka, SPT Anda sudah terkirim
    6. Perlu Anda ketahui, jika mengisi e-filing 1770 SS di ponsel, Anda akan diminta mengisi respons terhadap layanan pajak tersebut mengenai tingkat kepuasan. Hal ini akan terjadi di akhir sesi.
    7. Terakhir, Anda akan mendapat email BPE SPT tahunan.

    Anda harus ingat, sebelum melakukan pelaporan SPT tahunan secara online, pastikan koneksi internet stabil. Jika sinyal Anda lemot atau tidak stabil, kemungkinan besar layanan SPT bisa error. Selain itu, Anda juga harus ingat EFIN dan alamat email yang digunakan saat aktivasi EFIN serta daftar akun DJP online.

    Alamat email tersebut berfungsi untuk mereset password akun dan menerima bukti setoran SPT tahunan elektronik. Untuk melaporkan pajak via e-filing, Anda tidak perlu takut, sebab DJP bisa menjamin kerahasiaan.

    Apabila SPT Anda tidak dilaporkan pada batas waktu tertentu, maka akan dikenai sanksi sebesar Rp100.000 untuk SPT tahunan Pajak Penghasilan Wajib milik pribadi. Nah, itu dia cara lapor SPT tahunan secara online yang bisa Anda ikuti. Apalagi, sebagai warga negara yang baik anda harus taat dalam membayar pajak.

    Selain melakukan laporan SPT tahunan secara online, Anda juga bisa melakukannya secara offline dengan cara datang langsung ke kantor pelayanan pajak di sekitar lingkungan Anda. Berikut tata cara lapor SPT tahunan secara offline.

    1. Mengisi laporan SPT tahunan yang sudah disediakan dengan benar, jelas dan tepat.
    2. Menyerahkan formulir kepada petugas di kantor pelayanan pajak yang Anda datangi.
    3. Anda akan mendapatkan tanda terima sebagai bukti bahwa sudah melaporkan SPT tahunan.
    4. Jangan lupa untuk menjaga tanda terima tersebut, hal ini untuk berjaga suatu hari akan dibutuhkan.

    Laporan SPT tahunan secara offline juga bisa dilakukan melalui jasa pengiriman. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke kantor layanan pajak terdekat. Berikut cara yang bisa Anda ikuti.

    1. Memasukkan SPT tahun ke dalam amplop yang tertutup rapat.
    2. Sertakan beberapa informasi yang diperlukan seperti nama WP, NPWP, SPT tahunan yang dilaporkan, status SPT, jenis SPT, nomor ponsel, pernyataan serta tanda tangan WP.
    3. Kirimkan semua berkas tersebut ke alamat KPP terdekat di tempat Anda berada.
    4. Anda akan mendapatkan tanda terima, simpan berkas tersebut, siapa tau suatu hari diperlukan.

    Syarat Pelaporan SPT Tahunan yang Wajib Diketahui

    Syarat Pelaporan SPT Tahunan yang Wajib Diketahui

    DPJ mengatakan dalam laman resminya bahwa orang yang wajib lapor SPT tahunan ialah masyarakat yang terdaftar sebagai Wajib Pajak. Hal ini bisa diketahui dengan adanya kepemilikan NPWP. Maka dari itu syarat pelaporan spt tahunan ialah masyarakat yang sudah memiliki NPWP.

    Bagi para karyawan wajib memiliki berkas berupa bukti potong formulir 1721 A1 atau A2 untuk melakukan laporan SPT tahunan. Formulir 1721 A1 diperuntukkan untuk karyawan swasta, sedangkan 1721 A2 diperuntukkan untuk pegawai negeri.

    Sedangkan, laporan SPT tahunan pribadi harus memiliki berkas laporan keuangan dan Perhitungan Peredaran Bruto & Pembayaran. Nah, itu dia beberapa syarat yang harus Anda penuhi sebelum melakukan laporan SPT tahunan.

    Nah, seperti yang dibahas sebelumnya bahwa terdapat konsekuensi bagi Anda yang telat melakukan lapor SPT tahunan. Hal ini sudah diatur dalam pasal 7 UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Di mana disebutkan bahwa setiap warga yang tidak melaporkan SPT tahunan akan menerima denda yang sudah ditetapkan.

    Untuk WP Pribadi sudah disebutkan sebelumnya yaitu denda sebesar Rp100.000. Sedangkan WP Badan dikenakan denda sebesar Rp1.000.000. Denda yang diminta akan ditagih melalui STP.

    Bagaimana dengan penjelasan mengenai cara dan syarat lapor SPT tahunan yang sudah dijelaskan di atas, mudah bukan? Apalagi, Anda bisa melakukannya lapor SPT tahunan secara online maupun offline. Sehingga Anda bisa memilih cara yang menurut Anda mudah dilakukan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • PPH Pasal 21: Pengertian, Dasar Hukum, dan Contoh Perhitungan

    Setiap orang yang menerima gaji, honorarium, tunjangan, upah, pembayaran dan lain sebagainya wajib dipotong pajak. Pemotongan pajak tersebut biasanya dilakukan oleh pemberi imbalan. Pajak yang dimaksud adalah Pajak Penghasilan pasal 21. Pengertian PPh pasal 21 tersebut berdasarkan peraturan DJP nomor PER-32/PJ/2015.

    Lalu apa itu pajak penghasilan pasal 21? Berapa tarif yang harus dibayarkan? Dan apakah ada dasar hukumnya? Semua pertanyaan tersebut akan dijelaskan secara terperinci pada pembahasan di bawah ini. Pastikan Anda membaca dengan saksama agar mudah dipahami.

    Apa Sih Pengertian PPh Pasal 21?

    Pengertian PPh pasal 21 adalah pemotongan pajak atas penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan, jasa maupun kegiatan lainnya dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima oleh WP pribadi dalam negeri. Pengertian ini merujuk pada pasal 21 ayat 1 UU PPH.

    Sedangkan dalam pasal 1 angka 2 peraturan DJP No.PER – 16/PJ/2016, PPh 21 diartikan sebagai pajak atas upah, honorarium, gaji, tunjangan dan pembayaran dalam bentuk apapun. Adapun pembayaran tersebut berhubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang secara pribadi SPDN. Hal ini juga dikuatkan oleh pasal 21 UU PPH.

    Jika merujuk pada dua definisi di atas, maka dapat Anda ketahui bahwa ruang lingkup PPh pasal 21 tidak terbatas pada gaji yang diterima oleh pegawai perusahaan saja. Namun, mencakup seluruh jenis penghasilan yang diterima seseorang secara pribadi Subjek Pajak Dalam Negeri dari berbagai jenis usaha maupun kegiatan.

    Tarif PPh 21

    Tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya menggunakan tarif progresif sesuai dengan pasal 17 ayat 1. Nah, bagi Anda yang masih bingung dengan perhitungannya, silakan untuk menyimak contoh penjelasan berikut.

    • Jika Anda dalam setahun menghasilkan uang hingga Rp50.000.000, maka pajak dipotong sebanyak 5%.
    • Bagi WP yang mendapatkan penghasilan selama setahun di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.000, maka tarif pajak dipotong sebanyak 15%.
    • Penghasilan tahunan WP akan dipotong 25%, jika penghasilannya di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.000.
    • WP akan dikenakan tarif sebesar 30% dari penghasilan tahunannya, jika di atas Rp500.0000.0000.
    • Jika WP tidak memiliki NPWP, maka tarif pajak yang dikenakan lebih tinggi 20% daripada WP yang memiliki NPWP.

    Nah, di atas beberapa poin yang harus Anda pahami mengenai tarif PPh pasal 21 serta persenan yang harus dibayarkan. Apalagi, jika Anda adalah seorang pengusaha, maka harus mengetahui berapa pajak yang harus dikeluarkan oleh karyawan.

    Dengan mengetahui perhitungan di atas, maka Anda akan lebih mudah menghitung nominal gaji yang harus dipotong dari karyawan. Sehingga, Anda tidak akan salah memotong gaji karyawan untuk membayar pajak.

    Dasar Hukum PPh Pasal 21

    Dasar Hukum PPh Pasal 21
    Dasar Hukum Pajak

    PPh 21 juga memiliki dasar hukum yang mengacu pada berbagai macam peraturan yang mengatur tentang ketentuan-ketentuan pemotongan PPh 21. Hal tersebut, sesuai dengan beberapa poin di bawah ini.

    1. UU No.7 tahun 1983 sampai UU Nomor 36 tahun 2008 menjelaskan tentang Pajak Penghasilan.
    2. Peraturan Menteri Keuangan No. 252/PMK.03/2008 dimana isi pembahasannya terkait Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan PPh yang berhubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan seseorang secara pribadi.
    3. Peraturan Menteri Keuangan No. 16/PMK.03/2010 menjelaskan mengenai tata cara pemotongan PPh pasal 21 atas penghasilan berupa uang pesangon, uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua dan jaminan hari tua yang harus dibayarkan sekaligus.
    4. Peraturan Dirjen Pajak No. PER-16/PJ/2016 yang mana isi dari peraturan tersebut terkait pedoman teknis tata cara pemotongan, pelaporan dan penyetoran PPh pasal 21 dan/atau PPh pasal 26. Dimana PPh pasal 26 berhubungan tentang pekerjaan, jasa serta kegiatan orang pribadi.
    5. Peraturan Pemerintahan Keuangan No. 252/PMK.03/2008 yang membahas mengenai tarif pajak PPh 21 atas penghasilan berupa Jaminan Hari Tua, Tunjangan Hari Tua, Uang Manfaat Pensiun dan Uang Pesangon yang dibayarkan sekaligus.
    6. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 mengenai penyesuaian biaya penghasilan tidak kena pajak.
    7. Peraturan Menteri Keuangan No. 102/PMK.010/2016 tentang penetapan pembagian penghasilan yang berhubungan dengan pekerjaan baik dari pegawai harian maupun mingguan serta pegawai tidak tetap lainnya yang tidak dikenakan pemotongan pajak, sebab menimbang dari pajak penghasilan yang diperoleh.

    Metode Perhitungan Gaji Karyawan untuk PPH Pasal 21

    Perhitungan PPH sebenarnya sudah diatur oleh DJP, namun dalam praktiknya setiap perusahaan pasti memiliki cara perhitungan yang berbeda-beda. Perhitungan tersebut biasanya disesuaikan dengan tunjangan pajak atau gaji bersih yang diterima oleh karyawan tersebut. Sehingga terdapat tiga metode perhitungan PPh 21 yang paling umum digunakan.

    • Metode Grass yaitu sebuah metode yang biasanya digunakan untuk pegawai yang menanggung PPh 21 terutangnya sendiri. Yang berarti gaji pegawai tersebut belum dipotong PPh 21.
    • Metode Gross-Up, metode ini biasanya digunakan untuk karyawan yang gajinya dinaikkan terlebih dahulu sebesar pajak yang dipotong.
    • Metode Net, metode ini digunakan kepada karyawan yang mendapatkan gaji bersih dengan pajak ditanggung perusahaan.

    Contoh Perhitungan PPH Pasal 21 untuk Karyawan Gross Up

    Fajri memiliki status belum nikah dan kini bekerja di PT. A sehingga ia tidak memiliki tanggungan dengan gaji bersih senilai Rp7.500.000/bulan. PT. A memberikan tunjangan pajak penuh sejumlah Rp35.167 kepada Farhan. Sementara iuran pensiun yang dibayar Farhan sejumlah Rp75.000/bulan.

    Jadi, contoh perhitungan PPh pasal 21 bulan Januari 2022 untuk Farhan yang tidak menerima penghasilan lain dari PT. A, kecuali gaji adalah :

    Cara perhitungan PPh 21

    Gaji Pokok Rp7.500.000

    Tunjangan Pajak Rp35.167

    Penghasilan kotor sebulan Rp7.464.833

    Pengurangan

    • Biaya Jabatan: 5% x 7.464.833 = 373.242 373.242
    • Iuran Hari Tua: 2% dari gaji pokok yaitu 150.000
    • Jaminan Pensiun: 1% dari gaji pokok yaitu 75.000

    (598.242)

    Penghasilan bersih sebulan                                                 6.866.591

    Penghasilan bersih setahun: 12 x 6.886.591 = 82.399.092

    PTKP                                                                                  54.000.000

    Penghasilan kena pajak setahun                                         28.399.000

    PPH terutang: 5% x 28.399.000 = 1.419.950

    PPH pasal 21 bulan Februari = 1.419.950/12 = 118.329

    Jika WP tidak memiliki NPWP, maka PPh 21 x 120%. sehingga PPh 21 terutangnya menjadi Rp118.329 x 120%  = Rp141.995

    Contoh Perhitungan PPH 21 untuk Karyawan Tidak Tetap Tidak Berkesinambungan

    Riya adalah pegawai lepas untuk desain grafis di PT. B dengan penghasilan Rp8.000.000, maka besarnya PPh terutang adalah

    Cara perhitungan

    5% x 50% x 8.000.000= Rp200.000

    Jika Riya tidak memiliki NPWP, maka besarnya PPh pasal 21 terutang adalah:

    120% x 5% x 50% x 8.000.000= Rp240.000

    Penjelasan:

    Riya bukanlah pegawai tetap di PT. B, maka dari itu PKP yang dikenakan sebesar 50% dari penghasilan bruto. Hal ini sesuai dengan PER-32/PJ/2015 pasal 3 huruf c. Sedangkan tarif PPh 21 untuk penghasilan tahunan dengan Rp50.000.000 adalah 5%.

    Berdasarkan penjabaran tentang pengertian PPh pasal 21 dapat diketahui lebih jelas tentang apa itu pajak penghasilan. Jenis pajak ini dikenakan atas penghasilan dari sebuah pekerjaan, jasa atau kegiatan apapun yang dilakukan seseorang dalam negeri.

    Dengan demikian, PPh pasal 21 memiliki cakupan yang sangat luas dan tidak hanya dikenakan kepada pegawai yang menerima gaji dari suatu perusahaan saja. Cakupannya yang luas tersebut membuat pemotongan, objek, penerima hingga mekanisme perhitungan pun bervariasi sesuai dengan PPh 21.

  • Pentingnya Pembukuan Keuangan Pada Perusahaan

    Pembukuan keuangan perusahaan ini biasanya digunakan oleh para pebisnis muda yang sering akan lupa untuk kebutuhan. Pembukuan keuangan ini biasanya mereka lebih difokuskan untuk produk dan bagaimana cara pemasaran. Aliran kas yang setiap harinya terus berjalan ini perlu diperhatikan dan dicatat lebih rinci, maka dari itu sangat penting sekali pembukuan keuangan perusahaan ini.

    Pembukuan keuangan yang tidak baik juga akan berpengaruh pada pemasaran, maka dari itu pembukuan keuangan harus baik. Sebab, hal tersebut sangat penting sekali untuk melihat pembukuan keuangan dengan benar atau belum pada perusahaan tersebut. Terlebih jika masih menjadi pebisnis pemula, akan sangat penting terus belajar mengenai pembukuan keuangan yang baik seperti apa.

    Ciri-ciri Pembukuan Keuangan yang Baik

    Pembukuan keuangan perusahaan yang benar dan baik bisa menjadi sebuah kunci untuk mempertahankan perusahaan atau usaha agar berhasil. Hal itu juga berdampak agar berhasil menjadi usaha yang sebelumnya hanya skala kecil, tetapi bisa menjadi besar sekalipun. Simak penjelasan mengenai pembukuan keuangan dibawah ini.

    Pembukuan keuangan adalah sebuah proses yang digunakan untuk mencatat dan dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data atau informasi keuangan. Contohnya meliputi harta, kewajiban, modal, dan penghasilan hingga jumlah biaya perolehan atau penyerahan barang dan jasa. Laporan ini digunakan untuk pembukuan dengan penutup perhitungan menggunakan neraca, laporan laba rugi, dan perhitungan periode tahun pajak.

    Berikut merupakan fungsi pembukuan keuangan yang baik dan benar:

    1. Mengetahui dan melihat seberapa besar keuntungan dan kerugian yang didapatkan pada masa itu
    2. Mengetahui setiap transaksi yang dilakukan setiap hari
    3. Melacak transaksi keluar masuk yang dilakukan pada setiap periode tersebut
    4. Mempermudah dalam mengatur pemasaran dan pembukuan keuangan terlihat rapi.

    Maka dari itu banyak sekali pebisnis yang menggunakan jasa konsultan mengenai akuntansi ataupun bisnis untuk membuat laporan keuangan. Hal itu digunakan untuk melacak setiap transaksi dan membantu para pebisnis untuk mengambil keputusan setiap langkahnya. Tetapi banyak pula yang berat untuk pebisnis awal membuat laporan keuangan atau pembukuan keuangan perusahaan.

    Baca Juga: Laporan Keuangan Adalah: Pengertian dan Jenis-jenisnya

    Membuat Laporan Keuangan

    Membuat Laporan Keuangan

    Cara membuat laporan keuangan perusahaan:

    1. Mencatat setiap pengeluaran : catatan ini dilakukan ketika akan membuka usaha, dicatat dari awal. Maka buatlah buku khusus untuk mencatat seluruhnya mengenai pengeluaran tentang bisnis yang akan Anda jalankan. Catatlah belanja dengan sedetail mungkin dan memulai operasional, bahan baku, atau gaji yang berkelanjutan secara jelas dan masuk akal.
    2. Mencatat setiap pemasukan : catatan ini juga sangat penting sekali diurus ketika pencatatan pengeluaran sudah beres. Biasanya menggunakan buku kas pemasukan untuk melihat dan mengetahui semua bentuk transaksi yang dimiliki sehingga berkaitan dengan pemasukan perusahaan. Contohnya saja pemasukan setiap jumlah penjualan produk atau barang yang telah dijual setiap hari atau piutang apa saja yang telah dibayarkan.
    3. Buatlah buku kas wajib : buku kas ini bisa ditetapkan wajib ada karena sangat utama keberadaannya dalam sebuah perusahaan untuk mendukung pembukuan keuangan. Tujuannya ada buku ini adalah digunakan untuk menggabungkan segala bentuk pemasukan dan juga berbagai pengeluaran yang akan digunakan. Sehingga semua pebisnis akan jelas bisa melihat berapa keuntungan ataupun kerugian yang didapatkan dalam setiap periode atau setiap harinya.
    4. Mempunyai buku stok barang : buku ini juga termasuk wajib untuk pebisnis karena bisa mempermudah untuk pembukuan keuangan. Sebab transaksi yang berputar tidak hanyalah seputar uang saja tetapi bisa termasuk barang atau jasa yang masih tersedia. Maka dari itu, buku stok barang ini akan sangat wajib untuk pebisnis melakukan pengawasan mengenai persediaan barang yang ada untuk bisnis Anda.
    5. Mempunyai buku inventaris barang : mencatat semua barang perusahaan yang akan dibeli atau sudah dibeli juga sangat penting dalam pembukuan keuangan. Sebab inventaris barang juga akan memudahkan setiap pebisnis untuk menjaga berbagai aset perusahaan yang ada di bawah kendalinya dan susah untuk terlihat.
    6. Adanya buku laba rugi : buku ini juga tidak boleh dilupakan untuk pebisnis awal untuk memperlancar dalam proses pembukuan keuangan. Buku ini wajib ada untuk mencatat berapa banyak pendapatan yang akan dibebankan kepada perusahaan. Sehingga pebisnis akan mengetahui apakah perusahaan atau bisnis sedang berada di kondisi yang atas atau bawah atau bisa disebut sebagai profit tinggi atau merugi.
    7. Mencatat laporan perubahan ekuitas : cara membuat laporan ini untuk mengetahui modal atau kekayaan entitas yang meliputi seperti perusahaan, UKM, dan contoh lainnya. Ekuitas ini juga bisa didapatkan dengan laporan yang ada di selisih antara jumlah aktiva atau aset yang telah dikurangi dengan kewajiban atau pasiva yang ada.
    8. Buatlah neraca keuangan : neraca keuangan ini merupakan hal yang sangat wajib bagi pebisnis awal maupun pebisnis handal. Sebab pebisnis akan lebih mudah mengetahui kondisi keuangan setiap periode pada perusahaan atau bisnis yang dijalankan. Neraca ini juga berguna untuk mengetahui seberapa nilai perusahaan setelah melakukan berbagai kegiatan yang ada di keuangan perusahaan tersebut.

    Setelah mengetahui ciri-ciri pembukuan keuangan yang baik dan benar seperti apa, Anda bisa melihat pembukuan keuangan Anda bagaimana. Anda bisa melihat banyak sekali contoh dan cara untuk melakukan pencatatan yang seperti apa melalui internet. Anda tidak perlu melakukan pencatatan pembukuan keuangan melalui jasa konsultasi bisnis dan akuntansi dengan yang mahal.

    Langkah-langkah diatas ini bisa dilakukan dengan baik dan tepat untuk bisa menjadi pembukuan keuangan yang sudah handal. Namun apabila bisnis atau perusahaan yang kamu jalankan sudah berkembang sangat pesat, kamu lebih baik menggunakan jasa tersebut. Tetapi jika kamu yakin akan melakukan pembukuan keuangan sendiri akan lebih baik dan lebih efisien tidak mengeluarkan uang untuk jasa konsultasi.

    Bisnis yang Anda jalankan ini yang mengetahui lebih detail adalah Anda sendiri maka akan lebih banyak pencatatan yang dilakukan dengan manual atau secara tradisional. Belum lagi jika terjadi human error, performa Anda pasti akan tidak efisien dan tidak efektif. Sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam memakan waktu yang lama sehingga tidak tepat waktu dalam penyelesaian pembukuan tersebut.

    Biasanya terjadi kesalahan yang dilakukan dengan mencampur dengan keuangan usaha dengan meliputi keuangan pribadi. Memerlukan dengan pembukuan walaupun kamu baru dijalankan dalam sebuah bisnis atau perusahaan yang bisa kamu ambil manfaatnya. Akan lebih baik dilakukan secara terus menerus dan belajar agar bisa melakukan pembukuan keuangan secara mandiri.

    Pembukuan keuangan perusahaan ini bisa digunakan untuk mengontrol besarnya biaya operasional perusahaan atau bisnis, meminimalisir risiko kehilangan sebuah perusahaan, dan mengetahui progres dari usaha yang akan dijalankan. Jadi berikut merupakan manfaat pembukuan keuangan perusahaan dan bisa berpengaruh pada set perusahaan yang berpengaruh pada laba rugi usaha.